cover
Contact Name
Ramses
Contact Email
ramses.firdaus@gmail.com
Phone
+628117553507
Journal Mail Official
jurnal.simbiosa@gmail.com
Editorial Address
Kampus Universitas Riau Kepulauan Batam Jln. Batuaji Baru No,99 Batuaji Kota Batam - Kepulauan Riau-Indonesia
Location
Kota batam,
Kepulauan riau
INDONESIA
SIMBIOSA
ehadiran jurnal SIMBIOSA sangat diharapkan untuk meningkatkan publikasi ilmiah pada bidang pembelajaran Biologi dan Sains. Fokus dan cakupan SIMBIOSA secara deteil sebagai berikur: Pendidikan Biologi, mencakup : pembelajaran Biologi untuk sekolah menengah, dan perguruan tinggi; teknologi pembelajaran Biologi; pengembangan profesionalisme guru bidang studi Pendidikan Biologi; pembelajaran Biologi inovatif dengan menerapkan berbagai pendekatan seperti pendekatan realistik, pendekatan CTL, dan sebagainya. Sain Biologi mencakup Biologi molekuler; Bio-Ekologi; Biodiversiti; Konservasi dan bidang kajian lain yang relevan dengan Biologi dalam arti luas. Jurnal ini diterbitkan dua kali dalam setahun (Juli dan Desember). Artikel yang sudah diterima dan siap dipublikasikan melalui online (early view) secara bertahap serta versi cetaknya akan diedarkan pada akhir periode penerbitan online.
Articles 171 Documents
Bahaya Penularan Covid-19 di Gua dan Upaya Pencegahannya Isma Dwi Kurniawan; Cahyo Rahmadi; Rasyid Wisnuaji
SIMBIOSA Vol 9, No 2 (2020): JURNAL SIMBIOSA
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sim-bio.v9i2.2529

Abstract

Gua memiliki potensi besar sebagai tempat penularan Covid-19. Aktivitas penelusuran gua di masa pandemi berpotensi meningkatkan dan memperluas penyebaran Covid-19. Artikel ini bertujuan untuk memberikan informasi mengenai potensi bahaya aktivitas penelusuran gua di masa pandemi Covid-19 dan upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk mencegahnya. Data diperoleh melalui metode Systematic Literature Review (SLR). Lingkungan gua memiliki karakter tertutup, tidak terdapat sinar matahari, minim ventilasi dan sirkulasi udara, suhu stabil dan kelembapan tinggi sehingga sangat ideal untuk terjadinya proses penularan Covid-19 antar manusia. Selain itu, gua juga menjadi habitat bagi kelelawar (Chiroptera) yang ternyata memiliki kemungkinan  tertular Covid-19 dari manusia. Rute transmisi virus dari manusia ke kelelawar dan ditularkan kembali ke manusia dikhawatirkan terjadi. Pencegahan penyebaran Covid-19 di lingkungan gua dapat dilakukan di antaranya adalah dengan cara menunda kunjungan ke gua apabila kepentingan tidak mendesak, menggunakan peralatan SOP penelusuran gua, menerapkan protokol kesehatan dengan ketat, pembatasan jumlah penelusur dan durasi eksplorasi, tidak kontak langsung dengan kelelawar, dan menghindari lorong-lorong gua yang menjadi habitat kelelawar.
Pengembangan Media Pop Up Book (Bilingual) Dengan Pendekatan Model Problem Based Learning (PBL) Terhadap Hasil Belajar Siswa SMAN 10 Kelas X Kota Batam Rahmi Rahmi; Fenny Agustina
SIMBIOSA Vol 7, No 2 (2018): JURNAL SIMBIOSA
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sim-bio.v7i2.1462

