cover
Contact Name
I Komang Astana Widi
Contact Email
jurnal_flywheel@scholar.itn.ac.id
Phone
+6282233465678
Journal Mail Official
jurnal_flywheel@scholar.itn.ac.id
Editorial Address
Jln. Raya Karanglo Km.2 Malang 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
JURNAL FLYWHEEL
ISSN : 19795858     EISSN : 27457435     DOI : https://doi.org/10.36040/flywheel
Jurnal Flywheel merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Program Studi Teknik Mesin S1 Fakultas Teknologi Industri Institut Teknologi Nasional Malang sebagai sarana diseminasi dan publikasi artikel hasil penelitian di bidang teknik mesin yang bukan hanya mencakup mesin semata namun terdapat bidang-bidang lain yang memiliki keterkaitan dengan mesin misalnya bidang otomotif, desain dan simulasi serta perhitungan biaya mesin. Artikel yang diajukan untuk diterbitkan pada Jurnal Flywheel merupakan naskah asli dan belum pernah dipublikasikan secara tertulis pada majalah atau jurnal ilmiah dimanapun.
Articles 190 Documents
PENGARUH TEKANAN TERHADAP PENGKONDISIAN UDARA SISTEM EKSPANSI UDARA Sumanto; Sudjana, Wayan; Setyowati, Harimbi; Ahmad Rifa'i, Andi
JURNAL FLYWHEEL Vol 6 No 1 (2015): Jurnal Flywheel
Publisher : Teknik Mesin S1 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/flywheel.v6i1.581

Abstract

Pendinginan udara merupakan salah satu hal dari bidang refrigerasi dan pengkondisian udara. Meskipun saling berkaitan, tetapi masingng-masing mempunyai ruang lingkup yang berbeda.teknik pengkondisian udara tidak hanya berfungsi sebagai pendingin,tetapi lebih dari pada itu.Definisi pengkondisian udara (Confort air conditioning) adalah proses perlakuan terhadap udara untuk mengatur suhu, kelembapan, kebersihan, dan pendistribusianya secara serentak guna mencapai kondisi nyaman yang dibutuhkan.an tidak menggunakanya.Mesin pengkodisian udara yang digunakan pada sistem pengkondisian ini adalah Sistem ekspansi udara dengan komponen kompresor 1/2 PK, evaporator dengan media pendingin air, katup ekspansi, dan ruangan aplikasi. Variabel dalam penelitian adalah : Variabel bebasnya adalah Variasi Tekanan 40 Psi, 50 Psi, dan 60 Psi. Variabel terikatnya adalah pengkondisian udara system ekspansi udara. Variabel kontrol yaitu tekanan udara, temperature udara, tempertur pendingin.Dengan variasi tekanan 40 Psi, 50 Psi dan 60 mempunyai pengaruh terhadap pengkondisian udara yaitu pada pengujian dengan variasi tekanan 40 Psi didapat nilai temperatur tertinggi 30 oC, temperatur terendah 20 oC dan tempetratur rata-rata 23,5 oC.Dari pengujian dengan variasi tekanan 50 Psi didat nilai temperatur tertinggi 31,5 oC, temperatur terendah 19,8 oC dan tempetratur rata-rata 23,5 oC.Dari pengujian dengan variasi tekanan 60 Psi didat nilai temperatur tertinggi 34,6 oC, temperatur terendah 19,3 oC dan temperatur rata-rata 23,7 oC.
PENGARUH PERUBAHAN TITIK BERAT POROS ENGKOL TERHADAP PRESTASI MOTOR BENSIN EMPAT LANGKAH Budiyanto; Rusdi; Sugiyanto; Sutriyono; Kurnia Rakhman, Dedi
JURNAL FLYWHEEL Vol 6 No 1 (2015): Jurnal Flywheel
Publisher : Teknik Mesin S1 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/flywheel.v6i1.587

