cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Buletin Agrohorti
ISSN : 23373407     EISSN : 26143194     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Buletin Agrohorti merupakan jurnal on-line yang menyajikan artikel hasil penelitian, analisis kebijakan dan review yang berhubungan dengan budidaya tanaman dalam arti luas.
Arjuna Subject : -
Articles 434 Documents
Identifikasi Zat Alelopati pada Daun Eucalyptus pellita F. Muell dan Pengaruhnya terhadap Perkecambahan Gulma Guntoro, Dwi; Andriyani, Yuni; Audina, Mia
Buletin Agrohorti Vol. 12 No. 3 (2024): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrob.v12i3.53969

Abstract

Pengendalian gulma menggunakan herbisida sintetis lebih efektif dan murah dibandingkan dengan pengendalian manual, namun berisiko menyebabkan pencemaran lingkungan. Daun Eucalyptus pellita mengandung senyawa alelopati yang berpotensi sebagai bioherbisida. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Ecotoxycology, Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi zat alelokimia pada daun Eucalyptus pellita dan mengetahui potensinya sebagai bioherbisida untuk mengendalikan perkecambahan gulma. Senyawa alelokimia ditentukan menggunakan GCMS. Ekstrak daun diaplikasikan pada benih gulma di laboratorium. Percobaan disusun dalam rancangan acak lengkap dengan empat ulangan. Perlakuan konsentrasi ekstrak terdiri dari 0%, 5%, 10%, dan 20% (w/v). Gulma target adalah Asystasia intrusa, Borreria alata, dan Eleusine indica. Hasil penelitian menunjukkan adanya 23 senyawa dalam ekstrak daun E. pellita; senyawa dominannya adalah 1,8 cineole. Ekstrak daun E. pellita menekan perkecambahan benih gulma target. Ekstrak daun E. pellita pada konsentrasi 5%-20% menekan pertumbuhan plumula dan radikula A. intrusa dan B. alata dalam percobaan laboratorium. Kata kunci: alelokimia, bioherbisida, biomassa, ekstrak daun, perkecambahan
Produksi Tanaman Cabai Tumpangsari dengan Tanaman Famili Brassicaceae di Cianjur, Jawa Barat Visasti , Khurul; Kartika, Juang Gema; Sri Rahayu , Megayani
Buletin Agrohorti Vol. 12 No. 3 (2024): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrob.v12i3.54026

Abstract

Tumpang sari merupakan salah satu program intensifikasi pertanian yang dapat digunakan untuk meningkatkan produktivitas lahan. Tumpangsari dapat meningkatkan produksi tanaman, meningkatkan pendapatan petani, dan membagi risiko. Penelitian bertujuan untuk memperoleh informasi tentang produksi cabai tumpang sari dengan tanaman dari keluarga Brassicaceae. Penelitian dilakukan di lahan petani di Cianjur, Jawa Barat, dari Januari hingga April 2020. Tumpangsari merupakan praktik yang mudah dilakukan oleh petani dengan menggunakan cabai dan tanaman Brassicaceae. Penelitian dilaksanakan mulai dari persiapan lahan hingga pasca panen tanaman cabai, kubis dan sawi putih. Pengamatan meliputi waktu panen (MST), bobot hasil (kg), luas lahan (m²), dan analisis usaha tani. Data dianalisis secara deskriptif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman cabai yang ditumpangsarikan dengan sawi putih memiliki bobot panen akhir yang lebih tinggi sebesar 16.458 ton ha-1 dibandingkan dengan cabai yang ditumpangsarikan dengan kubis yaitu sebesar 15.885 ton ha-1. Cabai yang ditumpangsarikan dengan sawi putih memiliki rasio R/C sebesar 3.20, sedangkan tanaman cabai yang ditumpangsarikan dengan kubis memiliki rasio R/C sebesar 3.21. Hal ini menunjukkan bahwa hasil kelayakan usaha tani di antara keduanya menguntungkan dan layak karena rasio R/C keduanya >1. Kata kunci: analisis usaha tani, evaluasi, hasil panen, R/C ratio
Sistem Panen Kelapa Sawit di Sekunyir Estate, Kalimantan Tengah Saputra, Aris Adi; Sudradjat
Buletin Agrohorti Vol. 12 No. 3 (2024): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrob.v12i3.54535

