cover
Contact Name
Yulida Amri, S.Pd., M.PKim
Contact Email
yulidaamri@unsam.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
mipakimia@unsam.ac.id
Editorial Address
Program Studi Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Samudra, Jalan Prof. Syarief Thayeb, Meurandeh, Langsa-Aceh, 24416
Location
Kota langsa,
Aceh
INDONESIA
Quimica : Jurnal Kimia Sains dan Terapan
Published by Universitas Samudra
ISSN : 27160963     EISSN : 27161218     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Quimica diterbitkan dua kali dalam setahun (April dan Oktober) oleh Program Studi Kimia, Fakultas Teknik Universitas Samudra. Jurnal Quimica menerima/memuat artikel-artikel yang berkaitan dengan kimia baik dari hasil penelitian atau review artikel. Ruang lingkup kajian meliputi Kimia Analisis, Biokimia, Kimia Organik, Kimia Fisik, Kimia Anorganik, dan Kimia Terapan. Artikel yang dikirimkan ke Jurnal Quimica belum pernah dipublikasikan atau dalam proses submit/review pada jurnal lainnya.
Articles 79 Documents
Analisis Formalin dari Ikan Asin di Kota Langsa Mastura; Anisa Hana Irfa; Lisa, Nur Elisa Arianti
JURNAL QUIMICA Vol 7 No 1 (2025)
Publisher : Program Studi Kimia, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jq.v7i1.12571

Abstract

Formalin adalah bahan kimia yang sering digunakan untuk mengawetkan jaringan, namun penggunaannya dalam makanan dilarang. Formalin, yang juga dikenal sebagai formaldehid, merupakan zat yang tidak diperbolehkan penggunaannya dalam bahan makanan. Adanya larangan menggunakan formalin pada makanan belum sepenuhnya dipatuhi, terbukti dengan masih ditemukannya ikan asin yang mengandung formalin. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar formalin dalam ikan asin yang diperoleh dari Kota Langsa. Proses pengujian dilakukan menggunakan metode eksperimen laboratorium yang melibatkan tiga jenis sampel ikan asin; kepala batu (Osmeridae), ikan kerapu (Epinephelinae), dan ikan talang (Scomberoides lysan). Uji kandungan formalin dilakukan secara kualitatif menggunakan larutan kalium permanganat (KMnO4 ) dan reagen Nash. Hasil dari uji kualitatif menunjukkan bahwa ketiga sampel ikan asin positif mengandung formalin. Sementara itu berdasarkan analisis dengan spektrofotometri UV-Vis menunjukkan bahwa sampel ikan asin talang memiliki kandungan formalin yang lebih tinggi.
Skrining Fitokimia Ekstrak Etanol Bubuk Kopi Arabika Takengon Indah Vivi Octavia Silalahi; Hestina; Rizki Damayanti; Rahayu
JURNAL QUIMICA Vol 7 No 2 (2025)
Publisher : Program Studi Kimia, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jq.v7i2.12456

Abstract

Indonesia adalah negara berkembang yang mengekspor kopi terbesar di dunia sehingga sangat perlu dikaji kandungan metabolit skunder yang terdapat di dalamnya, khususnya kopi arabika. Sampel bubuk kopi yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari Takengon. Takengon adalah ibu kota Aceh tengah penghasil kopi arabika. Penduduk takengon pada umumnya menikmati bubuk kopi yang mereka olah sendiri secara tradisional. Penelitian ini melaporkan hasil uji skrining pada ekstrak etanol bubuk kopi Aceh Tengah yang di olah secara tradisional. Uji fitokimia yang dilakukan diantaranya uji alkaloid, flavonoid, tanin, terpenoid. Hasil skrining menunjukkan semua senyawa metabolit yang diuji terkandung di dalam ekstrak bubuk kopi arabika. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi studi awal penentuan uji aktivitas antioksidan bubuk kopi khas Takengon.
Preparasi Arang dari Kulit Jengkol (Pithecellobium jiringa) sebagai Adsorben Logam Timbal (Pb) Hayati, Deli; Harmawan, Tisna; Amri, Yulida
JURNAL QUIMICA Vol 7 No 2 (2025)
Publisher : Program Studi Kimia, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jq.v7i2.13179

