cover
Contact Name
Yulida Amri, S.Pd., M.PKim
Contact Email
yulidaamri@unsam.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
mipakimia@unsam.ac.id
Editorial Address
Program Studi Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Samudra, Jalan Prof. Syarief Thayeb, Meurandeh, Langsa-Aceh, 24416
Location
Kota langsa,
Aceh
INDONESIA
Quimica : Jurnal Kimia Sains dan Terapan
Published by Universitas Samudra
ISSN : 27160963     EISSN : 27161218     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Quimica diterbitkan dua kali dalam setahun (April dan Oktober) oleh Program Studi Kimia, Fakultas Teknik Universitas Samudra. Jurnal Quimica menerima/memuat artikel-artikel yang berkaitan dengan kimia baik dari hasil penelitian atau review artikel. Ruang lingkup kajian meliputi Kimia Analisis, Biokimia, Kimia Organik, Kimia Fisik, Kimia Anorganik, dan Kimia Terapan. Artikel yang dikirimkan ke Jurnal Quimica belum pernah dipublikasikan atau dalam proses submit/review pada jurnal lainnya.
Articles 76 Documents
Skrining Fitokimia Daun Sirih Cina (Peperomia pellucida L.) dari Kecamatan Bireun Bayeun, Aceh Timur Permadani, Arsyka; Nikmah, Hidayatun; Halimatussakdiah, Halimatussakdiah; Mastura, Mastura; Amna, Ulil
JURNAL QUIMICA Vol 6 No 1 (2024)
Publisher : Program Studi Kimia, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jq.v6i1.10259

Abstract

Tanaman daun sirih cina (Peperomia pellucida L.) merupakan tanaman rumput liar yang banyak tumbuh di lahan tidak rata, di celah-celah batu, bahkan di lingkungan hutan, yang banyak digunakan sebagai obat tradisional khususnya di Indonesia. Tanaman ini termasuk dalam famili Piperaceae dan memiliki sifat antibiotik, antibakteri, analgesik, antiinflamasi, antijamur, antikanker, antioksidan, dan antihipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder pada tanaman daun sirih cina (P. pellucida L.). Berdasarkan uji fitokimia yang dilakukan, daun sirih mengandung senyawa golongan steroid, triterpenoid, fenol,tanin, dan flavonoid.
Identifikasi Asam Mefenamat pada Jamu Pegal Linu di Pasar Tradisional Kota Langsa Mastura; Fitriani; Permadani, Arsyka; Maryam, Pipit
JURNAL QUIMICA Vol 5 No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Kimia, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jq.v5i1.10310

Abstract

Jamu merupakan salah satu jenis obat tradisional yang dapat dikatakan sangat tergolong papuler dikalangan masyarakat. Saat ini jamu banyak sekali diproduksi oleh usaha rumahan yang dapat dikatakan bisa memenuhi ketersediaan pasar. Seiring bertambahnya teknologi saat ini jamu banyak tersedia dalam bentuk cair, serbuk, pil, kapsul, maupun seduhan. Hal tersebut dapat menjadi pemicu berkembangnya jamu sebagai obat tradisional. Perkembangan teknologi tersebut juga dapat menjadi salah satu dampak sebagian masyarakat yang memproduksi jamu melakukan hal curang seperti dengan penambahan BKO (bahan kimia obat) guna untuk meningkatkan kecepatan jamu yang dijual bereaksi cepat. Contoh dari BKO yang dapat ditambahkan yaitu asam mefenamat. Efek samping dari penambahan asam mefenamat tersebut yaitu menyebabkan tukak lambung, trombositopenia, anemia hemolitik, diare, dan ruam kulit. Oleh karena itu tujuan dilakukannya penelitian ini yaitu untuk menginformasikan kepada masyarakat sebagai konsumen agar dapat berhati hati dalam pembelian jamu pegal linu yang tersebar dipasar tradisional Kota Langsa. Pada penelitian ini digunakan metode spektrofotometri UV-VIS. Hasil dari spektra yang terbaca yaitu pada Panjang gelombang (250 dan 350) untuk sampel A (3,631 dan 5,000), sampel B (3,630 dan 5,000), sampel C (3,626 dan 5,000), sampel larutan baku asam mefenamat (-0,398 dan 0,162). Ketiga sampel jamu tersebut tergolong aman dan tidak ada kandungan asam mefenamat.
Ekstraksi dan Skrining Fitokimia Bunga Kecombrang (Etlingera elatior (Jack.) RM Smith) dari Aceh Niaci, Sarah; Ramadhani, Helvy; Mardina, Vivi
JURNAL QUIMICA Vol 6 No 2 (2024)
Publisher : Program Studi Kimia, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jq.v6i2.8746

