cover
Contact Name
Rita Laksmitasari Rahayu
Contact Email
lakar.arsitektur@gmail.com
Phone
+6221-7818718
Journal Mail Official
lakar.arsitektur@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya Tengah No. 80, Kel. Gedong, Kec. Pasar Rebo, Jakarta Timur 13760 , Jakarta, Indonesia.
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Lakar: Jurnal Arsitektur
ISSN : 26543680     EISSN : 26564106     DOI : 10.30998
Core Subject : Engineering,
Lakar: Journal of Architecture is a journal covering articles in the fields of architecture, building, interior design, and environment. Lakar: The Architecture Journal is published regularly, namely 2 (two) times a year, namely in March and September. Editors receive scientific papers about research results that are closely related to this field. For more information, please contact lakar.arsitek@gmail.com
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 1 (2024)" : 13 Documents clear
EVALUATION OF THE AFTER-OCCUPANCY OF THE BUILDING OF THE ARCHITECTURE STUDY PROGRAM OF UNIVERSITAS MALIKUSSALEH IN TERMS OF THE FUNCTIONAL ASPECTS OF THE BUILDING Andriani, Dela; Fahrizal, Effan; Muliana, Erna; Siregar, Angga Jambi Pratama
Lakar: Jurnal Arsitektur Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/lja.v7i1.22477

Abstract

Gedung Program Studi Arsitektur merupakan lokasi utama bagi mahasiswa Program Studi Arsitektur Unimal untuk melakukan kegiatan belajar, mengajar, dan perancangan yang berkaitan dengan penelitian arsitektur. Gedung program studi arsitektur terletak jauh dari pusat fakultas teknik. Gedung ini awalnya tidak didedikasikan untuk program penelitian arsitektur, namun akhirnya gedung ini diubah menjadi gedung khusus program penelitian arsitektur di Universitas Malikussaleh hingga saat ini. Alasan program studi arsitektur menempati gedung ini karena letak gedung yang strategis untuk membantu mahasiswa memperoleh barang, alat, dan bahan penelitian arsitektur yang mereka perlukan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kondisi dan kinerja terkini gedung Program Arsitektur Kesatuan setelah digunakan dalam jangka waktu tertentu, khususnya dari segi fungsionalitas bangunan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian ini merupakan penilaian terhadap aspek fungsional bangunan arsitektur Unimal untuk memenuhi kebutuhan pengguna.
CONCEPTUAL DESIGN OF YARLA STABLE BOGOR HORSE RIDING AND ARCHERY EDUCATION AND TRAINING AREA Kusumoarto, Andrianto; Rejoni, Rahmat; Dewi, Nindi Risna
Lakar: Jurnal Arsitektur Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/lja.v7i1.19104

