Edukasi : Jurnal Pendidikan Agama Kristen
Edukasi: Jurnal Pendidikan Agama Kristen is part of the development of the Christian Religious Education Bachelor Study Program which focuses on developing journals in the world of education. Development This journal focuses on developing education and can contribute ideas for readers, education practitioners, and members involved in education. The focus of this Education Journal covers several themes, including Themes: 1. Christian Religious Education 2. Education Management 3. General Education 4. Curriculum 5. Evaluation
Articles
61 Documents
Pengaruh Pelaksanaan Pendidikan Agama Kristen Terhadap Karakter Anak
Lydia Indriswari Herwanto
Edukasi : Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 10 No 1 (2019): Edukasi : Jurnal Pendidikan Agama Kristen
Publisher : Bethel Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47562/edk.v10i1.80
Pendidikan Agama Kristen merupakan pendidikan untuk menumbuh kembangkan kepribadian Kristen dalam diri anak-anak.[1] Juga dapat membawa anak-anak kepada persekutuan iman yang hidup dengan Tuhan, dan jemaat-Nya untuk mempermuliakan nama-Nya, Adapun pelaksanaannya dapat dilakukan dalam bentuk bimbingan atau mentoring bagi anak-anak. Mentoring merupakan kegiatan yang dilaksanakan dengan melibatkan mentor sebagai pembina atau pemimpin dan menti sebagai orang yang dibina atau dipimpin atau yang diajar, sesuai dengan aturan atau ketentuan yang membutuhkan kesepakatan dua belah pihak. Segala sesuatu yang dikerjakan atau dilaksanakan selalu memiliki tujuan yang akan dicapai, sebagai landasan atau dijadikan sebagai dasar untuk pencapaian suatu hasil kegiatan yang dilaksanakan.[2] Pendidikan Agama Kristen yang diajarkan akan memberikan dampak positif bagi anak-anak yang di bimbingnya, sebab dengan adanya pemberian materi Pendidikan Agama Kristen, karakter anak-anak juga ikut terbentuk. Dalam kenyataannya, masih ada anak-anak yang tidak mau mendengarkan nasehat, bahkan ada pula berprilaku tidak terpuji.bahasanya masih ada yang memukul sesama temannya, dari kenyataan yang seperti ini, kemungkinan Pendidikan Agama Kristen kurang memberikan pengaruh terhadap karakter anak karena dalam pelaksanaannya kurang baik atau kurang efektif karena ada anak-anak tertentu yang sulit dinasehati meskipun dalam pelaksanaan Pendidikan Agama Kristennya sudah diusahakan semaksimal mungkin sesuai situasi di lapangan.
Peranan Guru PAK Dalam Membina Karakter Siswa SMA
Shirley D. Lasut
Edukasi : Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 10 No 1 (2019): Edukasi : Jurnal Pendidikan Agama Kristen
Publisher : Bethel Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47562/edk.v10i1.81
Dalam beberapa waktu terakhir penulis melihat bahwa, jumlah anak-anak yang menjadi pelaku tindak kriminal meningkat pesat, bahkan sudah tidak dapat dihitung dengan jari lagi. Anak-anak yang masih berusia belasan tahun menjadi pelaku pencurian kendaraan bermotor, menggunakan obat-obatan terlarang, bahkan ada pula yang melakukan tindakan pemerkosaan. Hal ini terutama sering terjadi pada anak-anak yang sedang berada pada fase akhir masa kanak-kanak. Peralihan dari masa anak – anak dengan remaja merupakan masa peralihan serta perubahan karakter, karena pada masa remaja sedang mencari jati diri dan dengan segala peralihan karakter dalam segala perkembangannya yang sedang terjadi. Untuk pokok penyelidikan sekarang tentu lebih penting pula mengetahui perubahan batin kaum muda , karena dasar kepribadian seseorang terbentuk pada masa kanak-kanak. Anak yang memiliki kepribadian atau karakter yang baik cenderung menjadi anak yang mudah bergaul, hangat dan terbuka, serta lebih mudah menerima kelemahan-kelemahan orang lain dan tidak mudah ikut arus (perkembangan zaman). Sebagai akibatnya, di masa dewasa mereka juga lebih mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitarnya dan dapat menjadi teladan bagi orang-orang yang ada disekitarnya.
