BONAFIDE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen
Bonafide: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen is a scientific journal that publishes some original articles in Christian theology and education. Our focus and scope are biblical studies, Christian education, contextual theology, Christian leadership, church services, practical theology, systematic theology, and sociology of religion.
Articles
8 Documents
Search results for
, issue
"Vol 1 No 2 (2020)"
:
8 Documents
clear
KAJIAN TEOLOGIS TENTANG PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DALAM ALKITAB
Steven Tubagus
BONAFIDE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 1 No 2 (2020)
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI INJILI SETIA SIAU
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46558/bonafide.v1i2.10
With the development of liberal theology in the 18-19 century AD, there was an opinion that Christian Education was not in the Bible. This research aims to describe the study of the existence of Christian Education in the Bible. The method used is qualitative with a literature study. The research results are as follows: First, Christian Education in the Bible already exists in the Old Testament. God revealed Himself to the Israelites and gave teachings through the prophets. Second, the Old Testament centers on God's law, and God gave the Ten Commandments to the people of Israel as a basis for education. Third, in the New Testament of Jesus, Jesus' disciples and the early church always gave teachings as a manifestation of God's intervention.
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DALAM KELUARGA MELALUI GEREJA
Elena Saba;
Ezra Tari;
Rita
BONAFIDE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 1 No 2 (2020)
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI INJILI SETIA SIAU
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46558/bonafide.v1i2.17
Peran gereja menerapkan pendidikan agama Kristen masih sangat kurang karena ada kebencian dalam keluarga. Tujuan penelitian ini yakni berusaha menumbuhkan perhatian, motivasi dan sikap untuk memperbaiki hubungan antar manusia; serta menajamkan kembali perasaan untuk saling mengasihi dan mempedulikan. Subyek penelitian adalah Jemaat Talenalain rayon 5, Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT). Metode yang dipakai adalah kualitatif. Data diambil dengan teknik wawacara dan hasilnya dipaparkan dalam bentuk narasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua menyadari bahwa PAK adalah pembelajaran paling penting dalam keluarga. Gereja belum maksimal menjadi wadah belajar bersama yang melahirkan keluarga yang berwatak kristiani. Pendidikan Agama Kristen masih sebatas ibadah bersama, perayaan hari raya gereja, mengajar melalui partisipasi keluarga dalam persekutuan, mengajar melalui pastoral-pastoral kepada keluarga Kristen.
KONSEP PENCOBAAN MENURUT YAKOBUS 1:12-15
HISKIA GULO
BONAFIDE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 1 No 2 (2020)
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI INJILI SETIA SIAU
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46558/bonafide.v1i2.22
Kehidupan orang beriman tidak pernah luput dari berbagai pencobaan berupa tantangan dan permasalahan. Hal ini membuat sebagian orang percaya sulit memahami makna pencobaan. Bahkan ada yang menganggap pencobaan disebabkan oleh Allah. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan tentang pencobaan menurut Yakobus 1:12-15. Metode yang di gunakan adalah pendekatan analisis teks secara sintaksis dan semantis yaitu fokus pada teks itu sendiri dan dihubungkan dengan teks-teks lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan Yakobus 1:12-15, pencobaan tidak berasal dari Allah tetapi dalam diri manusia itu sendiri karena terseret oleh dosa. Namun orang yang sanggup bertahan dalam ujian pencobaan akan bertumbuh kepada kehidupan yang sempurna dan kudus bersama dengan Allah.
FILSAFAT TRINITAS
Stenly R. Paparang
BONAFIDE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 1 No 2 (2020)
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI INJILI SETIA SIAU
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46558/bonafide.v1i2.23
Bidat-bidat Kristen mempublikasikan disparitas hermeneutika tentang Trinitas. Implikasinya adalah munculnya cara memahami yang keliru. Ketika gagasan Trinitas muncul di zaman-zaman berikutnya, dengan mudah dideteksi sebagai bentuk kesesatan hermeneutika yang mendaur ulang kesesatan masa lampau. Di samping itu, Bapa-bapa Gereja memberikan berbagai elaborasi Trinitas sebagai respons mereka terhadap para bidat, yang juga argumentasi mereka berada dalam dua sisi: dapat diterima dan ditolak. Dalam artikel ini, standar ganda digunakan sebagai klarifikasi apologetik dan kemudian menghadirkan kedudukan iman Kristen yang kredibel. Dengan demikian, langkah-langkah standar ganda sebagai klarifikasi apologetik membawa kepada sebuah disposal (penyelesaian) polemik Trinitas, meski terbuka peluang untuk diperdebatkan.
