cover
Contact Name
Rifqi Ferry Balfas
Contact Email
jophus@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jophus@umus.ac.id
Editorial Address
Program Studi Farmasi Universitas Muhadi Setiabudi Jl. P. Diponogoro KM. 2 Wanasari, Brebes 52252 Jawa Tengah Tel : (0283) 619 9000
Location
Kab. brebes,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Jophus: Journal of Pharmacy UMUS
ISSN : -     EISSN : 27153320     DOI : 10.46772/jophus
Core Subject : Health, Science,
Jurnal JOPHUS adalah jurnal yang memuat naskah ilmiah dari peneliti, akademisi, maupun praktisi, berupa hasil penelitian dan/atau bentuk karya tulis ilmiah lainnya, yang khusus mengkaji bidang: 1. Farmasi bahan alam 2. Farmasi klinik dan komunitas, 3. Farmasi Etik, 4. Manajemen Farmasi, 5. Kimia Farmasi, 6. Biologi Farmasi, 7. Fitokimia, 8. Farmasetika dan Teknologi Farmasi, 9. Mikrobiologi dan bioteknologi, 10. Farmakologi dan toksikologi, 11. Farmakokinetik
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 02 (2022): Februari" : 8 Documents clear
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI SEDIAAN KRIM KOMBINASI EKSTRAK KULIT BATANG MANGROVE (Avicennia marina) DAN MINYAK ATSIRI JERUK NIPIS (Citrus aurantifolia) TERHADAP PERTUMBUHAN Staphylococcus aureus ATCC 25923 Fiesta Eka Wahyuni; Nikmah Nuur Rochmah; Ikhwan Dwi Wahyu Nugroho
Jurnal Ilmiah JOPHUS : Journal Of Pharmacy UMUS Vol. 3 No. 02 (2022): Februari
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Muhadi Setiabudi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/jophus.v3i02.504

Abstract

Kulit Batang Mangrove (Avicennia marina) mengandung senyawa alkaloid, terpenoid, tanin, dan saponin, serta Minyak Atsiri Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia) yang mengandung Citral, limonene, fenchon, terpineol, bisabolene, dan terpenoid. Ekstrak Kulit Batang Mangrove (Avicennia marina) dan Minyak Atsiri Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia) dapat digunakan sebagai antibakteri karena dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus ATCC 25923. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi yang baik pada pembuatan Krim Kombinasi Ekstrak Kulit Batang Mangrove (Avicennia marina) Dan Minyak Atsiri Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia) dan aktivitas antibakteri pada formula. Penelitian menggunakan metode eksperimental dengan variasi konsentrasi Ekstrak Kulit Batang Mangrove (Avicennia marina) yaitu F1 (2,5 %), F2 (5%), dan F3 (7,5 %). Karakteristik fisik yang diamati berupa organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar, daya lekat, dan tipe krim. Semua hasil evaluasi fisik sediaan memenuhi standar persyaratan. Pada uji organoleptis F1, F2 dan F3 krim bau khas minyak jeruk, krim berbentuk semisolid dan tekstur halus, krim berwarna agak hijau (F1), hijau (F2), hijau pekat (F3), pada uji homogenitas krim, semua formulasi (F1, F2,F3), bersifat homogen, pada uji pH semua formulasi hasil pH 6. Pada uji viskositas formulasi terbaik ditunjukan pada F3, sedangkan pada uji daya sebar krim formulasi terbaik pada F1, dan pada uji daya lekat krim formulasi terbaik ditunjukan pada F3. Serta pada uji tipe krim hasilnya yaitu minyak dalam air (M/A). Hasil pengujian antibakteri sediaan krim terdapat aktivitas antibakteri hasil diameter zona hambat bakteri pada F1 (27mm), F2 (29mm) dan F3 (34mm).
FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI SEDIAAN KRIM EKSTRAK KULIT BATANG MANGROVE (Avicennia marina) TERHADAP PERTUMBUHAN Staphylococcus aureus Wahyu Ade Setiawan; Lulu Setiyabudi; Asep Nurrahman Yulianto
Jurnal Ilmiah JOPHUS : Journal Of Pharmacy UMUS Vol. 3 No. 02 (2022): Februari
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Muhadi Setiabudi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/jophus.v3i02.505

