cover
Contact Name
I Komang Astana Widi
Contact Email
jurnal_flywheel@scholar.itn.ac.id
Phone
+6282233465678
Journal Mail Official
jurnal_flywheel@scholar.itn.ac.id
Editorial Address
Jln. Raya Karanglo Km.2 Malang 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
JURNAL FLYWHEEL
ISSN : 19795858     EISSN : 27457435     DOI : https://doi.org/10.36040/flywheel
Jurnal Flywheel merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Program Studi Teknik Mesin S1 Fakultas Teknologi Industri Institut Teknologi Nasional Malang sebagai sarana diseminasi dan publikasi artikel hasil penelitian di bidang teknik mesin yang bukan hanya mencakup mesin semata namun terdapat bidang-bidang lain yang memiliki keterkaitan dengan mesin misalnya bidang otomotif, desain dan simulasi serta perhitungan biaya mesin. Artikel yang diajukan untuk diterbitkan pada Jurnal Flywheel merupakan naskah asli dan belum pernah dipublikasikan secara tertulis pada majalah atau jurnal ilmiah dimanapun.
Articles 185 Documents
MANAJEMEN PERHITUNGAN KOMPONEN PERMESINAN PADA USAHA KECIL MENENGAH Ekasari, L. D.; Widi, K. A.
JURNAL FLYWHEEL Vol 7 No 1 (2016): Jurnal Flywheel
Publisher : Teknik Mesin S1 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/flywheel.v7i1.660

Abstract

Manajemen perhitungan peralatan mesin pada UKM tidak jauh berbeda dengan manajemen organisasi bisnis pada umumnya. Sebagai sebuah organisasi bisnis, keseluruhan fungsi manajemen sebaiknya dijalankan dengan mempertimbangkan jenis dan skala bisnis dari usaha yang dilakukan. Jadi, manajemen usaha kecil tidak jauh berbeda dengan manajemen perusahaan pada umumnya. Hanya saja, jenis dan skala bisnis dari usaha yang dijalankan menyebabkan, dalam beberapa hal, manajemen usaha kecil tidak sama dengan manajemen perusahaan pada umumnya (yang berskala menengah dan besar). Karena skala usaha bisnisnyalebih kecil, justru pengelolaan sumber daya organisasi bisnis dari usaha kecil menjadi lebih sederhana dan mudah dikelola, sehingga fungsi-fungsi operasional dari manajemen usaha kecil lebih mudah direncanakan dati dikendalikan. Akan tetapi, karena sumber daya organisasi yang dikelola relatif kecil, maka jenis usaha yang dipilih juga perlu dipertimbangkan agar sesuai dengan kemampuan sumber daya organisasi. Tujuan penyusunan laporan keuangan harus mengikuti SPI 3, dimana salah satu ketentuannya adalah nilai aset operasional dinyatakan dalam Nilai Pasar Untuk Penggunaan Yang Ada sedangkan nilai aset investasi atau non-operasional dinyatakan dalam Nilai Pasar.Secara garis besar, untuk berbagai tujuan penilaian nilai mesin dan peralatan dapat dibedakan sebagai Nilai Pasar atau Selain Nilai Pasar. Untuk menganalisa penilaian terhadap suatu produk mesin dan peralatan industri perlu mempertimbangkan langkah-langkah berikut untuk menghasilkan nilai yang optimal, yaitu menentukan metode pendekatan kalkulasi biaya yang diterapkan terhadap peralatan mesin.
SERBUK ALUMINA SEBAGAI KATALIS DIDALAM REAKTOR FLUIDISED BED Sujana, W.; Widi, K. A.
JURNAL FLYWHEEL Vol 7 No 1 (2016): Jurnal Flywheel
Publisher : Teknik Mesin S1 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/flywheel.v7i1.662

