cover
Contact Name
Kadar Ramadhan
Contact Email
poltekita.jpm@gmail.com
Phone
+6285299159212
Journal Mail Official
poltekita.jpm@gmail.com
Editorial Address
Jl. Thalua Konchi, Mamboro, Palu Utara, Kota Palu, Sulawesi Tengah 94145
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat
ISSN : 27225801     EISSN : 27225798     DOI : https://doi.org/10.33860/pjpm
Core Subject : Health,
The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the area of community health services. The scope Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat receives articles from all public service activities in the field of health.
Articles 274 Documents
Edukasi Perilaku Hidup Sehat di Era Normal Baru Menggunakan Audiobook bagi Penyandang Disabilitas Sensorik Netra Dwi Arymbhi Sanjaya; Herleeyana Meriyani; RR. Asih Juanita; Nyoman Budiartha Siada
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 4 (2022): Oktober - Desember
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (733.96 KB) | DOI: 10.33860/pjpm.v3i4.1136

Abstract

COVID-19 and changes in the health order in the new normal era have led to health problems, especially in blind people. Blind people have more difficulty accessing and getting health information. Good quality education and providing information with appropriate media are very important to improve a healthy lifestyle in the new normal era. Education and information about the healthy lifestyle in a new normal era with an audiobook aimed to improve knowledge about the healthy lifestyle in the new normal era at Dria-Raba Foundation. The method in this activity was to provide knowledge about the healthy lifestyle in new-normal using the audiobook to 23 blind people at Dria-Raba Foundation. A pre-test and post-test were analyzed using the Wilcoxon signed-rank test to evaluate the efficacy of the audiobook. The result showed a significant increase in knowledge from a score of 70 to 80 (p<0.05), thus education using the audiobook for blind people at the Dria-Raba Foundation to increase knowledge about a healthy lifestyle in new-normal. To improve the health quality of blind people, various types of audiobooks on health topics can be created. ABSTRAK Adanya pandemi Coronavirus Disease (COVID-19) dan perubahan tatanan kesehatan di era normal baru menyebabkan masalah terkait kesehatan yang dihadapi oleh penyandang disabilitas sensorik netra menjadi semakin kompleks. Penyandang disabilitas sensorik netra sulit untuk mendapatkan akses dan informasi tentang kesehatan. Dukungan berupa edukasi dan pemberian informasi dengan media yang sesuai menjadi sangat penting untuk memperbaiki perilaku hidup sehat di era normal baru. Pemberian edukasi terkait perilaku hidup sehat di era normal baru dengan menggunakan audiobook bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan para penyandang disabilitas sensorik netra di Yayasan Dria-Raba tentang perilaku hidup sehat di era normal baru. Metode yang diterapkan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini yaitu memberikan edukasi melalui audiobook kepada 23 orang penyandang disabilitas sensorik netra di Yayasan Dria-Raba. Untuk mengukur keberhasilan audiobook, dilakukan pre-test dan post-test yang kemudian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed-rank test. Hasil uji menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan dari skor 70 menjadi 80 (p<0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa edukasi menggunakan audiobook bagi penyandang disabilitas sensorik netra di Yayasan Dria-Raba mampu meningkatkan pengetahuan para penyandang disabilitas sensorik netra tentang perilaku hidup sehat di era normal baru. Dalam hal meningkatkan kualitas kesehatan bagi para penyandang disabilitas sensorik netra, diharapkan dapat diciptakan berbagai audiobook dengan tema kesehatan lainnya.
Sosialisasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) di Era Adaptasi Kebiasaan Baru Covid-19 Kerjasama Poltekkes Kemenkes Palu dengan Komisi IX DPR RI di Amurang Minahasa Selatan Sulawesi Utara Fahmi Hafid; Nasrul Nasrul; Aminuddin Aminuddin; Amsal Amsal; Andi Bungawati; Saharudin Saharudin; Hasanudin Hasanudin; Lisnawati Lisnawati; Zainul Zainul; Junaidi Junaidi; Gusman Gusman; Masudin Masudin; Putu Candriasih; Nurjaya Nurjaya; Elvyrah Faisal; Sumiaty Sumiaty; Muliani Muliani; Anna Veronica Pont; Hanum Sasmita; Irsanty Collein; Taqwin Taqwin; Kadar Ramadhan
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2022): Juli - September
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1062.052 KB) | DOI: 10.33860/pjpm.v3i3.1143

