cover
Contact Name
Kadar Ramadhan
Contact Email
poltekita.jpm@gmail.com
Phone
+6285299159212
Journal Mail Official
poltekita.jpm@gmail.com
Editorial Address
Jl. Thalua Konchi, Mamboro, Palu Utara, Kota Palu, Sulawesi Tengah 94145
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat
ISSN : 27225801     EISSN : 27225798     DOI : https://doi.org/10.33860/pjpm
Core Subject : Health,
The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the area of community health services. The scope Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat receives articles from all public service activities in the field of health.
Articles 274 Documents
Edukasi dan Deteksi Dini Komplikasi Kehamilan dengan Pemeriksaan Laboratorium Rochany Septiyaningsih; Dhiah Dwi Kusumawati; Frisca Dewi Yunadi; Septiana Indratmoko
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2020)
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.646 KB) | DOI: 10.33860/pjpm.v1i2.98

Abstract

The World Health Organization (WHO) states that maternal mortality worldwide due to complications during pregnancy and childbirth in 2017 is estimated at around 810 cases. Between 2000 and 2017 there was a decline in the ratio of MMR around the world by 38%. WHO also states that 94% of global maternal deaths occur in low and middle income countries. In Indonesia, maternal deaths due to complications from pregnancy or childbirth every year are estimated at 20,000 mothers died from five million births. Delivery assistance by trained health workers in health facilities can be an effort to reduce MMR and IMR. In addition, awareness of pregnant women is also important for the importance of having a pregnancy with a health worker. This community service aims to increase the knowledge of pregnant women about anemia and to detect early pregnancy complications by laboratory examinations. The target of this activity is 15 pregnant women. The dedication activity is conducting educational activities, laboratory examinations in Tambakreja Village, Cilacap Regency. Based on the results of this activity it was concluded that there was an increase in knowledge of pregnant women about anemia and found 2 pregnant women experiencing anemia from 15 pregnant women and urine examination found all negative pregnant women
Senam Hamil dalam Upaya Persiapan Fisik dalam Persalinan Rochany Septiyaningsih; Frisca Dewi Yunadi; Dhiah Dwi Kusumawati
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2020)
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1957.034 KB) | DOI: 10.33860/pjpm.v1i2.100

Abstract

One of the health problems in Indonesia is the Maternal Mortality Rate (MMR). The World Health Organization (WHO) states that maternal deaths are deaths that occur during pregnancy, childbirth, or within 42 days postpartum which can be caused either directly or indirectly to pregnancy. Pregnancy is a happiness that can be felt by pregnant women who plan and look forward to it. During pregnancy, changes will occur both physical and psychological changes. Psychological changes also occur in pregnant women especially just before delivery. Pregnant women feel anxious because of hormonal changes and thoughts before delivery. Exercise and relaxation techniques during pregnancy are needed to reduce the anxiety of pregnant women. Pregnant gymnastics is one of the sports activities that mothers can do during pregnancy. The aim of community service is to increase the knowledge of pregnant women about pregnancy exercise and teach pregnancy exercise. The target community service is 10 pregnant women in Tambakreja Village. This service begins with health education about pregnancy exercise and then continues with pregnancy exercise practice. As a result of community service, there was an increase in knowledge by 38% from before counseling to counseling. Pregnant women are also able to practice pregnancy exercises properly.
Latihan Berjalan Untuk Menurunkan Tekanan Darah pada Penderita Hipertensi Ni Made Ridla Parwata; Tasnim Tasnim
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2021)
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (728.25 KB) | DOI: 10.33860/pjpm.v2i1.103

