cover
Contact Name
Kadar Ramadhan
Contact Email
poltekita.jpm@gmail.com
Phone
+6285299159212
Journal Mail Official
poltekita.jpm@gmail.com
Editorial Address
Jl. Thalua Konchi, Mamboro, Palu Utara, Kota Palu, Sulawesi Tengah 94145
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat
ISSN : 27225801     EISSN : 27225798     DOI : https://doi.org/10.33860/pjpm
Core Subject : Health,
The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the area of community health services. The scope Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat receives articles from all public service activities in the field of health.
Articles 274 Documents
Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Guru TK dan Orang Tua Siswa dalam Deteksi Dini Kanker Payudara dan Serviks Erna Rochmawati; Ivanna Beru Brahmana
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2022): Juli - September
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (974.148 KB) | DOI: 10.33860/pjpm.v3i3.1035

Abstract

Data in 2018 shows that the highest prevalence of cancer in Indonesia is in the Special Region of Yogyakarta. Awareness for prevention through breast self-examination and pap smear on women in Indonesia is still in the low-medium category, with only 5-20% of them are aware of pap smear and breast examination. The purpose of this community service was to increase the knowledge of parents and kindergarten teachers as well as to increase their skills in conducting breast self-examination. The partner in this community service was Kindergarten of  Aisyiah Bustanul Atfhal An Nur. The target of the activity was six kindergarten teachers and 15 parents. The methods used in this activity are lectures, discussions, videos and demonstrations. The lecture method was carried out when giving material about breast and cervical cancer. The discussion was conducted with questions and answers from participants and presenters. Video and demonstration methods for breast self-examination, and then redemonstration. The result of community service activities is that there is an increase in scores for kindergarten teachers and students' guardians. Improved scores on breast cancer knowledge from 80 to 91.7 (p-value=0.000) and in cervical cancer from 71.4 to 98.2 (p=0.000). In addition there are improvement in  skills to do breast self-examination. ABSTRAK Data pada tahun 2018 menunjukkan jumlah penderita kanker tertinggi di Indonesia berada di Daerah Istimewa Yogyakarta. Kesadaran untuk pencegahan melalui pemeriksaan payudara sendiri dan pap smear pada perempuan di Indonesia masih dalam kategori rendah-sedang dimana hanya  5-20% perempuan yang mengetahui pap smear dan pemeriksaan payudara sendiri. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan ibu wali murid dan guru TK serta serta meningkatnya kemampuan dalam pemeriksaan payudara sendiri. Mitra dalam pengabdian masyarakat ini adalah TK Aisyiah Bustanul Atfhal An Nur. Sasaran kegiatan adalah enam guru TK dan 15 wali murid.  Metode yang digunakan dalam kegiatan  ini adalah ceramah, diskusi, video dan demonstrasi. Metode ceramah dilaksanakan saat memberikan materi mengenai kanker payudara dan serviks. Diskusi dilakukan dengan tanya-jawab dari peserta dan pemateri. Metode video dan demonstrasi untuk pemeriksaan payudara sendiri, dan selanjutnya dilakukan redemonstrasi. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat adalah  ada peningkatan skor pada guru TK dan ibu wali murid. Peningkatan skor pada pengetahuan kanker payudara dari 80 menjadi 91.7 (p-value=0,000) dan pada kanker servis dari 71.4 menjadi 98.2 (p=0,000). Selain itu terdapat serta keterampilan  melakukan pemeriksaan payudara sendiri.
Edukasi Potensi Kayu Secang (Caesalpinia sappan L.) terhadap Kesehatan Reproduksi dengan Metode Webinar Dina Yuspita Sari
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2022): Juli - September
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (841.376 KB) | DOI: 10.33860/pjpm.v3i3.1051