Abstract

Motor Bakar torak memegang peranan penting bagi kehidupan manusia baik dalam segi industri maupun transporasi darat. Motor bakar torak mempergunakan satu atau beberapa silinder yang di dalamnya terdapat torak yang bergerak translasi. Didalam silinder itulah terjadi pembakaran campuran bahan bakar dengan oksigen dari udara, gas yang dihasilkan oleh proses tersebut mampu menggerakkan torak, yang oleh batang penggerak di hubungkan dengan poros engkol. Perubahan poros engkol sangat berpengaruh pada prestasi mesin yang dihasilkan. Adanya perubahan bentuk desain poros engkol mengakibatkan perubahan torsi dan daya motor sehingga berpengaruh terhadap prestasi mesin yang dihasilkan. Dari hasil experimen yang telah dilakukan didapat bahwa perubahan titik berat poros engkol berpengaruh terhadap prestasi mesin yang dihasilkan. Dengan modifikasi poros engkol dapat meningkatkan performa pada motor bakar. Setelah perubahan pemakaian bahan bakar lebih irit dari pada poros engkol standartnya. Pada penelitian ini titik berat pembahasannya pada perubahan poros engkol modifikasi pada karakteristik mesin sepeda motor 4 langkah.
ANALISIS PENGARUH LETAK MIXERHYDROGEN BOOSTER TERHADAP KUALITAS GAS BUANG DAN KONSUMSI BAHAN BAKAR MESIN BENSIN Nurhadi
JURNAL FLYWHEEL Vol 6 No 1 (2015): Jurnal Flywheel
Publisher : Teknik Mesin S1 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/flywheel.v6i1.589

Abstract

Upaya penghematanBahan Bakar Minyak (BBM)dan penemuan bahan bakar alternatif terus digalakkan karena cadangan minyak mulai menurun, harga BBM semakin mahal, dan terjadinya pemanasan globalakibat emisi gas buang hasil pembakaran BBM. Hydrogen booster merupakan teknologi alternatif yang dibuat untuk meningkatkan kualitas gas buang sehingga dapat mengurangi dampak pemanasan global. Hydrogen booster juga dapat mengurangi konsumsi bahan bakar pada motor bakar.Hydrogen booster bekerja dengan cara menambahkan unsur bahan bakar dan udara pada engine. Penambahan unsur bahan bakar dan udara ini dihasilkan dari proses elektrolisis air, yaitu proses penguraian cairan menggunakan arus listrik searah. Proses elektrolisis air akan menghasilkan gas Hidrogen-Hidrogen-Oksigen (HHO). Gas ini dimasukkan kedalam intake manifold engine dengan letak mixer yang bervariasi yaitu sebelum karburator dan setelah karburator.Hasil penelitian menunjukkan adanya penghematan konsumsi bahan bakar dan kualitas gas buang yang lebih baik. Kualitas gas buang yang lebih baik ditunjukkan dengan penurunan kadar gas buang CO rata-rata 2,18% dan penurunan kadar gas buang HC rata-rata 424,6 ppm. Sedangkan penurunan konsumsi bahan bakar dengan rata-rata 240,66 ml/menit.Letak mixer terbaik pada posisi setelah karburator.
KAJI EKSPERIMENTAL KARAKTERISTIK TERMODINAMIKA DARI PEMANASAN REFRIGERANT 12 TERHADAP PENGARUH PENDINGINAN Asroni, Mochtar; Widodo, Basuki; Bakti S, Dwi
JURNAL FLYWHEEL Vol 6 No 1 (2015): Jurnal Flywheel
Publisher : Teknik Mesin S1 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/flywheel.v6i1.591