Abstract

World Health Organization (WHO) (2015), menunjukkan bahwa sekitar 1,13 miliar orang di dunia menderita hipertensi. Diperkirakan pada tahun 2025 akan ada 1,5 Miliar orang yang terkena hipertensi, dan diperkirakan setiap tahunnya 10,44 juta orang meninggal akibat hipertensi dan komplikasinya. Sebanyak 34,1% penduduk Indonesia berumur >18 tahun menderita hipertensi. Sulawesi Tengah pada tahun 2017 dari 76.911 jiwa penduduk usia ≥18 tahun, sebesar 3.436 yang diukur tekanan darahnya terdapat 2.711 jiwa yang menderita Hipertensi (78,9%). Prevalensi hipertensi di kabupaten Poso pada tahun 2017 sebesar 12,85%. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini meliputi pemeriksaan tanda-tanda vital, kadar kolestrol darah dan mengecek status pernapasan (dispnea atau nyeri dada), ceramah dan diskusi, demonstrasi dan pelaksanaan Latihan Berjalan. Hasil kegiatan ini, dari 15 peserta ada 10 peserta yang mengalami penurunan tekanan dan 5 peserta tidak mengalami perubahan tekanan darah sistol. Ada 7 orang peserta yang mengalami penurunan tekanan darah diastole dan 8 orang peserta memiliki tekanan darah diastole yang sama sebelum dan sesudah latihan berjalan. Kesimpulan: Latihan berjalan dapat menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi. Saran: Masyarakat terutama penderita hipertensi agar dapat melakukan latihan berjalan sebagai salah satu alternatif yang mudah, murah, efektif dan efisien untuk menurunkan tekanan darah.
Peningkatan Pengetahuan Lansia tentang Kesiapsiagaan Bencana Nasional Covid-19 di Desa Rumpa Kecamatan Mapili Kabupaten Polman Fredy Akbar K; Hamdan Nur; Idawati Agustan; Dinda Cendana Wangi
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2021)
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (771.801 KB) | DOI: 10.33860/pjpm.v2i1.247

Abstract

Upaya memutuskan mata rantai penyebaran corona virus dan mengurangi jumlah korban, dilakukan melalui beberapa kebijakan dan kegiatan baik dari sector pemerintahan maupun sektor kesehatan, diantaranya proses belajar di rumah, pembatasan aktivitas diluar rumah, kegiatan ibadah didalam rumah, dan bekerja harus dirumah ditutupnya akses jalan dalam kurun waktu tertentu, pembatasan jam transportasi beropasi, pembatasan jumlah transportasi dan karantina kesehatan serta kewajiban rapid tes saat akan bepergian keluar provinsi. Namun perlunya pengetahuan lebih mengenai Covid-19 sangat diperlukan terkhususnya bagi lansia yang merupakan kelompok rentan terpapar corona virus. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memahami karakteristik lansia yang hadir dalam kegiatan tersebut dan meningkatkan pengetahuan Lansia mengenai kesiapsiagaan bencana Covid-19. Metode yang digunakan adalah metode ceramah dan diskusi. Jumlah peserta sebanyak 20 orang dan dilaksanakan di aula assamalewuang desa Rumpa. Hasil yang diperoleh karakteristik peserta pengabdian masyarakat adalah sebagai berikut: usia peserta berkisar 63 sampai dengan 80 tahun dan tingkat pendidikan antara SD dan SMP. Rerata nilai pretest adalah 68,5 dan Rerata nilai posttest 89. Terjadi peningkatan nilai rerata skor 20,5, sehingga dapat disimpulkan bahwa pemberian pengetahuan dapat meningkatkan pengetahuan Lansia mengenai kesiapsiagaan bencana Covid-19.
Memutus Mata Rantai Penularan Virus Covid-19 melalui Penggunaan Masker dan Penggunaan Alat Dispenser Hand Sanitizer di Tempat Ibadah Veronika Amelia Simbolon; Putri Orina Manullang; Yessica Efrioni Sitanggang
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2021)
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (862.584 KB) | DOI: 10.33860/pjpm.v2i1.290

