cover
Contact Name
-
Contact Email
jurnalppkn@unpam.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalppkn@unpam.ac.id
Editorial Address
Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Pamulang
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan
Published by Universitas Pamulang
ISSN : 23020865     EISSN : 2621346X     DOI : 10.32493/jpkn
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan merupakan media komunikasi dan publikasi artikel ilmiah berdasarkan hasil penelitian dan kajian pustaka bagi para akademisi, praktisi, dan peneliti dalam bidang kewarganegaraan dan pendidikan. Jurnal mulai diterbitkan pada tahun 2014 dalam bentuk cetak dan pada tahun 2017 mulai diterbitkan secara online maupun cetak.Fokus dan ruang lingkup kajian: 1) pancasila dan kewarganegaraan; 2) pendidikan pancasila dan kewarganegaraan; 3) hukum dan ketatanegaraan; 4) perundang-undangan dan kebijakan publik; dan 5) pendidikan dan pembelajaran
Articles 157 Documents
Kesadaran Pemahaman Mahasiswa STT-PLN Terhadap Lambang Negara Republik Indonesia Emillia Emillia
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol. 6 No. 2 September 2019
Publisher : Prodi PPKn FKIP Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/jpkn.v6i2.y2019.p75-86

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sampai seberapa jauh pemahaman mahasiswa didik terhadap Lambang Negara Republik Indonesia dan rasa nasionalisme yang dimiliki. Tulisan ini menggunakan penelitian yang bersifat eksplanatoris, melakukan observasi lapangan di STT-PLN Jakarta dengan cara melakukan kuisioner pada 243 orang sample mahasiswa dalam Semester Genap Tahun Akademik 2017/2018. Selain itu, dilakukan penelitian kepustakaan dengan mempelajari buku-buku acuan, hasil penelitian dan jurnal Nasional dan peraturan perundangan. Pada kegiatan perkuliahan sehari-hari ditemukan adanya permasalahan bahwa terdapat kurangnya kesadaran pemahaman akan pentingnya Lambang Negara Republik Indonesia pada mahasiswa didik dan rasa cinta tanah air dan nasionalisme terutama pada saat kegiatan upacara Bendera Merah Putih dan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Penelitian diharapkan dapat memberikan manfaat bagaimana metode pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dan Pancasila yang tepat untuk meningkatkan rasa nasionalisme bagi peserta didik menjadi lebih baik.
Implementasi Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2017 Tentang Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) Suanto Suanto; Nurdiyana Nurdiyana
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol.7 No.2 September 2020
Publisher : Prodi PPKn FKIP Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/jpkn.v7i2.y2020.p107-114

Abstract

Pendidikan “karakter pada satuan pendidikan formal menjadi suatu hal yang sangat penting hal ini tertulis dalam Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter (PPK),”akan tetapi bagaimana implementasi kebijakan dan pengintegrasiannya dalam kurikulum serta dampak pendidikan karakter bagi siswa dalam satuan pendidikan masih perlu dimonitoring dan dievaluasi implementasinya. Atas dasar “latar belakang tersebut maka tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis”data secara empiris tentang  implementasi“Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter (PPK)”di SMK Letris Indonesia. Jenis Penelitian yang digunakan yaitu Penelitian Normatif Empiris dengan menggunakan metode kualitatif, dengan teknik pengumpulan data menggunakan angket, studi dokumen, observasi, dan wawancara, dengan responden yang terdiri dari kepala sekolah, guru, dan siswa. Hasil penelitian menunjukan bahwa sekolah telah mengimplementasikan dan mengintegrasikan kebijakan PPK yang terlihat dari prinsip pelaksanaan PPK sebagaimana telah diatur pada Pasal 5, dan Penyelenggaraan PPK yang sesuai dengan Pasal 6 ayat 1“Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter (PPK). Dengan demikian”dapat disimpulkan bahwa implementasi kebijakan PPK telah sesuai dengan perpres tersebut, namun masih perlu dievaluasi secara berkala pengintegrasiannya dalam proses belajar mengajar dan dampaknya bagi siswa.
Implementasi Kurikulum 2013 pada Sekolah Menengah Pertama di Kota Tangerang Selatan Alinurdin Alinurdin; Imam Fitri Rahmadi
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol. 5 No. 2 September 2018
Publisher : Prodi PPKn FKIP Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/jpkn.v5i2.y2018.p117-136

