cover
Contact Name
Kadar Ramadhan
Contact Email
poltekita.jpm@gmail.com
Phone
+6285299159212
Journal Mail Official
poltekita.jpm@gmail.com
Editorial Address
Jl. Thalua Konchi, Mamboro, Palu Utara, Kota Palu, Sulawesi Tengah 94145
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat
ISSN : 27225801     EISSN : 27225798     DOI : https://doi.org/10.33860/pjpm
Core Subject : Health,
The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the area of community health services. The scope Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat receives articles from all public service activities in the field of health.
Articles 274 Documents
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pengelolaan Sampah dengan Metode “Muse (Mari Ubah Sampah Menjadi Eco-Enzyme)” pada Karang Taruna Kecamatan Medan Johor Indra Chahaya S.; Ismil Khairi Lubis; Winni R.E. Tumanggor; Fitri Khairani
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2022): Juli - September
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1041.582 KB) | DOI: 10.33860/pjpm.v3i3.1003

Abstract

Organic waste that accumulates often disturbs the comfort and causes disease. The waste management system at the Medan Johor Market is still not good because there are no adequate trash cans, organic waste and non-organic waste are not separated, waste disposal at the TPA uses an open dumping system and no reprocessing has been carried out. The purpose of this community service activity is to empower the community through increased participation in waste management using the "MUSE" (Let's Turn Waste into Eco-enzyme) method". This activity was carried out in the form of socialization and direct training to 18 participants of the Karang Taruna District of Medan Johor in the Suka Maju Village Hall. The resource person explained the material using lecture and discussion methods, and then participants directly practiced making Eco-enzymes. Based on the results of the pretest and posttest analysis using the Paired Sample T-Test test, it was obtained that p-value=0.001 and the average knowledge score of 12.78 (pretest) increased to 16.22 (posttest) so that there was an increase in participants' knowledge about the meaning, manufacturing method, benefits of Eco enzymes and is able to process organic waste, especially vegetable and fruit waste into useful products. ABSTRAK Sampah organik yang menumpuk sering kali mengganggu kenyamanan dan menyebabkan penyakit. Sistem pengelolaan sampah di Pasar Medan Johor masih kurang baik karena belum tersedianya tempat sampah yang memadai, sampah organik dan sampah non organik tidak dipisah, pembuangan sampah pada TPA menggunakan sistem open dumping dan belum ada pengolahan kembali yang dilakukan. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah memberdayakan masyarakat melalui peningkatan partisipasi dalam pengelolaan sampah dengan metode “MUSE” (Mari Ubah Sampah menjadi Eco-enzyme)”. Kegiatan ini dilakukan dalam bentuk sosialisasi dan pelatihan secara langsung kepada 18 peserta Karang Taruna Kecamatan Medan Johor di Aula Kelurahan Suka Maju. Narasumber menjelaskan materi dengan metode ceramah dan diskusi, serta kemudian peserta secara langsung mempraktikkan pembuatan Eco-enzyme. Berdasarkan hasil analisis pretest dan posttest menggunakan uji Paired Sample T-Test diperoleh p-value=0.001 dan rata-rata skor pengetahuan sebesar 12.78 (pretest) meningkat menjadi 16.22 (postest) sehingga terdapat peningkatan pengetahuan peserta mengenai pengertian, cara pembuatan, manfaat Eco-enzyme dan mampu mengolah sampah organik, terutama limbah sayur dan buah menjadi sebuah produk yang bermanfaat.
Edukasi Gizi 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) untuk Meningkatkan Pengetahuan Ibu di Komunitas Kesehatan Keluarga Ira Dwijayanti; Catur Wulandari; Farah Uma Mauhibah
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2022): Juli - September
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1044.897 KB) | DOI: 10.33860/pjpm.v3i3.1006