Abstract

Penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus dapat menyebabkan infeksi ditandai dengan kerusakan jaringan dengan abses. Mangrove Avicennia marina memiliki senyawa seperti alkaloid, flavonoid, fenol, terpenoid, steroid dan saponin yang disebut metabolit sekunder, senyawa ini efektif digunakan sebagai anti bakteri. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimental bertujuan untuk mendapatkan formulasi  krim ekstrak kulit batang mangrove A. marina dengan variasi komposisi jumlah propilenglikol. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ekstrak kulit batang mangrove dan sediaan krim ekstrak kulit batang mangrove Avicennia marina terdapat aktivitas antibakteri Staphylococcus aureus. Zona hambat sediaan krim ekstrak kulit batang masngrove Avicennia marina  yaitu formulasi 1, 2 dan 3 memiliki rata-rata zona hambat yang sama yaitu sebesar 25 mm terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus. Kemudian hasil uji sifat fisik yaitu pada uji organoleptis dari ketiga formulasi memiliki warna, bau dan bentuk yang sama. Hasil uji homogenitas, uji viskositas dan uji pH sediaan dari ketiga sediaan memenuhi persaratan. Sedangkan pada uji daya sebar dan uji daya lekat tidak sesuai setandar.
KAJIAN POTENSI INTERAKSI OBAT PADA PASIEN HIPERTENSI DI INSTALASI RAWAT JALAN RUMAH SAKIT X PERIODE AGUSTUS 2019 Aprilia Nur Maulia; Mika Tri Kumala; Nikmah Nuur Rochmah
Jurnal Ilmiah JOPHUS : Journal Of Pharmacy UMUS Vol. 3 No. 02 (2022): Februari
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Muhadi Setiabudi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/jophus.v3i02.506

Abstract

Prevalensi hipertensi pada umur >18 tahun di Indonesia mengalami peningkatan dari 25,8% pada tahun 2013 menjadi 34,1% pada tahun 2018. Interaksi obat adalah penggunaan dua atau lebih obat pada waktu yang sama dan dapat memberikan efek masing-masing atau saling berinteraksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola pengobatan pasien hipertensi, mengetahui potensi interaksi obat pada pasien hipertensi. Jenis penelitian ini adalah observasional dengan pengambilan data secara retrospektif dengan jumlah sampel 130. Metode pengambilan sampel pada penelitian ini yaitu convenience sampling. Potensi interaksi obat ditinjau berdasarkan software lexicomp. Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit X Cilacap. Populasi dalam penelitian ini adalah rekam medis pasien dengan diagnosis hipertensi di Instalasi Rawat Jalan periode Januari-Desember 2019. Teknik analisis data dalam kegiatan ini disajikan dalam bentuk analisis deskriptif dan analisis univariat. Hasil penelitian menunjukkan obat antihipertensi yang paling banyak digunakan yaitu golongan Calcium Channel Blocker sebanyak 64%. Kejadian potensi interaksi obat yang ditemukan terdapat 116 lembar resep (86,5%). Berdasarkan tingkat keparahan interaksi obat, interaksi mayor sebesar 1%, moderate sebesar 65%, dan minor sebesar 34%.
PENGARUH EDUKASI METODE CBIA TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN SWAMEDIKASI PENYAKIT JAMUR KULIT Rizka Nur Sabila; Yulian Wahyu Permadi; Ainun Muthoharoh; Wulan Agustin Ningrum
Jurnal Ilmiah JOPHUS : Journal Of Pharmacy UMUS Vol. 3 No. 02 (2022): Februari
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Muhadi Setiabudi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/jophus.v3i02.520