Abstract

This study aims at reviewing the implementation of Kurikulum 2013 at the junior high school in South Tangerang City during the school year of 2017/2018, by looking at the components; 1) completeness of curriculum documents; 2) the quality of student books; 3) the quality of the teacher books; 4) the quality of teacher training; 5) the quality of teacher assistance; 6) teacher competencies; and 7) implementation of learning. The method that used in this study is a survey. The results of the study found that the implementation of Kurikulum 2013 in junior high schools in South Tangerang City during the school year of 2017/2018 can be said to have been done well. However, attention needs to be addressed and improvements need to be made regarding the implementation of learning, the quality of training, and the competence of teachers because they get a fairly low score.
Penguatan Sila Ketiga Pancasila Sebagai Solusi Untuk Menghadapi Penyebarluasan Content Berunsur SARA Di Media Sosial Emillia Emillia
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol. 7 No. 1 Maret 2020
Publisher : Prodi PPKn FKIP Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/jpkn.v7i1.y2020.p1-10

Abstract

Perkembangan teknologi informasi tidak selalu membuat penggunanya juga ikut berkembang. Postingan pada jejaring sosial yang tidak menyuguhkan berita yang sebenarnya atau hoax, bahkan mengandung element SARA dapat memicu terjadinya persengketaan di antara masyarakat Indonesia yang beragam. Pokok permasalahan dalam tulisan ini adalah sampai sejauh mana pemahaman masyarakat terhadap Sila Ketiga dari Pancasila agar tidak terjadi disintegrasi yang diakibatkan penyebarluasan berita yang tidak benar atau hoax serta berisikan element SARA di jejaring sosial. Selanjutnya tujuan dan manfaat dari tulisan ini agar masyarakat memiliki pemahaman yang lebih baik terhadap Sila Ketiga dari Pancasila serta tidak mudah terpancing dengan berita yang tidak benar melalui jejaring sosial. Metode penelitian yang digunakan, menggunakan paradigma yang bersifat deskriptif kualitatif yang selanjutnya dilakukan pengembangan pemahaman Sila Ketiga dari Pancasila. Hasil penelitian ini menunjukan setelah dilakukan metode pengembangan, sample memiliki pemahaman yang lebih baik. Selanjutnya yang menjadi kesimpulan dalam penelitian ini adalah dampak dari penyebarluasan berita dan pesan yang mengandung content yang bermuatan SARA dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa. Kemudian yang menjadi saran peneliti adalah bangsa Indonesia harus lebih menyadari merupakan satu kesatuan yang utuh dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia serta tidak dapat terpecah belah oleh apapun juga.
BAGIAN AWAL: KOVER DEPAN, SUSUNAN REDAKSI, KATA PENGANTAR, DAN DAFTAR ISI Imam Fitri Rahmadi
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol. 4 No. 1 Maret 2017
Publisher : Prodi PPKn FKIP Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/jpkn.v4i1.y2017.p%p

Abstract

SENJAKALA PUSAT SUMBER BELAJAR DI PERGURUAN TINGGI Imam Fitri Rahmadi
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol. 4 No. 2 September 2017
Publisher : Prodi PPKn FKIP Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/jpkn.v4i2.y2017.p135-144

Abstract

Learning resources center (LRC) was being a place for developing learning systems, training regarding learning skills and instructions, and providing learning resources in university. However, at this time, the LRC existence in university tended to decrease compared to the condition at its establishment. This article discusses the decrease of the LRC existence, particularly regarding the opportunity of the LRC implementation that is reviewed from the formal basis, policies, and funding sources based on the results of the evaluation research by CIPP evaluation model. The research was conducted in the State University of Jakarta’s learning resources center by a questionnaire which is implements stratified random sampling toward 212 students and 100 lecturers, non-participatory observation, interview with the stakeholders, and documents study of the LRC since 1986 to 2015. The data were analyzed by statistical descriptive and qualitative. The research found that the opportunity for LRC implementation is very weak, due to no a substantively supportive policy and insufficient funding source, even though at the time of its establishment has a strong formal basis. A very weak opportunity could lead to the stunned of LRC in university. Hence, stakeholders should formulate policies that substantially support, and strive fixed and adequate funding sources to reinforce the opportunity of LRC implementation in university for the future.
Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Menghadapi Era Revolusi Industri 4.0: Perspektif Sosiologi Pendidikan Aulia Nursyifa
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol. 6 No. 2 September 2019
Publisher : Prodi PPKn FKIP Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/jpkn.v6i2.y2019.p143-154

Abstract

Pendidikan di era revolusi industri 4.0 bertransformasi mengalami berbagai perubahan, salah satunya gaya kepemimpinan kepala sekolah ditutut untuk disesuaikan dengan tuntutan era revolusi industri 4.0. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui gaya kepemimpinan kepala sekolah dalam menghadapi era revolusi industry 4.0 dalam perspektif Sosiologi Pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi penelitian. Sedangkan narasumber penelitian yaitu berjumlah 10 kepala sekolah dan 1 pengawas di Kabupaten Tangerang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan kepala sekolah yang tranformasi yang demokratis mengikuti perubahan, berbagai pengetahuan serta keterampilan kepala sekolah di era revolusi industry 4.0 perlu untuk diperkuat terutama dalam keterampilan menggunakan teknologi dan kompetensi kewirausahaan.
TERHADAP MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS VIII PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Ichwani Siti Utami; Ratna Atiah
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol. 4 No. 1 Maret 2017
Publisher : Prodi PPKn FKIP Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/jpkn.v4i1.y2017.p15-22