Abstract

Inadequate nutrient intake during the first 1000 days plays a role in increasing multiple nutritional problems and chronic diseases in the future. In addition, the quality of human resources will be hampered due to low cognitive abilities in the long term. The objective of this nutrition education is to increase the mother’s knowledge about the first 1000 days. The education was carried out using presentation and discussion. 121 respondents were members of the family health community. The education is held online once a week in November 2021. The material provided consists of 4 educational sessions, namely (1) Nutrition for pregnancy, (2) Nutrition for breastfeeding mother, (3) Nutrition for infant aged 6-24 months; and (4) The importance of appropriate complementary feeding. The measurement of knowledge was carried out using pre-test and post-test questionnaires. The result showed that 49 participants (40,5%) experienced an increase in knowledge which was indicated by higher score in post-test than pre-test. A total 47 participants (38,9%) had the same score before and after education. Howeverm there were 25 participants (20,6%) who had lower score of post-test than pre-test. An increase in nutritional knowledge is expected to increase the ability to meet the nutritional needs of 1000 HPK. This nutrition education can be continued with nutrition training to improve the ability to meet nutritional needs. ABSTRAK Asupan gizi yang tidak optimal pada masa 1000 HPK berperan meningkatkan beban masalah gizi ganda dan penyakit kronis di masa depan. Disamping itu, kualitas sumber daya manusia akan terhambat akibat rendahnya kemampuan kognitif pada jangka panjang. Kegiatan edukasi gizi ini  bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang 1000 HPK. Kegiatan dilakukan menggunakan metode edukasi ceramah dan diskusi. Peserta terdiri dari 121 orang yang merupakan anggota komunitas dan ikut aktif pada seluruh sesi edukasi. Edukasi dilaksanakan secara daring setiap satu minggu sekali pada Bulan November 2021. Materi yang diberikan terdiri dari 4 sesi edukasi yaitu (1) Asupan gizi optimal pada ibu hami; (2) Asupan gizi optimal ibu menyusui; (3) Asupan gizi optimal bayi usia 6-24 bulan; dan (4) Pemberian MP-ASI yang tepat. Pengukuran peningkatan pengetahuan dilakukan menggunakan kuesioner pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan bahwa 49 peserta (40,5%) mengalami peningkatan pengetahuan yang ditunjukkan dengan nilai post-test lebih tinggi daripada nilai pre-test. Sejumlah 47 peserta (38,9%) memiliki nilai nilai yang sama sebelum dan sesudah edukasi. Namun, terdapat 25 peserta (20,6%) memiliki nilai post-test lebih rendah dibandingkan nilai pre-test. Adanya peningkatan pengetahuan gizi diharapkan dapat meningkatkan kemampuan dalam memenuhi kebutuhan gizi pada 1000 HPK. Edukasi gizi ini diharapkan dapat dilanjutkan dengan pelatihan gizi untuk meningkatkan kemampuan dalam memenuhi kebutuhan gizi.
Pencegahan dan Asuhan Gizi Anak Balita Wasting di Wilayah Kerja Puskesmas Taman Bacaan Palembang Afriyana Siregar; Yuli Hartati; Podojoyo Podojoyo; Imelda Telisa
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2022): Juli - September
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1106.645 KB) | DOI: 10.33860/pjpm.v3i3.1007

