cover
Contact Name
Hikmatur Rahmah
Contact Email
jurnalanabulava@iainpalu.ac.id
Phone
+6281373895653
Journal Mail Official
jurnalanabulava@iainpalu.ac.id
Editorial Address
Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, FTIK, IAIN Palu
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Ana Bulava Jurnal Pendidikan Anak
Core Subject : Religion, Education,
Ana Bulava Jurnal Pendidikan Anak dipublikasikan oleh Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini (PIAUD), Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), Instutut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu. Terbit dua kali dalam setahun, jurnal ini mengundang para dosen, peneliti, dan pemerhati pendidikan anak untuk berpartisipasi dengan mempublikasikan hasil riset pada jurnal ini.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 1 (2024)" : 6 Documents clear
HUBUNGAN PERHATIAN ORANG TUA TERHADAP HASIL BELAJAR ANAK USIA DINI Kaisar, Agung
Ana' Bulava: Jurnal Pendidikan Anak Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini (PIAUD), Instutut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24239/abulava.Vol5.Iss1.140

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perhatian orang tua dan hasil belajar siswa di salah satu TK di Desa Rondaman Dolok, Kabupaten Padang Lawas Utara. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan korelasional, yang memungkinkan untuk mengukur pengaruh perhatian orang tua, yang mencakup dukungan emosional, keterlibatan dalam aktivitas belajar, dan komunikasi rutin, terhadap prestasi akademik siswa. Sampel penelitian terdiri dari 15 siswa yang dipilih menggunakan teknik cluster sampling. Hasil analisis data menunjukkan bahwa perhatian orang tua berhubungan signifikan dengan hasil belajar anak usia dini, dengan nilai signifikansi (Sig.) sebesar 0,000 dan koefisien korelasi (R) sebesar 0,908, menunjukkan adanya hubungan positif yang kuat. Temuan ini menunjukkan bahwa perhatian yang diberikan orang tua, dalam bentuk dukungan emosional dan keterlibatan aktif, berkontribusi secara signifikan terhadap peningkatan prestasi akademik siswa. Hasil penelitian ini mendukung teori yang menyatakan bahwa keterlibatan dan dukungan orang tua memainkan peran penting dalam meningkatkan motivasi dan hasil belajar anak.
PEMBERIAN MENU MAKANAN TAMBAHAN DALAM MENCEGAH STUNTING PADA ANAK USIA DINI DI DESA BALANE KABUPATEN SIGI Adinda Thalia; Kasmiati; Hildawati
Ana' Bulava: Jurnal Pendidikan Anak Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini (PIAUD), Instutut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24239/abulava.Vol5.Iss1.149

Abstract

Stunting sebagai gangguan pertumbuhan yang menggambarkan tidak tercapainya potensi pertumbuhan sebagai akibat status kesehatan atau nutrisi yang tidak optimal pada anak- anak. Untuk itu masa anak-anak sering dipandang sebagai fase yang sangat fundemental bagi perkembangan individu, karena pada fase inilah terjadi pembentukan dan perkembangan pribadi seseorang. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana pemberian menu makanan tambahan dalam mencegah stunting pada anak usia dini di Desa Balane Kabupaten Sigi. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan dengan jenis penelitian kualitatif dan menggunakan desain deskriptif kualitatif, cara pengumpulan data yaitu melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap objek penelitian. Hasil penelitian, ada beberapa proses di dalam pemberian menu makanan tambahan, di antaranya pelibatan tim pencegah stunting, pendataan anak yang mengalami stunting yang dilakukan saat posyandu, memberikan makanan tambahan dengan gizi yang seimbang dan upaya pengenalan pencegahan stunting kepada masyarakat dengan penyuluhan. Dalam pemberian menu makanan tambahan untuk mencegah stunting ini dilakukan 24 kali dalam setahun, dalam 1 bulan ada 2 kali pemberian makanan tambahan. Untuk pemberian makanan tambahan untuk anak gizi kurang diberikan 60 hari serta anak gizi buruk diberikan 90 hari makanan tambahan. Dari proses tersebut ada beberapa kendala-kendala yang ada salah satunya disebabkan kurangnya perhatian orang tua kepada anak/kurangnya pemahaman orang tua terkait stunting dan masalah ekonomi orang tua. Kesimpulan dari Penelitian ini menunjukkan bahwa dengan adanya pemberian menu makanan tambahan di Desa Balane kabupaten Sigi memberikan efek yang positif yaitu presentase kasus stunting di Desa Balane mengalami penurunan. Dan diharapkan tidak ada lagi anak yang mengalami stunting.
UPAYA PEMBINAAN AKHLAK PESERTA DIDIK DI PAUD YAA BUNAYYA DESA TINIGI KECAMATAN GALANG KABUPATEN TOLITOLI Rahayu, Fitri
Ana' Bulava: Jurnal Pendidikan Anak Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini (PIAUD), Instutut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24239/abulava.Vol5.Iss1.150