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) gambaran umum tentang iklim kelas. (2) gambaran umum tentang motivasi belajar, (3) pengaruh iklim kelas terhadap motivasi belajar. Metode penelitian yang dipergunakan adalah deskripsi kuantitatif. Unit analisis adalah peserta didik kelas VIII sekolah menengah pertama (SMP) Jakarta pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. Teknik pengambilan data dengan cara menyebar angket. Populasi penelitian ini adalah peserta didik kelas VIII SMP Era Pembangunan 3 Jakarta berjumlah 194 peserta didik. Teknik pengolahan data menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas, dan regresi linier sederhana.Hasil penelitian menunjukan bahwa di dalam kelas yang kondusif terdapat semangat belajar peserta didik yang tinggi, hal ini nampak pada saat guru memberikan pelajaran dengan baik sehingga terciptanya suasana kelas yang menyenangkan dan peserta didik merasa diperhatikan. Dari penelitian ini disimpulkan bahwa iklim kelas berpengaruh terhadap motivasi belajar siswa senilai 0,2877 dan korelasi antara variabel (X) dan variabel (Y) sebesar 0,645 itu berarti korelasi tersebut sangat kuat, artinya H1 dapat diterima dan H0 ditolak. Hal ini berarti terdapat pengaruh positif antara iklim kelas terhadap motivasi belajar peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan kelas VIII sekolah menengah pertama (SMP) Jakarta, hal ini dibuktikan dengan F hitung sebesar 0,2877 yang berarti pengaruh iklim kelas sebesar 28,77% selebihnya dipengaruhi oleh faktor lain. Diantaranya faktor intrinsik berupa hasrat, keinginan berhasil, dorongan kebutuhan belajar, harapan akan cita-cita dan faktor ekstrinsik berupa lingkungan kelas. Kata kunci: Iklim kelas, Motivasi belajar.
Mengembangkan Kemandirian Belajar dalam Pembelajaran PPKn melalui Reward dan Punishment Alinurdin Alinurdin; Suwahyu Suwahyu
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol. 6 No. 1 Maret 2019
Publisher : Prodi PPKn FKIP Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/jpkn.v6i1.y2019.p13-24

Abstract

Banyak guru tidak paham dengan apa yang dibutuhkan peserta didik, bahkan tidak mengerti cara memberikan motivasi. Padahal, terdapat berbagai cara yang bisa diterapkan guru dalam memotivasi  peserta didik untuk mengembangkan kemandirian, salah satunya adalah dengan memberikan reward dan punishment. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh pemberian reward dan punishment terhadap kemandirian belajar peserta didik dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah random sampling sederhana sebanyak 78 responden sebagai sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian reward dan punishment berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemandirian belajar peserta didik dalam pembelajaran PPKn. Para guru hendaknya melakukan pemberian reward dan punishment seperti pujian atau hadiah, teguran, tugas tambahan atau memberlakukan time out. Sehingga, secara tidak langsung memberikan pilihan kepada peserta didik untuk menentukan sikap mana yang harus mereka tampilkan.
Rancangan Undang-Undang Ketahanan Keluarga Dalam Perspektif Sosiologi Gender Aulia Nursyifa
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol. 7 No. 1 Maret 2020
Publisher : Prodi PPKn FKIP Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/jpkn.v7i1.y2020.p55-68

Abstract

Rancangan Undang-Undang (RUU) Ketahanan Keluarga bertujuan untuk memperkuat ketahanan keluarga di Indonesia. Namun dalam implementasi RUU ketahanan keluarga menjadi polemik di kalangan masyarakat. Salah satu permasalahan pada RUU ketahanan keluarga terkait dengan ketidakadilan gender, terutama terkait dengan peran dan fungsi perempuan dalam keluarga. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis RUU Ketahanan Keluarga dalam perspektif sosiologi gender. Penulisan artikel ini menggunakan metode kajian literatur yang berasal dari buku, jurnal, dokumen lain yang relevan. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa Rancangan Undang-Undang ketahanan keluarga mengandung pasal yang dapat menimbulkan kotroversi di masyarakat terutama tentang hak dan kewajiban suami maupun istri yang dapat menimbulkan ketidakadilan gender, menempati perempuan memiliki kewajiban bekerja pada ranah domestik. Ketahanan keluarga memiliki tujuan baik untuk memperkuat ketahanan keluarga sebagai upaya mewujudkan ketahanan bangsa, namun perlu dikaji lebih mendalam tentang pasal-pasal yang ada di dalam RUU ketahanan keluarga agar tetap mengedepankan keadilan gender di Indonesia.  

Page 5 of 16 | Total Record : 157