PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan
PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan is a journal that publishes research results from the health field. This journal can publish research articles from various fields of health. However, the scope of the type of articles submitted is research articles in the field of health professions The Focus and Scope of Your Healthy Journal are as follows: - Basic nursing - Health care - Health Knowledge - Midwifery - Public health - Health education if the articles out of the listed scope will be automatically rejected by the editorial team before going into the review stage.
Articles
9 Documents
Search results for
, issue
"Vol 7, No 2 (2021)"
:
9 Documents
clear
Pengaruh Teknik Napas Dalam Terhadap Penurunan Fatigue Pada Pasien Hemodialysis Di Ruang Hemodialisa RSUD Kota Mataram
Ni Nyoman Santi TU;
Karina Citra Mandhita;
Eva Nyoman Marvia;
Antoni Eka Fajar Maulana
Jurnal PRIMA Vol 7, No 2 (2021)
Publisher : STIKES Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47506/jpri.v7i2.242
Pendahuluan: Gagal Ginjal Kronik (GGK) kini telah menjadi masalah kesehatan yang serius di dunia. Penyakit ginjal dan saluran kemih telah menyebabkan kematian sebesar 36 juta warga dunia. Penatalaksanaan gagal ginjal yang digunakan di Indonesia yaitu dengan hemodialisis sebesar 78%. Masalah yang muncul pada pasien hemodialisis akan mengalami sakit kepala, mual muntah, menggigil/dingin, yang merupakan tanda dan gejala dari fatigue Tujuan:Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh teknik napas dalam terhadap penurunan tingkat fatigue pada pasien hemodialisis di ruang hemodialisis RSUD Kota Mataram. Metode: Populasi dalam penelitian ini adalah pasien yang menjalani hemodialisis diruang hemodialisis RSUD Kota Mataram sebanyak 80 responden. Sampel dalam penelitian ini adalah pasien yang mengalami fatigue sebanyak 25 responden. Teknik pengambilan sampel dengan Accidental Sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner, dan analisa data menggunakan uji T-test. Hasil: penelitian didapatkan bahwa sebelum melakukan teknik napas dalam sebagian besar responden berada pada tingkat fatigue berat dan setelah melakukan teknik napas dalam sebagian besar responden berada pada tingkat fatigue ringan, serta adanya pengaruh teknik napas dalam terhadap penurunan tingkat fatigue pada pasien hemodialisis di ruang hemodialisis RSUD Kota Mataram. Kesimpulan: Ada pengaruh teknik napas dalam terhadap penurunan tingkat fatigue pasien hemodialisis diruang hemodialisis RSUD Kota Mataram.
Pengetahuan Ibu Tentang Tumbuh Kembang Terhadap Perkembangan Anak Usia Prasekolah Di Lingkungan Jempong Timur Wilayah Kerja Puskesmas Karang Pule
Indah Wasilah;
Melati Inayati Albayani;
Neli Neli
Jurnal PRIMA Vol 7, No 2 (2021)
Publisher : STIKES Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47506/jpri.v7i2.238
Latar belakang: Tumbuh kembang merupakan proses yang berkesinambungan yang terjadi sejak konsepsi dan terus berlangsung sampai dewasa. Dalam proses mencapai dewasa inilah anak harus melalui berbagai tahap tumbuh kembang. Tercapainya tumbuh kembang optimal tergantung pada potensi biologi. Tingkat tercapainya biologik seseorang merupakan hasil interaksi antara faktor genetik dan lingkungan bio-fisiko-psikososial (biologis, fisik dan psikologis). Tujuan: Mengetahui hubungan pengetahuan ibu terhadap tumbuh kembang anak usia prasekolah. Metode: Merupakan penelitian kuantitatif menggunakan rancangan penelitian korelasi dengan pendekatan Crosseksional. Penelitian ini dilaksanakan di Lingkungan Jempong Timur Wilayah Kerja Puskesmas Karang