cover
Contact Name
Sri Rahmadhani Siregar
Contact Email
englishjournaltbi@gmail.com
Phone
+6281361183515
Journal Mail Official
englishjournaltbi@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri Padangsidimpuan Jl. T. Rizal Nurdin Km. 4,5 Sihitang Padangsidimpuan Sumatra Utara 22733 Indonesia
Location
Kota padangsidimpuan,
Sumatera utara
INDONESIA
English Education: English Journal for Teaching and Learning
Core Subject : Education,
English Education: English Journal for Teaching and Learning which is later called EEJ is a journal published by Tarbiyah and Teacher Training Faculty IAIN Padangsidimpuan every June and December. EEJ focuses on teaching and learning of English as a foreign language. English Education : English Journal for Teaching and Learning related into some scopes on English Teaching Methodology, Structure and Grammar, Speaking Skill, Listening Skill, Reading Comprehension, Writing Skill, Morphology, Semantic Pragmatic, Discourse Analysis, Syntax, Translation, Phonology, Pronounciation, Language Acquisition, Vocabulary, Linguistics, Psycholinguistics, Sociolinguistics and Literature.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2017)" : 10 Documents clear
SELF-CONCEPT AND ACADEMIC PERFORMANCE Nasution, Liah Rosdiani
English Education : English Journal for Teaching and Learning Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/ee.v5i2.1183

Abstract

Artikel ini berusaha untuk melihat hubungan antara konsep diri siswa dan performa akademis siswa dan bagaimana hal itu mempengaruhi dan menentukan prestasi akademik siswa dengan menyelidiki tiga artikel penelitian yang melaporkan hubungan antara konsep diri siswa dan pertunjukan akademis. Artikel pertama oleh DeFreitas dan Rinn (2013) meneliti peran konsep diri dalam prestasi akademik dan penelitian kedua yang dilakukan oleh Zahra, Manzoor Yousuf (2010) membahas topik yang sangat mirip dengan tiga ranah konsep diri siswa. yang merupakan konsep diri akademik, fisik dan sosial menemukan bahwa konsep diri secara langsung mempengaruhi prestasi akademik siswa. Akhirnya, artikel jurnal ketiga yang dilakukan oleh Drysdale dan Milne (2004) mengeksplorasi perbedaan gender dalam konsep matematika dan verbal dan dampak yang mereka dapatkan terhadap prestasi akademik siswa juga yang pada dasarnya menemukan temuan serupa juga. Dengan pemikiran ini, perlu digarisbawahi bahwa walaupun ada beberapa variabel lain yang menentukan kinerja akademis siswa, data tersebut menunjukkan bahwa ini adalah tingkat konsep diri yang dimiliki seorang siswa yang memprediksi hasil selanjutnya dalam kinerja akademisnya. Semakin positifnya, semakin baik performa akademisnya, dan sebaliknya. Dari temuan ini, sangat penting bagi orang tua, guru, pembuat kebijakan, dan semua pihak yang terlibat dalam hal ini untuk menekankan perkembangannya pada siswa mereka dan orang-orang yang berkepentingan dengan metode yang tepat. Sebagai salah satu isu paling serius yang menyerang peserta didik saat ini, mungkin, memberikan perhatian khusus pada isu konsep diri yang rendah dapat membantu menjawab pertanyaan yang kita miliki tentang prestasi akademis siswa kita.
A Review of Studies Dealing with the Vocabulary Acquisition and its Relation to the Age Fitri Rayani Siregar
English Education : English Journal for Teaching and Learning Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/ee.v5i2.1178

