cover
Contact Name
Ilham Wira Aristy
Contact Email
jurnalpromotor@uika-bogor.ac.id
Phone
+6282244870305
Journal Mail Official
jurnalpromotor@uika-bogor.ac.id
Editorial Address
Universitas Ibn Khaldun Jl. KH. Sholeh Iskandar KM. 2 Bogor 16162
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Promotor: Jurnal Mahasiswa Kesehatan Masyarakat
ISSN : 26547899     EISSN : 26548127     DOI : http://dx.doi.org/10.32832/pro
Core Subject : Health,
Jurnal ini adalah wadah mahasiswa untuk Meningkatkan ketrampilan dan wadah informasi penelitian kesehatan bagi akademisi. Praktisi masyakarakt dan pemamgku kebijakan. Selain itu jurnal ini merupakan karya tulis ilmiah mahasiswa yang diharapkan dapat memeberikan masukan dan manfaat untuk meningkatkan status kesehatan masyarakat
Articles 257 Documents
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM MEWUJUDKAN PROGRAM AGENT PERUBAHAN PEDULI COVID-19 (AADC-19) DI KAMPUNG NYENCLE Fradika Desma Firdayanti; Andi Asnifatima
PROMOTOR Vol 4, No 5 (2021)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/pro.v4i5.5712

Abstract

Covid-19 (coronavirus disease 2019) adalah penyakit yang disebabkan oleh jenis corona virus baru yaitu Sars-CoV-2, yang dilaporkan pertama kali di Wuhan Tiongkok pada tanggal 31 Desember 2019. Covid-19 dapat menular dari manusia ke manusia melalui kontak erat dan droplet (percikan cairan pada saat bersin dan batuk), tidak melalui udara. Pengabdian ini bertujuan untuk menciptakan edukator terkait Covid-19 maksimal di keluarga atau lingkungan terdekat yang di lakukan via daring melalui sosial media yaitu Whatsapp. Agar mau dan mampu sebagai agent perubahan peduli Covid-19 yang di sebut pasukan AADC-19 di wilayah tempat tinggal yang termasuk zona merah ini. penyampaian materi edukasi berupa video dan poster terkait tema yang di berikan setiap harinya. Dengan evaluasi setiap minggunya melalui videocall via Whatsapp kepada responden. Metode yang digunakan pada pengabdian masyarakat ini dinamakan interpersonal, dimana informasi edukasi di sampaikan langsung ke sasaran secara daring dan melakukan diskusi. Jawaban hasil diskusi di observasi dan menghasilkan hipotesis mengukur keberhasilan program (monitoring dan evaluasi). Keberhasilan Program dilihat  dari data hasil pengisian kuesioner yang menunjukan (1) pemahaman responden yang meningkat, (2) kesadaran untuk menyebarkan  informasi ke orang lain, dan (3) menerapkan pemahaman yang sudah di terima kehidupan sehari-hari.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 24-59 BULAN DI DESA BANTARGADUNG KABUPATEN SUKABUMI TAHUN 2019 Hana Ilmi Khoiriyah; Fenti Dewi Pertiwi; Tika Noor Prastia
PROMOTOR Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/pro.v4i2.5581

Abstract

Indonesia masuk kedalam negara ketiga dengan prevalensi stunting tertinggi di regional Asia Tenggara. Kabupaten Sukabumi merupakan daerah dengan kasus stunting yang tinggi dengan prevalensi 37,6%. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan di Desa Bantargadung Kabupaten Sukabumi tahun 2019. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional, populasi sebanyak 506 balita dengan sampel sebanyak 83 orang. Teknik sampling menggunakan simple random sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner dan lembar food recall 24 jam. Analisis data dilakukan dengan uji chi-square.Hasil penelitian menunjukkan persentase responden yang stunting sebesar 38,6%. Analisis uji statistik menunjukkan adanya hubungan bermakna antara asupan energi (p-value 0,001), ASI eksklusif (p-value 0,001), MP-ASI (p-value 0,039), praktik kebersihan dan sanitasi (p-value 0,017), dan status ekonomi keluarga (p-value 0,027) dengan kejadian stunting pada balita. Bagi pemerintah disarankan agar dapat berperan aktif khususnya bagi petugas kesehatan untuk menanggulangi kejadian stunting pada balita. Selain itu, diharapkan untuk masyarakat terutama ibu balita menerapkan pola makan gizi seimbang sehingga risiko stunting dapat berkurang.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MEKARWANGI KOTA BOGOR TAHUN 2019 Enih Maryanih; Husnah Maryati; Indira Chotimah
PROMOTOR Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/pro.v4i1.5571

