cover
Contact Name
Anang Setyo Budi
Contact Email
zooindonesia@gmail.com
Phone
+6282233362977
Journal Mail Official
zooindonesia@gmail.com
Editorial Address
Gedung Widyasatwaloka, Bidang Zoologi, Pusat Penelitian Biologi-LIPI, Jalan Raya Jakarta-Bogor KM 46 Cibinong, Bogor, Jawa Barat
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Zoo Indonesia
ISSN : 0215191x     EISSN : 25278703     DOI : -
Zoo Indonesia adalah sebuah jurnal ilmiah dibidang fauna tropika yang diterbitkan oleh organisasi profesi keilmiahan Masyarakat Zoologi Indonesia (MZI) sejak tahun 1983. Terbit satu tahun satu volume dengan dua nomor (Juli dan Desember). Memuat tulisan hasil penelitian yang berhubungan dengan aspek fauna, khususnya wilayah Indonesia dan Asia. Publikasi ilmiah lain adalah Monografi.
Articles 264 Documents
Catatan ketinggian baru tiga belas jenis burung di Jawa Taufiqurrahman, Imam
ZOO INDONESIA Vol 32, No 1 (2023): Juli 2023
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52508/zi.v32i1.4214

Abstract

Dalam kunjungan pengamatan ke tiga gunung dan satu dataran tinggi di Jawa Tengah dan Timur sepanjang 2014-2021, kami menjumpai 13 jenis burung pada ketinggian melebihi batas elevasi yang diketahui. Ketiga belas jenis dimaksud terdiri dari tiga burung air dan 10 burung terestrial. Mandar batu Gallinula chloropus di Telaga Warna, Dataran Tinggi Dieng dan cucak kutilang Pycnonotus aurigaster di TN G. Merbabu menjadi temuan paling signifikan, dijumpai 800+ m lebih tinggi dari batas yang diketahui sebelumnya.
PERBEDAAN CIRI MORFOMETRIK DAN POLA KEMUNCULAN IKAN NIKE DI MUARA SUNGAI PAGUYAMAN KABUPATEN GORONTALO Baid, Ilham; Olii, Abdul Hafidz; Rahim, Ditya Nanda; Pasisingi, Nuralim
ZOO INDONESIA Vol 32, No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52508/zi.v32i2.4523

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ciri morfometrik dan pola kemunculan ikan nike di Muara Sungai Paguyaman Kabupaten Gorontalo. Titik koordinat lokasi pengambilan sampel ditentukan melalui GPS mengikuti lokasi kemunculan ikan nike. Sampel ikan nike diambil dari hasil tangkapan nelayan sejak awal hingga akhir kemunculan, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Berdasarkan hasil analisis sampel ikan nike ±200 ekor dalam satu musim penangkapan, ditemukan perbedaan yang signifikan pada ciri morfometrik. Adanya pola kemunculan di Muara Sungai Paguyaman yang bermigrasi dari laut ke arah muara sungai pada bulan Juli dan September. Kemunculan terjadi paling banyak pada bulan Juli dengan titik kemunculan ikan nike selama tujuh hari.
KARAKTER MORFOLOGI KONGKANG BARAM Pulchrana baramica DARI JAWA Faturahman, Ahmad Nabil; Prihatini, Wahyu; Hamidy, Amir
ZOO INDONESIA Vol 32, No 1 (2023): Juli 2023
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52508/zi.v32i1.4509