Abstract

Palm oil (Elaeis gueenensis Jacq) is an important vegetable oil in Indonesia. Palm oil productivity is influenced by various factors including harvest management. This research had specific objectives to be achieved, namely studying and understanding the management of palm oil harvesting, and analyzing the factors that influence the effectiveness and efficiency of palm oil harvesting. The research was conducted at Sekunyir estate, Central Kalimantan from February to May 2014. Data collection was obtained by direct and indirect methods. Field observations were conducted by following 8 harvesters on the Division of Labour (DOL) system and 4 harvest teams on the 1 Cutter and 2 Carrier (C1R2) system. This research concluded that changing the harvest system from the DOL system to the C1R2 system had a good impact on crop management and the productivity of the harvest team. The C1R2 system had a yield of 5-7% higher than the DOL system in obtaining ripe fruit and had a smaller number of rotten fruits which was around 2.6% compared to the DOL system which reached 8%. Keywords: harvest efficiency, C1R2 system, DOL system, harvesting technique, labor
Manajemen Pemanenan Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di Labuhanbatu, Sumatera Utara Idiatsyah, Rully Amelia; Ahmad Junaedi; Sudradjat
Buletin Agrohorti Vol. 12 No. 3 (2024): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrob.v12i3.59490

Abstract

Panen merupakan salah satu kegiatan yang penting pada pengelolaan tanaman kelapa sawit. Keberhasilan panen dicapai dengan menghasilkan produktivitas tandan buah yang tinggi dengan kandungan rendemen minyak yang tinggi serta kandungan asam lemak bebas (ALB) yang rendah sehingga manajemen panen harus dilaksanakan secara optimal. Penelitian bertujuan mengevaluasi perencanaan panen, pelaksanaan panen, dan evaluasi panen. Penelitian dilaksanakan di Labuhanbatu, Sumatera Utara dari bulan Januari hingga Mei 2022. Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan rata-rata, persentase, dan uji komparatif (t-student) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan rotasi panen terpanjang mencapai 13 hari, sedangkan standar kebun adalah 10 hari. Penggunaan alat pelindung diri (APD) tergolong cukup baik walaupun terdapat beberapa pemanen yang tidak menggunakan helm dan face shield. Kapasitas panen terdapat perbedaan yang signifikan karena pekerja memperoleh basis upah harian yang ditetapkan. Rata-rata AKP sebesar 20.18% dan rata-rata varian sebesar 2.41%. Kebutuhan tenaga panen ideal dengan diperoleh taksasi sebesar 15.61 dan realisasi sebesar 14.20. Transportasi panen relatif singkat dengan rata-rata waktu yang ditempuh 12.13 menit, rata-rata jarak 2.16 km, dan rata-rata kecepatan 10.88 km per jam. Persentase mutu buah sesuai dengan standar kebun dengan tidak ada buah mentah, buah matang 96.74%, buah terlalu matang 2.55%, dan buah busuk 1.71%. Kehilangan hasil di lapangan sebesar 1.88 butir per pokok. Penerapan sistem evaluasi, denda, dan premi panen dilakukan untuk menjaga tercapainya basis dan kualitas panen. Kata kunci: kehilangan hasil, kriteria matang panen, rotasi panen, tenaga panen
Optimasi Satuan Panas sebagai Kriteria Panen Terukur pada Pisang Tanduk (Musa eumusa, AAB Group) Siregar, Shella Elvira; Susanto, Slamet; Widodo, Winarso Drajad
Buletin Agrohorti Vol. 12 No. 3 (2024): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrob.v12i3.59493

