cover
Contact Name
Acep Aripudin
Contact Email
staialfalah19@gmail.com
Phone
+6222-7948748
Journal Mail Official
staialfalah19@gmail.com
Editorial Address
Jalan Kapten Sangun No.6, Panenjoan, Bandung, Jawa Barat 40395
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Asyahid Journal of Islamic and Quranic Studies (AJIQS)
ISSN : 00000000     EISSN : 27155374     DOI : -
Asyahid Journal of Islamic and Quranic Studies (AJIQS) menerima dan mempublikasikan artikel ilmiah hasil penelitian dengan tema kajian keislaman pendekatan sejarah, sosial, budaya, pendidikan, sains, politik dan ekonomi dan kajian Quran. AJIQS menerapkan sistem Double Blind Peer Review dan diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Falah Cicalengka Bandung dua kali terbit setiap tahunnya. Tujuan AJIQS untuk memfasilitasi dan mempublikasikan tulisan-tulisan ilmiah dalam bentuk artikel dari para peneliti dalam maupun luar negeri. Artikel dapat ditulis dalam bahasa Inggris, Indonesia atau Arab yang mengacu pada aturan penulisan yang dijadikan pijakan AJIQS.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 1 (2020): Asyahid" : 6 Documents clear
Wirid Quran Dalam Pengobatan Corona Berbasis Internet Yaya, Yaya; Tasdik, Komarudin
Asyahid Journal of Islamic and Quranic Studies (AJIQS) Vol. 2 No. 1 (2020): Asyahid
Publisher : STAI AL-FALAH CICALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Various solutions have been sought in controlling the Covid-19 pandemic outbreak. Wirid Quran is used as material for treatment, including warding off the Corona outbreak. This study uses descriptive phenomenology and qualitative methods that are correlated with the basic design of an Internet-based (web) expert system. This thesis was once put forward by Qundail which proved that the Quran functions as a medicine in dealing with various diseases. This article proves that the Quran-based treatment for the treatment of Corona patients is still open for further research. Because the method of Internet-based Qur'anic treatment does not reduce the quality of conventional treatment similar. In fact, this approach tends to be easier to create web-based expert systems, so that patients do not need to come directly to the clinic. Keywords: Medicine, Corona, Quran, wirid, Internet   Abstrak Berbagai solusi diupayakan dalam pengendalian wabah pandemic Covid-19. Wirid Quran dijadikan materi pengobatan, termasuk menangkal wabah Corona. Penelitian ini menggunakan metode fenomenologi dan kualitatif deskriptif yang dikorelasikan dengan perancangan dasar expert system berbasis Internet (web). Tesis ini pernah dikemukakan oleh Qundail yang membuktikan bahwa Quran berfungsi sebagai obat dalam menghadapi berbagai penyakit. Artikel ini membuktikan bahwa pengobatan berbasis Quran untuk pengobatan pasien Corona masih terbuka untuk dilakukan penelitian lebih lanjut. Karena metode pengobatan Alquran berbasis Internet tidak mengurangi kualitas pengobatan serupa secara konvensional. Bahkan pendekatan tersebut cenderung lebih mudah untuk dibuatkan expert system berbasis web, sehingga pasien tidak perlu datang langsung ke klinik. Kata kunci: Pengobatan, Corona, Quran, wirid, Internet
Globalisasi dan Isu-isu PAI di Indonesia: Respon dan Tantangan 2010-2020 Sunandar, Dikdik; Ruswandi, Uus; Erihadiana, Mohamad
Asyahid Journal of Islamic and Quranic Studies (AJIQS) Vol. 2 No. 1 (2020): Asyahid
Publisher : STAI AL-FALAH CICALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article aimed to explore the existence of islamic education on the middle of globalization era. This research which applied a descriptive qualitative method.Islamic education must still exist in yeast to give color and trend of globalization. Therefore, Islamic education must be developed both theories, ideas and concrete action in the arena of globalization. Global world may not be denied, even just to be faced with evidence of real performance. One of which is being used as Indonesian republican government policy is the implementation of the curriculum in 2013. The curriculum is known as thematic integrative curriculum. However, among the thinkers and practitioners in education curriculum concept store is still a big question whether the issue will be resolved through the Indonesian national curriculum in 2013? Answering this question needs a comprehensive review of the entire sub-system of education in Indonesia. Islamic education is an important part of a real existence in Indonesia from age to age. The findings showed that Islamic education a real need to provide effect and active coloring toward the advancement of science and technology, as urged in the globalization era. Keyword: Globalization, Islamic education, social issues   Abstrak Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi eksistensi pendidikan Islam ditengah-tengah era globalisasi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatifPendidikan Islam harus tetap eksis dalam memberikan warna dan ragi bagi trend globalisasi. Oleh sebab itu, pendidikan Islam perlu terus dikembangkan baik teori, pemikiran dan aksi nyata dalam percaturan globalisasi. Dunia global tidak mungkin dipungkiri, bahkan justru harus dihadapi dengan bukti kinerja nyata. Salah satu kebijakan pemerintah Republik Indonesia yaitu kurikulum pendidikan tahun 2013. Kurikulum ini dikenal dengan kurikulum tematik integratif. Namun demikian, konsep kurikulum ini masih menyimpan pertanyaan besar apakah masalah bangsa Indonesia akan teratasi melalui kurikulum 2013? Menjawab pertanyaan ini perlu kajian komprehensif dari seluruh subsistem pendidikan di Indonesia. Pendidikan Islam merupakan bagian penting yang eksistensinya di Indonesia nyata dari zaman ke zaman.penelitian ini menunjukan bahwa pendidikan Islam yang nyata ini perlu memberikan pengaruh nyata dan aktif mewarnai arah kemajuan sains teknologi sebagaimana didesak dalam era globalisasi. Kata kunci: globalisasi, isu-isu sosial, pendidikan Islam
Keihlasan dan Arti Pentingnya Dalam Mengelola Pendidikan Ni'mawati, Ni'mawati; Suhartini, Andewi; E Q, Nurwadjah Ahmad
Asyahid Journal of Islamic and Quranic Studies (AJIQS) Vol. 2 No. 1 (2020): Asyahid
Publisher : STAI AL-FALAH CICALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This paper is motivated by the concept of sincerity associated with the management of educational institutions to form professional educators and education personnel. Sincerity as the teachings of the Islamic religion are contained in the Qur'an and hadith, what is the definition and nature of sincerity, what are the characteristics of sincere people and how is the implementation of sincerity in managing educational institutions. By using a qualitative research approach and descriptive analysis method with data sources in the form of verses of the Qur’an, the hadith of the prophet and the results of research by experts, it was found that the following were: 1) the nature of sincere is pure in intention, clean in mind in doing good, upright in heart act and do only hoping to please Allah. 2) the characteristic of sincere people is that they always do good deeds and are sincere in doing good deeds; awake from everything that Allah forbids; in working, doing activities, teaching, educating and managing educational institutions; someone who does it sincerely will feel happy if goodness is realized by anyone, and 3) the management of educational institutions sincerely has an impact on the formation of professional educators and educational staff. Keyword: sincerity, managing and educational institutions Abstrak Tulisan ini dilatarbelakangi oleh konsep ikhlas dihubungkan dengan pengelolaan lembaga pendidikan untuk membentuk pendidik dan tenaga kependidikan yang profesional. Ikhlas sebagai ajaran agama islam terdapat dalam Al Qur’an dan hadis, bagaimana definisi dan hakikat ikhlas, bagaimana karakteristik orang-orang yang ikhlas dan bagaimana implementasi ikhlas dalam mengelola lembaga pendidikan. Dengan menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dan metode deskriptif analisis dengan sumber data berupa ayat-ayat alquran, hadis nabi dan hasil penelitian para ahli, ditemukan hal-hal sebagai berikut: 1) hakikat ikhlas adalah suci dalam niat, bersih batin dalam beramal, lurus hati dalam bertindak dan berbuat hanya mengharapkan ridha Allah. 2) karakteristik orang ikhlas adalah senantiasa beramal dan bersungguh-sungguh dalam beramal; terjaga dari segala yang diharamkan Allah; dalam bekerja, beraktivitas, mengajar, mendidik, dan mengealola lembaga pendidikan; seseorang yang meakukannya dengan ikhlas akan merasa senang jika kebaikan terealisasi oleh siapapun, dan 3) pengelolaan lembaga pendidikan dengan ikhlas berdampak pada terbentuknya pendidik dan tenaga kependidikan yang profesional. Keyword: Ikhlas, mengelola dan lembaga pendidikan
Transformasi Agama dari Ideologi Ke Politik: Brigade Tholiban di Priangan Timur Jawa Barat Indonesia Kuswana, Dadang
Asyahid Journal of Islamic and Quranic Studies (AJIQS) Vol. 2 No. 1 (2020): Asyahid