Penerapan Metode Cerita Bervariasi Terhadap Karakter Siswa
Yogi Mahendra
Edukasi : Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 10 No 1 (2019): Edukasi : Jurnal Pendidikan Agama Kristen
Publisher : Bethel Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47562/edk.v10i1.86
Penelitian ini ditinjau antara pengaruh penerapan metode cerita bervariasi dalam pembelajaran Pendidikan Agama Kristen terhadap Karakter Siswa kelas V di Sekolah Dasar Swasta Widuri Indah II Jl. Jamblang Raya 2 LM Duri Selatan,Tambora Jakarta Barat. Populasi dalam skripsi ini adalah siswa-siswi kelas V berjumlah 50 siswa. Populasi dan sampel penelitian diambil dengan menggunakan teknik simple random sampling. Struktural model persamaan diuji dengan menggunakan SPSS 16. Tujuan penulisan skripsi ditulis sebagai salah satu persyaratan akademis untuk mencapai gelar Sarjana Pendidikan Agama Kristen di Sekolah Tinggi Teologia Bethel Indonesia, Jakarta. Dan penulis juga ingin mengetahui seberapa besar pengaruh penerapan metode cerita bervariasi dalam pembelajaran Pendidikan Agama Kristen terhadap Karakter Siswa kelas V di Sekolah Dasar Swasta Widuri Indah II, Jl Jamblang Raya 2-LM Duri Selatan, Tambora, Jakarta Barat.
PENGGUNAAN ANIMASI 2 DIMENSI DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN
marchikal
Edukasi : Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 10 No 2 (2019): Edukasi : Jurnal Pendidikan Agama Kristen
Publisher : Bethel Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47562/edk.v10i2.128
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen melalui penggunaan animasi 2 dimensi bagi siswa kelas II SDS Eureka Nasional Plus Kota Depok. Penelitian ini dilaksanakan di SDS Eureka Nasional Plus Kota Depok, dengan subjek yang diteliti adalah peserta didik kelas II. Metode yang digunakan oleh peneliti adalah metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang mana terdiri dari dua siklus. Pada siklus I, pembelajaran yang dilakukan dengan menggunakan film animasi 2 dimensi yang mana disertai dengan tes tertulis pada akhir kelas dan lembar penilaian terhadap guru dalam mengajar. Dan pada siklus II, pembelajaran dilakukan dengan penggunaan animasi 2 dimensi yang disertai tes tertulis di akhir pelajaran dan lembar penilaian terhadap guru dalam mengajar. Pada masing-masing siklus terdiri dari empat tahapan penelitian yakni, perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan dan refleksi. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan deskriptif komparatif yang selanjutnya dilanjutkan dengan melakukan refleksi. Deskriptif komparatif dilakukan dengan membandingkan data kondisi awal, siklus I dan siklus II untuk melihat hasil belajar peserta didik yang dilihat dari hasil pengamatan yang dilakukan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, penggunaan animasi 2 dimensi dalam proses pembelajaran dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen di SDS Eureka Nasional Plus Kota Depok. Terbukti persentase hasil belajar peserta didik yang dilakukan dengan tes tertulis mengalami peningkatan dari 30% pada kondisi awal menjadi 70% pada siklus I dan menjadi 90% pada siklus II.