RELEVANSI PENGGEMBALAAN PAULUS DALAM I KORINTUS 3:1-9 TERHADAP PENJANGKAUAN ANAK MUDA DI GBI PASKO BANDUNG
Victoria Eva Aryanti;
Jessica E. Abraham;
Christopher Santoso;
Victor Deak
BONAFIDE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 1 No 2 (2020)
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI INJILI SETIA SIAU
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46558/bonafide.v1i2.24
Konflik merupakan salah satu persoalan yang dihadapi gereja yang seringkali mengakibatkan perpecahan dan penurunan partisipasi jemaat dalam persekutuan. Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi penggembalaan Rasul Paulus sebagaimana tertuang dalam 1 Korintus 3:1-9 dan relevansinya terhadap penjangkauan anak muda di GBI Pasko Bandung dengan menggunakan metode kualitatif dan studi pustaka. Dari penelitian ini ditemukan bahwa strategi penggembalaan Rasul Paulus adalah: (1) Paulus berusaha menciptakan komunikasi yang positif, (2) Paulus berusaha menghubungkan praktek pelayanan dengan ajaran Kristen, (3) menggunakan media surat untuk mengatasi kesulitan berkomunikasi pada waktu itu. Relevansinya dalam penggembalaan anak muda di GBI Pasko Bandung adalah: (1) menggembalakan anak muda dengan komunikasi yang positif, (2) mengajak anak muda menghadapi perbedaan secara dewasa, (3) menguatkan iman anak muda dengan pengajaran. Selain itu untuk mengatasi keterbatasan menjangkau anak-anak muda bisa menggunakan berbagai media komunikasi dewasa ini seperti gagdet agar mereka bisa disentuh secara personal.
INTERPRETASI MURTAD DALAM IBRANI 6: 1-8
Friska Gandaria;
Yusuf L M
BONAFIDE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 1 No 2 (2020)
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI INJILI SETIA SIAU
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46558/bonafide.v1i2.27
Konsep Murtad dalam Ibrani 6:1-8 sering menjadi perdebatan di kalangan teolog Kristen. Teks tersebut dianggap sebagai peristiwa yang sedang terjadi kepada orang Kristen sejati dan orang yang tidak sungguh-sungguh percaya Tuhan. Teks ayat 4-5 dianggap memperlihatkan kriteria orang Kristen yang bisa murtad lagi. Apakah benar demikian? Untuk memahami teks ini, penulis menganalisisnya dengan pendekatan studi eksposisi terhadap kata, frasa, dan klausa dalam teks dengan tetap memperhatikan gramatika historisnya untuk mendapatkan pengertian yang benar sesuai konteks aslinya. Berdasarkan analisis tersebut, frasakaὶ parapesόntaV pάlin (ayat 6) tidak menekankan murtad bisa terjadi terhadap orang Kristen sejati atau sungguh-sungguh percaya Tuhan, melainkan mengacu kepada orang Kristen yang tidak sungguh-sungguh percaya sehingga ketika menghadapi penganiayaan pada pada masa Kaisar Nero maka banyak orang Kristen yang meninggalkan imannya. Untuk itu, penulis surat Ibrani memberi peringatan keras akan bahaya menolak Tuhan dalam situasi tersebut. Orang yang tidak beriman sungguh-sungguh pasti akan murtad atau menolak Tuhan dan tidak mungkin dibaharui lagi.
KONSEP PEMBENARAN MENURUT ROMA 5:1-11 DAN IMPLIKASINYA BAGI GEREJA MASA KINI
Finsen Deviston Bungan
BONAFIDE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 1 No 2 (2020)
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI INJILI SETIA SIAU
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46558/bonafide.v1i2.28
Di kalangan gereja ada yang melihat pembenaran sebagai tindakan Allah supaya orang Kristen bisa masuk surga. Hal ini bertentangan dengan konsep pembenaran sesuai dengan kebenaran Alkitab sebagaimana tercantum dalam Roma 5:1-11. Tulisan ini bermaksud mengeksplorasi bagian teks Alkitab ini agar diperoleh konsep yang benar mengenai pembenaran. Metode yang digunakan adalah analisis teks secara sintaksis dan semantis yaitu fokus pada teks itu sendiri, interaksi dengan teks-teks lain dan tulisan para Bapa Gereja. Hasil penelitian didapatkan adalah bahwa dibenarkan berarti memperoleh damai dengan Allah, tidak menjadi seteru Allah dengan hidup dalam dosa-dosa. Dibenarkan juga berarti gereja memperoleh akses kepada Anugerah Allah dan dibebaskan dari murka Allah atau penghakiman Allah, serta diselamatkan oleh hidup-Nya atau diselamatkan oleh oleh Yesus Kristus.