cover
Contact Name
Hanif Maulaniam Sholah
Contact Email
hanif@alqolam.ac.id
Phone
+6285755597533
Journal Mail Official
hanif@alqolam.ac.id
Editorial Address
Raya Putat Lor Street Gondanglegi Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Tinta: Jurnal Ilmu Keguruan dan Pendidikan
Published by Universitas Al-Qolam
ISSN : 26570416     EISSN : 2656505X     DOI : https://doi.org/10.35897/jurnaltinta.v1i1
This Journal covers the area of Teaching learning in Indonesia and the science of Teaching Learning at educational system in such areas of teaching science, teaching social knowledge, teaching language, teaching religion, teaching culture and teaching technology and publishes articles biannually in March and September. The focus of this journal cover on the following scope: theory of education, curriculum of education, history of education, management of education, psycology of education and antropology of education.
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 2 (2019): Jurnal Tinta" : 14 Documents clear
Penerapan Metode Tilawati Dalam Pembelajaran AL-Qur’an Di TPQ Al Ishlah Majangtengah Dampit Malang Sugeng; Hanif Maulaniam Sholah
Jurnal Tinta Vol. 1 No. 2 (2019): Jurnal Tinta
Publisher : Institute Agama Islam Al-Qolam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35897/jurnaltinta.v1i2.191

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perencanaan metode tilawati dalam pembelajaran Al-Qur’an di TPQ Al Ishlah Majangtengah Dampit Malang. Selain itu, juga bertujuan untuk mengetahui penerapan metode tilawati dalam pembelajaran Al-Qur’an di TPQ Al Ishlah Majangtengah Dampit Malang. Juga untuk mengetahui faktor penghambat dan pendukung penerapan metode tilawati dalam pembelajaran Al-Qur’an di TPQ Al Ishlah Majangtengah Dampit. Untuk mempermudah penelitian tentang Penerapan Metode Tilawati Dalam Pembelajaran Al-Qur’an di TPQ Al Ishlah Majangtengah Dampit Malang, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data yang dilakukan menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa: Yang pertama, perencanaan dalam pembelajaran Al-Qur’an yaitu dengan memilih penerapan metode tilawati, menguasai teori, materi dan mempersiapkan perlengkapan mengajar. Kedua, Penerapan metode tilawati dilakukan dengan menggunakan teknik klasikal secara bersamaan antara guru dan peserta didik serta baca simak secara individual antara guru dan peserta didik, penerapan posisi tempat duduk berbentuk “U” untuk mempermudah mengontrol keadaan peserta didik saat pembelajaran berlangsung, dan yang terakhir adalah evaluasi atau munaqosyah untuk mengetahui seberapa kemampuan peserta didik dengan cara guru memberi penilaian saat kegiatan baca simak individual. Ketiga, yang menjadi faktor penghambat dan pendukung metode tilawati berasal dari peserta didik itu sendiri, pengajar atau guru dan juga lingkungan.
Lembaga Pendidikan Islam Dalam Telaah Lingkungan Strategik Muhamad Khoirul Umam
Jurnal Tinta Vol. 1 No. 2 (2019): Jurnal Tinta
Publisher : Institute Agama Islam Al-Qolam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35897/jurnaltinta.v1i2.196