Abstract

Teknologi fluidized bed saat ini telah dimanfaatkan untuk proses perlakuan thermokimia gas dalam menghasilkan kekerasan permukaan baja. Serbuk alumina dimanfaatkan sebagai media pada teknologi ini bertujuan untuk meningkatkan transfer panas dari dinding dapur menuju ke specimen baja dengan demikian akan menghasilkan peningkatan kualitas kekerasan permukaan. Namun kualitas pengerasan permukaan sangat ditentukan oleh paduan dari baja tersebut. Perbedaan unsur paduan bahan akan menghasilkan lapisan pasif yang berbeda pada permukaan masing-masing bahan tersebut sehingga tentunya akan mempengaruhi perbedaan transfer panas dipermukaan specimen. Pada penelitian ini akan memanfaatkan berbagai jenis baja dengan paduan berbeda yaitu baja paduan rendah (baja perkakas), baja paduan tinggi (baja tahan karat) dan baja lapis paduan murni (baja hard khrom) yang akan diberi perlakuan didalam dapur fluidized bed dengan dan tanpa memanfaatkan serbuk alumina. Karakterisasi specimen hasil proses ini akan diamati kualitas lapisan kerasnya dengan memanfaatkan pengujian distribusi kekerasan (metode Vickers), pengujian distribusi komposisi kimia (metode EDAX) dan pengamatan struktur mikro dengan mikroskop electron dan scanning electron microscope (SEM). Hubungan dan peran serbuk alumina dan unsur paduan didalam baja akan memberikan informasi fenomena yang terjadi sehingga didapatkan suatu analisis yang tepat terhadap metode dalam menghasilkan peningkatan kualitas pengerasan permukaan thermokimia.
RANCANG BANGUN TURBIN ANGIN SAVONIUS UNTUK PENERANGAN DI DAERAH PEDESAAN Laka, Agustinus; Mangngi, Frans; Rokhyadi
JURNAL FLYWHEEL Vol 8 No 1 (2017): Jurnal Flywheel
Publisher : Teknik Mesin S1 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/flywheel.v8i1.666

Abstract

Listrik merupakan suatu kebutuhan yang sangat penting dalam menunjang berbagai kegiatan atau aktifitas baik pada skala rumah tangga maupun pada skala perkantoran atau industri. Namun pada kenyataannya masih banyak daerah pedesaan yang belum dapat menikmati listrik dari Perusahaan Listrik Negara (PLN). Salah satu contoh daerah pedesaan yang belum menikmati listrik dari PLN hingga saat ini adalah dusun Muli. Dimana secara adminitrative dusun Muli ini terletak di desa Raekore, Kecamatan Sabu Barat, Kabupaten Sabu Raijua, Propinsi Nusa Tenggara Timur. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode eksperimental nyata (true experimental) yaitu melakukan pengamatan langsung di lapangan untuk mencari data sebab akibat dalam suatu proses melalui eksperimen sehingga dapat ditahui berapa besar daya listrik yang dapat dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecepatan angin sangat berpengaruh terhadap besarnya tegangan dan arus listrik (BHP) yang dihasilkan oleh turbin angin Savonius. BHP tertinggi terjadi pada kecepatan angin 8,25 m/s dengan nilai BHP sebesar 83,183 Watt, sedangkan BHP terendah terjadi pada kecepatan angin 3,26 m/s dengan nilai BHP 4,146 Watt. Rancangan turbin angin Savonius ini juga dapat menghasilkan efisiensi tertinggi pada kecepatan angin 5,46 m/s dengan nilai efisiensi yaitu sebesar 21,35 % dan pada kecepatan angin 6,46 m/s dengan nilai efisiensi yaitu sebesar 21,46 %, sedangkan efisiensi terendah terjadi pada kecepatan angin 3,26 m/s yaitu sebesar 13,59 %.
PENERAPAN ALAT PENCAMPUR BUMBU DI SENTRA INDUSTRI KECIL KERIPIK TEMPE SANAN Gultom, Peniel I.; Tamara, Priscilla; J. Sinaga, Erni
JURNAL FLYWHEEL Vol 8 No 1 (2017): Jurnal Flywheel
Publisher : Teknik Mesin S1 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/flywheel.v8i1.668

