cover
Contact Name
Anang Setyo Budi
Contact Email
zooindonesia@gmail.com
Phone
+6282233362977
Journal Mail Official
zooindonesia@gmail.com
Editorial Address
Gedung Widyasatwaloka, Bidang Zoologi, Pusat Penelitian Biologi-LIPI, Jalan Raya Jakarta-Bogor KM 46 Cibinong, Bogor, Jawa Barat
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Zoo Indonesia
ISSN : 0215191x     EISSN : 25278703     DOI : -
Zoo Indonesia adalah sebuah jurnal ilmiah dibidang fauna tropika yang diterbitkan oleh organisasi profesi keilmiahan Masyarakat Zoologi Indonesia (MZI) sejak tahun 1983. Terbit satu tahun satu volume dengan dua nomor (Juli dan Desember). Memuat tulisan hasil penelitian yang berhubungan dengan aspek fauna, khususnya wilayah Indonesia dan Asia. Publikasi ilmiah lain adalah Monografi.
Articles 264 Documents
COMMUNITY STRUCTURE OF BUTTERFLIES (LEPIDOPTERA: PAPILIONOIDEA) IN SUMUR PANGURIPAN CULTURAL RESERVE AREA, SURABAYA CITY, EAST JAVA Siti Zulaikha; Muhamad Azmi Dwi Susanto
ZOO INDONESIA Vol 31, No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52508/zi.v31i2.4221

Abstract

The Sumur Panguripan Cultural Reserve is an area located in an urban area with environmental conditions that are still maintained and that also has various types of vegetation. Research data on the structure of butterfly communities in urban areas, especially the city of Surabaya, is still very minimal, so this research is very important to do. This study aims to determine the structure of the butterfly community in the Sumur Panguripan Cultural Reserve area of Surabaya city. The observation method was used in this study to collect data by directly counting the species and number of butterfly individuals or by using the visual encounter survey, and the path of observation was determined using the transect line method. In this study, results showed 108 individuals from 22 species, consisting of 5 families, with a diversity index value of H' = 2.93. The value of the butterfly species diversity index in closed habitat types H = 2.68 is lower than the butterfly diversity index value in open habitat types H = 2.72. The results of the butterfly diversity index in both habitat types indicate that this area has a medium diversity category. The diversity and number of butterfly individuals in both habitat types can be used to describe a fairly stable community structure in the Sumur Panguripan Cultural Reserve area.
APPLICATIONS OF CONVEX POLYGON AND KERNEL DENSITY ANALYSES TO MODEL THE HOME RANGES OF EQUATORIAL SPITTING COBRA Naja sputatrix (BOIE, 1827) IN GREEN AREAS OF UNIVERSITAS INDONESIA CAMPUS, WEST JAVA Andriwibowo Andriwibowo; Adi Basukriadi; Erwin Nurdin
ZOO INDONESIA Vol 31, No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52508/zi.v31i2.4464

Abstract

Naja sputatrix (Boie, 1827) or known as equatorial spitting cobra is one of venomous snake inhabiting wide green areas include Universitas Indonesia Campus. Currently the existence and conservation of cobra is threatened, then it is important to study cobra possible home ranges. This research is aiming to model the home range of equatorial spitting cobra in green areas of Universitas Indonesia Campus. The model was developed using the applications of Convex Polygon and Kernel Density. The Convex Polygon analysis shows that approximately 114.53 Ha or equals to 35.79% of green areas of Universitas Indonesia Campus was the home ranges of the cobra. While, based on the Kernel Density analysis, it confirms that up to 307.65 Ha or equals to 96.14% of green areas of Universitas Indonesia Campus were potentials as the home ranges of the cobra. Then it can be concluded that at least 30-90% of green areas of Universitas Indonesia Campus should be conserved to support the presences of N. sputatrix.
MORFOLOGI DAN MORFOMETRI SPERMATOZOA MUSANG LUWAK (Paradoxurus hermaphroditus) Ragil Angga Prastiya; Diana Santi; Ade Miftakhul Aziz; Hanun Putri Nuraida
ZOO INDONESIA Vol 31, No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52508/zi.v31i2.4307