Abstract

Lingkungan lembaga pendidikan pada dekade terakhir ini dihadapkan pada berbagai perubahan, gejolak dan kemajuan yang sering kali sulit diprediksi baik karena pergolakan maupun karena ketidakpastian yang dialami, untuk itu diperlukan antisipasi dini terhadap perubahan lingkungan. Tujuan penelititan ini menganilisis bagaimana menghadapi perubahan dan ketidakpastian lingkungan lembaga pendidikan mau tidak mau (inevitable) harus melakukan tiga hal sebagai berikut: 1) Berfikir strategis yang tidak pernah dilakukan sebelumnya, 2) Menerjemahkan inputnya untuk strategi yang efektif guna menanggulangi lingkungannya yang telah berubah, 3) Mengembangkan alasan yang diperlukan untuk meletakan landasan bagi pemakaian dan pelaksanaan strateginya. Sehingga memunculkan pertanyaan penelitian bagaimana pengenalan lingkungan strategik, telaah lingkungan strategik, tujuan dan peran telaah lingkungan strategik, model analisis lingkungan strategik di wilayah pendidikan Islam. Hasil penelitian ini menejelaskan Analisa TOWS Matrix lebih memastikan kita dapat memperhitungkan dan memanfaatkan dengan baik setiap peluang di luar untuk peningkatan bisnis. Di saat bersamaan kita juga dapat mengetahui dan memanfaatkan potensi internal. Dengan menganalisa eksternal tersebut (TOWS Matrix) kita juga mampu mengantisipasi tantangan dari setiap perubahan eksternal, bahkan mengubahnya (tantangan) menjadi peluang baru
Model Transformasi Pendidikan Pesantren; Dari Relegiusitas Lokal Menuju Idealitas Global (Telaah Pengembangan Kurikulum di Pondok Pesantren Annuqayah Sumenep Madura) Ach. Rofiq
Jurnal Tinta Vol. 1 No. 2 (2019): Jurnal Tinta
Publisher : Institute Agama Islam Al-Qolam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35897/jurnaltinta.v1i2.198

Abstract

Perkembangan pendidikan Islam akhir-akhir ini menjadi sesuatu yang niscaya sebagai bentuk strategi sustainabilitas di tengah tuntutan situasi global yang terus berkembang, termasuk pendidikan pondok pesantren sebagai basis pendidikan masyarakat pedesaan. Pesantren secara tidak langsung tertuntut ikut merespon perkembangan tersebut dalam bentuk terus mengupayakan perubahan sistemik dan manajerial, terutama dalam hal manajemen kurikulumnya. Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk Sumenep Madura merupakan salah satu pondok pesantren yang responsif dan partisipatif terhadap perkembangan global. termasuk pengembangan kurikulum sebagai instrument vital (core instrument) sustainabilitas dan progresefitasnya di era yang terus berkembang. Artikel ini merupakan hasil penelitian lapangan (field research) tentang bagaimana proses transformasi pendidikan yang dilakukan di Pondok Pesantren Annuqayah, khususnya dalam aspek kurikulum, dengan pendekatan kualitatif perspektif manajemen pengembangan kurikulum Hilda Taba, dengan teknik analisis Analisis Eksploratif. Dari penelitian tersebut dapat ditemukan bahwa model pengembangan kurikulum di Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk Sumenep Madura di dalakukan dengan cara identifikasi pengembangannya, yaitu prinsip fleksibilitas, kontinuitas, dan prinsip efisiensi, dengan model pengembangan struktur kurikulum, yaitu pemisahan kurikulum agama sebagai kurikulum lokal (separated curriculum), menyatukan materi pelajaran yang berkaitan satu sama lain (broad field curriculum), dan mensistematisasikan materi-materi yang berbeda dan memiliki keterkaitan (integrated curriculum) dengan tetap berbasis pada nilai-nilai pesantren, sehingga dengan model pengembangan ini, santri PP. Annuqayah bisa menjadi sosok yang memiliki kompentensi global dengan tetap berlandaskan pada nilai-nilai lokal pesantren.
Pemanfaatan Situs Sejarah Candi Jabung Sebagai Sumber Belajar Untuk Meningkatkan Berpikir Kritis Mahasiswa IPS Siti Nurul Hidayah
Jurnal Tinta Vol. 1 No. 2 (2019): Jurnal Tinta
Publisher : Institute Agama Islam Al-Qolam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35897/jurnaltinta.v1i2.199

Abstract

This study aims to obtain an overview of the utilization of the historical temple site of Jabung to improve the critical thinking of social science students at the Islamic Institute of Islamic Sciences Zainul Hasan Genggong Probolinggo. The research method used is mixed methods, in which the form of this study combines two approaches namely qualitative and quantitative, this study uses data collection techniques of observation, interviews and tests. The results of data analysis from this study indicate that T count is -9.439 and T table is 1.742 which means that T count is greater than T table (-9.439>1.742) which means that the utilization of the temple history site as a source of learning can improve the critical thinking of IPS students , the results of this study can also be seen from the results of the tests between pretest and posttest, the test results showed that the average score of pretest was 72.00%, while the average score in the post test was 87.05%. The results of the pretest towards posttets increased by 15.05%. Based on the results of the analysis of the data, it can be concluded that in this study the utilization of the historical sites of Candi Jabung as an effective learning resource can improve the critical thinking of social science students.
Meningkatkan Keterampilan Menulis Hasil Observasi Menggunakan Teknik Pohon Faktor Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di Kelas X SMA Nu Al Fudloli Ganjaran Gondanglegi Malang Tahun Pelajaran 2018/2019 M. Mujtaba; Yusron Yusuf
Jurnal Tinta Vol. 1 No. 2 (2019): Jurnal Tinta
Publisher : Institute Agama Islam Al-Qolam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35897/jurnaltinta.v1i2.200