Abstract

The results of the study on the nutritional status of children under five in Indonesia were stunted 24.4%, wasted 7.1%, and underweight 17.0%. The purpose of this activity was to increase knowledge of maternal nutrition and nutritional care for wasting children under five. This activity provided material with counselling to several groups of mothers under five with two counselling sessions for 1 month (together with the pre-test) followed by monitoring & evaluation (Posttest of nutritional knowledge). The method used was counselling using booklets and leaflets related to wasting and nutritional care. Increased knowledge of maternal nutrition & weight gain of toddlers is an illustration of the success of the activity. The nutritional knowledge of mothers under five was mostly good (nutritional knowledge post test results improved from the pretest), while the results of measuring the weight & height of some toddlers in wasting old cases had increased in normal nutritional status, while some nutritional status of toddlers was malnourished increased to wasting. The Puskesmas was helped by this activity & asked the Community Service team to carry out this routine activity in their puskesmas area. ABSTRAK Hasil studi status gizi Indonesia tentang prevalensi Balita di Indonesia yaitu stunted (24,4%), wasted (7,1%), underweight (17,0%). Tujuan kegiatan ini meningkatkan pengetahuan gizi ibu dan asuhan gizi anak balita wasting. Kegiatan ini memberikan materi dengan penyuluhan kepada beberapa kelompok ibu balita sebanyak dua kali penyuluhan selama 1 bulan (bersamaan dengan pretest) berikutnya diadakan monitoring & evaluasi (posttest pengetahuan gizi). Adapun metode yang digunakan yaitu penyuluhan menggunakan booklet dan leaflet terkait wasting dan asuhan gizi ada peningkatan pengetahuan. Peningkatan pengetahuan gizi ibu & kenaikan berat badan balita merupakan gambaran keberhasilan kegiatan. Pengetahuan gizi ibu-ibu balita sebagian besar sudah baik (hasil posttest pengetahuan gizi meningkat dari pretest), sedangkan hasil pengukuran berat badan & tinggi badan balita beberapa balita wasting kasus lama sudah meningkat di status gizi normal, sedangkan beberapa status gizi balita gizi buruk meningkat wasting. Pihak Puskesmas terbantu dengan kegiatan ini & meminta kembali tim Pengabdian masyarakat untuk melakukan kegiatan rutin ini di wilayah puskesmas mereka.
Self Help Group untuk Orang Tua dalam Menumbuhkan Fitrah Seksual pada Anak Usia Dini Kartika Adyani; Is Susiloningtyas
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2022): Juli - September
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (998.537 KB) | DOI: 10.33860/pjpm.v3i3.1008

Abstract

The Child Protection Commission noted that 207 children aged 3-17 years experienced sexual violence. Parents play an important role in preventing this by providing sex education from an early age. Delivery of sex education in early childhood requires a strategy. One strategy to be able to communicate with children is to increase knowledge. Therefore, this service aims to increase the knowledge and attitudes of parents in early childhood sex education through counseling and self help groups. Knowledge and attitudes were measured using a questionnaire given before and after the activity and presented in a frequency distribution. Only 40% of participants had ever given sex education to early childhood. The results of the measurement of knowledge before the activity started showed that 70% of participants had good knowledge of sex education and after the activity was carried out, participants who had good knowledge increased to 100%. Before the activity 60% of the participants had a positive attitude towards early childhood sex education and it increased to 90% after the activity. This activity shows that parents must increase their knowledge in order to find the right strategy in providing sex education in accordance with the child's development. ABSTRAK Komisi perlindungan anak mencatat 207 anak yang berusia 3-17 tahun mengalami kekerasan seksual. Orang tua berperan penting dalam pencegahan hal tersebut dengan cara memberikan pendidikan seks sejak dini. Penyampaian Pendidikan seks pada anak usia dini memerlukan strategi. Salah satu strategi untuk dapat berkomunikasi dengan anak adalah meningkatkan pengetahuan. Oleh karena itu pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap orang tua dalam pendidikan seks anak usia dini dengan penyuluhan dan self help group. Pengetahuan dan sikap diukur menggunakan kuesioner yang diberikan sebelum dan sesudah kegiatan dan disajikan dalam distribusi frekuensi. Hanya 40% peserta yang sudah pernah memberikan Pendidikan seks pada anak usia dini. Hasil pengukuran pengetahuan sebelum kegiatan dimulai menunjukkan 70% peserta memiliki pengetahuan yang baik tentang pendidikan seks dan setelah kegiatan dilakukan peserta yang memiliki pengetahuan baik meningkat menjadi 100%. Sebelum kegiatan 60% peserta memiliki sikap positif terhadap Pendidikan seks anak usia dini dan meningkat menjadi 90% setelah kegiatan.  Kegiatan ini menunjukkan bahwa orang tua harus meningkatkan pengetahuannya agar dapat menemukan strategi yang tepat dalam memberikan Pendidikan seks sesuai dengan perkembangan anak.
Penyuluhan Kanker Payudara dan Pelatihan Pemeriksaan Payudara Sendiri Gladeva Yugi Antari; Luh Putu Sri Yuliastuti
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2022): Juli - September
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (980.208 KB) | DOI: 10.33860/pjpm.v3i3.1016

