cover
Contact Name
Abdul Muis Muslimin
Contact Email
jurnalnatural@unipa.ac.id
Phone
+62986-213735
Journal Mail Official
jurnalnatural@unipa.ac.id
Editorial Address
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Papua Jalan Gunung Salju Amban, Manokwari 98314
Location
Kab. manokwari,
Papua barat
INDONESIA
Jurnal Natural
Published by Universitas Papua
ISSN : 14121328     EISSN : 2746427X     DOI : -
Jurnal Natural merupakan jurnal ilmu-ilmu matematika dan pengetahuan alam (basic science) untuk bidang: matematika, kimia, statistika, biologi, dan fisika termasuk ilmu terapan yang terkait seperti bioteknologi, kimia pangan, keanekaragaman hayati, dan lain-lain.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 160 Documents
Uji Aktivitas Antibakteri dan Skrining Fitokimia Ekstrak Metanol Buah Hitam (H. monticola.) Asal Kabupaten Teluk Wondama Elsarina Siahaan; Bimo B. Santoso; Evelina Somar; Maria Massora
Jurnal Natural Vol. 17 No. 2 (2021): JURNAL NATURAL
Publisher : FMIPA Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30862/jn.v17i2.147

Abstract

This study aimed to test the antibacterial activity and identify the secondary metabolite contect of the methanol extract Black Fruit (H. monticola). The black fruit extract was obtained through the maceration extraction method using methanol as a solvent. The result of phytocemical screening showed that the methanol extract of black fruit (H. monticola) contained high levels of tannins and saponins. Antibacterial activity test was carried out using the wall method with postive control of chloromphenicol and negative control with methanol. The result of antibacterial activity test against E.Coli bacteria showed strong activity with an inhibition zone diameter of 11 mm and B. Subtilis bacteria showed moderate activity with an inhibition zone with a diameter of 8 mm
PENGARUH PEMANFAATAN LIMBAH CAIR PABRIK KELAPA SAWIT TERHADAP KUALITAS AIR PADA LAHAN KELAPA SAWIT PT. PMP DI KABUPATEN MAYBRAT Kristina Daundi; Markus Heryanto Langsa; Alfhons Daniel Sirampun
Jurnal Natural Vol. 17 No. 2 (2021): JURNAL NATURAL
Publisher : FMIPA Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30862/jn.v17i2.148

Abstract

Palm oil mill effluent (LCPKS) is waste produced from fresh fruit bunches of oil palm. Utilization of LCPKS as liquid fertilizer can help the growth of oil palm plants and increase the production of fresh fruit bunches. The purpose of this study was to determine the characteristics of LCPKS in maturity ponds or contact ponds that will be used as liquid fertilizer in oil palm plantations and the effect of LCPKS on groundwater and surface water quality in plantation areas. Secondary data (results of analysis conducted at PT. MSIP's oil palm plantation, Bengkayang Regency) were used to compare the impact of LCPKS after application. The characterization of LCPKS showed a significant decrease in pollutant levels when compared to the average range of untreated sewage pollutant levels. The BOD level of LCPKS in the final treatment pond was 5270 mg/L (almost meeting the quality standard value of 5000 mg/L) compared to the average level of BOD without treatment (21280 mg/L). The application of LCPKS to land can affect the environment, which has the potential to reduce the quality of ground water and surface water. The decline in water quality is indicated by an increase in the value of the pollution index and the status of water quality.
Komposit Kitosan-Silika Abu Sekam Padi Sebagai Pupuk Lepas lambat Fe2+ dan Mn2+ Bertha Mangallo; Roy Klivorth Max Raturoma; Markus Heryanto Langsa
Jurnal Natural Vol. 17 No. 2 (2021): JURNAL NATURAL
Publisher : FMIPA Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30862/jn.v17i2.149