Abstract

ASI Eksklusif adalah pemberian ASI tanpa makanan dan minuman tambahan lain pada bayi berumur nol sampai enam bulan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang Faktor - Faktor Yang Mempengaruhi Pemberian ASI Eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Mekarwangi Kota Bogor. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif, dengan populasi berjumlah 796 bayi dari data di wilayah kerja Puskesmas Mekarwangi Kota Bogor pada bulan oktober 2019. Teknik sampling yang di gunakan adalah purposive sampling dengan jumlah sampel 89 responden. Alat pengumpulan data berupa kuesioner, dan teknik analisa data menggunakan cross sectional. Dari hasil penelitian terhadap 89 responden didapatkan faktor yang mempengaruhi pemberian ASI Eksklusif yaitu adanya faktor usia 59 responden (66,3%), faktor pendidikan 59 responden (66,3%), faktor pekerjaan 71 responden (79,8%),   faktor   penghasilan   48   responden   (53,9%),   faktor   pengetahuan 58 responden (65,2%), faktor sikap 58 responden (65,2%), faktor perilaku 61 responden (68,5%), dan faktor riwayat pemberian ASI 85 responden (95,5%). Hasil penelitian merekomendasi untuk penelitian selanjutnya diharapkan menindak lanjuti faktor-faktor yang mempengaruhi pemberian ASI Eksklusif.
IMPLEMENTASI PROGRAM DETEKSI DINI KANKER SERVIKS MELALUI METODE INSPEKSI VISUAL ASAM ASETAT (IVA) DI PUSKESMAS BOJONGSARI KOTA DEPOK TAHUN 2018 Amalia Nurazizah; Indira Chotimah; Suci Pujiati
PROMOTOR Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/pro.v4i2.5649

Abstract

Tahun 2016 kanker serviks terjadi sebanyak 492 kasus di puskesmas. Kanker Serviks tertinggi terjadi pada kelompok umur 45 – 64 tahun sebesar 4.082 kasus di rumah sakit. Di Jawa Barat, kejadian kanker serviks sebanyak 500 kasus. Sebagai bentuk upaya deteksi dini dapat dilakukan dengan metode Inspeksi Visual Asam Asetat dan Krioterapi untuk kanker serviks. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Implementasi Program Deteksi Dini Kanker Serviks melalui Metode Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) di Puskesmas Bojongsari Kota Depok. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, observasi dan telaah data. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh petugas di puskesmas Bojongsari. Penelitian ini terdiri dari 8 orang informan dengan 1 informan kunci dan 7 informan inti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Implementasi program deteksi dini kanker serviks melalui metode IVA di puskesmas bojongsari kota depok dapat dikatakan baik. Perlu ditingkatkan sosialisasi dan penyuluhan ke kader juga warga setempat agar puskesmas cakupannya tercapai.
GAMBARAN SISTEM PELAYANAN FARMASI RUMAH SAKIT DI RUMAH SAKIT “X” KOTA BOGOR TAHUN 2019 Damayanti Meina; Husnah Maryati
PROMOTOR Vol 3, No 6 (2020)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/pro.v3i6.5561

Abstract

Standar pelayanan kefarmasian adalah tolok ukur yang dipergunakan sebagai pedoman bagi tenaga kefarmasian dalam menyelenggarakan pelayanan kefarmasian. Pengelolaan sediaan farmasi, alat kesehatan dan bahan medis habis pakai mempengaruhi terhadap pelayanan farmasi yang nantinya akan mempengaruhi terhadap kepuasan pelayanan farmasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran sistem pelayanan farmasi rumah sakit. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan studi kasus melalui pengumpulan data primer yang dilakukan dengan wawancara mendalam dan observasi melalui telaah dokumen. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengelolaan persediaan obat Rumah Sakit “X” Kota Bogor belum efektif. Hal ini terlihat dari beberapa komponen input (SDM yang kurang, sarana untuk penyimpanan obat kurang memadai), proses (perencanaan yang kurang tepat dan penyimpanan yang kurang memadai) dan output (belum bisa memenuhi capaian angka kepuasan pelanggan). Diharapkan Instalasi Farmasi Rumah Sakit “X” Kota Bogor lebih memperhatikan sistem penambahan sumber daya manusia untuk memaksimalkan pelayanan kefarmasian, penambahan alat yang digunakan dalam pelayanan kefarmasian, penambahan alat untuk pendistribusian obat ditambah agar tidak terjadi keterlambatan dalam pelayanan.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DI WILAYAH PUSKESMAS TEGAL GUNDIL TAHUN 2020 Fuzi Rahayu Apriliani; Ichayuen Avianty; Humaira Angie Nauli
PROMOTOR Vol 4, No 4 (2021)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/pro.v4i4.5598

