cover
Contact Name
Djoko Priyono
Contact Email
k.nursingjournal@untan.ac.id
Phone
+628121550207
Journal Mail Official
djoko.priyono@ners.untan.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof Dr Hadari Nawawi, Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
TANJUNGPURA JOURNAL OF NURSING PRACTICE AND EDUCATION
ISSN : -     EISSN : 2745858X     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Tanjungpura Journal of Nursing Practice and Education (TJNPE) is an open access international journal (e-journal) which publishes the scientific works for nurse practitioners and researchers. The focus and scopes of the journal include adult nursing, emergency nursing, gerontological nursing, community nursing, mental health nursing, pediatric nursing, maternity nursing, nursing leadership and management, Complementary and Alternative Medicine (CAM) in nursing and education in nursing. The TJNPE Editorial team welcome and invite researchers from around the world to submit their papers (original research article, systematic review, and case study) for publication in this journal. All papers are published as soon as they have been accepted. The articles of this journal are published every six months, that is on June and December (2 issues per year), and developed by the Department of Nursing, Faculty of Medicine, Tanjungpura University.
Articles 93 Documents
PENGARUH TERAPI RELAKSASI OTOT PROGRESIF TERHADAP RESPON STRES PERAWAT UGD DI UPTD PUSKESMAS SIANTAN HILIR PONTIANAK ., Pika Romana
Tanjungpura Journal of Nursing Practice and Education Vol 1, No 2 (2019): December
Publisher : School of Nursing, Faculty of Medicine, Tanjungpura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/tjnpe.v1i2.36203

Abstract

Latar Belakang : Stres adalah suatu emosi yang sulit untuk didefinisikan atau diukur, stresssebagai respon non spesifik tubuh terhadap sebuah tekanan reaksi fisik atau emosional tubuhterhadap peristiwa ekternal. Stres merupakan pengalaman individu yang disembunyikanmelalui suatu rangsangan atau stressor, stressor adalah suatu dorangan yang menggangu yangada didalam berbagai sistem. Salah satu upaya untuk mengatasi stress atau membuat rileksadalah dengan terapi relaksasi otot progresif. Hal ini menjadi ketertarikan peneliti karenaterapi relaksasi otot progresif belum pernah dilakukan atau diberikan kepada perawat UGD diUPTD Puskesmas Siantan Hilir Tujuan : Mengetahui pengaruh terapi relaksasi otot progresif terhadap respon stress perawat UGD di UPTDPuskesmas Siantan HilirMetode : Penelitian kuantitatif menggunakan Pre Experimental Design dengan kategori satukelompok (the one group pretest and posttest design). Pada 16 perawat UGD yangmengalami respon stres. Dengan menggunakan instrument terapi relaksasi otot progresif.Hasil : Setelah diberikan terapi relaksasi otot progresif pada perawat UGD menunjukan adanya penurunanskor respon stres. Nilai median pre test 19,50 turun menjadi 17,50 di post test, Uji Wilcoxon memberikan nilaisignifikan p 0,001Kesimpulan : Ada pengaruh terapi relaksasi otot progresif terhadap respon stress perawat UGD di UPTDPuskesmas Siantan Hilir. Sehingga direkomendasikan menggunakan terapi relaksasi otot progresif sebagaiterapi komplementer dalam mengurangi respon stres.Kata Kunci : Responstres, relaksasi,otot progresif, NSS (Nursing Stress Scale)Referensi : (2008-2017)
HUBUNGAN PERAN FUNGSI PETUGAS KESEHATAN DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GANG SEHAT PONTIANAK Permatasari, Suriyani Nengsih; ., Mita; ., Herman
Tanjungpura Journal of Nursing Practice and Education Vol 2, No 1 (2020): June
Publisher : School of Nursing, Faculty of Medicine, Tanjungpura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/tjnpe.v2i1.42014