Abstract

Analisis morfologi dan morfometri spermatozoa musang dengan metode pewarnaan khusus Eosin-Nigrosin dapat digunakan untuk mengukur kualitas kesehatan reproduksi musang jantan melalui hasil pengamatan abnormalitas morfologi spermatozoa dan nilai morfometri, serta dapat membantu dalam upaya peningkatan populasi musang. Musang (Paradoxurus hermaphroditus) adalah mamalia liar yang diklasifikasikan ke dalam keluarga Viverridae dan termasuk dalam genus Paradoxurus. Musang dikategorikan  least concern berdasar International Union for Conservation of Nature (IUCN). Salah satu cara untuk melestarikan musang adalah dengan mempelajari struktur dan fungsi dari organ reproduksi musang jantan, salah satunya melalui pengamatan morfologi dan  morfometri spermatozoa. Penelitian ini menggunakan 8 ekor musang jantan yang berusia 1-3 tahun dan dewasa kelamin. Sebanyak 100 sampel spermatozoa diamati kemudian diukur panjang kepala, lebar kepala, perimeter atau lingkar kepala, luas area, ellipticity, elongation, roughness dan regularity nya. Parameter morfologi dijelaskan secara deskriptif dengan melihat morfologi normal dan abnormal dari spermatozoa musang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa spermatozoa musang memiliki panjang kepala 9,67±0,60 μm, lebar kepala 4,73±0,37 μm, luas area 40,51± 4,60 μm2, perimeter atau lingkar spermatozoa 22,64±1,24 μm, ellipticity 2.05±0,017 μm, elongation 0.34±0.04 μm, roughness 0.99±0.07 μm, regularity 0.89±0.07 μm, panjang ekor 62.01±1.76 μm, dan panjang total spermatozoa 71,68±1,89 μm. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pengamatan morfometri spermatozoa pada musang dapat digunakan sebagai salah satu parameter uji fertilitas musang jantan.  
Zoo Indonesia Volume 31, Nomor 02, Desember 2022 ZOO INDONESIA
ZOO INDONESIA Vol 31, No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52508/zi.v31i2.4566

Abstract

DNA BARCODING REVEALS THE IDENTITY OF BIRD REMAINS FROM THE BIRD STRIKE INCIDENT IN INDONESIA Yohanna Yohanna; Mohammad Irham; Indra Gunawan; Anton Saryono; Yusuf Tawakal; Dewi Malia Prawiradilaga; Anik Budhi Dharmayanthi
ZOO INDONESIA Vol 31, No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52508/zi.v31i2.4471

Abstract

A bird strike refers to a collision between birds and a plane. This incident risks the flight because it could damage the aircraft and threaten airlines' safety. The airports have been implementing safety measures to prevent and minimise the risk of bird strikes, such as monitoring wildlife, habitat management, and using various types and techniques of bird deterrents. While monitoring birds will provide baseline data to estimate the level of risk for each species, it is vital to have data on birds directly involved in bird strikes; hence, the airport can determine more precisely which species have the most significant potential to cause bird strikes. Therefore, identifying the remains of birds from the aeroplane is essential as a safety measurement in bird strike management. In this study, we applied DNA barcoding using the cytochrome oxidase I barcode gene to identify the birds' remains. Samples consisting of three feathers and tissues collected from the plane were analysed. The Cytochrome Oxidase I sequence analysis showed that all six samples were identified as Haliaeetus leucogaster (White-bellied sea eagle) with percentage identity 100% after BLAST to NCBI. We also identified the feathers by comparing them with reference specimens, which showed that they came from wing feathers of H. leucogaster. We concluded that DNA barcoding could be used to identify the species of bird involved in bird strike incidents; therefore airport could incorporated DNA barcoding technique on their wildlife hazard management.
OBSERVASI ELANG JAWA Nisaetus bartelsi (Stresemann, 1924) DI RESORT PENGELOLAAN TAMAN NASIONAL (RPTN) JABUNG DAN COBAN TRISULA TAMAN NASIONAL BROMO TENGGER SEMERU Ari Nadya Ningtyas; Tander Scila Serata Dwi Susilo; Nirmala Ayu Aryanti
ZOO INDONESIA Vol 31, No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52508/zi.v31i2.4273

