cover
Contact Name
Nopernas Cahaya
Contact Email
nopernas.cahaya202@gmail.com
Phone
+6285390477704
Journal Mail Official
ejournal.kedokteran.upr@gmail.com
Editorial Address
Jln. Yos Sudarso Palangka Raya 73111, Kalimantan Tengah
Location
Kota palangkaraya,
Kalimantan tengah
INDONESIA
Jurnal Kedokteran Universitas Palangka Raya
ISSN : 23550015     EISSN : 27235890     DOI : https://dx.doi.org/10.37304
Core Subject : Health, Science,
urnal Kedokteran Universitas Palangka Raya dengan scope kesehatan dan kedokteran memuat original article dan review article baik dalam bahasa indonesia dan bahasa inggris. Terbitan 2 kali setahun setiap april dan oktober
Articles 117 Documents
HUBUNGAN ANTARA POLA MAKAN IBU HAMIL DENGAN PENAMBAHAN BERAT BADAN DAN KADAR HEMOGLOBIN TRIMESTER II DI PUSKESMAS PAHANDUT KOTA PALANGKA RAYA TAHUN 2018
JURNAL KEDOKTERAN Vol. 9 No. 1 (2021): Jurnal Kedokteran Universitas Palangka Raya
Publisher : jurnal 2019

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.582 KB)

Abstract

THE RELATIONSHIP BETWEEN WAIST CIRCUMFERENCE AND SYSTOLIC BLOOD PRESSURE Miranti Dewi Pramaningtyas; Kaka Citta Prasiddha; Reza Ishak Estiko
Jurnal Kedokteran Universitas Palangka Raya Vol 9 No 2 (2021): Jurnal Kedokteran
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/jkupr.v9i2.3437

Abstract

This cross-sectional study reported a link between waist circumference as an anthropometric index for central obesity and systolic blood pressure. The study used a cross-sectional method by linking systolic blood pressure data and waist circumference. A total of 45 male and female participants met the inclusion criteria in the study. The average waist circumference (cm) is 79.90 ± 10.41, and the average systolic blood pressure (mmHg) is 107.28 ± 11.01. Of all participants, 84.4% had normal systolic blood pressure, 13.3% prehypertension, 2.2% stage 1 hypertension. For waist circumference, 21 out of 27 men in the central obesity category (77.8%) had a normal waist circumference (22.2%). On the other hand, 6 out of 18 women are centrally obese (33.3%), and 12 women have a normal waist circumference (66.7%). Spearman's correlation results show p=0.344. Research shows that there is a relationship between waist circumference and systolic blood pressure with a weak correlation.
PENATALAKSANAAN PASIEN DENGAN KONTUSIO PARU Randolph Siahaan; Maharani
Jurnal Kedokteran Universitas Palangka Raya Vol 9 No 2 (2021): Jurnal Kedokteran
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.232 KB) | DOI: 10.37304/jkupr.v9i2.3510