Abstract

The Healthy Community Movement (Germas) is a systematic and planned action that is carried out jointly by all components of the nation with awareness, willingness and ability to behave in a healthy manner to improve the quality of life. The purpose of community service is the socialization of healthy community movement in the era of adaptation to new habits of Covid-19 in collaboration with the Poltekkes Kemenkes Palu with Commission IX of the Indonesian House of Representatives in Amurang, South Minahasa, North Sulawesi. The Participatory Action Research activity method is in the form of socialization and education based on theory and practice related to proper and proper hand washing, proper and proper use of masks, distribution of masks, hand sanitizers and soap and COVID-19 vaccination. The Healthy Community Movement socialization presented resource person Felly Estelita Runtuwene, SE Chair of Commission IX DPR RI in Amurang, South Minahasa Regency, North Sulawesi, Monday, October 23, 2021. The participants were 200 people from the South Minahasa community, North Sulawesi Province. After the socialization activity, participants understood Germas better during the Covid-19 period. Implementation of healthy community movement socialization in the Era of Adaptation to New Covid-19 Habits The collaboration between the Poltekkes Kemenkes Palu in Palu and Commission IX of the Indonesian House of Representatives in Amurang, Minahasa, South, North Sulawesi, went well and public health achievements increased.   ABSTRAK Germas merupakan suatu tindakan sistematis dan terencana yang dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh komponen bangsa dengan kesadaran, kemauan dan kemampuan berperilaku sehat untuk meningkatkan kualitas hidup. Tujuan Pengabdian masyarakat adalah sosialisasi Germas di era adaptasi kebiasaan baru Covid-19 kerjasama Poltekkes Kemenkes Palu dengan Komisi IX DPR RI di Amurang Minahasa Selatan Sulawesi Utara. Metode kegiatan Participatory Action Research berupa sosialisasi dan edukasi berbasis teori dan praktik terkait cara mencuci tangan yang baik dan benar, cara memakai masker yang baik dan benar, pembagian masker, hand sanitizer dan sabun serta vaksinasi covid-19. Sosialisasi Germas menghadirkan narasumber Felly Estelita Runtuwene, SE Ketua Komisi IX DPR RI di Amurang Kabupaten Minahasa Selatan Sulawesi Utara pada Senin 23 Oktober 2021. Peserta sebanyak 200 orang berasal dari masyarakat Minahasa Selatan Provinsi Sulawesi Utara. Setelah kegiatan sosialisasi, peserta semakin memahami Germas di masa Covid-19. Pelaksanaan Sosialisasi Germas di Era Adaptasi Kebiasaan Baru Covid-19 Kerjasama Poltekkes Kemenkes Palu dengan Komisi IX DPR RI di Amurang Minahasa Selatan Sulawesi Utara berjalan dengan baik dan capaian kesehatan masyarakat meningkat.  
Teknologi Tepat Guna Pengolahan Air Tanah dengan Sistim Aerasi Bertingkat dan Filtrasi di Desa Dolago Padang, Kabupaten Parigi Moutong Sugeng Nuradji; Tjitrowati Dja&#039;afar; Dedi Mahyudin Syam; Ros Arianty; Novarianti Novarianti
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2022): Juli - September
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1120.769 KB) | DOI: 10.33860/pjpm.v3i3.1179