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan  media yang berbentuk  pop up book  pada pokok bahasan invertebrata di SMAN 10 (Hinterland) pendekatan PBL sesuai dengan kriteria kualitas yang ditetapkan dan mengetahui dampak peningkatkan hasil belajar siswa pada ranah kognitif. Metode penelitian ini menggunakan model pengembangan prosedural Instruksional Development Institute (IDI) yang terdiri dari 3 tahap yaitu tahap penentuan (define) dengan menganalisis kebutuhan, tahap pengembangan (develop), dan tahap evaluasi (evaluate). Sedangkan rancangan prosedur pengembangan terdiri dari 3 tahap, yaitu analisis muka-belakang (front-end analysis), tahap prototipe (prototype), dan tahap penilaian (assesment). Data penelitian berupa pengembangan media serta data kualitas media yang disusun. Instrumen penelitian berupa lembar validasi berbentuk check list tentang kualitas media. Data kualitas produk yang dihasilkan berbentuk deskriptif kemudian diubah menjadi skor 1, 2, 3, dan 4, dan 5 untuk kriteria sangat kurang, kurang, cukup, baik, dan sangat baik. Pengembangan Media pop up book (bilingual) pada pokok bahasan invertebrata kelas X SMAN 10 (hinterland) mencakup 3 pokok bahasan. Hasil penilaian dari 3 validator yang meliputi aspek ahli media 91,76%, skor rata-rata hasil validasi ahli materi sebesar 83,33%, dan skor rata-rata hasil validasi guru Biologi sebesar 81%. Maka diperoleh skor akhir hasil validasi adalah sebesar 85,36%  hasil tersebut termasuk dalam kategori valid dan layak digunakan. Hasil belajar siswa meningkat menjadi 70% siswa yang memperoleh nilai di atas KKM dari 24 jumlah siswa 18 siswa yang mendapat nilai di atas 70.
HUBUNGAN ANTARA RESPON POSITIF SISWA DENGAN HASIL BELAJAR MELALUI METODE OBSERVASI LAPANGAN PADA METERI EKOSISTEM KELAS VII SMP NEGERI 38 BATAM Christina Situmorang; Dahrul Aman Harahap; Rahmi Rahmi
SIMBIOSA Vol 5, No 2 (2016): JURNAL SIMBIOSA
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sim-bio.v5i2.814

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara respon positif siswa dengan hasil belajar melalui metode observasi lapangan pada materi ekosistem kelas VII SMP Negeri 38 Batam. Data penelitian untuk variabel X1 dikumpul dari lembar observasi siswa dan penilaian respon positip, sedangkan untuk hasil belajar atau sebagai variabel X2 dikumpulkan dari tes pilihan ganda yang dilakukan diakhir pembelajaran. Populasi pada penelitian adalah seluruh siswa kelas VII terdiri dari 4 kelas dan populasi sampel diambil dengan menggunakan teknik claster random sampling dan terpilih kelas VII.A dan kelas VII.B sebagai sampel. Hasil uji hipotesis menggunakan pendekatan Uji-t menunjukkan terdapat hubungan antara respon positif siswa dengan hasil belajar, yakni  (0,346)  (0,235).
Perbandingan Model Problem Based Learning dan Inquiry Terhadap Hasil Belajar Siswa di Mts Negeri 1 Rantauprapat Maharani Gultom; Dini Hariyati Adam; Ika Chastanti; Zunaidy Abdullah Siregar
SIMBIOSA Vol 9, No 1 (2020): JURNAL SIMBIOSA
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sim-bio.v9i1.2308

Abstract

Hasil belajar yang masih rendah menuntut guru untuk menggunakan model pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan hasil belajar dengan menggunakan Model Problem Based Learning (PBL) dan Inquiry pada siswa kelas VIII di MTs Negeri 1 Rantauprapat. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen. Penelitian ini menggunakan dua kelas yang dipilih dengan menggunakan Teknik Purposive Sampling. Kedua kelas diberikan perlakuan yang bebeda dengan materi yang sama. Untuk memperoleh data, peneliti menggunakan tes yang terlebih dahulu dilakukan uji coba instrumen meliputi uji validitas dan uji reliabilitas. Selanjutnya analisis data menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis dengan menggunakan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dan Inquiry pada siswa kelas VIII di MTs Negeri 1 Rantauprapat dengan diperoleh signifikansi 0,05 yaitu 0,0000,05. Selanjutnya, nilai rata-rata kelas yang menggunakan Model Problem Based Learning (PBL) lebih tinggi dari pada kelas dengan Inquiry, yaitu dengan nilai rata-rata masing-masing kelas adalah 80,00 dan 72,77. Hal ini menunjukkan bahwa Model Problem Based Learning (PBL) lebih unggul daripada Inquiry.
Pengembangan Kemampuan Berpikir Kritis Mahasiswa Melalui Penerapan Model Learning Cycle Luthpi Safahi
SIMBIOSA Vol 7, No 1 (2018): JURNAL SIMBIOSA
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sim-bio.v7i1.1311

