cover
Contact Name
Muh Amiruddin
Contact Email
riwayah@iainkudus.ac.id
Phone
+6285641567175
Journal Mail Official
riwayah@iainkudus.ac.id
Editorial Address
https://journal.iainkudus.ac.id/index.php/riwayah/about/editorialTeam
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
Riwayah : Jurnal Studi Hadis
ISSN : 2460755X     EISSN : 25028839     DOI : http://dx.doi.org/10.21043/riwayah.v6i1
Riwayah : Jurnal Studi Hadis invites scholars, researchers, and university students to contribute the result of their studies and researches in the areas related to Hadith Studies and Living Hadith with various perspectives of law, philosophy, mysticism, history, art, theology, sociology, anthropology, political science, economics and others.
Articles 218 Documents
GENDER DAN PEMBELAJARAN HADIS DI PESANTREN: Analisis Gender dalam Pembelajaran Hadis di Pondok Pesantren al-Khoziny Buduran Sidoarjo Sa’diyah, Fatichatus
RIWAYAH Vol 5, No 2 (2019): Riwayah : Jurnal Studi Hadis
Publisher : Ilmu Hadis, Fakultas Ushuluddin, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/riwayah.v5i2.6142

Abstract

al-Qur'an jelas menyebutkan bagaimana Allah mendudukkan perempuan pada kedudukan yang sewajarnya dan meluruskan semua pandangan salah dan keliru yang berkaitan dengan kedudukan dan kemanusiaannya. Di samping itu, praktik kehidupan sosial pada masa Nabi SAW juga diakui telah menempatkan posisi perempuan dalam kedudukan yang setara dengan laki-laki. Struktur patriarki pada masa jahiliyah telah dibongkar Islam dengan memberikan hak-hak kepada perempuan yang pada masa sebelumnya tidak diberikan. Berbeda dengan pembelajaran hadis di pondok pesantren al-Khoziny Buduran Sidoarjo. Penulis menemukan beberapa perbedaan terkait isu gender. Di antaranya tentang konstruksi bangunan, pembiayaan, pengelolaan, dan metodologi pembelajaran hadis. Setelah ditelusuri, beberapa isu yang ditemukan penulis tersebut merupakan sebuah konstruksi sosial. Artinya, perbedaan antara putra dan putri diciptakan oleh masyarakat itu sendiri. Pembentukan ini pada hakikatnya tidak bertujuan untuk merendahkan atau mendiskreditkan santri putri, melainkan untuk menjaga dan memuliakannya.
Hadist Perintah Memperbanyak Keturunan Tinjuan Textual dan Kontekstual dalam Prespektif Ekonomi Warsito, Warsito
RIWAYAH Vol 4, No 1 (2018): Riwayah : Jurnal Studi Hadis
Publisher : Ilmu Hadis, Fakultas Ushuluddin, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/riwayah.v4i1.3118

Abstract

Populasi manusia terus bertambah. Dalam menghadapi ini, sebagian orang bersifat pesimis, mereka menuntut pengendalian pertumbuhan populasi. Mereka mengikuti pendapat Thomas Robert Malthus yang berpendapat bahwa pertumbuhan jumlah manusia tidak seimbang dengan pertumbuhan bahan pangan, sehingga akan mengancam keamanan manusia. Kelompok ini mulai mencanangkan program pengendalian populasi pendduduk. Di Indonesia, pemerintah mulai mencanangkan program KB dengan slogan dua anak cukup. Sebagian sarjana muslim juga mencari legimitasi untuk membenarkan program nasional. Mereka mencoba merekuntruksi pemahaman hadist yang menyarankan umat Islam untuk memiliki keturunan yang banyak. Bagaimana konteks hadist terhadap fakta hari ini. Makalah ini mencoba mengurai permasalahan populasi dengan kegiatan ekonomi. Bagaimana jumlah populasi yang besar mempengaruhi ekonomi sebuah Negara. Beberapa ahli yang bersebrangan dengan Malthus berpendapat bahwa persoalan pangan bisa diatasi dengan ilmu teknologi dan pengetahuan. Selain itu, jumlah penduduk yang banyak akan merangsang orang untuk aktif dan kreatif supaya bisa survive. Orang yang bersemangat seperti ini akan menggerakkan ekonomi dan meningkatkan produksi. Jumlah penduduk yang banyak juga akan meningkatan kebutahan barang dan jasa, sehingga roda ekonomi dan berputar. Fakta yang terjadi bahwa Negara yang memiliki pertumbuhana ekonomi yang tinggi adalah Negara dengan populasi yang besar seperti Amerika, China dan India. Sementara Negara maju yang memiliki populasi yang kecil terancam ekonomi mereka, sehingga mereka merangsang warga Negara untuk menikah dan memiliki keturunan di atas tiga anak. Dari fakta ini, maka hadist tentang anjuran memiliki banyak anak tetap sesuai dengan zaman.
Aktualisasi Pemahaman Hadis Hukum dalam Kehidupan Global
RIWAYAH Vol 1, No 1 (2015): Riwayah : Jurnal Studi Hadis
Publisher : Ilmu Hadis, Fakultas Ushuluddin, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/riwayah.v1i1.1227