Abstract

Kontusio paru adalah manifestasi trauma tumpul toraks yang paling umum terjadi. Kontusio paru paling sering disebabkan trauma tumpul pada dinding dada secara langsung yang dapat menyebabkan kerusakan parenkim, edema interstitial dan perdarahan yang mengarah ke hipoventilasi pada sebagian paru. Kontusio paru juga dapat menyebabkan hematoma intrapulmoner apabila pembuluh darah besar didalam paru terluka dan memiliki potensial menyebabkan kematian. Proses, tanda dan gejala mungkin berjalan pelan dan makin memburuk dalam 24 jam pasca trauma. Penatalaksanaan pada pasien perlu dilakukan segera dengan memastikan patensi jalan napas, pemberian analgetik, ventilasi mekanik dan terapi pendukung lainnya seperti pemberian antibiotik dan terapi cairan untuk mencegah terjadinya komplikasi yang terjadi. Melaporkan penatalaksanaan kasus kontusio paru di ICU.  Seorang pasien laki-laki 56 tahun datang ke IGD RSCAM Bekasi dengan keluhan utama nyeri pada dada kanan dan sesak. 2 hari sebelum masuk RS, pasien terjatuh dari pohon dengan ketinggian kurang lebih 5 meter. Pasien terjatuh dengan posisi bagian depan tubuh terlebih dahulu. Sesak (+), pingsan, muntah (-), nyeri dada (+). Pasien lalu dibawa ke RS GJ, dilakukan foto toraks dan pemasangan chest tube. Setelah dirawat 2 hari, pasien dirujuk ke IGD RSCAM BEKASI, foto toraks di RS GJ menunjukkan adanya Hematopneumotoraks kanan dan terlihat chest tube pada posisinya. Pasien tiba + pukul 13.42, setelah diobservasi + 6 jam, pasien dikonsulkan ke bagian Anestesi pada pukul 20.00, dan ditemukan kesadaran pasien komposmentis, dengan Tekanan darah 130/90, laju nadi 120x/menit dan frekwensi napas pasien 34-38x/menit (O2 10l/menit dengan NRM), SpO2 88%, VAS (Visual Analog Score) 6-8/10. Pasien kemudian diintubasi atas indikasi Hematopneumotoraks kanan + kontusio paru bilateral + impending gagal napas post CTT + fraktur costae 7-8 aspek posterior kanan, 6 aspek lateral kanan + flail chest. Pasien kemudian dirawat ke ICU. Penatalaksanaan pada pasien perlu dilakukan segera untuk mencegah terjadinya komplikasi yang terjadi, yaitu dengan memastikan patensi jalan napas, pemberian analgetik, ventilasi mekanik dan terapi pendukung lainnya seperti pemberian antibiotik dan terapi cairan untuk mencegah terjadinya komplikasi yang terjadi.
ANGIOPLASTY UNTUK STENOSIS ATEROSKLEROSIS INTRAKRANIAL Tranggono Yudo Utomo
Jurnal Kedokteran Universitas Palangka Raya Vol 9 No 2 (2021): Jurnal Kedokteran
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (107.033 KB) | DOI: 10.37304/jkupr.v9i2.3511

Abstract

Intracranial atherosclerotic stenosis (ICAS) is a common cause of transient ischemic attack (TIA) and ischemic stroke which is the second – leading cause of death worldwide. At up to 40 – 50%, the rate of symptomatic ICAS is significantly higher in the Asian population and is probably the most common cause of stroke worldwide. Indication for endovascular treatment is a challenge and the selection of material as well as interventional techniques essentially differs from the treatment of extracranial stenosed. Conservative (medical and lifestyle change) and endovascular therapy procedures as well as endovascular therapeutic approaches (percutaneous balloon angioplasty (PTA) or stent – assisted angioplasty (PTAS) are available for the treatment of ICAS. This review aims to further evaluate the role of angioplasty in treating intracranial atherosclerosis. Endovascular treatment, such as balloon angioplasty with or without stenting, have emerged as therapeutic option for symptomatic intracranial stenosis. There are many types of endovascular techniques available for ICAS treatment, including balloon angioplasty alone, balloon – mounted stent (Pharos Vitesse), and self – expandable stent (Wingspan), each of which has its owns features and specific advantages relating to different intracranial artery lesion. Thus, endovascular treatment in ICAS patient is an alternative to prevent recurrent TIA/ischemic stroke. Endovascular treatment requires comprehensive considerations and multidiscipline team in order to provide effective treatment for ICAS patients.  
Profil Nyeri Kepala pada penderita Covid-19 di RSUD dr. Chasbullah Abdulmajid Kota Bekasi Fitriani Tri Rahayu; Tranggono Yudo Utomo
Jurnal Kedokteran Universitas Palangka Raya Vol 9 No 2 (2021): Jurnal Kedokteran
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.877 KB) | DOI: 10.37304/jkupr.v9i2.3512