Abstract

WHO data states that women diagnosed with breast cancer have increased over the last 5 years. It is estimated that breast cancer occurs in more than 1 in 10 women. Prevention of breast cancer through strengthening the basic health system can reduce morbidity and mortality. Breast cancer prevention can be done with breast self-examination (BSE). The purpose of this activity is to increase awareness of women of childbearing age about breast cancer and increase the ability to detect cancer in Samapuin Village. The methods used include regional situation analysis, problem solutions and extension methods. Evaluation of activities is given using pre-test and post-test question sheets. Based on the results of the pre-test, it is known that about 90% of participants do not understand about breast cancer and its prevention. After counseling and practice of BSE, the posttest results have increased with an average score of 8.5 out of 10. It is hoped that after this activity participants will continue to do BSE independently at home. ABSTRAK Data WHO menyebutkan wanita yang didiagnosa menderita kanker payudara mengalami peningkatan selama 5 tahun terakhir. Diperkirakan Kejadian kanker payudara dialami oleh lebih dari 1 dari 10 wanita. Pencegahan kanker payudara melalui penguatan system kesehatan dasar dapat menurunkan angka kesakitan dan kematian. Pencegahan kanker payudara dapat dilakukan dengan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan kesadaran wanita usia subur tentang kanker payudara dan meningkatkan kemampuan untuk deteksi kanker di Kelurahan Samapuin. Metode yang digunakan meliputi analisis situasi wilayah, solusi permasalahan dan metode penyuluhan. Evaluasi kegiatan diberikan dengan menggunakan lembar pertanyaan pretest dan posttest. Berdasarkan hasil pretest, diketahui bahwa sekitar 90% peserta tidak mengerti tentang kanker payudara dan pencegahannya. Setelah dilakukan penyuluhan dan praktik SADARI hasil posttest mengalami peningkatan dengan nilai rata-rata 8,5 dari nilai 10. Diharapkan setelah kegiatan ini peserta tetap terus melakukan SADARI secara mandiri di rumah.
Peningkatan Kompetensi Keperawatan Geriatri Dasar pada Perawat di RSUD Pasar Minggu Jakarta Anung Ahadi Pradana; Shintha Silaswati; Raden Siti Maryam; Ibnu Abas; Sumedi Sumedi; Neni Triana; Dede Kurniati
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2022): Juli - September
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (984.573 KB) | DOI: 10.33860/pjpm.v3i3.1017

