cover
Contact Name
Sofyan Musyabiq Wijaya
Contact Email
obiqwijaya@gmail.com
Phone
+6281559678993
Journal Mail Official
jkunila@gmail.com
Editorial Address
Jl Prof.Dr.Soemantri Brojonegoro No 1 , Bandar Lampung, Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
JK Unila (Jurnal Kedokteran Universitas Lampung)
Published by Universitas Lampung
ISSN : 25273612     EISSN : 26146991     DOI : 10.23960/jku
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung (JK Unila) is a journal of scientific publications published every six months using a peer review system for article selection. Jurnal Kedokteran Universitas Lampung (JK Unila) can receive original research articles relevant to medicine and health, meta-analysis , case reports and medical science update.
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2020): JK UNILA" : 20 Documents clear
OWAS (Ovako Work Analysis System) Anggi Setiorini
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 4, No 2 (2020): JK UNILA
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v4i2.2897

Abstract

Metode pengukuran yang dilakukan untuk mengetahui risiko pekerjaan dari sisi ergonomi salah satunya menggunakan OWAS (Ovako Working Analysis System). Metode OWAS memberikan informasi mengenai penilaian postur tubuh pada saat bekerja sehingga dapat melakukan evaluasi dini atas risiko kecelakaan tubuh manusia. Bagian-bagian penting pada tubuh yang dilakukan penilaian dengan OWAS meliputi pergerakan tubuh bagian punggung, bahu, tangan dan kaki, termasuk paha, lutut dan pergelangan kaki. Metode ini cepat dalam mengidentifikasi sikap kerja yang berpotensi menimbulkan kecelakaan kerja. Kecelakaan kerja yang menjadi perhatian dari metode ini adalah system musculoskeletal. Sistem musculoskeletal yang mencakup sistem saraf, tendon, otot dan struktur penunjang seperti bantalan tulang punggung (discus intervertebral). Mencegah terjadinya kecelakaan kerja terutama pada bagian muskuloskeletal adalah mengurangi dan menghilangkan pekerjaan yang beresiko terhadap keselamatan kerja. Hal tersebut merupakan prinsip dasar mengatasi masalah kecelakaan kerja.Kata kunci : owas, sistem muskuloskeletal, kecelakaan kerja
Pengaruh Status Gizi Terhadap Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil Di Daerah Endemis Malaria Kabupaten Pesawaran Dian Isti Angraini; Efriyan Imantika; Reni Zuraida; Sofyan Musyabiq Wijaya
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 4, No 2 (2020): JK UNILA
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v4i2.2871

Abstract

Malnutrisi dan anemia pada ibu hamil merupakan masalah gizi yang masih sulit diatasi di seluruh dunia. Malnutrisi dan anemia bukan hanya berdampak pada ibu, tetapi juga pada bayi yang dilahirkan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh status gizi terhadap kejadian anemia pada ibu hamil di daerah endemis malaria kabupaten Pesawaran. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan menggunakan desain cross sectional. Penelitian dilakukan di kabupaten Pesawaran pada  bulan Mei sampai November 2019.  Sampel adalah 70 orang ibu hamil yang bersedia untuk berpartisipasi dalam proses penelitian dan tidak menderita penyakit keganasan, diabetes melitus dan TBC, yang diambil dengan teknik purposive sampling. Data anemia ibu hamil diukur dengan pemeriksaan kadar haemoglobin darah ibu dandata status gizi diperoleh dari pengukuran lingkar lengan atas. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan Uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 32,9% responden menderita anemia dalam kehamilan, dan 22,9% memiliki status gizi malnutrisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa status gizi berpengaruh terhadap kejadian anemia ketika ibu hamil (p=0,02).Kata Kunci: anemia, ibu hamil, status gizi
Epidemiologi Fraktur Suprakondiler Humerus pada Anak di Rumah Sakit Urip Sumoharjo Bandar Lampung Periode 2014 - 2019 Dendy Riansyah; Aswedi Putra
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 4, No 2 (2020): JK UNILA
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v4i2.2888