Abstract

Kongkang Baram (Pulchrana baramica) pertama kali dideskripsikan pada tahun 1900 di Sungai Baram Sarawak, Malaysia. Jenis ini tersebar luas di Semenanjung Malaysia, Singapura, Sumatera, Kepulauan Riau, Pulau Bangka, Kalimantan, dan Jawa. Sebelumnya, selama lebih dari 24 tahun informasi persebaran P. baramica di Pulau Jawa hanya diketahui dari Cilebut, Kabupaten Bogor berdasarkan catatan satu spesimen saja di Museum Zoologicum Bogoriense. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi terbaru catatan spesimen katak P. baramica dari Jawa dengan pendekatan morfologi dan morfometrika, dengan spesimen acuan populasi Sumatera dan Kalimantan. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu menggunakan PCA (Principal Component Analysis) kemudian dilakukan uji lanjut Duncan. Hasil penelitian ini menunjukkan beberapa variasi karakter yang membedakan P. baramica spesimen dari Jawa dari populasi Sumatera dan Kalimantan adalah berdasarkan karakter-karakter meristik identifikasi yang terlihat pada selaput renang tungkai belakang (webbing) yang lebih lebar pada jari kedua bagian luar, terdapatnya kelenjar pineal (pineal spot) yang sangat jelas, dan tekstur kulitnya cenderung lebih halus. Secara morfometrika terdapat 7 karakter pembeda antar populasi P. baramica dari Jawa, Sumatera, dan Kalimantan yang berupa karakter Lebar Kepala (HL), Jarak antar canthal (ICD), Panjang Tungkai Depan dari Bahu (FLL), Panjang Tulang Kering (TL), Jarak antar Lubang Hidung (IN), Jarak antar Ujung Mata ke Lubang Hidung (EN), dan Jarak antar mata (IOD).
FIRST LOCALITY RECORD OF JAVAN ENDEMIC DAMSELFLY DREPANOSTICTA GAZELLA LIEFTINCK, 1929 (ODONATA: ZYGOPTERA: PLATYSTICTIDAE) IN EAST JAVA, INDONESIA Shahroni, Abdul Mutholib; Rahma, Nabila
ZOO INDONESIA Vol 32, No 1 (2023): Juli 2023
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52508/zi.v32i1.4616

Abstract

Drepanosticta gazella has been reported only to spread on Java Island, Indonesia, to be exact, in the western and central parts. An accidental encounter with a male D. gazella occurred in the tropical rainforest of the highlands of Mount Penanggungan, Mojokerto, East Java, on vegetation near a small stream. This record represents the easternmost area within the distribution range of this endemic species. In addition, further exploration in East Java at several important locations needs to be carried out in order to determine the expansion of its distribution. Keywords: Distribution, Drepanosticta, Java, odonata, range expansion 
TURTLES: THE THREATS, THE CONSERVATION PRACTICES AND THE COMMUNITY EXPECTATIONS IN MUBRANI DISTRICT TAMBRAUW REGENCY Taran, Denisa Melanesia Kreglika; Sawaki, Saremay Max Romario
ZOO INDONESIA Vol 32, No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52508/zi.v32i2.4573

Abstract

Along the coastal area of Mubrani District is turtle spawning ground. The spawning season is once a year, which is in April. This study aims to identify threats to turtles, conservation efforts applied by the community and the community expectations in improving conservation programs that have been carried out. This research was conducted in Mubrani District by interviewing 45 people in five villages, which are directly adjacent to the coastal area, namely Wasnembri, Atori, Bonpaya, Bawei and Beriambeker. Determination of respondents used random sampling technique. Based on the interview, it is known that there are three species of turtles who own the spawning ground in the five villages, which are Chelonia mydas, Dermochelys coriacea and Eretmochelys imbricata. The threats to turtles in these areas are poaching, the utilization of turtles mainly as a source of protein and a source of income by the local communities and predatory animal of turtle eggs. There are three conservation efforts formulated by the communities, namely prohibition of people from outside the villages to access the beach at the time of spawning to hatching, communities who hunt turtles and their eggs must share their catches with neighbours and or relatives and camouflage of turtle nests. Furthermore, the community expects to improve the current conservation actions by the establishment of monitoring post and daily patrols by field officers from the Natural Resources Conservation Division of West Papua Province at the time of spawning to hatching, clarity of regulations and sanctions for poachers and the reciprocity of the prohibition on the utilization of turtles imposed by the government, which are the community involvement as turtle monitoring officers employed directly by the Natural Resources Conservation Division of West Papua Province and turtle tourism development by the government of Tambrauw Regency.
KEANEKARAGAMAN HERPETOFAUNA PADA BEBERAPA TIPE HABITAT DI TAMAN NASIONAL KUTAI, KALIMANTAN TIMUR Frayoga, Yunus Arif; Kurniawan, Muhamad; Kusrini, Mirza Dikari; Kartono, Agus Priyono
ZOO INDONESIA Vol 32, No 1 (2023): Juli 2023
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52508/zi.v32i1.4552

