cover
Contact Name
Sofyan Musyabiq Wijaya
Contact Email
obiqwijaya@gmail.com
Phone
+6281559678993
Journal Mail Official
jkunila@gmail.com
Editorial Address
Jl Prof.Dr.Soemantri Brojonegoro No 1 , Bandar Lampung, Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
JK Unila (Jurnal Kedokteran Universitas Lampung)
Published by Universitas Lampung
ISSN : 25273612     EISSN : 26146991     DOI : 10.23960/jku
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung (JK Unila) is a journal of scientific publications published every six months using a peer review system for article selection. Jurnal Kedokteran Universitas Lampung (JK Unila) can receive original research articles relevant to medicine and health, meta-analysis , case reports and medical science update.
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2020): JK UNILA" : 20 Documents clear
Perilaku Masyarakat dalam Pencegahan Penularan Covid-19 Suharmanto, Suharmanto
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 4, No 2 (2020): JK UNILA
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v4i2.2868

Abstract

Salah satu penyakit menular yang disebabkan oleh virus dan saat ini masih menjadi wabah adalah Corona Virus Disease atau yang sering disebut COVID-19 menjadi masalah di dunia dan juga Indonesia. Menurut WHO, Covid-19 menyebar dari orang ke orang melalui droplet atau tetesan kecil dari hidung atau mulut yang menyebar ketika seseorang batuk atau menghembuskan nafas. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan cross-sectionale yang bertujuan untuk mengetahui perilaku masyarakat dalam pencegahan penularan Covid-19. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Jati Agung Lampung Selatan pada bulan Mei-Juni 2020. Populasi dalam penelitian ini adalah semua masyarakat di Kecamatan Jati Agung dengan teknik purposive sampling sebanyak 420 orang. Variabel independen dalam penelitian ini adalahkarakteristik, pengetahuan, sikap dan keterampilan, sedangkan dependen adalah perilaku pencegahan penularan Covid-19. Pengumpulan data dilakukan dengan cara membagikan kuesioner baik online berbasis google form maupun offline (secara langsung). Pengolahan data pada penelitian ini mencakup editing, coding dan entry data. Analisis data yang digunakan terdiri dari analisis univariat menggunakan persentase dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Berdasarkan hasil penelitian diatas, dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, pengetahuan, sikap dan keterampilan dengan perilaku pencegahan penularan Covid-19. Masyarakat perlu untuk meningkatkan pemahamannya tentang pencegahan penularan Covid-19 melalui akses informasi. Kata kunci: perilaku, pencegahan, Covid-19
Penyakit Gagal Ginjal Kronis Stadium 5 Berdasarkan Determinan Umur, Jenis Kelamin, dan Diagnosa Etiologi di Indonesia Tahun 2018 Nasution, Syahrul Hamidi; Syarif, Syahrizal; Musyabiq, Sofyan
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 4, No 2 (2020): JK UNILA
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v4i2.2885