Abstract

Penyakit jamur kulit disebabkan karena infeksi jamur, penyakit ini rentan dialami oleh santri di Pondok Pesantren karena faktor lingkungan maupun gaya hidup yang tidak bersih dan dapat mengganggu aktivitas sehingga harus diobati. Penggunaan obat antijamur yang sering digunakan bebas karena keterbatasan pengetahuan dalam pelaksanaan swamedikasi, sehingga perlu diberikan edukasi supaya pengobatannya tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi leaflet dengan metode CBIA terhadap tingkat pengetahuan swamedikasi penyakit jamur kulit pada santriwati. Penelitian ini menggunakan metode prospektif dengan desain quasy experimental tipe one group pretest-postest with control group. Jumlah sampel penelitian sebanyak 66 santriwati dibagi menjadi dua kelompok.  Hasil tingkat pengetahuan santriwati sebelum diberikan edukasi masuk dalam kategori baik sebesar 89,4% dan tingkat pengetahuan sesudah diberikan edukasi masuk dalam kategori baik sebesar 96,97%. Dari data yang diperoleh terdapat pengaruh edukasi dengan metode CBIA terhadap tingkat pengetahuan swamedikasi penyakit jamur kulit pada santriwati Pondok Pesantren Al-Mubarok dikarenakan pada uji mann-whitney nilai p-value 0,000<0,05.
ANALISIS PENGELOLAAN MANAJEMEN LOGISTIK OBAT DI INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT QIM BATANG TAHUN 2021 Naela Afiya; Yulian Wahyu Permadi; St. Rahmatullah; Wulan Agustin Ningrum
Jurnal Ilmiah JOPHUS : Journal Of Pharmacy UMUS Vol. 3 No. 02 (2022): Februari
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Muhadi Setiabudi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/jophus.v3i02.521

Abstract

Pengelolaan obat  merupakan rangkaian suatu kegiatan yang meliputi pemilihan, perencanaan, pengadaan, penerimaan, penyimpanan, pendistribusian pemusnahan, pengendalian dan administrasi. Pengelolaan obat sangat penting untuk menunjang pelayanan kesehatan pada pasien. Pengelolaan obat salah satu pendukung penting dalam pelayanan kesehatan hal ini perlu dilakukan agar dapat melakukan perbaikan kualitas dasar. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana pengelolaan manajemen logistik obat di instalasi farmasi Rumah Sakit QIM Kabupaten Batang. Metode yang digunakan adalah kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan kuesioner. Jumlah sampel dalam penelitian ini yaitu 33 reponden. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan pada manajemen pengeloaan obat di Rumah Sakit QIM proses pemilihan 93,9% kategori  sangat baik, perencanaa 90,9% kategori baik, pengadaan 97,3% kategori sangat baik, penerimaan 100% kategori baik, penyimpanan 100% kategori sangat baik, pengendalian 100% kategori baik, pemusnahan 90,9% kategori sangat baik dan administrai 100% kategori sangat baik. Dari data yang diperoleh, peneliti dapat mengetahui terkait pengelolaan obat di Instalansi Farmasi Rumah Sakit QIM Batang.
KANDUNGAN VITAMIN C PADA BROKOLI (BRASSICA OLERACEA L.) TERHADAP PENGARUH SUHU DAN LAMA PENYIMPANAN DENGAN METODE HIGH PERFORMANCE LIQUID CHROMATOGRAPHY (HPLC) Yusi Jayanti; Slamet Slamet; Wirasti Wirasti; Ahmad Vandian Nur
Jurnal Ilmiah JOPHUS : Journal Of Pharmacy UMUS Vol. 3 No. 02 (2022): Februari
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Muhadi Setiabudi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/jophus.v3i02.522

