cover
Contact Name
Abd Karim
Contact Email
jurnalalthiqah@gmail.com
Phone
+6285235776365
Journal Mail Official
jurnalalthiqah@gmail.com
Editorial Address
http://ejurnal.stiuda.ac.id/index.php/althiqah/about/editorialTeam
Location
Kab. bangkalan,
Jawa timur
INDONESIA
AL-THIQAH: Jurnal Ilmu Keislaman
ISSN : 26857529     EISSN : 26857529     DOI : https://doi.org/10.36835/althiqah
Core Subject : Religion, Social,
Al-THIQAH : Jurnal Ilmu Keislaman published by Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Bangkalan. This journal contains many variants of Islamic studies, among others: Islamic education, Ushuluddin, the Shariah, Islamic thought, economics, and other Islamic studies. This journal is published twice a year in April and October. Editors invite academics, professors, and researchers to contribute to write in this journal. The journal can be accessed publicly, which means that all content is provided freely accessible without charge to either the user or the institution. Users are allowed to read, download, copy, distribute, print, search, or cite to the full text of the article did not have to ask permission from the publisher or author.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 02 (2019): Oktober" : 6 Documents clear
Dakhil al-‘Ilmi dalam Kitab al-Jawahir fii Tafsir al-Qur’an Karya Tantawii Jawhari Idris Idris; Abdul Muhaimin
AL-THIQAH : Jurnal Ilmu Keislaman Vol 2 No 02 (2019): Oktober
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Darussalam Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas tentang dakhi>l al-‘ilmi dalam al-Jawa>hir fi> Tafsi>r al-Qur’an karya T{ant}a>wi> Jawhari>. Dakhi>l al-‘ilmi adalah pendekatan teori atau temuan ilmiah modern sebagai instrumen tafsir secara berlebihan. Tafsir al-Jawa>hir fi Tafsi>r al-Qur’an adalah salah satu karya tafsir yang ditulis dengan pendekan tersebut. Sebenarnya, banyak pendekatan lain yang diaplikasikan oleh T{ant}a>wi>. Tetapi pendekatan ilmi> ini mengambil porsi yang sangat banyak dalam lembar tafsir al-Jawa>hir. Pengambilan porsi yang sangat banyak ini seringkali membuat T{ant}a>wi> Jawhari terlena dan terjebak dalam pembahasan teori atau temuan sains modern yang panjang lebar. Dalam keterlenaan itu, menyebabkan ia tergelincir ke dalam praktik tafsir dakhi>l al-‘ilmi. Seperti dalam penafsiran ayat ke 61 dari surat al-Baqarah. Ia mengatakan bahwa gaya hidup ala orang pedesaan jauh lebih menyehatkan dibanding gaya hidup ala orang perkotaan. Seakan-akan ayat tersebut ditarik untuk mengamini gaya hidup orang pedesaan. Contoh lainya adalah di ayat 67 surat al-Baqarah. Ia mengaitkan kisah penyembelihan sapi betina dengan praktik ilmu pemanggilan arwah di banyak negara seperti di Amerika dan eropa. Tentu saja al-Qur’an tidak ada kaitannya dengan praktik ajaran pemanggilan arwah. Namun demikian hal ini ia hubung-hubungkan seakan praktik pemanggilan arwah ada landasan teologisnya dari al-Qur’an
Interelasi Islam dan Agama Serta Adat Jawa Tri Wahyudi Ramdhan
AL-THIQAH : Jurnal Ilmu Keislaman Vol 2 No 02 (2019): Oktober
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Darussalam Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Interelasi antara agama dan budaya adalah sangat erat hubungannya dengan tradisi kehidupan manusia sehingga agama sering melahirkan budaya ataupun peradaban bagi kenikmatan hidup umat manusia di permukaan bumi. Dalam pandangan beberapa sosiolog menyebutkan bahwa agama Islam disebut sebagai agama peradaban Dalam kasus interelasi antara agama dan budaya bagi suku Jawa sebagai suku mayoritas di Nusantara merupakan hal yang menatrik untuk diteliti. Islam masuk di Jawa dengan cara damai yang diawali dari rakyat jelata hingga lambat laun masuk ke tingkat istana. Orang Jawa merespon dengan baik masuknya Islam ke Jawa. Karena Islam dengan mudah bersosialisasi dengan masyarakat Jawa. Orang-orang jawa terpikat dengan ajaran Islam yang mengenalkan ketauhidan/ keesaan Allah SWT. Islam bercampur dengan budaya Jawa karena Islam ditujukan untuk mempermudah penyebaran agamanya. Namun sampai saat ini budaya Jawa masih melekat pada ajaran-ajaran Islam yang masih sebagian besar dianut oleh orang jawa. Dengan demikian penulis mencoba membahas bagaimana sesungguhnya keyakinan yang berkembang dari hasil interelasi agama (Islam) dan budaya Jawa, respon budaya Jawa terhadap Islam dan respon Islam terhadap budaya Jawa.
