cover
Contact Name
Arnold Christian Hendrik
Contact Email
arnold_hendrik@yahoo.cp.id
Phone
+6281339185757
Journal Mail Official
indigenousbiologiukaw@gmail.com
Editorial Address
Jalan adi sutjipto, Oesapa, Kupang
Location
Kota kupang,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
Indigenous Biologi
ISSN : 26144816     EISSN : 26569787     DOI : https://doi.org/10.33323/indigenous
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Indigenous Biologi (JIB) adalah jurnal menggunakan double blind peer review dan akses terbuka yang menerbitkan penelitian penting dan penting dari semua bidang bidang biosciences seperti keanekaragaman hayati, biosistematik, ekologi, fisiologi, perilaku, genetika dan bioteknologi. Meliputi semua bentuk kehidupan, mulai dari mikroba, jamur, tumbuhan, hewan, dan manusia, termasuk virus.
Articles 108 Documents
HASIL BELAJAR SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN NHT BERBANTUAN MEDIA FLIPBOOK DAN LKPD WORD SQUARE DI SMP NEGERI 1 UMALULU Ana Awa, Ana Rambu; Ina, Anita Tamu; Ndjoroemana, Yohana
INDIGENOUS BIOLOGI : JURNAL PENDIDIKAN DAN SAINS BIOLOGI Vol 8 No 2 (2025): INDIGENOUS BIOLOGI : JURNAL PENDIDIKAN DAN SAINS BIOLOGI
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Kristen Artha Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33323/indigenous.v8i2.730

Abstract

Media pempelajaran merupakan salah satu perangkat pendukung dan penentu hasil belajar. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat hasil belajar siswa di SMP N 1 Umalulu setelah diberi perlakuan model pembelajaran NHT berbantuan media flipbook serta LKPD word square. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Hasil penelitian menunjukan peningkatan hasil belajar yang signifikan setelah diterapkan model pendidikan NHT berbantuan media flipbook serta LKPD word square. Pada sesi prasiklus, 22,58% siswa yang mencapai nilai KKM. Pada siklus ke satu terjadi peningkatan menjadi 64,51%. Hasil belajar setelah siklus II, jumlah siswa yang tuntas mencapai 93,54%. Pada aspek psikomotorik, untuk prasiklus diperoleh data 32,26% siswa tuntas, siklus I meningkat menjadi 67,74% tuntas, dan untuk siklus ke 2 diperoleh persen ketuntasan hasil belajar 87,10%. Data ini menunjukan adanya pengaruh positif penerapan model pembelajaran NHT berbantuan media flipbook serta LKPD word square terhadap hasil belajar siswa dan aspek psikomotorik siswa.
BIODIVERSITAS TUMBUHAN MANGROVE ENDEMIK BERDASARKAN PERSPEKTIF SOSIAL BUDAYA MASYARAKAT DI WILAYAH PERBATASAN TIMOR BARAT Rupidara, Anggreini D. N.; Minggu, Angela M; Tisera, Wilson L; Nomleni, Fransina Th.
INDIGENOUS BIOLOGI : JURNAL PENDIDIKAN DAN SAINS BIOLOGI Vol 8 No 2 (2025): INDIGENOUS BIOLOGI : JURNAL PENDIDIKAN DAN SAINS BIOLOGI
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Kristen Artha Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33323/indigenous.v8i2.643

Abstract

Mangrove merupakan ekosistem yang memiliki fungsi ekologi, ekonomi dan biologi. Spesies mangrove yang umum ditemukan adalah Api-api (Avicenia sp.), Bakau (Rhizopora sp.), Ceriops tagal, Bruguiera sp. Sonneratia sp. dan spesies yang berasosiasi dengan mangrove seperti Nypha. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi mengenai keanekaragaman jenis dan potensi pemanfaatan tumbuhan endemik mangrove dari kawasan Cagar Alam Maubesi, Kabupaten Malaka. Pengumpulan data primer dalam penelitian ini menggunakan metode survei dan jelajah untuk mengidentifikasi jenis-jenis mangrove. Data demografi pemanfaatan mangrove diperoleh dengan menggunakan metode wawancara semi terstruktur, kemudian dikonversikan ke dalam nilai ekonomi masyarakat. Tumbuhan mangrove yang ditemukan di Desa Alas Selatan, Litamali dan Umatoos, Kecamatan Kobalima Timur, Kabupaten Malaka sebanyak 4 famili dan 7 spesies yaitu Rhizophora apiculata (Bi), Rhizophora mucronata (Lmk), Ceriops tagal (Perr) dan Brugueira parviflora (Roxb) (F. Rhizophoraceae), Avicennia alba (F. Avicenniaceae), Acanthus ilicifolius (F. Acanthaceae) dan Xylocarpus granatum (Koen) (F. Meliaceae). Pemanfaatan tumbuhan mangrove yang bernilai ekonomis berupa bahan bangunan, kayu bakar dan arang. Nilai jual per bulan berkisar antara Rp 500.000, hingga Rp 1.000.000.
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN KOMBINASI EKSTRAK KUNYIT (Curcuma longa) DAN GINSENG (Panax ginseng) SEBAGAI BAHAN MINUMAN HERBAL ALAMI Padmiswari, Anak Agung Istri Mas; Wulansari, Nadya Treesna; Harditya, Kadek Buja
INDIGENOUS BIOLOGI : JURNAL PENDIDIKAN DAN SAINS BIOLOGI Vol 8 No 2 (2025): INDIGENOUS BIOLOGI : JURNAL PENDIDIKAN DAN SAINS BIOLOGI
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Kristen Artha Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33323/indigenous.v8i2.733

