cover
Contact Name
Yulida Amri, S.Pd., M.PKim
Contact Email
yulidaamri@unsam.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
mipakimia@unsam.ac.id
Editorial Address
Program Studi Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Samudra, Jalan Prof. Syarief Thayeb, Meurandeh, Langsa-Aceh, 24416
Location
Kota langsa,
Aceh
INDONESIA
Quimica : Jurnal Kimia Sains dan Terapan
Published by Universitas Samudra
ISSN : 27160963     EISSN : 27161218     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Quimica diterbitkan dua kali dalam setahun (April dan Oktober) oleh Program Studi Kimia, Fakultas Teknik Universitas Samudra. Jurnal Quimica menerima/memuat artikel-artikel yang berkaitan dengan kimia baik dari hasil penelitian atau review artikel. Ruang lingkup kajian meliputi Kimia Analisis, Biokimia, Kimia Organik, Kimia Fisik, Kimia Anorganik, dan Kimia Terapan. Artikel yang dikirimkan ke Jurnal Quimica belum pernah dipublikasikan atau dalam proses submit/review pada jurnal lainnya.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 6 No 2 (2024)" : 5 Documents clear
Analisis Kadar Vitamin C pada Brokoli Menggunakan Spektrofotometri UV-Vis Perdani, Elvara; Nur Afifah E.S; Seftiani Cahyaningsih; Elvara Natasya P.P; Louisa Elvaretta R.I
JURNAL QUIMICA Vol 6 No 2 (2024)
Publisher : Program Studi Kimia, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jq.v6i1.9528

Abstract

Brokoli (Brassica oleracea) adalah sayuran hijau yang memiliki manfaat sebagai daya tahan tubuh, dan memliki kandungan vitamin C yang aman digunakan sebagai bahan makanan. Pada brokoli terdapat vitamin C sebagai antioksidan dan mencegah masuknya bakteri di tubuh. Dilakukan pengujian untuk mengetahui kadar vitamin C didalam brokoli, prosedur kerjanya dengan metode spektrofotometri UV-Vis. Didapatkan hasil pada sampel larutan sayuran hijau brokoli kemudian di gunakan sebagai analisis kuantitatif dengan metode spektrofotometri UV-Vis dengan syarat panjang gelombang maksimal 264 nm. Hasil pada sampel brokoli kadar vitamin C diperoleh dengan angka 15,4593%.
Ekstraksi dan Skrining Fitokimia Bunga Kecombrang (Etlingera elatior (Jack.) RM Smith) dari Aceh Niaci, Sarah; Ramadhani, Helvy; Mardina, Vivi
JURNAL QUIMICA Vol 6 No 2 (2024)
Publisher : Program Studi Kimia, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jq.v6i2.8746

Abstract

Bunga kecombrang (Etlingera elatior) diketahui memiliki berbagai aktivitas biologis yang menjadikannya berpotensi sebagai bahan obat alami. Aktivitas tersebut mencakup sifat antikanker, antibakteri, antijamur, antiserangga, serta sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi senyawa metabolit sekunder pada bunga E. elatior asal Aceh. Proses ekstraksi dilakukan melalui metode maserasi bertingkat menggunakan pelarut n-heksana, etil asetat, dan metanol. Ekstraksi menghasilkan ekstrak kental sebanyak 20,3 g (n-heksana), 12,5 g (etil asetat), dan 8,2 g (metanol), dengan rendemen berturut-turut 6,76%; 4,16%; dan 2,73%. Hasil uji fitokimia menunjukkan adanya kandungan senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, dan fenol dalam masing-masing ekstrak.
Revitalisasi Lahan Gersang dengan Limbah Dapur: Aplikasi Air Cucian Beras dan Kulit Bawang Xena Safara, Shelvya; Suci Ramadhani, Laili; Puspitasari, Dini; Isnaini Wiswari, Nova; Dian Roqobih, Fikky; Qosyim, Ahmad; Subekti, Hasan
JURNAL QUIMICA Vol 6 No 2 (2024)
Publisher : Program Studi Kimia, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jq.v6i2.11664