Abstract

The increase in the elderly population has implications for increasing access to health services by this group. The unpreparedness and misunderstanding of nurses in health services can lead to ineffective nursing care provided to elderly patients. The purpose of implementing basic geriatric nursing training activities is to improve and/or develop the knowledge and skills of nurses within the scope of geriatric nursing. The implementation of Basic Geriatric Nursing Training for nurses was held by the Indonesian Gerontology Nurses Association (PP IPEGERI) from 7 to 11 February 2022. The total training participants were 17 people with education level from diploma III to Masters in nursing. Analysis of the training implementation showed an increase in the results of the participants' pretest-posttest scores by (+) 28.09 points (from a scale of 100 points) with an increase in the average pretest score of 42.35 to 70.44 in the posttest which could be interpreted as a positive benefit from the implementation of basic geriatric nursing training activities carried out by PP IPEGERI for nurses at Pasar Minggu Hospital. The importance of the role of geriatric nurses in health services needs to be supported by an increase in the competence of nurses, one of which can be implemented through the provision of geriatric nursing training carried out by professional organizations. In addition to providing training, support and making policies that are able to support the implementation of effective geriatric nursing services for elderly patients in health services, it is also important to consider.   ABSTRAK Peningkatan populasi lansia memiliki implikasi terhadap peningkatan akses terhadap pelayanan kesehatan oleh kelompok ini. Ketidaksiapan dan ketidakpahaman perawat yang berada di pelayanan kesehatan dapat menyebabkan ketidakefektifan asuhan keperawatan yang diberikan kepada pasien lansia. Tujuan pelaksanaan kegiatan pelatihan keperawatan geriatri dasar adalah untuk meningkatkan dan/atau mengembangkan pengetahuan dan keterampilan perawat dalam lingkup keperawatan geriatri. Pelaksanaan kegiatan Pelatihan Keperawatan Geriatri Dasar bagi perawat diadakan oleh Ikatan Perawat Gerontik Indonesia (PP IPEGERI) secara online dari tanggal 7 sampai 11 Februari 2022. Total peserta pelatihan sebanyak 17 orang dengan rentang pendidikan diploma III sampai Magister keperawatan. Analisis pelaksanaan pelatihan menunjukkan adanya peningkatan hasil nilai pretest-posttest peserta sebesar (+)28.09 poin (dari skala poin 100) dengan peningkatan nilai rata-rata pretest sebesar 42.35 menjadi 70.44 di posttest yang dapat diartikan adanya manfaat positif dari pelaksanaan kegiatan pelatihan keperawatan geriatri dasar yang dilaksanakan oleh PP IPEGERI bagi perawat-perawat di RSUD Pasar Minggu. Pentingnya peran perawat geriatri di layanan kesehatan perlu didukung dengan adanya peningkatan kompetensi perawat yang salah satunya dapat dilaksanakan melalui pemberian pelatihan keperawatan geriatri yang dilaksanakan oleh organisasi profesi. Selain pemberian pelatihan, dukungan serta pembuatan kebijakan yang mampu mendukung pelaksanaan pelayanan keperawatan geriatri yang efektif bagi pasien lansia di layanan kesehatan juga penting untuk dipertimbangkan.
Sosialisasi Lintas Sektor dalam Upaya Pencegahan Stunting di Kabupaten Mamuju Najdah Najdah; Adriyani Adam; Nurliah Nurliah; Nurbaya Nurbaya
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2022): Juli - September
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (820.068 KB) | DOI: 10.33860/pjpm.v3i3.1018

Abstract

Efforts to improve the nutritional status of families are not only by improving the quality of health services but also need to be accompanied by efforts to empower families towards independence. In general, obstacles to implementing stunting prevention in Indonesia are caused by weak program coordination at various levels, both the regional and central levels. This activity aimed to conduct cross-sectoral socialization and increase public knowledge about efforts to prevent stinting in community empowerment. The main targets of this activity are stakeholders across sectors and mothers of children under five. The method used is socialization, lectures, and discussions as well as demonstrations of making local MP-ASI. Participants across sectors were enthusiastic in the discussion and question-and-answer process. Participants from mothers of toddlers were able to demonstrate the manufacture of local MP-ASI. Stunting consultations at the village level need to be encouraged so that stunting prevention efforts can be carried out in synergy. ABSTRAK Upaya meningkatkan status gizi keluarga tidak hanya dengan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan, tetapi juga perlu dibarengi dengan upaya pemberdayaan keluarga menuju kemandirian. Secara umum kendala dalam penyelenggaraan pencegahan stunting di Indonesia diakibatkan oleh lemahnya koordinasi program di berbagai tingkat baik di daerah maupun di tingkat pusat. Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan sosialisasi lintas sektor dan peningkatan pengetahuan masyarakat tentang upaya pencegahan stunting pemberdayaan masyarakat. Sasaran utama kegiatan ini para stakeholder lintas sektor dan ibu balita. Metode yang digunakan adalah sosialisasi, ceramah dan diskusi serta demonstrasi pembuatan MP-ASI lokal. Peserta lintas sektor antusias dalam proses diskusi dan tanya jawab. Peserta dari kalangan ibu balita mampu mendemonstrasikan pembuatan MP-ASI lokal. Rembuk stunting di tingkat desa perlu digalakkan agar upaya pencegahan stunting dapat dilakukan secara bersinergi.
Peningkatan Kapasitas Relawan Desa, Kelurahan, dan Negeri Lawan COVID-19 melalui Pemberdayaan Masyarakat di Kota Ambon Bellytra Talarima; Ivy Violan Lawalata
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2022): Juli - September
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1126.24 KB) | DOI: 10.33860/pjpm.v3i3.1021