Abstract

The tropical rain forests of West Kalimantan are rich in medicinal plant species, one of which is sappanwood and has been used for reproductive health. Sappanwood can be used as a supplement during pregnancy, after birth, and as antifertility. The role of sappanwood in reproductive health needs to be socialized to the public, especially pharmacists through webinar education activities. The purpose of this webinar is to introduce and educate the public and pharmacists in knowing the potential of sappanwood for reproductive health. Based on the results of the webinar activity, it was found that there was an increase in the average score before giving the webinar, from 34.1 to 78.1. This shows that PkM activities carried out through webinars are able to provide understanding, introduction, and education to the public and pharmacists in knowing the potential of sappanwood for reproductive health. Utilization of sappanwood for reproductive health can be done by brewing or making syrup products from sappanwood or by formulating sappanwood extract in traditional medicinal preparations. ABSTRAK Hutan hujan tropis di Kalimantan Barat kaya akan jenis tanaman obat, salah satunya kayu secang dan telah dimanfaatkan masyarakat untuk Kesehatan reproduksi. Kayu secang dapat digunakan sebagai suplemen saat hamil, setelah melahirkan, dan sebagai antifertilitas. Peranan kayu secang ini perlu disosialisasikan kepada masyarakat khususnya farmasis melalui kegiatan edukasi webinar. Webinar ini bertujuan untuk memperkenalkan dan mengedukasi masyarakat dan farmasis dalam mengetahui potensi kayu secang untuk kesehatan reproduksi. Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang telah dilakukan, didapatkan bahwa terdapat peningkatan nilai rata-rata sebelum pemberian materi webinar yaitu 34,1 menjadi 78,1. Hal tersebut menunjukkan bahwa kegiatan PkM yang dilaksanakan melalui webinar mampu memberikan pemahaman, pengenalan, dan edukasi kepada masyarakat dan farmasis dalam mengetahui potensi bahan alam untuk kesehatan reproduksi. Pemanfaatan kayu secang untuk kesehatan reproduksi dapat dilakukan dengan menyeduh atau membuat produk sirup dari kayu secang atau dengan memformulasikan ekstrak kayu secang dalam sediaan obat tradisional.
Upaya Adaptasi Kebiasaan Baru Akibat Pandemi Covid-19 di Lingkungan Panti Asuhan: The Efforts to Adapt a New Habits of Covid-19 Pandemic in the Orphanage Eka Wahyuningrum; Andri Kenti Gayatina
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2022): Juli - September
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (861.127 KB) | DOI: 10.33860/pjpm.v3i3.1054

Abstract

The Covid pandemic has occurred in all countries, including Indonesia. Covid-19 is not only transmitted to the adult age group, but also to the child age group. Preliminary studies at Hephata orphanage found that most children needed health information about Covid-19, eye health and maintaining personal hygiene during Covid-19. The purpose of this community service is to increase the adaptation of new habits due to the Covid-19 pandemic in the orphanage environment. Method of community services include giving posters "Stay Healthy with New Habits in the Covid-19 Pandemic", giving masks, hand sanitizer and hand washing soap, coloring pictures of new habits and education about Covid-19, impact and prevention of Covid-19 through habits new. PKM activities are carried out in 2 stages, namely providing facilities to prevent the spread of Covid-19 and education. Based on observations, this activity was well received by the orphanage, it was seen that the caretakers and owners of the orphanage were directly involved in receiving facilities. In addition, the residents of the orphanage also seemed enthusiastic in coloring pictures and participating in education. There was an increase of the average score from 71 to 80. Conclusion: PKM activities increase the knowledge of Hephata orphanage children and support the implementation of new Covid-19 habits. ABSTRAK Pandemi Covid terjadi di seluruh negara termasuk Indonesia. Covid-19 tidak hanya menular pada golongan usia dewasa, namun juga golongan usia anak. Studi pendahuluan pada panti Hephata menemukan sebagian besar anak membutuhkan informasi kesehatan mengenai Covid-19, kesehatan mata dan menjaga kebersihan diri selama Covid. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah peningkatan adaptasi kebiasaan baru akibat pandemi Covid-19 di lingkungan panti asuhan. Metode: kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang dilaksanakan antara lain pemberian poster “Tetap Sehat dengan Kebiasaan Baru pada Pandemi Covid-19”, pemberian masker, hand sanitizer dan sabun cuci tangan, mewarnai gambar kebiasaan baru dan edukasi tentang Covid-19, dampak dan pencegahan Covid-19 melalui kebiasaan baru. Kegiatan PKM dilakukan dalam 2 tahap yaitu pemberian fasilitas pencegahan penularan Covid-19 dan edukasi. Berdasarkan observasi, kegiatan ini disambut baik oleh panti asuhan, terlihat antusias pengurus dan pemilik panti asuhan yang terlibat langsung dalam kegiatan penerimaan sarana. Selain itu, penghuni panti asuhan juga terlihat antusias dalam mewarnai gambar dan mengikuti edukasi. Terdapat peningkatan rerata pengetahuan tentang dari 71 menjadi 80. Kesimpulan: kegiatan PKM meningkatkan pengetahuan anak PA Hephata dan mendukung penerapan kebiasaan baru Covid-19.
Upaya Meningkatkan Kemampuan Santri dalam Menyusun Menu Gizi Seimbang di Pondok Pesantren Hidayatullah Putri Kota Kendari Euis Nurlaela; Rasmaniar Rasmaniar
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 4 (2022): Oktober - Desember
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (924.167 KB) | DOI: 10.33860/pjpm.v3i4.1056