Ibn Jawzi (W. 597 H) dan Metode Penyelesaian Hadis Mushkil Fitrotun Nafsiyah
AL-THIQAH : Jurnal Ilmu Keislaman Vol 2 No 02 (2019): Oktober
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Darussalam Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi adanya kesenjangan antara dalil dengan kenyataan, dalam dalil dijelaskan bahwa dalil maqbul(shahih) tidak mongkin bertentangan dengan dalil maqbul(shahih) juga. Akan tetapi pada kenyataanya ada dalil maqbul bertentangan dengan sendirinya, juga dengan dalil lain, dalam istilah ilmu hadis ini lebih dikenal dengan h}adi>th mukhtalif atau h}adi>th mushkil. Sebab itu banyak ulama menaruh perhatian khusus padanya, salah satunya ibn al-Jawzi>, ulama ini memiliki metode khusus dalam menyelesaikan hadis mushkil. Hasil dari penelitian ini yaitu: Pertama, Ibn al-Jawzi> dalam menyelesaikan hadis mushkil mengunakan metode sharah al-h}adi>th. 2. Kedua, dalam menghilangkan kontradiksi hadis ia mengikuti mazhab jumhur hadis yaitu a. Al-Jam’uh (memadukan), b. Al-Naskh (menghapus), c. Al-Tarjih (memilih), d. Al-Tawaquf (diam/berhenti). 3. Ketiga, implikasi dari metode penyelesaian hadis mushkil ini adalah mencegah pandangan negatif terhadap hadis mushkil serta menjadi sebuah alternative dalam menyelesaikan hadis mushkil.
Pendapat Muhadditsin Terhadap Hadits Dhoif Untuk Fadhail ‘Amal Dan Pengaruhnya Terhadap Pengamalan Ibadah Moh. Muafi Bin Thohir
AL-THIQAH : Jurnal Ilmu Keislaman Vol 2 No 02 (2019): Oktober
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Darussalam Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ilmu hadits merupakan salah satu pilar-pilar tsaqofah islam yang memang sudah selayaknya dimiliki oleh setiap kaum muslim. Dewasa ini, begitu banyak opini umum yang berkembang yang mengatakan bahwa ilmu hadits hanya cukup dipelajari oleh para salafus sholeh yang memang benar-benar memilki kredibilitas dalam ilmu agama sehingga stigma ini membuat sebagian kaum muslim merasa tidak harus untuk mempelajari ilmu hadits. Hal ini tentu sangat tidak dibenarkan karena dapat membuat masyarakat muslim menjadi kurang tsaqofah islamnya terutama dalam menjalankan sunnah-sunnah rosul. Terlebih dengan keadaan saat ini dimana sangat bayak beredar hadits-hadits dho’if dan hadits palsu yang beredar di tengah-tengah kaum uslim dan tentunya hal ini akan membuat kaum muslimin menjadi pelaku bid’ah. Jika kaum muslim masih memandang remeh tentang ilmu hadits ini maka tentu ini adalah suatu hal yang sangat berbahaya bagi aqidah kaumm muslimin dalam menjalankah sunnah rosul. Oleh karena itulah, perlunya kita sebagai umat muslim memilki pengetahuan yang luas tentang ilmu hadits. Seperti yang telah diketahui bahwa hadits dhoif adalah hadits yang lemah atau hadits yang tidak memilki syarat-syarat hadits shohih dan hadits hasan. Sebagian ulama berpendapat bahwa hadits dhoif ini tidak dapat dijadikan sebagai hujjah namun sebagian ulama yang lainnya juga ada yang berpendapat bahwa hadits dhoif ini dapat digunakan sebagai hujjah. Dengan adanya khilafiah atau perbedaan pendapat diantara para ulama,maka sangat perlulah kita sebagai umat muslim mengetahui bagaimana cara kita bersikap dalam menghadapi hadits dhoif tersebut karena hal ini akan langsung berkaitan dengan aqidah dan ibadah-ibadah kita kepada Allah SWT. Hadits dhoif terbagi menjadi beberapa kelompok baik itu yang didasarkan pada pembagian berdasarkan sanad hadits atau juga matan hadits. Dalam menyikapi penerimaan dan pengamalan hadits dhoif ini terjadi khilafiah di kalangan ulama,ada yang membolehkannya dan ada juga yang secara mutlak tidak membolehkan beramal dengan hadits dhoif tersebut.