Abstract

Taman Nasional Kutai, Provinsi Kalimantan Timur merupakan salah satu kawasan konservasi dengan habitat yang beragam serta potensi keanekaragaman jenis herpetofauna yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan komposisi jenis herpetofauna, membandingkan keanekaragaman herpetofauna, serta menduga faktor-faktor lingkungan yang menentukan kehadiran herpetofauna pada pada berbagai tipe habitat di Taman Nasional Kutai. Pengamatan dilakukan menggunakan metode Visual Encounter Survey (VES) berdasarkan waktu yang dikombinasikan dengan jalur transek di mangrove, hutan dataran rendah, hutan kerangas, dan hutan rawa. Hasil penelitian mendapatkan 28 jenis reptil dari 9 famili serta 22 jenis amfibi yang berasal dari 6 famili. Hutan dataran rendah memiliki keanekaragaman serta kekayaan tertinggi (H’reptil =2,43; H’amfibi = 2,63). Kesamaan jenis antara empat tipe habitat sangat rendah yang menunjukkan bahwa setiap tipe habitat hanya mendukung jenis tertentu. Faktor lingkungan yang dominan memengaruhi kehadiran jenis-jenis reptil di jalur akuatik adalah kecepatan arus air, pH air, dan intensitas cahaya, sedangkan faktor lingkungan yang memengaruhi di jalur terestrial adalah ketebalan serasah, tutupan tajuk pohon, dan jarak jalur ke sumber air. Untuk amfibi, faktor dominan yang paling berperan dalam kehadiran jenis, yaitu kelembaban relatif (jalur terestrial) dan keberadaan substrat batu (jalur akuatik).
Zoo Indonesia Volume 32, Nomor 01, Juli 2023 INDONESIA, ZOO
ZOO INDONESIA Vol 32, No 1 (2023): Juli 2023
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52508/zi.v32i1.4735

Abstract

NEW DISTRIBUTION RECORDS OF SUNDA COUCAL Centropus nigrorufus FOR BALI AND MADURA ISLAND, INDONESIA Prihatmoko, Oka Dwi; Nugroho, Husnaeni; Nuarta, Putu Wiwin; Salehah, Fitriana
ZOO INDONESIA Vol 32, No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52508/zi.v32i2.4315

Abstract

Sunda Coucal is known to be endemic to Java Island. This report documented the sightings of Sunda Coucal Centropus nigrorufus on Bali and Madura, Indonesia. There are 7 sightings within three different areas in Bali and six different areas in Madura. These records are to be new records of Sunda Coucal which widen its distribution outside mainland of Java Island. Based on the presence of this bird in the bird market, the distance of Java and Bali or Java and Madura are very close, and no information from previous records of this species in Madura and Bali. It is presumed that this species could be a feral bird rather than an overlooked species in the past.
Keanekaragaman Jenis Reptil pada Ekosistem Hutan Rawa Gambut di Desa Sedahan Jaya Taman Nasional Gunung Palung Kalimantan Barat Pratama, Ferdian Wira; Junardi, Junardi; Riyandi, Riyandi; Izza, Qothrun; Leo, Sandy; Setiawan, Endro
ZOO INDONESIA Vol 32, No 1 (2023): Juli 2023
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52508/zi.v32i1.4532