Abstract

Penyakit gagal ginjal kronik telah menjadi isu yang sangat penting dalam beberapa tahun terakhir karena frekuensinya meningkat dan tingginya biaya yang ditimbulkannya semakin dilihat sebagai masalah kesehatan masyarakat utama yang terkait dengan kematian dini yang berkaitan dengan implikasi sosial dan ekonomi yang penting. Selain diagnosis dan deteksi dini, pengetahuan terkait penyakit gagal ginjal kronik (GGK) berdasarkan determinan umur, jenis kelamin, dan diagnosa etiologi di Indonesia tahun 2018 ini dapat dijadikan bahan/bukti ilmiah dalam perencanaan, pelaksanaan program, evaluasi program, dan menentukan skala prioritas pada program pencegahan dan pengobatan penyakit ginjal kronik di Indonesia yang merupakan tujuan dilakukannya penelitian ini. Jenis penelitian ini adalah penelitian literatur riview. Populasi target adalah seluruh pasien gagal ginjal kronik stadium 5 di Indonesia. Populasi terjangkau pada penelitian ini adalah seluruh pasien gagal ginjal kronik stadium 5 yang terdata di kumpulan data Indonesian Renal Registry (IRR) tahun 2018. Sampel penelitian ini adalah seluruh (total sampling) pasien gagal ginjal kronik stadium 5 yang terdata di kumpulan data Indonesian Renal Registry tahun 2018.Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret-Juni 2020 dengan menggunakan data IRR tahun 2018. Berdasarkan data IRR 2018 jenis kelamin laki-laki merupakan pasien GGK terbanyak sebesar 57% (36.976) dan perempuan sebesar 43% (27.608). Determinan usia, kelompok usia ≤44 tahun sebanyak 26,04% dan kelompok usia ≥45 tahun merupakan yang terbanyak sebesar 73,96%. Berdasarkan diagnosa etiologi, hipertensi merupakan yang terbanyak dan menempati urutan pertama sebesar 36%, diikuti nefropati diabetik 28%, tidak diketahui 12%, glomerulopati primer 10%, lain-lain 5%, pielonefritis kronik 3%, nefropati obstruktif 3%, nefropati asam urat, ginjal polikistik, dan nefropati lupus masing-masing sebesar 1%. Kesimpulan kelompok usia ≥45 tahun, berjenis kelamin laki-laki, dan memiliki hipertensi merupakan determinan terbanyak pasien GGK di Indonesia tahun 2018.Kata Kunci : Gagal ginjal kronik stadium 5, Indonesian Renal Registry, penyakit gagal ginjal kronik,.
Efikasi dan Keamanan Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy (ESWL) tipe Piezoelektrik Pada Pasien Batu Ginjal Hadibrata, Exsa; Tjahjo, Mars Dwi; Fadli, Muhammada Yogi; Priyono, Angga Hendro
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 4, No 2 (2020): JK UNILA
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v4i2.2874

Abstract

Sejak diperkenalkan pada 1980-an, Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy (ESWL) telah menjadi standar prosedur rawat jalan non-invasif yang digunakan untuk tata laksana batu ginjal dan batu ureter proksimal. Keberhasilan ESWL diukur dalam hal fragmentasi batu dan stone free rate. Sedangkan ESWL dinilai gagal bila terjadi trauma pada parenkim ginjal yang tidak perlu akibat gelombang kejut dan terjadinya komplikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efikasi dan komplikasi daritindakan ESWL dengan tipe Piezoelektrik sebagai tata laksana pasien batu ginjal non-invasif di RSUD Abdul Moeloek. Penelitian ini merupakan studi prospektif analitik yang dilakukan sejak bulan Maret hingga Agustus 2019. Data mengenai stone free rate, jumlah dan intesitas gelombang kejut, residual fragment, tindakan tambahan pasca ESWL, dan komplikasi pasca ESWL diperoleh dari catatan medik pasien untuk dilakukan penilaian. Terdapat 100 subjek penelitian yang memenuhi kriteria inklusi. Rerata usia subjek 49,5 ± 12 tahun, laki- laki sebanyak 57 orang (57%) dan perempuan sebanyak 43 orang (43%). Sebanyak 77% subjek berhasil mencapai complete stone clearance pada prosedur pertama ESWL, sedangkan lainnya memerlukan prosedur tambahan untuk mencapai complete stone clearance. Lokasi batu menjadi variabel yang paling signifikan dalam menentukan complete stone clearance dengan p < 0,05. Hasil terbaik didapatkan pada subjek dengan ukuran batu < 2 cm dengan lokasi batu selain kaliks inferior. Komplikasi yang terjadi pada subjek penelitian antara lain demam (2%), nyeri pinggang (6%), nyeri suprapubik (1%), steintrase (1%) sedangkan pada 91% subjek tidak terjadi komplikasi setelah tindakan ESWL. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa tindakan ESWL memiliki efikasi yang baik dan komplikasi yang minimal. Kata Kunci: batu ginjal, efikasi, ESWL, stone free rate
Hubungan Pemberian ASI Eksklusif dengan Status Gizi Balita Suharmanto, Suharmanto
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 4, No 2 (2020): JK UNILA
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v4i2.2869