Publisher : STAI AL-FALAH CICALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Radical groups, such as Barisan santri, FPI, Gerakan Peduli Umat (GPI), KAMPU (Koalisi Aksi masyarakat peduli Ummat) Forum Pataruman, Forum Laskar Tasikmalaya (FLT), and other Islamic organizations, put pressure on the government. This movement was strengthened by the political will of the regional leadership of Tasikmalaya Regency, as seen in the regulations he issued. This research was conducted by direct observation and literature study. The results of this study indicate that first, Islam is seen as an ideology, a faith that may influence behavior but provides little opportunity for independent action. Islam is more of a "dependent variable" whose maneuvers are addressed to the political context - a view that is different from those of a "political" nature. Second, almost the same as the informal political approach, this utilitarian approach argues that politics is a rich network of social relations based on age, family, official position, and knowledge; thus this thinking shows the subtlety of politics itself. If Islam is the dependent variable, then so is politics. Third, regarding the question of the future, it appears that as modernization advances, the content and configuration of social forces will change. When this happens, there will also be changes in determining who holds power and how they exercise it, and it is also in the context of interconnected changes that we can evaluate the importance of Islamic politics in particular. Keywords: extreme, Islam politics, FPI   Abstrak Kelompok garis keras, seperti Barisan santri, FPI, Gerakan Peduli Umat (GPI), KAMPU (Koalisi Aksi masyarakat peduli Ummat) Forum Pataruman, Forum Laskar Tasikmalaya (FLT), dan organisasi Islam lainnya, melakukan tekanan kepada pemerintah. Gerakan tersebut, diperkuat political will dari pimpinan daerah Kabupaten Tasikmalaya, seperti yang terlihat dalam peraturan yang diterbitkanya. Penelitian ini dilakukan dengan observasi langsung dan studi literatur. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pertama, Islam dipandang sebagai sebuah ideologi, suatu keimanan yang mungkin mempengaruhi perilaku tetapi menyediakan kesempatan kecil untuk tindakan independen. Islam lebih bersifat "variabel dependen" yang manuvernya dialamatkan pada konteks politik -pandangan yang berbeda dari mereka yang bersifat "politis". Kedua, hampir sama dengan pendekatan politik informal, pendekatan utilitarian ini menyatakan bahwa politik merupakan jaringan perhubungan sosial yang kaya yang berdasarkan pada umur, keluarga, posisi resmi, dan pengetahuan; dengan demikian pemikiran ini menunjukkan kehalusan politik itu sendiri. Jika Islam merupakan variabel dependen, maka begitu pula politik. Ketiga, mengenai masalah masa depan, nampak bahwa dengan majunya modernisasi, isi dan konfigurasi kekuatan sosial akan berubah. Ketika hal ini terjadi, akan terdapat juga perubahan-perubahan dalam menentukan siapa yang memegang kekuasaan dan bagaimana mereka menjalankannya, dan ini juga dalam konteks perubahan yang saling berhubungan bahwa kita dapat mengevaluasi pentingnya politik Islam secara khusus. Kata kunci: garis keras, politik Islam, FPI
Pengaruh Sorogan Alquran dan Kompetensi Kepribadian Guru Terhadap Motivasi Belajar Ahmad, Syatiri
Asyahid Journal of Islamic and Quranic Studies (AJIQS) Vol. 2 No. 1 (2020): Asyahid
Publisher : STAI AL-FALAH CICALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In learning activities, there are a variety of methods that can be used by a teacher in the school, madrasa and Islamic boarding schools. Most of the methods used are still using the old or traditional methods, especially in the pesantren environment, to be a method that is maintained until now used by the cleric to give instruction to his students. This study aims to determine the effect of Qur'an Sorogan on student motivation, to determine the effect of teacher personality competencies on student motivation, and to determine the influence of Qur'an Sorogan and teacher personality competency together on student motivation. Sorogan method is a method of learning that is carried out individually, learning interaction, learning guidance, and supported by the activeness of students. The method in this research is descriptive analytic with quantitative approach. Data collection techniques used Questionnaire, observation, interview, linearity testing, hypothesis testing and data analysis techniques. The results of this study are as follows: (1) Sorogan Qur'an influences student motivation by 33% with low interpretation, (2) teacher's personal competence influences student motivation by 23% with low interpretation, (3) Sorogan The Qur'an and the teacher's personal competence together affect the learning motivation of students by 36% with low interpretation, while other factors that influence by 69.3%. Keywords: Sorogan Qur’an, Teacher personality competence, Learning motivation   Abstrak Dalam kegiatan pembelajaran, terdapat berbagai macam metode yang dapat digunakan oleh seorang guru baik dalam lingkungan sekolah, madrasah maupun pesantren sebagian besar metode yang digunakan masih menggunakan cara lama atau tradisional, terutama dalam lingkungan pesantren, menjadi metode yang dipertahankan sampai