Abstract

Fraktur suprakondiler humerus merupakan fraktur siku yang paling sering terjadi pada anak. Mekanisme trauma tidak langsung (jatuh dengan lengan hiperekstensi dan telapak tangan menahan beban) merupakan penyebab tersering cidera tersebut. Penelitian ini bertujuan mempelajari distribusi kasus dan penyebab fraktur suprakondiler humerus pada anak. Penelitian bersifat deskriptif kuantitatif menggunakan metode cross sectional. Semua kasus fraktur suprakondiler humerus pada anak yang dirawat di Rumah Sakit Urip Sumoharjo Bandar Lampung periode tahun 2014-2019, dianalisa dengan berbagai parameter epidemiologi antara lain: umur, jenis kelamin, mekanisme trauma, tempat kejadian, letak fraktur, jenis fraktur, waktu kedatangan, tatalaksana dan komplikasi. Didapatkan 58 pasien fraktur suprakondiler humerus dengan kelompok usia terbanyak 7-12 tahun (48,3%) dan rerata usia 7,45 tahun. Kasus banyak ditemukan pada laki-laki (74,1%). Mekanisme trauma tidak langsung lebih sering terjadi (86,2%) dibandingkan trauma langsung (13,8%). Jatuh dari ketinggian < 1 meter (67,2%) merupakan penyebab trauma terbanyak, di ikuti jatuh dari ketinggian > 1 meter (20,7%) dan kecelakaan lalu lintas (12,1%). Tempat kejadian tersering adalah di rumah (43,1%). Jenis fraktur tertutup sebanyak 82,8% dan letak fraktur pada ekstremitas kiri (51,7%). Sebagian besar pasien ke RS dalam waktu < 48 jam setelah trauma (53,4%) dan sisanya datang ke RS > 48 jam (46,6%). Ditemukan komplikasi berupa cidera saraf 13,8% dan cubitus varus 6,9%. Mayoritas pasien dilakukan tindakan Open Reduction Internal Fixation (93,1%). Fraktur suprakondiler humerus dapat dicegah dengan pengawasan ketat orang tua terhadap anak yang sedang bermain di rumah. Penanganan awal yang tepat dan tidak menunda ke fasilitas kesehatan dapat mengurangi risiko komplikasi.Kata kunci: anak, fraktur, suprakondiler humerus, trauma
Gangguan Perilaku Akut pada Adenoma Hipofise Fidha Rahmayani
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 4, No 2 (2020): JK UNILA
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v4i2.2877

Abstract

Latar Belakang: Tumor hipofisis merupakan 10-15 % dari keseluruhan tumor intrakranial dengan gambaran histopatologis yang jinak namun tidak jarang memberikan gambaran klinis yang tidak ringan. Walaupun gangguan lapang pandang bitemporal dan hypopituitarism yang berjalan progresif merupakan gejala klinik yang khas pada tumor ini, kadang-kadang adenoma hipofisis yang besar memberikan gejala yang akut akibat adanya perdarahan atau infark. Adanya perdarahan ke dalam tumor hipofisis akan menyebabkan manifestasi klinis salah satunya adalah gangguan status mental yang akut. Kondisi ini dikenal sebagai apoplexy pituitary.Tujuan : Melaporkan kasus adenoma hipofise dengan manifestasi klinis gangguan perilaku akut. Laporan Kasus: Laki laki usia 52 tahun datang ke poli saraf dengan keluhan gangguan perilaku akut.Pada pemeriksaan fisik ditemukan hemianopsi bitemporal. Hasil pemeriksaan status neurobehaviour disimpulkan hampir semua domain kognitif terganggu disertai anxietas dan depresi. Laboratorium menunjukkan peningkatan  angka leukosit. Hasil CTscan menggambarkan lesi inhomogen di intrasella bentuk membulat, batas tegas, tepi licin, dengan central nekrosis di dalamnya. Post kontras tampak rim enhancement mengarah gambaran adenom a hipofise. Kesimpulan hasil pemeriksaan histopatologi jaringan menunjukkan jaringan hipofisis sesuai dengan adenoma hipofisis dengan nekrosis perdarahan. Kesimpulan: Apoplexia hipofise adalah salah satu kondisi yang mengancam jiwa pada pasien dengan adenoma hipofise. Insiden yang sangat rendah dari komplikasi ini  dapat menghambat penegakan diagnostik dan terapeutik sehingga meningkatkan angka kematian. Gangguan perilaku akut pada kasus ini dapat menjadi salah satu manifestasi klinis dari apoplexia hipofise.Kata kunci: adenoma hipofise, apoplexia hipofise,  gangguan perilaku akut
Imunisasi Dasar dalam Masa Pandemi COVID-19 Nur Ayu Virginia Irawati
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 4, No 2 (2020): JK UNILA
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v4i2.2898