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi kitosan dari limbah kulit udang, sintesis komposit kitosan-abu sekam padi sebagai pupuk lepas lambat yang mampu melepaskan unsur hara secara slow release serta menguji pelepasan ion Fe²⁺ dan ion Mn²⁺ dari komposit kitosan-abu sekam padi. Metode yang digunakan untuk mengisolasi kitosan meliputi tahap deproteinasi menggunakan NaOH 2,5% , tahap demineralisasi menggunakan HCl 1,5 N, dan tahap deasetilasi menggunakan NaOH 50%. Rendemen kitosan yang dihasilkan dari cangkang udang asal Bintuni adalah 58,63%. Uji pelepasan Fe²⁺ dan Mn²⁺ dari komposit kitosan-abu sekam padi menunjukkan bahwa pelepasan Fe²⁺ dan Mn²⁺ dari media tanah terjadi secara bertahap atau secara perlahan, dimana pelepasan ion Fe²⁺ lebih cepat terlepas dibandingkan dengan ion Mn²⁺ yang disebabkan oleh perbedaan massa atom. Dengan demikian sintesis komposit kitosan-abu sekam padi sebagai pupuk lepas lambat dapat dikatakan mampu melepaskan unsur hara secara perlahan
KARAKTERISTIK FUNGSIONAL EDIBLE FILM DARI KOMPOSIT PATI/KITOSAN/ASAM STEARAT: KARAKTERISTIK FUNGSIONAL EDIBLE FILM DARI KOMPOSIT PATI/KITOSAN/ASAM STEARAT Ristika Oktavia Asrizaa; Shelly Victory; Shania Sakhila; Restani Eka Putri; Addela Amelia; Soluna Desbait Hutagalung
Jurnal Natural Vol. 17 No. 2 (2021): JURNAL NATURAL
Publisher : FMIPA Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30862/jn.v17i2.150

Abstract

In this article, the author reports that the manufacture of edible films has been carried out as well as an analysis of the effect of adding starch on the functional characteristics of edible films. The stages of making bioplastics include extracting starch from empty oil palm fruit bunches, making edible plastics and material characterization. In the manufacture of bioplastics, variations in starch content are carried out to determine the most appropriate starch content in producing edible films. Based on the results of the FTIR characterization of edible films with variations in the amount of starch, it shows that the more the amount of starch added, the hydrophilic properties of the edible film will increase.
KAJIAN DAMPAK PEMBANGUNAN KAWASAN PERKANTORAN KABUPATEN MANOKWARI SELATAN TERHADAP LIMPASAN PEMUKAAN DI SUBDAS RANSIKI Khristian Enggar Pamuji; Nur Alzair
Jurnal Natural Vol. 17 No. 2 (2021): JURNAL NATURAL
Publisher : FMIPA Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30862/jn.v17i2.151

Abstract

Penelitian ini dilakukan di area Pembangunan Kawasan perkantoran pemerintahan Kabupaten Manokwari Selatan, Papua Barat. Tujuan penelitian adalah untuk memperkirakan dampak perubahan tutupan lahan akibat pembangunan kawasan perkantoran terhadap debit limpasan pemukaan pada sub DAS Ransiki. Lokasi kajian berada di sub Daerah Aliran Sungai Ransiki Kabupaten Manokwari Selatan. Kajian ini dimulai dengan pengumpulan data serta analisis data primer dan data sekunder. Data yang dikumpulkan berupa data curah hujan Manowkari Selatan, dimensi sungai dan data spatial tutupan lahan di DAS Ransiki. Data-data tersebut kemudian digunakan untuk mengetahui debit limpasan permukaan dan kapasitas tapung maksimum badan air atau sungai. Hasil yang diperoleh dari kajian menunjukan bahwa, SubDAS Ransiki memiliki debit limpasan permukaan sebesar 2.676 m3/jam, dan debit limpasan yang berasal dari kompleks perkantoran sebesar 139 m3/jam. Peningkatan debit limpasan permukaan akibat pembangunan kawasan perkantoran diperkirakan masih dapat ditampung oleh aliran sungai atau badan air terdekat.
Peramalan Kecepatan Angin Kota Manokwari Menggunakan Jaringan Saraf Tiruan Untuk Perancangan Baling-Baling Kincir Angin Tobias T Tukan
Jurnal Natural Vol. 17 No. 2 (2021): JURNAL NATURAL
Publisher : FMIPA Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30862/jn.v17i2.152

