cover
Contact Name
Muh Amiruddin
Contact Email
riwayah@iainkudus.ac.id
Phone
+6285641567175
Journal Mail Official
riwayah@iainkudus.ac.id
Editorial Address
https://journal.iainkudus.ac.id/index.php/riwayah/about/editorialTeam
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
Riwayah : Jurnal Studi Hadis
ISSN : 2460755X     EISSN : 25028839     DOI : http://dx.doi.org/10.21043/riwayah.v6i1
Riwayah : Jurnal Studi Hadis invites scholars, researchers, and university students to contribute the result of their studies and researches in the areas related to Hadith Studies and Living Hadith with various perspectives of law, philosophy, mysticism, history, art, theology, sociology, anthropology, political science, economics and others.
Articles 218 Documents
Pengaruh Pemikiran Ibn Qayyim Di Bidang Hadis Terhadap Budaya Berfikir Rasional Umat Islam Di Masa Modern Nuruddin, Muhamad
RIWAYAH Vol 3, No 2 (2017): Riwayah : Jurnal Studi Hadis
Publisher : Ilmu Hadis, Fakultas Ushuluddin, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/riwayah.v3i2.3705

Abstract

Pemikiran di bidang hadis sangat penting dilakukan guna megembangkan kajianHadis agar dapat diterima dan terimplementasikan dalam kehidupan nyata, terutama di zaman modern. Suatu masa yang lahir dengan berkembanganya pemikiran rasional di segala bidang. Obyek kajian dalam pemikiran ini meliputi dua hal; derajad hadis dan pemahamannya.Dua hal ini merupakan kunci dalam mengembangkan kajian di bidang hadis.            Pola pemikiran hadis secara rasional sangat diperlukan pada masa setip masa, karena dipandang mampu menjawab persoalan yang dihadapi umat. Misalnya apa yang terjadi pada masa Nabi, Sahabat, dan Tabi’in. Semua mengandalkan rasio dalam memecahkan persoalan, tetapi dilakukan secara proporsional. Namun secara resmi pemikiran rasional muncul pada masa pemerintahan Abbasiyah.Pada masa pertengahan Hijriyah, dimaan umat Islam dalam suasana kemunduran di segala bidang , utamanya ilmu pengetahuan, lahir seorang tokoh yang dikenal pemikir hadis yang memiliki pengaruh besar terhadap budaya rasional di kalangan umat Islam, yaitu Ibn al-Qayyim al-Jauziyah (w. 761 H).Ia bermaksud membangkitkan semangat umat dengan mengembangkan beberapa pemikiran di bidang hadis, seperti tentang ar-rihlah wa an-nazariyyah (pengembaraan dan penelitian keilmuan), memberantas bid’ah dan taklid, naqd al-matn (metodologi kritik matan), cara pemahaman hadis ketabiban,.Pemikirannya berpengaruh kuat di kalangan masyarakat muslim di zaman modern, seperti Muhammad bin Abdul Wahab, Muhamad Abduh, Rasyid Ridha, M. Fazlur Rahman, Wahbah az-Zuhaily, Muhamad al-Gazali, dan Salahuddin al-Idlibi 
PELAKSANAAN PENGAJIAN HADIS BAGI TUNA NETRA DI MALAYSIA: Isu dan Tantangan binti Ahmad, Norhafizah; Zahari, Wan Ainaa Mardhiah binti Wan; bin Kirin, Arwansyah
RIWAYAH Vol 7, No 2 (2021): Riwayah : Jurnal Studi Hadis
Publisher : Ilmu Hadis, Fakultas Ushuluddin, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/riwayah.v7i2.12147