Abstract

Imunisasi merupakan pencegahan primer terhadap penyakit infeksi yang paling efektif. Imunisasi melindungi individu dari penyakit yang serius dan mencegah penyebaran penyakit menular. Di Indonesia, setiap bayi wajib mendapatkan imunisasi dasar lengkap sesuai dengan jadwal imunisasi yang telah dikeluarkan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Pandemi COVID-19 yang muncul pada akhir tahun 2019 lalu memberikan dampak yang luas pada berbagai aspek kehidupan, termasuk sistem kesehatan. Perintah untuk melakukan kegiatan dari rumah, melakukan social distancing dan mengurangi frekuensi bepergian keluar rumah berdampak pada kelangsungan pelayanan kesehatan rutin, salah satunya adalah kegiatan imunisasi dasar. Penurunan kunjungan imunisasi dasar menyebabkan jumlah anak yang mendapatkan imunisasi menurun, sehingga resiko terjangkit penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi menjadi meningkat sehingga dikhawatirkan terjadi kejadian luar biasa dalam pandemi. Dalam masa pandemi COVID-19 ini, imunisasi tetap harus diupayakan lengkap sesuai jadwal untuk melindungi anak dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. Pelayanan imunisasi pada masa pandemi COVID-19 tetap harus dilaksanakan dengan penyesuaian terkait situasi penyebaran COVID-19 di tiap daerah di Indonesia.Kata kunci : COVID-19, imunisasi balita, pandemi
Tingkat Kontrol Asma Di Klinik Harum Melati Pringsewu Retno Ariza S Soemarwoto; Rakhmi Rafie; Eka Silvia; Woro Pramesti; Fenta Loka Tata; Gigih Setiawan
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 4, No 2 (2020): JK UNILA
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v4i2.2872

Abstract

Asma adalah penyakit heterogen yang biasanya ditandai dengan inflamasi kronik saluran napas, disertai adanya riwayat gejala pernapasan seperti mengi, sesak napas, dada terasa berat dan batuk yang berbeda dari waktu dan intensitasnya bersamaan dengan keterbatasan aliran udara ekspirasi yang bervariasi. Tingkat kontrol asma adalah sejauh manakarakteristik asma dapat diamati pada pasien asma dan telah berkurang atau hilang dengan pengobatan. Menurut data Riset Kesehatan Dasar tahun 2018, angka kekambuhan asma di Provinsi Lampung menduduki peringkat lima besar di Indonesia.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tingkat kontrol asma pada pasien asma bronkial diKlinik Harum Melati Pringsewu periode Agustus 2018-Agustus 2019. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif menggunakan data sekunder. Populasi penelitian adalah seluruh data rekam medik pasien asma bronkial di Klinik Harum Melati Pringsewu periode Agustus 2018-Agustus 2019 yang berjumlah 449, pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 84 data rekam medik yang memenuhi kriteria inklusi dan kriteria eksklusi. Data dianalisis dengan menggunakan analisis univariat. Hasil didapatkan yaitu 54 subjek (64,3%) memiliki asma yang terkontrol, 25 subjek (29,8%) memiliki asma yang terkontrol sebagian, dan 5 subjek (6,0%) memiliki asma tidak terkontrol.  Kata kunci: asma, asma bronkial, tingkat kontrol asma
Recovery Of Intra Parenchym Lesion Hemorragic Stroke Dewi Nur Fiana
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 4, No 2 (2020): JK UNILA
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v4i2.2878

Abstract

Recovering from a stroke can be a lengthy process that requires patience, hard work, and commitment. It may take years to recover. Recovery time after a stroke is different for everyone—itcan take weeks, months, or even years. Some people recover fully, but others have long-term orlifelong disabilities. Strokes can cause significant impairment in language, cognition, motor, andsensory skills.  This is why it’s considered to be a leading cause of serious long-term disability. Thehemorrhage at the left cortex and subcortex of temporal lobe gives manifestation to contralateralhemiparesis. In acute setting, we should optimize the cerebral blood oxygen perfusion, so thepenumbra area can survive.  After surviving the acute stage,  we have to assest functional prognosisin activities and optimized it because patient  still has the contralateral extremities to help withactivities. Keywords:  Functional ability, Hemorrhagic stroke, Rehabilitation,
Korelasi Antara Kepadatan Parasit Dengan Status Hematologi Pada Penderita Malaria Di Wilayah Kerja Puskesmas Hanura Kabupaten Pesawaran Putu Ristyaning Ayu S; Km. Allan Wahyu Permana
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 4, No 2 (2020): JK UNILA
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v4i2.2873