Abstract

Artikel ini berkenaan dengan upaya pembinaan akhlak bagi peserta didik di PAUD Yaa Bunayya Desa Tinigi Kecamatan Galang Kabupaten Tolitoli. Yang kemudian dibahas kedalam permasalahan, yaitu bagaimana upaya pembinaan akhlak peserta didik di PAUD Yaa Bunayya Desa Tinigi Kecamatan Galang Kabupaten Tolitoli? Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, tekhnik pengumpulan data melalui observasi, interview atau wawancara dan dokumentasi, tekhnik analisis data yang digunakan adalah dengan mengadopsi data, mengedit, dan mengklasifikasi kemudian mengambil kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya pembinaan akhlak peserta didik di PAUD Yaa Bunayya Desa Tinigi Kecamatan Galang Kabupaten Tolitoli yaitu melalui 1) Keteladanan dari seorang guru, karena pada peserta didik usia dini sangat mudah meniru apa yang ucapkan dan dilakukan oleh guru, seperti saling menghargai dan berucap lemah lembut, sehingga sangat efektif dalam membentuk akhlak peserta didik sejak dini. 2) Pembiasaan dan latihan. Dengan pembiasaan yang dilakukan oleh guru maka peserta didik akan terbiasa melakukan hal-hal yang baik, seperti membaca basmalah sebelum makan, makan dengan tangan kangan dan lain-lain 3) Penuh kasih sayang. Pembelajaran akan lebih menyentuh bagi peserta didik apabila diperlakukan penuh kasih sayang. Anak yang diperlakukan dengan kasih sayang maka akan memperlakukan guru, orang tua dan teman-temannya dengan penuh kasih sayang, sehingga dalam kesehariannya tercermin akhlak yang baik. 4) Pemberian Nasehat tentang Anjuran dan Larangan dalam rangka proses pembentukan akhlak. Pemberian nasehat dilakukan agar peserta didik termotivasi melakukan hal-hal yang baik, dan larangan atau ancaman diberikan dengan harapan peserta didik dapat terhindar dari perbuatan tercela.
PERANAN METODE PEMBERIAN TUGAS DALAM PENGEMBANGAN MOTORIK HALUS ANAK DI TK PGRI GUNTARO KECAMATAN TANTOVEA KABUPATEN DONGGALA Wahyuni, Sri; Fitri Rahayu; Marwany
Ana' Bulava: Jurnal Pendidikan Anak Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini (PIAUD), Instutut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24239/abulava.Vol5.Iss1.151

Abstract

Penelitian ini membahas tentang Peranan Metode Pemberian Tugas dalam Pengembangan Motorik Halus Anak di TK PGRI Guntarano Kecamatan Tanantovea Kabupaten Donggala. Metode penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data dan sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder dengan prosedur pengambilan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknis analisis data dalam penelitian ini menggunakan reduksi data, penyajian data dengan bentuk teks naratif dan penarikan kesimpulan. Sedangkan pengecekan keabsahan data menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian ini adalah (1) Pelaksanaan metode pemberian tugas dalam pengembangan motorik halus anak terdiri dari (a) konsep pelaksanaan yaitu melihat kemampuan motorik halus anak melalui kegiatan mencoret-coret kertas, meremas kertas atau membuat garis lurus dan lengkung. (b) Hal-hal yang mesti diperhatikan adalah sarana dan prasarana yang berguna dalam mendorong anak untuk bersungguh-sungguh dalam menyelesaikan tugas yang diberikan. (c) Upaya yang dilakukan untuk mengefektifkan metode pemberian tugas yaitu bimbingan dan memperhatikan perkembangan motorik halus anak. (d) Langkah-langkah yang dilakukan yaitu persiapan sarana dan prasarana, perhatian tenaga pendidik dan bimbingan secara terus-menerus. (e) Manfaat dan tujuan yaitu motorik halus anak dapat berkembang dan meningkatkan kreativitas anak. (2) Implikasi pelaksanaan metode pemberian tugas dalam pengembangan motorik halus anak terdiri dari: (1) anak dapat bebas dalam berekspresi melalui tugas yang diberikan, sedangkan tenaga pendidik hanya sebatas membimbing sampai anak dapat mengerjakan tugasnya sendiri. (2) Implikasi tahapan belajar dari peranan metode pemberian tugas dalam pengembangan motorik halus anak yaitu bersifat berkesinambungan dikarenakan setiap tahapan akan saling berhubungan satu sama lain.
PERAN GURU DALAM PENGENALAN HURUF ABJAD MELALUI MEDIA KARTU HURUF DALAM MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN BERBAHASA PADA ANAK USIA DINI DI TK PGRI SINDUE KABUPATEN DONGGALA Eri Susan; Kasmiati; Ufiyah Ramlah
Ana' Bulava: Jurnal Pendidikan Anak Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini (PIAUD), Instutut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24239/abulava.Vol5.Iss1.152