Abstract

Telah dilakukan penelitian peramalan kecepatan angin kota Manokwari dan perancangan baling-baling kincir angin. Terdapat empat parameter input, yaitu: temperatur udara, kelembaban udara, curah hujan dan kecepatan angin. Arsitektur jaringan bisa digunakan adalah satu lapisan, dengan jumlah neuron 80. Hasil ramalan kecepatan angin berkisar 4,1 – 9,62 m/s. Pada rancangan baling-baling kincir angin yang digunakan airfoil NACA 4412, 4415 dan 4418. Jenis baling-baling taperless dengan lebar ujung sampai pangkal baling-baling dibuat konstan (Cr = 0,18 m). Hasil penelitian menunjukkan bahwa airfoil NACA 4412 lebih baik dari kedua airfoil NACA 4415 dan 4418. Daya keluaran dapat dicapai sekitar 982,01 W pada 200 rpm untuk airfoil NACA 4412.
Perancangan Sistem Monitoring Parameter Kualitas Udara (Suhu, CO, LPG dan Debu) berbasis IOT Darma Santi; Jacson Victor Morin
Jurnal Natural Vol. 17 No. 2 (2021): JURNAL NATURAL
Publisher : FMIPA Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30862/jn.v17i2.156

Abstract

Telah dilakukan penelitian terhadap rancang bangun sistem monitoring parameter kualitas udara (suhu, CO, LPG dan debu) yang datanya terintegrasi secara real time. Alat ukur menggunakan basis mikrokontroler Arduino Uno R3. Sensor gas MQ-9 dan MQ-5 digunakan untuk mengukur polusi udara, sedangkan sensor LM35 dan DSM 501A digunakan untuk suhu dan debu. Sistem ini juga terhubung dengan Xbee S2 sebagai pengirim dan penerima data berbasis WIFI. Sumber tegangan dihubungkan ke panel surya 10 W yang diatur oleh charger controller sehingga ketika baterai penuh, koneksi pengisian baterai akan terputus. Perangkat lunak yang digunakan adalah Arduino IDE 1.8.1 dan X-CTU. Data yang dapat diukur dengan alat ini adalah tingkat pencemaran udara gas CO dan LPG, suhu udara dan partikulat PM 2.5 di udara. Tahap pengukuran diuji dengan sampel gas (CO dan LPG) serta sumber panas dan sumber dingin untuk suhu. Data pengujian menunjukkan bahwa semua sensor mampu mendeteksi keberadaan gas CO dan LPG, perbedaan suhu dan kadar debu di udara kemudian menampilkan data tersebut secara real time.
Penerapan Latent Class Cluster Analysis (LCCA) Pada Pengelompokan Kabupaten/Kota Di Provinsi Papua Barat Berdasarkan Indikator Kesejahteraan Rakyat Onti Sundari; Surianto Bataradewa; Esther Ria Matulessy
Jurnal Natural Vol. 17 No. 2 (2021): JURNAL NATURAL
Publisher : FMIPA Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30862/jn.v17i2.157

Abstract

Latent class cluster analysis (LCCA) is one of the techniques for latent variable. Clustering of objects is done by using probability opportunities and based on statistical models. The latent variable used in this study is the welfare of the people of West Papua which is described by 15 indicator variables of public welfare in 2019. The purpose of this study is to determine the number of groups based on the best models and characteristics formed and thus obtain an early picture of the welfare conditions in the Regency/City in West Papua Province. The research was conducted based on the smallest Bayesian Information Criteria (BIC) value of 1836.9406, the best model was three clusters. The results showed that Manokwari Regency, Sorong Selatan Regency, Sorong Regency, Raja Ampat Regency, Tambrauw Regency, Manokwari Selatan Regency, and Pegunungan Arfak Regency were in first cluster; Fakfak Regency, Kaimana Regency, Maybrat Regency and Teluk Wondama Regency are in second cluster and Bintuni Regency and Sorong City are in third cluster.
Karakterisasi Daerah Intron 1 Gen C-C Ligan 7 (CCL7) pada Penderita Asma di Kabupaten Manokwari Dewi Oktaviami Rahmawati; Achmad Taher; Muhammad Fajar Islam
Jurnal Natural Vol. 17 No. 2 (2021): JURNAL NATURAL
Publisher : FMIPA Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30862/jn.v17i2.161

