Edukasi : Jurnal Pendidikan Agama Kristen
Edukasi: Jurnal Pendidikan Agama Kristen is part of the development of the Christian Religious Education Bachelor Study Program which focuses on developing journals in the world of education. Development This journal focuses on developing education and can contribute ideas for readers, education practitioners, and members involved in education. The focus of this Education Journal covers several themes, including Themes: 1. Christian Religious Education 2. Education Management 3. General Education 4. Curriculum 5. Evaluation
Articles
61 Documents
MENGAGAS PENDIDIKAN KARAKTER
Purim Marbun
Edukasi : Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 10 No 1 (2019): Edukasi : Jurnal Pendidikan Agama Kristen
Publisher : Bethel Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47562/edk.v10i1.58
Hidup ditentukan oleh karakter yang terpatri dalam diri masing-masing kita. Berhasil tidaknya keberadaan kita, sangat tergantung pada karakter seperti apa yang kita hasilkan. Tim Elmore menyebutkan bahwa keberhasilan seseorang 15% ditentukan oleh hal-hal yang kelihatan dan 85 % oleh karakter.Ia memberikan gambaran karakter seperti gunung es, bahwa yang terlihat hanya 10 %, sedangkan yang tidak terlihat 90%. Dalam penelitiaannya banyak diantara orang-orang yang sukses bukan semata-mata karena kemampuan, keahlian, skill dan potensi belaka, tetapi karena karakter. Senada dengan pendapat Tim Elmore, dalam buku Talent is Never Enough, John Maxwell memberikan catatan dan data-data bahwa orang-orang yang berhasil dalam hidupnya mereka tidak sedikit adalah orang-orang yang tidak terlalu membanggakan dalam hal akademis, namun karakterlah yang menjadi ujian mereka. Dalam ulasannya John Maxwel menyebutkan berbagai rangkaian karakter yang membangun keberhasilan tersebut antara lain disiplin diri, nilai-nilai inti, identitas dan integritas.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TERHADAP MOTIVASI BELAJAR
Yuel Sumarno;
Rini Octaviani
Edukasi : Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 10 No 1 (2019): Edukasi : Jurnal Pendidikan Agama Kristen
Publisher : Bethel Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47562/edk.v10i1.59
Guru dan siswa merupakan faktor penting dalam dunia pendidikan khususnya di sebuah institusi sekolah. Peran guru dalam proses pendidikan sangatlah penting dan berpengaruh bagi para siswa. Mengapa demikian? Karena guru adalah sosok yang dapat dipercaya oleh para siswanya. Para siswa menganggap bahwa apapun yang dikatakan oleh guru adalah benar. Jadi guru memiliki tanggung jawab yang besar dalam menjalani profesinya sebagai seorang guru. Jika tidak demikian maka sudah bisa dibayangkan potret pendidikan dalam upaya meningkatkan kualitas bangsa sangat rendah kualitasnya. Selain para siswa mempercayai gurunya, para siswa juga menganggap guru sebagai seorang yang sudah dewasa selain orang tuanya. Mereka menganggap bahwa seorang guru dapat menjadi tempat pertolongan pada saat mereka berada di Sekolah.
PENGARUH PELAKSANAAN PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN BAGI ANAK USIA 7-12 TAHUN TERHADAP PERILAKU DISIPLIN ANAK DI SEKOLAH MINGGU
Frans Pantan
Edukasi : Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 10 No 1 (2019): Edukasi : Jurnal Pendidikan Agama Kristen
Publisher : Bethel Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47562/edk.v10i1.63
Mengenai soal waktu, Sekolah Minggu mempunyai waktu yang sedikit dalam hidup seorang anak, dibandingkan dengan waktu di sekolah regular dan di rumah. Seorang anak mempunyai sedikitnya tiga puluh lima sampai empat puluh sembilan jam per minggu di sekolah, dan mempunyai lebih dari seratus jam di rumah, tetapi hanya mempunyai waktu dua jam di Sekolah Minggu. Dalam soal keseimbangan, Sekolah Minggu mempunyai tugas yang besar dalam pembentukan perkembangan baik dibidang rohani maupun jasmani. Sebagai sarana pembentukkan karakter yang mungkin belum didapat di rumah atau tidak didapat di sekolah. Pendidikan Agama Kristen di Sekolah Minggu bertujuan untuk membentuk iman, pengharapan, kasih, firman, pengertian, doktrin dan pimpinan Roh Kudus dalam diri anak-anak itu dan diharapkan anak mampu mempraktekkan setiap ajaran yang diajarkan di Sekolah Minggu. Di sinilah pentingnya pelaksanaan Pendidikan Agama Kristen (PAK) yang baik di Sekolah Minggu. Pendidikan Agama Kristen harus diberikan kepada anak tidak hanya sekedar cerita-cerita Alkitab saja, pujian atau doa. Guru Sekolah Minggu juga harus mengajarkan kepada mereka mengenai budi pekerti dan moralitas anak dalam kehidupan sehari-hari, yang diwujudkan dalam bentuk tingkah laku anak. Salah satunya adalah mengenai kedisiplinan anak. Anak harus diajar untuk hidup disiplin. Kedisiplinan sangat diperlukan bagi setiap anak. Anak yang hidup disiplin akan dapat menata hidupnya dengan baik dan bertanggung jawab. Anak yang disiplin tahu apa yang seharusnya ia lakukan. Seperti yang disampaikan oleh Sariaman Sitanggang dalam bukunya bahwa disiplin berarti melakukan sesuatu sebagaimana mestinya dan tepat pada waktunya. Sekolah Minggu akan berjalan dengan baik dan teratur jika di dalamnya ada nilai-nilai disiplin yang tinggi.