Abstract

Malaria merupakan salah satu penyakit yang banyak ditularkan oleh gigitan nyamuk Anopheles sp. penyakit malaria disebabkan oleh infeksi parasit dalam genus plasmodium, infeksi malaria menyebabkan perubahan pada status hematologi yang berkaitan dengan tingkat endemisitas daerah, latar belakang hemoglobinopati, faktor demografis dan imunitas terhadap malaria, namun hal ini belum terlalu diketahui secara pasti karena proses patogenesis yang rumit. Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan pendekan potong lintang dengan jumlah subjek sebanyak 38 subjek dengan teknik pengambilan consecutive sampling. data yang diperoleh akan dianalisis dengan peranti lunak menggunakan uji korelasi Pearson.. Hasil penelitian menunjukkan 38 subjek penelitian didapatkan rata-rata angka kepadatan parasit pada subjek penderita malaria adalah 4.088 parasit/μL, rerata hemoglobin 13 g/dL, rerata hematokrit 40%, rerata leukosit 6,111sel/μL dan rerata trombosit 88,434 sel/μL. dari uji korelasi Pearson menunjukan adanya korelasi yang bermaksan antara kepadatan parasit dengan hemoglobin, hematokrit dan jumlah hitung trombosit (p=<0,05) namun tidak ditemukan korelasi yang bermakna antara kepadatan parasit dengan jumlah leukosit (p =>005). Kata Kunci: Malaria, Plasmodium, Hematologi
Kromosom Philadelphia Dan Peranannya Dalam Patogenesis Chronic Myeloid Leukemia (CML) Selvi Rahmawati
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 4, No 2 (2020): JK UNILA
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v4i2.2901

Abstract

Chronic myeloid leukemia (CML) berkaitan erat dengan gen fusi BCR-ABL. Gen fusi BCR-ABL terjadi akibat translokasi resiprokal antara kromosom 9 dengan kromosom 22 membentuk kromosom Philadelphia. Gen fusi BCR-ABL pada kromosom Philadelphia diketahui sebagai kelainan genetik primer yang menjadi penyebab utama kasus CML. Terbentuknya kromosom Philadephia yang mengkode protein onkogenik P210BCR-ABL  akan menginduksi inisasi proses fosforilasi, aktivasi dan disregulasi transduksi sinyal intraselular yang berperan dalam regulasi pertumbuhan dan survival sel progenitor myeloid di bone marrow. Pada gen fusi BCR-ABL, ekson pertama pada gen ABL hilang dan digantikan dengan sekuens gen BCR, sehingga menyebabkan terganggunya mekanisme autoinhibisi pada domain kinase ABL. Domain oligomerisasi gen BCR yang bergabung pada N terminal gen ABL akan menyebabkan oligomerisasi atau pengelompokan domain kinase ABL, sehingga mengakibatkan autofosforilasi tirosin kinase. Proses tersebut juga mengakibatkan berbagai protein serta molekul-molekul adaptor terikat (docking) pada protein BCR-ABL, sehingga mengarah pada aktivasi berbagai jalur transduksi sinyal intraseluler. Jalur transduksi sinyal yang teraktivasi berkaitan dengan inhibisi diferensiasi sel, inhibisi apoptosis serta proliferasi sel myeloid progenitor yang mengarah pada manifestasi klinis CML yaitu banyak ditemukannya sel myeloid imatur terutama pada fase terminal CML. Kata kunci : kromosom Philadephia, BCR-ABL1, chronic myeloid leukemia, CML
Manajemen Terkini Perawatan Luka Wintoko, Risal; Yadika, Adilla Dwi Nur
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 4, No 2 (2020): JK UNILA
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v4i2.2893

Abstract

Luka adalah terputusnya kontinuitas jaringan akibat substansi jaringan yang rusak atau hilang sehingga dapat menyebabkan kerusakan fungsi perlindungan kulit dan dapat disertai dengan kerusakan jaringan lain. Luka dapat terjadi akibat terjatuh, kecelakaan kendaraan bermotor, trauma tajam atau tumpul, maupun proses pembedahan. Jenis luka yang terjadi dapat berupa luka lecet (70,9%), luka robek (23,2%), luka memar, luka sayat, luka tusuk, maupun luka tembak. Prevalensi luka di Indonesia menurut Departemen Kesehatan Republik Indonesia tahun 2013 mencapai 8,2%. Perawatan luka umumnya masih menggunakan suatu metode untuk berbagai kondisi luka. Perawatan luka harus menyesuaikan kondisi dan problem luka yang terjadi sehingga proses penyembuhan luka dapat berlangsung dengan baik dalam waktu yang singkat tanpa adanya gangguan akibat luka yang akan berdampak pada produktivitas kerja dan biaya yang dikeluarkan dalam perawatan luka.Kata kunci: Luka, perawatan luka, kondisi luka, problem luka

Page 1 of 2 | Total Record : 20