cover
Contact Name
Saharudin
Contact Email
din_linguistik@unram.ac.id
Phone
+6281917006020
Journal Mail Official
bastrindo-journal@unram.ac.id
Editorial Address
Gedung E Lantai I FKIP Universitas Mataram Jalan Majapahit Nomor 62 Mataram Nusa Tenggara Barat
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Bastrindo: Kajian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Published by Universitas Mataram
ISSN : 27236277     EISSN : 27234835     DOI : https://doi.org/10.29303/jb
Jurnal Bastrindo adalah jurnal yang diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram. Jurnal Bastrindo hadir sebagai media untuk menyebarkan pikiran dan bertukar gagasan tentang wacana pendidikan bahasa dan sastra Indonesia. Focus and Scope: Bidang pendidikan bahasa dan sastra Indonesia yang mencakup pembelajaran dan ilmu bahasa dan sastra Indonesia; topik tentang pembelajaran bahasa dan Sastra Indonesia; linguistik Indonesia (termasuk linguistik daerah); sastra Indonesia (termasuk sastra daerah); dan penerjemahan (sastra asing ke bahasa Indonesia)
Articles 58 Documents
The Identitas Kecamatan Utan dalam Lawas Tuter Datu Utan : Kajian Representasi Stuart Hall : Sehingga hasil dari penelitian ini ditemukan bahwa kumpulan lawas “Lawas Tuter Datu Utan” merepresentasikan identitas daerah Kecamatan Utan. Representasi identitas daerah Kecamatan Utan dalam kumpulan lawas “Lawas Tuter Datu Utan” meliputi: (1) sejarah daerah Kecamatan Utan, yaitu mengenai sejarah terbentuknya atau berdirinya daerah Kecamatan Utan. (2) bangunan khas dan lingkungan alam di Kecamatan Utan Futri Utani; Muh Syahrul Qodri; Muhammad Khairussibyan
Jurnal Bastrindo Vol 6 No 2 (2025): Edisi Desember 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui representasi identitas Kecamatan Utan dalam Lawas Tuter Datu Utan, yaitu kumpulan lawas yang terdiri atas 42 bait. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Data penelitian berupa kata (diksi), baris, dan bait lawas dalam Lawas Tuter Datu Utan yang merepresentasikan aspek-aspek identitas daerah, seperti sejarah, bangunan khas dan lingkungan alam, kepercayaan lokal, serta tradisi. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan studi pustaka. Analisis data dilakukan secara bertahap sesuai dengan langkah-langkah yang telah ditetapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kumpulan lawas Lawas Tuter Datu Utan merepresentasikan identitas daerah Kecamatan Utan yang meliputi: (1) sejarah terbentuknya Kecamatan Utan; (2) bangunan khas dan lingkungan alam Kecamatan Utan; (3) aspek kepercayaan lokal berupa masuknya ajaran Islam ke Kecamatan Utan; dan (4) tradisi-tradisi masyarakat yang diajarkan oleh para ulama dan masih dilestarikan hingga saat ini.   Utan Sub-district Identity in Lawas Tuter Datu Utan: Stuart Hall Representation Study Abstract: This study aims to determine the identity of Utan District represented in Lawas Tuter Datu Utan, a collection of lawas consisting of 42 stanzas. This study employed a qualitative research method. The data consisted of words (diction), lines, and stanzas in Lawas Tuter Datu Utan representing aspects of regional identity, such as history, traditional buildings and natural environment, local beliefs, and traditions. Data were collected through interviews and library research. The data analysis was conducted systematically based on predetermined analytical steps. The results show that the collection of lawas Lawas Tuter Datu Utan represents the regional identity of Utan District, including: (1) the historical background of Utan District; (2) traditional buildings and the natural environment of Utan District; (3) local beliefs related to the spread of Islam in Utan District; and (4) local traditions taught by Islamic scholars and preserved by the community until today.