Abstract

Prevalensi balita stunting dari tahun 2005 hingga 2017 sebesar 36,4%. Indonesia menempati urutan ketiga sebagai negara dengan prevalensi stunting tertinggi di kawasan Asia Tenggara. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan pemberian ASI eksklusif dengan status gizi balita. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan cross-sectionale. Penelitian ini dilakukan di TK Bintang Ceria Kecamatan Jati Agung Lampung Selatan pada bulan Oktober-November 2019. Populasi dalam penelitian ini adalah semua balita di TK Bintang Ceria sebanyak 85 balita dengan teknik total sampling. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah status gizi balita, sedangkan variabel independen nya adalah pemberian ASI eksklusif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara pengambilan data primer dan data sekunder. Data sekunder mencakupcatatan data balita. Sedangkan data primer mencakup data pemberian ASI eksklusif. Pengumpulan data dilakukan dengan menimbang dan mengukur berat badan balita, serta membagikan kuesioner yang berisi pertanyaan tentang pemberian ASI eksklusif. Pengolahan data pada penelitian ini mencakup editing, coding dan entry data. Analisis data yang digunakan terdiri dari analisis univariat menggunakan persentase dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkanhubungan antara umur ibu dengan status gizi balita, terdapat hubungan antara pendidikan ibu dengan status gizi balita, terdapat hubungan antara pekerjaan ibu dengan status gizi balita, terdapat hubungan antara pemberian ASI eksklusif dengan status gizi balita. Keluarga perlu memperhatikan dan melakukan pemenuhan kebutuhan asupan gizi seimbang pada anak balita dengan memberikan dukungan dan perhatian lebih kepada balitanya.Kata kunci: ASI eksklusif, status gizi, balita
Total Recordable Injury and Incident Rate Winda Trijayanthi Utama
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 4, No 2 (2020): JK UNILA
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v4i2.2886

Abstract

Indonesia is a country that has a high level of industrial development. This can be seen by the rapid growth and spread of industry, both on a small, medium, and large scale. The more rapid the industry is of course directly proportional to the emergence of challenges and problems in the industrial world. One of the challenges and problems that arise is how to deal with work accidents in a company environment. One of the efforts that can be made by companies to reduce the number of work accidents is to calculate work accidents. Calculation work accidents are fundamental in the world of occupational safety and health because the main objective of occupational safety and health is the prevention of occupational accidents and diseases. Total Recordable Injury and Incident Rate is a mathematical calculation of the total recordable incidents (above "first aid") multiplied by the multiplier constant (200,000 or 1,000,000) divided by the number of employee hours worked. Types of accidents or incidents that can be recorded or recorded according to the TRIR formula are the first aid (Medical Treatment Cases, Restricted Workday and Transfer Activity Cases, Lost Workday Cases and Fatalities).Keywords: Total Recordable Injury, Incident Rate, Medical Treatment Cases, Restricted Workday and Transfer Activity Cases, Lost Workday Cases and Fatalities.
Pengaruh Nilai Neutrophil Lymphocyte Ratio (NLR) sebagai Prediktor Mortalitas pada Pasien Ulkus Diabetikum Iswandi Darwis
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 4, No 2 (2020): JK UNILA
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v4i2.2875