Abstract

Bunga kecombrang (Etlingera elatior) diketahui memiliki berbagai aktivitas biologis yang menjadikannya berpotensi sebagai bahan obat alami. Aktivitas tersebut mencakup sifat antikanker, antibakteri, antijamur, antiserangga, serta sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi senyawa metabolit sekunder pada bunga E. elatior asal Aceh. Proses ekstraksi dilakukan melalui metode maserasi bertingkat menggunakan pelarut n-heksana, etil asetat, dan metanol. Ekstraksi menghasilkan ekstrak kental sebanyak 20,3 g (n-heksana), 12,5 g (etil asetat), dan 8,2 g (metanol), dengan rendemen berturut-turut 6,76%; 4,16%; dan 2,73%. Hasil uji fitokimia menunjukkan adanya kandungan senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, dan fenol dalam masing-masing ekstrak.
Adsorpsi Logam Timbal (Pb) pada Air Sumur Bor Menggunakan Adsorben dari Limbah Cangkang Telur Ayam Rizaldi; Fajri, Rahmatul; Yulida Amri; Jofrishal
JURNAL QUIMICA Vol 7 No 1 (2025)
Publisher : Program Studi Kimia, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jq.v7i1.10303

Abstract

Air merupakan kebutuhan pokok manusia, hewan, dan tanaman dalam kehidupan sehari-hari. Logam yang terdapat pada air harus menjadi perhatian karna logam dalam jumlah tertentu dapat bersifat toksik. Menurut SNI No.7387/2009 kadar batas maksimum logam Pb pada air sumur yaitu sebesar 0,01 mg/L. Salah satu metode untuk meningkatkan kualitas air yaitu dengan cara adsorpsi menggunakan adsorben. Cangkang telur ayam memiliki gugus fungsi alkil (-CH), gugus stretching (OH), vibrasi ulur gugus karbonil (C=O) dan gugus CO32- yang dapat menyerap logam Pb yang terdapat pada air. Pembuatan adsorben dari cangkang telur ayam dilakukan dengan aktivasi kimia menggunakan NaOH 30% untuk membuka pori-pori pada cangkang telur ayam. Analisis kadar logam Pb dilakukan menggunakan Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS) dan gugus fungsional dianalisis menggunakan Fourier Transform Infra Red (FTIR). Penurunan kadar Pb menggunakan adsorben cangkang telur ayam sangat signifikan sehingga diperoleh kadar Pb terbaik 0,2331 ppm pada waktu kontak 60 menit. Berdasarkan hasil analisis gugus fungsi menggunakan FTIR Adsorben dari cangkang telur ayam memiliki gugus fungsi alkil (-CH), gugus stretching (OH), vibrasi ulur gugus karbonil (C=O) dan gugus CO32- . REFERENSI [1] Raziah, C., Zerlinda, P., Atika, R.L., Zuhra., Suhendrayatna., Sri, M. 2017. Penurunan Kadar Logam dalam Air Cadmium Menggunakan Adsorben Zeolite Alam Aceh. Jurnal Teknik Kimia USU. 6 (1) : 1-6 [2] Cecilia, N. A., Siti, M., Nur, L.,V. 2020 Partisipasi Masyarakat Dalam Program Penyediaan Air Bersih dan Sanitasi (Studi di Kecamatan Ujung Pangkah Kabupaten Gresik. Jurnal Pembangunan Berkelanjutan. 3(2): 27-31 [3] Santriani, Ningsih. P dan Ratman. 