Meningkatkan Minat Belajar Dalam Bidang Studi PAK Melalui Model Pembelajaran Picture And Picture
Helda Yun
Edukasi : Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 10 No 2 (2019): Edukasi : Jurnal Pendidikan Agama Kristen
Publisher : Bethel Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47562/edk.v10i2.129
Penulis melakukan penelitian kepada siswa kelas 1 SD Kristen Bethel Petamburan yang terdiri dari 27 anak menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian Tindakan Kelas merupakan kegiatan untuk mencermati objek yang diteliti dengan tindakan secara berlangsung terhadap objek yang diteliti, dengan tujuan meningkatkan kualitas hasil penelitian. Dalam Penelitian Tindakan Kelas ini, penulis melakukan praktek mengajar sebanyak tiga kali. Penelitian ini terdiri dari kondisi awal, siklus I dan siklus II. Siklus I terdiri dari satu kali pertemuan dan siklus II terdiri dari satu kali pertemuan. Dari penelitian yang dilakukan terjadi peningkatan pada minat belajar melalui penggunaan model pembelajaran picture and picture. Peningkatan tersebut dapat dilihat dengan hasil sebagai berikut, yaitu: pada kondisi awal jumlah siswa yang memiliki minat belajar hanya terdapat 9 siswa (33,33%) mencapai rata-rata skor lebih besar sama dengan 2,51 (kualifikasi berminat). Sedangkan pada siklus I jumlah siswa yang memiliki minat belajar terdapat 18 siswa (66,66%) mencapai rata-rata skor lebih besar sama dengan 2,51 (kualifikasi berminat) dan pada siklus II jumlah siswa yang memiliki minat belajar meningkat menjadi 26 siswa (96,29%) mencapai rata-rata skor lebih besar sama dengan 2,51(kualifikasi berminat). Hasil tes tertulis ulangan harian yang dilakukan pada kondisi awal dan setelah penggunaan model pembelajaran picture and picture pada siklus I dan II mengalami peningkatan. Pada kondisi awal yang mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) ada 22 siswa (81,48% ) dan pada kondisi akhir yang mencapai KKM ada 26 siswa (96,29%). Dari hasil penelitian tersebut, maka peranan guru PAK dalam menerapkan model pembelajaran picture and picture sangat baik untuk meningkatkan minat belajar.
Penerapan Strategi Pembelajaran Kontekstual Dalam Upaya Meningkatkan Minat Belajar Pak
Dede novalis;
Yuel Sumarno;
Josia Pantja Paruntung
Edukasi : Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 10 No 2 (2019): Edukasi : Jurnal Pendidikan Agama Kristen
Publisher : Bethel Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47562/edk.v10i2.130
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan minat anak belajar mata pelajaran PAK siswa kelas X IPA 4 di SMA 16 Palmerah, Jakarta Barat melalui strategi pembelajaran kontekstual. Penelitian ini dilakukan di SMA 16 Palmerah, Jakarta Barat dengan subjek yang diteliti adalah siswa kelas X IPA 4. Metode yang digunakan adalah metode penelitian tindakan kelas yang terdiri dari dua siklus. Siklus pembelajaran dilakukan dengan menerapkan menggunakan strategi pembelajaran kontekstual disertai dengan lembar pengamatan minat belajar anak. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan strategi pembelajaran kontekstual dapat meningkatkan minat anak belajar mata pelajaran PAK siswa kelas X IPA 4 SMA 16 Palmerah, Jakarta Barat. Terbukti persentase minat belajar anak meningkat dari kondisi awal sebesar 0% meningkat menjadi 63% pada siklus I, kemudian meningkat menjadi 100% pada siklus II.