Abstract

Ulkus kaki diabetik adalah komplikasi kronik paling sering pada pasien DM. Kaki diabetik dapat menyebabkan kehilangan jaringan dan organ dikarenakan infeksi. Neutrophil Lymphocyte Ratio (NLR) merupakan marker potensial untuk menilai peradangan pada DM. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain retrospective cohort untuk mengetahui pengaruh nilai NLR sebagai prediktor mortalitas pasien ulkus diabetikum. Data diperoleh dari catatan rekam medikpasien dengan ulkus diabetikum di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung pada tahun 2017–2020. Untuk menentukan titik potong nilai NLR digunakan kurva receiver-operating characteristics (ROC). Subyek penelitian ini berjumlah 131 data rekam medis. Usia responden pada penelitian ini memiliki nilai median 53 (31-87) tahun. Responden laki-laki sebanyak 56 orang (42,8%) dan perempuan sebanyak 75 orang (57,2%). Responden menjalani perawatan di rumah sakit dengan median 10 (1-35)hari. Outcome responden adalah 113 (86,2%) hidup dan 18 meninggal (13,8%). Median pada hasil pemeriksaan hemoglobin adalah 9,3 (4,6-14,8) g/dl, leukosit adalah 17,7 (3,8-42,1) 10 /ml, dan NLR adalah9,44 (1-47,5). Nilai AUC yang diperoleh dari metode ROC sebesar 59,8% dengan nilai p=0,196. Kemudian didapatkan titik potong menunjukkan nilai NLR 11,92. Hasil uji chi-square menunjukkan p=0,118 dan nilai prediksi outcome meninggal adalah 2,017. Hasil ini dapat disimpulkani pasien dengan nilai NLR >11,92 memiliki kemungkinan meninggal akibat perburukan ulkus diabetikum sebesar 2,017 kali lebih besar dibandingkan pasien ulkus diabetikum dengan nilai NLR <11,92 namun secara statistiktidak bermakna.  Kata kunci: Mortalitas, Neutrophil Lymphocyte Ratio, Ulkus Diabetikum,
Hubungan Driving forces, Pressure, State, Exposures, health Effects, Action (DPSEEA) dalam Lingkup Health Impact Assessment (HIA) Winda Trijayanthi Utama
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 4, No 2 (2020): JK UNILA
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v4i2.2896

Abstract

The definition of Driving Forces, Pressure, State, Exposures, Health Effects, and Action (DPSEEA) is a framework that represents descriptively the way in which the various driving forces generate pressures that affect the state of human health and the environment, through the various exposure pathways where people come into contact with the environment. The DPSEEA framework is used to see the relationship between several factors affecting health and the environment more clearly. Actions taken can be implemented at several points in the framework and can take many forms, for example: development policies, health education, medication, control and measurement techniques. The relationship between DPSEEA in the Health Impact Assessment (HIA) is that DPSEEA displays various levels of action that can reduce these health impacts, then DPSEEA can be developed for most of the health risk factors and for the outcomes related to health itself. Keywords: Driving Forces, Pressure, State, Exposures, Health Effects, and Action; Health Impact Assessment
ubungan Kejadian Diabetes Mellitus dengan Derajat Penyakit Ginjal Kronik Berdasarkan Laju Filtrasi Gromerulus (LFG) Di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin Bandar Lampung Tahun 2016 Achmad Taruna; Hidayat Hidayat; Tessa Sjahriani; Yuni Anggraini Marek
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 4, No 2 (2020): JK UNILA
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v4i2.2870

