cover
Contact Name
Ansari Saleh Ahmar
Contact Email
mattawang@ahmar.id
Phone
+6281258594207
Journal Mail Official
mattawang@ahmar.id
Editorial Address
Jalan Karaeng Bontomarannu No. 57 Kecamatan Galesong, Kabupaten Takalar Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 27465233     DOI : https://doi.org/10.35877/454RI.mattawangv2i2
The mission of Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat is to serve as the premier peer-reviewed, interdisciplinary journal to advance theory and practice related to all forms of outreach and engagement. This includes highlighting innovative endeavors; critically examining emerging issues, trends, challenges, and opportunities; and reporting on studies of impact in the areas of public service, outreach, engagement, extension, engaged research, community-based research, community-based participatory research, action research, public scholarship, service-learning, and community service. As our commitment to the advancement of science and technology, the Mattawang follows the open access policy that allows the published articles freely available online without any subscription.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 1 (2021)" : 14 Documents clear
Assistance for Healthy Cultivation of Chili Plants on Sub-Optimal Land in Facing the Impact of Climate Change in Sumbawa Regency: Pendampingan Budidaya Sehat Tanaman Cabai Pada Lahan Sub Optimal Menghadapi Dampak Perubahan Iklim Di Kabupaten Sumbawa Ayu, Ieke Wulan; Suhada, Ikhlas; Kusumawardani, Wening; Oklima, Ade Maryam; Novantara, Yhosa; Soemarno, S.
Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2021)
Publisher : Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (562.104 KB) | DOI: 10.35877/454RI.mattawang181

Abstract

Environmental stress is a major challenge in sustainable food production, because it can reduce crop productivity, specifically chilies on sub-optimal land. The use of liquid organic fertilizers containing complete macro and micro nutrients is highly needed, so that plants thrive and are healthy and are more resistant to pathogens. This activity aimed to improve the knowledge and skills of farmer group partners about healthy plant cultivation technology on sub-optimal land. Assistance activities were carried out for the Hasrat Indah farmer group in Kerato Village, Unter Iwes District, Sumbawa Regency, during July 2020 by using extension and training methods. The results of the activity indicated that this assistance activity can improve the farmers’ knowledge about healthy cultivation of chilies, and the application of fertilizers at the right time by using liquid organic fertilizers. The successes achieved in the process of empowering farmers in this activity included increasing farmers’ knowledge of soil health, healthy cultivation of chilies, and the application of using liquid organic fertilizers. Abstrak Cekaman lingkungan merupakan tantangan utama dalam produksi pangan berkelanjutan, karena dapat mengurangi produktivitas tanaman, terutama pada tanaman cabe di lahan sub optimal. Penggunaan pupuk organik cair yang mengandung zat hara makro dan mikro lengkap sangat diperlukan agar tanaman tumbuh subur dan sehat serta lebih tahan terhadap patogen. Tujuan kegiatan adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra kelompok tani terkait teknologi budidaya tanaman sehat di lahan sub optimal. Kegiatan pendampingan dilakukan pada kelompok tani Hasrat Indah di Desa Kerato Kecamatan Unter Iwes Kabupaten Sumbawa, selama bulan Juli 2020 dengan metode penyuluhan, dan pelatihan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa melalui pendampingan dapat meningkatkan pengetahuan petani tentang budidaya sehat pada tanaman cabe, aplikasi pupuk pada waktu yang tepat dengan menggunakan pupuk organik cair. Keberhasilan pemberdayaan petani dalam kegiatan ini adalah petani mengetahui tentang kesehatan tanah, budidaya sehat tanaman cabe, dan aplikasi penggunaan pupuk organik cair.
Farmer Group of Cabe Bakul (Lada Katokkon) in Rantepao District, North Toraja Regency: Kelompok Tani Cabe Bakul (Cabe Katokkon) Di Kecamatan Rantepao Kabupaten Toraja Utara Iryani, A. Sry; Bali, Agustina Deka Minggu
Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2021)
Publisher : Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.116 KB) | DOI: 10.35877/454RI.mattawang204

