cover
Contact Name
Johan Winarni
Contact Email
jardik.jurnalakrab@gmail.com
Phone
+6281314950038
Journal Mail Official
jardik.jurnalakrab@gmail.com
Editorial Address
Jalan RS Fatmawati, Cipete Selatan, Cilandak, RT.6/RW.5, Cipete Sel., Kec. Cilandak, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12410 +62 21-7693262/7657156
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Akrab (Aksara agar Berdaya)
ISSN : 25800795     EISSN : 27162648     DOI : -
Core Subject : Education,
JURNAL AKRAB (Aksara agar Berdaya) adalah jurnal untuk mempublikasikan tulisan ilmiah populer, hasil penelitian/pengkajian, dan pengembangan model pembelajaran di bidang pendidikan nonformal, khususnya pendidikan keaksaraan dan pengembangan budaya baca masyarakat. Pengguna Jurnal adalah tenaga fungsional dari unsur Perguruan Tinggi, UPT PAUD dan Dikmas. Sanggar Kegiatan Belajar, dan para praktisi pendidikan nonformal. Jurnal Akrab diterbitkan oleh Direktorat Pembinaan Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan, Ditjen PAUD dan Dikmas, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Jurnal AKRAB menerima seluruh hasil penelitian dan pengembangan model pembelajaran meliputi bidang: Pendidikan keaksaraan dasar Pendidikan keaksaraan usaha mandiri Pendidikan multikeaksaraan Pengembangan budaya baca dan literasi masyarakat
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 2 (2015): Desember 2015" : 7 Documents clear
Pengantar Redaksi: Tema Kita: Pemeliharaan Keberaksaraan melalui Budaya Baca di Masyarakat Erman Syamsuddin
Jurnal AKRAB Vol. 6 No. 2 (2015): Desember 2015
Publisher : Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus, Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51495/jurnalakrab.v6i2.112

Abstract

Pendidikan Keaksaraan Berbasis Kecakapan Hidup dalam Meningkatkan Kemandirian Masyarakat Ani Rindiani
Jurnal AKRAB Vol. 6 No. 2 (2015): Desember 2015
Publisher : Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus, Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51495/jurnalakrab.v6i2.113

Abstract

Pendidikan merupakan proses sistematis dalam upaya meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, pendidikan merupakan tuntutan yang harus dilakukan oleh setiap warga Negara. Pada pembukaan Undang-Undang Dasar Republik Indonesia tahun 1945, tujuan pendidikan secara eksplisit dicantumkan sebagai upaya mencerdaskan kehidupan bangsa. Oleh karena itu, dalam skala nasional pendidikan berada dalam posisi yang sangat startegis. Pada beberapa daerah seringkali ditemukan kasus rendahnya melek aksara masyarakat yang berdampak terhadap rendahnya kualitas hidup mereka, sebagai akibat tidak terlayaninya pendidikan keakasaran bagi seluruh lapisan masyarakat. Umumnya masyarakat yang tidak melek aksara menghadapi banyak kendala dalam memenuhi kebutuhan hidup termasuk kegiatan ekonomi keluarga akibat keterbatasan dalam keaksaraan. Walupun dampak negatif dari ketidakmelekan masyarakat tentang keaksaraan telah mereka rasakan namun kebutuhan akan pentingnya keaksaraan yang dipelajarinya secara khusus belum menjadi prioritas, sehingga ada asumsi bahwa kegiatan keaksaraan perlu dipadukan dengan aktifi tas peningkatan ekonomi masyarakat. Namun demikian, berdasarkan hasil observasi pada bebrapa daerah terpencil, mengintegrasikan kegiatan pemberantasan buta huruf dengan kegiatan produktifi tas ekonomi masyarakat mengalami kelemahannya yakni masih sangat tidak proposional, artinya bahwa kemampuan calistungdasi (membaca, menulis, berhitung, berdiskusi, dan aksi) masih sangat dominan daripada porsi penumbuhan kecakapan personal, kecakapan sosial, maupun kecakapan vokasional, dan sifatnya pun masih sangat sektoral. Berdasarkan alur pemikiran di atas, program pendidikan keaksaraan perlu mendapat perhatian dan pengkajian secara komprehenship baik pada aspek pengelolaan penyelenggaraan program keaksaraan, maupun orientasi pendidikan keaksaraan yang mengantarkan pada suatu kemampuan keterampilan tertentu sehingga memiliki kualitas hidup yang lebih baik.
Dampak Hasil Belajar Program Keaksaraan Usaha Mandiri terhadap Minat Berwirausaha Masyarakat Jajat S. Ardiwinata; Uyu Wahyudin; Mochamad Dera
Jurnal AKRAB Vol. 6 No. 2 (2015): Desember 2015
Publisher : Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus, Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51495/jurnalakrab.v6i2.118