Abstract

Kualitas air sebagai sumber daya alam esensial yang menopang seluruh kehidupan menjadi salah satu ancaman serius dalam pencemaran oleh logam berat, khususnya timbal (Pb). Limbah kulit jengkol, yang merupakan lapisan luar buah jengkol, berpotensi untuk diolah menjadi arang yang berfungsi sebagai adsorben untuk menyerap logam Pb. Proses adsorpsi menggunakan adsorben berbasis arang merupakan metode yang efektif untuk menurunkan konsentrasi ion logam Pb. Penelitian ini bertujuan untuk proses karbonasi arang kulit jengkol pada suhu 350°C dengan waktu 30 menit menggunakan furnace sebagai adsorben logam Pb. Karakterisasi material dilakukan dengan Fourier-Transform Infrared (FTIR), yang hasilnya mengindikasikan adanya reduksi pada ikatan O-H dan pelepasan hidrogen yang signifikan dari ikatan C-H selama proses aktivasi. Analisis konsentrasi Pb sebelum dan sesudah proses adsorpsi menggunakan Atomic Absorption Spectroscopy (AAS) menunjukkan penurunan dari 15 mg/L menjadi 3,9019 mg/L. Berdasarkan data tersebut, kapasitas adsorpsi arang kulit jengkol terhadap ion Pb dihitung sebesar 1,8497 mg/g atau 73,98%.
Analisis Perubahan Struktur Mineral Tanah Akibat Reaksi Kimia antara Lempung dan Kapur pada Kondisi Kelembapan Tinggi Sabilla, Arissa; Rikza, Rikza; Alfisyahrin, Alfisyahrin; Masthura, Masthura; Rizky, Sari; Damayanti, Rizki
JURNAL QUIMICA Vol 7 No 2 (2025)
Publisher : Program Studi Kimia, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jq.v7i2.13354

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan struktur mineral tanah akibat reaksi kimia antara lempung dan kapur pada kondisi kelembapan tinggi dengan memanfaatkan data sekunder hasil uji laboratorium terdahulu. Analisis difokuskan pada hubungan antara variasi kadar kapur terhadap perubahan sifat mekanik dan mekanisme kimia yang mendasarinya. Bahan penelitian berupa tanah lempung berplastisitas tinggi (CH) yang distabilisasi menggunakan kapur padam (Ca(OH)₂) pada kadar 0%, 2%, 4%, 6%, 8%, 10%, dan 12% dari berat kering tanah. Hasil pengujian menunjukkan bahwa penambahan kapur hingga kadar optimum 6% meningkatkan nilai sudut geser dalam (ϕ) dari 20,545° menjadi 39,330°, serta kohesi (c) dari 1,505 t/m² menjadi 2,080 t/m². Peningkatan kekuatan ini disebabkan oleh terbentuknya senyawa Calcium Silicate Hydrate (CSH) dan Calcium Aluminate Hydrate (CAH) hasil reaksi pozzolanisasi antara ion Ca²⁺ dari kapur dan mineral silikat–aluminat dari tanah lempung. Kelembapan tinggi mempercepat proses difusi ion dan pembentukan senyawa pengikat tersebut, sehingga struktur tanah menjadi lebih rapat dan kaku. Namun, pada kadar kapur di atas 10%, reaksi kimia tidak berjalan efektif karena terbentuk lapisan jenuh Ca(OH)₂ yang menghambat difusi ion. Secara geoteknis, kondisi optimum tercapai pada kombinasi kadar kapur 6–8% dengan kelembapan tinggi yang terkontrol, yang mampu meningkatkan kekuatan geser dan menurunkan plastisitas tanah secara signifikan.
Efek Komposisi NaCl dan Sulfur terhadap Struktur Mikro dan Kekuatan Geser Tanah Pasir Sabilla, Arissa; Rikza; Sinurat, Dian Aswatul; Siregar, Putri Fikadilah; Juanda, Ari; Yosantia, Muhammad Ferah; Muammar, Rajib; Damayanti, Rizki
JURNAL QUIMICA Vol 7 No 2 (2025)
Publisher : Program Studi Kimia, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jq.v7i2.13356

