cover
Contact Name
-
Contact Email
jurnalppkn@unpam.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalppkn@unpam.ac.id
Editorial Address
Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Pamulang
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan
Published by Universitas Pamulang
ISSN : 23020865     EISSN : 2621346X     DOI : 10.32493/jpkn
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan merupakan media komunikasi dan publikasi artikel ilmiah berdasarkan hasil penelitian dan kajian pustaka bagi para akademisi, praktisi, dan peneliti dalam bidang kewarganegaraan dan pendidikan. Jurnal mulai diterbitkan pada tahun 2014 dalam bentuk cetak dan pada tahun 2017 mulai diterbitkan secara online maupun cetak.Fokus dan ruang lingkup kajian: 1) pancasila dan kewarganegaraan; 2) pendidikan pancasila dan kewarganegaraan; 3) hukum dan ketatanegaraan; 4) perundang-undangan dan kebijakan publik; dan 5) pendidikan dan pembelajaran
Articles 157 Documents
Efektifitas Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan Dalam Jabatan Dalam Rangka Mempersiapkan Guru Profesional Di Indonesia Pada Mahasiswa PPG Dalam Jabatan Angkatan 1 LPTK Universitas Pamulang Roni Rustandi; Mas Fierna Lusie; Nurdiyana; Nurhemah, Neng
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol. 11 No. 2 (2024): Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan
Publisher : Prodi PPKn FKIP Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/jpkn.v11i2.y2024.p122-133

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kurangnya sosialisasi program, proses perkuliahan yang menuntut mahasiswa untuk memahami dan menguasai teknologi pembelajaran, rata-rata usia mahasiswa, dan proses sertifikasi yang kompleks. Selain itu, Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 38 Tahun 2020 dan Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 54 Tahun 2022 berbeda satu sama lain. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif dan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif sebagai metode penelitian. Di sisi lain, metode pengumpulan data yang digunakan termasuk dokumentasi, wawancara, dan observasi, dan analisis data menggunakan analisis induktif. Analisis data adalah tahap dari proses pengkodean yang melibatkan perbandingan terus-menerus dan pengajuan pertanyaan. Metode ini memprioritaskan validitas data. Metode ini menggunakan coding sebagai alat utama pengolahan data dan menekankan validitas data melalui verifikasi. Pengkodean (coding) dan pengkategorian data biasanya dimulai oleh proses. Ada beberapa metode pengkodean, yaitu pengkodean terbuka (open coding), pengkodean terporos (axial coding), dan pengkodean terpilih. Hasil penelitian ini kemudian menunjukkan bahwa Program Profesi Guru Dalam Jabatan dinilai efektif untuk mendukung peningkatan kemampuan guru sebagai guru profesional di Indonesia. Namun, jurnal nasional terakreditasi sinta 1-6 adalah luaran yang ditargetkan dalam penelitian ini.
Pembelajaran Pendidikan Pancasila: Penentuan Tema Karya Seni Siswa SMK Negeri 3 Kasihan Bantul Dian Lestari; Heri Kurnia; Paiman
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 1 (2025): Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan
Publisher : Prodi PPKn FKIP Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/jurnalpkn.v12i1.45016

Abstract

The background of this research is because the researcher is interested in learning Pancasila Education towards determining the theme of students' artworks. This research aims to 1). Knowing the influence of (X1) on (Y) at SMK Negeri 3 Kasihan Bantul. 2). Knowing the influence of (X2) on (Y) at SMK Negeri 3 Kasihan Bantul. 3). Knowing the influence of (X3) on (Y) at SMK Negeri 3 Kasihan Bantul. 4). Knowing the influence of (X4) on (Y) at SMK Negeri 3 Kasihan Bantul. 5). Knowing the influence of X1, X2, X3, X4 simultaneously on (Y) at SMK Negeri 3 Kasihan Bantul. This research method uses quantitative research methods. The population of this study is all students of SMK Negeri 3 Kasihan Bantul with a total of 1,038 students using Simple Random Sampling with the provision that based on the Harry King nomogram table, if the total population is 1038 students, then the sample that can be taken with an error rate of 5% is as many as 265 students. The data analysis technique used to test the hypothesis is multiple linear regression. The results show 1). There was a significant influence (X1) on (Y) at SMK Negeri 3 Kasihan Bantul with a sig of 0.020 with a regression equation of 0.180. 2). There was a significant influence (X2) on (Y) at SMK Negeri 3 Kasihan Bantul with a sig of 0.000 with a regression equation of -302. 3). There was a significant influence (X3) on (Y) at SMK Negeri 3 Kasihan Bantul with a sig of 0.000 with a regression equation of 0.496. 4). There was a significant influence (X4) on (Y) at SMK Negeri 3 Kasihan Bantul with a sig of 0.000 with a regression equation of -604. 5). There was a significant influence of X1, X2, X3 and X4 simultaneously on Y at SMK Negeri 3 Kasihan Bantul with a sig of 0.000 ≤ 0.05 and Fcalculated 53,707 > Ftable 2,250. The magnitude of the determination coefficient (adjusted R2) of = 0.777 means that the independent variable simultaneously affects the bound variable by 77.7%, the remaining 22.3% is influenced by other variables that are not included in this study.
Upaya Membangun Sikap Moderasi Beragama Melalui Pendidikan Kewarganegaraan berbasis Civic Engagement Pada Mahasiswa PTKI Marsudi, Kenlies Era Rosalina; Arik Cahyani; Bekti Galih Kurniawan
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 1 (2025): Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan
Publisher : Prodi PPKn FKIP Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/jurnalpkn.v12i1.46463