Makna Simbolik Tradisi Mappacci Masyarakat Bugis di Kecamatan Tarano Kabupaten Sumbawa: Kajian Semiotika Charles Sanders Peirce: The Symbolic Meaning of the Mappacci Tradition of the Bugis Community in Tarano District, Sumbawa Regency: A Semiotic Study by Charles Sanders Peirce Aqidatul Izza; Muh Syahrul Qodri; Hasanuddin Chaer
Jurnal Bastrindo Vol 6 No 2 (2025): Edisi Desember 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan mengkaji makna simbolik tradisi mappacci pada masyarakat Bugis di Desa Labuhan Aji, Kecamatan Tarano, Kabupaten Sumbawa. Tradisi mappacci merupakan ritual adat pra-pernikahan yang bermakna penyucian lahir dan batin. Menggunakan pendekatan semiotika Charles Sanders Peirce, penelitian ini menganalisis sembilan simbol dalam prosesi mappacci: bantal, sarung sutera, daun pisang, daun nangka, daun pacci, lilin, beras, air, dan wadah pacci. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan observasi, wawancara mendalam terhadap tiga tokoh adat, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap perlengkapan memiliki makna simbolik yang mencerminkan nilai kehormatan, kesuburan, kejujuran, kesucian, serta harapan akan rumah tangga yang harmonis dan sejahtera. Melalui analisis triadik Peirce, makna-makna tersebut dipahami dari hubungan antara representamen, objek, dan interpretan.   The Symbolic Meaning of the Mappacci Tradition of the Bugis Community in Tarano District, Sumbawa Regency: A Semiotic Study by Charles Sanders Peirce Abstract: This study aims to examine the symbolic meaning of the mappacci tradition among the Bugis community in Labuhan Aji Village, Tarano District, Sumbawa Regency. Mappacci is a pre-wedding traditional ritual that signifies physical and spiritual purification. Using the semiotic approach of Charles Sanders Peirce, this study analyzes nine symbols used in the mappacci procession: pillow, silk sarong, banana leaf, jackfruit leaf, pacci leaf, candle, rice, water, and the pacci container. A descriptive qualitative method was employed, with data collected through observation, in-depth interviews with three traditional leaders, and documentation. The findings reveal that each item used in the mappacci procession carries deep symbolic meanings reflecting Bugis cultural values such as honor, fertility, honesty, purity, and the hope for a harmonious and prosperous household life. Through Peirce's triadic analysis, these meanings are understood from the relationship between representamen, object, and interpretant in shaping the interpretation of cultural signs.  
Campur Kode Tuturan Tokoh Sagara dan Kiana dalam Novel Rewrite My Heart Karya Ester Spy: Mixing Code of Speech of the Characters Sagara and Kiana in the Novel Rewrite My Heart By Ester Spy Eli Selfiana Agusnia Agusnia; Mochammad Asyhar; Wika Wahyuni
Jurnal Bastrindo Vol 6 No 1 (2025): Edisi Juni 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk campur kode dan jenis-jenis campur kode yang digunakan dalam tuturan tokoh Sagara dan Kiana. Data  penelitian ini berupa kata, frasa, klausa, dan kalimat yang mengandung campur kode, sedangkan sumber data penelitian adalah novel Rewrite My Heart karya Ester Spy. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data melalui metode simak, metode pustaka, dan teknik catat. Teknik analisis data yang digunakan meliputi padan intralingual dan ekstralingual, yang memungkinkan peneliti untuk memahami konteks penggunaan campur kode dalam novel. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat 57 bentuk campur kode yang teridentifikasi dalam tuturan kedua tokoh. Dari jumlah tersebut, 29 data termasuk dalam bentuk campur kode pada tataran kata (23 kata dasar, 2 kata majemuk dan 4 kata berimbuhan). Selain itu, terdapat 13 bentuk lingual pada tataran frasa, 7 bentuk lingual pada tataran klausa, dan 8 data bentuk lingual pada tataran kalimat. Adapun jenis-jenis campur kode yang ditemukan juga berjumlah 57 data. Jumlah tersebut hanya berupa jenis campur kode ke luar atau outer code mixing dan tidak ditemukan adanya campur kode ke dalam atau inner code mixing.   