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya paparan radikal bebas yang memicu stres oksidatif dan penyakit degenerative akibat faktor lingkungan dan makanan. Kunyit (Curcuma longa) dan ginseng (Panax ginseng) diketahui memiliki aktivitas antioksidan, namun informasi mengenai efektivitas kombinasinya dalam bentuk minuman herbal masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi aktivitas antioksidan kombinasi ekstrak kunyit dan ginseng menggunakan metode DPPH. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen skala laboratorium. Desain penelitian ini adalah rancangan acak lengkap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak tunggal kunyit dan ginseng memiliki aktivitas antioksidan sedang dengan IC₅₀ masing-masing 76,40 µg/mL dan 82,75 µg/mL. Kombinasi ekstrak memberikan aktivitas lebih tinggi, terutama rasio 1:1 dengan IC₅₀ 43,25 µg/mL, yang tergolong sangat kuat dan berbeda nyata (p < 0,05) dibanding perlakuan lain. Kesimpulannya, kombinasi kunyit–ginseng, khususnya rasio 1:1, menunjukkan efek sinergis dan berpotensi dikembangkan sebagai bahan aktif minuman herbal fungsional.
OPTIMALISASI PANGAN MASYARAKAT TIMOR LOROSA’E MELALUI PROPORSI TEPUNG TERIGU DAN TAPIOKA SEBAGAI STIK SUSU Calestino M Pereira; Mateus Salvador
INDIGENOUS BIOLOGI : JURNAL PENDIDIKAN DAN SAINS BIOLOGI Vol 8 No 3 (2025): INDIGENOUS BIOLOGI : JURNAL PENDIDIKAN DAN SAINS BIOLOGI
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Kristen Artha Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33323/indigenous.v8i3.684

Abstract

Ketahanan pangan merupakan salah satu elemen penting dalam suatu negara. Pemanfaatan pangan lokal untuk menunjang kebutuhan makanan salah satu kunci penting yang perlu dikembangkan. Dalam kajian ini peneliti melakukan pembuatan stik susu berbahan dasar tepung terigu dan tepung tapioka. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL). Proporsi tepung terigu dan tapioka yang digunakan adalah A1 (70%:30%), A2 (60%:40%), A3 (50%:50%), A4 (40%:60%) dan A5 (30%:70%). Parameter kimia yang diamati meliputi kadar air, kadar abu, kadar protein, sedangkan uji organoleptik meliputi rasa, warna, aroma dan kerenyahan. Hasil penelitian menunjukan bahwa stik susu dengan parameter kimia yang nilainya tinggi adalah perlakuan A4 (40%:60%) dengan nilai 0,8133. Untuk parameter organoleptik, data menunjukan bahwa perlakuan yang mendapat respon positif dari panelis adalah perlakuan A4 (40%;60%) dengan nilai 0,896. Data analisis kelayakan usaha stik susu dengan BEP sebesar 6.183.33 unit atau $. 1.613,04 dan RCR = 1,27.
PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TERUNG (Solanum melongena) PADA MEDIA POLYBAG DENGAN PERBEDAAN DOSIS PEMBERIAN NASA PUPUK ORGANIK CAIR Nimrot E. M. Neonufa; Stefanus M. Kuang
INDIGENOUS BIOLOGI : JURNAL PENDIDIKAN DAN SAINS BIOLOGI Vol 8 No 3 (2025): INDIGENOUS BIOLOGI : JURNAL PENDIDIKAN DAN SAINS BIOLOGI
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Kristen Artha Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33323/indigenous.v8i3.738