2016. Serbuk dari Limbah Cangkang Telur Ayam Ras Sebagai Adsorben Terhadap Logam Timbal (Pb). J. Akad. Kim. 5(3) : 103-108 [4] Hajar. E. W. I., Sitorus. R. S., Mulianingtias. N., Welean. F.J. 2016. Efektivitas adsorbs logam Pb dan Cd menggunakan media adsorben cangkang telur ayam . konversi. 5 (1) : 1-7 [5] Vania. M., Sunu. K., Novita. K.,I. 2018. Pemanfaatan Serbuk Cangkang Telur Ayam Sebagai Adsorben Logam Berat Kadmium (Cd) pada Limbah Cair Industri Batik Jetis Sidoarjo. Lentera Bio. Berkala Olmiah Biologi, 7(1), 39-43 [6] Makosim. S., Haifan. M., Setiaman. N. I. 2020. Kinerja Biosorben Cangkang Telur sebagai Pengadsorbsi Logam Berat Cr pada Limbah Industri. Jurnal IPTEK. 4(2): 56 – 63 [7] Aufa. R., Mawardi M. Pengaruh Variasi Konsentrasi NaOH Sebagai Alkali Aktivator Terhadap Kuat Tekan Semen Geopolimer Berbasis Tanah Napa. Periodic. Chemistry Journal of Universitas Negeri Padang. 11(2): 1-5 [8] Fauziah. U., Utami. B., Masyikuri. M. 2022. Adsorbsi Ion Cd dengan Kombinasi Adsorben Cangkang Telur-Tongkol Jagung Teraktivasi Menggunakan Metode Bacth. Seminar Nasional Kimia dan Pendidikan Kimia.13(1): 80-93 [9] Bertus,M.Y., Suherman, dan sabang, S.M. 2014 karakterisasi FTIR polib lend Adsorben serbuk biji buah kelor (Moringa Oleifera) dan cangkang ayam Ras untuk pengolahan air gambut di Daerah Palu Barat. Jurnal Akademik Kimia, 3 (1): 243-251. [10] Haqqi, Embun, Rahman. 2018. Studi awal kemampuan Adsorpsi komposit kulit telur ayam dengan sekam padi sebagai Adsorben metil orange. CHEESAN: Chemical Engineering Reseach Articles. 1(1): 15-0 [11] Zulfikar, M.A., Nofita., E., Hertadi,R., dan Djajanti, S.D. 2013. Renofal of humid acid from peat water using untreated powderet eggshell as a low cost adsorbent. Int. J. Efiran. SCI Technol., 10(1) : 1357-1366. [12] Mentik. H., Nida. N., Tiana. H., Nabilah. K., dan Fauzi. A. 2022. Sintesis Carbon Nanodots dari Molase Menggunakan Metode Pemanasan Terbantukan Gelombang Mikro. Equilibrium Journal of Chemical Engineering. 6(1): 31-35 [13] Putra, M. W. A., dan Widhiantara, I. G. 2015. Adsorption of Linear Alkyi benzene Sulfonate (LAS) on Eggshell powder, Natural B. 3(2) : 143-149. [14] Wardani, J.P., 2013. Exercise, W.T., 2017. Studi kinetika dan Isoterm Adsorpsi Timbal (11) pada kulit Jengkol (Pithecellobium Jiringan) Teraktifitas. 3(3): 252 – 257 [15] Maslahat, M., Taufiq, A. dan Subagja, P.W, 2015. Pemanfaatan Limbah Cangkang Telur sebagai adsorben untuk adsorpsi Logam Pb dan Cd. Jurnal Sains natural Universitas Nusa Bangsa. 5(1): 92-108.
Advancing the Production of Transparent Solid Soaps with Indonesian Natural Oils Zunita, Megawati; Yazid Bindar; Elvi Restiawaty; Syafira Pramesti; Mira Hayati
JURNAL QUIMICA Vol 7 No 1 (2025)
Publisher : Program Studi Kimia, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jq.v7i1.12389

