cover
Contact Name
Gladies Imanda Utami Rangkuty, S.T., M.Arch
Contact Email
gladies@uib.ac.id
Phone
+6282135717011
Journal Mail Official
gladiesimanda@gmail.com
Editorial Address
Jl. Gajah Mada, Baloi – Sei Ladi, Batam 29442
Location
Kota batam,
Kepulauan riau
INDONESIA
Journal of Architectural Design and Development (JAD)
ISSN : -     EISSN : 27458784     DOI : http://dx.doi.org/10.37253/jad.v1i1
Core Subject : Engineering,
Journal of Architectural Design and Development (JAD) adalah kumpulan terbitan berkala 2 kali setahun pada bulan Juni dan Desember. Journal of Architectural Design and Development (JAD) merupakan hasil penelitian yang memuat artikel ilmiah di bidang desain, arsitektur dan pengembangan wilayah, maupun kajian ilmiah dan konseptual paper yang memberikan kontribusi pada pengembangan keilmuan dan implementasi praktis khususnya di bidang desain, arsitektur dan pengembangan wilayah. Journal of Architectural Design and Development (JAD) sebagai wadah publikasi bagi pemerhati di bidang arsitektur yang menghasilkan artikel – artikel ilmiah dalam menggali dan mengembangkan bidang keilmuan serta dapat memberikan pelayanan maupun informasi di bidang arsitektur secara luas dengan dasar – dasar data ilmiah. Journal of Architectural Design and Development (JAD) merupakan penelitian bidang arsitektur secara luas yang memiliki fokus pembahasan dari aspek: [1] Heritage Architecture and Conservation [2] Urban Design [3] Urban Landscape Design [4] Architecture Planning [5] Architecture Building
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 2 (2023): JAD" : 10 Documents clear
SETTING TERITORI PKL PADA RUANG TERBUKA PASAR GODEAN Yudo Alif Rahma; Syam Rachma Marcillia
Journal of Architectural Design and Development (JAD) Vol. 4 No. 2 (2023): JAD
Publisher : Program Sarjana Arsitektur Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/jad.v4i2.7865

Abstract

ABSTRAK Kebutuhan masyarakat yang tinggi akan sektor informal di ruang publik membuat dengan keberadaannya tetap dicari oleh masyarakat. Hal tersebut sebenarnya dengan adanya keberadaan pedagang kaki lima di ruang publik itu menimbulkan dua persepsi berbeda seperti menguntungkan atau merugikan. Hal itu terjadi pada pasar induk Godean yang merupakan salah satu pasar tradisional yang berlokasikan di wilayah Kabupaten Sleman. Memiliki kondisi asli dari ruang luar pasar memang tidak memiliki area kusus untuk para pedagang kaki lima sebagai tempat berniaga. Terlihat banyak pelaku dari masyarakat sekitar atau luar mengisi ruang-ruang terbuka atau ruang luar sebagai kegiatan usaha dan berbagai macam jualan. Kondisi ini dapat dikatakan tidak terencana sesuai keterangan denah atau sebagai ketentuan fungsi yang mana tidak terencana dalam desain awalnya seperti yang tertera pada gambar DED. Dengan munculnya kegiatan pedagang kaki lima ini di suatu sisi memiliki fungsi meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar. Namun disisi lain juga dapat menimbulkan dampak yang tidak baik jika tidak ada pengelolaan dan ditata dengan baik. Karena dapat berpotensi menimbulkan dampak tidak baik pada setting ruang luar terbuka jika para pelaku pedagang kaki lima tidak diatur atau ditata keberadannya. Penelitian ini diharapkan untuk mengetahui faktor apa saja yang dapat mempengaruhi setting teritori para pedagang kaki lima di ruang luar pasar Godean. Metode penelitian ini merupakan penelitian berbasis pendekatan rasionalistik dan dengan kualitatif data yang dilakukan yakni dengan metode observasi lapangan, wawancara dengan pelaku kegiatan di lokasi dan behavior mapping menggunakan gambaran sketsa dan identifikasi secara langsung dilapangan. Hasli penelitian ini mengetahui faktor utama pembentuk dari setting teritori pedagang kaki lima di ruang terbuka luar pasar Godean dapat dipengaruhi dengan adanya keberadaan elemen ruang terhadap setting pola teritori. Dari hal tersebut dapat mempengaruhi dari pola distribusi setting fisik teritori terhadap sebaran yakni 6 area dengan setting teritori berbeda. Kata Kunci: Setting ; Teritori ;Aktivitas; Ruang; Pedagang kaki Lima ABSTRACT The high public need for the informal sector in public spaces makes its existence still sought after by the community. This is actually with the existence of street vendors in public spaces that cause two different perceptions such as profitable or detrimental. This happened to the Godean main market which is one of the traditional markets located in the Sleman Regency area. Having the original condition of the outdoor space of the market does not have a special area for street vendors as a place to trade. It can be seen that many actors from the surrounding community or outside fill open spaces or outdoor spaces as business activities and various kinds of sales. This condition can be said to be unplanned according to the floor plan description or as a function provision which is not planned in the initial design as stated in the DED drawing. With the emergence of street vendor activities, on the one hand, it has the function of improving the economy of the surrounding community. But on the other hand, it can also have a bad impact if there is no management and proper management. Because it can potentially have an adverse impact on the setting of open outdoor spaces if street vendors are not regulated or arranged. This study is expected to find out what factors can affect the territorial setting of street vendors in the outer space of the Godean market. This research method is a research based on a rationalistic approach and with qualitative data carried out, namely by field observation methods, interviews with actors of activities at the location and behavior mapping using sketches and identification directly in the field. Hasli this study knows the main forming factors of the territorial setting of street vendors in open spaces outside the Godean market can be influenced by the presence of spatial elements on the setting of the territory pattern. From this, it can affect the distribution pattern of the physical setting of the territory to the distribution, namely 6 areas with different territorial settings. Keyword: Settings; Territories; activity ; space ; street vendors
SEKOLAH KHUSUS PELAYANAN TUNARUNGU DENGAN KONSEP DESAIN MOBILITY UNTUK MENINGKATAN INTERAKSI SOSIAL Charlie Charlie; Stivani Ayuning Suwarlan
Journal of Architectural Design and Development (JAD) Vol. 4 No. 2 (2023): JAD
Publisher : Program Sarjana Arsitektur Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/jad.v4i2.8312