Abstract

Pupuk organik cair (POC) merupakan larutan dari hasil fermentasi/pembusukan bahan organik yang berasal dari sisa tanaman, limbah agroindustri, kotoran hewan, dan kotoran manusia. Pupuk organik cair mengandung nitrogen yang merupakan komponen utama klorofil, protein, asam amino, dan enzim. Pemanfaatan pupuk organik cair untuk budidaya tanaman hortikultura sangat bermanfaat karena memacu pertumbuhan dan perkembangan serta produksi tanaman. Penelitian ini telah dilaksanakan di RT. 052/RW. 009 Kelurahan Liliba. Desain penelitian ini adalah faktorial tunggal yang berdasarkan pemberian NASA pupuk organik cair dengan dosis yang berbeda. Perlakuan diperuntukan untuk tanaman yang berumur 14 HST, 28 HST dan 38 HST. Dengan masing-masing 2 dan 4 g serta diulang sebanyak 3 kali. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Anova pada taraf uji 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pertumbuhan vegetatif untuk variabel tinggi tanaman dan jumlah percabangan tidak berbeda. Pemberian NASA pupuk organik cair memberikan pengaruh nyata terhadap berat buah, jumlah bunga dan jumlah buah tanaman terung (Solanum melongena).Tumbuh, Produksi, NASA POC, Terung
KARAKTERISASI FERMENTATIF 22 ISOLAT ACTINOMYCETES RHIZOSFER SEBAGAI PROBIOTIK TERNAK MULTIENZIM POTENSIAL Stormy Vertygo; Dedy Dorens Mesak; Hendrikus Saputra Landur; Gadis Kartika Pratiwi; Aisyah Nurdianingsih P. A.
INDIGENOUS BIOLOGI : JURNAL PENDIDIKAN DAN SAINS BIOLOGI Vol 8 No 3 (2025): INDIGENOUS BIOLOGI : JURNAL PENDIDIKAN DAN SAINS BIOLOGI
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Kristen Artha Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33323/indigenous.v8i3.748

Abstract

Actinomycetes memiliki potensi tinggi sebagai probiotik multienzim karena kemampuannya menghasilkan berbagai enzim pencernaan. Aktivitas fermentatif penting untuk menilai kemampuan isolat dalam memfermentasi karbohidrat serta menghasilkan produk asam dan gas. Penelitian ini bertujuan mengkarakterisasi sifat fermentatif 22 isolat actinomycetes dari rizosfer tanaman di daerah Kupang. Metode yang digunakan melibatkan uji fermentasi menggunakan media Phenol Red Broth mengandung dekstrosa (glukosa), maltosa, fruktosa, dan laktosa. Media diinkubasi dengan tabung Durham untuk mendeteksi produksi gas, sedangkan perubahan warna media mengindikasikan produksi asam. Hasil menunjukkan bahwa seluruh isolat mampu memfermentasi dekstrosa, maltosa, dan fruktosa dengan reaksi fermentasi positif yang dominan. Hanya empat isolat yang menunjukkan fermentasi positif terhadap laktosa. Tiga isolat menghasilkan gas selama proses fermentasi. Temuan ini mengindikasikan bahwa sebagian besar isolat actinomycetes mengikuti jalur fermentasi homofermentatif (Embden–Meyerhof–Parnas), ditandai dengan produksi asam tanpa atau dengan sedikit gas. Namun, adanya isolat penghasil gas menunjukkan potensi jalur heterofermentatif pada beberapa isolat. Kesimpulannya, sebagian besar isolat Actinomycetes Rhizosfer hasil isolasi menunjukkan karakter homofermentatif sehingga menghasilkan asam dari karbohidrat sederhana, sedangkan sebagian kecil menunjukkan karakter heterofermentatif. Sifat fermentatif ini mendukung potensi isolat sebagai kandidat probiotik ternak multienzim yang dapat meningkatkan pencernaan karbohidrat dalam sistem pencernaan ternak. Kata kunci: Actinomycetes Rhizosfer; probiotik multienzim; fermentasi karbohidrat; heterofermentatif; homofermentatif.
ETNOSAINS MAKANAN KHAS WOLAPPA MASYARAKAT DESA DELO, KABUPATEN SABU RAIJUA SEBAGAI SUMBER BELAJAR BIOLOGI Theodora Sarlota Manu; Agnes Kadja; Yanti Daud
INDIGENOUS BIOLOGI : JURNAL PENDIDIKAN DAN SAINS BIOLOGI Vol 8 No 3 (2025): INDIGENOUS BIOLOGI : JURNAL PENDIDIKAN DAN SAINS BIOLOGI
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Kristen Artha Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33323/indigenous.v8i3.776