Abstract

Pendidikan dan pelatihan berolahraga untuk siswa sekolah tidak hanya dilakukan di dalam ruang kelas, namun juga dapat dilakukan di ruang luar. Salah satu pendidikan olahraga yang saat ini banyak digemari adalah berkuda dan memanah, sehingga diperlukan tempat pendidikan dan pelatihannya. Yarla Stable merupakan suatu kawasan pusat pendidikan dan pelatihan olahraga berkuda dan panahan di ruang luar diperuntukkan siswa-siswa Sekolah Islam Terpadu RLA. Tujuan kegiatan ini adalah membuat desain konseptual Kawasan Yarla Stable sebagai Pusat Pendidikan dan Pelatihan Berkuda dan Panahan untuk sekolah islam terpadu. Metode yang digunakan untuk kegiatan ini adalah metode deskriptif kualitatif dalam perencanaan dan desain lanskap berdasarkan karakter lanskap eksisting. Tahapan desain kawasan ini yakni: 1) project acceptance; 2) research/analysis; 3) concept planning-design. Ruang yang direncanakan sebagai berikut: 1) ruang pengelolaan; 2) ruang pendidikan, latihan, dan rekreasi; 3) ruang pelayanan; 4) ruang terbuka hijau. Aktivitas yang direncanakan di ruang pengelolaan adalah: 1) akitivtas administrasi dan keuangan; 2) aktivitas pengelolaan teknis dan pemeliharaan. Aktivitas yang direncanakan di ruang pendidikan, latihan, dan rekreasi adalah: 1) aktivitas berkuda; 2) aktivitas panahan; 3) aktivitas playground. Aktivitas yang direncanakan di ruang pelayanan adalah: 1) aktivitas beribadah; 2) aktivitas makanan dan jajanan; 3) aktivitas parkir; 4) aktivitas pejalan kaki; 4) aktivitas pengamanan kawasan. Aktivitas yang direncanakan di ruang terbuka hijau adalah: 1) aktivitas penanaman tanaman. Aksesibilitas utama berada di sebelah barat kawasan. Sirkulasi yang direncanakan mulai dari aksesibilitas menuju ke seluruh ruang-ruang aktivitas. Sirkulasi untuk kuda dipisahkan dengan sirkulasi untuk manusia. Fasilitas yang direncanakan merupakan fasilitas yang mendukung berlangsungnya kegiatan-kegiatan berkuda dan panahan.
KAMPUNG NAGA: EXPLORATION OF TRADITIONAL ARCHITECTURE AND CULTURAL HERITAGE IN MAINTAINING LOCAL IDENTITY Anto, Andra Arie; Sunarmi, Suranmi; Soewarlan, Santosa
Lakar: Jurnal Arsitektur Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/lja.v7i1.22100

Abstract

MIXED-USED DESIGN WITH TRANSIT ORIENTED DEVELOPMENT (TOD) APPROACH IN PULO GADUNG, EAST JAKARTA Primadani, Paraswati; Pratama, Fery Mulya; Dwiputri, Marselly
Lakar: Jurnal Arsitektur Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/lja.v7i1.21682

Abstract

Pulo Gadung adalah wilayah industri yang padat penduduk dengan lalu lintas dan polusi udara yang tinggi karena kendaraan bermotor, kejahatan kriminal juga sering terjadi dikawasan terminal. Solusi untuk mengurangi kepadatan pertumbuhan penduduk dan ketergantungan pada kendaraan pribadi serta memperhitungkan lahan yang luas adalah dengan merancang bangunan multifungsi yang terintegrasi dengan transportasi. Tujuan perancangan ini difokuskan pada jalur transportasi yang terbentuk, yang menyatukan berbagai pilihan moda transportasi. Metode perancangan kualitatif digunakan dalam perancangan Mixed-Used Building dengan konsep Transit Oriented Development. Dari analisis yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa akibat masalah yang ada maka terbentuklah jalur sirkulasi dengan beberapa moda transportasi, oleh karena itu hasil bangunan meliputi tiga masa bentuk bangunan yang relevan untuk memenuhi kebutuhan TOD. Penerapan konsep apartemen, ruang terbuka, terminal, dan pusat perbelanjaan menjadi solusi untuk menciptakan lingkungan kawasan transit yang berdaya guna, aktif, dan aman. Tata ruang tercipta karena adanya kebutuhan TOD yaitu meliputi Bangunan Terminal yang di fokuskan dengan memperhatikan tiap moda jalur transportasi guna mengurangi kemacetan, membuat ruangan dengan bukaan yang besar untuk mengurangi tindak kejahatan. Bangunan Apartemen dan Mall berbentuk vertikal dengan menggunakan podium sebagai ruang transisi antara fungsi bangunan hunian dan pusat perbelanjaan agar mempermudah pengguna Kawasan TOD. Bangunan parkir disediakan dengan penghubung berupa jembatan antara terminal dan halte Transjakarta untuk memudahkan pengguna TOD, khususnya pengguna transportasi umum.
USER COMFORT EVALUATION AT IMAH SENIMAN RESORT IN LEMBANG, BANDUNG WITH APPLICATION OF THE HEALING ENVIRONMENT CONCEPT Firman, Rully; Prabawasari, Veronika Widi; Apriyanti, Rehulina
Lakar: Jurnal Arsitektur Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/lja.v7i1.20346