Abstract

Hadis merupakan sumber kedua agama dalam Islam selepas al-Quran. Ia memainkan peranan yang sangat penting dalam Islam, terutama ketika menguraikan serta menjelaskan kehendak al-Quran. Pengajian hadis bagi tuna netra amat signifikan dan diperlukan dalam sistem pendidikan khusus. Untuk melestarikan pengajian hadis tuna netra, terdapat beberapa tantangan yang perlu dihadapi dan difikirkan. Tantangan ini harus dihadapi bersama dalam usaha mewujudkan kesamarataan peluang pendidikan hadis bagi seluruh umat Islam tanpa menganggap kekurangan pada diri. Namun, pemaparan bagi tuna netra terhadap pengajian hadis masih belum berlaku sedangkan hadis juga memainkan peranan yang penting sebagai sumber kedua syariat Islam. Justru, objektif utama artikel ini adalah untuk menjelaskan isu dan tantangan yang dihadapi oleh tuna netra dalam pengajian hadis. Kajian ini merupakan kajian kualitatif dengan menggunakan metode analisis dokumen yang terdiri dari buku-buku, artikel-artikel, jurnal, dan bahan-bahan yang berkaitan. Hasil kajian mendapati pengajian hadis bagi tuna netra di Malaysia menghadapi tantangan yang besar. Diantaranya ialah ketidaksediaan tenaga pengajar, kelemahan institusi pendidikan dan kekurangan bahan bantu mengajar. Implikasi kajian ini ialah dapat mengenal pasti tantangan yang dihadapi oleh tuna netra dalam mendalami hadis dan seterusnya membantu golongan ini mengenal, mencintai dan meneladani Rasulullah SAW melalui hadis-hadisnya.[The implementation of hadith studies for visually impaired people in Malaysia: Issues and challenges. Hadith is the second source in Islam after Quran. The role of hadith is very important in Islam especially in explaining and justifying the contents of Quran. The study of hadith for visually impaired people is very important and necessary in the special education system. There are some challenges that need to be considered in preserving the study of hadith for visually impaired people. These challenges must be faced together in order to create an equality of hadith educational opportunities toward visually impaired people regardless of their shortcomings. However, the exposures of hadith study occur only on a small scale while hadith also plays an important role in Muslim daily life. Therefore, the main objective of this article is to explain the issues and challenges faced by visually impaired people in implementing hadith studies. The qualitative approach is used in this research by using document analysis method from books, articles, journals, internet etc. The early finding shows that the hadith study for visually impaired people in Malaysia facing great issues and challenges. These challenges exist in several aspects including the lack of instructional resources, the weakness of educational institutions and the lack of teaching aid. Hence, this research is able to identify the issues and challenges faced by visually impaired people to pursuit hadith and guiding them to learn and love the Prophet SAW and his Sunnah.]
Kontribusi Az-Zarkasyi dalam Studi Sunnah Nabi Misbah, Muhammad
RIWAYAH Vol 1, No 2 (2015): Riwayah : Jurnal Studi Hadis
Publisher : Ilmu Hadis, Fakultas Ushuluddin, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/riwayah.v1i2.1809

Abstract

Sunnah Nabi merupakan sesuatu yang menarik untuk dikaji. Hal ini tidak terlepas dari kedudukannya yang sentral dalam agama Islam. Banyak ulama dari berbagai disiplin keilmuan mengkajinya, salah satunya adalah ulama ushul fikih. Artikel ini mengulas tentang kontribusi ulama ushul fikih dalam studi sunnah Nabi. Dalam artikel ini, yang menjadi sampel adalah Imam Az-Zarkasyi. Tema ini layak untuk diketengahkan mengingat kajian ushul fikih tidak lepas dari sunnah Nabi. Sebab, sunnah Nabi merupakan salah satu sumber hukum Islam. Kajian ini menggunakan analisis konten, dengan kitab al-Bahr al-Muhit sebagai sumber acuannya. Adapun hasil dari telaah ini adalah adanya penjabaran yang sangat detail terhadap Sunnah Nabi. Masing-masing bentuk Sunnah dikupas dan dijelaskan satu persatu secara rinci, mana saja yang menunjukkan hukum wajib, sunnah, haram dan lain sebagainya.
PERKEMBANGAN HADIS DI INDONESIA PADA ABAD KE-19 M: Telaah Terhadap Pemikiran Mahfuzh at-Tirmasi dalam Kitabnya Manhaj Dzawin-Nazhar Farida, Umma
RIWAYAH Vol 6, No 1 (2020): Riwayah : Jurnal Studi Hadis
Publisher : Ilmu Hadis, Fakultas Ushuluddin, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/riwayah.v6i1.6860