Abstract

Wolappa adalah sebuah makanan khas dari Pulau Sabu Raijua di Nusa Tenggara Timur, yang makanannya berbahan dasar tepung beras dan gula sabu dan cara kemasnya dengan dilipat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses pembuatan makanan khas Wolappa masyarakat Sabu Raijua dan untuk mengetahui hubungan antara makanan khas Wolappa masyarakat Sabu Raijua dengan sumber belajar Biologi. Penelitian ini dilakukan di Desa Delo, Kabupaten Sabu Raijua dan SMAN 1 Sabu Tengah dengan menggunakan Mixed Methods, yaitu penggabungan metode penelitian kualitatif dan metode penelitian kuantitatif untuk mendapatkan keabsahan data mengenai gambaran potensi etnosains makanan khas Wolappa masyarakat Sabu Raijua Pada Materi Ajar Biologi. Data kualitatif akan diperoleh dengan melakukan wawancara, obervasi partisiptif dan dokumentasi sedangkan Data kuantitatif akan diperoleh dari hasil penyebaran angket guru kepada guru biologi di SMAN 1 Sabu Tengah dan diperoleh data hasil penelitian terkait Proses pembuatan makanan khas Wolappa masyarakat Sabu Raijua dengan langkah-langkah mengelolanya sebagai berikut ; 1). Siapkan alat dan bahan 2). Cuci dan Rendam beras selama 1 jam, 3). Tumbuk beras yang telah direndam, 4). Ayak beras, 5). Campurkan tepung beras dengan gula sabu, 6). Aduk hingga merata sampai semua bahan tersebut padat dan menggumpal membentuk adonan, 7). Kemudian bentuk adonan di atas talenan, 8). Bungkus adonan dengan daun kelapa lalu dan ikat menggunakan daun lontar, 9). Rebus Wolappa selama 2 jam, 10). Angkat, tiriskan kemudian gantung atau jemur. Serta hasil penelitian juga menunjukan terdapat hubungan antara makanan khas Wolappa masyarakat Sabu Raijua dengan sumber belajar Biologi dalam proses pembuatannya, yaitu terdapat hubungan konsep-konsep Biologi seperti transpor membran (difusi dan osmosis), metabolisme, jaringan tumbuhan, keanekaragaman hayati, ekologi, Biokimia (Denaturasi Protein dan Gelatinisasi Pati), mikrobiologi dan bioteknologi
ANALISIS INDEKS KEANEKARAGAMAN (SHANNON-WIENER) BURUNG DI KAWASAN KAMPUS UNIVERSITAS SAN PEDRO Mery Fahik; Ewinda I Feni
INDIGENOUS BIOLOGI : JURNAL PENDIDIKAN DAN SAINS BIOLOGI Vol 8 No 3 (2025): INDIGENOUS BIOLOGI : JURNAL PENDIDIKAN DAN SAINS BIOLOGI
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Kristen Artha Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33323/indigenous.v8i3.777

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keanekaragaman jenis burung pada kawasan kampus Universitas San Pedro serta mengidentifikasi faktor lingkungan yang memengaruhi struktur komunitas avifauna. Penelitian dilakukan pada empat stasiun pengamatan, yaitu area vegetasi padat, taman kampus dan ruang terbuka hijau, area terbuka, serta area terbangun. Metode yang digunakan adalah metode titik hitung (point count) dengan pengamatan langsung pada pagi dan sore hari. Analisis data dilakukan menggunakan indeks keanekaragaman Shannon-Wiener (H’), indeks keseragaman (E), dan indeks dominansi Simpson (C). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 10 spesies burung yang tergolong dalam beberapa famili, yaitu Passeridae, Apodidae, Pycnonotidae, Columbidae, Estrildidae, Meliphagidae dan Muscicapidae. Nilai indeks keanekaragaman berkisar antara 1,29–2,22 dengan rata-rata sebesar 1,84 yang tergolong kategori sedang. Nilai keseragaman berkisar antara 0,56–0,97 dengan rata-rata 0,80, sedangkan nilai dominansi berkisar antara 0,12–0,44 dengan rata-rata 0,21. Habitat vegetasi padat memiliki tingkat keanekaragaman tertinggi, sedangkan area terbangun menunjukkan dominansi spesies urban-adaptif yang lebih tinggi. Faktor lingkungan seperti kompleksitas vegetasi, ketersediaan sumber pakan, dan tingkat gangguan manusia berpengaruh terhadap keberadaan komunitas burung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan kampus masih memiliki potensi ekologis sebagai habitat avifauna dan mendukung pengembangan konsep green campus berbasis konservasi biodiversitas.

Page 11 of 11 | Total Record : 108