Mixing Code of Speech of the Characters Sagara and Kiana in the Novel Rewrite My Heart By Ester Spy Abstract: This research is entitled "The Code-Mixing Speech of Characters Sagara and Kiana in the Novel Rewrite My Heart by Ester Spy". This study aims to identify the forms of code-mixing and the types of code-mixing used in the speech of characters Sagara and Kiana. The data and data sources in this research consist of words, phrases, clauses, and sentences that contain code-mixing in the novel Rewrite My Heart by Ester Spy. The method used in this study is descriptive qualitative, with data collection through the observation method, library method, and note-taking technique. The data analysis techniques used include intralingual and extralingual matching, which allow the researcher to understand the context of code-mixing use in the novel. The analysis results show that there are 57 forms of code-mixing identified in the speech of both characters. Of that number, 29 data fall into the mixed code form at the word level (23 base words, 2 compound words, and 4 affixed words). In addition, there are 13 linguistic forms at the phrase level, 7 linguistic forms at the clause level, and 8 data of linguistic forms at the sentence level. The types of code mixing found also number 57 data. This amount only represents types of outer code mixing and no inner code mixing was found.
Kesalahan Berbahasa Pemelajar BIPA Level IV KBRI Dili oleh Balai Bahasa Provinsi NTB: Language Errors of BIPA Level IV Learners at the Indonesian Embassy in Dili, Facilitated by the West Nusa Tenggara Language Center Siti Sulpiana Anjani; Mochammad Asyhar; Pratama
Jurnal Bastrindo Vol 6 No 1 (2025): Edisi Juni 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini mengkaji kesalahan berbahasa Indonesia dalam tugas menulis pemelajar BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing) Level IV di KBRI Dili, Timor Leste. Permasalahan berangkat dari masih seringnya muncul kesalahan linguistik dalam keterampilan menulis, yang disebabkan oleh perbedaan sistem bahasa pertama (L1) dan bahasa kedua (L2), keterbatasan kosakata, serta pengaruh alih ragam dari lisan ke tulisan (Widia, 2021). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan data berupa hasil tulisan 35 pemelajar. Hasil analisis menemukan 95 kesalahan, meliputi tiga ranah utama, yaitu: (1) morfologi, terutama kesalahan penggunaan afiks (prefiks, sufiks, dan konfiks); (2) sintaksis, berupa kalimat tidak lengkap, penggunaan konjungsi yang tidak tepat, serta konstruksi yang tidak logis; dan (3) tanda baca, mencakup penggunaan titik, koma, titik koma, titik dua, hubung, elipsis, dan kurung. Temuan ini menegaskan bahwa meskipun pemelajar berada pada tingkat menengah, kesalahan berbahasa masih terjadi. Language Errors of BIPA Level IV Learners at the Indonesian Embassy in Dili, Facilitated by the West Nusa Tenggara Language Center Abstract: The research examines linguistic errors in the writing of Level IV BIPA (Indonesian for Foreign Speakers) students at the Indonesian Embassy in Dili, Timor Leste. Writing remains a vulnerable skill, often influenced by differences between first language (L1) and second language (L2) structures, limited vocabulary, and oral-to-written transfer. Using a descriptive qualitative approach, data were drawn from the written work of 35 students. The analysis identified 95 errors across three domains: (1) morphology, particularly affixation; (2) syntax, including incomplete sentences, misuse of conjunctions, and illogical constructions; and (3) punctuation, such as inappropriate use of commas, full stops, and related marks. The findings indicate that advanced learners continue to face challenges in writing, highlighting the need for more systematic instructional strategies to enhance proficiency.