Abstract

Perkembangan Hadis di Indonesia pada abad ke-19 M. Masih belum mendapat tempat dalam hati masyarakat Indonesia sebagaimana Tafsir al-Qur’an dan Fiqh. Materi pelajaran hadis dan ilmu hadis berikut kitab-kitabnya pada abad ke-19 memang belum banyak dikaji di beberapa lembaga pendidikan termasuk di pesantren-pesantren  pada saat itu, namun di sisi lain, di akhir abad ke-19 muncul ulama Nusantara yang telah mengibarkan keilmuan hadisnya di Timur Tengah, yaitu Muhammad Mahfuzh at-Tirmasi. Banyak sekali intelektual muslim, baik dari Indonesia maupun luar yang belajar kepada Kyai Mahfuzh. Di antara karya monumental Kyai Mahfuzh adalah Manhaj Dzawi an-Nazhar yang hendak dibahas dalam artikel ini. Kajian ini merupakan kajian pustaka dengan menjadikan karya-karya KH. Mahfuzh at-Tirmasi sebagai sumber datanya, terutama Kitab Manhaj dzawi an-Nadhar yang merupakan kitab yang menjelaskan (men-syarh) kitab Nazham Alfiyah karya Imam as-Suyuthi yang memfokuskan kajian pada bidang ilmu hadis. Kitab as-Suyuthi ini disajikan dalam bentuk nazham (salah satu bentuk sya’ir Arab) yang berisi penjelasan-penjelasan tentang kaidah-kaidah ilmu musthalah hadis, sehingga tidak semua kalangan dapat memahami maksud kitab tersebut secara mudah. Adapun teknik pengumpulan datanya menggunakan teknik dokumentasi untuk selanjutnya dianalisis secara deskriptif kritis.
Hadits Mukhtalif dan Pengaruhnya terhadap Hukum Fikih: Studi Kasus Haid dalam Kitab Bidãyatul Mujtahid
RIWAYAH Vol 3, No 1 (2017): Riwayah : Jurnal Studi Hadis
Publisher : Ilmu Hadis, Fakultas Ushuluddin, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/riwayah.v3i1.3435

Abstract

Artikel ini membahas tentang hadis mukhtalif dan pengaruhnya terhadap hukum fikih. Hadis mukhtalif adalah hadis-hadis yang secara lahirnya nampak kontradiktif. Bila ada dua hadis yang terlihat kontradiktif, maka itu bisa diselesaikan dengan menyelesaikan kontradiksi antar hadis ini dengan memakai teori ilmu muktalif hadis. Dalam ilmu muktalif hadis, mengkompromikan keduanya (al-jam’u wa at-taufîq). Alternatif kedua adalah metode nasakh, alternatif yang ketiga dengan metode tarjih. Bila ketiga metode itu tidak dapat menyelesaikan, maka opsi terakhir adalah bertawaqquf. Adapun sampel yang digunakan dalam artikel ini adalah kasus haid dalam kitab Bidãyatul Mujtahid. Hasilnya, adanya hadis-hadis mukhtalifberimplikasi terhadap perbedaan pendapat para ulama.This article deals with mukhtalif hadith and its effect on the juristic law. Mukhtalif Hadiths are traditions that has appeared contradictory since it emerged. If there are two contradictory hadiths, then that can be solved by resolving the contradictions between these hadiths by using the theory of muktalif science of hadith. In the muktalif science of hadith, it compromised both (al-jam’u wa at-taufîq). The second alternative is the nasakh method, the third alternative is the tarjih method. If all three methods can not solve the problems, then the last option is doing tawaqquf. The sample used in this article is a case of menstruation in the book Bidãyatul Mujtahid. As a result, the existence of mukhtalif traditions has implications on the differences among scholars.
KONTEKSTUALISASI HADIS NUSYUZ PADA WANITA KARIR DI DESA JANTI KABUPATEN JOMBANG Indah Setiyoningrum, Nurlaila; Albana, Muhammad Albi; Nasrulloh, Nasrulloh
RIWAYAH Vol 7, No 1 (2021): Riwayah : Jurnal Studi Hadis
Publisher : Ilmu Hadis, Fakultas Ushuluddin, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/riwayah.v7i1.9314