Al-Qur’an dan Hadis Dimata “Darul Hadis” dan Pemikirannya Takwallo Takwallo
AL-THIQAH : Jurnal Ilmu Keislaman Vol 2 No 02 (2019): Oktober
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Darussalam Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adanya kesenjangan antara dalil dengan kenyataan, dalam dalil dijelaskan bahwa Islam adalah agama yang menjujung tinggi nilai persatuan dan persadaraan, serta melarang untuk saling bermusuh-musuhan.[1] Akan tetapi kenyataannya sekarang ini, antar kelompok agama khususnya agama Islam masih terdapat sekat-sekat penghalang untuk bersatu. Seperti peraktek keagamaan yang diterapkan oleh kelompok Darul Hadis (LDII) seolah-olah sangat mencolok perbedaanya dalam memahami dalil dan menerapkannya. Adapun tujuan dari penelitian ini tidak lain adalah untuk mengenal dan mengetahui kelompok tersebut dan bagaimana kelompok ini memahami sebuah dalil dan menerapkannya. Hasil dari penelitian ini yaitu: Pertama, Darul hadis (LDII) merupakan sebuah lembaga dakwah yang didirian oleh Nur Hasan Ubaidillah Lubis (1908) pada tahun 1951 M, di Desa Bengi Purwosari Kediri Jawa Timur. Adapun struktur kepemimpinanya: 1.Amir, 2. Wakil Amir, 3. Wakil Amir daerah, 4. Wakil Amir Desa, 5. Wakil Amir kelompok. Kedua, pokok ajaranya 1. Orang Islam diluar golongannya adalah kafir, najis, 2. Wajib taat pada amir, 3. Wajib baiaat (janji setia kepada sang amir, 4. Al-Qur’an dan hadis harus yang manqul dari sang amir, 5. Dosa bias di tebus kepada sang amir, 6. Harta benda diluar kelompok halal diambil.
Sistem dan Nilai Pendidikan Luqman Hakim Dalam Ayat-ayat al-Qur’an Mutmainah Mutmainah
AL-THIQAH : Jurnal Ilmu Keislaman Vol 2 No 02 (2019): Oktober
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Darussalam Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kisah-kisah dalam ayat-ayat al-Qur’an mengandung nilai pendidikan, salah satunya adalah kisah tentang Luqman al Hakim mampu kita konstruksikan untuk perbaikan pendidikan di Indonesia. Materi pendidikan yang terkandung dalam kisah Luqman meliputi tiga yaitu: akidah, syari’ah dan akhlaq. Keberhasilan pendidikan anak dimulai sejak dini mulai dari masa dalam kandungan (pranatal) dengan melalui pendidikan formal dan non formal dengan pendidik baik orang tua, guru maupun masyarakat yang harus memiliki kompetensi-kompetensi pendidik (sosial, kepribadian, pedagogik dan profesional). Sehingga sistem pendidikan dapat mengembangkan kecerdasan intelektual, emosional dan spiritual anak sebagai generasi emas Bangsa yang mampu merespon setiap dinamika, perubahan, perkembangan, tuntutan, dan menjawab tantangan zaman.

Page 1 of 1 | Total Record : 6