Abstract

Writing is one of the language skills used to communicate indirectly. Writing skills cannot come automatically without regular practice. Based on observation, writing is a difficult activity for some students. This can be seen in the learning activities of writing observations in class X of Al Fudloli NU high school which is still lacking. The use of the factor tree technique is one technique whose implementation is the same as the spider web technique. The technique is only to write the main ideas or keywords to be developed into written observations in the form of paragraphs. The application of this technique begins with dividing groups, assigning each group to make observations outside the classroom, and developing the results in the classroom. The purpose of this research are: (1) describe the results of writing observations of class X students of Al Fudloli NU High School, (2) describe the application of factor tree learning techniques in writing observations, and (3) describe student learning outcomes in writing observations using factor tree techniques in Indonesian subjects in class X of Al Fudloli NU High School. Based on the results of this class action research it can be concluded: (1) pre-cycle there are 5 students who get grades in accordance with KKM and 15 students get grades below KKM or only 25% are in accordance with KKM and 75% who are under KKM, (2) the application of the factor tree technique that is by looking for the main ideas first then finding derivatives or sub-subjects that are in the shade of the main ideas, then developing the main ideas and sub-topics into sentences and combining them into paragraphs, (3) The results in the first cycle increased in value from 20 students 12 students got grades in accordance with KKM and 8 students were still below KKM. Thus it can be concluded that the writing skills of the results of initial observations of class X students have increased by 35%, initially only 25% of students who were in accordance with KKM. In the first cycle there are 60% of students who are in accordance with KKM, with an average grade of 69.5. The results of the second cycle increased in value from 20 students to 20 students got grades in accordance with KKM. Thus it can be concluded that writing skills from the observations of class X students have increased by 40%, initially only 60% of students were in accordance with KKM on the first cycle, and there were 100% of students who were in accordance with KKM in the second cycle with an average grade 84.25. Thus the application of the factor tree technique can improve writing skills of students' observations.
Lingkungan Sebagai Media Pendidikan Karakter Siswa di SD Islam Al-Huda Genteng Banyuwangi Ansari
Jurnal Tinta Vol. 1 No. 2 (2019): Jurnal Tinta
Publisher : Institute Agama Islam Al-Qolam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35897/jurnaltinta.v1i2.203

Abstract

Lingkungan salah satu media belajar siswa sehingga memiliki nilai-nilai berharga dalam proses pendidikan. Lingkungan sebagai sumber pembelajaran siswa dalam belajar dengan mengambil bahan belajar dari lingkungan, maka kecakapan dan kepandaian siswa dapat dipraktikkan dalam kehidupan bermasyarakat. Salah satu media yang dapat digunakan lingkungan yang ada, seperti yang telah diterapkan di SD Islam Al-Huda Genteng Banyuwangi. Penelitian ini dilakukan di SD Islam Al-Huda Genteng Banyuwangi. Metode penelitian yang digunakan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang terkumpul berupa kata-kata dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa ada dua jenis lingkungan yang dapat membentuk pendidikan karakter, yaitu lingkungan alam dan lingkungan sosial. Lingkungan alam digunakan sebagai media pembentuk pendidikan karakter siswa melalui kegiatan Ekstrakurikuler, sedangkan lingkungan sosial melalui kegiatan Kewirausahaan. Perencanaan kegiatan Ekstrakurikuler dilakukan secara bersama dengan seluruh pendidik, sedangkan perencanaan Kewirausahaan dilakukan melalui rapat mingguan bersama guru di sekolah. Hasil pendidikan karakter yang dapat diperoleh dari lingkungan alam melalui kegiatan Ekstrakurikuler adalah disiplin, cinta alam, komunikatif dan bersyukur. Sedangkan pendidikan karakter yang diperoleh dari lingkungan sebagai media melalui kegiatan Kewirausahaan adalah percaya diri, kreatif, dan jujur.
Kompetensi Pedagogik Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Mengelola Proses Pembelajaran di SD Negeri Bulupitu Kecamatan Gondanglegi Kabupaten Malang Mudhofar
Jurnal Tinta Vol. 1 No. 2 (2019): Jurnal Tinta
Publisher : Institute Agama Islam Al-Qolam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35897/jurnaltinta.v1i2.205