Abstract

  SARS-CoV-2 atau COVID-19 merupakan wabah baru yang menjadi Public Health Emergency of International Concern (PHEIC). Nyeri kepala merupakan manifestasi yang paling sering, memiliki heterogenitas tinggi, dapat muncul pertama dan sebagai gejala tunggal. Nyeri kepala dapat menjadi perhatian dini terhadap identifikasi dini infeksi, namun hingga saat ini tidak ada data sistematis dari karakteristik nyeri kepala akibat COVID-19. Tujuan untuk mengetahui frekuensi dan karakteristik nyeri kepala pada pasien COVID-19. Studi cross-sectional pada pasien COVID-19 dengan keluhan nyeri kepala di Instalansi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr. Chasbullah Abdul madjid Kota Bekasi. Teknik pengambilan sampel adalah total sampling menggunakan data sekunder rekam medis periode Oktober - Desember tahun 2020. Sebanyak 69 pasien dengan keluhan nyeri kepala terkonfirmasi COVID-19, mayoritas adalah perempuan (62%) dan kelompok usia terbanyak 40-60 tahun (71%). Nyeri kepala terkait COVID-19 pada sebagian besar pasien adalah nyeri kepala bilateral (49,28%), intensitas sedang (52,17%), dan bersifat mengikat (40,56%). Nyeri kepala terkait COVID-19 adalah keluhan yang sering ditemui di Instalansi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr. Chasbullah Abdulmajid dengan lokasi nyeri paling banyak pada daerah temporal, intensitas nyeri sedang dan bersifat nyeri mengikat. Untuk mengetahui frekuensi dan karakteristik nyeri kepala pada pasien COVID-19. Studi cross-sectional pada pasien COVID-19 dengan keluhan nyeri kepala di Instalansi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi. Teknik pengambilan sampel adalah total sampling menggunakan data sekunder rekam medis periode Oktober-Desember tahun 2020. Dari 69 pasien dengan keluhan nyeri kepala terkonfirmasi COVID-19, mayoritas adalah perempuan (62%) dan kelompok usia terbanyak 40-60 tahun (71%). Nyeri kepala terkait COVID-19 pada sebagian besar pasien adalah nyeri kepala bilateral (49,28%), intensitas sedang (52,17%), dan bersifat menekan/mengikat (40,56%). SARS-CoV-2 atau COVID-19 merupakan wabah baru yang menjadi Public Health Emergency of International Concern (PHEIC). Nyeri kepala merupakan manifestasi yang paling sering, memiliki heterogenitas tinggi, dapat muncul pertama dan sebagai gejala tunggal. Nyeri kepala dapat menjadi perhatian dini terhadap identifikasi dini infeksi, namun hingga saat ini tidak ada data sistematis dari karakteristik nyeri kepala akibat COVID-19. Tujuan untuk mengetahui frekuensi dan karakteristik nyeri kepala pada pasien COVID-19. Studi cross-sectional pada pasien COVID-19 dengan keluhan nyeri kepala di Instalansi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi. Teknik pengambilan sampel adalah total sampling menggunakan data sekunder rekam medis periode Oktober - Desember tahun 2020. Sebanyak 69 pasien dengan keluhan nyeri kepala terkonfirmasi COVID-19, mayoritas adalah perempuan (62%) dan kelompok usia terbanyak 40-60 tahun (71%). Nyeri kepala terkait COVID-19 pada sebagian besar pasien adalah nyeri kepala bilateral (49,28%), intensitas sedang (52,17%), dan bersifat mengikat (40,56%). Nyeri kepala terkait COVID-19 adalah keluhan yang sering ditemui di Instalansi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr. Chasbullah Abdulmajid dengan lokasi nyeri paling banyak pada daerah temporal, intensitas nyeri sedang dan bersifat nyeri mengikat.    
LITERATURE REVIEW : HUBUNGAN INTENSITAS PENGGUNAAAN MEDIA SOSIAL DENGAN KEJADIAN DEPRESI Salsalina Violetha Br Ginting; Syamsul Arifin; Hotma Marintan
Jurnal Kedokteran Universitas Palangka Raya Vol 9 No 2 (2021): Jurnal Kedokteran
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.541 KB) | DOI: 10.37304/jkupr.v9i2.3524