Abstract

Pemerolehan bahasa, khususnya pemerolehan kosakata telah diteliti dan ditulis secara ekstensif selama bertahun-tahun. Kosakata atau yang lumrah didunia diperbincangkan disebut vocabulary merupakan himpunan kata yang dimiliki oleh seseorang atau entitas lain, atau merupakan bagian dari suatu bahasa tertentu. Kosakata seseorang didefinisikan sebagai himpunan semua kata-kata yang dimengerti oleh orang tersebut atau semua kata-kata yang kemungkinan akan digunakan oleh orang tersebut untuk menyusun kalimat baru. Kekayaan kosakata seseorang secara umum dianggap merupakan gambaran dari intelejensia atau tingkat pendidikannya. Penambahan kosakata seseorang secara umum dianggap merupakan bagian penting, baik dari proses pembelajaran suatu bahasa ataupun pengembangan kemampuan seseorang dalam suatu bahasa yang sudah dikuasai. Lalu, bagaimana sebenarnya pengaruh pemerolehan kosakata terhadap usia? Jawaban tepatnya adalah dengan mengkaji dan menelaah beberapa penelitian-penelitian terdahulu, dipahami bahwa siswa pada usia remaja lebih cepat menangkap bahasa terlebih pada kosakata, sebab siswa dapat menangkap sesuatu hal yang baru ia dapat secara spontan. Terakhir, hasil dari teori yang didapat mengenai pemerolehan kosa kata kedua digunakan sebagai teori fundamental bagi para guru bahasa. Teori tersebut digunakan untuk menemukan efektifitas pembelajaran. Dalam hal ini pendidik dapat menciptakan inovasi strategi pengajaran yang sesuai dengan pembelajaran kosakata dan hubungannya dengan usia anak didiknya.
IMPROVING STUDENTS’ READING NARRATIVE TEXT COMPREHENSION THROUGH STORY MAPPING TECHNIQUE AT GRADE VIII MTSN 2 PADANGSIDIMPUAN Eka Sustri Harida
English Education : English Journal for Teaching and Learning Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/ee.v5i2.1184

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman bacaan siswa dengan menggunakan teknik Story Mapping di kelas VIII MTs Negeri 2 Padangsidimpuan. Sebagian besar siswa berprestasi rendah dalam membaca pemahaman teks naratif, siswa pasif di kelas, siswa kurang tertarik membaca dan juga kurang motivasi, dan siswa tidak memiliki teknik pembacaan yang sesuai. Masalahnya dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Masalah dalam faktor internal adalah kesulitan siswa dalam mengidentifikasi karakter, mengidentifikasi setting, mengidentifikasi masalah, mengidentifikasi koda, dan mengidentifikasi kosakata dalam konteks. Masalah dalam faktor eksternal adalah motivasi, gangguan, meminta izin, dan tidur di kelas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan prestasi belajar siswa dalam membaca pemahaman dan untuk mengetahui faktor - faktor yang mempengaruhi pemahaman bacaan siswa dengan menggunakan Teknik Story Mapping di kelas VIII MTs Negeri 2 Padangsidimpuan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas, dengan menerapkan desain Hopkins yang terdiri dari identifikasi masalah dan melakukan empat tahap. Selain itu, untuk memecahkan masalah membaca, peneliti menerapkan Teknik Story Mapping. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan dua tes baca dan dua siklus. Partisipan adalah kelas VIII-5 yang terdiri dari 30 siswa dan juga ada kolaborasi dengan guru bahasa Inggris. Berdasarkan hasil penelitian, menunjukkan nilai mean perbaikan siswa. Uji pertama pada siklus I adalah 70,33 (43,33%) dan uji kedua pada siklus II adalah 80,83 (86,66%). Dapat disimpulkan bahwa nilai rata-rata pada siklus kedua lebih tinggi daripada siklus pertama. Kemudian hasil perhitungannya menjadi = 5,58, ttabel dengan df = 29, tingkat signifikasi pada (tt5% = 2,045). Dapat diketahui bahwa hasilnya lebih besar dari tt. Berdasarkan catatan observasi menyatakan bahwa siswa mendapat peningkatan dan siswa lebih aktif dan tertarik untuk belajar membaca pemahaman. Berkaitan dengan hasil wawancara, dapat diketahui bahwa pemahaman bacaan siswa telah membaik. Ini menegaskan bahwa dengan menggunakan Teknik Story Mapping meningkatkan pemahaman teks naratif membaca naratif.
MORPHOLOGY AND DISCOURSE ANALYSIS Hamka Hamka
English Education : English Journal for Teaching and Learning Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/ee.v5i2.1179

Abstract

Selalu ada perspektif ilmiah tentang kejadian nyata di dunia. Sudah ada isu panas di Indonesia tentang keragaman dan persatuan sekarang. Dengan menggabungkan dengan diverse + -ity berarti itu mengacu pada berbagai jenis hal atau orang. Dengan menggabungkan unit + -ity berarti itu mengacu pada sekelompok orang. Hal ini untuk menunjukkan bahwa pendekatan linguistik fungsional sistemik mengambil bagian dalam kasus konteks situasi. Jika itu tentang konteks budaya dan ideologi. Hal ini diteliti secara dinamis, terbukti dan diungkap oleh penelitian lebih lanjut mengenai pengguna bahasa. Penelitian selanjutnya disarankan untuk menyelidiki budaya dan ideologi keragaman dan kesatuan di Indonesia yang terkait dengan hasil analisis morfologi dan wacana.
IMPROVING STUDENTS’ SPEAKING ABILITY BY USING INTERVIEW TECHNIQUE AT GRADE XI SMA NEGERI 3 PADANGSIDIMPUAN Nurmadinah Hasibuan
English Education : English Journal for Teaching and Learning Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/ee.v5i2.1185