Abstract

Soap is created by combining sodium or potassium bases with fatty acids derived from vegetable or animal fats. Commonly used fats in soap production include palm oil, coconut oil, soybean oil, and peanut oil. The characteristics of the fatty acid or oil, along with the proportions of caustic soda (NaOH or KOH) and water, play a crucial role in determining the quality of the soap. Transparent soap is a solid soap in the shape of a bar that becomes see-through after the addition of a transparent component. This study developed soap by blending natural oils from Indonesia (coconut oil, palm oil, and nyamplung oil (Calophyllum Inophyllum). In addition, glycerine and a granulated sugar solution were added to the soap. Several tests are used to characterize the soap's properties, such as transparency, water content, foam stability, and hardness. According to the test results, the most clear oil is a blend of 60% palm oil, 25% coconut oil, and 15% nyamplung oil, with a sugar-to-glycerine ratio of 1:1. The soap does not satisfy the acceptable standards due to its high water content. Palm oil soap contains the least amount of water, with a sugar-to-glycerine ratio of 3:1 and a water content of 30%. Coconut oil is noted for its stable foam and high hardness. The characteristics and weight of soap are what determine its quality. Palm oil in various ratios, such as 2:1, 1:2, and 1:3, combined with a blend of other oils, can produce a high-quality transparent soap that fits specified requirements
Revitalisasi Lahan Gersang dengan Limbah Dapur: Aplikasi Air Cucian Beras dan Kulit Bawang Xena Safara, Shelvya; Suci Ramadhani, Laili; Puspitasari, Dini; Isnaini Wiswari, Nova; Dian Roqobih, Fikky; Qosyim, Ahmad; Subekti, Hasan
JURNAL QUIMICA Vol 6 No 2 (2024)
Publisher : Program Studi Kimia, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jq.v6i2.11664

Abstract

Tanah gersang menjadi kendala utama dalam pertumbuhan tanaman karena kekurangan air dan unsur hara yang dibutuhkan selama fase awal pertumbuhan, terutama pada tahap perkecambahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas air cucian beras sebagai pupuk organik cair dalam mendukung proses perkecambahan pada tanah gersang serta mengkaji potensinya saat dikombinasikan dengan limbah kulit bawang merah. Penelitian dilakukan melalui studi literatur dengan pendekatan kualitatif dari berbagai sumber ilmiah yang relevan antara tahun 2015–2025 sebanyak 16 jurnal. Sumber literatur diperoleh melalui basis data online seperti Google Scholar, ResearchGate, dan portal jurnal universitas, dengan kata kunci “air cucian beras,” “kulit bawang merah,” “pupuk organik cair,” “pertumbuhan kecambah,” dan “tanah gersang.” Hasil kajian menunjukkan bahwa air cucian beras mengandung nutrisi penting seperti karbohidrat, vitamin B, fosfor, dan kalium yang mampu meningkatkan aktivitas enzim dan mendukung imbibisi. Sementara itu, kulit bawang merah kaya akan senyawa bioaktif seperti flavonoid, antosianin, auksin, dan giberelin yang mampu merangsang pembelahan dan pemanjangan sel. Kombinasi keduanya terbukti memberikan hasil pertumbuhan yang lebih tinggi secara konsisten dibandingkan perlakuan tunggal. Penelitian pada tanaman bayam, sawi, dan seledri menunjukkan peningkatan signifikan dalam tinggi tanaman, jumlah daun, dan bobot tanaman. Oleh karena itu, pemanfaatan limbah rumah tangga ini dapat menjadi alternatif pupuk cair yang murah, ramah lingkungan, dan efektif untuk pertanian berkelanjutan, khususnya di lahan marginal.
Pengembangan Formulasi Brush Makeup Cleanser Spray dari Ekstrak Serai Wangi (Cymbopogon nardus) Azizah Desti Ramadhani; Agrevinna, Mausa
JURNAL QUIMICA Vol 7 No 1 (2025)
Publisher : Program Studi Kimia, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jq.v7i1.12418