Abstract

Pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat Di Desa Dolago Padang Kecamatan Parigi Selatan Kabupaten Parigi Moutong melalui kegiatan penerapanTeknologi Tepat Guna Pengolahan air tanah Dengan sistim Aerasi bertingkat dan Filtrasi adalah sebagai upaya untuk mengatasi permasalahan kualitas air bersih masyarakat yang tidak memenuhi syarat kesehatan. Metode pengabdian kepada masyarakat berupa pembuatan alat pengolahan air berupa alat penyaringan dengan menggunakan kombinasi sistim aerasi dan filtrasi yang menggunakan media pasir dan karbon aktif. Kegiatan ini dilaksanakan Di Desa Dolago Padang Kecamatan Parigi Selatan Kabupaten Parigi Moutong muali tanggal 12 – 21 Februari 2022. Sasaran kegiatan adalah warga masyarakat Desa Dolago Padang berjumlah 20 KK. Pelaksanaan pengolahan air bersih dilaksanakan dengan melalui beberapa tahapan yaitu tahap pertama pemeriksaan kualitas fisik dengan parameter Bau, warna dan kekeruhan serta parameter kimia Besi (Fe), Mangan (Mn). pengukuran Paramet fisik langsung dilakukan dilapangan,sementara paramenter kimia dilakukan pemerikasaan di Laboratorium Kimia air Jurusan Kimia Fakultas MIPA Unoversitas Tadulako Palu, Tahapan kedua adalah membuat bangunan penyaringan air dengan kombinasi sistim aerasi dan saringan pasir dengan media pasir dan karbon aktif, Tahap ketiga adalah melakukan pemeriksaan kualitas fisik dilapangan dan uji laboratorium kualitas kimia. Dari hasil uji laboratorium akan diperoleh kualitas air bersih yang memenuhi syarat kesehatan. Hasil kegiatan menunjukkan antusias masyarakat tergolong sangat aktif pada saat kegiatan, Terjalinnya komunikasi yang baik dari masing-masing peserta bersama dengan Tim pelaksana kegiatan melalui sharing pengalaman dan tukar pendapat. Hasil penyaringan menunjukkan bahwa air menjadi lebih memenuhi syarat kesehatan berdasarkan Standard Kualitas Air Baku/Bersih, Permenkes No. 907/MENKES/SK/VII/2010, air menjadi jernih, tidak berwarna dan tidak berbau, untuk parameter kimia kandungan kadar besi (Fe) dari kadar awal 4,8 mg/L setelah diolah melalui penyaringan turun menjadi 0,11 mg/L sedangkan kadar Mangan (Mn) dari 0,505 turun menjadi 0,026 mg/L. Kata kunci: Teknologi Tepat Guna, Pengolahan, Air Tanah, Aerasi, Filtrasi ABSTRACT Implementation of Community Service in Dolago Padang Village, South Parigi District, Parigi Moutong Regency through the application of Appropriate Technology for Groundwater Treatment with a multilevel Aeration and Filtration system is an effort to overcome the problem of community clean water quality that does not meet health requirements. The method of community service is in the form of making water treatment equipment in the form of a filter using a combination of aeration and filtration systems using sand and activated carbon media. This activity was carried out in Dolago Padang Village, South Parigi District, Parigi Moutong Regency from February 12-21, 2022. The target of the activity was the residents of Dolago Padang Village, totaling 20 families. The implementation of clean water treatment is carried out through several stages, namely the first stage of physical quality inspection with parameters of Odor, color and turbidity as well as chemical parameters of Iron (Fe), Manganese (Mn). Physical parameters are measured directly in the field, while chemical parameters are checked at the Water Chemistry Laboratory, Chemistry Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Tadulako University, Palu, the second stage is to build a water filtration building with a combination of aeration system and sand filter with sand and activated carbon media, the third stage is to carry out inspections physical quality in the field and chemical quality laboratory tests. From the results of laboratory tests, the quality of clean water that meets health requirements will be obtained. The results of the activity showed that the enthusiasm of the community was very active during the activity, good communication was established from each participant along with the activity implementation team through sharing experiences and exchanging opinions. The filtering results show that the water has become more qualified to health based on the Raw/Clean Water Quality Standard, Permenkes No. 907/MENKES/SK/VII/2010, the water becomes clear, colorless and odorless, for chemical parameters the content of iron (Fe) content from the initial level of 4.8 mg/L after being processed through filtration decreased to 0.11 mg/L while the level of Manganese (Mn) from 0.505 decreased to 0.026 mg/L Keyword: Appropriate Technology, Treatment, Groundwater, Aeration, Filtration
Pentingnya Stimulasi Perkembangan Anak oleh Keluarga Balita Melalui Pendampingan Kader Susilo Damarini; Lusi Andriani; Elly Wahyuni; Desi Widiyanti; Nispi Yulyana; Sahran Sahran
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2022): Juli - September
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1325.706 KB) | DOI: 10.33860/pjpm.v3i3.1180