Abstract

Salah satu makanan ringan khas Malang yang telah dikenal luas oleh masyarakat dengan rasa yang enak dan cocok untuk oleh-oleh adalah keripik tempe. Sentra industri keripik tempe yang cukup besar dan terkenal di Malang adalah wilayah Sanan, kota Malang. Kendala yang dihadapi oleh home industry keripik tempe Sanan ini salah satunya pada proses pencampuran bumbu keripik tempe. Dengan menggunakan alat pencampur bumbu manual, membutuhkan waktu yang cukup lama dan melelahkan untuk memenuhi target produksi ± 40 kg keripik tempe per hari. Selain itu proses pencampuran bumbu ini membutuhkan 2 orang pekerja dimana yang seorang bertugas memutar alat dan seorang lainnya bertugas menaburkan tepung bumbu dari bagian atas alat. Hal ini juga menyebabkan banyaknya tepung bumbu yang terbuang dan kurangnya higienitas produk. Oleh karena itu untuk meningkatkan produktifitas yang optimal harus diimbangi dengan alat pencampur bumbu keripik tempe yang efisien guna mendukung kegiatan tersebut, sehingga dapat meminimumkan waktu kerja dan kondisi fisik operator tidak terlalu lelah, dengan memanfaatkan hasil penelitian terdahulu. Rancangan alat dari penelitian terdahulu kemudian diwujudkan dalam ukuran yang sesungguhnya untuk dapat diterapkan pada UKM keripik tempe. Sebagai hasilnya alat pencampur bumbu dapat digunakan dengan baik dan sangat membantu proses produksi di UKM mitra.
PERAN ABU SEKAM PADI PADA KOMPOSIT POLIMER JENIS PET S, Anang; Sujana, W.; Sibut; Widi, K.A.
JURNAL FLYWHEEL Vol 8 No 1 (2017): Jurnal Flywheel
Publisher : Teknik Mesin S1 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/flywheel.v8i1.670

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan abu sekam padi dalam plastik daur ulang untuk menghasilkan material baru yang lebih kuat dan untuk mengetahui seberapa besar ketangguhan impak dan kekerasan yang dihasilkan. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah plastik jenis PET berasal dari botol bekas kemasan air minum dan abu sekam padi. Proses pembuatan spesimen dilakukan dengan metode hand lay up. Pada penilitian ini bermain variasi fraksi volume yaitu; fraksi volume 0% abu sekam padi, 97% plastik:3% abu sekam padi, 95% plastik:5% abu sekam padi, dan 93% plastik:7% abu dengan temperatur leleh plastik 265ºC. Pengujian kekuatan impak menggunakan alat uji impak universal impak tester dengan mengacu pada ASTM D – 5942 – 96 dan pengujian kekerasan mengggunakan alat uji microvickers hardness tester. Pada penampang patah benda uji impak dilakukan pengamatan foto makro. Hasil pengujian impak menunjukkan bahwa penambahan abu sekam padi pada fraksi volume 93% plastik:7% abu sekam padi nilai kekuatan impak lebih rendah dengan nilai energi rata–rata yang diserap sebesar 0,1217 joule dengan harga impak 0.0015 joule/mm2, dibandingkan dengan fraksi volume 100% plastik:0% abu sekam padi lebih tinggi dengan nilai rata–rata energi yang diserap sebesar 0,194 Joule dengan harga impak 0,0024 joule/mm2. Sedangkan hasil pengujian kekerasan vickers menunjukkan bahwa penambahan abu sekam padi pada fraksi volume 93% plastik:7% abu sekam padi nilai kekerasan vickers lebih tinggi dengan nilai rata–rata kekerasan sebesar 13,5 HVN, dibandingkan dengan fraksi volume 100% plastik:0% abu sekam padi dengan nilai rata–rata sebesar 10,6 HVN.
PENGARUH PEMASANGAN SUDU PENGARAH DAN VARIASI JUMLAH SUDU ROTOR TERHADAP PERFORMANCE TURBIN ANGIN SAVONIUS TIPE L Nataniel Ully, Dedy; Wuwur, Bernadus; Ginting, Purnawarman
JURNAL FLYWHEEL Vol 8 No 1 (2017): Jurnal Flywheel
Publisher : Teknik Mesin S1 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/flywheel.v8i1.672