Abstract

Pulau Jawa masih banyak ditemukan lokasi yang berpotensi sebagai habitat penting bagi elang jawa. Elang jawa memiliki peran dalam suatu ekosistem yaitu sebagai pemangsa tingkat puncak dan menjadi pengendali ekosistem dalam rantai makanan. Berdasarkan IUCN status elang jawa tercatat sebagai spesies genting. Kawasan RPTN Jabung dan Coban Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) merupakan salah satu spot monitoring utama elang jawa. Pembaharuan data populasi elang jawa di kawasan tersebut sangat diperlukan guna mengetahui jumlah populasi Elang Jawa yang ada di Kawasan TNBTS. Pengambilan data populasi elang jawa dilakukan pada bulan Januari 2020. Pengambilan data populasi elang jawa dilakukan dengan metode cooperative point count dan wawancara dengan masyarakat sekitar dan petugas TNBTS. Jumlah populasi elang jawa yang teridentifikasi sebanyak 10 individu, 6 Individu di RPTN Jabung dan 4 individu di RPTN Coban Trisula. Keberadaan satwa liar di suatu kawasan khususnya TNBTS dipengaruhi oleh bervariasinya kondisi suatu wilayah dan tipe habitat, adanya kegiatan migrasi, dan gangguan antropogenik akibat aktivitas manusia di sekitar habitat satwa liar. Elang jawa membutuhkan kemiringan lahan yang curam untuk terbang dan bersarang serta dimungkinkan juga terkait perlindungan dari manusia maupun predator lainnya. 
PREFERENSI UMPAN TIKUS DALAM UPAYA PENGENDALIAN VEKTOR DI BANDAR UDARA RADIN INTEN II LAMPUNG Wulandari, Kartika Dwi; Setyaningrum, Endah; Nurcahyani, Nuning; Rosa, Emantis
ZOO INDONESIA Vol 32, No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52508/zi.v32i2.4678

Abstract

Padatnya aktivitas yang terdapat di Bandar Udara Radin Inten II Lampung berpengaruh pada kebersihan lingkungan. Salah satu hewan yang berpotensi sebagai penular penyakit adalah tikus. Tikus merupakan vektor penyakit leptospirosis, pes, dan murine typhus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis umpan yang paling disukai tikus, spesies yang tertangkap dan indeks kepadatan tikus di Bandar Udara Radin Inten II Lampung. Pada penelitian ini, menggunakan 4 jenis umpan berbeda yaitu ikan asin, keju, roti oles margarin dan kelapa bakar. Keempat umpan tersebut diletakkan di 3 lokasi di Bandar Udara Radin Inten II Lampung yang menunjukkan tanda-tanda keberadaan tikus yaitu area gedung parkir, area gedung VVIP dan area gedung hygiene. Data penelitian ini dianalisis menggunakan two-way ANOVA dan dilakukan uji lanjutan berupa post hoc Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umpan yang paling disukai tikus di Bandar Udara Radin Inten II Lampung yaitu umpan roti oles margarin (0,89). Spesies tikus yang berhasil teridentifikasi adalah Rattus tanezumi. Indeks kepadatan tikus di Bandar Udara Radin Inten II Lampung termasuk ke dalam kategori rendah (0,33).
RASIO BOBOT ORGAN REPRODUKSI DAN BOBOT BADAN RUSA TIMOR (Rusa timorensis) PADA UMUR YANG BERBEDA SEBAGAI DASAR SELEKSI PEJANTAN Casmuti, Casmuti; Samsudewa, Daud; Setiatin, Enny Tantini; Wibowo, Leonardus Abieza; Fattah, Alvian
ZOO INDONESIA Vol 32, No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52508/zi.v32i2.4301