Abstract

Chili is one of the most important foods for traditional Indonesian food. One of the chilies that have a very high Scoville rating from Toraja Utara and Tana Toraja is Cabe Bakul or Lada Katokkon. This chili is different from other peppers ranging from the shape that resembles a pabrika but the size is small, it is sweet taste turned hot and good smelled. . The disadvantage of this chili is the condition of chilies that have a very high water content so it is easy to rot and wrestle so that the price quickly goes down and sometimes thrown away. To avoid the problem, the team proposes to process chili into a product but does not change the taste, color, and smell. This activity helps the chili farmers to process their crops into processed products that have higher economic value. There are two types of products produced are Chili powder (Bon Cabe) and sauce. Chili sauce is made there are four variants of flavors are: original, onion, terasi, and fish. Through this training, the farmer group partners can cultivate the harvest and its products can compete in the Toraja market and outside Toraja. Abstrak Cabe merupakan salah satu makanan terpenting untuk makanan tradisional Indonesia. Salah satu cabai yang memiliki rating Scoville sangat tinggi dari Toraja Utara dan Tana Toraja adalah Cabe Bakul atau Cabe Katokkon. Cabe ini berbeda dengan cabe lainnya mulai dari bentuknya yang menyerupai pabrika namun ukurannya kecil, rasanya manis berubah menjadi panas dan harum. Kekurangan dari cabe ini adalah kondisi buah cabe yang memiliki kandungan air yang sangat tinggi sehingga mudah membusuk dan bergelut sehingga harganya cepat turun dan kadang dibuang begitu saja. Untuk menghindari masalah tersebut, tim mengusulkan untuk mengolah cabe menjadi sebuah produk namun tidak merubah rasa, warna dan baunya. Kegiatan ini membantu petani cabe mengolah hasil panennya menjadi produk olahan yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi. Ada dua jenis produk yang dihasilkan yaitu bubuk cabe (Bon Cabe) dan saos. Kuah sambal yang dibuat ada empat varian rasa yaitu: original, bawang, terasi dan ikan. Melalui pelatihan ini para mitra kelompok tani dapat membudidayakan hasil panen dan produknya dapat bersaing di pasar Toraja dan luar Toraja.
NVivo Software Training for Young Researchers: Pelatihan Software NVivo Kepada Peneliti Muda Soehardi, Fitridawati; Putri, Lusi Dwi; Dinata, Marta
Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2021)
Publisher : Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (810.716 KB) | DOI: 10.35877/454RI.mattawang265