Abstract

The system of providing Islamic boarding school education requires its students to stay permanently in the boarding school during learning activities and skip meals in the boarding school, this condition requires the commitment of the Islamic boarding school to provide the best possible food so that the nutritional needs of the students are still fulfilled. One of the efforts to meet nutritional needs is through menu planning according to nutritional needs and balanced nutrition guidelines, so that it is necessary to empower students who are involved in food processing. The aim is to provide knowledge and practice of compiling a balanced nutritional menu to students. Located at the Hidayatullah Putri Islamic Boarding School, the target is 30 female students aged 10-15 years. The method used is lecture, discussion and practice of preparing menus. The evaluation was carried out 3 times, namely pre test, post test 1 and post test 2. The results of the activity obtained that the level of knowledge of students before receiving counseling was included in the sufficient category, only 3.33% after being given counseling (post test 1) increased to 66.67% in the sufficient category. and 10% in good category, in post test 2 the category is sufficient 40% and good category 30%, while the ability of students to prepare menus before being given practice is 100% in the poor category, after being given practice in compiling menus (post test 1), 40% is in sufficient category and 10 % in good category, in post test 2 60% in sufficient category and 13.33% in good category. ABSTRAK Sistem penyelenggaraan pendidikan pondok pesantren mengharuskan para santrinya untuk tinggal menetap di pondok selama kegiatan belajar dan melewati waktu makan di dalam pondok, kondisi ini menuntut komitmen pondok pesantren untuk menyediakan makanan sebaik mungkin agar kebutuhan zat gizi santri tetap tercukupi. Salah satu upaya untuk memenuhi kebutuhan zat gizi melalui perencanaan menu sesuai kebutuhan gizi dan pedoman gizi seimbang, sehingga diperlukan pemberdayaan santri yang ikut terlibat dalam pengolahan makanan. Tujuan memberikan pengetahuan dan praktik menyusun menu gizi seimbang  kepada santri. Bertempat di Pondok Pesantren Hidayatullah Putri, sasaran remaja putri usia 10 – 15 tahun sebanyak 30 santri. Metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi serta praktik penyusun menu. Evaluasi dilakukan 3 kali yaitu pre test, post test 1 dan post test 2. Hasil kegiatan diperoleh tingkat Pengetahuan santri sebelum memperoleh penyuluhan termasuk kategori cukup hanya sebesar 3,33% setelah diberikan penyuluhan (post test 1) meningkat menjadi 66,67% kategori cukup dan 10% kategori baik, pada post test 2 kategori cukup 40% dan kategori baik 30%, sedangkan kemampuan santri menyusun menu sebelum diberikan praktik 100% kategori kurang, setelah diberikan praktik menyusun menu (post test 1) sebesar 40% kategori cukup dan 10% kategori baik, pada post test 2 sebesar 60% kategori cukup dan 13,33% kategori baik.
Pencegahan Infeksi Cacing Usus pada Anak Melalui Sosialisasi Kepada Ibu-Ibu PKK Kelurahan Kwarasan Grogol Sukoharjo Dwi Haryatmi; Lilik Ariyanti
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 4 (2022): Oktober - Desember
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1096.947 KB) | DOI: 10.33860/pjpm.v3i4.1062