Abstract

Penelitian yang menggunakan metode Quasi Eksperimen ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan model pembelajaran Learning Cycle terhadap kemampuan berpikirkritis mahasiswa dalam matakuliah  Vertebrata. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Quasy Experiment dengan desain penelitian Pre-test Post-test Control Group Design.Sampel penelitian ini adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi semester IV yang diambil dengan menggunakan teknik Cluster Random Sampling. Penguasaan kemampuan berpikir kritis diukur dengan menggunakan tes uraian materi klasifikasi chordata dan pisces sebanyak enam soal, masing-masing mengukur ketercapaian enam indikator kemampuan berpikir kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata posttest kemampuan berpikir kritis kelas eksperimen memperoleh nilai 61,87 sedangkan kelas kontrol memperoleh nilai 49,55. Uji hipotesis menggunakan uji-t pada taraf signifikansi α = 1% diperoleh nilai Sig.(1-tailed) = 0.000 p.0.01, yang berarti H0 ditolak. Sehingga dapat disimpulkan penggunaan model pembelajaran learning cycle sangat berpengaruh terhadap keterampilan berpikir kritis.
APLIKASI KEBUTUHAN RESPIRASI OKSIGEN KERAPU BEBEK (Chromileptes altivelis) BERDASARKAN PADAT TEBAR, YANG DIPELIHARA DENGAN AERASI Rahmi Rahmi; Ramses Ramses; R. Pramuanggit Panggih Nugroho
SIMBIOSA Vol 2, No 2 (2013): JURNAL SIMBIOSA
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sim-bio.v2i2.711

Abstract

Pemeliharaan Kerapu Bebek sangat dipengaruhi oleh keadaan kualitas air, khususnya ketersediaan O2 terlarut air. Kebutuhan O2 kerapu bebek dalam budidaya yang semakin intensif perlu diketahui dan ketersediaan O2 dalam media air harus selalu optimal. Kebutuhan O2 kerapu bebek dan ketersediaan O2 dalam air dapat ditentukan dengan mengetahui laju konsumsi oksigen dan oksigen terlarut kritis.  Kadar oksigen yang terlarut di perairan alami bervariasi, tergantung pada suhu, salinitas, turbulensi air, dan tekanan atmosfer.Kegiatan perekayasaan ini bertujuan untuk mengetahui kebutuhan oksigen respirasi Kerapu Bebek pada berbagai ukuran berat dan untuk mengetahui pengaruh perlakuan padat tebar kerapu bebek yang dipelihara dengan aerasi air terhadap sintasan.Mekanisme/cara kerja yang digunakan dalam kegiatan perekayasaan ini untuk mengetahui kebutuhan O2  respirasi kerapu bebek yaitu dengan menggunakan wadah tertutup, kapasitas volume air 3 L dan di penuhi air. 4 perlakuan ukuran berat ikan dengan 4 tingkat ukuran berat, yaitu berkisar antara A1(0,6-1,0), A2(1,1-1,5), A3(1,6-2,0), A4(2,1-2,5) g. Sebelum diujikan kedalam wadah tertutup, masing-masing perlakuan kisaran berat ditimbang hingga mencapai berat total 10 g. Penentuan kebutuhan O2 respirasi kerapu bebek untuk melihat laju konsumsi O2 dan kadar O2 kritis kerapu bebek. Tahap berikutnya dilakukan pemeliharaan kerapu bebek dengan aerasi selama 60 hari. Padat tebar kerapu bebek terdiri dari 3 tingkat yaitu 8, 10, 30, ekor/dm3. Pengamatan dilakukan terhadap ikan dan kualitas air setiap 10 hari,dimulai pada umur 30 hari. Pengamatan ikan dilakukan terhadap jumlah yang hidup.Hasilnya  diperoleh bahwa pada perlakuan pertama A1 laju konsumsi oksigen  0,24 mg O2/g/detik dan oksigen terlarut kritis 2,75; A2 laju konsumsi oksigen 0,18 mg O2/g/detik dan oksigen terlarut kritis 2,88; A3 laju konsumsi oksigen 0,22 mg O2/g/detik dan oksigen terlarut kritis 2,91; A4 laju konsumsi oksigen 0,11 mg O2/g/detik dan oksigen terlarut kritis 3,26. Pada pemeliharaan dengan aerasi diperoleh sintasan sebagai berikut ; padat tebar 8 ekor/L = 15%, padat tebar 10 ekor/L = 21 %, padat tebar 30 ekor/L = 32%.
PENGARUH PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TGT (TEAM GAME TOURNAMENT) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS VII PADA MATERI FOTOSINTESIS DI SMPN 31 BATAM Destaria Sudirman; Fenny Agustina; Pikal Candra
SIMBIOSA Vol 3, No 2 (2014): JURNAL SIMBIOSA
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sim-bio.v3i2.257