Abstract

Taman Nasional Gunung Palung (TNGP) salah satu taman nasional di Provinsi Kalimantan Barat yang memiliki tipe ekosistem beragam dan ditopang berbagai kawasan penyangga. Desa Sedahan Jaya sebagai salah satu kawasan penyangga TNGP memiliki ekosistem yang didominasi hutan rawa gambut. Kemampuan menyerap air yang tinggi pada hutan rawa gambut menjadikan kondisi tersebut cenderung lembap yang mana merupakan karakter bagi habitat reptil. Reptil yang ditemukan terbagi menjadi 2 ordo, Squamata dan Testudinata yang terdiri atas 13 famili, 24 genus, dan 28 jenis. C. pubisulcus dan Eutropis multifasciata jadi jenis reptil yang paling banyak ditemukan di semua jalur pengamatan. Hasil beberapa analisis indeks menunjukkan bahwa keanekaragaman tergolong sedang (2,05 ≤ H´ ≤ 2,49), kemerataan tergolong tinggi (0,85 ≤ E ≤ 0,88), tidak ada dominansi suatu jenis tertentu (0,13 ≤ C ≤ 0,15), serta kekayaan jenis yang tergolong tinggi di lokasi 1 dibandingkan lokasi 2 (Dmglokasi1: 4,23; Dmglokasi2: 3,19). Faktor lingkungan tidak menunjukkan perbedaan signifikan antar lokasi, suhu air berkisar 24,55-26,08°C, suhu udara 24,75-24,81°C, suhu tanah 25,25-25,56°C, pH air tergolong asam dengan nilai 3,88-5,60, pH tanah cenderung netral dengan nilai 6,22-7, kelembapan udara 72-74,38%, dan kelembapan tanah dengan rentang yang luas dari kering hingga lembap.
KEANEKARAGAMAN BURUNG DAN PEMANFAATAN HABITAT DI CIBINONG SCIENCE CENTER-BOTANICAL GARDEN (CSC-BG) Yanti, Dhella Avenna Dhamai; Nugroho, Septian Putra Adi; Fitriana, Narti; Irham, Mohammad; Wikanta, Hadi; Yohanna, Yohanna
ZOO INDONESIA Vol 33, No 1 (2024): Juli 2024
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52508/zi.v33i1.4707

Abstract

ABSTRAKKawasan Cibinong Science Center-Botanical Garden (CSC-BG) sebagai habitat burung di wilayah perkotaan telah mengalami perubahan fungsi lahan yang signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis burung, menganalisis penggunaan vegetasi sebagai habitat burung, dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keanekaragaman jenis burung di CSC-BG. Penelitian ini menggunakan metode point count dan survei dengan jumlah titik pengamatan sebanyak 31 titik. Pengolahan data dilakukan dengan software PAST dan EstimateS. Total jenis burung yang dijumpai selama pengamatan sebanyak 733 individu dari 33 jenis dari 22 famili. Burung yang paling banyak dijumpai adalah Cucak kutilang sebanyak 281 individu, Burunggereja erasia 154 individu, dan Bondol peking 148 individu. Nilai indeks Shannon-Wiener di Kawasan CSC-BG berkisar 1,03-1,98. Nilai indeks Shannon-Wiener tertinggi terdapat pada area bangunan (H’ = 1,98) dan terendah pada area kebun (H’ = 1,03). Material yang paling banyak dimanfaatkan burung di CSC-BG adalah pohon dan ilalang, sedangkan aktivitas yang paling banyak dilakukan burung adalah bertengger. Hasil analisis regresi menunjukkan tidak ada korelasi antara variabel dependen (keanekaragaman jenis dan kelimpahan burung) dan variabel independen (jarak jalan setapak, jarak jalan aspal, jarak jalan tanah, jarak ke sumber air, diameter pohon dan diameter tiang, jumlah pohon dan jumlah tiang, dan proporsi luas pohon dan proporsi luas tiang). ABSTRACTCibinong Science Center-Botanical Garden (CSC-BG) area as a bird habitat in urban areas has undergone significant land use change. This study aimed to identify bird species, analyze the use of vegetation as bird habitat, and analyze factors affecting bird species diversity in CSC-BG. This study used point count and survey methods with 31 observation points. Data processing was performed using PAST and EstimateS software. The total number of bird species encountered during the observation was 733 individuals of 33 species from 22 families. The most common bird species were sootyheaded bulbul 281 individuals, eurasian tree sparrow 154 individuals, and scaly-breasted munia 148 individuals. Shannon -Wiener index values in the CSC-BG area ranged from 1.03-1.98. The highest Shannon-Wiener index value was found in the building area (H' = 1.98) and the lowest in the garden area (H' = 1.03). The most utilized material by birds in CSC-BG was trees and grasses, while the most active activity performed by birds was perching. The results of regression analysis showed no correlation between the dependent variables (species diversity and bird abundance) and the independent variables (distance to pathway, asphalt road, dirt road, and water source, diameter of tree and pole, number of tree and pole, and proportion of tree and pole area).