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk memecahkan masalah siswa dalam kemampuan berbicara. Tujuan dari penelitian ini adalah: mendeskripsikan kemampuan berbicara siswa dengan menggunakan teknik wawancara di kelas XI SMA Negeri 3 Padangsidimpuan dan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan berbicara siswa dengan menggunakan teknik wawancara pada kelas XI SMA Negeri 3 Padangsidimpuan. Metodologi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan menerapkan desain Hopkins yang terdiri dari empat tahap. Itu adalah perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Untuk mengatasi masalah siswa dalam berbicara peneliti menerapkan teknik wawancara. Peneliti menggunakan dua siklus, setiap siklus terdiri dari tiga pertemuan. Apalagi peserta penelitian ini adalah kelas XI IPA-2 (38 siswa) dan ada kolaborasi dengan guru bahasa Inggris. Sedangkan data diturunkan antara tes berbicara, observasi, dan wawancara. Kehamilan siswa di latar belakang masalahnya adalah 68 (5,26%). Skor siswa pada siklus 1 adalah 65,57 (15,78%) dan nilai siswa pada siklus 2 adalah 80,31 (94,73%). Dari nilai rata-rata siswa di latar belakang masalah dan pada siklus 1, tidak menunjukkan perbaikan. Kemudian, peneliti terus menerus melakukan siklus 2. Berdasarkan hasil penelitian pada siklus 1 dan siklus 2, hal tersebut menunjukkan peningkatan nilai mean siswa dan persentase siswa. Jadi, peningkatan kemampuan berbicara siswa dengan menggunakan teknik wawancara sangat baik kategori (sangat tinggi). Masalah siswa dalam aksen sulit diucapkan kata-kata. Permasalahan dalam tatabahasa sulit dilakukan dalam membangun kalimat dan menggunakan kata kerja bantu. Masalah dalam kosa kata sulit dicari kata-kata yang tepat. Soal kelancaran sulit dikelompokkan kata-kata. Masalah dalam pemahaman sulit dalam memahami kata-kata. Soal aksen dipecahkan dengan memotivasi mereka dalam melatih pengucapannya. Permasalahan dalam tatabahasa dipecahkan dengan memberikan penjelasan lebih banyak tentang konteks bahasa dan kata kerja axuliary. Masalah dalam kosakata dipecahkan dengan memberi tip dalam menghafal kosa kata dan memberi kosa kata yang berkaitan dengan materi pembelajaran. Masalah dalam kelancaran dipecahkan dengan memotivasi mereka dan memberi pengisi dalam pidato mereka. Masalah dalam pemahaman dipecahkan dengan memotivasi mereka untuk menghafal kosakata sehingga bisa mengerti makna kalimat atau pertanyaan.
COMMUNICATIVE LANGUAGE TEACHING Sojuangon Rambe
English Education : English Journal for Teaching and Learning Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/ee.v5i2.1180

Abstract

Communicative Language Teaching merupakan pendekatan pembelajaran yang merupakan reaksi terhadap metode-metode sebelumnya yang dianggap tidak komunikatif  dalam hal bahan ajar maupun teknik mengajar, terutama GTM dan ALM yang popular pada masa sebelum 1970an. Dua komponen yang dirombak oleh CLT adalah bahan ajar yang diganti menjadi bahasa yang sebenarnya dipakai dalam kehidupan sehari-hari, di samping kegiatan belajar menjadi kegiatan berbahasa yang dilakukan oleh siswa di dalam kelas, sebagai pengganti pengajaran dan pembelajaran tata bahasa pada metode-metode sebelumnya.
THE CORRELATION BETWEEN STUDENTS’ READING SPEED AND READING COMPREHENSION OF 3RD SEMESTER STUDENTS OF ENGLISH DEPARTMENT OF STAIN GAJAH PUTIH TAKENGON Khoiriyah Sofiyah Tanjung
English Education : English Journal for Teaching and Learning Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/ee.v5i2.1182