Abstract

Program keaksaraan usaha mandiri bertujuan untuk memelihara dan mengembangkan keberaksaraan, meningkatkan kemampuan usaha mandiri dan untuk meningkatkan pendidikan warga belajar melalui peningkatan sikap. Sehingga di harapkan warga belajar program keaksaraan usaha mandiri tidak hanya mampu keberaksaraan dan keterampilan saja tetapi harus mampu mengaplikasikan hasil belajar yang telah tutor berikan. Adapun tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hasil belajar dan minat berwirausaha warga belajar keaksaraan usaha mandiri. program keaksaraan usaha mandiri berjalan selama 3 bulan dengan warga belajar 420 orang yang terbagi menjadi 42 kelompok. Landasan teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu mengacu pada konsep keaksaraan, konsep keaksaraan usaha mandiri, konsep hasil belajar, konsep minat dan konsep minat berwirausaha. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif melalui pendekatan kuantitatif. Alat pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan dokumentasi, angket dan wawancara, lokasi penelitian ini bertempat di PKBM Winaya Bhakti Desa Hanjuang Kecamatan Bungbulang Kabupaten Garut. Responden dalam penelitian ini adalah warga belajar keaksaraan usaha mandiri sebanyak 80 orang. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa : 1) Hasil belajar program keaksaraan usaha mandiri sangat bervariasi, diantaranya memiliki kategori hasil belajar yang tinggi, sedang dan rendah. 2) Minat berwirausaha masyarakat pada binaan program keaksaraan usaha mandiri mayoritas dari warga belajar memiliki minat berwirausaha kategori sedang atau cukup rendah. 3) Dampak hasil belajar tidak dominan mempengaruhi minat warga belajar untuk berwirausaha.
Implementasi Program Pendidikan Keaksaraan Usaha Mandiri (KUM) Berbasis Microfi nance Melalui Pelatihan Olahan Ikan Kere untuk Menumbuhkan Minat Usaha di UPTD Sanggar Kegiatan Belajar Kabupaten Garut Viena Rusmiati Hasanah; Egie Gestyan
Jurnal AKRAB Vol. 6 No. 2 (2015): Desember 2015
Publisher : Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus, Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51495/jurnalakrab.v6i2.119

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai program Keaksaraan Usaha Mandiri (KUM) berbasis microfi n ance melalui pelatihan olahan ikan kere untuk menumbuhkan minat usaha peserta pelatihan. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) Untuk mengetahui perencanaan program KUM berbasis microfi nance, 2) Untuk mengetahui pelaksanaan pelatihan olahan ikan kere dalam program Keaksaraan Usaha Mandiri (KUM) berbasis microfi nance, 3) Untuk mengetahui hasil pelatihan olahan ikan kere dalam menumbuhkan minat usaha. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik Pengumpulan data adalah dengan wawancara dan studi dokumentasi. Informan dalam penelitian ini adalah penyelenggara program yaitu kepala (K), penyelenggara/pamong belajar (P) dan tutor (T), sedangkan informan peserta pelatihan adalah 4 peserta pelatihan dari dua kelompok yaitu P1. P2, P3 dan P4. Hasil Penelitian ini ditemukan bahwa: 1) Perencanaan program KUM berbasis microfi nance berjalan dengan baik dimana unsur pelaksana baik latar belakang, tujuan, sasaran dan pelaksana pelatihan sesuai dengan Standar Kompetensi Keaksaraan Usaha Mandiri (KUM), 2) Pelaksanaan pelatihan olahan ikan kere berjalan dengan baik, dimana unsur pelaksanaan baik itu peserta, materi, metode, pendekatan dan strategi, media, sarana dan prasarana, pembiayaan, evaluasi dan hasil dapat menumbuhkan minat usaha peserta pelatihan, 3) Hasil pelatihan ini adalah meningkatkan kemampuan peserta dalam keberaksaraan calistung dan kemampuan keterampilan peserta dalam usaha ikan kere sampai membuka usaha meskipun dalam lingkup kecil,
Mimpi menjadi Bangsa Literat Mahmud Fasya; Fatwa Amalia
Jurnal AKRAB Vol. 6 No. 2 (2015): Desember 2015
Publisher : Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus, Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51495/jurnalakrab.v6i2.120