Abstract

Tujuan penelitian ini meliputi untuk: (1) menghasilkan rancangan pengembangan formulasi brush makeup cleanser spray dari ekstrak serai wangi; (2) menghasilkan cara pembuatan pengembangan produk brush makeup cleanser spray dari ekstrak serai wangi; (3) mengetahui kelayakan produk brush makeup cleanser spray dari ekstrak serai wangi. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development dengan model 4D: (1) define, meliputi analisis masalah tentang permasalahan pembersihan kuas makeup yang sering terjadi dan akibat yang ditimbulkan dan analisis kebutuhan di masyarakat terhadap produk pembersih kuas makeup; (2) design, meliputi perancangan formula pembuatan brush makeup cleanser spray ekstrak serai wangi (3) develop, tahap pengembangan meliputi pembuatan brush makeup cleanser spray, melakukan uji validasi produk; (4) disseminate, tahap penyebarluasan dilakukan uji pengguna dengan melibatkan 40 panelis yang terdiri dari masyarakat umum dan MUA. Penelitian ini berlangsung dari Agustus 2024 hingga Juni 2025 di Laboratorium Kimia Fakultas Vokasi Universitas Negeri Yogyakarta. Hasil penelitian ini adalah: (1) rancangan pengembangan formulasi brush makeup cleanser spray ekstrak serai wangi menghasilkan produk brush makeup cleanser spray ekstrak serai wangi 100 mL; (2) cara pembuatan brush makeup cleanser spray meliputi ekstraksi serai wangi, pembuatan produk dengan pencampuran dua fase air yaitu ekstrak serai wangi, PEG-7 glyceryl cocoate dengan gliserin, propilen glikol, natrium glukonat asam laktat; (3) kelayakan produk brush makeup cleanser spray dengan ekstrak serai wangi dari ahli produk ditunjukkan dengan nilai persentase 93% dan uji pengguna 94,55% yang disimpulkan produk dinilai sangat layak.
Identifikasi Golongan Darah pada Sampel Darah Kering dengan Metode Absorpsi-Elusi Sianturi, Elisna Putrision; Yulida Amri; Ulil Amna
JURNAL QUIMICA Vol 7 No 1 (2025)
Publisher : Program Studi Kimia, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jq.v7i1.10280

Abstract

Sistem ABO digunakan dalam pemeriksaan golongan darah dan sering diaplikasikan dalam forensik untuk menelusuri berbagai kasus kejahatan, kasus bencana, kasus kecelakaan, atau mencari bukti darah antara hubungan ayah dan anak. Studi ini dilakukan untuk pemeriksaan sampel darah kering dengan menggunakan metode absorpsi-elusi. Hasil studi diketahui pada golongan darah B terjadi proses aglutinasi positif, yaitu berupa adanya gumpalan halus, besar, halus, dan agak keruh. Pengamatan mikroskopis diketahui pada sampel B terjadi penumpukan sel darah merah. Hasil pemeriksaan tersebut dapat menyimpulkan bahwa metode absorpsi-elusi dapat digunakan untuk menentukan golongan darah pada sampel darah kering. Adanya aglutinasi menunjukkan pengelompokan darah. Dari hasil tes pemeriksaan, terjadi penimbunan (aglutinasi) sel darah merah pada kode B.
Analisis Kualitatif Senyawa Metabolit Sekunder dari Ekstrak Daun Kersen (Muntingia Calabura L.) Hasil Sokletasi Sederhana Siregar, Maritza Aurelia; Sibagariang, Zelin Novena; Athallah, Neysa Rahmi Badriyyah; Purwasih, Gati; Sofia
JURNAL QUIMICA Vol 6 No 2 (2024)
Publisher : Program Studi Kimia, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jq.v6i2.11755