Abstract

In the scope of engineering research, most of the problems are quantitative, qualitative problems are not so dominant but have a big influence on the results obtained. This qualitative research is conducted on natural objects that develop as they are, are not manipulated by researchers and the presence of researchers does not really affect the dynamics of these objects. Not all young technical researchers understand this method of qualitative data analysis. To answer this, it is necessary to provide qualitative data analysis to young researchers through Nvivo training activities, with implementation stages in the form of training in the theory and application of Nvivo as well as practicing data analysis with NVIVO. This program is used to analyze unstructured or semi-structured data such as the results of interviews, surveys, field notes, web and journal articles. The target to be achieved is community empowerment services, scientific reports and articles (journals / proceedings). The method used is learning in class lectures, discussion and question and answer as well as practice / application simulation. The results obtained are partners understand how to use the NVivo application, out of 25 (twenty five) participants with a 'Very Good' score of 12%, a 'Good' score of 60% a 'Medium' score of 28% and a 'Not Appearing' value of 0%. The conclusion obtained is the increased capacity of partners in using the Nvivo application. Abstrak Dalam lingkup penelitian bidang teknik sebagian besar permasalahannya bersifat kuantitatif, permasalahan yang bersifat kualitatif tidak begitu dominan namun memberi pengaruh besar pada hasil yang diperoleh. Penelitian kualitatif ini dilakukan pada objek alamiah yang berkembang apa adanya, tidak dimanipulasi oleh peneliti dan kehadiran peneliti tidak begitu mempengaruhi dinamika pada obyek tersebut. Tidak semua peneliti muda bidang teknik memahami metode analisis data kualitatif ini. Untuk menjawab hal tersebut maka perlu diadakan pembekalan mengenai analisis data kualitatif kepada para peneliti muda melalui kegiatan pelatihan Nvivo, dengan tahapan pelaksanaan berupa pelatihan teori dan aplikasi Nvivo serta praktik analisis data dengan Nvivo. Program ini digunakan untuk menganalisis data tidak terstruktur atau semi terstruktur seperti hasil interview, survey, catatan lapangan, web dan artikel jurnal. Target yang ingin dicapai adalah jasa pemberdayaan masyarakat, laporan dan artikel ilmiah (jurnal/prosiding). Metode yang digunakan adalah pembelajaran di kelas ceramah, diskusi dan tanya jawab serta praktik/simulasi aplikasi. Hasil yang diperoleh adalah mitra memahami cara menggunakan aplikasi NVivo, dari 25 (dua puluh lima) orang peserta dengan nilai ‘Sangat Baik’ sebesar 12%, nilai ‘Baik’ sebesar 60% nilai ‘Sedang’ 28% dan nilai ‘Tidak Tampil’ sebesar 0%. Kesimpulan yang diperoleh adalah meningkatnya kapasitas mitra dalam menggunakan aplikasi Nvivo.
Readiness the Soul Cadres in the Handling of Violence Behavior when the Release of Pasung in Kokop Bangkalan: Menyiapkan Kader Jiwa dalam Penanganan Perilaku Kekerasan saat Pelepasan Pasung di Kokop Bangkalan Suhron, Muhammad; Yusuf, Ah
Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2021)
Publisher : Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.407 KB) | DOI: 10.35877/454RI.mattawang266

Abstract

People with mental disorders (ODGJ) after pasung are defined as ODGJ who have been freed from confinement and referred to the hospital. One way of handling (ODGJ) is post pasung by involving mental cadres in handling violent behavior in people with mental disorders (ODGJ) after pasung. The purpose of this Community Service is to prepare soul cadres in handling violent behavior during the release of pasung. This community service was carried out in November 2019 with the target of soul cadres in Bangkalan Kokop. The team came from the Nursing Study Program at Stikes Ngudia Husada Madura, and the Faculty of Nursing, Airlangga University and the Kokop Community Health Center. This activity consists of a preparatory stage including an assessment / assessment and techniques for handling violent behavior by mental cadres in releasing pasung patients. Abstrak: Orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) pasca pasung diartikan ODGJ yang sudah terbebas dari pemasungan dan dirujuk ke rumah sakit, Salah satu cara penanganan (ODGJ) pasca pasung dengan melibatkan Kader jiwa dalam menangani perilaku kekerasan pada Orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) pasca pasung. Tujuan Pengabdian Masyarakat ini yaitu untuk menyiapkan kader jiwa dalam penanganan perilaku kekerasan saat pelepasan pasung. Pengabdian masyarakat ini dilakukan pada bulan November 2019 dengan sasaran kader jiwa di Kokop Bangkalan. Tim berasal dari Program Studi Keperawatan Stikes Ngudia Husada Madura, dan Fakultas Keperawatan, Universitas Airlangga serta puskesmas Kokop. Kegiatan ini terdiri dari tahap persiapan meliputi pengkajian/assesment dan tekhnik penanganan perilaku kekerasan oleh kader jiwa dalam pelepasan pasien pasung.
Emotional Abuse and Mental Health of Women in Abusive Marriage in Communities in Gwagwalada, Federal Capital Territory, Nigeria: Pelecehan Emosional dan Kesehatan Mental Wanita dalam Penganiayaan Pernikahan pada Komunitas di Gwagwalada, Wilayah Ibu Kota Federal, Nigeria Adikwu, Victoria Ogwa; Edache, John Johnson; Iji, Mary Eru; Ogar, Egom Njin
Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2021)
Publisher : Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (546.678 KB) | DOI: 10.35877/454RI.mattawang295