Abstract

Nusyuz seorang istri terhadap suaminya karena istri berkarir dapat berakibat perceraian. Wanita bekerja demi perekonomian keluarga merupakan hal yang sangat terpuji. Namun, dikarenakan istri bekerja kewajibannya menjadi seorang istri terbengkalai dan semena-mena terhadap suaminya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebab kasus nusyuz yang terjadi di Desa Janti Kecamatan Mojoagung Kabupaten Jombang dan kajian living hadis dalam memandang kasus nusyuz tersebut. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian empiris dan metode analisis utamanya menggunakan kajian living hadis dengan pendekatan sosiologis. Dari uraian tersebut diperoleh hasil bahwa penyebab utama dari nusyuznya para istri ialah karena mereka bekerja sehingga istri melalaikan kewajiban yang seharusnya mereka emban, sedangkan dalam perbuatan nusyuz-nya berbeda-beda seperti tidak taat kepada suami, berani membentak bahkan melawan suami, tidak mau berhubungan intim dan tidak melaksanakan tugasnya sebagai istri dan ibu dari anak-anaknya. seorang istri yang bekerja dapat melalaikan kewajibannya karena faktor-faktor penyebab, yaitu faktor berkarir untuk memenuhi perekonimian keluarga. Perbuatan nusyuz yang dilakukan dalam bentuk penolakan hubungan seksual dan ketidakpatuhan terhadap suami. Dalam upayanya para suami masih dalam tahap menasehati saja dalam memberikan efek jera dan tidak memberikan hukuman yang lebih dari itu.[Living Hadith: Nuyuz Career Woman to Her Husband in the Village of janti, Mojoagung Subdistrict, Jombang Distric. Nusyuz a wife towards her hhusband because a wife’s career can result in divorce. Women working for the family economy is a very commendable thing. However, because the wife works, her obligation as a wife is neglected and abuses her husband. This study aims to determine the cause of the case Nusyuz that occurred in the village Janti, Mojoagung Subdistrict, Jombang District and study the living hadith in looking at the nusyuz case. This research method uses empirical research, the main analysis method uses the study of living hadith and the approach is the sociological approach. From this description, it is found that the main cause of the nusyuz of wives is because they work so that the wives neglect the obligations they should carry, while in nusyuz's actions are different such as disobeying their husbands, daring to yell even against their husbands, not wanting to have sex and does not carry out her duties as a wife and mother of her children. A working wife can neglect her obligations due to causal factors, namely career factors to fulfill the family economy. Nusyuz acts that are carried out in the form of refusing sexual relations and disobedience to their husbands. In this effort, the husbands are still in the stage of only giving advice in providing a deterrent effect and not giving more punishment than that.]
Metode Syarah Hadis Perspektif Imam Al Qasthalani dalam Kitab Irsyad As-Sari Syarhi Sahih Al Bukhari: Menimbang dengan Perspektif Hermeneutika
RIWAYAH Vol 1, No 1 (2015): Riwayah : Jurnal Studi Hadis
Publisher : Ilmu Hadis, Fakultas Ushuluddin, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/riwayah.v1i1.1232

Abstract

AbstractFiqh al-Hadith is the conceptual framework of understanding tradition, while the Syarah of tradition is operational concrete steps in writing on some books of commentary. One of the most popular books of hadith is authentic books of Bukhari. In Saheeh Bukhari, some scholars provide a good appreciation in the form of criticism, commentary (commentary) and so on. Associated with a number of books of commentary in authentic tradition of Bukhari, Mustafa Azami identifies the best commentary, there are three books including Fathu al Bari Ibn Hajar al-Asqalani, Irshad al-Sari al-Qasthalani work and Umdat al-Qari works Badruddin al-Aini. This study will focus on the book of commentary Ershad al-Sari works of Imam al-Qasthalani. Imam al-Qasthalani (851-923 H) is a scholar of hadith following Syafii. The principal issues to be examined in this study were (1) How does the method of understanding hadith developed by Imam Al Qasthalani in the book Irshad al-Sari. (2) How is the Hermeneutics overview of the method of understanding the hadith by Imam al-Qasthalani. The formulation of hadith understanding of Qasthalani in the book of hadith Imam Ershad al Sari generally using tafsili commentary. A method of understanding the commentary Ershad al Sari can be mapped on (1) Model of Hadith commentary, (2) Approach of Hadith commentary, and (3) Step of commentary specifically for each hadith in each chapter. In view of hermeneutics, a method of understanding the book of hadith Imam Qasthalani in Ershad al Sari has already implemented elements of hermeneutics as a theory in the sense of understanding approach.Keywords: Hadith Commentary (Syarah), Fiqh al-Had{i>s, Irsya>d as-Sa>ri, Al-Qasthalani, Hermeneutics
KAJIAN HADIS DI KALANGAN NU: Studi Pemikiran KH. Hasyim Asy’ari Nizar, Muhammad
RIWAYAH Vol 5, No 2 (2019): Riwayah : Jurnal Studi Hadis
Publisher : Ilmu Hadis, Fakultas Ushuluddin, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/riwayah.v5i2.6146