Abstract

Daun kersen (Muntingia calabura L.) merupakan salah satu tanaman tropis yang banyak ditemukan di lingkungan sekitar dan dikenal memiliki beragam manfaat untuk kesehatan. Daun ini mengandung berbagai senyawa bioaktif seperti flavonoid, tanin, dan saponin yang berperan sebagai antioksidan, antibakteri, antiinflamasi, serta mendukung sistem imun tubuh. Secara tradisional, daun kersen digunakan untuk mengobati peradangan, infeksi, hipertensi, hingga gangguan pada sistem pencernaan. Namun, penelitian ilmiah mengenai pemanfaatannya masih terbatas sehingga diperlukan kajian lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk mengekstrak dan mengidentifikasi senyawa metabolit sekunder (saponin dan tanin) dari simplisia daun kersen yang diambil dari Kecamatan Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, menggunakan pelarut etanol 96%. Ekstraksi dilakukan melalui metode sokletasi sederhana dan menghasilkan 50 mL ekstrak berwarna hijau pekat. Hasil uji kualitatif menunjukkan adanya kandungan saponin yang ditunjukkan melalui terbentuknya busa stabil setelah penambahan HCl dan pengocokan, serta kandungan tanin yang ditandai dengan warna biru kehitaman setelah diteteskan larutan FeCl3. Kandungan senyawa tersebut memperkuat potensi daun kersen sebagai sumber bahan baku dalam pengembangan produk herbal alami maupun penelitian fitokimia lanjutan.
Uji Aktivitas Antimikroba Variasi Konsentrasi Ekstrak Etanol Bonggol Pisang Batu (Musa balbisiana Colla) Anggraeni, Ni Kadek Irma; Sumadewi, Ni Luh Utari; Permatasari, Anak Agung Ayu Putri
JURNAL QUIMICA Vol 6 No 2 (2024)
Publisher : Program Studi Kimia, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jq.v6i2.8525

Abstract

Antibiotik umumnya digunakan untuk menangani penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri patogen. Namun, meningkatnya kasus resistensi terhadap berbagai jenis antibiotik mendorong pencarian alternatif baru, salah satunya melalui pemanfaatan tanaman yang mengandung senyawa antimikroba. Pisang batu (Musa balbisiana Colla) merupakan tanaman yang diketahui memiliki berbagai khasiat kesehatan. Buah dan kulitnya berfungsi sebagai penurun panas, antiradang, penawar racun, peluruh kencing, serta antibakteri, sementara bagian bonggol berpotensi dimanfaatkan sebagai agen antimikroba. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan, terdiri atas tiga variasi konsentrasi ekstrak bonggol pisang batu (25%, 50%, 75%) serta dua kontrol, yaitu kontrol negatif (etanol) dan kontrol positif (Gentamicin). Setiap perlakuan diulang tiga kali, sehingga diperoleh total 15 unit percobaan dengan metode difusi sumuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak bonggol pisang batu lebih efektif menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus dibandingkan Escherichia coli, dengan aktivitas terbaik ditunjukkan pada konsentrasi 75% terhadap S. aureus, meskipun masih tergolong kategori lemah. Aktivitas kontrol positif terhadap E. coli lebih tinggi dibandingkan terhadap S. aureus, dan seluruh perlakuan kontrol positif termasuk dalam kategori sedang. Sementara itu, konsentrasi 25% tidak menunjukkan zona hambat pada kedua bakteri.