Abstract

Latar Belakang: Dalam mengontrol perjalanan penyakit diabetes melitus ada 5 pilar penting penatalaksanaan nya yaitu edukasi, pola makan, olahraga, famakologi dan pemantauan gula darah. Dalam pengobatan penyakit diabetes melitus timbul masalah ketidakpatuhan. Dukungan tenaga kesehatan sangat diperlukan untuk meningkatkan kepatuhan. Petugas kesehatan merupakan orang pertama yang mengetahui tentang kondisi kesehatan pasien, sehingga memiliki peran yang besar dalam menyampaikan informasi pada pasien. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan peran fungsi petugas kesehatan dengan kepatuhan minum obat pada pasien diabetes melitus tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Gang Sehat Pontianak. Metode: Penelitian kuantitatif menggunakan desain cross sectional. Teknik sampling yaitu purposive sampling dengan jumlah responden 101 orang. Hasil: Peran fungsi petugas kesehatan baik dan kepatuhan minum obat antidiabetes kurang patuh. Analisa bivariat dengan uji chi square didapatkan nilai p=0,278 (p0,05). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan peran fungsi petugas kesehatan dengan kepatuhan minum obat pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Wilayah Kerja Puskesmas Gang Sehat Pontianak. Kata Kunci: DM Tipe 2, Kepatuhan Minum Obat, Peran Fungsi Petugas Kesehatan
PENGARUH AROMATERAPI LEMON TERHADAP TINGKAT KEJENUHAN KERJA (BURNOUT) PERAWAT INTENSIVE CARE UNIT RUMAH SAKIT UMUM DAERAH SULTAN SYARIF MOHAMAD ALKADRIE KOTA PONTIANAK ., Novianita Anggreini
Tanjungpura Journal of Nursing Practice and Education Vol 1, No 2 (2019): December
Publisher : School of Nursing, Faculty of Medicine, Tanjungpura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/tjnpe.v1i2.35891

Abstract

Latar Belakang : Burnout (kejenuhan) merupakan sindrom akibat tekanan berkepanjanganterhadap tekanan kerja yang membawa kepada penarikan diri. Burnout tentunya berdampakmacam-macam, baik pada institusi, diri sendiri, maupun keluarga. Keadaan ini membuat pekerjaakan kurang memberikan komitmen terhadap kerja. Aromaterapi Lemon dipercaya mengurangikelelahan mental dan perasaan terbebani atau terbebani oleh tanggung jawab hidup. Minyaklemon sangat membantu untuk menghilangkan emosi reaktif untuk mengembangkan hubunganyang sehat dengan orang lain .Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Aromaterapi Lemon TerhadapTingkat Kejenuhan Kerja (Burnout) Perawat ICU RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie KotaPontianak.Metodologi Penelitian : Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan menggunakan desainpenelitian Quasi Experiment dengan rancangan One Group Pretest Posttest design tanpa adanyakelompok kontrol. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 16 responden yang diberikanaromaterapi lemon. Analisis yang digunakan adalah mengunakan uji Wilcoxon.Hasil : Hasil menunjukan nilai significancy 0,001 (p 0,05). Nilai ini menyatakan bahwa adapengaruh aromaterapi lemon terhadap kejenuhan kerja (burnout) pada perawat intensive careunit.Kesimpulan : Ada pengaruh aromaterapi lemon terhadap kejenuhan kerja (burnout) sebelumdan sesudah diberikan intervensi. Aromaterapi lemon dapat menurunkan tingkat kejenuhan pada perawat intensive care unit.Kata Kunci : Perawat, Burnout, Aromaterapi Lemon
HUBUNGAN ANTARA EFIKASI DIRI DENGAN PERAWATAN MANDIRI KAKI PADA PASIEN DIABETES MELITUS DI POLI PENYAKIT DALAM RSUD SULTAN SYARIF MOHAMAD ALKADRIE PONTIANAK Susanti, Dian; ., Sukarni; Pramana, Yoga
Tanjungpura Journal of Nursing Practice and Education Vol 2, No 1 (2020): June
Publisher : School of Nursing, Faculty of Medicine, Tanjungpura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/tjnpe.v2i1.41827

Abstract

Latar Belakang: Diabetes melitus (DM) adalah penyakit metabolik yang umumnya ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah yang membutuhkan pemantauan dan kontrol yang tepat. Neuropati perifer (kerusakan saraf) adalah salah satu komplikasi paling serius dari diabetes. Jika dibiarkan maka dapat menyebabkan ulkus diabetik. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya komplikasi neuropati diabetik adalah perawatan kaki. Efikasi diri menjadi sesuatu yang penting dalam melakukan manajemen DM yang bertujuan agar penderita DM melakukan perawatan diri sesuai dengan yang dianjurkan.  Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara efikasi diri dengan perawatan mandiri kaki pada pasien diabetes melitus di Poli Penyakit Dalam RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie Pontianak. Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan desain observasional analitik melalui rancangan cross sectional study. Teknik sampling yang digunakan adalah accidental sampling dengan jumlah 94 responden. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Foot Care Confidence Scale (FCSS) dan kuesioner Standart Kuesioner Nottingham Assesment of Functional Foot Care (NAFF). Uji statistik yang digunakan adalah Chi Square.  Hasil: Hasil uji statistik menunjukkan bahwa p value 0.000 (0.05). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara efikasi diri dengan perawatan mandiri kaki pada pasien diabetes melitus di Poli Penyakit Dalam RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie Pontianak.
Pengaruh Penerapan Discharge Planning ROM Dan Ambulasi Terhadap Kesiapan Keluarga Dalam Merawat Pasien Pasca Stroke Di RSUD Sultan Syarif Mohammad Alkadrie Kota Pontianak ., Mita Widya Ningrum
Tanjungpura Journal of Nursing Practice and Education Vol 1, No 1 (2019): June
Publisher : School of Nursing, Faculty of Medicine, Tanjungpura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/tjnpe.v1i1.35018