saat ini yang digunakan oleh ustadz untuk memberikan pengajaran kepada santrinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, Pengaruh Sorogan Al-qur’an terhadap motivasi siswa, untuk mengetahui pengaruh kompetensi kepribadian guru terhadap motivasi siswa, dan untuk mengetahui pengaruh sorogan Al-qur’an dan kompetensi kepribadian guru secara bersama-sama terhadap motivasi belajar siswa. Metode sorogan merupakan metode pembelajaran yang dilakukan secara individual, interaksi pembelajaran, bimbingan pembelajaran, dan didukung keaktifan santri. Metode dalam penelitian ini adalah  deskriptif analitik dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa angket penelitian. Sedangkan teknik analisis data dilakukan dengan uji normalitas, uji linieritas, uji multikolonieritas dan uji hipotesis. Populasi penelitian terdiri dari seluruh siswa kelas VIII A s/d VIII D yang berjumlah 130 siswa. Sampel sebanyak 25% dari jumlah populasi (25 % x 130 siswa = 32 siswa). Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut : (1) Sorogan Al-qur’an berpengaruh terhadap motivasi belajar siswa sebesar 33% dengan interprestasi rendah, (2) kompetensi kepribadian guru  berpengaruh terhadap motivasi belajar siswa sebesar 23% dengan interprestasi rendah, (3) Sorogan Al-qur’an dan kompetensi kepribadian guru secara bersama-sama berpengaruh terhadap motivasi belajar siswa sebesar 36% dengan interprestasi rendah, Sedangkan faktor lainnya yang mempengaruhi sebesar 69,3%. Kata Kunci: Sorogan Al-qur’an, Kompetensi kepribadian guru, Motivasi belajar
Implementasi “Maqashid Syari’ah” Pada Kebijakan Strukturisasi Keuangan di Instansi Keuangan Syariah Sonjaya, Adang; Goffary, Irfan
Asyahid Journal of Islamic and Quranic Studies (AJIQS) Vol. 2 No. 1 (2020): Asyahid
Publisher : STAI AL-FALAH CICALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In general, economic studies are divided into macroeconomics and microeconomics. Macroeconomics discusses more about policies made by the government in order to regulate monetary and fiscal matters, while microeconomics discusses more about corporate economic actors. Company management itself consists of operational management, marketing management, human resource management and financial management. Financial management is in charge of how companies seek and manage sources of funds, both own capital and foreign capital (loans) to meet the company's needs in producing products and services to be effective and efficient. Islam exists as a value and order in business with the term Maqashid syari'ah which was first coined by Al-Syatibi. It turns out that these values ​​can be implemented in company financial policies so that they can improve financial performance. And it can be concluded that an Islamic company is a company that implements or tries to apply the values ​​that exist in the Maqashid syari'ah. By implementing a murabahah financing scheme in Islamic banking, the rate of return is more profitable for both companies that receive financing and for banks that distribute financing. This is due to differences in financial structuring patterns between Islamic banking and conventional banking. Keyoword: Maqashid Syari'ah, financial structuring, Islamic financial institutions Abstrak Pada umumnya kajian ekonomi itu terbagi dalam ekonomi makro dan ekonomi mikro. Ekonomi makro lebih banyak membahas tentang kebijakan yang dibuat oleh pemerintah dalam rangka mengatur moneter dan fiskal, sedangkan ekonomi mikro lebih banyak membahas tentang pelaku ekonomi perusahaan. Manajemen perusahaan sendiri terdiri dari manajemen operasional, manajemen pemasaran, manajemen sumber daya manusia, dan manajemen keuangan. Manajemen keuangan bertugas bagaimana perusahaan mencari dan mengelola sumber dana baik modal sendiri maupun modal asing (pinjaman) untuk memenuhi kebutuhan perusahaan dalam menghasilkan produk dan jasa agar efektif dan efisien. Islam hadir sebagai sebuah nilai dan tatanan dalam bisnis dengan istilah Maqashid syari’ah yang pertama kali dicetuskan oleh Al-Syatibi. Ternyata nilai-nilai tersebut bisa diimplementasikan dalam kebijakan keuangan perusahaan sehingga bisa meningkatkan kinerja keuangan. Dan bisa disimpulkan bahwa perusahaan islam itu adalah perusahaan yang menerapkan atau berusaha mengaplikasikan nilai-nilai yang ada pada Maqashid syari’ah. Dengan menerapkan skem pembiayaan murabahah di perbankan islam maka tingkat pengembalian hasil lebih menguntungkan baik bagi perusahaan yang menerima pembiayaan maupun pihak bank yang menyalurkan pembiayaan. Hal ini dikarenakan adanya perbedaan pola strukturisasi keuangan antara perbankan syariah dengan perbankan konvensional.   Kata Kuci: Maqashid Syari’ah, strukturisasi keuangan, instansi keuangan syariah

Page 1 of 1 | Total Record : 6