Abstract

Worm infection is one of the public health problems in Indonesia that can cause nutritional deficiencies in the form of calories and protein, as well as blood loss (anemia) which results in decreased body resistance and causes growth and development disorders in children. Inadequate environmental sanitation, low economic conditions, and suitable weather or climate for the growth of worms are factors that cause high worm infections. Counseling to the village community aims to provide knowledge to the community about helminthiasis and how to prevent it. The method used is the lecture method, demonstration of how to wash hands properly and discussion. Previously, there was a laboratory examination carried out by taking soil samples in the neighborhood around the residents' houses which found the presence of hookworm eggs and larvae. The counseling was attended by 41 PKK women in Kwarasan village with a posttest score of 88% of the participants who attended an increase compared to the pretest score, while 7% of the participants who attended had a fixed posttest score compared to the pretest score. This shows that PKK mothers have gained better knowledge about intestinal worm infections in children and ways to prevent them. ABSTRAK Infeksi cacingan merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat Indonesia yang dapat menyebabkan kekurangan gizi yaitu berupa kalori dan protein, serta kehilangan darah (anemia) yang berakibat menurunnya daya tahan tubuh dan menimbulkan gangguan tumbuh kembang pada anak. Sanitasi lingkungan yang belum memadai, keadaan ekonomi yang rendah, dan cuaca atau iklim yang sesuai untuk pertumbuhan cacing merupakan faktor penyebab tingginya infeksi cacing. Penyuluhan kepada masyarakat desa ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang penyakit kecacingan dan bagaimana cara pencegahannya. Metode yang digunakan adalah metode ceramah, demonstrasi cara cuci tangan yang benar dan diskusi. Sebelumnya ada pemeriksaan laboratorium yang dilakukan dengan mengambil sampel tanah di lingkungan sekitar rumah warga ditemukan adanya telur dan larva cacing tambang (Hookworm). Penyuluhan dihadiri oleh 41 ibu-ibu PKK desa Kwarasan dengan nilai postest 88% peserta yang hadir mengalami peningkatan dibandingkan nilai pretest, sedangkan 7% peserta yang hadir memiliki nilai postest yang tetap dibandingkan dengan nilai pretest. Hal ini menunjukan bahwa ibu-ibu PKK telah mendapatkan pengetahuan yang lebih baik tentang infeksi cacing usus pada anak dan cara-cara pencegahannya.
Gerakan Masyarakat Peduli Remaja (GEMPAR) di Desa Petungsewu, Dau, Kabupaten Malang Lisa Purbawaning Wulandari; Rita Yulifah
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2022): Juli - September
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1080.647 KB) | DOI: 10.33860/pjpm.v3i3.1068