Abstract

Asthma is a chronic respiratory disease that fluctuates and is one of the most important health problems in the world. Asthma causes obstruction of air flow in the respiratory tract which can make it difficult for sufferers to breathe. Asthma is caused by environmental factors and genetic factors. One of the genetic studies related to asthma explains that there is a gene that plays a role in asthma, namely the C-C Ligand 7 (CCL7) gene. In a previous study, it was found that the intron 1 region of the CCL7 gene was the area with the most polymorphisms. A total of four asthmatics and two non-asthmatics from Manokwari Regency were analyzed for the intron 1 area of ​​the CCL7 gene. The results of this study showed that the intron region 1 of the CCL7 gene consisted of 506 bp. Of the 6 samples studied, 4 samples of asthmatics and 2 samples of non-asthma in Manokwari Regency, 2 SNP polymorphisms were obtained at positions *6 and *214 with nucleotide diversity (π) of 0.00106. This polymorphism forms 3 types of haplotypes, namely AC, AT and TC with a haplotype diversity value of 0.600 ± 0.215. The results of this study can be concluded that the intron region 1 of the CCL7 gene has low genetic diversity with a small number of samples.
PENGGUNAAN MODUL PELTIER SEBAGAI SISTEM PENDINGIN COOLBOX Yubelin Ira Merdekawati; Ishak Semuel Erari; Abdul Muis Muslimin
Jurnal Natural Vol. 17 No. 2 (2021): JURNAL NATURAL
Publisher : FMIPA Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30862/jn.v17i2.162

Abstract

Modul peltier merupakan piranti pendingin termoelektrik yang pada penelitian ini digunakan sebagai sistem pendinginan pada coolbox. Tujuan dari penulisan skripsi ini adalah untuk menganalisa kecepatan pendinginan, suhu terendah yang dicapai, daya listrik yang dibutuhkan dan performa modul peltier yang digunakan dengan memvariasikan jumlah modul peltier dan jumlah beban pendinginan. Pada penelitian ini dilakukan eksperimen dengan variasi jumlah modul peltier adalah satu, dua dan tiga serta variasi beban pendinginan adalah coolbox kosong, berisi satu liter air dan dua liter air. Hasil dari penelitian ini diketahui bahwa semakin banyak modul peltier yang dipakai, maka semakin cepat proses pendinginannya dan semakin rendah suhu yang dapat dicapai. Pada coolbox kosong dan berisi 1 liter air suhu terendah yang dapat dicapai adalah sama yaitu 21,5 oC untuk 1 modul, 19,5 oC untuk 2 modul dan 16,0 oC untuk 3 modul, sedangkan coolbox yang berisi 2 liter air suhu terendahnya adalah 21,0 oC untuk 1 modul, 19,0 oC untuk 2 modul dan 15,5 oC pada 3 modul. Pada penelitian ini, setiap penambahan 1 buah modul, suhu terendah akan turun sebanyak 2,75 oC. Semakin banyak jumlah modul peltier yang digunakan maka semakin besar pula kebutuhan daya listriknya, besar daya listrik untuk 1 modul adalah 25-33 watt, 2 modul adalah 48-52 watt dan untuk 3 modul adalah 56-65 watt. Pada penelitian ini, tiap penambahan 1 buah modul daya listrik yang dibutuhkan akan bertambah sebesar 17,15 watt. Melalui penelitian ini diketahui bahwa performa modul peltier sangat ditentukan oleh sistem pembuangan kalor yang digunakan, dimana semakin baik sistem pembuangan kalor yang digunakan maka semakin baik performa modul peltier yang dicapai. Pada penelitian ini performa paling baik adalah modul 1 peltier kemudian modul 3 peltier dan terakhir modul 2 peltier

Page 11 of 16 | Total Record : 160