Abstract

This study aims to determine the type of use of Cooperative Learning Model (TGT) Team Tournament Game Against Student Results. This study is arandomized experiment with design Posttest Only Control Group Design with class VII entirepopulation. The sample in this study is the number of students VIIF class 30as aclass VIID experimental class and the number of students as a control group of 30 people. Sampling using a simple random sample (random sampling), data analysis techniques using ttest. Based on test data analysis instrument of 40 multiple choice questions about  the 32 validated, while the reliability test is high (0.80 to 1.00). Test data results are normal prerequisites of FF table (1.029 1, 860) and homogeneity homogeneous L hitung L table (0.138 0.161), with an average value of 83 experimental class and the average value of the control class 68 shows the hypothesis test resultst (6,89)t table α of 5%(1.70). So that Ha=μ1 ≠ μ2 received whileHo=μ1=μ2 cancel, there are differences TGT cooperative learning model with the lecture method to the learning outcomes of students of class VII in photosynthetic material. Keywords: Cooperative  Learning Model, Type TGT (Team Game Tournament), the Results learning outcomes
Struktur Komunitas Plankton di Selat Belat, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau Lani Puspita
SIMBIOSA Vol 8, No 2 (2019): JURNAL SIMBIOSA
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sim-bio.v8i2.2042

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur komunitas fitoplankton dan zooplankton di perairan Pulau Belat, yang meliputi jumlah taxa, komposisi jenis, keanekaragaman jenis, keseragaman jenis, dan dominansi jenis. Plankton diambil di 3 lokasi di sebagian ruas Selat Belat. Pengambilan sample dilakukan 2 kali, yaitu 8 Januari 2018 dan 30 Januari 2019. Sampel yang diambil dianalisis di laboratorium Produktivitas Lingkungan Perairan IPB; analisis yang dilakukan mencakup identifikasi dan pencacahan; hasilnya kemudian diolah dengan menghitung Indeks Keanekaragaman Jenis (H’), Indeks Keseragaman Jenis (E), dan Indeks Dominansi Jenis (D). Berdasarkan hasil analisis didapatkan bahwa Indeks H, E, dan D dari sampel fitoplankton yang diambil pada 8 Januari 2018 secara berturut-turut berkisar antara: 1.05 - 1.91, 0.54 - 0.68, dan 0.26 - 0.42; sedangkan untuk sampel zooplankton nilai indeks secara berturut-turut berkisar antara: 1.01 - 1.12, 0.47 - 0.56, dan 0.42 - 0.51. Dan nilai Indeks H, E, dan D dari sampel fitoplankton yang diambil pada 30 Januari 2019 secara berturut-turut berkisar antara: 1.50 - 2.13, 0.46 - 0.67, dan 0.22 - 0.47; sedangkan untuk sampel zooplankton nilai indeks secara berturut-turut berkisar antara: 1.35 - 1.65, 0.81- 0.85, dan 0.23 - 0.30. Nilai Indeks H yang berkisar antara 1.01 - 2.13 menunjukan bahwa kondisi perairan berada pada kondisi tercemar sedang, tercemar ringan, dan belum tercemar. Pada sampel 8 Januari 2018, fitoplankton didominasi oleh jenis-jenis dari kelas Bacillariophyceae; sedangkan zooplankton didominasi oleh jenis-jenis dari filum Protozoa. Pada sampel 30 Januari 2019, fitoplankton didominasi oleh jenis-jenis dari kelas Bacillariophyceae; sedangkan zooplankton didominasi oleh jenis-jenis dari filum Crustacea
Inventarisasi Jamur Tingkat Tinggi (Basidiomycetes) Di Taman Wisata Alam Muka Kuning Batam Liska Chairani Harahap; Fauziah Syamsi; Yarsi Efendi
SIMBIOSA Vol 6, No 2 (2017): JURNAL SIMBIOSA
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sim-bio.v6i2.1143