Abstract

Golden age merupakan masa emas bagi anak usia 0 sampai 5 tahun. Masa ini adalah waktu yang tepat untuk mencari, belajar, dan memperoleh pendidikan untuk masa depan anak. Namun, gangguan pendengaran memiliki pengaruh besar terhadap pembentukan interaksi sosial anak, selain itu juga menghambat aspek mental dan ekspresif. Hal ini dikarenakan penyandang tuna rungu menerima informasi dalam bahasa nonverbal kinesik/ bahasa visual sehingga informasi yang didapat akan berbeda dengan anak yang tidak mengalami gangguan pendengaran. Permasalahan yang sering terjadi adalah sulitnya berinteraksi dengan guru sekolah reguler karena pengetahuan tentang bahasa tubuh masih belum banyak dipahami oleh para guru. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif yaitu secara langsung mengobservasi kondisi interkasi anak-anak dan wawancara guru. Penelitian dilakukan di Sekolah intervensi anak berkebutuhan khusus tuna rungu yaitu Sekolah Smart Aurica School di Sukajadi, Batam. Tujuan dari penelitian ini adalah mengalisis kualitas sekolah tuna rungu di Batam sesuai dengan standar sarana dan pra sarana Peraturan Menteri Pendidikan No. 33 Tahun 2008. Hasil dari penelitian ini adalah sekolah Smart Aurica School yang tidak sesuai standar sarana dan pra sarana SLB dan merekomendasikan konsep desain yang menekankan kemampuan sosial penyandang tuna rungu untuk berinteraksi dengan masyarakat serta membentuk karakter yang baik guna memudahkan penyandang tunarungu dalam menempuh pendidikan dasar dengan nyaman, aman, dan mandiri.
PENINGKATAN KENYAMANAN TERMAL SEKOLAH DI IKLIM TROPIS PESISIR MELALUI KONSEP BIOCLIMATIC ARCHITECTURE Nicky Tan; Stivani Ayuning Suwarlan; Carissa Dinar Aguspriyanti
Journal of Architectural Design and Development (JAD) Vol. 4 No. 2 (2023): JAD
Publisher : Program Sarjana Arsitektur Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/jad.v4i2.8566