Abstract

Ambon City is one of 11 regencies/cities in Maluku Province as well as being the provincial capital, and also being the center of a fairly high population mobility in Maluku Province, the development of COVID-19 in Ambon City, was first reported on March 22, 2020 which were imported cases until September 11, 2020, the Ambon City Health Service reported 1,764 confirmed cases with 28 deaths (CFR 1.5%). The purpose of the activity is to increase the capacity of volunteers regarding efforts to prevent, control and deal with COVID-19 in the Village, Sub-district and State in Ambon City. The method used is training and delivery of material (lectures). The results obtained were an increase in knowledge before and after all volunteers took part in capacity building activities, where the pre test results showed a mean value of 57.41 and the post test results showed a mean value of 78.90 where there was an increase in the mean value of 21.483 and there were zoning maps and risk scores. COVID-19 for every Village/Sub-district/State in Ambon City. The conclusion from capacity building activities through material presentation (lectures) has increased the knowledge of all volunteers who participated. ABSTRAK Kota Ambon adalah salah satu dari 11 Kabupaten/Kota yang ada di Provinsi Maluku sekaligus menjadi Ibu Kota Provinsi, dan juga menjadi sentral mobilitas penduduk yang cukup tinggi di Provinsi Maluku, perkembangan COVID-19 di Kota Ambon, terlapor pertama kali pada tanggal 22 Maret 2020 yang merupakan kasus import sampai dengan tanggal 11 September 2020 Dinas Kesehatan Kota Ambon melaporkan 1.764 kasus konfirmasi dengan 28 meninggal (CFR 1.5%). Tujuan kegiatan adalah meningkatkan kapasitas relawan tentang upaya pencegahan, pengendalian dan penanggulangan COVID – 19 di Desa, Kelurahan dan Negeri di Kota Ambon. Metode yang digunakan adalah pelatihan dan penyampaian materi (ceramah). Hasil yang didaptkan terdapat peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah seluruh relawan mengikuti kegiatan peningkatan kapasitas, dimana hasil pre test menunjukan nilai mean 57,41 dan hasil post test menunjukan nilai mean 78,90 dimana terjadi peningkatan nilai mean sebesar 21,483 dan terdapat peta zonasi dan skor risiko COVID – 19 untuk setiap Desa/Kelurahan/Negeri yang ada di Kota Ambon. Kesimpulan dari kegiatan pingkatan kapasitas melalui penyampian materi (ceramah) telah meningkatkan pengetahuan seluruh relawan yang mengikuti.
Pemeriksaan Kesehatan Lansia pada Era Pandemik Covid-19 di Panti Sosial Tresna Werdha Provinsi Bengkulu Liza Fitri Lina; Larra Fredrika; Wulan Angraini
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2022): Juli - September
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (884.131 KB) | DOI: 10.33860/pjpm.v3i3.1030