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis jamur tingkat tinggi (Basidiomycetes) yang ada di Taman Wisata Alam Muka Kuning Batam dan data yang diperoleh dikembangkan menjadi media pembelajaran yaitu media poster. Metode yang digunakan adalah survei di sepanjang jalur hutan di TWA Muka Kuning Batam. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif eksploratif. Berdasarkan hasil analisis diperoleh data jenis jamur tingkat tinggi (Basidiomycetes) di Taman Wisata Alam Muka Kuning Batam terdapat 7 famili yaitu Ganodermataceae, Hygrophoraceae, Hymenochaetaceae, Polyporaceae, Schizophyllaceae, Steccherinaceae dan Tricholomataceae. Dan 15 jenis jamur tingkat tinggi (Basidiomycetes) yaitu Amauroderma rugosum, Ganoderma applanatum, Ganoderma sp., Hygrocybe sp., Hymenochaete sp., Fomes sp., Microporus xanthopus, Panus sp., Polyporus sp., Pycnoporus sanguineus, Trametes sp., Schizophyllum commune., Nigroporus vinosus, Marasmius androsaceus dan Marasmius sp.
STRUKTUR KOMUNITAS UDANG (CRUSTACEA) DI SUNGAI TELUK SEPAKU, KELURAHAN PULAU BULUH KECAMATAN BULANG KOTA BATAM Jumariah Jumariah; Fenny Agustina; Notowinarto Notowinarto
SIMBIOSA Vol 4, No 2 (2015): JURNAL SIMBIOSA
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sim-bio.v4i2.658

Abstract

Sebagai wilayah kepulauan, Kota Batam dikelilingi lautan yang terdapat pulau-pulau kecil atau disebut sebagai kawasan hinterlands. Sejauh ini belum diketahui ragam jenis udang yang ada karena itu dilakukan penelitian tentang struktur komunitas udang (Crustacea) di Sungai Teluk Sepaku, tujuan mengkaji ragam dan jenis udang pada kawasan  sungai Teluk Sepaku. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif, dilaksanakan pada bulan April – Juni 2013. Sampel udang diambil dari 5 stasiun pengamatan menggunakan sudu (jala penyorong) dan tekop. Hasil identifikasi dan analisis didapatkan 7 spesies udang kelas Crustacea, ordo Decapoda dan 2 famili Penaeidae dan Palaemonidae, yakni; Penaeus latisulcatus, Metapenaeus affinis, Penaeus sp (1), Penaeus sp (2), Penaeus indicus, Penaeus monodon dan Macrobrachium sp. Hasil analisis korelasi menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kemelimpahan beberapa udang, yaitu antara Penaeus monodon dengan Penaeus sp (2). Sedangkan tingkat similaritas udang antar tiap stasiun pengamatan adalah tinggi dan terdiri dari 2 (dua) kelompok, yaitu kelompok 1 : hanya mencakup Stasiun 1. Lokasi stasiun 1 dan keempat lokasi stasiun penelitian udang lainnya hanya memiliki tingkat similaritas 22,83%. Kelompok 2:  Stasiun 2, Stasiun 3, Stasiun 4 dan Stasiun 5. Lokasi stasiun 2, stasiun 4 dan stasiun 5 memiliki tingkat similaritas 46,26%. Lokasi stasiun 2 dan stasiun 4 memiliki tingkat similaritas 79,86%

Page 9 of 18 | Total Record : 171