Abstract

Sekolah merupakan salah satu bangunan tempat proses belajar mengajar terjadi yang direncanakan untuk menciptakan suasana nyaman bagi peserta didik dengan faktor kenyamanan termal. Permasalahan yang ditemukan pada sekolah yang berada di iklim tropis pesisir berdasarkan hasil wawancara ialah 73% siswa-siswi merasa kurang nyaman secara termal dengan keadaan ruang dan kurangnya area hijau di lingkungan sekitar. Hal ini dapat menurunkan tingkat kinerja beraktivitas karena konsentrasi seseorang terganggu dengan cuaca yang tidak menentu. Melihat keadaan tersebut diperlukan suatu desain arsitektur dengan menerapkan konsep arsitektur bioklimatik pada sistem penghawaan sekolah di daerah iklim tropis yang diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan termal bangunan. Metode penelitian yang digunakan ialah penelitan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi pustaka untuk memperoleh informasi yang diperlukan. Objek penelitian yang diambil sebagai studi kasus ialah bangunan SMA Negeri 26 Batam dengan mengamati keadaan lingkungan dan iklim setempat. Hasil penelitian diharapkan menjadi arahan desain bagi pihak yang membutuhkan dengan penerapan konsep bioklimatik arsitektur pada desain bangunan.
KRITERIA PENILAIAN BANGUNAN HIJAU PADA HUNIAN VERTIKAL MENURUT PREFERENSI MASYARAKAT Noveryna Dwika Reztrie
Journal of Architectural Design and Development (JAD) Vol. 4 No. 2 (2023): JAD
Publisher : Program Sarjana Arsitektur Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/jad.v4i2.8576

Abstract

Bangunan hijau adalah bangunan yang pada proses pembangunan dan pemakaian sepanjang siklus hidupnya bertanggung jawab terhadap lingkungan. Pembangunan tanpa tanggung jawab terhadap lingkungan dapat memberikan dampak negatif pada lingkungan dalam jangka panjang, minimal sepanjang daur hidup bangunan tersebut. Oleh karena itu, pemahaman masyarakat mengenai konsep bangunan hijau menjadi penting mengingat manusia sebagai pengguna bangunan akan menghabiskan waktu yang sangat lama di dalam bangunan. Hal ini menunjukkan bahwa bangunan hijau perlu diselaraskan dengan perilaku hijau penggunanya. Di sisi lain, konsumsi energi terbesar di indonesia terdapat pada sektor bangunan yaitu sebesar 41%, sebagian besar konsumsi energi sektor bangunan tersebut diperuntukan untuk operasi bangunan khususnya bangunan residensial atau bangunan hunian. Perlu upaya khusus dalam memastikan penggunaan energi yang optimal dalam operasi bangunan hunian, khususnya pada hunian vertikal berlantai banyak dengan jumlah penghuni yang besar. Pemahaman yang baik atas konsep bangunan hijau pada penghuni, diharapkan dapat merubah perilaku penghuni yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan pada penggunaan dan pemeliharaan huniannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui preferensi masyarakat mengenai konsep bangunan hijaupada hunian vertikal. Penelitian dilakukan menggunakan mixed method untuk mendapatkan data yang valid berupa kriteria sederhana terkait bangunan hijau untuk hunian vertikal. Pada penelitian ini ditemukan tujuh kriteria bangunan hijau pada hunian vertikal menurut preferensi masyarakat, diantaranya kesehatan lingkungan, kenyamanan thermal, strategi pasif, privasi dan sirkulasi, efisiensi penggunaan sumber daya, lingkungan alami, dan manajemen air bersih. Dalam penelitan selanjutnya, evaluasi variabel laten dapat dikonfirmasi ulang dengan memasukkan sample pekerja profesional dan ahli bidang bangunan hijau untuk mendapatkan hasil yang representatif. Hasil penelitian diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai pertimbangan dalam perencanaan bangunan hunian vertikal yang beroriantasi pada konservasi lingkungan.
KUALITAS RUANG TERBUKA PUBLIK MENGGUNAKAN GOOD PUBLIC SPACE INDEX, STUDI KASUS: COMMUNITY CENTRE PAMULANG Fasikhi Fasikhi; Sri Pare Eni; M. Maria Sudarwani
Journal of Architectural Design and Development (JAD) Vol. 4 No. 2 (2023): JAD
Publisher : Program Sarjana Arsitektur Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/jad.v4i2.8578