Abstract

Adolescence is the starting point of the human life cycle in preparing for a healthy reproductive process. Based on RPJMN 2016 data for East Java, it was found that problems related to adolescents include knowledge of Adolescent Reproductive Health (KRR) in East Java which is still low, this is indicated by the Adolescent Knowledge Index about KRR is still low at 55.3%. The Community Service, which was held in Petungsewu Village, Dau District, aims to increase adolescent knowledge about reproductive health, increase cadre knowledge about youth KMS and be skilled in carrying out youth posyandu activities. The method used in this activity is the provision of education using ppt media, videos and booklets. The participants were 20 youths and 10 youth cadres. The activity continued with the implementation of the Youth Posyandu. The results of educational activities showed that the level of knowledge of adolescents about reproductive health increased from 35% to 75% with good knowledge and cadres were able to carry out Youth Posyandu with assistance. ABSTRAK Remaja merupakan titik awal siklus kehidupan manusia dalam mempersiapkan proses reproduksi yang sehat. Berdasarkan data RPJMN 2016 Jawa Timur menemukan problematika yang berhubungan dengan remaja antara lain pengetahuan Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) di Jatim masih rendah, hal ini ditandai dengan Indeks Pengetahuan Remaja tentang KRR masih rendah yaitu sebesar 55,3%. Pengabdian Masyarakat yang dilaksanakan di Desa Petungsewu Kecamatan Dau ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi, meningkatkan pengetahuan kader tentang KMS remaja dan terampil dalam melaksanakan kegiatan posyandu remaja. Metode yang dilakukan dalam kegiatan ini adalah pemberian edukasi menggunakan media ppt, video dan booklet. Peserta adalah remaja sejumlah 20 remaja dan 10 kader remaja. Kegiatan dilanjutkan dengan pelaksanaan Posyandu Remaja. Hasil kegiatan edukasi menunjukan tingkat pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi meningkat dari 35% menjadi 75% berpengetahuan baik dan kader mampu melaksanakan posyandu remaja dengan pendampingan.
Implementasi Asuhan Komplementer pada Keluhan Ibu Postpartum Berbasis Homecare Senditya Indah Mayasari; Yuliyanik Yuliyanik; Nicky Danur Jayanti
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 4 (2022): Oktober - Desember
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (855.107 KB) | DOI: 10.33860/pjpm.v3i4.1070

Abstract

During the postpartum period, postpartum mothers are often faced with complaints or problems that result in difficulties for the mother in undergoing the postpartum period. Physical and psychological changes are often problems that arise during the puerperium. Complementary care is given to postpartum mothers to prevent problems or complications during the puerperium. The purpose of community service activities is to provide complementary care to postpartum mothers by making home visits. The results of the activity: complementary care was carried out for 12 postpartum mothers in the Tasikmadu area of ​​Malang City. Some of the complaints felt by postpartum mothers such as breast milk is not smooth, mothers can not sleep can be reduced without giving medical and pharmacological measures. By providing complementary care to postpartum mothers based on homecare, it can reduce and manage complaints or problems experienced by mothers, prevent postpartum blues, mothers are more confident and independent, babies get their needs optimally, and increase family participation in the mother's success through the postpartum period. . Complementary care can be provided during repeat visits by health workers such as midwives, nurses to postpartum mothers to reduce the occurrence of problems during the puerperium. ABSTRAK Pada masa nifas seringkali ibu postpartum dihadapkan dengan keluhan atau masalah yang mengakibatkan ibu kesulitan dalam menjalani masa nifas. Perubahan secara fisik dan psikologi kerapkali menjadi masalah yang muncul pada masa nifas. Asuhan komplementer diberikan pada ibu postpartum untuk mencegah terjadinya masalah atau komplikasi masa nifas. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat memberikan asuhan komplementer pada ibu nifas dengan melakukan kunjungan rumah. Hasil kegiatan: dilakukan asuhan komplementer kepada 12 ibu postpartum di wilayah Tasikmadu Kota Malang. Beberapa keluhan yang dirasakan ibu postpartum seperti ASI tidak lancar, ibu tidak bisa tidur dapat dikurangi tanpa pemberian tindakan medis dan farmakologi. Dengan pemberian asuhan komplementer pada ibu postpartum berbasis homecare, dapat mengurangi dan tatalaksana keluhan atau masalah yang dialami ibu, mencegah terjadinya postpartum blues, ibu lebih percaya diri dan mandiri, bayi mendapatkan kebutuhannya secara optimal, serta meningkatkan peran serta keluarga dalam keberhasilan ibu melewati masa nifas. Asuhan komplementer dapat diberikan pada saat ibu melakukan kunjungan ulang oleh tenaga kesehatan seperti bidan, perawat pada ibu postpartum untuk mengurangi terjadinya masalah sepanjang masa nifas.
Pemberdayaan Ibu Cerdas Gizi untuk Mengatasi Eating Disorders pada Anak Usia Dini di TK Geeta School Kota Cirebon Ari Yulistianingsih; Asep Novi Taufiq Firdaus; Damayanti Damayanti; Devi Febiana; Siti Aisyah; Yunita Afillya
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 4 (2022): Oktober - Desember
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (749.872 KB) | DOI: 10.33860/pjpm.v3i4.1088