Abstract

Children under five years old is a member of the family that required special attention from their parents or people close to him and depend on their physically or emotion. The low ability of children is due to the lack of activities that can stimulate motor abilities children in Sukaraja Subdistrict, Seluma Regency, Bengkulu Province, including the stunting locus. The Purpose of this community services is empower cadres in improving skill of family toddlers do stimulation and children development in early detection. Methods: empowerment with cassistance cadres do detection children development. The number of cadres sarimulyo 15 cadres in the village, the number of under fives 140 and BP2 villages is 6 cadres of toddlers 123. Assistance is 3 times, pre-test pos-test and knowledge, cadres assessed children development in each village. Result: knowledge of the cadres in the village sarimulyo increase 61,6 village and BP2 increase 50%, while the result of children under five from the development by cadres BP2 village use KPSP had found 2,4% of the children, doubt children development 4,1%, and 9.3% of the children in accordance with their age. Sarimulyo village had found 3,5% of the children risk of deception, doubt children development 17,8% and development in accordance 78,5% their age. Conclusion: Improvements to the assistance early detection is of great benefit to the toddler to recognize children development. ABSTRAK Anak usia bawah lima tahun merupakan anggota keluarga yang memerlukan perhatian khusus dari orang tuanya atau orang yang dekat dengannya dan sangat tergantung baik secara fisik maupun emosi. Rendahnya kemampuan anak disebabkan kurangnya kegiatan yang bisa merangsang motorik anak. Kecamatan Sukaraja Kabupaten Seluma Provinsi Bengkulu termasuk lokus stunting. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat memberdayakan kader dalam meningkatkan kempuan keluarga balita melakukan stimulasi dan deteksi dini perkembangan anak. Metode: pemberdayaan dengan pendampingan kader melakukan deteksi perkembangan balita. Jumlah kader di Desa Sarimulyo 15 kader, jumlah balita 140 dan di desa BP2 ada 6 kader dengan jumlah balita 123. Pendampingan dilakukan 3 kali, pre-tes dan pos-tes pengetahuan, kader melakukan penilaian perkembangan anak di desa masing-masing. Hasil kegiatan menunjukan pengetahuan kader tentang perkembangan di Desa Sarimulyo meningkat 61,6% dan Desa Bukit Peninjauan 2 meningkat 50%, sedangkan hasil dari penilaian perkembangan anak balita oleh kader di Desa BP2 menggunakan KPSP ditemukan anak mengalami penyimpangan 2,4% anak, perkembangan yang meragukan 4,1% anak dan 9.3% anak sesuai dengan usia. Desa Sarimulyo ditemukan 3,5% anak kemungkinan penyimpangan, 17,8% anak perkembangan meragukan dan 78,5% anak perkembangan sesuai umur. Kesimpulan: Pendampingan deteksi dini perkembangan terhadap kader sangat bermanfaat bagi keluarga balita guna mengenali perkembangan anak.
Laskar Covid-19 Wujudkan Desa Kuanheun Sehat Bebas Covid Florentianus Tat; Mariana Oni Betan; Aben B.Y.H Romana; Emiliandry Banase
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 4 (2022): Oktober - Desember
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1067.353 KB) | DOI: 10.33860/pjpm.v3i4.1183