Abstract

Abstrak Kota Tangerang Selatan dan memiliki akses yang lengkap dari dan ke Ibu Kota Jakarta dengan sistim transportasi menggunakan berbagai moda, dan memiliki fasilitas kota yang lengkap serta kepadatan penduduk yang tinggi. Mengetahui kualitas ruang public sebagai fasilitas pemeritah kota setempat sebagai upaya penyediaan salah satu ruang terbuka bagi masyarakat padat penduduk di wilayah Pamulang, sehingga dapat diperoleh gambaran yang jelas kondisi dan fakta di lapangan mengenai kualitas ruang terbuka ini sesuai GPSI merupakan tujuan dari penelitian yag dimaksud. Desain penelitian yang digunakan merupakan penelitian kualitatif dan kuantitatif dengan desain studi kasus dimana unit analisa yang diteliti adalah salah satu ruang terbuka bernama Community Centre di Pamulang Kota Tangerang Selatan. Pengumpulan data dilakukan dengan survei menggunakan melalui pertanyaan tertutup dan diperkuat oleh pertanyaan terbuka, pengamatan langsung dan wawancara kepada pengelola, pengunjung, dan warga sekitar. Data kemudian dianalisa menggunakan GPSI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan ruang public memiliki kualitas kurang baik dengan skor 0.52
COASTAL SETTLEMENT SLUM LEVEL ANALYSIS (CASE STUDY: KAMPUNG TUA TIANGWANGKANG) Gladies Imanda Utami Rangkuty; Leonardo Leonardo; Senna Abdi Cahyo; Stivani Ayuning Suwarlan
Journal of Architectural Design and Development (JAD) Vol. 4 No. 2 (2023): JAD
Publisher : Program Sarjana Arsitektur Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/jad.v4i2.8580

Abstract

The population on Batam Island increases significantly every year, including settlements in Kampung Tua Tiangwangkang (Tiangwangkang Old Village). Stereotypes from the community describe settlements in old villages in Batam become slums over time. The causative factor for the slums of a settlement is the unavailable or incomplete infrastructure in the slum settlement, so the purpose of this study is to identify the level of slums in coastal settlements in Kampung Tua Tiangwangkang. The methodology in this study is a quantitative method compiled by the index method, namely, the data arranged in table classifications. The data processing and analysis technique is qualitative data analysis in the form of archives and images that can serve as a basis for assessing the level of slum settlements that are the object of research. The study results concluded that Kampung Tua Tiangwangkang had a slum level of 39% based on the variables determined and analyzed. This value can increase in the future if problems that affect slums do not receive immediate responses in their place.
ANALISIS KEPUASAN PENGUNJUNG TERHADAP KUALITAS INFRASTRUKTUR WISATA PANTAI KAMPUNG TUA NONGSA Lathifa Nursyamsu; Gusti Ngurah Anom Gunawan; Jeanny Laurens Pinassang; Muhammad Zidane Khairi; Nadiah Khairunnisa Artanti; Jasline Caroline; Arya Jeffrey Oliver
Journal of Architectural Design and Development (JAD) Vol. 4 No. 2 (2023): JAD
Publisher : Program Sarjana Arsitektur Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/jad.v4i2.8586

Abstract

Kota Batam adalah salah satu kota yang terletak di wilayah pesisir Kepulauan Riau, Indonesia. Untuk itu, Kota Batam terdiri dari kampung pesisir dengan potensi wisata pantai. Salah satu kampung pesisir tersebut adalah Kampung Tua Nongsa yang merupakan kampung tertua dengan kebudayaan Melayu tertua di Kota Batam. Potensi wisata pantai dari Kampung Tua Nongsa saat ini menghadapi beberapa permasalahan infrastruktur sehingga mengurangi jumlah pengunjung wisata pantai. Untuk itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi kelayakan infrastruktur dan fasilitas Kampung Tua Nongsa, melalui persepsi atau kepuasan pengunjung. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan teknik pengumpulan data wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 60 % pengunjung yang merasa puas dengan infrastruktur yang ada di wisata pantai Kampung Tua Nongsa dan 40 % pengunjung tidak puas pada keamanan dan fasilitas. Untuk itu perlu adanya tindakan dari pemerintah dan dinas pariwisata dalam pengelolaan wisata pantai sehingga dapat meningkatkan sektor pariwisata pantai di Kota Batam.
KONSERVASI DAN REVITALISASI KAWASAN BANTARAN SUNGAI CILIWUNG DI KELURAHAN MANGGARAI, KECAMATAN TEBET, JAKARTA SELATAN Cosgrove Amadeus Bernafield Jura; Grace Putri Diyanti; Sri Pane Eni; Edward Surya Wijaya
Journal of Architectural Design and Development (JAD) Vol. 4 No. 2 (2023): JAD
Publisher : Program Sarjana Arsitektur Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/jad.v4i2.8602