Abstract

  Penggunaan media sosial dapat berhubungan dengan terjadinya depresi. Namun, terdapat beberapa penelitian yang justru membuktikan tidak terdapat hubungan intensitas penggunaan media sosial terhadap kejadian depresi. Membuktikan kecenderungan pengaruh intensitas penggunaan media sosial terhadap kejadian depresi. Penelitian ini berjenis literature review dengan data penelitian berupa data sekunder. Penelusuran data dilakukan menggunakan metode PRISMA, sedangkan sintesis data menggunakan pendekatan SPIDER. Dari 15 jurnal yang di review, terdapat 12 jurnal atau 80% membuktikan bahwa terdapat hubungan penggunaan media sosial dengan depresi sedangkan, tiga jurnal atau 20% lainnya membuktikan hal yang sebaliknya, bahwa depresi tidak berhubungan dengan intensitas penggunaan media sosial. Terdapat hubungan intensitas penggunaan media sosial dengan depresi      
PROFIL PENDERITA DENGAN TUMOR PAYUDARA YANG DIBIOPSI DI RUMAH SAKIT SILOAM MRCCC SEMANGGI PADA TAHUN 2017-2018 Fajar Lamhot Gultom; Gupita Widyadhari; Yonathan Nanda Gogy
Jurnal Kedokteran Universitas Palangka Raya Vol 9 No 2 (2021): Jurnal Kedokteran
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/jkupr.v9i2.3525

Abstract

Benjolan payudara merupakan jaringan lain yang tumbuh di dalam payudara yang berisikan massa/lemak/cairan, dan merupakan dampak dari perubahan fisiologis tubuh yang dapat berupa tumor jinak, tumor ganas, dan hiperplasia payudara. Namun, Indonesia belum ada data yang lengkap mengenai angka kejadian FAM. Mengetahui bagaimana profil penderita dengan tumor payudara yang dilakukan biopsi di Rumah Sakit Siloam MRCCC Semanggi pada tahun 2017-2018, mengetahui jenis benjolan payudara, dan jumlah tumor jinak dan ganas di Rumah Sakit Siloam MRCCC Semanggi. Desain penelitian merupakan penelitian deskriptif dengan studi retrospektif, dengan melihat data hasil laboratorium pasien yang melakukan pemeriksaan sitologi dan histopatologi. Metode total sampling dalam cara memilih sampel. Dari total keseluruhan, diambil 304 sampel berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Penelitian dilakukan terhadap pasien Rumah Sakit Siloam Semanggi pada tahun 2018. Seluruh data dijelaskan dalam umur, jenis kelamin, jenis pemeriksaan, dan diagnosis. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa, tumor ganas terbanyak yaitu karsinoma mammae dengan jumlah 201 (66,1%) pada rentang usia 40-59 tahun. Tumor jinak terbanyak yaitu FAM dengan jumlah 83 (27,3%) pada rentang usia 20-39 tahun. Non neoplasma terbanyak yaitu mastitis dengan jumlah 20 (6,6%) pada rentang usia 30-39 tahun. Pemeriksaan terbanyak untuk mendiagnosis benjolan pada payudara adalah histopatologi dengan sediaan lumpektomi.
TINGGI BADAN REMAJA DI DAERAH ENDEMIS GONDOK DI NGARGOYOSO KARANGANYAR: A CROSS SECTIONAL STUDY Siti Munawaroh; Asadullah Fathy Muhammad; Selfi Handayani
Jurnal Kedokteran Universitas Palangka Raya Vol 9 No 2 (2021): Jurnal Kedokteran
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.51 KB) | DOI: 10.37304/jkupr.v9i2.3526

Abstract

Asupan yodium yang kurang dapat menimbulkan berbagai gejala termasuk gondok atau pembesaran kelenjar tiroid yang disebut juga Gangguan Akibat Kekurangan Yodium (GAKY). Yodium diperlukan untuk membentuk hormon tiroid yang mengatur pertumbuhan dan perkembangan tubuh manusia. Tidak terpenuhinya kebutuhan yodium dapat menyebabkan hipotiroidisme, penyerapan kalsium terhambat, gangguan metabolisme karbohidrat dan protein, dan gangguan pertumbuhan, seperti tinggi badan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan tinggi badan antara remaja di daerah endemis gondok dan daerah non endemik gondok di Karanganyar. Penelitian cross sectional yang dilakukan di Karanganyar yang terbagi menjadi dua, yaitu di Ngargoyoso sebagai daerah endemis gondok dan di Colomadu sebagai daerah bebas gondok. Sampel penelitian adalah remaja fase akhir, yaitu siswa SMK kelas XII. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling dan diperoleh 187 responden. Data diperoleh dari pengukuran tinggi badan remaja kemudian dianalisis secara menggunakan uji t independen. Rerata tinggi badan pada kelompok remaja daerah endemis gondok (N = 84) adalah 162,29 dan remaja di daerah bebas gondok (N = 103) adalah 167,01. Hasil analisis uji t-independen terhadap tinggi badan kedua kelompok menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan (p = 0,001). Tinggi badan remaja di daerah endemis gondok di kecamatan Ngargoyoso Kabupaten Karanganyer lebih rendah dibandingkan remaja di daerah non-endemis gondok
HUBUNGAN TINGKAT STRES DENGAN INDEKS MASSA TUBUH PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS KRISTEN INDONESIA Jumaini Andriana; Nur Nunu Prihantini
Jurnal Kedokteran Universitas Palangka Raya Vol 9 No 2 (2021): Jurnal Kedokteran
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.769 KB) | DOI: 10.37304/jkupr.v9i2.3527

