Swara Patra : Majalah Ilmiah PPSDM Migas
Majalah Ilmiah Swara Patra merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi Widyaiswara, Instruktur, Dosen, Peneliti dan civitas academika yang hendak mempublikasikan hasil penelitiannya dalam bentuk studi literatur, latihan penelitian, dan pengembangan teknologi sebagai bentuk penerapan metode, algoritma, maupun kerangka kerja. Scope Majalah Ilmiah Swara Patra meliputi energi terbarukan, minyak dan gas bumi, konservasi energi dan ekonomi energi.
Articles
9 Documents
Search results for
, issue
"Vol 6 No 3 (2016): Swara Patra"
:
9 Documents
clear
KOMPETENSI WIDYAISWARA, ANDRAGOGI atau PEDAGOGI
Syafril Ramadhon
Swara Patra Vol 6 No 3 (2016): Swara Patra
Publisher : Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Salah satu kompetensi pengelolaan pembelajaran yang harus dimiliki oleh Widyaiswara adalah menerapkan pembelajaran orang dewasa atau andragogi dalam kegiatan pembelajaran. Suatu hal yang menarik karena kegiatan mendidikan dapat dilakukan berdasarkan dua model, yaitu model pedagogi dan andragogi. Suatu pertanyaan, apakah dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran, Widyaiswara diharuskan hanya mengacu pada konsep andragogi, dan mengindahkan konsep pedagogi. Dalam tulisan ini diberikan penjelasan yang sistematik berdasarkan kajian literatur mengenai kerangka pikir serta perbedaan mendasar antara konsep andragogi dan pedagogi. Pembahasan mengenai konsep andragogi maupun pedagogi memberikan hasil bahwa kedua konsep tersebut dapat diaplikasikan pada semua peserta didik, dalam artian konsep andragogi dapat juga diaplikasikan pada peserta didik usia muda, serta konsep pedagogi juga dapat diterapkan pada peserta didik usia dewasa. Hal tersebut kemudian mengerucut pada suatu kesimpulan bahwa Widyaiswara sebagai seorang pendidik hendaknya mampu memilih konsep pembelajaran andragogi maupun pedagogi berdasarkan jenis diklat maupun kebutuhan peserta, sehingga tujuan kegiatan mendidik dapat terpenuhi, yaitu bagaimana menciptakan kondisi yang maksimum bagi peserta didik untuk memfasilitasi peserta didik tersebut untuk merealisasikan dirinya.
BAHAN AJAR DAN PENGEMBANGANNYA
Sutrisno Sutrisno
Swara Patra Vol 6 No 3 (2016): Swara Patra
Publisher : Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Dalam kegiatan pengajaran memilih atau menentukan bahan ajar yang tepat dalam rangka membantu peserta diklat mencapai kompetensi adalah sangat pentin. Hal ini disebabkan oleh kenyataan bahwa dalam kurikulum atau silabus, materi bahan ajar hanya dituliskan secara garis besar dalam bentuk “materi pokok”. Menjadi tugas pengajar untuk menjabarkan materi pokok tersebut sehingga menjadi bahan ajar yang lengkap. Selain itu, bagaimana cara memerankan dan memanfaatkan bahan ajar juga merupakan masalah. Peranan dan pemanfaatan dimaksud adalah bagaimana cara mengajarkannya ditinjau dari pihak pengajar, dan cara mempelajarinya ditinjau dari pihak peserta diklat.. Jika materi pembelajaran disampaikan secara menarik besar kemungkinan peserta diklat akan mengikuti proses pembelajaran dengan baik dan serius. Untuk menuju kepada hal tersebut tentu perlu dilakukan pengembangan metode pembelajaran termasuk juga pengembangan bahan ajar itu sendiri.
PENDEKATAN PRINSIP ADULT LEARNING DALAM UPAYA MENUNJANG PROSES PEMBELAJARAN DIKLAT APARATUR
Dwi Heri Sudaryanto
Swara Patra Vol 6 No 3 (2016): Swara Patra
Publisher : Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Keberhasilan program pelatihan ditentukan oleh banyak faktor, diantaranya : materi pelatihan yang sesuai dan usable bagi peserta, kemampuan peserta dalam menyerap materi pelatihan, waktu dan fasilitas yang mendukung kegiatan proses pelatihan dan kemampuan Widyaiswara dalam penyampaian materi. Widyaiswara sebagai komunikator dan fasilitator dalam proses pembelajaran merupakan komponen terpenting diantara berbagai kombinasi yang menentukan keberhasilan pelatihan tersebut, karena Widyaiswara adalah salah satu faktor (selain partisipan) yang menjalankan sebuah program pelatihan. Peningkatan performance Widyaiswara seringkali hanya diarahkan pada pelatihan untuk meningkatkan kemampuan Widyaiswara itu sendiri dalam menyerap bahan pelatihan dan keterampilan mereka dalam mempraktekkannya. Sedangkan kemampuan dalam lingkup komunikasi serta bagaimana Widyaiswara memahami peserta dan upaya mereka agar materi diterima dengan sempurna oleh peserta terkadang terlupakan. Padahal sangatlah penting bagi Widyaiswara untuk ‘mengenali’ klien mereka dalam arti mengerti karakteristik peserta pelatihan dan untuk mampu memberikan metode pembelajaran yang tepat dalam proses pembelajaran.