Abstract

NU merupakan sebuah organisasi keagamaan yang didirikan oleh KH. Hasyim Asy’ari. Organisasi ini mempunyai manhaj (metode) dalam hal istinbat al-hukm (pengambilan hukum) untuk menjawab sebuah tantangan modernitas zaman. Metode tersebut menggunakan bahtsul masail yang biasanya dikaji di berbagai pesantren kalangan NU, dalam bahtsul masail ini, NU mengutip beberapa hadis sebagai pondasi dan penguat dalam berargumen. Namun, hadis dalam pandangan pendiri NU sendiri terdapat ciri khas dan fokus bahasan yang tidak berbeda dengan muhaddithin pada umumnya. Hadis dalam pandangan KH. Hasyim Asy’ari bisa terbaca dengan jelas lewat buku karangannya yang berjudul Risalah Ahl al-Sunnah wa al-Jama’ah. Kitab tersebut ditulis atas respon konidisi keberagamaan Indonesia antara tahun 1920-1930 M karena beberapa prejudice terhadap NU dengan label bid’ah. Label ini disematkan atas respon ritual keagamaan khas NU seperti tahlilan, slametan dan lain-lain. Labelitas dan prejudice tersebut dibantah dengan munculnya tulisan KH. Hasyim Asy’ari yang merespon hal tersebut. Dalam karangannya ia menjelaskan bahwa bid’ah yang dimaksud dan disematkan kepada kalangan NU, bukanlah bid’ah yang dimaksud dalam hadis Nabi.
STUDI LIVING HADIS PADA SENI BELADIRI MOSLEM SELF DEFENCE (MOSSDEF SYSTEM) Widiani, Desti; Jiyanto, Jiyanto; Wibawa, Nugraha Agung
RIWAYAH Vol 5, No 1 (2019): Riwayah : Jurnal Studi Hadis
Publisher : Ilmu Hadis, Fakultas Ushuluddin, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/riwayah.v5i1.4754

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji living hadis dalam fenomena seni beladiri Moosdem System (Moslem Self Defence). Mossdef System atau Moslem Self-Defence System atau lebih dikenal dengan Moslem Street Fighting merupakan sebuah sistem pembelajaran beladiri atau pertahanan diri khusus penanggulangan dini konfrontasi, aksi premanisme dan aksi kriminalitas. Penelitian ini menggunakan metode field research dengan pendekatan kualitatif yang didasarkan pada data lapangan yang diperoleh dari informan dan responden dengan melakukan observasi dan wawancara. Teori fenomenologi Alfred Schutz sebagai pisau analisis yaitu Because Of Motive dan In Order to Motive untuk mengetahui sebab dan tujuan dari anggota seni beladiri Moosdef System. Adapun hadis-hadis yang hidup dalam praktik seni beladiri pada Moosdef System antara lain bermental Tauhid, mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah SWT, menolak aksi premanisme, berkasih sayang pada kaum muslimin, bersikap rendah hati dan tidak sombong, do'a merupakan sumber segala kekuatan dan senjata paling utama dan bertawakkal pada Allah swt. 
PERAYAAN MAULID NABI DALAM PANDANGAN KH. HASYIM ASY’ARI Masruri, Ulin Niam
RIWAYAH Vol 4, No 2 (2018): Riwayah : Jurnal Studi Hadis
Publisher : Ilmu Hadis, Fakultas Ushuluddin, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/riwayah.v4i2.3596

Abstract

Perayaan maulid nabi yang dilakukan setiap setahun  dalam rangka mengenang kelahiran Beliau dan menteladani sirahnya merupakan suatu tradisi yang baik  dan harus terjaga dari hal – hal yang dapat merusak tujuan dilakukannya perayaan tersebut. Untuk tujuan itu, maka perlu dibuat rambu – rambu dan batasan - batasan yang mengatur kegiatan tersebut, sehingga bisa dijadikan acuan bagi masyarakat islam yang akan merayakannya. Karena tujuan yang mulia jika menggunakan wasilah yang kurang baik maka itu dilarang. Dan hal ini telah dilakukan oleh KH. Hasyim Asy’ari dengan menulis sebuah buku yang bertutur tentang hal tersebut.

Page 4 of 22 | Total Record : 218