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara kecepatan membaca siswa dan pemahaman bacaan siswa. Pendekatan penelitian bersifat kuantitatif, dimana penulis menggunakan SPSS untuk menghitung kecepatan membaca siswa dan jumlah jawaban yang benar yang telah mereka jawab. Peserta penelitian adalah 33 mahasiswa semester tiga Jurusan Bahasa Inggris di STAIN Gajah Putih Takengon. Instrumen penelitian adalah tes baca, dimana siswa membaca teks dengan cepat dan peneliti menghitung waktu menggunakan stopwatch, selanjutnya siswa menjawab pertanyaan berdasarkan teks. Sebagai hasil penelitian, penulis menemukan bahwa ada hubungan antara kecepatan membaca dan pemahaman bacaan siswa dimana nilai korelasi Pearson menunjukkan 0,000 atau lebih rendah dari 0,05.
HYPERBOLE IN NOVEL “GARIS WAKTU” Zainuddin Zainuddin
English Education : English Journal for Teaching and Learning Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/ee.v5i2.1177

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membahas tentang Hyperbola dalam novel "Garis Waktu". Disini peneliti secara khusus ingin mengetahui bagaimana hiperbola dalam novel "Garis Waktu" ini, dan untuk mengetahui Apa makna hiperbola dalam novel "Garis Waktu". Oleh karena itu, di sini peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif untuk penelitian. Di mana ia hanya menggambarkan data apa yang ditunjukkan atau apa yang terjadi dengan menghitung persentase apa yang ditetapkan dalam sumber data. Dan kemudian, sumber data akan diambil dari buku saja. Selain itu, dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode analisis isi untuk teknik analisis data. Kesimpulannya, peneliti mengambil tiga bab dari novel "Garis Waktu" untuk dianalisis dan kemudian mendapat 14 hiperbola. Ada 4 hiperbola di bab satu, 6 hiperbola di bab dua, dan 4 hiperbola di bab tiga. 
INTERACTIVE DRAMA TECHNIQUE TO IMPROVE STUDENTS’ SPEAKING SKILL Sri Rahmadhani Siregar
English Education : English Journal for Teaching and Learning Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/ee.v5i2.1181

Abstract

Speaking skill dalam bahasa Inggris adalah salah satu keahlian yang tergolong sulit bagi sebagian siswa saat proses pengajaran ataupun pembelajarannya sehingga mengharuskan seorang guru ataupun tenaga pengajar lainnya menggunakan tekhnik yang tepat untuk diaplikasikan di dalam kelas. Salah satu tekhnik yang bisa dan efektif digunakan oleh seorang tenaga pengajar dalam kelas speaking skill adalah interactive drama technique. Interactive drama technique adalah tekhnik yang secara langsung mengaplikasikan keahlian berbicara siswa dalam bahasa Inggris melalui dialog atau script drama yang akan dipentaskan. Tekhnik ini efektif digunakan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam berbicara bahasa Inggris karena penggunaan materi dan media pembelajaran yang akan memotivasi siswa untuk berbicara. Selain itu, aktivitas kelas selama penerapan Interactive Drama Technique akan membuat siswa menjadi aktif dan kreatif untuk berbicara mengolah dialog drama. Kerja kelompok dalam tekhnik ini juga akan membuat mereka lebih percaya diri dalam penampilan berbicara. Oleh karena itu, Interactive Drama Technique efektif untuk diterapkan dalam mengajar keahlian berbicara dalam bahasa Inggris.
NARRATIVE TEXT Rayendriani Fahmei Lubis
English Education : English Journal for Teaching and Learning Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/ee.v5i2.1176

Abstract

Tulisan ini berkaitan tentang proses dan tata cara menulis suatu jenis teks. Di dalam tulisan ini, penulis bermaksud membahas salah satu jenis teks yang ada, yaitu Naratif Teks (Narrative Text). Tujuan tulisan ini adalah untuk mengetahui dan memahami bagaimana proses atau tata cara serta komponen-komponen (Generic Stucture) atau tata bahasa (Language Features) yang terdapat di dalam tulisan Naratif. Dengan mengetahui dan memahami semua yang berkaitan tentang tata cara dan komponen-komponen penulisan tersebut, maka diharapkan tidak ada lagi kerancuan atau kesalahan yang terdapat di dalam tulisan, khususnya pada penulisan Naratif teks.

Page 1 of 1 | Total Record : 10