Abstract

Masalah anemia ibu hamil masih cukup tinggi walaupun telah dilakukan  berbagai upaya untuk menguranginya, namun komplikasi yang ditimbulkan oleh anemia dapat meningkatkan peluang terjadinya AKI (Angka Kematian Ibu), AKB (Angka Kematian Bayi), kelahiran premature dan BBLR (Berat Bayi Lahir Rendah). Prevalensi anemia di Indonesia menurut Kemenkes terjadinya peningkatan prevalensi ibu hamil yang mengalami anemia di Indonesia sebesar 17,65% selama 2 tahun. Prevalensi anemia pada ibu hamil di Kota Bogor tahun 2019 sebesar 7,60%. Hasil penelitian menunjukan persentase yang mengalami anemia sebesar 37%. Analisis uji statistik menunjukan tidak adanya hubungan yang bermakna antara variabel yang diteliti dengan kejadian anemia, pengetahuan (p-value 1,000), konsumsi suplemenFe (p-value 0,570), sosial ekonomi (p-value 0,170), pendidikan terakhir (p-value 0,327), paritas (p-value 0,299). Kesimpulan penelitian ini dari hasil uji statistik bahwa tidak ada hubungan yang bermakna antara kejadian anemia dengan variabel pengetahuan,  konsumsi suplemen Fe, sosial ekonomi, pendidikan terakhir, dan paritas.
RESIKO ERGONOMI DENGAN GEJALA MSDs PADA KARYAWAN PABRIK MIDPER Edison .; Rubi Ginanjar; Supriyanto .
PROMOTOR Vol 4, No 3 (2021)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/pro.v4i3.5588

Abstract

MSDs merupakan salah satu resiko dari aktifitas menjahit pada pekerja produksi garmen, sepatu, tas, dan jok mobil. Keluhan MSDs dipengaruhi oleh faktor manusia seperti usia, kebiasaan olahraga dan masa kerja. Sedangkan faktor pekerja seperti postur pekerja dan durasi kerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan resiko ergonomi dengan gejala MSDs pada karyawan Pabrik Midper di kabupaten Bogor Tahun 2020. Penelitian ini menggunakan studi deskriptif analitik dengan desain cross sectional study. Populasi penelitian ini sebanyak 50 dengan sampel yang sama yaitu 50 responden dengan teknik sample jenuh (dimana seluruh jumlah populasi dijadikan sampel penelitian dikarenakan jumlah populasi berjumlah kurang dari 100 responden). Alat yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan lembar kuesioner dan kuesioner REBA pada postur kerja. Cara analisis data penelitian ini menggunakan perangkat lunak aplikasi Statistik (SPSS 23) dengan menggunakan uji statistik chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara usia (p-value=0,00), masa kerja (p- value=0,00), durasi kerja (p-value=0,00), kebiasaan olahraga (p-value=0,00), postur tubuh (p-value=0,00), kebiasaan merokok (p-value=0,00) dengan gejala MSDs pada karyawan karena oleh berbagai sebab yang menyebabkan otot – otot yang berperan dalam mempertahankan keseimbangan seluruh tubuh. Kesimpulan penelitian ini adalah semakin tua usia, masa kerja, kebiasaan olahraga, kebiasaan merokok serta durasi kerja tinggi maka peluang terhadap keluhan nyeri punggung bawah semakin tinggi, Disarankan agar pekerja memanfaatkan waktu istirahat seoptimal mungkin dan melakukan peregangan otot dengan tujuan agar sirkulasi darah tetap lancar.
FAKTOR-FAKTOR YANG HUBUNGAN DENGAN KELELAHAN KERJA PADA PENGEMUDI BUS ANTAR KOTA ANTAR PROVINSI (AKAP) PT EKA SARI LORENA TRANSPORT TBK BOGOR TAHUN 2020 Reza Maulana; Rubi Ginanjar; Asri Masitha Arsyati
PROMOTOR Vol 4, No 5 (2021)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/pro.v4i5.5656