Abstract

Pengkondisian udara adalah suatu proses perlakuan udara terhadap suhu untuk mengatur suhu, kelembaban, kebersihan dan pendistribusian secara serentak guna mencapai kondisi nyaman yang dibutuhkan oleh penghuni yang berada didalamnya. Segala upaya telah dilakukan untuk meningkatkan kerja system pengkondisian udara. Salah satunya adalah apa yang akan dilakukan pada penelitian mesin pengkondisian udara system kompresi uap ini. Mesin pengkondisian udara system kompresi uap digunakan diaplikasikan untuk mesin pedingin ruangan dengan kompresor, kondensor, katup ekspansi, dan evaporator sebagai alat utama penyusunnya dan refrigerant 12 sebagai fluida kerjanya. Kondensor kedua dan pemanas kompor ditambahkan ke dalam system penelitian ini. Kondensor kedua terletak di antara kondensor pertama dan katup ekspansi. Sedangkan kompor berfungsi untuk memanaskan kondensor ke dua. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya efek pendinginan jika refrigerat 12 dalam kondensor kedua dipanaskan dengan menggunakkan kompor listrik sebagai sumber panas. Dari penelitian ini diperoleh hasil bahwa pemanasan refrigerant 12 pada kondensor kedua dapat meningkatkan tekanan refrigerant meningkat, hal ini berimbas pada temperature keluaran evaporator. Sehingga pemanasan dapat meningkatkan efek pendinginan.
ANALISA PENGARUH KROM BAJA ASSAB DF 3 TERHADAP BENTUK KOROSI PADA TEGANGAN LISTRIK DAN WAKTU ELEKTROLAPTING Astana Widi, Komang; Edi Susanto, Eko; Rahardjo, Teguh; Dwi Wahyudi, Nanang
JURNAL FLYWHEEL Vol 6 No 1 (2015): Jurnal Flywheel
Publisher : Teknik Mesin S1 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/flywheel.v6i1.596

Abstract

Proses pelapisan nikel-krom terhadap baja sebagai logam yang dilapis adalah satu cara untuk melindungi logam terhadap serangan korosi dan untuk mendapatkan sifat dekoratif. Cara pelapisan krom dengan metode elektroplating adalah sebagai berikut, pelapisan menggunakan arus searah (DC). Cara kerjanya mirip dengan elektrolisa, dimana logam pelapis bertindak sebagai anoda, sedangkan logam dasarnya sebagai katoda. Cara yang terakhir ini yang disertai dengan perlakuan awal terhadap benda kerja yang baik mempunyai berbagai keuntungan dibandingkan dengan cara-cara yang lain. Pada penelitian ini parameter yang digunakan adalah variasi tegangan dan waktu pencelupan pelapisan krom dengan variasi tegangan, 20A dan 26A sedangkan waktu pencelupan selama 10, 20, 30 menit. Pelapisan terbaik adalah pelapisan dengan tegangan 26A dengan lama waktu 20 menit , dikarenakan besar dimensi spesimen dan rapat arus yang tersedia sangat tepat. Dari hasil penelitian juga dapat disimpulkan bahwa untuk specimen dengan dimensi 50 mm x 25 mm x 15 mm tepat untuk diberikan tegangan sebesar 26A.Lama waktu proses electroplating juga berpengaruh terhadap ketebalan hasil pelapisan, dari data diperoleh bahwa semakin lama waktu proses elektroplating maka semakin tebal lapisan yang terjadi.oleh karena semakin lama waktu yang di berikan maka akan memberi kesempatan kepada material pelapis mengendap pada katoda.
PENGARUH STUDI EKSPERIMEN PEMANFAATAN PANAS BUANG KONDENSOR UNTUK PEMANAS AIR Kurniawan, Arif
JURNAL FLYWHEEL Vol 7 No 1 (2016): Jurnal Flywheel
Publisher : Teknik Mesin S1 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/flywheel.v7i1.600