Abstract

Mahasiswa perguruan tinggi merupakan salahsatu sasaran yang paling digemari oleh kelompok ekstremis dan radikalis dalam menyebarkan pandangan ideologis dan perekrutan anggota baru. Berdasarkan temuan berbagai organisasi penanggulangan ekstremisme seperti BIN dan BNPT, menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki potensi yang cukup tinggi dan rentan terhadap gerakan ekstemisme. Penelitian ini bertujuan untuk membangun sikap moderasi beragama yang kuat di kalangan mahasiswa PTKI, khususnya dalam menghadapi tantangan masyarakat yang heterogen setelah lulus, di mana interaksi antar kelompok heterogen tersebut seringkali minim di lingkungan kampus yang homogen. Pendidikan kewarganegaraan berbasis civic engagement diharapkan dapat menjadi sarana efektif dalam membentuk sikap moderasi beragama. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya pendidikan kewarganegaraan berbasis civic engagement dapat membangun sikap moderasi beragama yang kuat melalui kegiatan seperti kunjungan organisasi sosial dan keagamaan, diskusi dan forum terbuka mengenai isu keberagaman, program dialog antar agama, program pengabdian masyarakat (community service), dan kolaborasi sosial lintas agama. Kegiatan-kegiatan ini memberikan mahasiswa kesempatan untuk tidak hanya memahami teori kewarganegaraan, tetapi juga terlibat langsung dalam memecahkan isu-isu sosial di masyarakat. Dengan demikian, pembelajaran berbasis civic engagement berperan penting dalam mengembangkan sikap toleransi, moderasi beragama, dan partisipasi aktif dalam kehidupan sosial, politik, dan budaya yang plural.
Pengembangan Kompetensi Civic Enterpreneur Melalui Pembelajaran Keterlibatan Melalui Pendidikan Kewargnegaraan:Menjawab Tantangan dan Peluang dalam Membentuk Warga Negara Global di Era Digital Ali, Yusuf Faisal; Trihastuti, Meiwatizal; Hidayah, Yayuk
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 1 (2025): Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan
Publisher : Prodi PPKn FKIP Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/jurnalpkn.v12i1.46878

Abstract

In the rapidly evolving digital era, civic education plays a crucial role in shaping individuals who are active and responsive to global social, political, and economic changes. One relevant concept to be applied is civic entrepreneurship, which combines social entrepreneurship with civic responsibility to create positive change. However, the main challenge in civic education is how to develop civic entrepreneur competencies that are relevant to global dynamics and the increasing use of digital technologies. This study aims to explore how civic entrepreneur competencies can be developed through engagement-based learning in civic education, addressing the challenges and opportunities in the digital era. Using a literature review methodology, this research analyzes various academic sources and theories related to the development of civic entrepreneur competencies, civic education, and their application in a digital context. The findings indicate that engagement-based learning, which involves collaboration, problem-solving, and social entrepreneurship, can foster civic entrepreneur competencies. Moreover, the digital era offers new opportunities to expand civic participation through digital platforms, although it also presents challenges in maintaining the quality of engagement. In conclusion, the development of civic entrepreneur competencies through civic education in the digital era can strengthen social and political participation. Therefore, it is recommended that civic education integrate the concept of civic entrepreneurship with engagement-based learning methods that are more relevant to the needs and challenges of the global digital era.
Kajian Pustaka Menurunnya Nilai-Nilai Budaya Pada Remaja wismanjaya, Herdi; yuningsih, siska
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 1 (2025): Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan
Publisher : Prodi PPKn FKIP Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/jurnalpkn.v12i1.47181