Abstract

Pisang merupakan komoditas yang banyak ditemukan di pasar, dan cukup potensial untuk dibudidayakan. Pisang mudah diolah untuk dijadikan bahan pangan. Penelitian bertujuan untuk mengkaji akumulasi satuan panas yang tepat sebagai kriteria panen terukur pisang Tanduk serta pengaruhnya terhadap mutu fisik dan kimia pada tingkat kematangan pascapanen yang sama. Percobaan dilaksanakan di Kebun Percobaan Sukamantri, Bogor, Jawa Barat pada ketinggian 550 meter di atas permukaan laut pada bulan Desember 2021 hingga April 2022. Pengujian kualitas fisik dan kualitas kimia pisang Tanduk dilaksanakan di Laboratorium Pascapanen, Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor. Penelitian ini dilakukan menggunakan rancangan acak lengkap dengan tiga ulangan untuk menguji tujuh umur panen: 70,75, 80, 85, 90, 95, 100 hari setelah antesis (HAS). Satuan panas tersebut setara dengan satuan panas: 1035, 1111, 1188, 1262, 1332, 1398, 1444 ˚C hari. Hasil percobaan menunjukkan bahwa pisang Tanduk yang dipanen pada umur panen 70-100 HSA di Kebun Percobaan Sukamantri dengan satuan panas 1035.15-1443.90 ˚C hari tidak mempengaruhi komponen produksi, komponen fisik, laju respirasi, dan kualitas kimia pada kematangan pascapanen yang sama kecuali PTT dan rasio PTT/ATT. Kata kunci: antesis, laju respirasi, pascapanen, satuan panas, umur simpan
Pengaruh Waktu Aplikasi Pupuk Dasar terhadap Pertumbuhan dan Produktivitas Berbagai Genotipe Bayam (Amaranthus sp.) Rosyid, Muhammad Syaiful Ar; Ritonga, Arya W; Chozin, Muhamad Achmad
Buletin Agrohorti Vol. 12 No. 3 (2024): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrob.v12i3.61526

Abstract

Produktivitas nasional bayam tergolong rendah pada kisaran 20% potensi hasil, sedangkan luas lahan budidaya memiliki tren menurun. Produktivitas dapat ditingkatkan melalui penggunaan varietas unggul dan pemupukan yang optimal. Pemupukan yang optimal sangat penting karena tanaman semusim seperti bayam memiliki siklus hidup yang singkat. Pupuk dasar yang diaplikasikan pada waktu yang tepat dapat mengoptimalkan pertumbuhan dan produktivitas bayam. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh waktu aplikasi pupuk dasar terhadap berbagai genotipe bayam. Penelitian ini menggunakan rancangan kelompok lengkap teracak (RKLT) pola tersarang, dengan petak utama waktu aplikasi pupuk dasar (0 MST dan 1 MST) dan anak petak 14 genotipe bayam. Peubah yang diamati meliputi: tinggi tanaman, daya tumbuh, diameter batang, ukuran daun, panjang tangkai daun, umur panen, bobot per tanaman, bobot per petak, dan dugaan hasil per hektar. Data yang diperoleh diolah menggunakan software Ms. Excel dan dianalisis menggunakan uji BNJ pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan waktu aplikasi berpengaruh sangat nyata terhadap karakter-karakter agronomis seperti panjang daun, lebar daun, panjang tangkai daun, diameter batang, luas daun, bobot pertanaman, dan produktivitas, pertumbuhan dan produktivitas lebih tinggi pada aplikasi pupuk dasar 1 MST, serta berpengaruh nyata pada tinggi tanaman dan jumlah daun saat 2 MST. Produktivitas tertinggi dimiliki oleh genotipe B3, B14 dan B12 yang merupakan bayam hijau. Produktivitas terendah terdapat pada genotipe B6, B8 dan B9 yang merupakan bayam merah. Rata-rata produktivitas bayam hijau lebih tinggi dibandingkan dengan bayam merah. Terdapat keragaman yang nyata antara genotipe yang diuji pada semua karakter. Kata kunci: karakter agronomis, keragaman genotipe, pemupukan, waktu aplikasi
Pertumbuhan dan Produksi Jagung Manis pada Beberapa Dosis Pupuk ZA Marwiyah, Siti; Aziz, Ixwan Arif Abdul; Suwarto
Buletin Agrohorti Vol. 12 No. 3 (2024): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrob.v12i3.60393