Abstract

Pada bagian mesin pendingin (refrigerasi) terdapat peralatan yang dapat mengeluarkan panas yaitu kondensor, yang dihasilkan pada saat mesin pendingin bekerja. Panas yang dikeluarkan oleh kondensor dapat dimanfaatkan untuk memanaskan air. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan 3 variasi ukuran diameter pipa kondensor terhadap performa atau koefisien prestasi (COP) pada suatu mesin pendingin. Metode penelitian menggunakan studi eksperimen dengan parameter yang diuji adalah temperatur (T) dan tekanan (P) pada mesin pendingin yang diukur pada saat pipa kondensor dikenai pembebanan air. Variabel eksperimen adalah air pada pembebanan pipa kondensor dan diameter pipa kondensor (D). Hasil analisa data penelitian menunjukkan COP mesin pendingin semakin naik dengan bertambahnya ukuran diameter dan pembebanan air pada pipa kondensor, yang nilainya masing-masing: (1) D=0.00318 m, beban air 0 L, COP=1.96; beban air 0.6 L, COP=2.26; beban air 1.8 L, COP=2.28; beban air 3 L, COP=2.33; (2) D=0.00476 m, beban air 0 L, COP=2.18; beban air 0.6 L, COP=2.29; beban air 1.8 L, COP=2.38; beban air 3 L, COP= 2.46; (3) D=0.00635 m, beban air 0 L, COP=2.48; beban air 0.6 L, COP=2.56; beban air 1.8 L, COP=2.67; beban air 3 L, COP=2.74. Dari hasil penelitian ini dapat membuktikan dan menunjukkan hasil yang signifikan bahwa adanya pengaruh penggunaan diameter pipa kondensor dan pembebanan air terhadap performa mesin pendingin, yaitu adanya kenaikan nilai COP mesin pendingin.
PEMANFAATAN GABUS SABUT KELAPA (COCOPEAT) SEBAGAI KOMPOSIT YANG BERBASIS RAMAH LINGKUNGAN Djiwo, Soeparno; Sugiarto, Totok; Yohanes Setyawan, Eko
JURNAL FLYWHEEL Vol 7 No 1 (2016): Jurnal Flywheel
Publisher : Teknik Mesin S1 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/flywheel.v7i1.602

Abstract

Tujuan penelitian ini dapat menemukan bahan maerial komposit berbasis ramah lingkungan yaitu memanfaatkan bahan alam yang selama ini kurang dimanfaatkan. Komposit ramah lingkungan itu bersifat biodegradable yang artinya apabila tidak digunakan dapat terurai dan tidak menyebabkan efek lain yang merusak lingkungan. Tidak semuanya bahan alam ramah lingkungan, hal ini tergantung dari pengaplikasian bahan tersebut. Komposit dari pemanfaatan cocopeat bisa diaplikasikan untuk kebutuhan teknik secara luas. Hasil pengujian kekuatan tarik komposit maksimal 13,473MPa didapatkan pada komposit dengan 60 % matrik dengan serbuk kelapa 40 %, bentuk dan ukuran menggunkan ASTM D638-3dan kekuatan rata-rata impak 0,00994 j/mm2 didapat dari komposit 60% matrik dengan serbuk kelapa 40 % bentuk dan ukuran menggunakan ASTM D790-3, Proses pembutan menggunakan proses hand lay up.Penambahan matrik polyester pada komposit dapat meningkatkan kekuatan mekanis komposit. Namun bila terlalu banyak serbuk kelapa didalam komposit fraksi massa akan menurunkan kekuatan mekanisnya. Terlihat dari pengamatan foto SEM yang ada pada serbuk kelapa, terdapat banyak pori-pori yang bisa dimanfaatkan lebih lanjut mengikat matrik lebih banyak, yang bisa meningkatkan kekuatan mekanis pada komposit serbuk kelapa.
OPTIMALISASI ARUS LISTRIK TERHADAP PENYIMPANGAN PEMOTONGAN PEMBUATAN RODA GIGI PADA MESIN WIRE CUTTING EDM Edy Susanto, Eko; Subardi, Anang; Bagus Primantoko, Nugroho
JURNAL FLYWHEEL Vol 7 No 1 (2016): Jurnal Flywheel
Publisher : Teknik Mesin S1 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/flywheel.v7i1.605