Kompetisi Situasi Pada Wacana Humor Acara Cak Lontong Stand Up Comedy di BPSDM JATIM: Situational Competition in the Humorous Discourse of the Cak Lontong Stand-Up Comedy Event at the East Java Human Resources Development Agency (BPSDM) Ingghar Ghupti Nadia Kusmiaji; Aris Fatunnisa; Talitha Afifah; Bunga Dwi Lestari; Intan Agustina Likabella Putri
Jurnal Bastrindo Vol 6 No 2 (2025): Edisi Desember 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini mengkaji strategi yang digunakan untuk menciptakan kompetisi situasi dalam wacana humor Stand Up Comedy Cak Lontong, dengan fokus pada bagaimana penutur menyesuaikan ujaran untuk menghasilkan efek humor sesuai konteks sosial. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan kompetisi tanpa strategi, kompetisi keakraban, kompetisi formal, dan kompetisi tersamar dalam wacana humor. Pendekatan pragmatik dipilih karena mampu menelaah strategi kesantunan dan interaksi antarpartisipan dalam percakapan. Data penelitian bersumber dari program YouTube “Cak Lontong Stand Up Comedy di BPSDM Jatim” dan dianalisis secara kualitatif verbal, menggunakan teknik baca dan catat untuk mendeskripsikan makna tuturan sesuai konteks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetisi tanpa strategi digunakan untuk menyampaikan kritikan secara langsung kepada lawan tutur, kompetisi keakraban diterapkan melalui perhatian dan sapaan yang mempererat hubungan, kompetisi formal muncul dalam konteks aturan dan protokol pemerintahan, sedangkan kompetisi tersamar menampilkan perbandingan kejadian secara implisit. Penelitian ini menegaskan bahwa setiap strategi membentuk pemaknaan berbeda antara penutur dan lawan tutur, dan humor dalam wacana Cak Lontong merupakan hasil interaksi pragmatik yang kompleks, yang menggabungkan kesantunan, konteks situasi, dan tujuan komunikatif penutur.   Situational Competition in the Humorous Discourse of the Cak Lontong Stand-Up Comedy Event at the East Java Human Resources Development Agency (BPSDM) Abstract: This study examines the strategies used to create situational competition in Cak Lontong's stand-up comedy discourse, focusing on how speakers adapt their utterances to produce humorous effects according to the social context. The purpose of this study is to describe unstrategic competition, familiarity competition, formal competition, and disguised competition in humorous discourse. The pragmatic approach was chosen because it is able to examine politeness strategies and interactions between participants in the conversation. The research data comes from the YouTube program "Cak Lontong Stand Up Comedy at BPSDM Jatim" and is analyzed qualitatively verbally, using reading and note-taking techniques to describe the meaning of utterances according to context. The results show that unstrategic competition is used to convey direct criticism to the interlocutor, familiarity competition is implemented through attention and greetings that strengthen relationships, formal competition appears in the context of government rules and protocols, while disguised competition displays an implicit comparison of events. This study confirms that each strategy forms different meanings between the speaker and the interlocutor, and humor in Cak Lontong's discourse is the result of complex pragmatic interactions, which combine politeness, situational context, and the speaker's communicative goals.
