Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Pemberian ASI Ekslusif pada Bayi Usia 6 – 12 Bulan di Wilayah UPTD Puskesmas Abiansemal II Kabupaten Badung Suaryanthi, Ayu Vistari; Martini, Ni Ketut; Sumadewi, Ni Luh Utari
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 3 No. 3 (2024): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v3i3.3572

Abstract

Air Susu Ibu (ASI) merupakan salah satu kebutuhan bayi yang harus dipenuhi oleh ibu selama bayi baru lahir hingga setidaknya bayi berusia enam bulan. Kabupaten Badung menjadi salah satu daerah dengan cakupan pemberian ASI eksklusif terendah di Provinsi Bali. Menurut cakupan ASI Eksklusif di Kabupaten Badung Tahun 2021 2.583 bayi atau sebesar 77,9%. sedangkan di tahun 2020 sebanyak 4.358 bayi dari target total sebanyak 6346 bayi di bawah usia 6 bulan, sehingga cakupannya sebesar 68,67 %. Distribusi pencapaian cakupan pemberian ASI eksklusif menurut Puskesmas di Kabupaten Badung Tahun 2021 daerah dengan capaian terendah adalah Abiansemal II dengan 66,4% sedangkan capaian tertinggi terdapat pada daerah Petang II dengan 87,8%. Bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan pemberian asi eksklusif pada bayi usia 6- 12 bulan di wilayah Puskesmas Abiansemal II. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode cross sectional, dengan jumlah sampel sebanyak 60 orang. Variabel pada penelitian ini adalah kelompok ibu yang memiliki bayi usia 6-12 bulan kemudian dianalisis dengan menggunakan uji statistik dengan menggunakan uji chi-square dengan tingkat signifikansi α < 0,05. Hasil uji statistik chi-square faktor yang berhubungan dengan pemberian ASI eksklusif pada bayi 6-12 bulan di wilayah UPT Puskesmas Abiansemal II Kabupaten Badung masing-masing menunjukkan nilai p value tingkat pengetahuan sebesar 0,000, p value sikap ibu terhadap pemberian ASI eksklusif sebesar 0,000, p value hubungan dukungan dengan keluarga sebesar 0,000. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat hubungan antara pengetahuan, sikap ibu, dan dukungan keluarga.
Edukasi Gizi Berbasis Kudapan Protein Hewani untuk Meningkatkan Pemahaman dan Pencegahan Stunting pada Anak Sekolah SD Kusumawati, I Gusti Ayu Wita; Yogeswara, Ida Bagus Agung; Mantra, Ida Bagus Ketut; Nursini, Ni Wayan; Puspaningrum, Dylla Hanggaeni Dyah; Sulistyadewi, Ni Putu Eny; Kusumaningsih, Purwaningtyas; Sumadewi, Ni Luh Utari; Kurniati, Ni Made; Wasita, Rai Riska Resty
Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Abdi Masyarakat Februari 2025
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/jam.v5i1.71

Abstract

masalah gizi pada anak usia sekolah, terutama stunting, masih menjadi tantangan di banyak daerah Indonesia, termasuk di Kabupaten Karangasem. Program pengabdian ini bertujuan memberikan edukasi gizi kepada siswa SD Negeri 2 Bunutan melalui penyuluhan dan pemberian kudapan tinggi protein hewani. Metode yang digunakan meliputi ceramah, demonstrasi, dan pemberian contoh kudapan bergizi berupa bahan pangan lokal. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan siswa tentang pentingnya konsumsi gizi, khususnya protein hewani, serta perubahan kebiasaan makan yang lebih sehat. Diharapkan, kegiatan ini dapat berkontribusi dalam upaya menurunkan prevalensi stunting di daerah tersebut.   Nutritional problems in school-age children, especially stunting, are still a challenge in many regions in Indonesia, including Karangasem Regency. This community service program aims to provide nutritional education to students of SD Negeri 2 Bunutan through counseling and providing high-protein animal snacks. The methods used include lectures, demonstrations, and providing examples of nutritious snacks in the form of local food ingredients. The results of the activity showed an increase in student knowledge about the importance of nutritional consumption, especially animal protein, as well as changes in healthier eating habits. It is hoped that this activity can contribute to efforts to reduce the prevalence of stunting in the area.
Karakteristik dan Uji Ketahanan Zat Warna Alam Musa balbisiana Colla Sumadewi, Ni Luh Utari; Dylla Hanggaeni Dwi Puspaningrum; I Made Gde Sudyadnyana Sandhika
JURNAL QUIMICA Vol 4 No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Kimia, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jq.v4i2.6808