Abstract

Kebutuhan Pedagogik bagi Guru adalah diantaranya Guru bisa memahami karakter siswanya, guru memahami latar belakang siswanya baik dari segi kondisi ekonomi orang tuanya maupun lingkungan, guru bisa memahami dan mampu mendesain dan merencanakan pembelajaran, guru mampu dan mengusai mengajar dengan bermacam-macam model dan metode pembelajaran sehingga cara mengajar tidak monoton, guru mampu sebagai motivator, insprirator dan menjadi guru yang kreatif dan inovatif. Disebut guru yang professional adalah guru yang mempunyai empat komptensi, salah satunya adalah kompetensi pedagogik sehingga kompetensi pedagogik penting dalam penerimaan guru baru. Focus penelitian dalam kompetensi pedagogik ini ditekankan pada: 1) bagaimana kompetensi pedagogic 2) faktor pendukung dan penghambat guru dalam mengelola proses pembelajaran dan 3) bagaimana upaya guru tersebut. Dengan menggunakan metode kualitatif kompetensi pedagogik bertujuan untuk mengetahui Kompetensi Pedagogig Guru Pendidikan Agama Islam Serta faktor pendukung dan penghambat, juga mendeskripsikan upaya guru dalam mengatasi suatu hambatan. Berdasarkan data dari hasil wawancara, observasi, dan studi dokumentasi dapat disimpulkan oleh peneliti bahwa kompetensi pedagogik guru PAI sudah terlaksana dengan baik.
Penerapan Metode Tilawati Dalam Pembelajaran AL-Qur’an Di TPQ Al Ishlah Majangtengah Dampit Malang Sugeng; Hanif Maulaniam Sholah
Jurnal Tinta Vol. 1 No. 2 (2019): Jurnal Tinta
Publisher : Institute Agama Islam Al-Qolam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35897/jurnaltinta.v1i2.191

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perencanaan metode tilawati dalam pembelajaran Al-Qur’an di TPQ Al Ishlah Majangtengah Dampit Malang. Selain itu, juga bertujuan untuk mengetahui penerapan metode tilawati dalam pembelajaran Al-Qur’an di TPQ Al Ishlah Majangtengah Dampit Malang. Juga untuk mengetahui faktor penghambat dan pendukung penerapan metode tilawati dalam pembelajaran Al-Qur’an di TPQ Al Ishlah Majangtengah Dampit. Untuk mempermudah penelitian tentang Penerapan Metode Tilawati Dalam Pembelajaran Al-Qur’an di TPQ Al Ishlah Majangtengah Dampit Malang, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data yang dilakukan menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa: Yang pertama, perencanaan dalam pembelajaran Al-Qur’an yaitu dengan memilih penerapan metode tilawati, menguasai teori, materi dan mempersiapkan perlengkapan mengajar. Kedua, Penerapan metode tilawati dilakukan dengan menggunakan teknik klasikal secara bersamaan antara guru dan peserta didik serta baca simak secara individual antara guru dan peserta didik, penerapan posisi tempat duduk berbentuk “U” untuk mempermudah mengontrol keadaan peserta didik saat pembelajaran berlangsung, dan yang terakhir adalah evaluasi atau munaqosyah untuk mengetahui seberapa kemampuan peserta didik dengan cara guru memberi penilaian saat kegiatan baca simak individual. Ketiga, yang menjadi faktor penghambat dan pendukung metode tilawati berasal dari peserta didik itu sendiri, pengajar atau guru dan juga lingkungan.
Lembaga Pendidikan Islam Dalam Telaah Lingkungan Strategik Muhamad Khoirul Umam
Jurnal Tinta Vol. 1 No. 2 (2019): Jurnal Tinta
Publisher : Institute Agama Islam Al-Qolam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35897/jurnaltinta.v1i2.196