Abstract

Penerapan konsep Healing Environment pada bangunan Imah Seniman Resort untuk memberikan pengalaman liburan yang lebih dari sekadar relaksasi dan rekreasi. Konsep healing ini bertujuan untuk memberikan pengalaman yang menyembuhkan secara fisik, emosional, dan spiritual kepada para tamu. Hanya saja dalam perjalanannya Imah Seniman Resort akibat terjadinya Pademik mengalami permasalaha dalam proses perawatannya sehingga terdapat keluhan dari pengguna. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif untuk menangkap fenomena dengan melakukan survey lapangan dan wawancara serta pengumpulan data sekunder dari keluhan pengguna. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Imah Seniman Resort merupakan Resort yang menghadirkan Alam ke dalam bangunan, sehingga pengguna dapat merasakan menyatu dengan alam. Kondisi ini tentu saja sangan sesuai dengan konsep healing. Lokasi yang Alami memberikan kesan yang asri dan nyaman serta memberikan ketenangan bagi pengguna merupakan factor yang diberikan oleh para pengguna, hanya saja akibat kurangnya perawatan menyebabkan beberapa fasilitas menjadi rusak dan menciptakan kesan Kawasan menjadi kumuh dan menyeramkan. Hal ini yang harus menjadi perhatian bagi perencanaan resort yang menerapkan konsep Healing agar dapat memperhatikan factor perawatan pada Kawasan agar kesan kumuh dan menyerapkan dapat diantisipasi dengan penataan yang lebih baik dan terencana.
LANDSCAPE PLANNING OF CUNGKENG VILLAGE, TELUK BETUNG TIMUR DISTRICT, BANDAR LAMPUNG CITY, TO OVERCOME FLOOD PROBLEMS Chaerunisa, Kirana; Pratiwi, Rian Adetiya; Muljana, Martin
Lakar: Jurnal Arsitektur Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/lja.v7i1.22272

Abstract

Kampung Cungkeng atau yang dikenal sebagai Kampung Bugis merupakan pemukiman lokal dengan budaya bugis yang berlokasi di hilir Sungai Way Belau dan Teluk Lampung. Kawasan yang mencerminkan identitas masyarakat bugis ini menghadapi tantangan banjir baik itu banjir dari Sungai Way Belau maupun banjir pasang dari Teluk Lampung. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi peluang dan tantangan di dalam lingkungan serta mengembangkan rencana induk yang komprehensif agar dapat mempromosikan kehidupan yang berkelanjutan dan meningkatkan kualitas hidup penghuninya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah mixed methods atau campuran antara kualitatif dan kuantitatif. Adapun metode kualitatif digunakan saat tahap inventarisasi sedangkan metode kuantitatif digunakan saat pengolahan data dengan cara analisis skoring untuk mengetahui kesesuaian lahan permukiman terhadap daerah tangkapan air pada Daerah Aliran Sungai (DAS) Way Belau. Selanjutnya tahapan perencanaan yang dipakai dalam penelitian ini mengacu pada tahapan perencanaan yang meliputi tahap persiapan, inventarisasi, analisis, sintesis dan konsep, serta tahap terakhir yaitu perencanaan. Pendekatan infrastruktur hijau diterapkan sebagai strategi utama untuk meningkatkan kualitas lingkungan dan memperkuat keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan wilayahnya. Adapun infrastruktur hijau yang dapat mengatasi banjir yaitu dengan memberikan catchmnent area seperti bioswale, rain garden, dan constructed wetland. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan infrastruktur hijau dapat meningkatkan daya dukung lingkungan, mengoptimalkan pemanfaatan ruang, serta menciptakan kawasan yang nyaman dan berkelanjutan. Rencana yang diterapkan meliputi rencana ruang, rencana sirkulasi, rencana aktivitas dan fasilitas, serta rencana tata letak vegetasi. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi panduan bagi otoritas perencanaan kota dan masyarakat bugis dalam membangun permukiman yang ramah lingkungan dan memperkuat warisan budaya.
DESIGN OF SEAFRONT TOURISM VILLAGE UPSTREAM PORT-BAGANSIAPIAPI WITH ECO ARCHITECTURE APPROACH Ramadhan, Guntur; Pratama, Fery Mulya; Hidayat, Ryan
Lakar: Jurnal Arsitektur Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/lja.v7i1.22376