Abstract

Latar Belakang : Stroke merupakan penyakit pada otak berupa gangguan fungsi syaraf lokal dan global yang muncul mendadak progresif dan cepat. Gangguanfungsi syaraf pada stroke disebabkan oleh gangguan peredaran darah otak nontrauatik. Discharge planning ROM dan ambulasi bermanfaat dalam mencegahkakunya ekstremitas atas dan bawah yang mengalami stroke serta melihat kesiapan keluarga saat merawat anggota keluarga. Tujuan : Mengidentifikasi pengaruh penerapan discharge planning ROM danambulasi terhadap kesiapan keluarga dalam merawat pasien pasca stroke di RSUDSultan Syarif Mohammad Alkadrie Kota Pontianak.Metode : Penelitian kuantitatif menggunakan pendekatan quasy experimentaldalam kategori (pretest "“ posttest control group design) pada 36 responden yaitu18 responden kelompok intervensi dan 18 responden kelompok kontrol. Datapenelitian ini dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Hasil : Hasil kesiapan keluarga pada kelompok intervensi didapatkan p value =0,0003 sedangkan pada kelompok kontrol p value = 0,014 dengan standar deviasisebelum dan sesudah pada kelompok intervensi (1,018-2,445) pada kelompokkontrol (1,676-1,680). Hasil dapat diasumsikan bahwa discharge planning denganmetode latihan ROM dan ambulasi lebih efektif diberikan kepada kelompokintervensi dibandingkan dengan kelompok kontrol.Kesimpulan : Ada pengaruh penerapan discharge planning terhadap kesiapankeluarga dalam merawat pasien pasca stroke di RSUD Sultan Syarif MohammadAlkadrie Kota Pontianak dan ada perbedaan yang bermakna antara kelompokintervensi dan kelompok kontrol. Kata Kunci : Stroke, discharge planning, kesiapan keluarga
PENGARUH SENAM KAKI TERHADAP KADAR GULA DARAH PADA PENDERITA DIABETES MILITUS TIPE 2 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SIANTAN HULU PONTIANAK UTARA ., Nur Rahmat Ramadiani
Tanjungpura Journal of Nursing Practice and Education Vol 2, No 1 (2020): June
Publisher : School of Nursing, Faculty of Medicine, Tanjungpura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/tjnpe.v2i1.39475

Abstract

Latar Belakang: Masalah yang sering dialami oleh pasien Diabetes Militus tipe 2adalah Hiperglikemi. Hiperglikemi adalah suatu kondisi medik berupapeningkatan kadar glukosa dalam darah melebihi batas normal. Hiperglikemidapat diminimalkan dengan berbagai cara, satu diantaranya adalah denganpemberian senam kaki.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruhpemberian senam kaki terhadap kadar gula darah pada penderita Diabetes Militustipe 2 di Puskesmas Siantan Hulu Pontianak Utara.Metodologi Penelitian: Penelitian kuantitatif dengan desain quasi eksperimendengan pendekatan pre test and post test without control group. Sampel dalampenelitian ini berjumlah 12 responden dengan teknik pengambilan sampelmenggunakan Purposive sampling. Instrumen yang digunakan pada penelitianadalah lembar observasi, lembar SOP dan glukometer dengan merk easytouch fullset.Hasil: Uji hipotesis dengan uji t berpasangan menunjukkan adanya perbedaanyang bermakna antara pre test dan post test (p = 0,014).Kesimpulan: Pemberian senam kaki memiliki pengaruh terhadap kadar gula darah pada penderita Diabetes Militus tipe 2. Hal ini menunjukan bahwa perawatharus memberikan senam kaki sebagai satu diantara intervensi keperawatan untukmenurunkan kadar gula dalam darah. Kata kunci : Senam kaki, Kadar Gula Darah, Diabetes Militus tipe 2
HUBUNGAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK PERAWAT DENGAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN DI RST TK. II KARTIKA HUSADA Aprianti, Risky Amelia; Pramana, Yoga; ., Mita
Tanjungpura Journal of Nursing Practice and Education Vol 2, No 2 (2020): December
Publisher : School of Nursing, Faculty of Medicine, Tanjungpura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/tjnpe.v2i2.44782