Abstract

Kelelahan (fatigue) adalah suatu mekanisme perlindungan tubuh agar tubuh terhindar dari ke- rusakan lebih lanjut sehingga terjadi pemulihan setelah istirahat. Kelelahan diatur secara sentral oleh otak. Pada susunan syaraf pusat terdapat sistem aktivasi (bersifat simpatis) dan inhibas (bersifat parasimpatis. Penelitian ini menggunakan studi deskriptif analitik dengan desai cross sectional study. Populasi dan sampel penelitian ini sebanyak 56 responden. Teknik penelitian ini menggunakan nonprobability sampling dengan menggunakan sampling jenuh. Alat yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan kuesioner dan alat ukur tinggi badan (microtoice) dan timbangan digital untuk mengukur berat badan untuk mengetahui indeks masa tubuh (IMT). Cara analisis data penelitian ini menggunakan perangkat lunak aplikasi statistik (SPSS 23) dengan menggunakan uji statistik chi-square. Berdasarkan hasil penelitian ini, kelelahan di PT Eka Sari Lorena Trasnport Tbk yaitu 37 orang (66,1%) yang mengalami kelelahan tinggi dan 19 orang (33,9%) yang mengalami kelelahan ringan, dan tidak ada hubungan antara semua variabel independen dan dependen yang pada penelitian ini. Kesimpulan penelitian ini tidak adanya hubungan antara waktu tidur dengan kelelaha karena kurang memanfaatkan waktu tidur dengan baik sehingga mengakibatkan kualitas tidur yang tidajk otimal.
ANALISIS MANAJEMEN LOGISTIK BAGIAN PENGADAAN ALAT KESEHATAN DI RUMAH SAKIT ISLAM BOGOR TAHUN 2019 Elisa Sri Puji Lestari; Indira Chotimah; Siti Khodijah Parinduri
PROMOTOR Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/pro.v4i2.5577

Abstract

Pengadaan adalah kegiatan membeli dan menerima barang atau jasa, proses ini dimulai dari persiapan barang atau jasa apa yang ingin dibeli hingga persetujuan untuk melakukan pembayaran ke pihak ketiga. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis manajemen logistik bagian pengadaan alat kesehatan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan pendekatan sistem melalui pengumpulan data primer yang dilakukan dengan wawancara dan observasi. Hasil penelitian dari komponen input, sarana dan prasarana gudang dan distribusi masih kekurangan tempat untuk menyimpan barang, Prosedur masih menggunakan SOP lama tahun 2009 dan 2011. Komponen proses pengadaan kendala di dana, dan proses penerimaan kendala di waktu penerimaan barang. Pada komponen output, ketersediaan alat kesehatan di Rumah Sakit Islam Bogor belum terpenuhi karena terdapat kendala di bagian anggaran. Diharapkan bagian logistik dan pengadaan di Rumah Sakit Islam Bogor segera mengsahkan SOP yang baru dan memberikan pelatihan internal atau pembelajaran untuk staff mengenai pengelolaan logistik dan pengadaan.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGALAMAN BULLYING DI SMK NEGERI 2 BOGOR PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2018 Siti Nurdiana; Fenti Dewi Pertiwi; Eny Dwimawati
PROMOTOR Vol 3, No 6 (2020)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/pro.v3i6.5567

Abstract

Data di Indonesia kasus bullying di sekolah sudah merajalela baik di tingkat sekolah dasar, menengah, sampai perguruan tinggi. Bullying antar siswa yang semakin marak terjadi di sekolah telah menunjukkan tingkat yang memprihatinkan. Tingkat emosional siswa yang masih labil, memungkinkan pengalaman bullying ini sering terjadi di kalangan para siswa. Data tahun 2011 hingga Agustus 2014, KPAI mencatat 369 pengaduan terkait masalah tersebut. Jumlah itu sekitar 25% dari total pengaduan di bidang pendidikan sebanyak 1.480 kasus. Tujuan dari penelitian ini adalah diketahuinya faktor-faktor yang berhubungan dengan pengalaman kekerasan bullying Di SMK Negeri 2 Bogor. Penelitian ini menggunakan Penelitian Kuantitatif dengan desain studi Cross Sectional (potong lintang). Populasi dalam penelitian ini sebanyak 1.520 responden. Sampel dalam penelitian sebanyak 93 responden. Alat yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuesioner. Cara analisis data menggunakan perangkat lunak aplikasi statistik. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ada hubungan antra faktor sikap (korban bully) P-Value = 0,003, RR=0,090 (0,012-0,703) , ( pelaku bully ) P- Value = 0,000, RR=0,789 (0,690-0,903). Faktor tradisi ( kedua-duanya ) P-Value = 0,036, RR= 2,471(0,979-6,237). kesimpulan menunjukan ada hubungan sikap ( di bully dan melakukan bully), dan ada hubungan antara tradisi dengan perilaku bully ( kedua-duanya). Dari hasil Multivariat yang bermakna adalah faktor sikap dengan kategori korban dibully p- value = 0,017 <0,05, dan faktor tradisi dengan kategori kedua-duanya p-value = 0,047 <0,05. Peneliti memberikan saran kepada sekolah agar lebih memperhatikan sikap dan tradisi yang ada disekolah, dan membuat paeraturan agar siswa tidak kembali melakukan bullying.