Abstract

Dalam penelitian ini dilakukan pengujian karakteristik dari bonggol pisang klutuk (Musa balbisiana Colla.) dan dilakukan juga uji ketahanan zat warnanya. Dalam penentuan karakteristik zat warna dilakukan uji rendemen, uji kadar abu, uji fitokimia kemudian dilakukan pengujian ketahanan zat warna dengan proses pencucian berulang menggunakan detergen dan dijemur pada terik matahari. Tujuan dari dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik dari sampel zat warna yang digunakan dan untuk mengetahui ketahanan warnanya. Hasil dari karakteristik dengan uji rendemen yaitu sebesar 2,19%, kadar abu 0,318%, kadar air 6,35% dan uji fitokimia mengandung metabolit sekunder flavonoid dan tanin. Hasil uji ketahanan warna dilakukan dengan pencelupan kemudian diberi perlakuan dan setelah itu dilakukan proses pencucian dengan menggunakan deterjen dan penjemuran langsung dibawah terik matahari dapat dikatakan bahwa warna yang diberikan mordan lebih tahan dibandingkan dengan warna yang tidak diberikan mordan.. Analisa kandungan boraks terlihat bahwa tidak terjadi perubahan warna sehingga disimpulkan bahwa keseluruhan sampel yang digunakan tidak mengandung boraks.
Edukasi Kesehatan Mental dan Latihan Relaksasi Kepada Peserta Pengelolaan Penyakit Kronis di Puskesmas 1 Denpasar Utara Yudha, Ni Luh Gde Ari Natalia; Nyandra, Made; Kurniati, Ni Made; Hardy, I Putu Dedy Kastama; Martini, Ni Ketut; Sugianto, Made Agus; Putri, Kadek Fina Aryani; Purnawan, I Nyoman; Astuti, Ni Putu Widya; Sumadewi, Ni Luh Utari; Suarjana, Nyoman
Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat (Pamas) Vol 9, No 2 (2025): Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat (PAMAS)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM Universitas Respati Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/pamas.v9i2.3951

Abstract

Prolanis merupakan upaya pengelolaan penyakit kronis yang diselenggarakan di fasilitas kesehatan primer. Penanganan masalah kesehatan mental belum diselenggarakan dalam kegiatan Prolanis karena keterbatasan sumber daya yang dimiliki serta belum ada bentuk kegiatan yang bisa diadopsi untuk penanganan kesehatan mental. Tujuan kegiatan ini yakni memberikan pelatihan tentang kesehatan mental dan relaksasi kepada peserta Prolanis. Manfaat kegiatan ini yakni meningkatkan kesehatan peserta Prolanis baik fisik maupun mental. Kegiatan pelatihan dilaksanakan di Puskesmas I Denpasar Utara pada bulan Oktober 2023. Materi dan pelatihan diberikan oleh tim dosen program studi yang diselenggarakan di Puskesmas 1 Denpasar Utara. Sebanyak 26 orang peserta Prolanis diberikan edukasi kesehatan mental dan pelatihan relaksasi. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan mengukur tingkat pengetahuan, tekanan darah dan gerakan relaksasi yang telah diajarkan. Hasil pengabdian masyarakat dapat meningkatkan pengetahuan sebesar 2,321 sedangkan status kesehatan peserta yang diukur dari tekanan darah menunjukkan 73% peserta memiliki tekanan darahnya tidak normal namun peserta mampu menghafalkan gerakan relaksasi sebesar 85%. Berdasarkan hasil tersebut yang dapat disarankan yakni perlunya peserta melakukan pengelolaan penyakit sesuai panduan pengelolaan penyakit dan pengelolaan kesehatan mental dengan melakukan gerakan relaksasi secara rutin. Kata kunci: Edukasi Kesehatan Jiwa, Pelatihan Relaksasi
Uji Aktivitas Antimikroba Variasi Konsentrasi Ekstrak Etanol Bonggol Pisang Batu (Musa balbisiana Colla) Anggraeni, Ni Kadek Irma; Sumadewi, Ni Luh Utari; Permatasari, Anak Agung Ayu Putri
JURNAL QUIMICA Vol 6 No 2 (2024)
Publisher : Program Studi Kimia, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jq.v6i2.8525