Kompetensi Guru Pendidikan Agama Kristen Dalam Mengatasi Perilaku Belajar Bermasalah Siswa Kelas X Di Sekolah Menengah Atas Efata Tangerang Serpong
Nency Dwi;
Sadrakh Sugiono;
Aser Lasfeto
Edukasi : Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 10 No 2 (2019): Edukasi : Jurnal Pendidikan Agama Kristen
Publisher : Bethel Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47562/edk.v10i2.131
Kompetensi Guru PAK Dalam Mengatasi Perilaku Belajar Bermasalah Siswa Kelas X di SMA Efata Tangerang Serpong, Prodi Pendidikan Agama Kristen Sekolah Tinggi Teologi Bethel Indonesia Jakarta. Juli 2016. Penelitian ini bertujuan Menganalisi dan mengkaji data kompetensi guru PAK dan perilaku belajar bermasalah siswa untuk mengetahui tiap variabel dan seberapa besar kompetensi guru PAK dalam mengatasi perilaku belajar bermasalah siswa di kelas X SMA Kristen Efata serpong Tangerang Selatan. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: Seberapa besar dampak kompetensi dominan guru PAK terhadap perilaku bermasalah siswa di kelas X SMA Kristen Efata Serpong Tangerang Selatan? Sumber penelitian ini adalah Kepala Sekolah dan Siswa kelas X. Instrumen yang digunakan dalam mengumpulkan data adalah pertanyaan tertutup. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, pengamatan langsung (observasi) dan menyebar angket. Dalam penelitian ini peneliti menganalisis secara deskriptif variabel independen kompetensi guru PAK dan variabel perilaku belajar bermasalah siswa. Adapun teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah sempel jenuh yang artinya teknik penentuan sampel bila semua anggota populasinya digunakan sebagai sempel. Jumlah populasi dalam penelitian ini ini sebanyak 30 orang. Dalam deskripsi data setiap variabel penelitian meliputi perhitungan distribusi frekuensi data berdasarkan skala interval, histogram data tunggal, perhitungan mean, modus dan simpang baku atau standar deviasi. Uji persyaratan analisis diperlukan sebagai persyaratan melakukan uji hipotesis dengan korelasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dampak kompetensi guru PAK terhadap perilaku belajar bermasalah siswa di kelas X SMA Efata Tangerang Serpong adalah kuat dengan menunjukkan korelasi sebesar 64,9% Sedangkan indikator variabel kompetensi Guru PAK yang dominan memberikan kontribusi Perilaku Belajar Bermasalah Siswa adalah Indikator Kepribadian (X3) yang memberikan kontribusi terhadap perilaku belajar siswa sebesar 42,4%.
Meningkatkan Hasil Belajar Pak Dengan Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Artikulasi
hendra Pusung;
Josia Pantja Paruntung;
Yati Parikaes
Edukasi : Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 10 No 2 (2019): Edukasi : Jurnal Pendidikan Agama Kristen
Publisher : Bethel Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47562/edk.v10i2.132
Judul Penelitian ini adalah meningkatkan hasil belajar PAK dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Artikulasi di kelas XI SMA Nusaputra Jl. Teku Umar No.12 Kel. Nusa Jaya Kec. Karawaci Kota Tangerang Banten, Prodi Pendidikan Agama Kristen Sekolah Tinggi Teologi Bethel Indonesia Jakarta, Juli 2016. Pada penelitian ini bentuk yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Dimana peneliti yang turun langsung ke lapangan untuk menerapkan model pembelajaran yang akan di teliti dalam meningkatkan hasil belajar PAK di kelas XI di SMA Nusaputra Jl. Teuku Umar No.12 Kel. Nusa Jaya Kec. Karawaci Tangerang Banten. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar PAK siswa dengan menggunakan model belajar kooperatif tipe artikulasi dan kemudian memberikan test formatif pada akhir pembelajaran. Sumber data penelitian ini diambil dari kondisi awal yaitu pada hasil akhir ulangan semester dan pada hasil penerapan model pembelajaran artikulasi pada siklus I dan siklus II dalam bentuk tes tertulis. Data yang sudah diambil kemudian dianalisa untuk menjadi hasil dari penerapan model pembelajaran kooperatif tipe artikulasi dalam meningkatkan hasil belajar PAK kelas XI di SMA Nusaputra Jl. Teuku Umar No.12 Kel. Nusa Jaya Kec. Karawaci Tangerang Banten. Hasil analisis data menunjukkan bahwa dari tindakan yang dilakukan dalam menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe artikulasi pada kelas XI di SMA Nusaputra Jl. Teuku Umar No.12 Kel. Nusa Jaya Kec. Karawaci Tangerang Banten.mengalami peningkatan hasil belajar siswa yang signifikan yaitu pada kondisi awal 18% pada siklus I meningkat 63% dan pada siklus meningkat menjadi 100%. Berdasarkan data hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe artikulasi dalam meningkatkan hasil belajar PAK kelas XI di SMA Nusaputra Jl. Teuku Umar No.12 Kel. Nusa Jaya Kec. Karawaci Tangerang Banten, berhasil.