Pule. Sampai pada penelitian ini adalah Ibu yang memiliki Anak usia prasekolah 3-6 tahun yang berada di Lingkungan Jempong Timur Wilayah Kerja Puskesmas Karang pule dengan menggunakan tehnik purposive sampling. Instrumen penelitian ini adalah koesioner dan lembar penilaian perkembangan anak KPSP Hasil: Penelitian ini menunjukan P-value 0,001 < 0,05 artinya ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu dengan perkembangan anak di Lingkungan Jempong Timur Wilayah Kerja Puskesms Karang Pule. Kesimpulan: tingkatkan mutu pelayanan melalui sosialisasi t
Hubungan Lama Penggunaan Internet dengan Kualitas Tidur pada Siswa SMAN 2 Wera di Kecamatan Wera Kabupaten Bima
Eva Marvia;
Endah Sulistyani;
Ahlan Ahlan
Jurnal PRIMA Vol 7, No 2 (2021)
Publisher : STIKES Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47506/jpri.v7i2.243
Pendahuluan : Lebih dari separuh penduduk di dunia menggunakan smartphone dan pasarnya berkembang pesat. Data WHO Pada tahun 2014, diperkirakan sebanyak 6,9 miliar orang menggunakan gadget. Indonesia dengan jumlah penduduk sebanyak 268,2 juta, 150 juta diantaranya merupakan penggunaan internet, Jumlah tersebut meningkat 13% dari tahun 2018 dimana akses internet menggunakan mobile phone. Dampak negate penggunaan internet salah satunya adalah kualitas tidur, dari data survey awal 10 siswa di SMAN 2 Wera, Ditemukan bahwa 8 siswa sering tidur larut malam karena susah tidur akibat bermain game online. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui Hubungan Lama Penggunaan Internet Dengan Kualitas Tidur Pada Siswa SMAN 2 Wera Di Kecamatan Wera Kabupaten Bima. Metode: Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah sebanyak 169 siswa SMAN 2 Wera dengan tehnik sampel secara total sampling. Pengumpulan data mengunakan kuesioner IAT DAN PSQI dengan uji korelasi spearman rank serta taraf kesalahan 5%. Hasil: Hasil penelitian menunjukan ada hubungan antara lama pengunaan internet dengan kualitas tidur siswa SMAN 2 Wera di kecematan wera kabupaten bima dengan nilai Sig(2-Tailed) 0.015 dan nilai koefisien korelasi sebesar 0.187 (sangat lemah). Kesimpulan: Jika penggunaan internet normal maka kualitas tidur siswa SMAN 2 WERA akan baik.
Hubungan Persepsi Keluarga Dalam Merawat Lansia Dengan Kemampuan Aktifitas Lansia Di Desa Gemel Kecamatan Jonggat Kabupaten Lombok Tengah
I Made Eka Santosa;
Desi Laelawati;
Ni Made Sumartyawati;
Idayati Nirwana
Jurnal PRIMA Vol 7, No 2 (2021)
Publisher : STIKES Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47506/jpri.v7i2.239
Pendahuluan : Pada usia lanjut terjadi penurunan kondisi fisik/ biologis, kondisi psikologis, serta perubahan kondisi sosial. Hal ini membutuhkan perhatian dari keluarga lansia untuk perawatan dan pemenuhan kebutuhan terutama kemampuan aktifitas lansia. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan persepsi keluarga dalam merawat lansia dengan kemampuan aktifitas lansia di Desa Gemel Kecamatan Jonggat Kabupaten Lombok Tengah. Metode: Metode penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan waktu yang digunakan adalah Cross Sectional. Teknik sampling menggunakan purposive sampling dengan 45 sampel. Analisis data menggunakan uji spearmanrank dengan tingkat signifikansi 5% dan tingkat kepercayaan 95%. Hasil: Berdasarkan hasil uji Spearman rank diperoleh nilai r 0,4342 dengan nilai p hitung sebesar 0,021 lebih kecil dari nilai p yang telah ditetapkan yaitu 0,05 (5%) yang berarti bahwa Ha diterima dan H0 ditolak. Kesimpulan: ada hubungan persepsi keluarga dalam merawat lansia dengan kemampuan aktifitas pada lansia di Desa Gemel Kecamatan Jonggat Kabupaten Lombok Tengah.