Abstract

Parameter pemesinan Wire EDM memiliki beberapa parameter, salah satu parameter dasar yang dapat diatur dalam Wire EDM adalah kuat arus listrik (Ampere), kuat arus listrik dapat mempengaruhi kualitas hasil produk yang dihasilkan. Penelitian ini ingin mengetahui penyimpangan dalam pemotongan pembentukan roda gigi lurus dan memberikan informasi bagi operator Wire EDM untuk mengatur setting parameter besar arus listrik agar diperoleh kualitas pemotongan yang optimal. Bahan yang dipotong Baja paduan ASSAB 618. Benda kerja yang akan dibuat merupakan Roda Gigi lurus dengan profil gigi involute yang sesuai dengan Japan Industrial Standart (JIS) nomor B 1701-1973 tentang “Involute Gear Tooth Profile and Dimension”. Variasi arus 3,4,5,6,7 Ampere pada mesin Wire EDM Mitsubishi BA-8. Variasi besar arus listrik yang digunakan pada proses Wire EDM berpengaruh nyata terhadap profile error involutedan nilai profile error involute meningkat seiring dengan bertambahnya besar arus listrik. Nilai profile error involute terkecil sebesar 0,0907 mm didapat pada variasi besar arus listrik 3 ampere yang merupakan variasi terkecil yang digunakan. Penyimpangan terbesar sebesar 0,1256 mm didapat pada variasi arus listrik sebesar 7 ampere yang merupakan variasi terbesar yang digunakan.
PENGARUH KEKERASAN BAHAN TERHADAP KEPRESISIAN HASIL PEMOTONGAN PADA MESIN WIRE CUTTING ELECTRIC DISCHARGE MACHINING (EDM Budiyanto; Sugiyanto
JURNAL FLYWHEEL Vol 7 No 1 (2016): Jurnal Flywheel
Publisher : Teknik Mesin S1 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/flywheel.v7i1.606

Abstract

Mesin-mesin non konvensional Wire Cutting EDM merupakan terobosan baru dalam bidang teknologi manufaktur yang lebih canggih daripada mesinmesin konvensional. Proses pemotongan dengan mesin wire cutting EDM memiliki tingkat kepresisian yang sangat tinggi. Penelitian ini ingin mengetahui penyimpangan hasil pemotongan dan mengetahui bagaimana pengaruh hasiln pemotongan terhadap perbedaan kekerasan bahan dan kepresisiannya. Dari hasil penelitian akan memberikan informasi dalam menentukan setting parameter mesin wire cut EDM guna meminimalisir penyimpangan pemotongan yang optimal. Tingkat kekerasan bahan Baja ASSAB 760 jika dipotong oleh Wire Cut EDM akan terjadi hasil lebar potong yang berbeda-beda , semakin keras bahan jika dipotong dengan Wire Cut EDM akan diperoleh penyimpangan lebar potong semakin kecil.. Semakin lunak bahan jika dipotong dengan Wire Cut EDM akan diperoleh lebar potong semakin lebar dan penyimpangan lebar potong juga semakin lebar.
PENGEMBANGAN ALAT BANTU JALAN (WALKER) DENGAN METODE QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (QFD) Djumhariyanto, Dwi
JURNAL FLYWHEEL Vol 7 No 1 (2016): Jurnal Flywheel
Publisher : Teknik Mesin S1 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/flywheel.v7i1.659

Abstract

Along with growth of product will always experience of the innovation as according to its consumer requirement. For normal human being, its people whoever, of course have ready to accept the new circumstance in each;every its life process and try to adapt to the condition environment. Not rarely among those who are difficult walk, that matter caused downhill muscle strength of member move the. Assistive appliance walke even also become one of precise solution. One of assistive Appliance walke is Walker. Walker assistive appliance walke very light, easy to removed, waist-deep, made the than metal pipe, and this appliance provided with two functioning hilt as place used its consumer for the holding and also induing four sturdy foot as fulcrums. intake of consumer Data done by quesioner and processed to use the method of Quality Function Deployment (QFD), hence got some consumer desire Pursuant to the consumer desire development by creating some concept. From various developed concept, later then selected a concept pursuant to criterion like material substance, strong, rust proof and corrosion.

Page 6 of 19 | Total Record : 190