Abstract

Penelitian ini membahas tentang peran guru dalam pengenalan huruf abjad melalui media kartu huruf dalam mengembangkan kemampuan berbahasa pada anak usia dini di TK PGRI Sindue Kabupaten Donggala. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, teknik pengumpulan data, menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi, teknik analisis data menggunakan reduksi data,penyajian data dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukan bahwa peran guru dalam pengenalan huruf abjad melalui media kartu huruf dalam mengembangkan kemampuan berbahasa anak yaitu peran guru dalam tahap persiapan pembelajaran, tahap pelaksanaan, Peran guru dalam mengaplikasikan kartu huruf, Peran guru dalam mengucapkan huruf dengan baik, guru mengevaluasi pembelajaran dan mengevaluasi kemampuan berbahasa anak. Adapun faktor pendukungnya adalah : pertama Media yang menarik, kedua Motivasi guru. Faktor penghambatnya adalah : pertama Anak kurang fokus kedua Media yang kurang memadai ketiga Gangguan konsentrasi guru dalam menjelaskan materi keempat Gangguan perkembangan bahasa anak.
PENERAPAN METODE STORY TELLING DALAM MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI VERBAL ANAK USIA 4-6 TAHUN DI TK AISYIYAH BUSTHANUL ATHFAL II DESA TOAYA Fidya; Rusdin; Anisa
Ana' Bulava: Jurnal Pendidikan Anak Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini (PIAUD), Instutut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24239/abulava.Vol5.Iss1.153

Abstract

Penelitian ini membahas tentang penerapan metode story telling dalam mengembangkan kemampuan komunikasi verbal anak usia 4-6 tahun di TK aisyiyah busthanul athfal II desa toaya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, yang menggunakan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menyatakan Penerapan metode story telling di TK Aisyiyah Busthanul Athfal II Desa Toaya adalah dilaksanakan dalam pembelajaran hanya saja tidak dilaksanakan setiap hari akan tetapi tergantung dari tema yang dilaksanakan. Biasanya dilaksanakan dua minggu sekali yang mana diawali dengan kegiatan pembuka kemudian guru mengarahkan peserta didik untuk duduk ditempat masing-masing. Hasil penerapan metode story telling terdapat sebagian anak yang aktif dan sebagian anak yang pasif ketika metode story telling di terapkan. Kemampuan komunikasi verbal anak setelah diterapkan metode story telling di TK Aisyiyah Busthanul Athfal II Desa Toaya anak mampu meningkatkan kepercayaan dirinya dan juga dari pelaksanaan kegiatan tersebut anak mampu bercerita dihadapan teman-temannya, anak mampu mengemukakan pikiran dan juga pendapatnya, sebagaimana yang sudah di sampaikan dalam wawancara tersebut dimana ketika story teller selesai bercerita maka mereka akan menanyakan kembali kepada audience tentang cerita apa yang sudah diceritakan dan anak-anak mampu mengemukakan pendapatnya tentang apa yang sudah ia dengarkan, anak mampu melakukan percakapan dengan teman sebaya atau orang dewasa, dan yang terakhir anak mampu menambah kosa kata baru dan juga memahami artinya.

Page 1 of 1 | Total Record : 6