Hubungan Persepsi Keluarga Dalam Merawat Lansia Dengan Kemampuan Aktifitas Lansia Di Desa Gemel Kecamatan Jonggat Kabupaten Lombok Tengah
Dina Fithriana;
Agus Putradana;
Eva Marvia
Jurnal PRIMA Vol 7, No 2 (2021)
Publisher : STIKES Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47506/jpri.v7i2.245
Pendahuluan : Nyeri adalah perasaan tidak nyaman yang betul-betul subyektif dan hanya orang yang menderitanya yang dapatmenjelaskan dan mengevaluasinya. Salah satu tindakan peredaan nyeri pada pasien yang mengalami nyeri arthritis rheumatoid adalah dengan terapi kompres hangat dan masase terapi jahe dimana menyebabkan pengeluaran endorphin pada tahap modulasi nyeri yang dapat menyebabkan vasodiltasi sehingga dapat meningkatkan aliran darah dan rasanyeri pun bisa berkurang dan berhenti Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengaruh terapi kompres hangat dengan pemberian masase terapi jahe terhadap perubahan intensitas nyeri pada lansia yang menderita arthritis reumatoid di Panti Sosial Tresna Werdha ”Puspakarma” Mataram. Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian two group pre-post test design. Tehnik pengambilan sampel yaitu menggunakan tehnik total sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 24 responden. Kemudian analisa data menggunakan uji statistic t-test dengan menggunakan program SPSS 16 for windows. Hasil: Berdasarkan hasil uji statistic didapatkan ada pengaruh terapi kompres hangat dan masase terapi jahe dengan taraf signifikan 0,05 diperoleh ( =0.001, <0.05) dan pemberian terapi massage jahe diperoleh dengan nilai ( =0.034, <0.05) terhadap perubahan intensitas nyeri pada lansia yang menderita artritis reumatoid, maka Ha diterima dan Ho di tolak. Kesimpulan: ada pengaruh terapi kompres hangat dengan pemberian masase terapi jahe terhadap perubahan intensitas nyeri pada lansia yang menderita arthritis rheumatoid di Panti Sosial Tresna Werdha”Puspakarma” Mataram”, Oleh karena itu, disarankan kepada perawat maupun tenaga kesehatan lainnya sangat penting untuk memberikan KIE (Komunikasi Informasi dan edukasi) tentang pemberian kompres hangat dan pemberian masase terapi jahe pada penderita athritis reumatoid.
Hubungan Peran Orang Tua dalam Memenuhi Kebutuhan Gizi Anak dengan Perkembangan Anak Usia Pra Sekolah di TK Negeri Pembina Ampenan
Robiatul Adawiyah;
Nurhayati Nurhayati;
Fourlyta Hutabarat
Jurnal PRIMA Vol 7, No 2 (2021)
Publisher : STIKES Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47506/jpri.v7i2.240
Pendahuluan: Anak usia prasekolah dengan gizi yang tidak seimbang akan mengalami beberapa permasalahan yang ditimbulkan. Masalahan gizi yang ditimbulkan pada kelompok usia prasekolah. Menurut data Riset Kesehatan Dasar Tahun 2010 di provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) ditemukan angka gizi kurang pada anak usia prasekolah (4-6 tahun) berdasarkan IMT/U sebesar 12.4 persen dan gizi buruk sebesar 5.3 persen. Berdasarkan data tahun 2015 dari 105 anak pra sekolah di TK Negeri Pembina Ampenan, terdapat 21 diantaranya mengalami perkembangan motorik halus dan seni yang kurang optimal dibandingkan siswa lainnya. Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan peran orang tua dalam memenuhi kebutuhan gizi anak dengan perkembangan anak usia prasekolah di TK Negeri Pembina Ampenan. Metode: Rancangan penelitian adalah deskriptif korelasi. Teknik pengambilan sample dengan purpossive sampling sehingga didapatkan jumlah sample sebanyak 86 orang. Instrumen yang digunakan adalah Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP). Analisa data dilakukan dengan uji Chi-Square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang antara peran orang tua dalam memenuhi kebutuhan gizi anak dengan perkembangan anak usia prasekolah di TK Negeri Pembina Ampenan hal ini dibuktikan dengan nilai p value sebesar 0,000 dengan taraf signifikan 0,05 ( p < ). Kesimpulan: Bila orang tua berperan baik dalam memenuhi kebutuhan gzi anak maka perkembangan anak akan sesuai menurut usianya.
Pengaruh Senam Tera Terhadap Perubahan Kadar Gula Darah Pada Lansia yang Menderita Diabetes Militus Tipe II di Desa Bolo Kabupaten Bima
Agus Putradana;
Dina Fithriana;
Nia Firdiyanti
Jurnal PRIMA Vol 7, No 2 (2021)
Publisher : STIKES Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47506/jpri.v7i2.246
Pendahuluan: Lanjut usia (Lansia) merupakan tahap akhir dari siklus kehidupan dimana seseorang mengalami perubahan secara biologis, psikologis, maupun sosial. Peningkatan jumlah Lanjut Usia yang tinggi berpotensi menimbulkan berbagai macam permasalahan salah satunya yaitu penyakit degeneratif merupakan penyakit kronik menahun yang banyak mempengaruhi kualitas hidup serta produktivitas seseorang, dimana progresivitas penyakit akan bertambah seiring bertambahnya usia penderita seperti penyakit diabetes melitus. Tindakan pengendalian diabetes untuk menjaga gula darah tetap terkontrol salah satunya dengan latihan atau senam tera bagi penderita diabetes. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh senam tera terhadap perubahan kadar gula darah pada lansia yang menderita diabetes melitus tipe II di Desa Nggembe Kecamatan Bolo Kabupaten Bima . Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian Pra Eksperimen dengan desain one group pretest-posttest design (pra-pasca tes dalam satu kelompok). Sampel yang dipakai adalah 28 lansia menderita diabetes melitus tipe II yang mengikuti senam tera. Penelitian ini dilakukan selama tujuh hari. Subjek penelitian mempunyai kadar gula darah dengan kategori sedang dan tinggi. Analisis statistik yang digunakan adalah dengan uji Paired T-Tets dengan taraf kemaknaan 5 %. Hasil: Hasil Uji Paired T-Test terhadap 28 responden didapatkan perubahan kadar gula darah yang bermakna pada lansia yang menderita diabetes melitus tipe II yaitu dengan nilai t-hitung = 4,569 dan nilai ttabel = 2,052 dengan nilai rata-rata Pre-test = 183,7 dan nilai rata-rata Pos-Test = 154,3 sehingga dapat di interprestasi bahwa (t-hitung > t-tabel) yang artinya terdapat perubahan kadar gula darah yang bermakna pada lansia yang menderita diabetes melitus tipe II. Kesimpulan: Senam tera mempunyai pengaruh terhadap perubahan gula darah pada lansia penderita Diabetes Militus tipe II.
