cover
Contact Name
Saharudin
Contact Email
din_linguistik@unram.ac.id
Phone
+6281917006020
Journal Mail Official
bastrindo-journal@unram.ac.id
Editorial Address
Gedung E Lantai I FKIP Universitas Mataram Jalan Majapahit Nomor 62 Mataram Nusa Tenggara Barat
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Bastrindo: Kajian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Published by Universitas Mataram
ISSN : 27236277     EISSN : 27234835     DOI : https://doi.org/10.29303/jb
Jurnal Bastrindo adalah jurnal yang diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram. Jurnal Bastrindo hadir sebagai media untuk menyebarkan pikiran dan bertukar gagasan tentang wacana pendidikan bahasa dan sastra Indonesia. Focus and Scope: Bidang pendidikan bahasa dan sastra Indonesia yang mencakup pembelajaran dan ilmu bahasa dan sastra Indonesia; topik tentang pembelajaran bahasa dan Sastra Indonesia; linguistik Indonesia (termasuk linguistik daerah); sastra Indonesia (termasuk sastra daerah); dan penerjemahan (sastra asing ke bahasa Indonesia)
Articles 63 Documents
Perbandingan Simbol Ekologi Cerita Putri Mandalika, Lala Buntar, dan La Hilla: Comparison of Ecological Symbols The Story of Princess Mandalika, Lala Buntar, and La Hilla Agusman Agusman; Ade Jauhari
Jurnal Bastrindo Vol 7 No 1 (2026): Edisi Juni 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji nilai kearifan lokal dan simbol ekologi ekologis yang terkandung dalam cerita rakyat Putri Mandalika, Lala Buntar, dan La Hilla. Melalui pendekatan ekokritik dan analisis mendalam terhadap leksikon alam yang muncul dalam narasi tersebut, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana masyarakat tradisional merepresentasikan hubungan timbal balik antara manusia dan lingkungan sekitarnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan teknik analisis isi untuk membedah unsur-unsur ekologis dalam teks cerita.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga cerita rakyat tersebut bukan sekadar hiburan fiktif, melainkan sebuah instrumen budaya yang menyimpan memori kolektif mengenai konservasi alam dan tatanan kosologis. Ditemukan perbedaan filosofis yang cukup tajam mengenai bagaimana tokoh-tokoh utama berinteraksi dengan alam; tubuh mereka digambarkan berintegrasi secara langsung dengan ekologi lokal melalui fenomena metamorfosis dengan elemen alam. Dalam cerita Putri Mandalika, integrasi ini mewujud pada pengorbanan diri yang bertransformasi menjadi nyale, yang menandai siklus ekologis serta ketahanan pangan masyarakat Sasak. Sementara pada cerita Lala Buntar dan La Hilla, simbol-simbol alam merefleksikan perlindungan terhadap ruang hidup dan batasan moral manusia dalam mengeksploitasi lingkungan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa leksikon alam dalam cerita Putri Mandalika, Lala Buntar, dan La Hilla merepresentasikan sistem pengetahuan tradisional yang menempatkan alam sebagai subjek, bukan objek dominasi manusia.   Comparison of Ecological Symbols The Story of Princess Mandalika, Lala Buntar, and La Hilla Abstract: This study aims to examine the values ​​of local wisdom and ecological symbols contained in three Indonesian oral traditions: the folktales of Princess Mandalika, Lala Buntar, and La Hilla. Through an ecocritical approach and in-depth analysis of the natural lexicon that appears in these narratives, this study explores how traditional societies represent the reciprocal relationship between humans and their environment. The method used in this study is descriptive qualitative with content analysis techniques to dissect the ecological elements in the story texts. The results show that the three folktales are not merely fictional entertainment, but rather cultural instruments that store collective memories regarding nature conservation and the ecological order. Sharp philosophical differences are found in how the main characters interact with nature; their bodies are depicted as directly integrated with the local ecology through the phenomenon of metamorphosis or physical union with natural elements. In the story of Princess Mandalika, this integration manifests in self-sacrifice that transforms into nyale which signify the ecological cycle and food security of the Sasak people. Meanwhile, in the stories of Lala Buntar and La Hilla, natural symbols reflect the protection of living space and the moral boundaries of human exploitation of the environment. Overall, this study concludes that the natural lexicon in the stories of Princess Mandalika, Lala Buntar, and La Hilla represents a traditional knowledge system that positions nature as a subject, not an object of human domination.