Abstract

The level of public health in Indonesia, especially the community is still relatively low, including the community or residents of the Wedha social tresna home, this is because there are still obstacles to carrying out physical health checks that are not strong enough, difficult access to health services. The purpose of this activity is to treat sick residents of the orphanage with curative therapy and can slightly reduce the cost of treatment for the residents of the orphanage. The method used to solve these health problems is to conduct a health examination and provide treatment. This is certainly inseparable from the demands and needs needed by the community, especially the residents of the orphanage. From the free health checks provided, many participated, especially the residents of the orphanage, both the elderly and nursing home staff, there were 57 people who had been given health checks, both cholesterol and blood sugar tests, with the results of an examination for cholesterol of 15.7% which had a score of 15.7%. which is not normal, 10.52% for blood sugar and 33.33% for uric acid. From the health checks carried out, many elderly people were able to take part in the activities, although there were also some that had to be done at their respective guesthouses, due to the limitations of the elderly to walk to the hall where the health checks were carried out. ABSTRAK Derajat kesehatan masyarakat  di Indonesia terutama masyarakat  masih tergolong rendah termasuk masyarakat atau penghuni panti sosial tresna Wedha, Hal tersebut diakibatkan karena masih adanya kendala lansia untuk melakukan pemeriksaan kesehatan kendala fisik yang kurang kuat, sulitnya akses terhadap pelayanan kesehatan. Tujuan dilaksanakan kegiatan ini adalah untuk mengobati warga panti yang sakit dengan terapi kuratif dan dapat sedikit meringankan biaya pengobatan warga panti. Metode yang digunakan untuk memecahkan permasalahan kesehatan tersebut adalah dengan mengadakan pemeriksaan kesehatan serta memberi pengobatan. Hal ini tentu tidak terlepas dari permintaan dan kebutuhan yang diperlukan di masyarakat khususnya warga panti. Dari kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis yang diberikan, banyak yang mengikuti terutama warga panti baik lansia maupun petugas panti, terdapat 57 orang yang sudah diberikan pemeriksaan kesehatan, baik pemeriksaan kolesterol, asam urat, maupun gula darah sewaktu, dengan hasil pemeriksaan untuk kolesterol 15,7% yang mempunyai nilai yang tidak normal, 10,52% untuk Gula darah dan 33,33% untuk asam urat. Dari pemeriksaan kesehatan yang dilakukan banyak lansia yang bisa mengikuti kegiatan, walaupun ada beberapa juga yang harus dilakukan pemeriksaan ke wisma masing-masing, karena keterbatasan lansia untuk berjalan ke aula tempat pemeriksaan kesehatan yang dilakukan.
Hygiene Sanitasi di UPTD Puskesmas Kuala Lempuing Kota Bengkulu Wulan Angraini; Henni Febriawati; Mohammad Amin
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2022): Juli - September
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1022.579 KB) | DOI: 10.33860/pjpm.v3i3.1032

Abstract

Snacks that are not healthy in the community can cause diarrhea problems in the community. From the data from the UPTD of the Kuala Lempuing Health Center, diarrhea cases recorded from January-September 2021 were 94 cases with the lowest patient age range being 5-9 years old and the highest patient age 55-59 years old. The purpose of this health education is to look at the hygiene and sanitation of street food at the UPTD Puskesmas Kuala Lempuing. The method is to conduct health education in the community. Data collection using a questionnaire which was carried out on October 5 to d. 05 November 2021. The results of the data obtained from the questionnaire by calculating the average respondent's answer to each question which is then narrated. The results obtained will be conveyed to the street food seller and health education is carried out to increase knowledge of the snack food seller. The conclusion of this health education is that the application of Sanitary Hygiene can certainly lead to health and productivity for the community by increasing public knowledge about the application of food sanitation hygiene. Communities are able to prevent disease and create a healthy society. ABSTRAK Makanan jajanan yang tidak sehat di masyarakat dapat menyebabkan permasalahan diare di masyarakat. Dari data UPTD Puskesmas Kuala Lempuing kasus diare tercatat dari bulan Januari-September 2021 adalah 94 kasus dengan rentang umur penderita terendah berusia 5-9 tahun dan umur penderita tertinggi berusia 55-59 tahun. Tujuan dari pendidikan kesehatan ini adalah untuk melihat hygiene sanitasi pada makanan jajanan di UPTD Puskesmas Kuala Lempuing. Metodenya adalah dengan melakukan pendidikan kesehatan dimasyarakat. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang dilaksanakan pada 05 Oktober s.d. 05 November 2021. Hasil data diperoleh dari kuesioner dengan menghitung rata-rata jawaban responden dari setiap pertanyaan yang kemudian dinarasikan. Hasil yang didapat nantinya akan disampaikan kepada penjual makanan jajanan dan dilakukan pendidikan kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan pada penjual makanan jajanan tersebut. Kesimpulan dari pendidikan kesehatan ini adalah penerapan Higiene Sanitasi tentu dapat menimbulkan kesehatan dan produktifitas bagi Masyarakat dengan meningkatnya pengetahuan masyarakat mengenai penerapan higiene sanitasi makanan. Masyarakat mampu mencegah penyakit dan terciptanya masyarakat yang sehat.

Page 10 of 28 | Total Record : 274