INTERNET OF THINGS (SEJARAH, TEKNOLOGI DAN PENERAPANNYA)
Gunawan Hendro Cahyono
Swara Patra Vol 6 No 3 (2016): Swara Patra
Publisher : Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Internet oft hing menjadi sebuah bidang penelitian tersendiri semenjak berkembangnya teknolog internet dan media komunikasi lain, semakin berkembang keperluan manusia tentang teknologi, maka semakin banyak penelitian yang akan hadir,internet of things salah satu hasil pemikiranpara peneliti yang mengoptimasi beberapa alat seperti media sensor,radio frequency identification(RFID),wireless sensor network serta smart object lain yang memungkinkan manusia mudah berinteraksi dengan semua perlatan yang terhubung dengan jaringan internet. Dalam tulisan ini penulis memaparkan tentang sejarah internet of things, penerapan serta teknologi yang digunakan, seperti penggunaan internet of things pada bidang medis, cloud computing dan beberapa bidang keilmuan lain. Ada beberapa bahan referensi yang digunakan sehingga penulis review ini bisa dilakukan, untuk memperkenalkan teknologi internet of things
TES BERBASIS KOMPUTER (COMPUTER BASED TEST) DALAM UJIAN UJI KOMPETENSI KERJA LSP PPT MIGAS
Yamu’alim Yamu’alim
Swara Patra Vol 6 No 3 (2016): Swara Patra
Publisher : Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kemajuan teknologi informasi berbasis internet berupa Web atau WWW (World Wide Web) dengan berbagai macam teknologi pendukungnya, telah memungkinkan dilakukannya komunikasi dan layanan informasi secara mudah dan efisien. Dengan menggunakan protokol http (hypertext tranfer protocol) sebagai basis komunikasi baku di internet, semua bentuk komunikasi tradisional dapat dilakukan melalui internet, bahkan lebih efektif dan efisien, karena dimungkinkan penggabungan semua komponen multimedia ke dalam web. Dalam berbagai bidang pendidikan dan layanan jasa, teknologi informasi telah dimanfaatkan untuk menunjang layanan administrasi, proses layanan data dan jasa, pencarian referensi secara cepat dan mudah, dan juga pelaksanaan uji kompetensi profesi. Pemanfaatan teknologi informasi dalam proses pelaksanaan uji kompetensi profesi di LSP PPT Migas, memungkinkan peserta melakukan tes dalam jaringan internet maupun dalam jaringan intranet tanpa menggunakan kertas sebagai sarana ujian. Komputer - komputer yang dihubungkan ke internet dapat dikelompokkan menjadi dua jenis, yakni komputer penyedia layanan (server) dan komputer pengguna layanan (client). Pada komputer server dipasang software server web, basis data, dan layanan-layanan internet lain yang dapat diakses dari komputer-komputer client. Berbagai kemudahan yang dapat diperoleh dari evaluasi/tes berbasis web ini. Dengan sistem ini maka pelaksanaan uji kompetensi dapat bersifat interaktif, menarik dan aman. Pelaksanaan uji kompetensi dapat dilaksanakan dari berbagai wilayah yang terpisah secara geografis, sehingga administrasi pelaksana uji kompetensi tidak harus membawa berkas soal ujian dan resiko lainnya.
ANALISA ALIRAN DAYA PADA SISTEM TENAGA LISTRIK MENGGUNAKAN SOFTWARE ETAP 12.6
Ali Supriyadi
Swara Patra Vol 6 No 3 (2016): Swara Patra
Publisher : Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Studi aliran daya merupakan penentuan atau perhitungan tegangan, arus, daya aktif maupun daya reaktif yang terdapat pada berbagai titik jaringan listrik pada keadaan operasi normal, baik yang sedang berjalan maupun yang diharapkan akan terjadi di masa yang akan datang. Dengan studi aliran daya dapat mengetahui tegangan pada setiap bus yang ada dalam sistem, baik magnitude maupun sudut fasa tegangan, daya aktif dan daya reaktif yang mengalir dalam setiap saluran yang ada dalam system, kondisi dari semua peralatan, apakah memenuhi batas batas yang ditentukan untuk menyalurkan daya listrik yang diinginkan. Untuk menyelesaikan studi aliran daya, metode yang sering digunakan adalah metode Gauss-Seidel dan metode Newton Raphson. Metode Newton Raphson lebih cepat mencapai nilai konvergen sehingga proses iterasi yang berlangsung lebih sedikit. Dengan menggunakan ETAP dapat diketahui dengan cepat tindakan apa yang harus diketahui, dari hasil analisa untuk memperbaiki keadaan over excited pada generator 2 dilakukan penambahan kapasitor pada bus yang terhubung langsung dengan generator 2 sebesar 21 Mvar.