Abstract

The study specifically examines the impact of emotional abuse on the mental health of women in abusive marriages in communities in Gwagwalada, Federal Capital Territory, Nigeria. In order to achieve the objective of this study, the cross-sectional research method was adopted for the study. Data or the study was collected from a sample of 600 married women in Gwagwalada aged 18 and above using a self-structured questionnaire. The stratified and purposive sampling technique was used in selecting the sample from the study area. From the 600-instrument distributed only 594 was return without missing items or mutilation and this was used for analysis. Data collected from the field was analyzed using descriptive statistics such as tables, simple percentage and figure. The correlation analysis was carried using Pearson Product Moment correlation Analysis. Findings revealed that 95.2 per cent (566) of the sample in one time or the other in their marriage have suffered one form of emotional abuse, result also revealed that 93.8 percent of the respondents suffer psychologically as a result of emotional abuse from their spouse. The correlational analysis also revealed a strong significant relationship between emotional abuse and mental health issue among married women. The study therefore concludes that emotional abuse affects the mental health of married women in communities in Gwagwalada, Federal Capital Territory, Nigeria. the study therefore calls for increase in support service for those in abuse relationship. Abstrak Studi tersebut secara khusus meneliti dampak pelecehan emosional pada kesehatan mental wanita dalam pernikahan yang "teraniaya" pada komunitas di Gwagwalada, Federal Capital Territory, Nigeria. Untuk mencapai tujuan penelitian ini, digunakan metode penelitian cross-sectional untuk penelitian ini. Data penelitian terkumpul dari sampel 600 wanita menikah di Gwagwalada dan berusia 18 tahun ke atas menggunakan kuesioner terstruktur. Teknik pengambilan sampel bertingkat dan purposif digunakan dalam proses pemilihan sampel penelitian. Dari 600 instrumen yang didistribusikan hanya 594 yang dikembalikan tanpa item yang hilang dan ini digunakan untuk analisis. Data yang dikumpulkan dari lapangan dianalisis menggunakan statistik deskriptif seperti tabel, persentase sederhana, dan gambar. Analisis korelasi dilakukan dengan menggunakan Analisis Korelasi Pearson Product Moment. Temuan menunjukkan bahwa 95,2 persen (566) sampel dalam satu waktu atau lain waktu dalam pernikahan mereka pernah mengalami salah satu bentuk pelecehan emosional, hasil juga mengungkapkan bahwa 93,8 persen responden menderita secara psikologis akibat pelecehan emosional dari pasangannya. Analisis korelasional juga mengungkapkan hubungan signifikan yang kuat antara pelecehan emosional dan masalah kesehatan mental pada wanita menikah. Oleh karena itu, penelitian tersebut menyimpulkan bahwa pelecehan emosional mempengaruhi kesehatan mental wanita yang sudah menikah pada komunitas di Gwagwalada, Federal Capital Territory, Nigeria. Oleh karena itu, penelitian ini menyerukan peningkatan layanan dukungan bagi mereka yang berada dalam hubungan pelecehan.
Improving the Life Skills of Students of SMK Negeri 1 Barru through Training in Making Liquid Organic Fertilizers: Peningkatan Life Skill Siswa SMK Negeri 1 Barru melalui Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Cair Rasjid, Yusniar; Rais, Zulkifli; Purnamasari, A. Bida; Rusdianto
Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2021)
Publisher : Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.088 KB) | DOI: 10.35877/454RI.mattawang307