Abstract

AbstrakPemahaman terhadap hadis memiliki peran penting bagi umat Islam dalam merespons perkembangan zaman yang berlangsung secara cepat dalam kehidupan seperti pada saat ini. Sejak munculnya teknologi informatika (IT) dengan berbagai perangkatnya, menyebabkan kehidupan di dunia terasa sempit (global), karena semuanya dapat diekspose secara komplit dalam waktu yang singkat. Hakekat pemahaman terhadap hadis hukum adalah suatu cara memaknai teks hadis yang berkaitan dengan masalah hukum agar dapat diketahui dan difahami isi dan maksudnya, untuk dijadikan pedoman umat manusia dalam kehidupan sehari-hari. Ada dua bentuk pemaham atas hadis Nabi, yaitu ; pertama, Istintaji. Yaitu suatu bentuk pemahaman terhadap isi kitab hadis yang dilakukan secara sistematis mulai dari bab pertma sampai terakhir. Banyak kitab hadis yang khusus membicarakan tentang hukum, seperti kitab Sunan, Muntaqa>al-Akhba>r karya Ibn Taimiyyah, Bulu>gh al-Mara>m karya Ibn H{ajar al-‘Asqala>ny, Nail al-Aut}a>r karya asy-Syauka>ny, dan I’la>m al-Muwaqqi’i>n, karya Ibn Qayyim al-Jauziyyah. Kedua, pemahaman istidla>li, yaitu bentuk pemahaman yang berangkat dari masalah yang tejadi di masyarakat kemudian menyelesaikan berdasarkan hadis tertentu. Pemahaman bentuk kedua ini mengkaji hadis dengan melihat tema tertentu sesuai permasalahan yang dihadapi. Bentuk pemahaman semacam ini yang dipakai dalam tulisan ini.Kata kunci: Aktualisasi, Pemahaman hadis hukum, Kehidupan global
HATE SPEECH DAN PENANGGULANGANNYA MENURUT AL-QUR'AN DAN HADIS Farida, Umma
RIWAYAH Vol 4, No 2 (2018): Riwayah : Jurnal Studi Hadis
Publisher : Ilmu Hadis, Fakultas Ushuluddin, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/riwayah.v4i2.4518

Abstract

Kemerdekaan bermedia sosial—disamping mendatangkan banyak manfaat—juga membawa dampak buruk dengan semakin berkembangnya hate speech ini. Persoalan hate speech menjadi semakin kompleks dengan semakin maraknya informasi, ujaran, dan berita yang tidak dapat dipertanggung jawabkan (hoax). Berbagai problematika kehidupan yang muncul sebaiknya dirujuk solusinya kepada kedua sumber agama Islam tersebut, yakni al-Qur’an dan Hadis. Termasuk pula, tatkala fenomena hate speech ini mencuat yang bisa memecah belah bangsa Indonesia, bahkan umat Islam khususnya, maka pencarian solusi teoritis melalui al-Qur’an dan Hadis diperlukan dalam rangka meminimalisir perpecahan dan provokasi antar umat beragama, serta mengukuhkan persatuan bangsa Indonesia pada umumnya.Kajian ini bersifat library research. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi, untuk selanjutnya dianalisis secara deskriptif-kualitatif. Penelitian ini mengungkap adanya beragam bentuk hate speech yang disinyalir dalam al-Qur’an dan hadis di antaranya: Sukhriyyah (meremehkan/mengejek) lamzu (mengolok-olok, mencela), ghibah (pencemaran nama baik, gunjingan buruk), fitnah, qadzaf (tuduhan tak berdasar) dan tanabuz (menghina). Sedangkan penanggulangannya dilakukan dengan klarifikasi atau tabayyun dan menganjurkan umat Islam untuk menyebarkan good speech.
AL-QUR’AN DAN HADIS NABI DALAM PUSARAN CYBER WAR-PROXY: Analisis Narasi Kelompok Anti Vaksin di Media Siber Internet Imron, Ali
RIWAYAH Vol 5, No 1 (2019): Riwayah : Jurnal Studi Hadis
Publisher : Ilmu Hadis, Fakultas Ushuluddin, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/riwayah.v5i1.4936