PAK Dan Penginjilan Dalam Amanat Agung Yesus Kristus
Sadrakh Sugiono
Edukasi : Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 1 No 1 (2008): Edukasi : Jurnal Pendidikan Agama Kristen
Publisher : Bethel Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tujuan dari Penginjilan dan PAK, hubungan penginjilan dan PAK. Bahwa tujuan dari penginjilan adalah kepada orang-orang yang belum mengenal Tuhan Yesus Kristus, sedangkan tujuan PAK kepada orang-orang yang sudah mengenal Tuhan Yesus dan mereka membutuhkan pembinaan lebih lanjut. Meskipun demikian, PAK maupun penginjilan menjadi sarana yang saling melengkapi dalam mewujudkan tugas utama Amanat Agung. Penginjilan menghasilkan orang-orang yang bertobat dan percaya kepada Tuhan Yesus, tetapi berhenti sampai kepada di situ saja, melainkan mereka harus mendapat pembinaan lebih lanjut untuk pertumbuhan iman mereka dan inilah yang menjadi tugas PAK.
Motivasi Belajar Terhadap Prestasi Belajar
Lidya Yulianti
Edukasi : Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 1 No 1 (2008): Edukasi : Jurnal Pendidikan Agama Kristen
Publisher : Bethel Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Motivasi belajar adalah dorongan yang dimiliki siswa secara sadar dalam proses belajar, dalam proses pembelajaran motivasi sangat diperlukan. Sebab hasil belajar akan menjadi optimal apabila ada motivasi, motivasi juga dapat berfungsi sebagai pendorong usaha pencapaian prestasi. Motivasi ada 2 jenis yaitu motivasi ekstrinsik dan motivasi intrinsic dan motivasi yang paling bertahan lama dalam diri sesorang adalah motivasi intrinsik atau yang berasal dari diri sendiri. Presetasi akan dicapai apabila dalam diri peserta didik memiliki motivasi belajar yang tinggi yang berasal dari diri sendiri, bukan sekadar dorongan dari luar.
Kompetensi Pendidik Dalam Gereja
Purim Marbun
Edukasi : Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 1 No 1 (2008): Edukasi : Jurnal Pendidikan Agama Kristen
Publisher : Bethel Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Salah satu tugas gereja yang tidak boleh dilupakan adalah mendidik dan mengajar jemaat yang dilayani, dan untuk melakukan tugas kependidikan tersebut gereja harus berperan aktif untuk mempersiapkan tenaga-tenaga pendidik yang berkompeten. Tenaga pendidik dalam gereja, harus memiliki sejumlah kecakapan dan kemampuan yang dapat diaplikasikan dalam melakukan tugas-tugas mengajar dan mendidik kepada anggota jemaat. Aspek kompetensi atau kemampuan mendidik dalam gereja minimal ada empat bagian yakni: kompetensi spiritual, kompetensi Paedagogik, kompentensi Psikologis, Kompetensi Sosiologis. Pemimpin gereja harus berupaya untuk mempersiapkan tenaga pendidika yang mumpuni untuk mendidik anggota jemaat sehingga mereka mencapai kedewasaan secara rohani.