Abstract

The COVID-19 pandemic is still endemic and continues to increase due to rapid transmission. East Nusa Tenggara (NTT) Province, Kupang Regency, West Kupang District, and Kuanheun Village are also areas that have experienced the impact. COVID-19 data in NTT as of May - June 2021 in the age range of 6-18 years has been confirmed as many as 2229 and 350 suspected cases. Objective: to form a group of youth soldiers for COVID-19 in Kuanheun Village. Methods: The training begins with a pre-test and post-test for 30 youth cadres, then the material is given using the lecture method, discussion, and the making of counseling media by teenagers. Increased knowledge of adolescents before training in the good category (23.3%), after training increased to (53.3%), adolescents were trained on how to use spraying equipment, manufacture disinfectants, and manufacture health promotion media prepared by youth with language and culture local. Conclusion: There was a change in adolescent knowledge about COVID-19 prevention, the formation of an organizational structure for the COVID-19 lascar with a work plan related to the COVID-19 prevention promotion program in Kuanheun Village. Suggestion: For Kuanheun village youth to play an active role in implementing the COVID-19 prevention promotion program in Kuanheun Village. Educational institutions continue to make Kuanheun village a partner village, so that community service activities can continue. For the head of Kuanheun village, it is necessary to educate other youths who are not fully involved in youth activities in Kuanheun village. ABSTRAK Pandemi COVID-19 masih mewabah dan terus meningkat karena penularan yang cepat. Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Kabupaten Kupang Kecamatan Kupang Barat Desa Kuanheun juga menjadi wilayah yang mengalami dampaknya. Data COVID-19 di NTT per Mei - Juni 2021 pada rentang usia 6-18 tahun terkonfirmasi sebanyak 2229 dan suspek sebanyak 350 kasus. Tujuan: terbentuk kelompok remaja laskar COVID- 19 di Desa Kuanheun. Metode: Pelatihan diawali  pre test dan post test bagi kader remaja berjumlah 30 orang, selanjutnya  pemberian materi dengan metode ceramah, diskusi dan pembuatan media penyuluhan oleh remaja. Peningkatan pengetahuan remaja sebelum dilakukan pelatihan pada kategori baik (23,3%), sesudah pelatihan meningkat menjadi (53,3%), remaja dilatih cara pengunaan alat penyemprotan, pembuatan desinfektan, dan pembuatan media promosi kesehatan yang disusun oleh remaja dengan bahasa dan budaya setempat. Kesimpulan: Terjadi perubahan pengetahuan remaja tentang pencegahan COVID-19, terbentuknya struktur organisasi lascar COVID-19 dengan rencana kerja terkait program promosi pencegahan COVID-19 di Desa Kuanheun. Saran: Bagi remaja desa Kuanheun agar berperan aktif dalm melaksanakan program promosi pencegahan COVID-19 di Desa Kuanheun. Bagi Institusi pendidikan tetap menjadikan desa Kuanheun sebagai desa mitra, agar kegiatan pengabdian masyarakat dapat berlanjut. Bagi kepala desa Kuanheun perlunya edukasi remaja lain yang belum terlibat penuh dalam kegiatan remaja di desa Kuanheun.
Kelas Ibu Hamil Bernuansa Islami dalam Upaya Meningkatkan Kesehatan Ibu dan Janin: Islamic Class for Pregnant Women in an Effort to Improve Maternal and Fetal Health Dewi Andariya Ningsih; Umi Nur Kholifah; Susiana Susiana; Silaturrohmih Silaturrohmih; Siti Hilmi Musyarrofah; Siti Nurhidayati
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 4 (2022): Oktober - Desember
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (896.311 KB) | DOI: 10.33860/pjpm.v3i4.1197