Abstract

Rusa timor (Rusa timorensis) merupakan satwa dilindungi yang dapat dimanfaatkan dagingnya. Rusa timor yang sering dimanfaatkan adalah satwa jantan umur 2, 3, dan 4 tahun. Hal ini dapat menyebabkan penurunan jumlah satwa jantan di penangkaran seiring berjalannya waktu. Oleh karena itu, perlu dilakukan seleksi untuk memilih pejantan rusa timor. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan umur optimum rusa timor yang dapat dijadikan pejantan berdasarkan rasio bobot organ reproduksi dan bobot badan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober 2020 hingga September 2021 di Penangkaran Rusa Timor H. Yusuf Wartono, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Materi yang digunakan adalah 12 ekor rusa timor jantan umur 2, 3, dan 4 tahun masing-masing 4 ekor. Metode observasional dilakukan dengan mengukur bobot badan dan bobot testis kanan, testis kiri, testis total, dan penis. Penghitungan rasio dilakukan dengan pembagian antara bobot organ reproduksi dengan bobot badan. Data dianalisis menggunakan Kruskal Wallis H test dengan taraf signifikansi 5% pada SPSS 20.0. Hasil penelitian diperoleh nilai asymptotic significant dari bobot testis kanan, testis kiri, testis total, dan penis berturut-turut sebesar 0,904, 0,778, 0,667, dan 0,500. Hasil menunjukkan tidak ada pengaruh umur terhadap rasio bobot organ reproduksi dan bobot badan rusa timor sehingga umur 2, 3, dan 4 tahun dapat dijadikan sebagai pejantan.
KAJIAN SISTEMATIKA KELELAWAR PEMAKAN BUAH (CHIROPTERA: PTEROPODIDAE) DI PULAU JAWA: FILOGENETIK DAN KARIOTIPE Mubarok, Husni; Sandika, Bayu
ZOO INDONESIA Vol 32, No 1 (2023): Juli 2023
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52508/zi.v32i1.4633

Abstract

Kajian sistematik kelelawar pemakan buah (Chiroptera: Pteropodidae) masih menjadi perdebatan. Penelitian filogenetik dan kariotipe menunjukkan ketidaksesuaian data DNA dan data kromosom dengan batas karakter morfologi, termasuk pada spesies Pteropodidae di Pulau Jawa. Selain itu, penelitian mengenai filogenetik dan kariotipe kelelawar Pteropodidae di Pulau Jawa belum banyak dieksplorasi. Studi ini bertujuan untuk memaparkan kajian sistematik kelelawar Pteropodidae di Pulau Jawa berdasarkan studi filogenetik dan kariotipe secara komprehesif. Studi ini menggunakan penelusuran literatur lengkap mengenai sejarah sistematik Pteropodidae dan taksonomi berdasarkan studi filogenetik serta kariotipe Pteropodidae di Pulau Jawa. Secara filogenetik, masih terjadi permasalahan sistematik pada tingkat genus. Selain itu, berdasarkan data kariotipe spesies Pteropodidae di Pulau Jawa menunjukkan jumlah diploid kromosom seragam, namun memiliki bentuk kromosom yang berbeda. Kajian ini dapat digunakan untuk melakukan penelitian lebih lanjut mengenai sistematik Pteropodidae di Indonesia.
BUTTERFLY DIVERSITY (LEPIDOPTERA: PAPILIONOIDEA) IN KALOY LIMESTONE HILL, TAMIANG HULU DISTRICT, ACEH TAMIANG REGENCY Nurjannah, Nurjannah; Putri, Kartika Aprilia; Sari, Herlina Putri Endah; Persada, Andri Yusman; Fajar, Beni Al
ZOO INDONESIA Vol 32, No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52508/zi.v32i2.4642

Abstract

Studies on butterflies have been done in Aceh region, like Aceh Besar, Aceh Selatan, Aceh Tengah, and Langsa. But there is no research about butterfly from Aceh Tamiang, especially in Kaloy. There are many habitat types in Kaloy, one of them is Kaloy Limestone Hills (KLH) with many vegetation in there that support butterfly diversity. This research aims to analyze butterfly diversity from KLH. Field observations were conducted from December 2022 – January 2023 (in the end of rainy season) using the standard walk method with six observation sessions. The result showed there were 32 species belonging to four families, with Nymphalidae as the most families found and Junonia hedonia as the most species found. The ecological assessment of butterfly populations at the time of the research were butterfly diversity indexes (H’) were between 2.24-2.46 and the dominance indexes (D) were between 0.11-0.13. Butterfly diversity from KLH is additional information to butterfly database in Indonesia, especially Aceh Province. Also, this information can be a future reference for conservation management in Kaloy.