Abstract

Nitrogen memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan dan hasil tanaman. Pemupukan amonium sulfat (ZA) merupakan suatu upaya menyediakan nitrogen bagi tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh dosis pupuk ZA terhadap pertumbuhan dan hasil jagung manis. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari hingga April 2023 di kebun Sabisa Farm IPB, Sindang Barang, Kota Bogor. Perlakuan dosis pupuk terdiri dari enam taraf, yaitu tanpa pemberian pupuk nitrogen (kontrol), 300 kg ha-1 urea, 337.5 kg ha-1 ZA, 506.3 kg ha-1 ZA, 675 kg ha-1 ZA, dan 1,012.5 kg ha-1 ZA. Percobaan menerapkan rancangan kelompok lengkap teracak faktor tunggal dengan 4 ulangan sehingga terdapat 24 satuan percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan dosis pupuk ZA pada jagung manis berpengaruh nyata meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis dibandingkan kontrol tetapi tidak berbeda nyata dengan urea (nitrogen standar). Pupuk ZA dosis 675 kg ha-1 efektif meningkatkan hasil jagung manis dibandingkan urea berdasarkan nilai Relative Agronomic Effectiveness (RAE) 102.53% dan mengurangi input biaya pupuk hingga 47.5% dibandingkan urea. Kata kunci: amonium sulfat, input biaya pupuk, nitrogen, RAE, produktivitas
Evaluasi Pertumbuhan, Produksi dan Kompatibilitas Pepaya Calina (Carica papaya) Hasil Grafting Muslimin, Muhammad Farid Naufal; Kurniawati, Ani; Krisantini, Krisantini
Buletin Agrohorti Vol. 13 No. 2 (2025): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrob.v13i2.51532

Abstract

Pepaya (Carica papaya L.) merupakan salah satu tanaman buah tropis yang banyak diminati karena rasa dan kandungan nutrisinya, seperti vitamin A, vitamin C, asam folat, dan kalium. Namun, kesulitan mengidentifikasi jenis kelamin tanaman pepaya pada fase vegetatif menjadi kendala dalam budidaya. Sambung pucuk (grafting) merupakan langkah yang banyak digunakan untuk mengatasi masalah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efek sambung pucuk tanaman pepaya terhadap pertumbuhan, produksi dan kompatibilitas antara batang bawah dan batang atas. Penelitian dilakukan di Kebun Tajur 2 PKHT, Bogor, dilanjutkan dengan analisis pascapanen di Laboratorium Departemen Agronomi dan Hortikultura, IPB. Dua jenis batang bawah yang digunakan adalah pepaya Sukma (C-S) dan pepaya liar (C-L), yang keduanya disambung dengan varietas Calina (IPB 1) sebagai batang atas. Sebanyak 64 tanaman ditanam dalam 8 barisan, masing-masing terdiri atas 8 tanaman. Lima barisan menggunakan batang bawah C-L, sedangkan tiga barisan menggunakan batang bawah C-S. Data dianalisis menggunakan uji t pada taraf 5% dengan Minitab 19. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa tanaman dengan batang bawah C-L memiliki laju pertumbuhan vegetatif yang lebih tinggi dibandingkan C-S pada hampir seluruh parameter, kecuali lingkar batang sambungan, lingkar batang bawah, dan tinggi batang bawah. Tanaman C-L juga berbunga lebih awal dan menghasilkan lebih banyak bunga hermafrodit, yang berkontribusi pada jumlah buah lonjong yang lebih tinggi dibandingkan tanaman C-S. Selain itu, buah dari tanaman C-L memiliki tekstur daging yang lebih lunak, kulit yang lebih keras, serta nilai Padatan Terlarut Total (PTT) yang lebih tinggi. Kedua jenis batang bawah yang digunakan tidak menunjukkan gejala inkompatibilitas selama masa pengamatan. Kata kunci: batang bawah, Calina-Liar, Calina-Sukma
Pengaruh Interval Panen terhadap Pertumbuhan dan Produksi Daun Legundi (Vitex trifolia L.) Haryanto, Pesol; Kurniawati, Ani; Melati, Maya
Buletin Agrohorti Vol. 13 No. 1 (2025): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrob.v13i1.51576