Abstract

Tanah gersang menjadi kendala utama dalam pertumbuhan tanaman karena kekurangan air dan unsur hara yang dibutuhkan selama fase awal pertumbuhan, terutama pada tahap perkecambahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas air cucian beras sebagai pupuk organik cair dalam mendukung proses perkecambahan pada tanah gersang serta mengkaji potensinya saat dikombinasikan dengan limbah kulit bawang merah. Penelitian dilakukan melalui studi literatur dengan pendekatan kualitatif dari berbagai sumber ilmiah yang relevan antara tahun 2015–2025 sebanyak 16 jurnal. Sumber literatur diperoleh melalui basis data online seperti Google Scholar, ResearchGate, dan portal jurnal universitas, dengan kata kunci “air cucian beras,” “kulit bawang merah,” “pupuk organik cair,” “pertumbuhan kecambah,” dan “tanah gersang.” Hasil kajian menunjukkan bahwa air cucian beras mengandung nutrisi penting seperti karbohidrat, vitamin B, fosfor, dan kalium yang mampu meningkatkan aktivitas enzim dan mendukung imbibisi. Sementara itu, kulit bawang merah kaya akan senyawa bioaktif seperti flavonoid, antosianin, auksin, dan giberelin yang mampu merangsang pembelahan dan pemanjangan sel. Kombinasi keduanya terbukti memberikan hasil pertumbuhan yang lebih tinggi secara konsisten dibandingkan perlakuan tunggal. Penelitian pada tanaman bayam, sawi, dan seledri menunjukkan peningkatan signifikan dalam tinggi tanaman, jumlah daun, dan bobot tanaman. Oleh karena itu, pemanfaatan limbah rumah tangga ini dapat menjadi alternatif pupuk cair yang murah, ramah lingkungan, dan efektif untuk pertanian berkelanjutan, khususnya di lahan marginal.
Analisis Kualitatif Senyawa Metabolit Sekunder dari Ekstrak Daun Kersen (Muntingia Calabura L.) Hasil Sokletasi Sederhana Siregar, Maritza Aurelia; Sibagariang, Zelin Novena; Athallah, Neysa Rahmi Badriyyah; Purwasih, Gati; Sofia
JURNAL QUIMICA Vol 6 No 2 (2024)
Publisher : Program Studi Kimia, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jq.v6i2.11755

Abstract

Daun kersen (Muntingia calabura L.) merupakan salah satu tanaman tropis yang banyak ditemukan di lingkungan sekitar dan dikenal memiliki beragam manfaat untuk kesehatan. Daun ini mengandung berbagai senyawa bioaktif seperti flavonoid, tanin, dan saponin yang berperan sebagai antioksidan, antibakteri, antiinflamasi, serta mendukung sistem imun tubuh. Secara tradisional, daun kersen digunakan untuk mengobati peradangan, infeksi, hipertensi, hingga gangguan pada sistem pencernaan. Namun, penelitian ilmiah mengenai pemanfaatannya masih terbatas sehingga diperlukan kajian lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk mengekstrak dan mengidentifikasi senyawa metabolit sekunder (saponin dan tanin) dari simplisia daun kersen yang diambil dari Kecamatan Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, menggunakan pelarut etanol 96%. Ekstraksi dilakukan melalui metode sokletasi sederhana dan menghasilkan 50 mL ekstrak berwarna hijau pekat. Hasil uji kualitatif menunjukkan adanya kandungan saponin yang ditunjukkan melalui terbentuknya busa stabil setelah penambahan HCl dan pengocokan, serta kandungan tanin yang ditandai dengan warna biru kehitaman setelah diteteskan larutan FeCl3. Kandungan senyawa tersebut memperkuat potensi daun kersen sebagai sumber bahan baku dalam pengembangan produk herbal alami maupun penelitian fitokimia lanjutan.
Uji Aktivitas Antimikroba Variasi Konsentrasi Ekstrak Etanol Bonggol Pisang Batu (Musa balbisiana Colla) Anggraeni, Ni Kadek Irma; Sumadewi, Ni Luh Utari; Permatasari, Anak Agung Ayu Putri
JURNAL QUIMICA Vol 6 No 2 (2024)
Publisher : Program Studi Kimia, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jq.v6i2.8525

Abstract

Antibiotik umumnya digunakan untuk menangani penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri patogen. Namun, meningkatnya kasus resistensi terhadap berbagai jenis antibiotik mendorong pencarian alternatif baru, salah satunya melalui pemanfaatan tanaman yang mengandung senyawa antimikroba. Pisang batu (Musa balbisiana Colla) merupakan tanaman yang diketahui memiliki berbagai khasiat kesehatan. Buah dan kulitnya berfungsi sebagai penurun panas, antiradang, penawar racun, peluruh kencing, serta antibakteri, sementara bagian bonggol berpotensi dimanfaatkan sebagai agen antimikroba. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan, terdiri atas tiga variasi konsentrasi ekstrak bonggol pisang batu (25%, 50%, 75%) serta dua kontrol, yaitu kontrol negatif (etanol) dan kontrol positif (Gentamicin). Setiap perlakuan diulang tiga kali, sehingga diperoleh total 15 unit percobaan dengan metode difusi sumuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak bonggol pisang batu lebih efektif menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus dibandingkan Escherichia coli, dengan aktivitas terbaik ditunjukkan pada konsentrasi 75% terhadap S. aureus, meskipun masih tergolong kategori lemah. Aktivitas kontrol positif terhadap E. coli lebih tinggi dibandingkan terhadap S. aureus, dan seluruh perlakuan kontrol positif termasuk dalam kategori sedang. Sementara itu, konsentrasi 25% tidak menunjukkan zona hambat pada kedua bakteri.

Page 1 of 1 | Total Record : 5