Abstract

Latar Belakang : Komunikasi yang dilakukan oleh perawat berfungsi untuk mendengarkan keluhan pasien serta dapat menjelaskan prosedur tindakan keperawatan yang direncanakan. Perawat dituntut untuk bisa berkomunikasi secara baik kepada pasien. Apabila tidak diterapkan akan mengganggu hubungan terapeutik yang akan berdampak pada ketidakpuasan pasien. Tujuan : Untuk mengetahui hubungan komunikasi terapeutik perawat dengan tingkat kepuasan pasien di RST TK. II Kartika Husada Metode : Penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Intrumen yang digunkanan kuisioner komunikasi terapeutik dan kuesioner kepuasan pasien. Sampel dalam penelitian ini menggunakan non probability sampling dengan metode purposive sampling. Jumlah responden 89 orang. Uji statistik yang digunakan adalah Chi-Squere dengan alternatif Kolmogorov-Smirnov Hasil : Berdasarkan data dan hasil analisis dengan uji Kolmogorov-Smirnov diperoleh p value = 0,000 (p0,05), yang berarti ada hubungan bermakna antara komunikasi terapeutik dengan tingkat kepuasan pasien. Kesimpulan : Terdapat hubungan komunikasi terapeutik perawat dengan kepuasan pasien yang menunjukkan bahwa semakin baik komunikasi perawat maka semakin meningkatkan kepuasan pasien. Hal ini yang diperlukan untuk menjadi perawat yang professional demi meningkatkan derajat kesehatan pasien. Kata Kunci : Komunikasi Terapeutik, Kepuasan Pasien Referensi : 31 (2007-2019)
EKSPLORASI PENGALAMAN KELUARGA DALAM PERAWATAN PASIEN SKIZOFRENIA DI KALIMANTAN BARAT ., Fathur Mahali
Tanjungpura Journal of Nursing Practice and Education Vol 1, No 1 (2019): June
Publisher : School of Nursing, Faculty of Medicine, Tanjungpura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/tjnpe.v1i1.35013

Abstract

Latar Belakang : Gangguan jiwa jenis skizofrenia merupakan penyakit jiwakronik yang berarti bisa pulih tetapi sangat berisiko tinggi untuk kambuh. Perankeluarga sebagai caregiver sangat diperlukan karena keluarga memilikitanggungjawab dalam menangani dan memberikan perawatan secara langsungkepada pasien skizofrenia dalam segala situasi.Metode : Penelitian kualitatif deskriptif menggunakan metode wawancara indepthinterviewdenganpendekatanfenomenologi.Penelitiandilakukandengan5partisipanyang berperan sebagai caregiver bagi penderita skizofrenia di KotaSingkawang. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Pernyataanpartisipan dicatat dengan menggunakan perekam suara, dan kemudianditranskipkan, dikodekan, ditafsirkan, dan dikategorikan, sehingga dapatmembentuk tema.Hasil : Terdapat empat tema, yang pertama yaitu kasih sayang keluarga sebagaikunci perawatan yang efektif yang terdiri dari 3 kategori yaitu kelembutan,kontrol obat dan ketelatenan, tema yang kedua adalah upaya pencegahankekambuhan dengan pengenalan gejala awal skizofrenia yang terdiri dari 2kategori yaitu gejala positif dan gejala negatif, tema yang ketiga adalah bebanpsikologis yang dialami keluarga yang terdiri dari 2 kategori yaitu perasaan dantindakan dan tema yang keempat adalah koping keluarga terhadap stigma sosial. Kesimpulan : Pengalaman keluarga sangat berarti dalam meningkatkan kualitashidup pasien skizofrenia dan untuk mengurangi resiko terjadinya kekambuhan.Kasih sayang yang diberikan keluarga dalam merawat penderita ternyatamemberikan dampak yang sangat baik bagi penderita, karena dengan kasih sayangitu dapat membuat penderita merasa lebih baik. Kata kunci : skizofrenia, pengalaman keluarga, perawatan
PENGARUH TERAPI BRAINWAVE ENTRAINMENT DENGAN STIMULASI BINAURAL BEATS AUDIOTORY TERHADAP NYERI PADA LANSIA DENGAN GOUT ARTHRITIS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ALIANYANG KOTA PONTIANAK ., Luki Masriansyah
Tanjungpura Journal of Nursing Practice and Education Vol 2, No 1 (2020): June
Publisher : School of Nursing, Faculty of Medicine, Tanjungpura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/tjnpe.v2i1.37098