Efektifitas Terapi Musik Instrumental Terhadap Perubahan Skala Nyeri Pada Pasien Fraktur Di Ruang Bedah RSUD dr. R. Soedjono Selong
Suhartiningsih Suhartiningsih;
Erna Noviana;
Ageng Abdi Putra
Jurnal PRIMA Vol 7, No 2 (2021)
Publisher : STIKES Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47506/jpri.v7i2.241
Pendahuluan: Tingkat kejadian Fraktur di RSUD DR. R Soedjono Selong mengalami peningkatan pada tahun 2018 sebanyak 424 kasus dari 327 kasus pada tahun sebelumnya. Nyeri merupakan salah satu keluhan khas yang dialami oleh pasien fraktur. Penanganan pasien fraktur difokuskan pada cara mengontrol rasa sakit (nyeri), mengurangi kerusakan sendi dan tulang, dan meningkatkan atau mempertahankan fungsi dan kualitas hidup. Penanganan pasien fraktur salah satunya adalah dengan terapi nonfarmakologis yaitu terapi musik instrumental Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas terapi musik instrumental terhadap perubahan skala nyeri pada pasien fraktur di Ruang Bedah RSUD Dr.R. Soedjono Selong. Metode: Desain penelitian ini ialah one group pra test-post test design. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling sebanyak 26 orang.Metode observasi digunakan untuk mengamati nyeri yang nampak pada responden dengan menggunakan lembar ceklist skala nyeri Bourbonais untuk mengetahui intensitas nyeri. Analisa data menggunakan Uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar tingkat nyeri fraktur sebelum (pretest) diberikan perlakuan terapi musik instrumental yaitu nyeri sedang sebanyak 21 orang (80,8%), dan sebagian besar tingkat nyeri fraktur sesudah (post test) diberikan perlakuan terapi musik instrumental yaitu nyeri ringan sebanyak 22 orang (84,6%). Kesimpulan: ada efektivitas terapi musik instrumental terhadap perubahan skala nyeri pada pasien fraktur.
Pengetahuan Ibu Tentang Tumbuh Kembang Terhadap Perkembangan Anak Usia Prasekolah Di Lingkungan Jempong Timur Wilayah Kerja Puskesmas Karang Pule
Indah Wasilah
Jurnal PRIMA Vol 7, No 2 (2021)
Publisher : STIKES Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47506/jpri.v7i2.236
Introduction: The level of fracture in RSUD DR. R Soedjono Selong increased in 2018 totaled 424 cases from the previous year 327 cases. Pain is one of the typical complaints experienced by fracture patients. The treatment of fracture patients is focused on controlling pain (pain), reducing joint and bone damage, and improving or maintaining function and quality of life. One of the treatment of fracture patients is non-pharmacological therapy, namely instrumental music therapyObjective: . The purpose of this study was to determine the effectiveness of instrumental music therapy to change the scale of pain in fracture patients in the Operating Room of RSUD Dr. R. Soedjono Selong.Method: The research design used was one group pre-test-post test design. Sampling using purposive sampling as many as 26 people. Observation method is used to observe the pain that appears in respondents using the Bourbonais pain scale checklist sheet to determine the intensity of pain. Analysis of data using the Wilcoxon Signed Rank Test.Results: The results showed that the majority of fracture pain levels before (pre-test) were treated with instrumental music therapy, namely moderate pain as many as 21 people (80.8%), and most of the level of fracture pain after (post-test) were given instrumental music therapy treatment, namely mild pain as many as 22 people (84.6%)Conclusion: The conclusion of this study is the effectiveness of instrumental music therapy to change the pain scale in fracture patients.