Filter by Year

1983 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 33, No 1 (2024): Juli 2024 Vol 32, No 2 (2023): Desember 2023 Vol 32, No 1 (2023): Juli 2023 Vol 31, No 2 (2022): Desember 2022 Vol 31, No 1 (2022): Juli 2022 Vol 30, No 2 (2021): Desember 2021 Vol 30, No 1 (2021): Juli 2021 Vol 29, No 2 (2020): Desember 2020 Vol 29, No 1 (2020): Juli 2020 Vol 28, No 2 (2019): Desember 2019 Vol 28, No 1 (2019): Juli 2019 Vol 27, No 2 (2018): Desember 2018 Vol 27, No 1 (2018): Juli 2018 Vol 26, No 2 (2017): Desember 2017 Vol 26, No 1 (2017): Juli 2017 Vol 25, No 2 (2016): Desember 2016 Vol 25, No 1 (2016): Juli 2016 Vol 24, No 2 (2015): Desember 2015 Vol 24, No 1 (2015): Juli 2015 Vol 23, No 2 (2014): Desember 2014 Vol 23, No 1 (2014): Juli 2014 Vol 22, No 2 (2013): Desember 2013 Vol 22, No 1 (2013): Juli 2013 Vol 21, No 2 (2012): Desember 2012 Vol 21, No 1 (2012): Juli 2012 Vol 20, No 2 (2011): Desember 2011 Vol 20, No 1 (2011): Juli 2011 Vol 19, No 2 (2010): Desember 2010 Vol 19, No 1 (2010): Juli 2010 Vol 18, No 2 (2009): November 2009 Vol 18, No 1 (2009): Juli 2009 Vol 17, No 2 (2008): November 2008 Vol 17, No 1 (2008): Juni 2008 Vol 16, No 2 (2007): November 2007 Vol 16, No 1 (2007): Juni 2007 Vol 15, No 2 (2006): November 2006 No 29 (2002): Zoo Indonesia No. 29 Desember 2002 No 28 (2001): Zoo Indonesia No. 28 September 2001 No 31 (1997): Zoo Indonesia No. 31 No 30 (1997): Zoo Indonesia No. 30 No 29 (1997): Zoo Indonesia No. 29 No 28 (1996): Zoo Indonesia No 28 No 27 (1996): Zoo Indonesia No 27 No 26 (1995): Zoo Indonesia No 26 No 25 (1995): Zoo Indonesia No 25 No 24 (1994): Zoo Indonesia No 24 No 23 (1994): Zoo Indonesia no 23 No 22 (1993): Zoo Indonesia No 22 No 21 (1993): Zoo Indonesia No 21 No 20 (1993): Zoo Indonesia No 20 No 19 (1993): Zoo Indonesia No 19 No 18 (1993): Zoo Indonesia No 18 No 17 (1993): Zoo Indonesia No 17 No 16 (1992): Zoo Indonesia No 16 No 15 (1992): Zoo Indonesia No. 15 No 14 (1992): Zoo Indonesia No.14 No 13 (1992): Zoo Indonesia No. 13 No 12 (1991): Zoo Indonesia No. 12 No 11 (1991): Zoo Indonesia No. 11 No 10 (1990): Zoo Indonesia No. 10 No 9 (1990): Zoo Indonesia No. 9 No 8 (1989): Zoo Indonesia No. 8 No 7 (1987): Zoo Indonesia No. 7 No 6 (1986): Zoo Indonesia No 6 No 5 (1985): Zoo Indonesia No. 5 No 4 (1985): Zoo Indonesia No. 4 No 3 (1985): Zoo Indonesia No. 3 No 2 (1983): Zoo Indonesia No. 2 No 1 (1983): Zoo Indonesia No. 1 More Issue