Abstract

The purpose of this activity is to seek to develop skills and abilities in the manufacture of liquid organic fertilizers as an effort to reduce environmental pollution caused by household waste and industrial waste. Lack of skills in making organic liquid fertilizer from household waste for students is the driving force for the implementation of this training activity. For this reason, this activity will provide training on how to make liquid organic fertilizer from household waste and rotten fruits. The results achieved were in the form of knowledge and skills on how to make organic liquid fertilizer from household waste and rotten fruits by involving students at school. This can be seen from the results of the participants' independent work in producing the final product in the form of liquid organic fertilizer. These students' skills can be seen from the results of independent work in forming attractive and beautiful horticulture plants. The results of the activity are also in the form of enthusiasm and enthusiasm of the students/training participants which can be seen from the presence of the participants and interest in the practice of making organic liquid fertilizer from waste. Abstrak: Tujuan kegiatan ini yaitu hendak mengupayakan pengembangan keterampilan dan kemampuan dalam pembuatan pupuk organik cair sebagai upaya mengurangi pencemaran lingkungan akibat limbah rumah tangga dan limbah industri. Kurangnya keterampilan dalam membuat pupuk cair organik dari limbah rumah tangga bagi siswa menjadi pendorong pelaksanaan kegiatan pelatihan ini. Untuk itu, kegiatan ini akan memberikan pelatihan cara pembuatan pupuk organik cair dari limbah yang berasal dari rumah tangga dan buah-buahan yang busuk. Hasil yang dicapai berupa pengetahuan dan keterampilan cara membuat pupuk cair organik dari limbah rumah tangga dan buah-buahan busuk dengan melibatkan siswa-siswa di sekolah. Hal tersebut tampak dari hasil kerja mandiri peserta dalam menghasilkan produk akhir berupa pupuk organik cair. Keterampilan siswa tersebut tampak dari hasil kerja mandiri dalam membentuk tanaman vertikultur yang menarik dan indah. Hasil kegiatan juga berupa antusiasme dan semangat siswa/ peserta pelatihan yang tampak dari kehadiran peserta dan ketertarikan dalam praktek pembuatan pupuk cair organik dari limbah.
Counseling on Good Water Quality for the Cultivation of Batak Fish in Toba Lake Waters: Penyuluhan Kualitas Air yang Baik untuk Budidaya Ikan Batak di Perairan Danau Toba Sianipar, Herna Febrianty; Siahaan, Theresia Monika; Sijabat, Apriani
Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2021)
Publisher : Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.864 KB) | DOI: 10.35877/454RI.mattawang310

Abstract

This service aims to provide information about the value of good water quality and demonstrate directly the tools used to measure it which aim to cultivate Batak fish based on biological, physical and chemical parameters such as temperature, dissolved oxygen, carbon dioxide, pH, and provide information on the names of measuring devices. . This service has been carried out in Gorat Village, Toba Samosir Regency with the method of counseling and material discussion (exposure and question and answer), as well as the practice of measuring water quality externally and analyzing the results of its value. The results of the counseling show that many fish farmers do not understand the value of good water quality for batak fish cultivation and not many know the equipment that can be used to check water quality. From this counseling, it can be seen that the interest of fish farmers and the community is very high, and they become more aware of the value of good water quality for fish farming and know the equipment. Abstrak Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan penyuluhan tentang nilai kualitas air yang baik dan mendemonstrasikan langsung alat yang digunakan mengukurnya yang bertujuan untuk membudidayakan ikan batak berdasarkan parameter biologi, fisika dan kimia seperti suhu, oksigen terlarut, karbondioksida, pH, serta memberikan informasi nama alat-alat pengukurnya. Pengabdian ini telah dilakukan di Desa Gorat, Kabupaten Toba Samosir dengan metode penyuluhan dan diskusi materi (paparan dan tanya jawab), serta praktek pengukuran kualitas air secara eksitu dan menganalisis hasil nilainya. Hasil penyuluhan menunjukan bahwa banyaknya petani ikan yang belum paham tentang nilai kualitas air yang baik untuk budidaya ikan batak serta belum banyak yang mengetahui peralatan yang dapat digunakan untuk memeriksa kualitas air. Dari penyuluhan ini terlihat animo petani ikan dan masyarakat sangat tinggi, dan mereka menjadi lebih paham tentang nilai kualitas air yang baik untuk budidaya ikan serta mengetahui peralatannya.
Assistance for Healthy Cultivation of Chili Plants on Sub-Optimal Land in Facing the Impact of Climate Change in Sumbawa Regency: Pendampingan Budidaya Sehat Tanaman Cabai Pada Lahan Sub Optimal Menghadapi Dampak Perubahan Iklim Di Kabupaten Sumbawa Ieke Wulan Ayu; Ikhlas Suhada; Wening Kusumawardani; Ade Maryam Oklima; Yhosa Novantara; S. Soemarno
Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2021)
Publisher : Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (562.104 KB) | DOI: 10.35877/454RI.mattawang181