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh komposisi campuran garam dapur (NaCl) dan belerang (S) terhadap perubahan struktur mikro serta peningkatan kekuatan geser tanah pasir berlempung (SC). Penelitian menggunakan pendekatan analisis deskriptif berbasis data sekunder dari hasil uji kuat geser langsung (Direct Shear Test) pada tanah pasir yang distabilisasi dengan variasi campuran 6% sulfur dan 6–12% NaCl. Hasil analisis menunjukkan bahwa campuran 6% sulfur dan 12% NaCl menghasilkan peningkatan nilai kohesi sebesar ±58%, sudut geser dalam sebesar ±48%, dan tegangan geser maksimum sebesar ±155% dibandingkan tanah asli. Peningkatan kekuatan geser ini disebabkan oleh terbentuknya senyawa pozzolanik seperti Calcium Silicate Hydrate (C–S–H) dan ettringite yang memperkuat ikatan antar partikel tanah. Secara mikrostruktural, terjadi pemadatan partikel, penurunan porositas, serta peningkatan interlocking akibat interaksi ionik antara Na⁺, Cl⁻, dan SO₄²⁻ dengan mineral tanah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kombinasi NaCl dan sulfur dapat berfungsi sebagai bahan stabilisasi kimia efektif yang mampu meningkatkan kekuatan mekanik dan kestabilan mikrostruktur tanah pasir secara signifikan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan teknologi stabilisasi tanah berbasis reaksi kimia alami yang ramah lingkungan dan ekonomis.
Skrining Fitokimia Ekstrak Kulit Batang Timonius finlaysonianus (Wall. Ex G. Don) Hook Fitriani; Mastura; Ulil Amna
JURNAL QUIMICA Vol 7 No 2 (2025)
Publisher : Program Studi Kimia, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jq.v7i2.13359

Abstract

Timonius finlaysonianus adalah tumbuhan yang termasuk ke dalam famili Rubiaceae. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi senyawa metabolit sekunder yang terkandung dalam tumbuhan T. finlaysonianus dengan menggunakan tiga jenis pelarut yang memiliki tingkat kepolaran yang berbeda, yaitu n-heksana nonpolar), etil asetat (semi polar), dan etanol (polar). Identifikasi keberadaan senyawa metabolit sekunder dilakukan dengan metode skrining fitokimia. Hasil dari pengujian menunjukkan bahwa dari ketiga ekstrak dan juga sampel kering hanya mengandung senyawa flavonoid. Kandungan flavonoid yang paling kuat terdapat pada sampel kering dan juga ekstrak etanol T. finlaysonianus.
Nanokristal Selulosa dari Limbah Pertanian: Pengaruh Parameter Proses terhadap Struktur dan Sifat Material (Tinjauan Literatur) Rahayu Rahayu; Rizki Damayanti; Sari Rizky; Rauzah Munauwarah; Yulida Amri; Lidya Novita
JURNAL QUIMICA Vol 8 No 1 (2026)
Publisher : Program Studi Kimia, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jq.v8i1.14227

Abstract

Biomassa yang berasal dari limbah pertanian memiliki potensi signifikan sebagai bahan baku pengembangan material terbarukan. Salah satu pemanfaatan yang menjanjikan adalah sebagai prekursor dalam sintesis nanokristal selulosa (cellulose nanocrystals, CNC). Aplikasinya yang luas didukung oleh karakteristiknya yang unik seperti kristalinitas yang tinggi, kekuatan mekanik yang baik, biodegradabilitas, serta stabilitas termal yang relatif tinggi. Dalam proses sintesis CNC dari limbah pertanian, beberapa parameter sangat krusial untuk mendapatkan karakteristik yang diinginkan. Dalam kajian literatur ini, parameter sintesis seperti waktu dan suhu sintesis, konsentrasi asam pada proses hidrolisis, serta sumber biomassa menjadi perhatian utama yang dibahas. Lebih lanjut, studi ini menekankan korelasi antara parameter ini dan karakteristik material, khususnya sifat struktural dan morfologi CNC. Dengan pengembangan metode sintesis yang lebih efisien dan berkelanjutan, nanokristal selulosa yang diperoleh dari limbah pertanian memiliki prospek besar sebagai material ramah lingkungan untuk berbagai aplikasi di masa mendatang.
Pengaruh Modifikasi Silika pada Karbon Aktif Ampas Tebu terhadap Penurunan Kapasitas Adsorpsi Ion Fe(III) Mafira Tunnisa; Tisna Harmawan; Halimatussakdiah
JURNAL QUIMICA Vol 8 No 1 (2026)
Publisher : Program Studi Kimia, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jq.v8i1.14343