Abstract

The increasing number of reproductive ages undergoing pregnancy becomes important to pay attention to the health of the mother and fetus so that there is a need for class activities for pregnant women with Islamic nuances. This activity aims to improve the knowledge and skills of pregnant women in the fields of pregnancy, antenatal care, childbirth, postpartum care, baby care, myths, infectious diseases and birth certificates. The target is all pregnant women in Sumberejo village. The expected benefits of class activities for pregnant women include increasing knowledge and skills of mothers from prenatal care to baby care, and building friendships between pregnant women. women and health professionals. It is included. The method used in this activity consists of brainstorming, lectures, video screenings, and demonstrations. In each meeting, Islamic information is affixed regarding the theme raised at each meeting. Participants in the activity are all pregnant women, a maximum of 10 people in each implementation. Speakers at the event included a team of village midwives, students, and a team of lecturers from the Midwifery Faculty of Health Sciences, Ibrahimy University. The results of these activities include all pregnant women who attended the event, it can be seen from the attendance sheet and active pregnant women in the meeting. ABSTRAK Semakin banyaknya usia reproduktif menjalani masa kehamilan menjadi penting untuk memperhatikan kesejahteraan kesehatan ibu dan janin sehingga diperlukan adanya kegiatan kelas ibu hamil yang bernuansa Islami. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu hamil di bidang kehamilan, pemeriksaan kehamilan, persalinan, perawatan nifas, perawatan bayi, mitos, penyakit menular dan akta kelahiran. Sasarannya adalah seluruh ibu hamil di desa Sumberejo. Manfaat yang diharapkan dari kegiatan kelas ibu hamil antara lain meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu dari perawatan prenatal hingga perawatan bayi, dan membangun persahabatan antar ibu hamil. wanita dan profesional kesehatan. Hal ini disertakan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini terdiri dari brainstorming, ceramah, pemutaran video, dan demonstrasi. Disetiap pertemuan di bubuhkan informasi islami terkait tema yang diangkat di setiap pertemuannya. Peserta kegiatan seluruh ibu hamil maksimal 10 rang disetiap pelaksanaan. Pembicara dalam acara tersebut antara lain tim bidan desa, mahasiswa, dan tim dosen Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Ibrahimy. Hasil dari kegiatan tersebut meliputi seluruh ibu hamil yang hadir pada acara tersebut, terlihat dari lembar kehadiran dan ibu hamil aktif dalam pertemuan tersebut.
Edukasi dan Deteksi Dini Kanker Serviks dengan Metode Inspeksi Visual Asam Asetat pada Wanita Usia Subur Hasni Hasni; Masda Masda; Sova Evie
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2022): Juli - September
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1363.817 KB) | DOI: 10.33860/pjpm.v3i3.1199

Abstract

Screening aims to detect precancerous changes. However, knowledge about cervical cancer that is still lacking in the community shows the level of awareness about cervical cancer is also low, so that services for cervical cancer screening as one of the prevention factors for cervical cancer are underutilized. The purpose of this community service activity is to increase WUS knowledge about cervical cancer and change WUS behavior to carry out early detection of cervical cancer using the IVA method with the training method, namely lectures, questions and answers, discussions and conducting VIA examinations. The target is WUS in Tuweley Village, Managaisaki City Health Center Work Area, totaling 48 people. From the results of the post test, it was found that there was an increase in knowledge with a score of 80-100 from the range of 40-50 during the pre-test and 23 WUS who did the IVA test. ABSTRAK Screening bertujuan untuk mendeteksi perubahan prakanker. Namun pengetahuan tentang kanker serviks yang masih kurang di masyarakat menunjukkan tingkat kesadaran tentang kanker serviks yang juga rendah, sehingga layanan untuk screening kanker serviks sebagai salah satu faktor pencegah terjadinya kanker serviks kurang dimanfaatkan. Tujuan dalam kegiatan pengabmas ini untuk meningkatkan pengetahuan WUS tentang kanker serviks dan merubah perilaku WUS untuk melakukan deteksi dini kanker serviks dengan metode IVA dengan metode pelasanaan adalah ceramah, Tanya jawab, diskusi dan melakukan pemeriksaan IVA. Yang menjadi sasaran adalah WUS di Kelurahan Tuweley Wilayah Kerja Puskesmas Kota Managaisaki berjumlah 48 orang. Dari hasil post test yang dilakukan didapatkan pengetahuan terjadi peningkatan dengan skor 80 – 100 dari rentang 40 – 50 saat pre test serta WUS yang melakukan test IVA berjumlah 23 orang. Dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan dan perubahan perilaku pada WUS setelah dilakukan edukasi.
Pendampingan Ibu dalam Stimulasi Perkembangan Motorik Anak pada Usia Toddler Nurfatimah Nurfatimah; Lisda Widianti Longgupa; Kadar Ramadhan
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2022): Juli - September
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1001.832 KB) | DOI: 10.33860/pjpm.v3i3.1206