Abstract

Arus globalisasi yang pesat membawa dampak signifikan terhadap nilai budaya lokal di kalangan remaja Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penyebab penurunan apresiasi budaya lokal, dampak globalisasi terhadap perilaku remaja, dan upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi fenomena ini. Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka dengan menganalisis data sekunder dari berbagai jurnal, buku, dan artikel ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paparan budaya asing melalui media sosial, teknologi informasi, dan gaya hidup modern menyebabkan lunturnya identitas budaya remaja. Gejala ini terlihat pada perilaku konsumtif, preferensi terhadap budaya Barat, dan berkurangnya kesadaran akan nilai-nilai Pancasila. Faktor internal, seperti lemahnya pendidikan karakter dan minimnya peran keluarga, serta faktor eksternal, seperti derasnya arus informasi global, turut memperburuk situasi ini. Penelitian ini merekomendasikan penguatan pendidikan berbasis budaya lokal, peran aktif keluarga, serta pengawasan konten media sosial sebagai langkah strategis untuk menjaga keberlanjutan nilai-nilai budaya nasional. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pemerintah, institusi pendidikan, dan masyarakat dalam menghadapi tantangan globalisasi di era digital..
Implementasi Kinerja Guru Dalam Meningkatkan Mutu Hasil Belajar Suanto; Lestari, Yulita Puji
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 1 (2025): Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan
Publisher : Prodi PPKn FKIP Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/jurnalpkn.v12i1.47301

Abstract

Teacher performance is one of the key factors in the learning process that has a direct impact on the quality of student learning outcomes. In the context of increasingly competitive education, improving the quality of the learning process has a very crucial role in achieving optimal educational goals. Although many efforts have been made to improve teacher performance, there are still challenges in implementing effective learning strategies. This has the potential to hinder the achievement of expected learning outcomes. This study aims to analyze the implementation of teacher performance and its impact on student learning outcomes, as well as to identify factors that influence teacher performance. The method used in this study is a qualitative approach with data collection techniques through interviews, observations, and documentation studies. The subjects of the study included teachers and students in several schools. The results of the study indicate that good teacher performance, including mature learning planning, the use of varied teaching methods, and appropriate evaluation, contribute significantly to improving student learning outcomes. The implementation of effective teacher performance greatly affects student learning outcomes. Improving teacher competence through training and professional development needs to be done continuously. It is recommended that schools and the government provide more support in the form of adequate teacher training to improve teacher performance, as well as conducting periodic monitoring and evaluation of the learning process.
Komunitarianisme dan Digitalisasi: Peran Gen Z dalam Membangun Hubungan Sosial di Era Digital Rahmaddani, Imam; Fahmi, Rizal
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 1 (2025): Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan
Publisher : Prodi PPKn FKIP Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/jurnalpkn.v12i1.48161

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah menggali kontribusi yang Generasi Z buat untuk sosialisasi di era digital yang menekankan nilai-nilai komunitarianisme Seperti Nilai-nilai Bersama dan Identitas Kolektif, Dukungan Sosial dan Kesejahteraan, Inklusivitas dan Kerja Sama, Keseimbangan Etika dan Moral, Adaptasi terhadap Transformasi Digital. Generasi Z, yang dikenal sebagai generasi yang lahir antara pertengahan 1990an hingga awal 2010an, merupakan generasi yang pertamakali berhubungan langsung dengan teknologi digital dan media sosial. Seiring dengan adanya digitalisasi, ada terdapat kemungkinan peningkatan sosialisasi. Namun, tujuan ini berhadapan dengan tantangan yang cukup serius bagi generasi ini, perkotaan, cyberbullying, dan media sosial. Penelitian selanjutnya difokuskan pada mempelajari dampak digitalisasi terhadap pola sosialisasi Generasi Z melalui analisis kepustakaan. Berdasarkan analisa dan temuan yang didapat, meskipun teknologi di era modern ini sangat maju dan membantu  berkomunikasi satu sama lain dari jarak jauh, interaksi tersebut secara langsung tidak mampu memenuhi kebutuhan emosional seperti yang didapat dari tatap muka. Selain, Generasi Z memiliki kekuatan untuk berinteraksi secara inklusif dengan membentuk komunitas digital yang menumbuhkan nilai-nilai komunitarianisme (tanggungjawab empati) di dalamnya. Penelitian ini juga menekankan pentingnya program intervensi dan pendidikan yang membantu Generasi Z menghadapi tantangan yang dihadapinya dalam hubungan sosial yang positif dan berkesinambungan. Dengan melakukan ini, kami berusaha menjelaskan membantu mendampingi peserta dalam memahami isu dinamika sosial yang muncul dari perkembangan teknologi informasi dan memberi saran untuk membangun kondisi sosial yang sehat.