Abstract

Pola aktivitas masyarakat yang bermukim di kawasan kumuh bantaran sungai Ciliwung, Manggarai, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan, menjadi masalah utama yang banyak terjadi di sungai-sungai lainnya, khususnya yang berlokasi di daerah perkotaan seperti Jakarta. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan secara sistematik atau memberikan gambaran tentang aspek fisik mencakup sungai, lahan, tumbuh-tumbuhan dan aspek non fisik seperti sosial, ekonomi, dan budaya yang terjadi di lapangan dengan melakukan analisa pada studi kasus dan menjelaskan upaya perancangan yang sudah dilakukan dalam rangka konservasi dan revitalisasi dengan mempertimbangkan peraturan pemerintah tentang sungai, serta tata guna lahan yang diizinkan di kawasan permukiman bantaran sungai Ciliwung di Kelurahan Manggarai, Jakarta Selatan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dan deskriptif. Hasil dari penelitian ini didapati adanya rencana dari pemerintah daerah untuk menjadikan Stasiun Manggarai menjadi stasiun pusat yang terbesar di Jakarta. Meskipun demikian, insfrastruktur yang mengakomodasi Stasiun Manggarai menjadi stasiun pusat belum memadai dan masih perlu banyak perbaikan, serta kebijakan pemerintah untuk membenahi kawasan sekitar bantaran Sungai Ciliwung. Upaya-upaya yang dapat dilakukan, yaitu; memperbaiki sistem kependudukan, mengubah layout dan fungsi lahan menjadi area rumah susun, penginapan, dan taman bermain bagi anak-anak.
FLEKSIBILITAS RUANG TERBUKA PUBLIK HIJAU DI LAPANGAN KALPATARU PASCA PANDEMI COVID-19 Septi Maulidyah; Rian Adetiya Pratiwi
Journal of Architectural Design and Development (JAD) Vol. 4 No. 2 (2023): JAD
Publisher : Program Sarjana Arsitektur Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/jad.v4i2.8616

Abstract

Kebutuhan ruang publik sebagai sarana beraktivitas masyarakat, penanggulangan bencana, dan pencegahan penyebaran wabah menjadi semakin penting mendekati era pasca pandemi COVID-19. Berdasarkan pedoman dari UN-Habitat tentang ruang publik yang responsif terhadap situasi COVID-19, terdapat fokus penting yang harus diperhatikan untuk menciptakan ruang publik yang efektif menciptakan ketahanan terhadap penyebaran virus COVID-19, di antaranya menekankan pada ruang publik yang fleksibel. Ketersediaan ruang yang fleksibel mengutamakan tercapainya fungsi ruang publik yang dapat memfasilitasi semua kebutuhan pengguna dari semua golongan untuk fungsi sosial, ekonomi, budaya, kesehatan, dan fasilitas temporal di dalam situasi darurat terutama dalam kondisi saat bencana yang membutuhkan respon cepat. Lapangan Kalpataru sebagai salah satu ruang publik yang menampung kegiatan masyarakat yang bervariasi di kota Bandar Lampung diambil sebagai studi kasus untuk menguji kelayakan ruang publik yang fleksibel yang dapat mendukung prinsip tersebut. Penelitian dilakukan dengan metode penelitian kualitatif deskriptif, yaitu dengan membuat analisis kelayakan ruang publik Lapangan Kalpataru dengan membandingkan fasilitas dan kondisi yang ada terhadap syarat ideal ruang publik yang fleksibel yang tanggap terhadap penyebaran wabah penyakit. Dari hasil penelitian, dapat diketahui bahwa Lapangan Kalpataru merupakan taman kota yang potensial untuk menjadi percontohan sebagai ruang publik yang adaptif terhadap penyebaran penyakit tetapi fleksibilitasnya perlu ditingkatkan melalui aksesibilitas yang lebih mudah serta desain yang lebih baik dengan perencanaan yang lebih terintegrasi.
SETTING TERITORI PKL PADA RUANG TERBUKA PASAR GODEAN Rahma, Yudo Alif; Marcillia, Syam Rachma
Journal of Architectural Design and Development (JAD) Vol. 4 No. 2 (2023): JAD
Publisher : Program Sarjana Arsitektur Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/jad.v4i2.7865