Abstract

Toddler is a decisive period for the growth and development of the next stage. One of the problems at partner locations is that there are still many mothers who do not know how important it is to assess their child's development which lead to unstimulation of their children and developmental delays. The purpose of this community service activity is to increase the knowledge of mothers under five about motor development stimulation and can do it independently at home. This activity was carried out in Dewua village, Poso Pesisir Selatan District. The participants of this activity were 14 mothers with children aged 12-36 months and 5 posyandu cadres. The method of implementing this activity is in the form of demonstrations on how to assess children's development, role playing in providing stimulation, discussion and mentoring. The results of this activity showed that there were 35.7% of children with dubious development becomes no doubtful development after one month of mentoring. it is important for mothers to monitor the growth and development of children through appropriate stimulation according to the stages of child development. ABSTRAK Usia toddler merupakan masa penentu untuk pertumbuhan dan perkembangan tahap selanjutnya. Salah satu permasalahan di lokasi mitra yaitu masih banyak ibu yang tidak mengetahui seberapa pentingnya menilai perkembangan anak dan pada akhirnya anaknya tidak distimulasi dan terjadi keterlambatan dalam perkembangan anaknya. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan ibu balita tentang stimulasi perkembangan motorik dan dapat bisa melakukannya secara mandiri di rumah. Kegiatan ini dilaksanakan di desa Dewua, Kecamatan Poso Pesisir Selatan. Peserta kegiatan ini adalah 14 orang ibu yang memiliki anak 12-36 bulan dan 5 orang kader posyandu. Metode pelaksanaan kegiatan ini berupa demonstrasi cara menilai perkebangan anak, bermain peran dlam memberikan stimulasi, diskusi dan pendampingan. Hasil kegiatan ini menunjukan terdapat 35,7% anak dengan perkembangan meragukan, setelah dilakukan pendampingan selama sebulan sudah tidak terdapat perkembangan anak yang meragukan. Penting bagi ibu melakukan pemantauan terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak melalui stimulasi yang sesuai dengan tahapan perkembangan usia anak.
Edukasi Kesehatan Jiwa Bagi Orang dengan HIV AIDS dalam Menghadapi Covid-19 Selvi Alfrida Mangundap; Rina Tampake; Dafrosia Darmi Manggasa
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2022): Juli - September
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (784.464 KB) | DOI: 10.33860/pjpm.v3i3.1228