Abstract

Makalah ini akan menganalisi secara tajam tentang narasi-narasi kelompok antivaksin yang getol memanfaatkan internet, khususnya media sosial, untuk menyebarkan interpretasi mereka atas ayat-ayat al-Qur’an dan hadis Nabi. Ayat yang berbicara tentang haramnya bangkai, darah, dan daging babi adalah di antara yang sering mereka pakai dalam kampanye anti imunisasi, selain juga hadis-hadis Nabi, khususnya hadis tahnik pada bayi baru lahir (Neo Natal). Ada beberapa kekeliruan mendasar dalam pemahaman dan interpretasi kelompok ini. 
Signifikansi Pemahaman Kontekstual pada Era Global (Analisis Hadis Ijtima'i)
RIWAYAH Vol 2, No 2 (2016): Riwayah : Jurnal Studi Hadis
Publisher : Ilmu Hadis, Fakultas Ushuluddin, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/riwayah.v2i2.3134

Abstract

Pemahaman kontekstual merupakan salah satu bentuk diantara wujud pemahaman penting dalam bidang hadis. Disamping pemahaman tekstual (tafhim al-zahiry) yang merupakan langkah awal dalam pemahaman hadis eksistensina sangat menentukan dalam membangun sebuah peradaban. Berangkat dari konsep munculnya sebuah hadis tidak terlepas dari konteks zaman yang berlangsung, pemahaman bentuk ini sangat berperan dalam mengaplikasikan hadis Nabi, apalagi hadis ijtima’i dalam kehidupan global. Artikel ini mencoba mengulas signifikansi pemahaman kontekstual hadis di era global
PENDIDIKAN SEKS USIA DINI DALAM KAJIAN HADIS Oktarina, Ani; Suryadilaga, Muhammad Alfatih
RIWAYAH Vol 6, No 2 (2020): Riwayah : Jurnal Studi Hadis
Publisher : Ilmu Hadis, Fakultas Ushuluddin, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/riwayah.v6i2.7615

Abstract

Pendidikan seks harus diajarkan sejak usia dini sebagaimana yang telah diajarkan Nabi melalui hadisnya agar dapat mengembangkan nilai-nilai moral, sosial, dan agama pada aspek perkembangan anak-anak yang menjadi tanggung jawab pendidikan. Artikel ini bertujuan menjelaskan pendidikan seks pada anak usia dini dalam kajian hadis. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah metode deskriptif yang diperoleh dari sumber-sumber primer dan sekunder yang bersifat kepustakaan. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa orang tua dan guru perlu memberikan upaya pencegahan yang diperlukan untuk mendidik dan meningkatkan kesadaran tentang pendidikan seksual anak dalam memahami apa yang diizinkan dan apa yang tidak dalam bingkai hadis Nabi yang membentuk ajaran Islam. Para guru dan orang tua juga perlu memberikan Informasi, pengenalan, pemahaman, dan antisipasi dengan tepat untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan sehingga dapat sesuai dengan ajaran Islam yang tercerminkan dari hadis Nabi.[Early Sex Education in Hadith Discourse. Sex education must be taught from an early age as taught by the Prophet through his hadith in order to develop moral, social, and religious values in the aspects of children’s development which are the responsibility of education. This article aims to explain sex education in early childhood in hadith study. The method used in this study is a descriptive method obtained from primary and secondary library sources. The result of this study is that parents and teachers need to provide the necessary precautionary measures to educate and raise awareness about child sexual education in understanding what is permissible and what is not within the framework of the Prophet's hadiths that shape Islamic teachings. Teachers and parents also need to provide information, introduction, understanding, and anticipation appropriately to prevent abuse so that it can be in accordance with Islamic teachings as reflected in the hadith of the Prophet.]
Kritik Atas Pemikiran Muhammad Syahrur Tentang As-Sunnah
RIWAYAH Vol 3, No 2 (2017): Riwayah : Jurnal Studi Hadis
Publisher : Ilmu Hadis, Fakultas Ushuluddin, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/riwayah.v3i2.4957