Abstract

Ampas tebu merupakan limbah biomassa potensial yang dapat dikonversi menjadi karbon aktif untuk remediasi logam berat dalam air limbah. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis dan mengkarakterisasi karbon aktif ampas tebu (KA-AT) serta komposit silika-karbon aktif (Silika-KA-AT), serta mengevaluasi kinerjanya dalam adsorpsi ion Fe(III) pada berbagai variasi pH dan waktu kontak. Karakterisasi FTIR mengonfirmasi keberadaan gugus fungsi hidroksil (O-H), karbonil (C=O), dan aromatik (C=C) pada KA-AT, sementara keberhasilan modifikasi silika dibuktikan oleh munculnya pita serapan siloksan (Si-O-Si) pada bilangan gelombang 1111,00 cm⁻¹. Hasil analisis AAS menunjukkan bahwa kondisi adsorpsi optimum untuk KA-AT tercapai pada pH 7 dengan waktu kontak 140 menit, menghasilkan kapasitas adsorpsi sebesar 0,7979 mg/g dan efisiensi penyisihan 99,75%. Sebaliknya, komposit Silika-KA-AT mencapai kondisi optimum pada pH 6 dengan waktu kontak 130 menit, dengan kapasitas yang lebih rendah yaitu 0,6375 mg/g (efisiensi 99,62%). Meskipun terjadi penurunan kapasitas spesifik, kedua adsorben mendemonstrasikan efektivitas yang sangat tinggi dalam menurunkan konsentrasi Fe(III) hingga mencapai ambang batas aman
Simulasi DFT/TD-DFT untuk Analisis Sifat Anti-UV pada Turunan Kuersetin Termodifikasi Gugus Metoksi Farrel Aldwinarta
JURNAL QUIMICA Vol 8 No 1 (2026)
Publisher : Program Studi Kimia, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jq.v8i1.13648

Abstract

Paparan sinar UV dapat menyebabkan kerusakan kulit, sehingga pengembangan senyawa anti-UV menjadi penting. Kuersetin dan turunannya merupakan kandidat potensial karena aktivitas fotoprotektifnya. Penelitian ini memodifikasi struktur kuersetin melalui substitusi gugus hidroksil dengan gugus metoksi untuk meningkatkan sifat penyerapan UV. Penelitian ini mengkaji tiga turunan kuersetin tersubstitusi metoksi ganda pada C8 dan C14 yang divariasi dengan menambahkan substitusi metoksi tunggal pada posisi C1 (DMQ2m), C6 (DMQ3m), dan C15 (DMQ4m) menggunakan metode Density Functional Theory (DFT) dan Time-Dependent DFT (TD-DFT) dengan basis set B3LYP/def2-SVP. Parameter yang dianalisis meliputi geometri molekul, momen dipol, energi celah HOMO-LUMO, dan spektrum UV-Vis. Hasil menunjukkan bahwa substitusi metoksi meningkatkan momen dipol seluruh turunan dibandingkan nDMQ (4,208 D). DMQ2m memiliki energi celah paling rendah (3,747 eV) dan puncak absorpsi paling panjang (343 nm), diikuti DMQ3m (4,063 eV; 321 nm) dan DMQ4m (4,074 eV; 318 nm). Hasil penelitian menunjukkan bahwa turunan kuersetin termodifikasi dengan substitusi metoksi pada posisi C3, C5, C7, dan C4' (DMQ2m) memiliki potensinya sebagai senyawa anti-UV.