Abstract

AGROEDUTOURISM LANDSCAPE DESIGN IN KIARASARI VILLAGE SUBANG REGENCY Sukandar, Mila Cornelia; Hadi, Akhmad Arifin
Lakar: Jurnal Arsitektur Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/lja.v7i1.20880

Abstract

Desa Kiarasari yang terletak di Kabupaten Subang memiliki bentang alam persawahan padi yang luas dengan bentuk lahan yang relatif datar. Kawasan persawahan yang luas tersebut merupakan potensi yang dapat dikembangkan menjadi Kawasan Agroedutourism . Namun demikian pusat kegiatan Agroedutoursim masih belum ada. Oleh karena itu direncanakan pengembangan Lapangan Desa Kiarasari menjadi pusat Agroeduwisata Kiarasari. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merancang Pusat Agrowisata Desa Kiarasari sebagai sarana rekreasi, budaya serta edukasi bagi masyarakat Kiarasari. Adapun metode yang digunakan adalah metode survei menggunakan drone untuk mengidentifikasi dan menganalisis aspek biofisik tapak dan sekitarnya serta kuisioner dan wawancara kepada 50 responden warga Kiarasari dan 50 responden non-kiarasari untuk memperoleh informasi kebutuhan dan preferensi calon pengunjung atas konsep Agroedutourism Kiarasari. Berdasarkan hasil survei dan wawancara diketahui bahwa tapak dikelilingi area persawahan yang luas dengan suhu udara yang panas di siang hari. Selain itu responden memerlukan fasilitas pemasaran produk dan cinderamata, panggung hiburan, parkir kendaraan, olahraga dan bersantai. Untuk mencegah kemonotonan, tapak didesain dengan mengkomposisikan elemen-elemen lanskap hardscape dan vegetasi penaung berdasarkan prinsip-prinsip desain, serta menerapkan pola desain radial dengan material dan warna yang menarik perhatian masyarakat untuk berkunjung. Manfaat dari penelitian ini adalah site plan yang dihasilkan dapat menjadi acuan desain bagi pemerintah dan investor dalam Pembangunan pusat Agroedutourism Kiarasari.
ANALYSIS OF ARTIFICIAL LIGHTING OF DENTAL ROOM AT CLINIC A SEMARANG CITY ON VISUAL COMFORT Prayitno, Cipto Putra; Hamidah, Durratul; Putri Suseno, Sherien Alvary; Rayadi, Slamet; Putri, Yanuar Eka; Adzkia, Yasmine; Sintawati, Zahwa Reza; Radityo Hasritanto, Bangun Indrakusumo
Lakar: Jurnal Arsitektur Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/lja.v7i1.22729

Abstract

PERCEPTION OF VISUAL AND THERMAL COMFORT IN WORKING AREA Kristanto, Luciana; Oentoro, Sherine Monica
Lakar: Jurnal Arsitektur Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/lja.v7i1.21484

Abstract

Visual comfort and thermal comfort can influence an activity. When carrying out activities, it is very necessary, especially these 3 (three) things, namely: Adequate lighting, a room that is free from glare, the need of seeing outside (view), and an appropriate room temperature. Each person's visual comfort can be different due to differences in perception. Each person's perception will be different depending on their experiences, beliefs and values. This research was carried out by distributing several questions on Google Form. This survey will compare 3 (three) types of second skin facades to be compared, namely: plant facades, horizontal lattice facades, and perforated metal facades, and then which of the three types is considered to provide the most visual and thermal comfort. The results obtained state that human perception of plant facades can provide visual and thermal comfort with 55.9% of respondents stating that plant facades are the best solution for obtaining visual comfort and 88.1% stating that plant facades are able to provide good thermal comfort. Respondents believe this is because plant facades can absorb sunlight, block sunlight consistently, and can provide oxygen, making the room become more fresh and cooler.

Page 1 of 2 | Total Record : 13