Abstract

Environmental stress is a major challenge in sustainable food production, because it can reduce crop productivity, specifically chilies on sub-optimal land. The use of liquid organic fertilizers containing complete macro and micro nutrients is highly needed, so that plants thrive and are healthy and are more resistant to pathogens. This activity aimed to improve the knowledge and skills of farmer group partners about healthy plant cultivation technology on sub-optimal land. Assistance activities were carried out for the Hasrat Indah farmer group in Kerato Village, Unter Iwes District, Sumbawa Regency, during July 2020 by using extension and training methods. The results of the activity indicated that this assistance activity can improve the farmers’ knowledge about healthy cultivation of chilies, and the application of fertilizers at the right time by using liquid organic fertilizers. The successes achieved in the process of empowering farmers in this activity included increasing farmers’ knowledge of soil health, healthy cultivation of chilies, and the application of using liquid organic fertilizers. Abstrak Cekaman lingkungan merupakan tantangan utama dalam produksi pangan berkelanjutan, karena dapat mengurangi produktivitas tanaman, terutama pada tanaman cabe di lahan sub optimal. Penggunaan pupuk organik cair yang mengandung zat hara makro dan mikro lengkap sangat diperlukan agar tanaman tumbuh subur dan sehat serta lebih tahan terhadap patogen. Tujuan kegiatan adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra kelompok tani terkait teknologi budidaya tanaman sehat di lahan sub optimal. Kegiatan pendampingan dilakukan pada kelompok tani Hasrat Indah di Desa Kerato Kecamatan Unter Iwes Kabupaten Sumbawa, selama bulan Juli 2020 dengan metode penyuluhan, dan pelatihan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa melalui pendampingan dapat meningkatkan pengetahuan petani tentang budidaya sehat pada tanaman cabe, aplikasi pupuk pada waktu yang tepat dengan menggunakan pupuk organik cair. Keberhasilan pemberdayaan petani dalam kegiatan ini adalah petani mengetahui tentang kesehatan tanah, budidaya sehat tanaman cabe, dan aplikasi penggunaan pupuk organik cair.
Farmer Group of Cabe Bakul (Lada Katokkon) in Rantepao District, North Toraja Regency: Kelompok Tani Cabe Bakul (Cabe Katokkon) Di Kecamatan Rantepao Kabupaten Toraja Utara A. Sry Iryani; Agustina Deka Minggu Bali
Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2021)
Publisher : Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.116 KB) | DOI: 10.35877/454RI.mattawang204

Abstract

Chili is one of the most important foods for traditional Indonesian food. One of the chilies that have a very high Scoville rating from Toraja Utara and Tana Toraja is Cabe Bakul or Lada Katokkon. This chili is different from other peppers ranging from the shape that resembles a pabrika but the size is small, it is sweet taste turned hot and good smelled. . The disadvantage of this chili is the condition of chilies that have a very high water content so it is easy to rot and wrestle so that the price quickly goes down and sometimes thrown away. To avoid the problem, the team proposes to process chili into a product but does not change the taste, color, and smell. This activity helps the chili farmers to process their crops into processed products that have higher economic value. There are two types of products produced are Chili powder (Bon Cabe) and sauce. Chili sauce is made there are four variants of flavors are: original, onion, terasi, and fish. Through this training, the farmer group partners can cultivate the harvest and its products can compete in the Toraja market and outside Toraja. Abstrak Cabe merupakan salah satu makanan terpenting untuk makanan tradisional Indonesia. Salah satu cabai yang memiliki rating Scoville sangat tinggi dari Toraja Utara dan Tana Toraja adalah Cabe Bakul atau Cabe Katokkon. Cabe ini berbeda dengan cabe lainnya mulai dari bentuknya yang menyerupai pabrika namun ukurannya kecil, rasanya manis berubah menjadi panas dan harum. Kekurangan dari cabe ini adalah kondisi buah cabe yang memiliki kandungan air yang sangat tinggi sehingga mudah membusuk dan bergelut sehingga harganya cepat turun dan kadang dibuang begitu saja. Untuk menghindari masalah tersebut, tim mengusulkan untuk mengolah cabe menjadi sebuah produk namun tidak merubah rasa, warna dan baunya. Kegiatan ini membantu petani cabe mengolah hasil panennya menjadi produk olahan yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi. Ada dua jenis produk yang dihasilkan yaitu bubuk cabe (Bon Cabe) dan saos. Kuah sambal yang dibuat ada empat varian rasa yaitu: original, bawang, terasi dan ikan. Melalui pelatihan ini para mitra kelompok tani dapat membudidayakan hasil panen dan produknya dapat bersaing di pasar Toraja dan luar Toraja.
NVivo Software Training for Young Researchers: Pelatihan Software NVivo Kepada Peneliti Muda Fitridawati Soehardi; Lusi Dwi Putri; Marta Dinata
Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2021)
Publisher : Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (810.716 KB) | DOI: 10.35877/454RI.mattawang265

