cover
Contact Name
Yulida Amri, S.Pd., M.PKim
Contact Email
yulidaamri@unsam.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
mipakimia@unsam.ac.id
Editorial Address
Program Studi Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Samudra, Jalan Prof. Syarief Thayeb, Meurandeh, Langsa-Aceh, 24416
Location
Kota langsa,
Aceh
INDONESIA
Quimica : Jurnal Kimia Sains dan Terapan
Published by Universitas Samudra
ISSN : 27160963     EISSN : 27161218     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Quimica diterbitkan dua kali dalam setahun (April dan Oktober) oleh Program Studi Kimia, Fakultas Teknik Universitas Samudra. Jurnal Quimica menerima/memuat artikel-artikel yang berkaitan dengan kimia baik dari hasil penelitian atau review artikel. Ruang lingkup kajian meliputi Kimia Analisis, Biokimia, Kimia Organik, Kimia Fisik, Kimia Anorganik, dan Kimia Terapan. Artikel yang dikirimkan ke Jurnal Quimica belum pernah dipublikasikan atau dalam proses submit/review pada jurnal lainnya.
Articles 82 Documents
Perbandingan Efisiensi Microwave-Assisted Hydrodistillation (MAHD) pada Ekstraksi Minyak Atsiri Jahe Segar dan Kering: Kajian Pengaruh Daya dan Waktu Faisal Faisal; Iqbal Kamar; Misbul Hadi; Selly Malia; Latifah Hanum
Quimica: Jurnal Kimia Sains dan Terapan Vol 8 No 2 (2026)
Publisher : Program Studi Kimia, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jq.v8i2.15204

Abstract

Jahe (Zingiber officinale) merupakan komoditas rempah bernilai ekonomi tinggi yang kaya akan minyak atsiri, namun pemanfaatannya masih terkendala efisiensi metode ekstraksi konvensional. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh daya microwave (300, 450, dan 600 W) dan waktu ekstraksi (15–22 menit) terhadap yield dan profil senyawa minyak atsiri jahe segar dan kering menggunakan metode Microwave-Assisted Hydrodistillation (MAHD), sekaligus menentukan kondisi operasi optimum berdasarkan analisis kinetika ekstraksi orde satu. Yield tertinggi pada jahe segar diperoleh pada 600 W, 22 menit (0,69%), sedangkan pada jahe kering yield tertinggi tercapai pada 600 W/20 menit (0,89%) sebelum menurun menjadi 0,83% pada 22 menit akibat degradasi termal, sehingga 20 menit ditetapkan sebagai kondisi optimum untuk jahe kering. Analisis kinetika orde satu menghasilkan konstanta laju ekstraksi (k) berkisar 0,276–0,651 menit⁻¹ dengan koefisien determinasi (R²) 0,954–0,982, dan menunjukkan bahwa jahe kering pada 600 W memiliki laju ekstraksi tercepat (waktu paruh 1,06 menit). Pengamatan SEM mengonfirmasi bahwa peningkatan daya microwave menyebabkan kerusakan struktur dinding sel yang lebih besar, mendukung peningkatan yield yang teramati.
Nanopartikel Perak Berbasis Sintesis Hijau: Prinsip Sintesis, Karakterisasi, Mekanisme Antimikroba, Aplikasi Biomedis, Toksisitas, dan Arah Pengembangan Rizki Damayanti; Rahayu Rahayu; Tisna Harmawan; Arissa Sabilla
Quimica: Jurnal Kimia Sains dan Terapan Vol 8 No 2 (2026)
Publisher : Program Studi Kimia, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jq.v8i2.15369

Abstract

Nanopartikel perak (AgNPs) merupakan nanomaterial multifungsi yang menarik perhatian luas karena kombinasi sifat plasmonik, luas permukaan tinggi, dan aktivitas antimikroba yang kuat. Artikel ulasan ini merangkum prinsip sintesis AgNPs secara fisika, kimia, dan sintesis hijau, dengan penekanan pada sintesis hijau berbasis ekstrak tumbuhan yang memanfaatkan senyawa fenolik dan flavonoid sebagai agen pereduksi sekaligus penstabil (capping agent). Karakterisasi AgNPs dibahas secara multidimensional melalui UV–Vis, TEM/SEM, DLS, zeta potential, XRD, dan FTIR/XPS untuk mengungkap ukuran, morfologi, struktur kristal, dan kimia permukaan nanopartikel. Kajian menunjukkan bahwa aktivitas antibakteri AgNPs bersifat multitarget, meliputi interaksi dan kerusakan membran sel, pembentukan reactive oxygen species (ROS), pelepasan ion Ag⁺, serta gangguan protein dan DNA, yang secara bersamaan berkontribusi terhadap efek bakterisidal terhadap mikroorganisme patogen maupun multidrug-resistant. Ulasan ini juga membahas aplikasi biomedis AgNPs, khususnya sebagai wound dressing dan agen antiinflamasi, serta pemanfaatannya dalam kemasan antimikroba dan pengolahan air. Namun, potensi toksisitas terhadap sel mamalia dan risiko munculnya resistensi mikroba terhadap perak menegaskan bahwa AgNPs bukan solusi tunggal dan memerlukan pendekatan berbasis risiko. Tantangan utama dalam sintesis hijau adalah variabilitas komposisi ekstrak tumbuhan yang memengaruhi reproduktibilitas nanopartikel yang dihasilkan. Ulasan ini menyimpulkan bahwa pengembangan AgNPs ke depan perlu mengintegrasikan standardisasi sintesis, karakterisasi multidimensional, dan analisis structure–activity relationship agar diperoleh material dengan aktivitas biologis tinggi, keamanan, dan stabilitas yang dapat dikendalikan.