Abstract

Latar belakang : Gout Arthritis(GA) merupakan gangguan metabolik yangditandai dengan peningkatan kadar asam urat dalam darah (hiperurisemia) yangdimanifestasikan dengan nyeri. Nyeri mengganggu kemampuan lanjut usia(lansia) untuk beristirahat, konsentrasi, dan kegiatan yang biasa dilakukansehingga dapat menurunkan aktivitas dan produktivitas lansia. Terapi BrainwaveEntrainment(BWE) dengan stimulasi Binaural Beats Audiotory(BBA) dapatdiberikan untuk mengatasi nyeri.Tujuan : Mengetahui pengaruh terapi BWE dengan stimulasi BBA terhadap nyeripada lansia dengan GA di wilayah kerja Puskesmas Alianyang Kota Pontianak.Metode : Penelitian kuantitatif menggunakan desain Quasi Experiment Pre andPost Test Nonequivalent Control Group Design dengan teknik NonprobabilitySampling yaitu Purposive Sampling. Jumlah sampel 48 responden yang dibagi kedalam dua kelompok, yaitu kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Analisadata menggunakan uji Wilcoxon dan uji Mann-Whitney.Hasil : Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin penderita GAterbanyak adalah perempuan (62,5%), dengan usia pada lansia 60-74 tahun(elderly age) (58,3%), yang diikuti tingkat pendidikan SMP (39,6%) dandidominasi oleh pekerjaan IRT (35,4%). Analisa Bivariat Wilcoxon padakelompok intervensi diperoleh nilai p value 0,001 dan pada kelompok kontrol pvalue 0,157. Hasil uji Mann-Whitney didapatkan hasil p value 0,001.Kesimpulan : Terjadi pengaruh setelah dilakukan terapi BWE dengan stimulasiBBA terhadap nyeri pada lansia dengan GA.Kata Kunci : Intensitas Nyeri, Lansia, Gout Arthritis, Brainwave Entrainment
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN GIZI SEIMBANG TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN IBU DENGAN BALITA USIA 6-24 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KARYA MULYA KOTA PONTIANAK Anggraini, Yuvita; Fahdi, Faisal Kholid; Fradianto, Ikbal
Tanjungpura Journal of Nursing Practice and Education Vol 2, No 1 (2020): June
Publisher : School of Nursing, Faculty of Medicine, Tanjungpura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/tjnpe.v2i1.42015

Abstract

Latar Belakang: Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan balita menjadi baik adalah makanan yang dikonsumsi. Apabila makanan yang dikonsumsi seimbang, maka status gizi balita pun akan baik. Untuk itu, peran ibu sangat diperlukan dalam memenuhi kebutuhan makanan pada balita. Salah satu faktor yang mempengaruhi status gizi balita adalah pengetahuan. Tujuan: Mengetahui Pengaruh pendidikan kesehatan gizi seimbang terhadap tingkat pengetahuan ibu dengan balita usia 6-24 bulan Wilayah Kerja Puskesmas Karya Mulya. Metode: Penelitian kuantitatif quasi eksperimen pre and post test without control dengan metode purposive sampling. Responden pada penelitian ini sebanyak 73 responden. Analisis statistik menggunakan uji wilcoxon. Hasil: Usia terbanyak ibu yaitu 26-35 tahun sebesar 37% dengan tingkat pendidikan terbanyak SMA sebanyak 51 sebesar 69.9%, jumlah pekerjaan terbesar adalah ibu rumah tangga sebanyak 60 orang sebesar 82,2%, pengalaman ibu yang mempunyai 1 anak 33 orang sebesar 45,2%. Hasil analisis uji wilcoxon menunjukan nilai p = 0,00 yang berati p 0,05. Kesimpulan: Ada pengaruh pendidikan kesehatan gizi seimbang terhadap tingkat pengetahuan ibu pada anak usia 6-24 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Karya Mulya Kata Kunci: pendidikan kesehatan, gizi seimbang , pengetahuan

Page 4 of 10 | Total Record : 93