Abstract

Antibiotik umumnya digunakan untuk menangani penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri patogen. Namun, meningkatnya kasus resistensi terhadap berbagai jenis antibiotik mendorong pencarian alternatif baru, salah satunya melalui pemanfaatan tanaman yang mengandung senyawa antimikroba. Pisang batu (Musa balbisiana Colla) merupakan tanaman yang diketahui memiliki berbagai khasiat kesehatan. Buah dan kulitnya berfungsi sebagai penurun panas, antiradang, penawar racun, peluruh kencing, serta antibakteri, sementara bagian bonggol berpotensi dimanfaatkan sebagai agen antimikroba. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan, terdiri atas tiga variasi konsentrasi ekstrak bonggol pisang batu (25%, 50%, 75%) serta dua kontrol, yaitu kontrol negatif (etanol) dan kontrol positif (Gentamicin). Setiap perlakuan diulang tiga kali, sehingga diperoleh total 15 unit percobaan dengan metode difusi sumuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak bonggol pisang batu lebih efektif menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus dibandingkan Escherichia coli, dengan aktivitas terbaik ditunjukkan pada konsentrasi 75% terhadap S. aureus, meskipun masih tergolong kategori lemah. Aktivitas kontrol positif terhadap E. coli lebih tinggi dibandingkan terhadap S. aureus, dan seluruh perlakuan kontrol positif termasuk dalam kategori sedang. Sementara itu, konsentrasi 25% tidak menunjukkan zona hambat pada kedua bakteri.
HUBUNGAN SANITASI LINGKUNGAN FISIK RUMAH DENGAN KEJADIAN PENYAKIT INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT DI UPTD PUSKESMAS MENGWI III KABUPATEN BADUNG BALI TAHUN 2022 Heretringgi, Rode; Astuti, Ni Putu Widya; Sumadewi, Ni Luh Utari
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 2 No. 3 (2023): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v2i3.2687

Abstract

Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) adalah infeksi yang melibatkan organ saluran pernapasan bagian atas dan bagian bawah yang dapat menyebabkan berbagai macam penyakit dari infeksi ringan sampai berat ISPA termasuk Air Bone Diseanse yang penularan penyakitnya melalui udara. Tujuan penelitian ini Untuk mengetahui hubungan sanitasi lingkungan fisik rumah dengan kejadian infeksi saluran pernapasan akut di wilayah UPTD Puskesmas Mengwi III kabupaten Badung Bali tahun 2022. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross-sectional. Penelitian ini dilakukan di puskesmas mengwi III pada bulan juni 2022 terdapat 54 sampel dengan melakukan observasi menggunakan instrument kuesioner peneltian. Dengan mengunakan uji chi-square sebagai analisis bivariate. Berdasarkan hasil analisis data didapatkan bahwa nilai signifikan sebesar 0,168> 0,05, yang artinya sanitasi lingkungan fisik rumah tidak ada hubungan dengan kejadian penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut di UPTD Puskesmas Mengwi III Kabupaten Badung Bali tahun 2022.
Uji Fitokimia dan Aktivitas Antibakteri Infusa Bonggol Pisang Batu (Musa Balbisiana Colla) terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus Aureus Dan Escherichia Coli Rizky, Istiqomah Novia; Sumadewi, Ni Luh Utari; Permatasari, Anak Agung Ayu Putri
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 2 No. 3 (2023): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v2i3.2701

Abstract

Kontaminasi bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli menyebabkan berbagai penyakit infeksi seperti pada saluran pencernaan hingga meningitis. Pemberian antibioti umum digunakan menangani penyakit infeksi. S. aureus dan E.coli telah dilaporkan memiliki resistensi tinggi terhadap antibiotik. Pisang batu (Musa balbisiana Colla) memiliki senyawa yang berpotensi menghambat pertumbuhan bakteri. Bagian buah pisang batu biasa digunakan masyarakat sebagai obat tradisional namun pada bagian bonggol belum dimanfaatkan secara maksimal. Masyarakat secara umum belum mengetahui manfaat bonggol pisang batu di bidang kesehatan, sehingga perlu dilakukan penelitian mengenai aktivitas antibakteri infusa bonggol pisang batu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan senyawa yang dapat bertindak sebagai antibakteri dan aktivitas antibakteri infusa bonggol pisang batu (M. balbisiana Colla). Jenis penelitian ini eksperimental laboratorik secara in vitro dengan 4 perlakuan pada setiap kelompok pelarut, yaitu perlakuan menggunakan pelarut polar (etanol) dan pelarut non-polar (n-heksana) dan 2 perlakuan kelompok kontrol yaitu etanol dan n-heksana sebagai kontrol (-), gentamisin sebagai kontrol (+). Pengujian yang dilakukan meliputi uji fitokimia dan uji daya hambat antibakteri dengan metode sumuran. Hasil uji fitokimia menunjukkan infusa bonggol pisang batu (M. balbisiana Colla) pelarut etanol memiliki senyawa aktif berupa flavonoid dan tanin, pelarut n-heksana memiliki kandungan senyawa aktif berupa flavonoid, triterpenoid. Data hasil uji antibakteri menunjukkan infusa pelarut n-heksana mengasilkan daya hambat sebesar 3,16 mm terhadap bakteri S.aureus dan E.coli.
Skrining Fitokimia dan Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Pala (myristica fragrans h.) terhadap Pertumbuhan Bakteri Streptococcus Mutans Permatasari, A. A. Ayu Putri; Sukanadi, I Made; Sumadewi, Ni Luh Utari
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 2 No. 3 (2023): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v2i3.2703