Abstract

Suhu dan lama penyimpanan adalah faktor utama dalam penurunan kadar vitamin C. Vitamin C merupakan vitamin yang larut dalam air dan tidak stabil selama pemrosesan dan penyimpanan. Tujuan penelitian ini mengetahui kandungan Vitamin C yang disimpan pada suhu dan lama penyimpanan yang berbeda. Metode yang digunakan dalam penelitianini adalah penelitian eksperimental kuantitatif menggunakan alat High Performance Liquid Chromatography (HPLC) dengan fase gerak metanol dan aquabidestilata (60:40), panjang gelombang maksimum dalam penelitian ini 265 nm.Proses sampel pada suhu kamar dan suhu dingin dengan waktu penyimpanan (1, 3, dan 5 hari). Data yang diperoleh berupa nilai AUC (Area Under Curve) yang dimasukan ke dalam persamaan regresi linier. Hasil penelitian menunjukan adanya penurunan kandungan Vitamin C pada suhu dan lama penyimpanan, rata-rata kandungan vitamin C pada suhu kulkas sebesar 5,262 mg/100 gram. Sementara suhu kamar, rata-rata kandungan vitamin C sebesar 3,341 mg/100 gram. Kesimpulannya, menunjukan adanya pengaruh suhu dan lama penyimpanan terhadap kandungan Vitamin C dalam brokoli.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI SEDIAAN SALEP EKSTRAK ETANOL DAUN SENGGANI (Melastoma malabathricum L.) TERHADAP BAKTERI staphylococcus aureus Novasella Novasella; St. Rahmatullah; Wirasti Wirasti; Dwi Bagus Pambudi
Jurnal Ilmiah JOPHUS : Journal Of Pharmacy UMUS Vol. 3 No. 02 (2022): Februari
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Muhadi Setiabudi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/jophus.v3i02.527

Abstract

Daun Senggani (Melastoma malabathricum L.) adalah  gulma yang mengadung senyawa kimia flavonoid, saponin, tanin, dan steroid/terpenoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bahwa salep ekstrak etanol daun senggani dapat dibuat menjadi sediaan salep yang memenuhi persyaratan dan untuk meneliti aktivitas antibakteri dari formulasi salep ekstrak etanol daun senggani terhadap bakteri Staphyllococcus aureus. Metode uji aktivitas antibakteri menggunakan difusi sumuran dengan kosentrasi ekstrak 6,8 dan 10% dengan kontrol negatif yaitu salep tanpa ekstrak dan kontrol positif menggunakan salep gentamisi. Hasil penelitian berupa besar diameter zona hambat dari setiap formulasi dan pemenuhan persyaratan fisik sediaan salep meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat,viskositas, cyling tes dan uji iritas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak Daun Senggani dapat diformulasikan  menjadi sediaan salep yang memenuhi persyaratan fisik. Hasil dari uji Aktivitas Antibakteri  terhadap bakteri staphyllococcus aureus termasuk kategori kuat pada setiap kosentrasi  yaitu F1 6%  11,04 mm, F2 8% 11,24 mm dan F3 10% sebesar 11,47mm. terdapat perbedaan yang signifikan pada aktivitas antibakteri masing- masing formula.
ANALISIS KUALITATIF DAN KUANTITATIF KANDUNGAN EUGENOL DALAM JAMU EMPON-EMPON Dewi Iva Rinia; Indira Pipit Miranti; Anisa Annastasya
Jurnal Ilmiah JOPHUS : Journal Of Pharmacy UMUS Vol. 3 No. 02 (2022): Februari
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Muhadi Setiabudi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/jophus.v3i02.648

Abstract

Keanekaragaman tanaman obat yang dimiliki Indonesia sangat banyak, serta penggunaannya dalam masyarakt juga beragama. Salah satu jamu yang sering digunakan sebagai obat yaitu eugenol. Dimana eugenol memiliki fungsi sebagai analgetik, animikroba, dan immunomodulator. Sehingga sangat penting untuk mengetahui kandungan eugenool dalam jamu empon-empon. Penelitian kualitatif dan kuantitaif dilakukan dengan metode KLT-densitometri dengan pelarut toluen: etil asetat: metanol rasio (65: 2,5: 32)v/v. Kurva baku dibuat dengan konsentrasi 10; 15; 20; 25; dan 30 µL/ml. dipeoleh hasil kandungan eugenol dalam sampel tersebut sebanyak 49,28 µl/ml.

Page 1 of 1 | Total Record : 8