Abstract

Pemasangan sudu pengarah di depan sudu rotor dapat meningkatkan performance turbin angin Savonius, karena dapat mencegah torsi negatif pada sudu cembung dan mengarahkan sejumlah massa udara pada sudu cekung tanpa mengenai sudu cembung. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode eksperimental nyata (true experimental) pada skala laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efisiensi meningkat secara parabolik seiring bertambahnya kecepatan angin sehingga pada kecepatan 6 dan 7 m/s mengalami penurunan. Hal ini terjadi karena meningkatnya kecepatan angin yang tidak diimbangi dengan kenaikan BHP. Pada rotor dengan pemasangan sudu pengarah efisiensi maksimum terjadi pada rotor tiga sudu sebesar 40,84 %, rotor empat sudu sebesar 34,42 %, rotor dua sudu sebesar 31,52 %. Di mana efisiensi tertinggi ini terjadi pada kecepatan angin 5 m/s. Sedangkan pada rotor tanpa pemasangan sudu pengarah efisiensi maksimum terjadi pada rotor tiga sudu sebesar 37,39 %, rotor dua sudu sebesar 25,36 % dan rotor empat sudu sebesar 18,009 %. Efisiensi maksimum pada rotor tiga dan dua sudu terjadi pada kecepatan angin 5 m/s, sedangkan rotor empat sudu efisiensi maksimum terjadi pada kecepatan angin 6 m/s.
PENGGUNAAN ELEKTRODE E 7016 PADA BAJA AISI 1050 TERHADAP SIFAT MEKANIK DENGAN VARIASI POSISI PENGELASAN SMAW Widodo, Basuki; Eko Purkuncoro, Aladin
JURNAL FLYWHEEL Vol 8 No 1 (2017): Jurnal Flywheel
Publisher : Teknik Mesin S1 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/flywheel.v8i1.674

Abstract

Objek penelitian ini adalah baja AISI 1050 silindris yang memiliki sifat mekanis kekerasan 92 HRB, kekuatan tarik (Kgf/mm2) 600 – 800, penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh pengelasan kampuh V dengan tiga posisi pengelasan yaitu posisi 1G, 2G dan 3G. Untuk mengetahui sifat mekanik maka dilakukan pengujian berupa uji kekerasan uji tarik dan struktur mikro. Pada posisi 3G memiliki nilai kekerasan tertinggi dengan rata-rata daerah las sebesar 87.38 HRB, daerah HAZ nilai kekerasan rata-rata 90.16 HRB dan logam induk nilai kekerasan rata-rata sebesar 84.53 HRB. Sedangkan kekuatan tarik posisi 3G memiliki nilai tarik tertinggi dengan rata-rata yaitu 3G (A) sebesar 54.31 Kgf/mm2, 3G (B) sebesar 42.56 Kgf/mm2 dan 3G (C) sebesar 56.07 Kgf/mm2. Dari hasil kekuatan tarik ini dapat diambil rata-rata kekuatan tariknya adalah 50.98 Kgf/mm2. Struktur mikro posisi 3G terdapat perlit lebih banyak pada posisi 1G karena tingkat kekerasan lebih tinggi dan kekuatan tarik tinggi. Disimpulkan kekerasan yang tertinggi dan mendekati nilai mekanis baja AISI 1050 adalah posisi pengelasan 3G yaitu dengan nilai rata-rata daerah las 87.38 HRB, daerah HAZ 90.16 HRB sedangkan logam induk sebesar 84.53 HRB, dan memiliki nilai Tensile strength tertinggi 50.98 Kgf/mm².
Pengaruh Elastisitas dan Kekerasan Terhadap Konduktivitas Listrik Untuk Aluminium Alloy 2024 Sumanto; Ruwana, Iftitah; Sudiasa, I Nyoman
JURNAL FLYWHEEL Vol 8 No 1 (2017): Jurnal Flywheel
Publisher : Teknik Mesin S1 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/flywheel.v8i1.676