DIELECTRIC BREAKDOWN MINYAK PADA TRANSFORMATOR PLN 2 PPSDM MIGAS
Ahmad Nawawi
Swara Patra Vol 6 No 3 (2016): Swara Patra
Publisher : Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Seperti yang telah kita ketahui bersama, listrik merupakan kebutuhan vital bagi kehidupan manusia, tak terkecuali pada suatu instansi, maupun industri. Oleh karena itu kebutuhan listrik harus selalu tersedia. Pemerintah atau Negara Indonesia,wajib untuk memasok energi listrik,yang dalam hal ini adalah PT. PLN (Persero). Untuk mendukung penyediaan tenaga listrik, terutama di daerah perkotaan maka peralatan-peralatanlitrik di PT. PLN harus selalu dalam kondisi baik dan prima. Salah satu peralatan listrik yang harus dipertahankan dalam kondisi baik adalah transformator utama dan trafo distribusi listrik, yang biasa disebut transformator berkapasitas besar (transformator daya), transformator berfungsi untuk mengubah dari tegangan tinggi (150 kV) menjadi tegangan menengah (20 kV). Kemudian dari tegangan menengah diturunkan lagi menjadi ke tegangan rendah (380 V) untuk dipergunakan oleh konsumen dan sebagainya. Untuk menjaga keandalan transformator yang harus dijaga salah satunya adalah minyak isolasi dalam transformator. Minyak isolasi berfungsi untuk mendinginkan gulungan primer dan sekunder yang ada di transformator dan juga berfungsi untuk mengisolasi antara gulungan primer dan sekunder dan juga terhadap container atau tubuh trafo. Untuk itu perlu adanya pengujian tegangan tembus (dielecrtric breakdown) sekala berkala untuk mengetahui performen dari minyak trafo tersebut. Besaran tegangan tembus minyak trafo yang diperbolehkan mengacu standar IEC 156.
PEMELIHARAN DRILLING LINE DAN PERHITUNGAN TON MILE SEBAGAI UPAYA OPTIMASI PADA DRILLING LINE
Agus Alexandri
Swara Patra Vol 6 No 3 (2016): Swara Patra
Publisher : Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Sistem pengangkat / hoisting system adalah salah satu dari komponen utama rig yang berfungsi untuk membantu sistem alat-alat pemutar di dalam operasi pemboran sumur dengan menyediakan alat-alat yang sesuai serta sebagai ruang kerja yang dibutuhkan untuk mengangkat dan menurunkan drill string, casing string dan peralatan subsurface lainnya dari dan ke lubang sumur. Yang termasuk dalam peralatan pengangkat adalah drawwork, overhead tool (crown block, travelling block, link, elevator) dan drilling line. Dalam operasi pemboran drilling line memegang peranan yang sangat penting. Kegagalan drilling line dalam operasi dapat mengakibatkan kegagalan operasi pemboran yang dapat berdampak pada biaya yang harus ditanggung rig akibat downtime kerusakan dan potensi bahaya yang dapat mencelakakan personel yang bekerja. Oleh karena itu pemilihan drilling line yang tepat sangat diperlukan dalam operasional rig. Beratnya kerja dari drilling line juga menyebabkan usia pakai drilling line terbatas. Pemeliharaan drilling line dengan sistem pelumasan pada drilling line selama operasi perlu dilaksanakan untuk memperpanjang umur pakai. Pelumasan drilling line pada hospel ketika melakukan penggeseran agar mencegah timbulnya karat yang dapat mengakibatkan kerusakan pada drilling line pada saat beroperasi. Visual inspection atau pengamatan visual drilling line harus dilaksanakan secara rutin dan lebih teliti untuk meyakinkan drilling line dalam kondisi aman dan bagus utuk dipakai.
EVALUASI GEOLOGI TEKNIK UNTUK JALUR JALAN (Studi Kasus Jalur Jalan Rancabuaya-Cisela, Kabupaten Garut)
Wahyu Budi Kusuma
Swara Patra Vol 6 No 3 (2016): Swara Patra
Publisher : Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pembangunan infrastruktur jalan perlu didukung dengan data dan informasi geologi teknik. Data dan informasi ini dipergunakan sebagai landasan perencanaan, pembangunan dan pemeliharaan jalan.Jawa Barat bagian selatan mempunyai permasalahan gerakan tanah sehingga merupakan tantangan tersendiri jika akan mengembangkan jalur jalan lintas selatan Jawa Barat. Diperlukan adanya analisis kemantapan lereng (slope stability) dan daya dukung tanah guna mengantisipasi terjadinya proses gerakan tanah (landslide). Dari hasil evaluasi dapat diketahui bahwa kondisi tanah pada jalur jalan Rancabuaya-Cisela mempunyai kerentanan gerakan tanah rendah-menengah jika dalam kondisi kering, tetapi meningkat menjadi menengah-tinggi jika kondisi jenuh. Pemotongan lereng stabil jika maksimum tinggi lereng 6 meter dan maksimum sudut lereng 400.Dayadukungpondasidangkaluntukkedalaman 1,00 m, berkisarantara 0,250 – 3,00 kg/cm2.Untuk pondasi dalam nilai daya dukung dengan kedalaman 5,00 m berkisar antara 47,033 - 75,330 ton/tiang.