Abstract

In the scope of engineering research, most of the problems are quantitative, qualitative problems are not so dominant but have a big influence on the results obtained. This qualitative research is conducted on natural objects that develop as they are, are not manipulated by researchers and the presence of researchers does not really affect the dynamics of these objects. Not all young technical researchers understand this method of qualitative data analysis. To answer this, it is necessary to provide qualitative data analysis to young researchers through Nvivo training activities, with implementation stages in the form of training in the theory and application of Nvivo as well as practicing data analysis with NVIVO. This program is used to analyze unstructured or semi-structured data such as the results of interviews, surveys, field notes, web and journal articles. The target to be achieved is community empowerment services, scientific reports and articles (journals / proceedings). The method used is learning in class lectures, discussion and question and answer as well as practice / application simulation. The results obtained are partners understand how to use the NVivo application, out of 25 (twenty five) participants with a 'Very Good' score of 12%, a 'Good' score of 60% a 'Medium' score of 28% and a 'Not Appearing' value of 0%. The conclusion obtained is the increased capacity of partners in using the Nvivo application. Abstrak Dalam lingkup penelitian bidang teknik sebagian besar permasalahannya bersifat kuantitatif, permasalahan yang bersifat kualitatif tidak begitu dominan namun memberi pengaruh besar pada hasil yang diperoleh. Penelitian kualitatif ini dilakukan pada objek alamiah yang berkembang apa adanya, tidak dimanipulasi oleh peneliti dan kehadiran peneliti tidak begitu mempengaruhi dinamika pada obyek tersebut. Tidak semua peneliti muda bidang teknik memahami metode analisis data kualitatif ini. Untuk menjawab hal tersebut maka perlu diadakan pembekalan mengenai analisis data kualitatif kepada para peneliti muda melalui kegiatan pelatihan Nvivo, dengan tahapan pelaksanaan berupa pelatihan teori dan aplikasi Nvivo serta praktik analisis data dengan Nvivo. Program ini digunakan untuk menganalisis data tidak terstruktur atau semi terstruktur seperti hasil interview, survey, catatan lapangan, web dan artikel jurnal. Target yang ingin dicapai adalah jasa pemberdayaan masyarakat, laporan dan artikel ilmiah (jurnal/prosiding). Metode yang digunakan adalah pembelajaran di kelas ceramah, diskusi dan tanya jawab serta praktik/simulasi aplikasi. Hasil yang diperoleh adalah mitra memahami cara menggunakan aplikasi NVivo, dari 25 (dua puluh lima) orang peserta dengan nilai ‘Sangat Baik’ sebesar 12%, nilai ‘Baik’ sebesar 60% nilai ‘Sedang’ 28% dan nilai ‘Tidak Tampil’ sebesar 0%. Kesimpulan yang diperoleh adalah meningkatnya kapasitas mitra dalam menggunakan aplikasi Nvivo.

Page 1 of 2 | Total Record : 14