Abstract

Eating disorders are complex psychological disorders that trigger unhealthy eating behaviors in children aged 3-5 years. This is caused by feeding patterns and inappropriate parenting in children. If this condition lasts for a long time and does not get proper treatment, it will cause nutritional problem and medical complications that can be life-threatening problems. Parents are role model for children in the process of forming children's behavior and dietary habits. Dietary habits of parent affect their children’s dietary habits. This study indicated that 86% of parents in Geeta School Kindergarten complain that their children do not like vegetables and fruit. Nutrition empowerment through “Ibu Cerdas Gizi” program so that nutrition knowledge increases. The activity, which was carried out using the lecture method using power point slides and leaflets, was held in January 2022 aimed at increasing mother’s nutrition knowledge. The results of this activity indicate that there was an increase in mother’s nutritional knowledge from 59,1 to 86,9. It is important to provide nutrition education to families and school throught cooking class and nutrition empowerment. ABSTRAK Eating disorders atau gangguan makan merupakan suatu gangguan psikologis kompleks yang memicu perilaku dan kebiasaan makan yang salah pada anak usia 3-5 tahun. Hal ini disebabkan oleh pola pemberian makan dan pola asuh yang tidak tepat pada anak. Apabila kondisi ini berlangsung lama dan tidak mendapatkan penanganan dengan tepat, maka akan menimbulkan permasalahan gizi dan komplikasi medis yang dapat mengancam jiwa. Orang tua merupakan panutan bagi anak dalam proses terbentuknya perilaku dan kebiasaan makan anak. Apabila orang tua tidak menyukai sayur dan buah, maka secara tidak langsung anak pun akan memiliki kebiasaan makan yang sama dengan orang tua. Sebanyak 86% orang tua anak yang bersekolah di TK Geeta School mengeluhkan bahwa anak mereka tidak menyukai sayur dan buah. Hal ini mendorong perlu dilakukannya pemberdayaan ibu sebagai orang tua melalui program ibu cerdas gizi agar pengetahuan gizi ibu meningkat. Kegiatan yang dilaksanakan dengan metode ceramah menggunakan slide power point dan leaflet ini diselenggarakan pada bulan Januari 2022 bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan gizi ibu. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan, bahwa terjadi peningkatan pengetahuan gizi ibu dari nilai 59,1 menjadi 86,9. Setiap TK diharapkan menyelenggarakan kelas memasak dan kelas parenting bagi orang tua siswa sebagai upaya dalam meningkatkan pengetahuan gizi.
Optimalisasi Perawatan Bayi Melalui Kelas Online: Pengabdian Masyarakat pada Ibu Hamil di Kecamatan Baturraden Diki Retno Yuliani; Riza Amalia
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 4 (2022): Oktober - Desember
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1739.547 KB) | DOI: 10.33860/pjpm.v3i4.1107