Abstract

ABSTRAK Kebutuhan masyarakat yang tinggi akan sektor informal di ruang publik membuat dengan keberadaannya tetap dicari oleh masyarakat. Hal tersebut sebenarnya dengan adanya keberadaan pedagang kaki lima di ruang publik itu menimbulkan dua persepsi berbeda seperti menguntungkan atau merugikan. Hal itu terjadi pada pasar induk Godean yang merupakan salah satu pasar tradisional yang berlokasikan di wilayah Kabupaten Sleman. Memiliki kondisi asli dari ruang luar pasar memang tidak memiliki area kusus untuk para pedagang kaki lima sebagai tempat berniaga. Terlihat banyak pelaku dari masyarakat sekitar atau luar mengisi ruang-ruang terbuka atau ruang luar sebagai kegiatan usaha dan berbagai macam jualan. Kondisi ini dapat dikatakan tidak terencana sesuai keterangan denah atau sebagai ketentuan fungsi yang mana tidak terencana dalam desain awalnya seperti yang tertera pada gambar DED. Dengan munculnya kegiatan pedagang kaki lima ini di suatu sisi memiliki fungsi meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar. Namun disisi lain juga dapat menimbulkan dampak yang tidak baik jika tidak ada pengelolaan dan ditata dengan baik. Karena dapat berpotensi menimbulkan dampak tidak baik pada setting ruang luar terbuka jika para pelaku pedagang kaki lima tidak diatur atau ditata keberadannya. Penelitian ini diharapkan untuk mengetahui faktor apa saja yang dapat mempengaruhi setting teritori para pedagang kaki lima di ruang luar pasar Godean. Metode penelitian ini merupakan penelitian berbasis pendekatan rasionalistik dan dengan kualitatif data yang dilakukan yakni dengan metode observasi lapangan, wawancara dengan pelaku kegiatan di lokasi dan behavior mapping menggunakan gambaran sketsa dan identifikasi secara langsung dilapangan. Hasli penelitian ini mengetahui faktor utama pembentuk dari setting teritori pedagang kaki lima di ruang terbuka luar pasar Godean dapat dipengaruhi dengan adanya keberadaan elemen ruang terhadap setting pola teritori. Dari hal tersebut dapat mempengaruhi dari pola distribusi setting fisik teritori terhadap sebaran yakni 6 area dengan setting teritori berbeda. Kata Kunci: Setting ; Teritori ;Aktivitas; Ruang; Pedagang kaki Lima ABSTRACT The high public need for the informal sector in public spaces makes its existence still sought after by the community. This is actually with the existence of street vendors in public spaces that cause two different perceptions such as profitable or detrimental. This happened to the Godean main market which is one of the traditional markets located in the Sleman Regency area. Having the original condition of the outdoor space of the market does not have a special area for street vendors as a place to trade. It can be seen that many actors from the surrounding community or outside fill open spaces or outdoor spaces as business activities and various kinds of sales. This condition can be said to be unplanned according to the floor plan description or as a function provision which is not planned in the initial design as stated in the DED drawing. With the emergence of street vendor activities, on the one hand, it has the function of improving the economy of the surrounding community. But on the other hand, it can also have a bad impact if there is no management and proper management. Because it can potentially have an adverse impact on the setting of open outdoor spaces if street vendors are not regulated or arranged. This study is expected to find out what factors can affect the territorial setting of street vendors in the outer space of the Godean market. This research method is a research based on a rationalistic approach and with qualitative data carried out, namely by field observation methods, interviews with actors of activities at the location and behavior mapping using sketches and identification directly in the field. Hasli this study knows the main forming factors of the territorial setting of street vendors in open spaces outside the Godean market can be influenced by the presence of spatial elements on the setting of the territory pattern. From this, it can affect the distribution pattern of the physical setting of the territory to the distribution, namely 6 areas with different territorial settings. Keyword: Settings; Territories; activity ; space ; street vendors

Page 1 of 1 | Total Record : 10