Abstract

Streptococcus mutans merupakan bakteri flora normal yang terdapat di dalam rongga mulut. Dalam keadaan tertentu bakteri ini mampu berubah menjadi patogen. Salah satu tanaman yang memiliki potensi sebagai anti mikroba yaitu dalam pala, dimana daun pala ini memiliki senyawa yang bersifat antibakteri diantaranya saponin, triterpenoid, tanin, dan flavonoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol pada daun pala (Myristica fragrans H.). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 3 kali ulangan. 5 perlakuan ekstrak etanol dengan konsentrasi 10%, 20%, 30%, dan 2 kontrol menggunakan aquades sebagai pembanding kontrol negatif dan ciprofloxacin sebagai pembanding kontrol positif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun pala memiliki aktivitas antibakteri terkuat pada konsentrasi 10% dan 20%. Dan hasil uji statistic menunjukan signifikan dalam menghambat pertumbuhan bakteri streprococcus mutans dengan p= 0,00 (p<0,05). Hasil uji fitokimia pada ekstrak etanol daun pala menunjukan adanya bahan kimia tepenoid antimikroba, alkaloid, dan fenolik, yang merupakan zat metabolit sekunder.
The Potential Development of Pararem for Tobacco Control in Dalung Village Badung Regency Kurniati, Ni Made; Astuti, Ni Putu Widya; Purnawan, I Nyoman; Primatanti, Putu Asih; Kharisma, Putu Anastasia; Sumadewi, Ni Luh Utari; Suarjana, Nyoman; Komang Sriwisani S
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 4 No. 1 (2025): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v4i1.4236

Abstract

Places of worship and public spaces are areas located within traditional village environments and are regulated under the No Smoking Area (KTR) Regional Regulation at both the Bali Province and Badung Regency levels. Most community activities, particularly among the Balinese population, take place within traditional village settings. This study aims to explore the potential for developing pararem (customary rules) to control the dangers of smoking in Dalung Village, an urban-area village with various activities held in places of worship and public spaces. This qualitative research explores the potential for developing Pararem to control smoking hazards in Dalung Village. Community leaders in Dalung stated that smoking is still frequently observed during religious ceremonies and public activities in the village. All respondents perceived that smoking behavior in the community negatively impacts the health of non-smokers. Pararem has strong potential to be developed as a more binding and respected form of smoking control in villages. With support from the government, relevant institutions, and academics, the development of pararem can begin. However, the process of formulating and aligning it with the provisions of the awig-awig (village customary laws) requires a lengthy process and consensus from village residents.
Program Peningkatan Hygiene dan Sanitasi Pada Warung Makan Nasi Ayam Betutu di Banjar Cengkok, Desa Baha, Kecamatan Mengwi Kabupaten Badung Bali Sumadewi, Ni Luh Utari; Puspaningrum, Dylla Hanggaeni Dyah
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 2 No. 1 (2018): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.143 KB) | DOI: 10.36002/jpd.v2i1.564

Abstract

ABSTRAKPengabdian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan pada mitra belum memiliki pengetahuan yang cukup tentang hygiene penjamah makanan dan pentingnya sanitasi lingkungan disekitar warung makan serta kurangnya fasilitas sanitasi yang mereka miliki. Berdasarkan hasil pengabdian yang dilakukan dengan penyuluhan dan pendampingan tentang pentingnya hygiene penjamah makanan dan sanitasi lingkungan sekitar warung, pengetahuan mitra semakin bertambah dengan persentase sebesar 89,6% dan sanitasi pada lingkungan sekitar warung setelah dilengkapi fasilitas sanitasinya dengan persentase sebesar 74,3%.Kata kunci : sanitasi penjamah makanan, sanitasi lingkungan.ABSTRACTThe background of this devotion is partner does not have any knowledge about the importance of personal hygiene and environmental sanitation around food stalls and lack of sanitary facilities that they have. Based on the results of devotion done Based on the results of the service is done with guidance and mentoring on the importance of personal hygiene and environmental sanitation around the stall, knowledge partners increased with the percentage of 89.6% and sanitation on the environment around the stall after equipped facilities with the percentage of 74.3%.Keywords : personal hygiene, environmental sanitation