Pengaruh Pola Asuh Orangtua Otoriter Terhadap Moralitas Anak Madya Usia 8-12 Tahun
Sari Rahayu;
Lydia Indriswari;
Jarusman Richard
Edukasi : Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 10 No 2 (2019): Edukasi : Jurnal Pendidikan Agama Kristen
Publisher : Bethel Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47562/edk.v10i2.134
Penelitian ini bertujuan untuk menguji, mengetahui, dan membuktikan secara empiris tentang Pengaruh Pola Asuh Orangtua Otoriter terhadap Moralitas Anak Madya Usia 8-12 Di GBI Simpang Lima El-Bethel Jakarta Utara, yang selanjutnya ditulis di Sekolah Tinggi Teologi Bethel Indonesia. Perumusan masalah dalam penelitian ini adalah seberapa besar pengaruh Pola Asuh Orangtua Otoriter terhadap Moralitas Anak Madya Usia 8-12 Di GBI Simpang Lima El-Bethel Jakarta Utara. Sedangkan hipotesis yang diajukan adalah (1) Ho: Diduga tidak ada pengaruh yang positif dan Signifikan dari pola asuh orangtua otoriter terhadap moralitas anak madya usia 8-12 tahun di GBI Simpang Lima El-Bethel Jakarta Utara. (2) Ha: Diduga ada pengaruh yang positif dan signifikan dari Pola asuh orangtua otoriter terhadap moralitas anak madya usia 8-12 tahun di GBI Simpang Lima El-Bethel Jakarta Utara. Populasi dalam penelitian ini adalah anak madya usia 8-12 tahun di GBI Simpang Lima El-Bethel Jakarta Utara dengan jumlah 30 orang. Sampel penelitian sama sebanyak 30 orang yang diambil menggunakan teknik sampling jenuh. Instrumen yang digunakan dalam mengumpulkan data adalah kuisioner atau angket tertutup yang berpolakan skala likert, pengujian validasi instrument dengan menggunakan rumus Pearson Product Momen. Reliabilitas instrument dihitung dengan Alpha Cronbach. Hasil analisis data menunjukkan bahwa Pengaruh Pola Asuh Orangtua Otoriter Terhadap Moralitas anak madya usia 8-12 tahun di GBI Simpang Lima El-Bethel Jakarta Utara adalah sebesar 0,334 dengan interprestasi variabel adalah rendah pada taraf signifikan 0,05. Keterangan ini menunjukkan bahwa Pengaruh Pola Asuh Orangtua Otoriter terhadap Moralitas Anak Madya Usia 8-12 Tahun di GBI Simpang Lima El-Bethel Jakarta Utara memberikan kontribusi sebesar 32,6% dan 67,4% dipengaruhi oleh faktor lain yang dalam penelitian tidak diteliti oleh peneliti.
PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN MELALUI PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING PADA SISWA KELAS VII SMTK
Anggrini Amelia Wongkar;
Yuel Sumarno;
Rini
Edukasi : Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 11 No 1 (2020): Edukasi : Jurnal Pendidikan Agama Kristen
Publisher : Bethel Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47562/edk.v11i1.136
Improving the Quality of Christian Education Learning through the Implication of Contextual Teaching and Learning Strategy In Class VII Students of Bethel Christian Middle School Jakarta. Christian Education Learning is a required learning that has to exist in every education level, because of the importance of spiritual value in those learning. However, in its development, religious education lessons are less qualified in terms of where the students only receive more information than capture the meaning of the learning so that they are less able to apply the values ​​of Christian education learning. This study aims to improve the Quality of Christian Religious Education Learning through the Implementation of Contextual Teaching and Learning Strategies for Class VII Students of Bethel Christian Middle School Jakarta, which is then written at Bethel Indonesia Theological College. The application of CTL learning strategies in Christian Education learning can improve the quality of Christian Education learning itself, from 11.50% in the initial conditions to 92.30% in the final condition. The Christian Education learning material increased from 0.76% in the initial condition to 92.30% in the final condition. For Christian Education teacher skills there are 0.76% (low qualification), 92.3 (sufficient qualification), 0.00% (good qualification), so that from 0.00% the initial condition becomes 92.30% in the final condition. In student learning activities in Christian Education learning from 30.70% in the initial condition to 76.90% in the final condition.