Keterampilan Guru Dalam Mengajar Pendidikan Agama Kristen
Frans Pantan
Edukasi : Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 1 No 1 (2008): Edukasi : Jurnal Pendidikan Agama Kristen
Publisher : Bethel Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Guru PAK memiliki peran dan tanggung jawab untuk mencerdaskan anak didiknya, sedemikian besar tanggung jawab guru PAK tersebut, maka Guru PAK harus memiliki sejumlah keterampilan sehingga ketika guru mengajar materi yang disampaikan dapat sampai kepada peserta didik. Guru harus memiliki delapan keterampilan mengajar yakni: keterampilan bertanya, keterampilan memberi penguatan, keterampilan mengadakan variasi, keterampilan menjelaskan, keterampilan membuka dan menutup pelajaran, keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil, keterampilan mengelola kelas, keterampilan mengajar perseorangan. Dengan demikian, ketika guru PAK menguasai delapan keterampilan mengajar maka peserta didik dapat merasakan manfaat dari guru PAK yang memiliki keterampilan mengajar.
Kreativitas Guru Menggunakan Alat Peraga Dalam Mengajar
Lidya Yulianti
Edukasi : Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 1 No 1 (2008): Edukasi : Jurnal Pendidikan Agama Kristen
Publisher : Bethel Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Di era tekhnologi digital yang sedang berkembang, sekolah minggu dihadapkan pada tantangan yang menuntut guru sekolah minggu untuk kreatif dalam mengajar sekolah minggu. Tidak ada pilihan buat guru sekolah minggu untuk terus menyiapkan diri sehingga dapat mengikuti perkembangan zaman dalam mengajar sekolah minggu. Guru sekolah minggu harus kreatif supaya dapat menarik minat anak-anak sekolah minggu terhadap ibadah dan juga Firman Tuhan yang disampaikan.ibadah sekolah minggu tidak akan mengalami pertumbuhan bila guru sekolah minggu tidak kreatif oleh karena itu, penggunaan alat peraga yang kreatif sangat dibutuhkan untuk membangkitkan minta anak dalam beribadah.
Pola Asuh Orangtua Dalam Memperkenalkan Yesus Kristus Kepada Anak Batita
Johni Hardori
Edukasi : Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 1 No 1 (2008): Edukasi : Jurnal Pendidikan Agama Kristen
Publisher : Bethel Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Orangtua memmiliki tugas dan tanggung jawab untuk mrngasuh dan mendidik anak sejak kecil , terutama dalam hal memperkenalkan Tuhan Yesus Kristus dalam hidup mereka. Para ahli berpendapat bahwa anak-anak mempunyai pengalaman sendiri tentang Allah dan mereka mampu berhubungan dengan Allah dengan cara mereka sendiri. Salah satu faktor yang menyebabkan anak batita tidak diperkenalkan secara pribadi kepada Yesus Kristus adalah kurangnya pemahaman orangtua tentang perkembangan batita, sehingga mereka sibuk bekerja dari pada mengasuh anak mereka sendiri. Pola asuh orangtua dalam memperkenalkan Yesus kristus kepada anak batita masih kurang sehingga menyebabkan kerohanian anak kurang baik dan bahkan terbawa sampai mereka dewasa. Pola asuh orang yang dapat membawa anak batita mengenal Yesus antara lain orangtua harus menjadi teladan, sehingga orangtua dapat mengajarkan hal-hal yang baik kepada anak batita, Melakukan ibadah keluarga,menyediakan fasilitas rohani.
Kecerdasan Emosional dan Kemampuan Berinteraksi Dengan Lingkungan
Yuel Sumarno
Edukasi : Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 1 No 1 (2008): Edukasi : Jurnal Pendidikan Agama Kristen
Publisher : Bethel Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pada usia remaja, diharapkan agar mereka mampu berinteraksi dengan lingkungan mereka. Namun kenyataannya banyak remaja yang kurang memiliki kemampuan untuk berinteraksi dengan lingkungan sosial mereka. Remaja yang berhasil bukan saja diukur dari prestasi akademik mereka melainkan bisa diukur dari bagaimana mereka berinteraksi dengan lingkungan mereka dan bagaimana mereka dapat menyesuaikan diri mereka dengan lingkungan. Sebab pada umumnya lingkungan sosial tempat para remaja berinteraksi mempengaruhi perkembangan mereka misalnya lingkungan sekolah, lingkungan masyarakat. Faktor penentu bagaimana remaja mampu berinteraksi dengan lingkungan adalah kecerdasan emosional yang dimiliki tiap orang. Orang yang memiliki kecerdasan emosional cenderung lebih tenang dan lebih nyaman berinteraksi dengan lingkungan sosial mereka.