Abstract

Aluminium merupakan unsur paling melimpah ketiga (setelah oksigen dan silikon), dan logam yang paling melimpah di kerak bumi sampai dengan sekitar 8% berat bumi. Aluminium relatif lembut, tahan lama, ringan, logam yang ulet, tahan terhadap korosi, memeiliki konduktivitas yang tinggi dan lentur. Paduan aluminium memiliki kekuatan mulai dari 200 MPa sampai dengan 600 MPa. Aluminium memiliki konduktivitas tertinggi keempat (setelah perak, tembaga, dan emas). Dikombinasikan dengan bobot yang ringan itu dan paduan dengan beberapa logam lain untuk membuatnya lebih kuat, aluminium sangat ideal untuk kabel listrik. Sifat nonmagnetik itu memungkinkan untuk tetap bekerja di mana saja (bahkan di badai). Dengan kekuatan ini aluminium dapat dengan mudah diangkut membuat aluminium pilihan terbaik untuk daya tinggi, jarak jauh sebagai kabel listrik. Specimen aluminium alloy 2024 dibentuk silinder dengan ukuran diameter 6 mm dan panjang 20 cm. Specimen dipanaskan dengan suhu yang bervariasi antara 100oC hingga 500oC dengan waktu pemanasan sampai dengan 48 jam dan kemudian dicelupkan ke dalam air dingin. Tujuannya adalah untuk membuat rusak struktur kepadatan bahan. Terdapat hubungan antara kekerasan bahan dengan elastisitas, antara kekarasan dengan konduktivitas listrik dan antara elastisitas bahan dengan konduktivitas listrik. Secara simultan kekerasan bahan dan elastisitas mempengaruhi konduktivitas listrik di mana 94.90% konduktivitas listrik dalam penelitian ini dipengaruhi oleh kekarasan dan elastisitas bahan.
Pelatihan Pengolahan Ubi Jalar Sebagai Bahan Baku Kripik Di Desa Jatikerto Kecamatan Kromengan Kabupaten Malang Sugiyanto; Boediyanto; Edy Susanto, Eko
JURNAL FLYWHEEL Vol 8 No 1 (2017): Jurnal Flywheel
Publisher : Teknik Mesin S1 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/flywheel.v8i1.678

Abstract

Dikelurahan Jatikerto, Kecamatan Kromengan Kabupaten Malang masyarakat giat meningkatkan kesejahteraan pereokonomiannya dengan mengoptimalkan bidang usahannya dan salah satunya pembuatan kripik ubi jalar. Dalam upaya meningkatkan produksi kripik ubi jalar dengan alat pemotong bahan tersebut guna meminimalis waktu proses. Adanya penyuluhan dan pelatihan pembuatan dan penerapan alat pemotong makanan ringan dalam upaya meningkatkan produktivitas industri , kepada kelompok pengusaha kecil di daerah tersebut mendapat tanggapan dan dukungan sangat besar. Penyuluhan membahas tentang manfaat tentang keuntungan pemakaian alat pemotong kripik. Pelatihan dilakukan untuk membimbing langkah-langkah pembuatan alat pemotong dan pengoperasiannya. Dengan adanya penyuluhan tersebut masyarakat mampu membuat dan mengembangkan alat tersebut serta mampu mengoperasikannnya.
DETEKSI KERUSAKAN BEARING PADA CONDENSATE PUMP DENGAN ANALISIS SINYAL VIBRASI Zainal Abidin, Ganong; Sujana, I Wayan
JURNAL FLYWHEEL Vol 8 No 1 (2017): Jurnal Flywheel
Publisher : Teknik Mesin S1 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/flywheel.v8i1.679

Abstract

Suatu mesin dikatakan ideal apabila seluruh energi dalam mesin tersebut dapat diubah menjadi kerja. Walaupun demikian tidak ada suatu mesin yang dikatakan sebagai mesin ideal karena sebagian energi dalam mesin terbuang menjadi energi bentuk lain seperti getaran. Getaran dari mesin tersebut membentuk sinyal yang dapat dideteksi oleh alat CSI Analyzer 2130 untuk menghasilkan suatu sinyal vibrasi. Dari sinyal vibrasi inilah dapat di analisa suatu kerusakan pada mesin. Seperti kerusakan yang terjadi pada bantalanpompa kondensat. Dari penelitian ini didapatkan hasil analisa bahwa sinyal vibrasi pada bantalan dalam kondisi normal dan bantalan kondisi rusak sangat berbeda. Perbedaan tersebut terlihat pada bentuk sinyal spektrum dan waveform vibrasi. Selain itu nilai overall juga menunjukkan perbedaan pada kedua kondisi bantalan pompa kondensat. Nilai overall yang dihasilkan pada bantalanrusak yaitu sebesar 3,491 G-s pada sisi peakvue. Berbeda dengan bantalanpada kondisi normal dengan nilai overall sebesar 0,187 G-s. Nilai overall bantalanrusak sudah melampaui batas baik vibrasi yaitu 1,80 G-s.

Page 7 of 19 | Total Record : 185