Abstract

Tulisan ini ingin memaparkan pemikiran seorang pemikir liberal asal Siria yang kontraversial  yaitu Muhammad Syahur tentang As-Sunnah.Setelah dielaborasi dari dua buku yang ia tulis yaitu  As- Al-Qur’an wal Kitab, Qira’ah Mu’ashirah dan Nahwa Ushul jadidah lil-fiqh al-Islami  tulisan ini mencoba melakukan studi kritis terhadapnya. As-Sunnah yang menurut pandangan Syahrur adalah “ ijtihad pertama, pilihan pertama bagi bingkai penerapan yang dipilih oleh Nabi SAW, untuk membumikan pemikiran mutlak yang diwahyukan kealam nyata, ia bukanlah yang terakhir dan satu-satunya, tetapi sunnah nabi adalah penerapan pertama bagi realitas kehidupan sebagai cermin terpercaya pertama yang melukiskan interaksi antara at-Tanzil al-Hakim dan dunia objektif, yang menjalankan isi at-Tanzil al-Hakim dengan segala dimensinya yang hakiki tanpa ada keraguan dan khayalan” , merupakan pemikiran yang sangat berseberangan dengan pendapat mayoritas umat.Tulisan ini mencoba mendiskusikan argumen-argumen yang melandasi  pemikiran ini .
Menyoal Kritik Sanad Joseph Schacht
RIWAYAH Vol 2, No 1 (2016): Riwayah : Jurnal Studi Hadis
Publisher : Ilmu Hadis, Fakultas Ushuluddin, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/riwayah.v2i1.1622

Abstract

Secara umum, orientalis mengkaji Ilmu-ilmu keislaman dimulai sejak abad 17 M dan mencapai puncaknya pada pertengahan abad 19 M. Hal ini dimulai semenjak negara-negara Islam di bawah cengkraman kolonialis barat. Trend kajian orientalis terhadap hadits dapat dikelompokkan kepada 4 periode, yaitu pertama, periode  permulaan. Kedua, periode Ignaz Goldziher (1850-1921), ketiga periode Joseph Schacht (1902-1969), keempat periode Pasca Joseph Schacht.  Dari keempat periode tersebut, secara umum dalam kajian hadits, orientalis terbagi menjadi tiga (3) kelompok, yaitu Skeptisisme (ragu atau meniadakan sama sekali kebenaran hadits), Middle Ground (pertengahan antara Skeptis dan Non Skeptis) dan Non Skeptisisme.
ERA DISRUPSI DAN PENGARUHNYA TERHADAP PERKEMBANGAN HADIS DI MEDIA SOSIAL Istianah, Istianah
RIWAYAH Vol 6, No 1 (2020): Riwayah : Jurnal Studi Hadis
Publisher : Ilmu Hadis, Fakultas Ushuluddin, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/riwayah.v6i1.6861

Abstract

Tulisan ini bermaksud melakukan kajian tentang era disrupsi dan pengaruhnya terhadap perkembangan hadis di media sosial. Lajunya perkembangan teknologi yang sangat pesat telah membawa manusia lekat dengan media sosial, seperti: Facebook, WhatsApp, Instagram dan lain-lainnya. Media sosial mampu mengakomodir beragam ekspresi keberagamaan tanpa dibatasi oleh jarak, ruang dan waktu. Era disrupsi, Hadis sebagai sabda, perbuatan dan taqrir Nabi pesan-pesan luhurnya semakin membumi. Namun di sisi lain justru melahirkan suatu yang ironi, mulai dari menguatnya pola penafsiran yang otoritarianisme hingga merebaknya penalaran yang cepat saji. Hadis Nabi muncul di media sosial bisa dalam bentuk, digital, video, meme atau gambar yang merupakan bentuk visualisasi hadis. Sejumlah situs juga menyajikan aplikasi kitab-kitab hadis dengan kemasan yang menarik dan siap saji. Dengan demikian pengguna dengan mudah mengakses literatur hadis di mana saja dan kapan saja. Kehadiran media sosial telah memberikan peluang dan kemudahan bagi para pengguna untuk belajar dan mengkaji hadis. Kemunculan hadis di media sosial perlu diapresiasi, karena pesan-pesan luhur dari Nabi semakin membumi. Namun di sisi lain justru melahirkan suatu yang ironi, mulai dari menguatnya pola penafsiran yang otoritarianisme hingga merebaknya penalaran yang cepat saji. Tantangan saat ini bagaimana kita bisa membumikan ajaran Islam yang tertera di dalam hadis kepada para pengguna media sosial sehingga tidak kaku dalam memahami teks.

Page 3 of 22 | Total Record : 218