Abstract

The United Nations Development Program (UNDP) merilis laporan Human Development Index (HDI) tahun 2014 yang menunjukkan bahwa Indonesia berada dalam peringkat 108 dari 187 negara di dunia. Peringkat ini lebih rendah dibandingkan dengan 4 negara ASEAN lainnya, yaitu Singapura (9), Brunei (30), Malaysia (62), dan Thailand (89). Walaupun demikian, Indonesia masih lebih tinggi daripada Filipina (117), Vietnam (121), Kamboja (136), Laos (139), dan Myanmar (150). Peringkat Indonesia memang mengalami peningkatan bila dibandingkan dengan tahun 2011 yang hanya menempati urutan ke-124 dari 187 negara. Namun, peningkatan tersebut belum termasuk signifi kan karena secara keseluruhan Indonesia masih belum beranjak dari kategori medium human development. Data tersebut menggambarkan sebuah fenomena klasik tentang budaya membaca masyarakat kita. Membaca belum menjadi gaya hidup masyarakat Indonesia. Membaca di kalangan masyarakat memang belum menjadi suatu kebutuhan sehingga bangsa ini belum bisa dikatakan sebagai bangsa literat. Padahal, generasi literat sangat dibutuhkan agar Indonesia bisa bangkit dari keterpurukan dan bersaing dengan bangsa lain.
Model-model Pendidikan Keaksaraan dan Peningkatan Minat Baca Masyarakat melalui Pendidikan Keaksaraan Keluarga Asep Saepudin
Jurnal AKRAB Vol. 6 No. 2 (2015): Desember 2015
Publisher : Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus, Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51495/jurnalakrab.v6i2.122

Abstract

Buta aksara atau ketidakmelekhurufan merupakan permasalahan mendasar yang dihadapi oleh banyak negara termasuk Indonesia. Secara substantif buta aksara bukan hanya masalah individu masyarakat yang buta huruf saja, namun merupakan masalah bangsa dan negara, mengingat secara psikologis dan ekonomis memiliki pengaruh yang nyata terhadap keseluruhan pengendalian semua tingkatan kemampuan dan kecakapan hidup masyarakat. Ada beberapa alasan mengapa terdapat masyarakat yang buta aksara, antara lain disebabkan: pertama, tidak sekolah sejak awal (karena alasan geografi s dan ekonomi). Kedua, putus sekolah (drop out) sekolah dasar kelas 1-3. Ketiga, keterbatasan kemampuan pemerintah pusat dan daerah dalam memberikan pelayanan kepada kelompok marginal. Keempat, buta huruf kembali, karena tidak diaplikasikannya hasil pendidikan keaksaraan dalam kehidupan sehari-hari. Pada beberapa lembaga strategi yang dapat dilakukan untuk menanggulangi masalah keaksaraan yakni melalui pelibatan institusi keluarga sebagai pusat pendidikan keaksaraan. Pendidikan Keaksaraan Keluarga (PKK) diilhami oleh konsep family literacy yang dipadukan dengan pendekatan berbasis lingkungan kerja dan sosial, dengan sistem pembelajaran volunter dan partisipatif serta pembelajaran orang dewasa. Beberapa pengalaman dapat diekplorasi sebagai best practice model penyelenggaraan pendidikan keluarga, yaitu pendidikan keluarga pada: (1) PKBM Widya Cipta Tanjungsari Kab. Sumedang melalui model Keaksaraan Usaha Mandiri, (2) PKBM La Tahzan Kab. Semarang melalui model pendidikan agama, (3) SKB Gresik di Kab Gersik melalui model pendidikan life skills, (4) PKBM Taman Siswa Ka. Mataram melalui model integrasi pendidikan dasar dengan KUM.
Multimedia dalam Pengembangan Literasi di Sekolah Dasar Terpencil Jawa Barat Tatat Hartati
Jurnal AKRAB Vol. 6 No. 2 (2015): Desember 2015
Publisher : Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus, Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51495/jurnalakrab.v6i2.123

Abstract

Penelitian ini bertujuan merancang model pembelajaran literasi berbasis multimedia dan pendekatan PAIKEM (Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, Menyenangkan) di daerah terpencil Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan, “Research Development” dengan seting dua sekolah terpencil di Kabupaten Subang dan Kabupaten Bandung Barat.Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru-guru di daerah terpencil Jawa Barat memerlukan pelatihan materi dan metode literasi berdasarkan PAIKEM dan penggunaan komputer untuk media pembelajaran. Media computer yang dilatihkan adalah powerpoint dan camtasiastudio.

Page 1 of 1 | Total Record : 7