Abstract

Diabetes Melitus (DM) adalah suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau keduanya. Bila kadar glukosa tinggi di dalam darah dan tidak diuraikan, glukosa dapat bertindak seperti racun. Glukosa dalam darah yang tidak dipakai akan menyebabkan kerusakan pada oragan lain, salah satunya nefron ginjal yang selanjutnya disebut nefropati diabetik. Pada sebagian penderita komplikasi ini akan berlanjut menjadi Penyakit Ginjal Kronik (PGK). PGK adalah suatu penyakit dimana fungsi organ ginjal mengalami penurunan hingga akhirnya tidak lagi mampu bekerja sama sekali dalam hal penyaringan pembuangan elektrolit tubuh, menjaga keseimbangan cairan dan zat kimia tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kejadian diabetes melitus dengan derajat penyakit ginjal kronik berdasarkan Laju Filtrasi Glomerulus (LFG) di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin Bandar Lampung Tahun 2015-2016. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian ini adalah penderita PGK. Data DM dan LFG diperoleh dari Rekam Medik. Uji statistic menggunakan uji korelasi Spearman dengan nilai kemaknaan p<0,05. Hasil penelitian menunjukkan responden PGK terbanyak berjenis kelamin laki-laki 53 orang (59,6%) dengan kelompok umur terbanyak 45-65 tahun (64,0%). Responden penderita PGK terbanyak pada derajat 4 yaitu 54 orang (60,7%) dengan penyebab terbanyak dalah DM sebanyak 63 orang (70,8%). Pada uji bivariate yang menyebutkan korelasi DM dengan derajat PGK berdasarkan LFG didapatkan nilai p = 0,000 r =-0,422. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara kejadian DM dengan derajat PGK berdasarkan LFG dengan arah korelasi positif dan kekuatan korelasi sedang.Kata Kunci: Diabetes melitus, Derajat Penyakit Ginjal Kronik, Laju Filtrasi Glomerulus
Systematic Cause Analysis Technique Winda Trijayanthi Utama
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 4, No 2 (2020): JK UNILA
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v4i2.2887

Abstract

Occupational safety and health are one of the basic rights for workers which is a component of human rights. Occupational Safety and Health aims to protect workers for their safety in doing work for the welfare of life and increase national production and productivity, to become the safety of everyone else in the workplace, and to maintain and use production sources safely and efficiently. In practice in the field, it turns out that there are still many workplaces and workers who tend to work environments, work activities or other factors related to work that are unsafe and can cause accidents or occupational diseases. Accidents are unexpected and unexpected events in which there is no planning element.Keywords: Total Recordable Injury, Incident Rate, Medical Treatment Cases, Restricted Workday and Transfer Activity Cases, Lost Workday Cases and Fatalities.
Hipertensi Dan Inflamasi: Sebuah Perspektif Ke Depan Untuk Target Terapi Baru Diano Ramadhan Fauzan; Nur Ayu Virginia Irawati; Muhammad Yogi Fadli
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 4, No 2 (2020): JK UNILA
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v4i2.2876

Abstract

pertensi adalah penyakit kronis yang diderita 1,13 miliar orang di seluruh dunia. Secara global, penyakit kardiovaskular menyebabkan 17 juta kematian setiap tahun dan 9,4 juta dari kematian tersebut adalah komplikasi hipertensi. Di Indonesia, jumlah hipertensi meningkat dari 25,8% menjadi 34,1% selama 5 tahun terakhir. 90% hipertensi adalah hipertensi primer. Penyebab pasti dari hipertensi primer masih belum sepenuhya diketahui. Tekanan darah tinggi pada sebagian besar individu berhasil diobati dengan obat-obatan yang ada, tetapi beberaparesisten terhadap pengobatan. Studi menghubungkan hipertensi dengan proses inflamasi. Meskipun target tekanan darah tercapai, pasien dengan hipertensi masih berisiko terkena penyakit kardiovaskular yang disebabkan oleh peradangan yang mendasarinya. Beberapa penelitian meyakini bahwa proses inflamasi mendahului terjadinya hipertensi. Proses inflamasi dikaitkan dengan respon imun bawaan dan adaptif, stres oksidatif dan sitokin proinflamasi. Sistem kekebalan tubuh merespon molekul endogen (di samping patogen eksogen) yang dilepaskanoleh sel-sel yang stres, rusak, atau nekrotik yang disebut DAMPS. Stres oksidatif dan sitokin yang diproduksi oleh sistem kekebalan tubuh juga memainkan peran utama dalam hipertensi. Penelitian telah dilakukan untuk menghambat faktor-faktor ini, yang mungkin berpotensi untuk target terapi baru. Peran sistem kekebalan tubuh dan inflamasi dalam terjadinya hipertensi adalah perspektif baru untuk mengatasi hipertensi.Kata kunci: Hipertensi, inflamasi,  sistem imun

Page 2 of 2 | Total Record : 20