Abstract

Restrictions that occurred during the COVID-19 pandemic also impacted pregnant women's access to health services, one of which was the opportunity to get information about daily baby care through classes for pregnant women. The purpose of this activity is toexecuteonline classdaily baby care preparation. The target of Community Service is 50 primigravida pregnant women in the Baturraden sub-district, 4 people dropped out during the activity process. Online class activities consist of preparation, implementation and evaluation. The online class for daily baby care preparation will be held from September to October 2021. The evaluation uses a daily baby care knowledge questionnaire and the Breastfeeding self-efficacy scale-short form (BSES-SF). The results obtained in this activity were that most of the target's knowledge about daily baby care increased (82%) and most of the mothers' self-confidence to breastfeed increased (61%). Daily online baby care class activities can be continued, especially for primigravida mothers by utilizing modules that have been compiled and published. ABSTRAK Pembatasan yang terjadi selama Pandemi COVID-19 ikut berdampak pada akses ibu hamil terhadap pelayanan kesehatan, salah satunya kesempatan mendapatkan informasi tentang perawatan bayi sehari-hari melalui kelas ibu hamil.  Tujuan kegiatan ini adalah melaksanakan online class persiapan perawatan bayi sehari-hari. Sasaran pengabdian masyarakat adalah ibu hamil primigravida di wilayah kecamatan Baturraden sejumlah 50 orang, 4 orang drop out selama proses kegiatan. Kegiatan online class terdiri dari persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Online class persiapan perawatan bayi sehari-hari dilaksanakan pada bulan September sampai Oktober 2021. Evaluasi menggunakan kuesioner pengetahuan perawatan bayi sehari-hari dan Breastfeeding self-efficacy scale-short form (BSES-SF). Hasil yang diperoleh dalam kegiatan ini adalah sebagian besar pengetahuan sasaran tentang perawatan bayi sehari-hari meningkat (82%) dan sebagian besar keyakinan diri ibu untuk menyusui meningkat (61%). Kegiatan online class perawatan bayi sehar-hari dapat dilanjutkan terutama pada ibu primigravida dengan memanfaatkan modul yang telah disusun dan dipublikasikan.
Kaderisasi Relawan Sadar Kesehatan Lansia dan Lingkungan pada Dukuh Mangiran Bantul Erika loniza; Kurnia Chairunnisa; Yudhi Ardiyanto
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 4 (2022): Oktober - Desember
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1009.46 KB) | DOI: 10.33860/pjpm.v3i4.1128

Abstract

In older, the function on human body also decreases and the effects is mobility becomes impaired. These decreases includes of strength and stiffness and also joint and muscle pain. In addition, hypertension disorder are susceptible to the elderly. The purpose of the community servive at the Mangiran hamlet is to improve public health the health of the general public, especially the elderly. The method is conseling activities through visual and audio-visual media, health checks, and the implementation of infrared therapy to the participants including 30 elderly and 5 cadres from Karang Taruna Mangiran. And also height and weight measurement, elderly blood pressure, and doing infrared theraphy to the elderly who feel joint or muscle pain. Based on the results of the medical examination as many as 40% participants feeling muscle or joint pain and 53,3% of participants have a risk of hypertension which includes as many as 68,75% have a risk of hypertension degree 1 and 31,25% have a risk of hypertension degree 2. Theraphy infrared have a positive impact on the participants’s body, which is the pain have slowly disappears. ABSTRAK Seiring bertambahnya usia, fungsional tubuh manusia ikut mengalami penurunan sehingga mobilitas menjadi terganggu. Penurunan ini meliputi penurunan kekuatan dan kekakuan serta nyeri sendi dan otot. Selain itu, gangguan hipertensi sangat rentan terhadap lanjut usia. Tujuan diadakannya pengabdian di dusun Mangiran untuk meningkatkan kesehatan masyarakat, khususnya lansia. Metode yang digunakan berupa kegiatan penyuluhan melalui media visual dan audio visual, pemeriksaan kesehatan, dan pelaksanaan terapi infrared kepada peserta meliputi 30 orang lansia dan 5 kader yag berasal dari Karang Taruna Mangiran. Pemeriksaan dan pendampingan ini meliputi penyuluhan mengenai pentingnya menjaga kesehatan, pemaparan mengenai rasa nyeri, dan cara penggunaan alat terapi infrared dan tensimeter kepada peserta yang berisi lansia dan kader. Selain itu, dilakukan pengukuran tinggi dan berat badan lansia, tekanan darah lansia, dan melakukan terapi infrared kepada lansia yang mengalami nyeri otot atau sendi. Berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan sebanyak 40% peserta mengalami nyeri otot atau sendi dan 53,3% peserta memiliki resiko mengalami hipertensi yang diantaranya sebanyak 68,75% mengalami hipertensi derajat 1 serta sebanyak 31,25% mengalami hipertensi derajat 2. Dengan dilakukan terapi infrared memberikan dampak positif terhadap tubuh peserta berupa rasa nyeri yang perlahan menghilang.

Page 11 of 28 | Total Record : 274