Abstract

Tanaman legundi (Vitex trifolia L.) merupakan salah satu tanaman obat yang dimanfaatkan masyarakat sebagai obat tradisional. Tanaman legundi dipanen daunnya untuk diambil bahan aktifnya, yaitu viteksikarpin sebagai fitofarmaka bahan obat asma. Legundi adalah tanaman tahunan yang daunnya dapat dipanen berulang. Salah satu teknologi produksi tanaman adalah penentuan waktu panen yang tepat agar mendapatkan produksi dan kualitas maksimal. Penelitian ini bertujuan menetapkan interval panen yang tepat agar menghasilkan produksi daun Legundi yang maksimal. Penelitian dilakukan di Kebun Percobaan IPB di Cikabayan, Dramaga, Bogor pada ketinggian tempat 240 m dpl dengan jenis tanah Latosol. Penelitian menggunakan Rancangan Kelompok Lengkap Teracak faktor tunggal yaitu interval panen (2, 4, 6, dan 8 minggu sekali) dan diulang sebanyak 4 kali. Hasil penelitian menunjukkan produksi daun Legundi tertinggi didapatkan dengan interval panen 4 minggu sekali. Interval panen yang lebih panjang menghasilkan tanaman yang lebih tinggi dengan produksi daun yang lebih rendah. Kata kunci: fitofarmaka, simplisia, tanaman obat, viteksikarpin
Produksi Polong Muda dan Biji Kering Kecipir (Psophocarpus tetragonolobus L.) dengan Pengaturan Ajir dan Mulsa Nurbani, Hilmi; Melati, Maya; Syukur, Muhamad
Buletin Agrohorti Vol. 13 No. 1 (2025): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrob.v13i1.54537

Abstract

Kecipir merupakan tanaman pangan sumber protein dan berpotensi sebagai alternatif kedelai. Peningkatan produksi tanaman kecipir dapat dilakukan melalui perluasan areal tanam, pemuliaan, dan peningkatan produktivitas. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan karakter pertumbuhan tanaman, produksi polong muda dan biji kecipir dengan berbagai teknik penggunaan ajir dan mulsa. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan IPB Cikarawang, Bogor, Jawa Barat sejak bulan Maret sampai September 2021. Percobaan menggunakan kecipir varietas Melody IPB dan terdiri atas dua percobaan yaitu produksi polong muda dan produksi biji kering. Setiap percobaan menggunakan Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT) dengan satu faktor dengan tiga ulangan. Faktor yang digunakan adalah pengaturan ajir dan mulsa terdiri atas (1) menggunakan ajir + mulsa, (2) menggunakan mulsa, (3) menggunakan ajir, (4) tanpa ajir dan mulsa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan ajir dan mulsa menghasilkan produktivitas yang lebih tinggi untuk produksi polong muda (5.01 ton ha-1) dan biji kecipir (2.04 ton ha-1) dibandingkan perlakuan lainnya. Produktivitas polong muda yang dibudidayakan dengan menggunakan ajir nyata lebih tinggi daripada dengan mulsa saja, sedangkan untuk produktivitas biji kering tidak berbeda nyata antara yang dengan ajir maupun dengan mulsa saja. Kata kunci: Melody IPB, protein biji kecipir, rendemen biji, tanaman merambat, ukuran polong