Analisis Gaya Bahasa Sarkasme Dan Ironi Dalam Lagu-Lagu .Feast Sebagai Bentuk Kritik Terhadap Pemerintah Indonesia: Sarcasm and irony in songs by the artist FEAST as a form of criticism of the government raihan Alhafidh; Delia Pebrianti; Hafidh Firmansyah; Farid Man'af; aam rahman
Jurnal Bastrindo Vol 6 No 2 (2025): Edisi Desember 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini berangkat dari menurunnya kepercayaan publik terhadap pemerintah Indonesia akibat ketidakadilan penegakan hukum, praktik korupsi yang berkelanjutan, lemahnya transparansi kebijakan, serta pembatasan ruang kebebasan berpendapat. Di tengah kondisi tersebut, musik kerap digunakan sebagai media kritik sosial-politik, namun studi akademik sebelumnya masih terbatas pada penafsiran makna pesan kritik tanpa menelaah secara mendalam fungsi gaya bahasa sarkasme dan ironi sebagai strategi retoris dalam membangun kritik dan perlawanan simbolik terhadap narasi kekuasaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis fungsi retoris sarkasme dan ironi dalam lirik lagu-lagu karya .Feast sebagai bentuk kritik terhadap isu dan kebijakan pemerintah, mengidentifikasi serta mengklasifikasikan wujud-wujud sarkasme dan ironi, serta menafsirkan makna kritik yang tersembunyi untuk mengungkap kognisi kritis musisi. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif untuk mengurai ideologi di balik satire. Hasil menunjukkan bahwa sarkasme dan ironi berperan sebagai strategi retoris efektif dalam menyuarakan ketidakpuasan terhadap pemerintah dan kondisi sosial, yang ditangkap pendengar sebagai kritik struktural dan kolektif. Temuan ini menegaskan peran musik sebagai medium komunikasi politik, ruang refleksi publik, dan penggerak kesadaran kritis masyarakat dalam konteks demokrasi.   Sarcasm and irony in songs by the artist FEAST as a form of criticism of the government Abstract: This research stems from the decline in public trust in the Indonesian government due to unfair law enforcement, ongoing corruption practices, weak policy transparency, and restrictions on freedom of expression. Amidst these conditions, music is often used as a medium for socio-political criticism, but previous academic studies have been limited to interpreting the meaning of critical messages without deeply examining the function of sarcasm and irony as rhetorical strategies in constructing criticism and symbolic resistance to narratives of power. This research aims to analyze the rhetorical function of sarcasm and irony in the lyrics of .Feast's songs as a form of criticism of government issues and policies, identify and classify the forms of sarcasm and irony, and interpret the hidden meaning of criticism to reveal the musicians' critical cognition. The research uses a qualitative descriptive approach to unravel the ideology behind the satire. The results show that sarcasm and irony play an effective rhetorical role in voicing dissatisfaction with the government and social conditions, which listeners perceive as structural and collective criticism. These findings emphasize the role of music as a medium for political communication, a space for public reflection, and a driver of critical awareness in the context of democracy.
Peningkatan Kemampuan Menulis Teks Ulasan Menggunakan Media Iklan pada Siswa Kelas VIII A SMPN 3 Pringgasela : Improving Students’ Ability in Writing Review Text Using Advertisement Media in Class VIII A of SMPN 3 Pringgasela Fathia Maudy Febriana; Siti Rohana Hariana Intiana; Pipit Aprilia Susanti
Jurnal Bastrindo Vol 6 No 1 (2025): Edisi Juni 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menulis teks ulasan siswa kelas VIII A SMPN 3 Pringgasela melalui penggunaan media iklan. Penelitian ini merupakan penelitian Tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan Tindakan, observasi, dan refleksi. Data penelitian diperoleh melalui observasi aktivitas guru dan siswa, dokumentasi, serta tes unjuk kerja menulis teks ulasan yang dinilai berdasarkan struktur dan kaidah kebahasaan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pada setiap siklus. Aktivitas guru meningkat dari 77,27% pada siklus I menjadi kategori sangat baik pada siklus II dengan nilai 91%. Aktivitas siswa turut mengalami peningkatan, ditandai dengan kenaikan nilai rata-rata dari 83% pada siklus I menjadi 89% pada siklus II. Adapun nilai rata-rata siswa dalam menulis teks ulasan mengalami peningkatan, pada siklus I nilai rata-ratanya sebanyak 68% meningkat menjadi 87,75% pada siklus II. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan media iklan mampu membantu siswa mengidentifikasi unsur penting teks ulasan, serta Menyusun ulasan secara runtut dan komunikatif. Dengan demikian, media iklan efektif digunakan sebagai alternatif pembelajaran menulis teks ulasan di SMP. Abstract: This study aims to improve the review text writing skills of eighth-grade students at SMPN 3 Pringgasela through the use of advertising media. The reaserch employed classroom action reaserch (CAR), carried out in two cycles consisting of planning, action, observation, and reflection stages. Data were collected through teacher and students activity observation, documentation, and performance test in which students produced review texts assessed based on structure and linguistic feature. The result indicates improvement across both cycles. Teacher activity increased from 77,27% in cycle I to a very good category in cycle II. Student activity also improved from a sufficient category in cycle I to a very good category in cycle II. Students writing performance showed significant progress, with average score rising from 83% in cycle I to 89% in cycle II. The findings suggest that advertising media affectively support students in understanding visual content, identifying key elements of a review text, and producing coherent and communicative written reviews. Therefore advertising media can serve as an affective alternative in teaching review text writing at junior high school level.