Abstract

The Covid-19 pandemic has caused mental health problems in the community, including at risk groups, namely people with HIV AIDS due to fear of infection due to decreased immunity. Mental health and psychosocial problems must be addressed immediately so as not to cause physical health problems and other problems such as economic, social and cultural. The purpose of the activity is to increase the knowledge, attitudes and abilities of participants in overcoming mental health and psychosocial problems. The activity was carried out in Palu City with educational methods in the form of socialization and training. Participants are people with HIV AIDS, totaling 76 people. The results of the activity are participants with good knowledge as much as 44.7% increased to 84.2% and positive attitude as much as 52.6% increased to 88.2%. Suggestions for health workers to routinely make efforts to improve mental and psychosocial health for people with HIV AIDS by making efforts to overcome anxiety by doing progressive muscle relaxation and efforts to create relaxed physical, positive emotions, positive thoughts, positive behavior, positive relationship and spiritual positive. ABSTRAK Pandemi Covid-19 menimbulkan masalah kesehatan jiwa pada masyarakat termasuk pada kelompok beresiko yaitu orang dengan HIV AIDS akibat takut tertular karena imunitas yang menurun. Masalah kesehatan jiwa dan psikososial harus segera ditangani agar tidak menimbulkan permasalahn kesehatan fisik serta masalah lain seperti ekonomi, sosial dan budaya. Tujuan kegiatan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan kemampuan peserta dalam mengatasi masalah kesehatan jiwa dan psikososial. Kegiatan dilaksanakan di Kota Palu dengan metode edukasi berupa sosialisasi  dan latihan. Peserta adalah orang dengan HIV AIDS yang berjumlah 76 orang  Hasil kegiatan yaitu peserta dengan pengetahuan baik sebanyak 44,7% meningkat menjadi 84,2% dan sikap positif sebanyak 52,6% meningkat menjadi 88,2%. Saran bagi petugas kesehatan agar rutin untuk melakukan upaya peningkatan kesehatan jiwa dan psikososial bagi orang dengan HIV AIDS dengan melakukan upaya untuk mengatasi kecemasan dengan melakukan relaksasi otot progresif serta upaya untuk menciptakan fisik rileks, emosi positif, pikiran positif, perilaku positif, relasi positif dan spiritual positif.
Pendidikan Kesehatan dengan Medula untuk Peningkatan Pengetahuan Remaja Arie Maineny; Hadina Hadina; Henrieta Imelda Tondong; Anna Veronica Pont
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2022): Juli - September
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1102.192 KB) | DOI: 10.33860/pjpm.v3i3.1237

Abstract

Adolescence is a time of rapid development and growth. At the age of 15-19 years from the demographic survey data and adolescent reproductive health (KRR), with most of those who first dated before the age of 15 years, namely 33.3% girls and 34.5% boys. Lack of basic life skills at this age puts them at risk for unhealthy relationship behaviors, including premarital sex. According to data from the Baturube Health Center in Kalombang village, the highest number of adolescents aged 15 to 19 years (51 people) were 27 boys (52.9%) and 24 girls (47.1%). The results of the interview survey on adolescents in Kalombang village show that there is still a lack of information about reproductive health. The snake and ladder game method (Medula) is a way of providing education used in this service. The results of the activity obtained 25 teenagers after being given education through the game of snakes and ladders, all of them had good knowledge (100%). There is an increase in knowledge of 24%. Conclusion Medulla-based health education can improve the understanding of adolescent reproductive health. ABSTRAK Masa remaja merupakan masa perkembangan dan pertumbuhan yang pesat. Pada usia 15-19 tahun dari data survei demografi dan kesehatan reproduksi remaja (KRR), dengan sebagian besar mereka yang pertama kali berpacaran pada usia sebelum 15 tahun yaitu 33,3 % anak perempuan dan 34,5 % anak laki-laki. Kurangnya keterampilan hidup dasar pada usia tersebut, menempatkan mereka pada risiko perilaku hubungan yang tidak sehat, termasuk seks pranikah. Menurut data Puskesmas Baturube di desa Kalombang, jumlah remaja terbanyak berusia 15 sampai 19 tahun (51 orang) adalah 27 laki-laki (52,9%) dan 24 perempuan (47,1 %). Hasil survei wawancara pada remaja di desa Kalombang menunjukkan masih kurangnya informasi tentang kesehatan reproduksi. Metode permainan ular tangga (Medula) merupakan cara pemberian edukasi yang digunakan pada pengabdian ini. Hasil dari kegiatan didapatkan 25 remaja setelah diberi edukasi melalui permainan ular tangga, semuanya memiliki pengetahuan yang baik (100%). Terdapat peningkatan pengetahuan sebesar 24 %. Kesimpulan Pendidikan kesehatan berbasis Medula dapat meningkatkan pemahaman kesehatan reproduksi remaja.