VARIASI PENULISAN NONBAKU DALAM KOMENTAR TIKTOK @nadinnn.en: TINJAUAN PSIKOLINGUISTIK: A Psycholinguistic Review Hadiana Zahrotun Nafisa; Nadine Putri Nurrahmadani; Nayla Ramadhani; Hanifah Dhia Firdaus; Haikal Izza Ramadhan; Riki Nasrullah
Jurnal Bastrindo Vol 7 No 1 (2026): Edisi Juni 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesalahan berbahasa yang ada dalam sosial media, terutama pada TikTok melalui pendekatan psikolinguistik. Berkembangnya sosial media secara pesat, mengubah cara orang berkomunikasi terutama di kalangan remaja. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa menganalisis komentar di aplikasi TikTok pada postingan di akun @nadinnn.e. Hasil analisis menunjukkan bahwa kesalahan berbahasa yang paling umum meliputi penggunaan kata yang tidak baku. Dari sudut pandang psikolinguistik, kesalahan-kesalahan ini dapat dihubungkan dengan proses kognitif dan perkembangan bahasa pada anak-anak tersebut. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi pendidik dan orang tua untuk lebih memahami gaya berbahasa anak-anak pada era digital ini dan meningkatkan keterampilan berbahasa mereka.   Writing Variations in TikTok Comments on @nadinnn.en: A Psycholinguistic Review Abstract: This study aims to analyze language errors found on social media, particularly on TikTok, using a psycholinguistic approach. The rapid growth of social media has transformed the way people communicate, especially among teenagers. This study employs a descriptive qualitative approach, using data collection techniques that involve analyzing comments on the TikTok app on posts from the @nadinnn.e account. The results of the analysis indicate that the most common language errors involve the use of non-standard words. From a psycholinguistic perspective, these errors can be linked to cognitive processes and language development in these children. This study is expected to provide insights for educators and parents to better understand children’s language styles in this digital age and improve their language skills.
PROFIL MURID SEBAGAI DASAR PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI: STUDI ASESMEN AWAL MULTIMETODE DI SMA PASUNDAN 2 KOTA BANDUNG: Student Profiles as a Foundation for Differentiated Instruction: A Multi-Method Initial Assessment Study at Pasundan 2 Senior High School, Bandung City Bukron Hafizi; Arla Aelani Prisilia; Angelina Dwi Septiani; Dewi Fatimah; Eli Fatimah; Farah Fitriana Salsabila; Rendy Triandy
Jurnal Bastrindo Vol 7 No 1 (2026): Edisi Juni 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Profiling peserta didik merupakan langkah awal yang esensial dalam mewujudkan pembelajaran berdiferensiasi sesuai prinsip Kurikulum Merdeka. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi gaya belajar dan kebutuhan belajar peserta didik kelas XI-1 dan XI-2 SMA Pasundan 2 Bandung melalui tiga instrumen asesmen awal: tes kemampuan berbahasa, observasi, dan wawancara. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan dari 23 peserta didik kelas XI-1 melalui observasi dengan 42 indikator tujuh dimensi, 24 peserta didik kelas XI-2 melalui tes esai berbasis teks, dan 9 peserta didik dari kedua kelas melalui wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya belajar visual mendominasi kelas XI-1 (47,8%), diikuti auditori (39,1%) dan kinestetik (13,1%). Kemampuan berbahasa kelas XI-2 secara umum lebih kuat pada keterampilan menulis naratif dan eksposisi dibandingkan kemampuan analitis fakta-opini. Tiga kelompok profil kemampuan teridentifikasi: tinggi, sedang, dan rendah, dengan rekomendasi diferensiasi konten, proses, dan produk yang disesuaikan. Penelitian ini menegaskan bahwa profiling peserta didik yang berbasis data multisumber secara signifikan membantu guru merancang strategi pembelajaran yang responsif terhadap keberagaman kebutuhan murid.   Student Profiles as a Foundation for Differentiated Instruction: A Multi-Method Initial Assessment Study at Pasundan 2 Senior High School, Bandung City Abstract: Student profiling is an essential first step in realizing differentiated learning in accordance with the principles of the Merdeka Curriculum. This study aims to identify the learning styles and needs of students in grades XI-1 and XI-2 at SMA Pasundan 2 Bandung through three initial assessment instruments: a language skills test, observation, and interviews. The study employed a descriptive qualitative approach. Data were collected from 23 students in class XI-1 through observation using 42 indicators across seven dimensions, 24 students in class XI-2 through essay tests based on argumentative texts, and 9 students from both classes through in-depth interviews. The results revealed that visual learning style dominates class XI-1 (47.8%), followed by auditory (39.1%) and kinesthetic (13.1%). The language skills of class XI-2 students were generally stronger in narrative and expository writing than in analytical skills such as fact-opinion identification. Three ability profile groups were identified high, medium, and low with differentiated recommendations for content, process, and product. This research affirms that multi-source data-based student profiling significantly assists teachers in designing learning strategies responsive to the diversity of student needs.