Realitas Kebahasaan pada Spanduk di Jalan Kota Mataram: Kajian Berdasarkan Morfofonologi : Linguistic Reality of Banners on the Streets of Mataram City: A Study Based on Morphophonology Rara Astiagina Fiutri; Sukri; Rahmad Hidayat
Jurnal Bastrindo Vol 6 No 1 (2025): Edisi Juni 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap realitas kebahasaan yang muncul pada spanduk di jalan-jalan kota Mataram melalui perspektif kajian morfofonologi. Sebagai media komunikasi masyarakat, spanduk sering kali menampilkan variasi penggunaan bahasa, baik yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia maupun yang menyimpang darinya. Bentuk penyimpangan tersebut umumnya berkaitan dengan aspek fonologi dan morfologi, seperti proses pembentukan kata, penambahan fonem, perubahan fonem, penghilangan fonem, kesalahan penggunaan afiksasi, serta perubahan bunyi yang memengaruhi struktur kata. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode pengumpulan data berupa dokumentasi dan pencatatan teks pada spanduk yang tersebar di sejumlah lokasi di kota Mataram. Analisis data dilakukan berdasarkan teori morfofonologi untuk menemukan bentuk-bentuk kesalahan sekaligus variasi bahasa yang muncul. Hasil kajian menunjukkan adanya beragam bentuk penyimpangan bahasa, di antaranya kesalahan dalam penggunaan imbuhan, perubahan fonem, penghilangan fonem dan penambahan fonem. Temuan tersebut menggambarkan dinamika kebahasaan masyarakat dan memperlihatkan pertemuan antara bahasa baku dengan bentuk bahasa nonbaku dalam ranah komunikasi public. Oleh karena itu, penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan pemikiran dalam bidang kajian bahasa, khususnya terkait fenomena penggunaan bahasa di ruang publik. Linguistic Reality of Banners on the Streets of Mataram City: A Study Based on Morphophonology Abstract: This study aims to uncover the linguistic realities that appear on banners on the streets of Mataram through a morphophonological perspective. As a means of public communication, banners often display variations in language use, both those that conform to Indonesian language rules and those that deviate from them. These deviations are generally related to phonological and morphological aspects, such as word formation processes, phoneme additions, phoneme changes, phoneme omissions, errors in the use of affixes, and sound changes that affect word structure. This study uses a qualitative descriptive approach with data collection methods in the form of documentation and recording of texts on banners spread across several locations in Mataram. Data analysis was conducted based on morphophonological theory to identify the forms of errors and language variations that arise. The results of the study indicate various forms of language deviation, including errors in the use of affixes, phoneme changes, phoneme omissions, and phoneme additions. These findings illustrate the dynamics of societal language and demonstrate the intersection of standard and non-standard language forms in the realm of public communication. Therefore, this study is expected to contribute to the field of language studies, particularly regarding the phenomenon of language use in public spaces.