Abstract

Tingkat Stres seseorang berbeda- beda pada masing – masing individu dan merupakan masalah yang sering sulit untuk diselesaikan. Prevalensi terjadinya stres pada mahasiswa juga tinggi. Hal ini dapat mengancam efektifitas mahasiswa dalam menjalankan perkuliahannya sehingga kualitas belajar akan terganggu. Selain itu, pola makan juga dapat berpengaruh oleh karena stres. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana hubungan tingkat stres dengan indeks massa tubuh pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan penggunaan sampel sebanyak 117 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner DASS 42 dan pengukuran berat badan serta tinggi badan menggunakan timbangan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa FK UKI angkatan 2016 memiliki tingkat stres yang normal atau sekitar 76,9 % mahasiswa. Tingkat stres yang dialami mahasiswa FK UKI angkatan 2016 juga sebagian besar normal dengan jumlah 58 anak atau sekitar 49,6 %. Untuk mengetahui hubungan antar variabel, digunakan Uji korelasi Spearman. Kesimpulan didapatkan antara variabel tingkat stres dengan indeks massa tubuh tidak memiliki korelasi yang bermakna  siginifikan.
KEBUTAAN OLEH KARENA PRIMARY ANGLE CLOSURE GLAUCOMA PADA RUMAH SAKIT UMUM PUSAT SANGLAH DENPASAR Satya Nugraha; Agus Kusumadjaja; Ari Andayani
Jurnal Kedokteran Universitas Palangka Raya Vol 7 No 1 (2019): Jurnal Kedokteran Universitas Palangka Raya
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.575 KB) | DOI: 10.37304/jkupr.v7i1.576

Abstract

Primary Angle Closure Glaucoma adalah salah satu jenis glaucoma yang bisa menyebabkan penderitanya mengalami kebutaan. Kebutaan bisa terjadi karena adanya tekanan intraokular (TIO) di dalam bola mata yang tinggi akibat cairan aquos humor tidak dapat keluar karena canalis schlem terhambat (sudutnya menutup). Di Indonesia banyak terjadi kasus Glaukoma Primer Sudut Tertutup, karena itu dibuatlah penelitian karena angka kejadian yang tinggi. Penelitian ini merupakan suatu penelitian deskriptif cross sectional dimana sumber data berasal dari data sekunder yaitu rekam medis pasien penderita Glaukoma Primer Sudut Tertutup. Pengambilan data dilakukan dengan metode total sampling bertempat di Instalasi Rekan Medis. Distribusi variabel penelitian meliputi usia, jenis kelamin, tekanan intra okular. Analisis data di paparkan dalam bentuk tabel dan narasi. Dari 211 sampel yang ditemukan mengalami Glaukoma yang terdata di Ruang Rekam Medis Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah, pasien Glaukoma didominasi oleh usia 60-69 tahun yaitu 71 orang (31,0%), dengan jenis kelamin laki-laki lebih banyak yaitu 112 (51,9%) orang dibandingkan perempuan 99 orang (48,1%), dan lebih banyak TIO diatas nilai normal baik pada mata kanan maupun mata kiri yaitu 124 orang (64,6%) dibanding TIO normal 87 orang (35,4%). Untuk jumlah kebutaan adalah 96 orang, didominasi oleh pasien dalam rentang usia 60 – 69 yaitu 39 orang. Pada kelompok jenis kelamin didapatkan kebutaan lebih banyak pada perempuan dengan 58 orang. Kebutaan terlihat lebih banyak dengan peningkatan tekanan intraokuler yaitu 71 orang.

Page 2 of 12 | Total Record : 117