Abstract

Lingkungan lembaga pendidikan pada dekade terakhir ini dihadapkan pada berbagai perubahan, gejolak dan kemajuan yang sering kali sulit diprediksi baik karena pergolakan maupun karena ketidakpastian yang dialami, untuk itu diperlukan antisipasi dini terhadap perubahan lingkungan. Tujuan penelititan ini menganilisis bagaimana menghadapi perubahan dan ketidakpastian lingkungan lembaga pendidikan mau tidak mau (inevitable) harus melakukan tiga hal sebagai berikut: 1) Berfikir strategis yang tidak pernah dilakukan sebelumnya, 2) Menerjemahkan inputnya untuk strategi yang efektif guna menanggulangi lingkungannya yang telah berubah, 3) Mengembangkan alasan yang diperlukan untuk meletakan landasan bagi pemakaian dan pelaksanaan strateginya. Sehingga memunculkan pertanyaan penelitian bagaimana pengenalan lingkungan strategik, telaah lingkungan strategik, tujuan dan peran telaah lingkungan strategik, model analisis lingkungan strategik di wilayah pendidikan Islam. Hasil penelitian ini menejelaskan Analisa TOWS Matrix lebih memastikan kita dapat memperhitungkan dan memanfaatkan dengan baik setiap peluang di luar untuk peningkatan bisnis. Di saat bersamaan kita juga dapat mengetahui dan memanfaatkan potensi internal. Dengan menganalisa eksternal tersebut (TOWS Matrix) kita juga mampu mengantisipasi tantangan dari setiap perubahan eksternal, bahkan mengubahnya (tantangan) menjadi peluang baru
Model Transformasi Pendidikan Pesantren; Dari Relegiusitas Lokal Menuju Idealitas Global (Telaah Pengembangan Kurikulum di Pondok Pesantren Annuqayah Sumenep Madura) Ach. Rofiq
Jurnal Tinta Vol. 1 No. 2 (2019): Jurnal Tinta
Publisher : Institute Agama Islam Al-Qolam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35897/jurnaltinta.v1i2.198

Abstract

Perkembangan pendidikan Islam akhir-akhir ini menjadi sesuatu yang niscaya sebagai bentuk strategi sustainabilitas di tengah tuntutan situasi global yang terus berkembang, termasuk pendidikan pondok pesantren sebagai basis pendidikan masyarakat pedesaan. Pesantren secara tidak langsung tertuntut ikut merespon perkembangan tersebut dalam bentuk terus mengupayakan perubahan sistemik dan manajerial, terutama dalam hal manajemen kurikulumnya. Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk Sumenep Madura merupakan salah satu pondok pesantren yang responsif dan partisipatif terhadap perkembangan global. termasuk pengembangan kurikulum sebagai instrument vital (core instrument) sustainabilitas dan progresefitasnya di era yang terus berkembang. Artikel ini merupakan hasil penelitian lapangan (field research) tentang bagaimana proses transformasi pendidikan yang dilakukan di Pondok Pesantren Annuqayah, khususnya dalam aspek kurikulum, dengan pendekatan kualitatif perspektif manajemen pengembangan kurikulum Hilda Taba, dengan teknik analisis Analisis Eksploratif. Dari penelitian tersebut dapat ditemukan bahwa model pengembangan kurikulum di Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk Sumenep Madura di dalakukan dengan cara identifikasi pengembangannya, yaitu prinsip fleksibilitas, kontinuitas, dan prinsip efisiensi, dengan model pengembangan struktur kurikulum, yaitu pemisahan kurikulum agama sebagai kurikulum lokal (separated curriculum), menyatukan materi pelajaran yang berkaitan satu sama lain (broad field curriculum), dan mensistematisasikan materi-materi yang berbeda dan memiliki keterkaitan (integrated curriculum) dengan tetap berbasis pada nilai-nilai pesantren, sehingga dengan model pengembangan ini, santri PP. Annuqayah bisa menjadi sosok yang memiliki kompentensi global dengan tetap berlandaskan pada nilai-nilai lokal pesantren.

Page 1 of 2 | Total Record : 14