Filter by Year

1983 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 33, No 1 (2024): Juli 2024 Vol 32, No 2 (2023): Desember 2023 Vol 32, No 1 (2023): Juli 2023 Vol 31, No 2 (2022): Desember 2022 Vol 31, No 1 (2022): Juli 2022 Vol 30, No 2 (2021): Desember 2021 Vol 30, No 1 (2021): Juli 2021 Vol 29, No 2 (2020): Desember 2020 Vol 29, No 1 (2020): Juli 2020 Vol 28, No 2 (2019): Desember 2019 Vol 28, No 1 (2019): Juli 2019 Vol 27, No 2 (2018): Desember 2018 Vol 27, No 1 (2018): Juli 2018 Vol 26, No 2 (2017): Desember 2017 Vol 26, No 1 (2017): Juli 2017 Vol 25, No 2 (2016): Desember 2016 Vol 25, No 1 (2016): Juli 2016 Vol 24, No 2 (2015): Desember 2015 Vol 24, No 1 (2015): Juli 2015 Vol 23, No 2 (2014): Desember 2014 Vol 23, No 1 (2014): Juli 2014 Vol 22, No 2 (2013): Desember 2013 Vol 22, No 1 (2013): Juli 2013 Vol 21, No 2 (2012): Desember 2012 Vol 21, No 1 (2012): Juli 2012 Vol 20, No 2 (2011): Desember 2011 Vol 20, No 1 (2011): Juli 2011 Vol 19, No 2 (2010): Desember 2010 Vol 19, No 1 (2010): Juli 2010 Vol 18, No 2 (2009): November 2009 Vol 18, No 1 (2009): Juli 2009 Vol 17, No 2 (2008): November 2008 Vol 17, No 1 (2008): Juni 2008 Vol 16, No 2 (2007): November 2007 Vol 16, No 1 (2007): Juni 2007 Vol 15, No 2 (2006): November 2006 No 29 (2002): Zoo Indonesia No. 29 Desember 2002 No 28 (2001): Zoo Indonesia No. 28 September 2001 No 31 (1997): Zoo Indonesia No. 31 No 30 (1997): Zoo Indonesia No. 30 No 29 (1997): Zoo Indonesia No. 29 No 28 (1996): Zoo Indonesia No 28 No 27 (1996): Zoo Indonesia No 27 No 26 (1995): Zoo Indonesia No 26 No 25 (1995): Zoo Indonesia No 25 No 24 (1994): Zoo Indonesia No 24 No 23 (1994): Zoo Indonesia no 23 No 22 (1993): Zoo Indonesia No 22 No 21 (1993): Zoo Indonesia No 21 No 20 (1993): Zoo Indonesia No 20 No 19 (1993): Zoo Indonesia No 19 No 18 (1993): Zoo Indonesia No 18 No 17 (1993): Zoo Indonesia No 17 No 16 (1992): Zoo Indonesia No 16 No 15 (1992): Zoo Indonesia No. 15 No 14 (1992): Zoo Indonesia No.14 No 13 (1992): Zoo Indonesia No. 13 No 12 (1991): Zoo Indonesia No. 12 No 11 (1991): Zoo Indonesia No. 11 No 10 (1990): Zoo Indonesia No. 10 No 9 (1990): Zoo Indonesia No. 9 No 8 (1989): Zoo Indonesia No. 8 No 7 (1987): Zoo Indonesia No. 7 No 6 (1986): Zoo Indonesia No 6 No 5 (1985): Zoo Indonesia No. 5 No 4 (1985): Zoo Indonesia No. 4 No 3 (1985): Zoo Indonesia No. 3 No 2 (1983): Zoo Indonesia No. 2 No 1 (1983): Zoo Indonesia No. 1 More Issue