Abstract

Penyakit korona merupakan penyakit dengan tingkat penularan yang cukup tinggi dan WHO telah menetapkan penyakit ini sebagai masalah kesehatan global (pandemik) dan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat yang Meresahkan Dunia, sehingga perlu upaya perlindungan kesehatan masyarakat yang bertujuan untuk mencegah terjadinya penularan dalam skala luas. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk mengetahui kemauan dan kemampuan jemaat dalam melakukan pencegahan penularan virus corona bagi diri sendiri, keluarga maupun lingkungan. Metode kegiatan pengabdian kepada masyarakat yaitu sosialisasi dan himbauan kepada jemaat Gereja HKBP di Kota Tanjungpinang. Lokasi pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat adalah Gereja HKBP Kota Tanjungpinang, Gereja HKBP Nomensen Melayu Kota Piring dan Gereja HKBP Bintan Center. Jumlah peserta dalam kegiatan ini adalah seluruh jemaat yang hadir saat ibadah berlangsung. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat diketahui bahwa penerapan protokol kesehatan pada Gereja HKBP di Kota Tanjungpinang sudah sesuai anjuran pemerintah. Pihak gereja selalu menghimbau jemaat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan. Sebagian besar jemaat sudah mematuhi protokol kesehatan, hanya sebagian kecil yang belum memahami aturan cara menggunakan masker dengan benar).
Trainning of Fasilitator Bagi Kader Kesehatan Program Penyakit Tidak Menular dalam Pencegahan dan Pengendalian Potensi Stroke Abdul Rivai Saleh Dunggio; Christy Natalia Magdalena Hitijahubessy; Sri Eny Setyowati
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2021)
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (727.52 KB) | DOI: 10.33860/pjpm.v2i1.357

Abstract

Di kota Ambon penyakit tidak menular selama 3 tahun terakhir ini terjadi kecenderungan peningkatan kasus penyakit tidak menular terutama penyakit tekanan darah tinggi. RW 08 Desa Batu Merah Kota Ambon belum mempunyai kader penyakit tidak menular sedangkan pada RT 02/RW 08 ditemukan pasien stoke. Tujuan pengabdian masyarakat adalah memberikan pelatihan dengan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader dalam upaya untuk mengendalikan dan mencegah potensi stroke. Kegiatan ini dilakukan dengan metode ceramah dan pemberian leaflet tentang hipertensi dan simulasi tentang cara mengukur tekanan darah. Karakteristik peserta yang mengikuti kegiatan ini sebanyak 13 orang. Hasil yang diperoleh bahwa peserta terbanyak laki-laki 8 orang (62%) dengan kisaran umur 26-35 sebanyak 7 orang (53%) dan berpendidikan SMA 12 orang (92%). Pengetahuan peserta berada pada tingkat baik 10 orang (77%). Sedangkan kompetensi kader pada tahap pengujian pertama 2 orang (15%) kompeten dan tahap kedua 10 orang (77%) kompeten. Kesimpulannya bahwa terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampiran kader setelah dilakukan pelatihan.
Evaluasi Keberhasilan Kelompok Pendukung ASI Eksklusif (KP-ASI) terhadap Cakupan ASI Eksklusif Mercy Joice Kaparang; Sri Nurbaeti; Vivi Putri Damayanti
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2021)
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (704.664 KB) | DOI: 10.33860/pjpm.v2i1.365

Abstract

Kesiapan seorang ibu untuk memberikan ASI secara eksklusif kepada bayinya dapat dipengaruhi dari berbagai arah baik dari keluarga, tenaga kesehatan, ataupun peer support (dukungan sebaya) dalam komunitas ibu menyusui yang menyelesaikan permasalahan ibu selama pemberian ASI. Tujuan kegitan mengevaluasi keberhasilan Kelompok Pendukung ASI Eksklusif (KP-ASI) terhadap cakupan ASI eksklusif. Metode yang digunakan merupakan ceramah dan tanya jawab, diskusi pendampingan, evaluasi melalui pemberian kuesioner. Sasaran yaitu KP-ASI terhadap ibu dengan kehamilan usia 28-40 minggu pada trimester III hingga menyusui bayi sebanyak 56 responden. Hasil kegiatan ini menunjukkan dari 56 responden, terdiri dari 28 orang ibu yang bergabung dengan KP-ASI, bayi yang diberikan ASI eksklusif sebesar 82,1%. Adapun, sebanyak 28 orang ibu yang tidak bergabung dengan KP-ASI, bayi yang diberikan ASI eksklusif sebesar 14,3%. Kesimpulan dalam kegiatan ini yaitu KP-ASI terhadap cakupan ASI eksklusif tercapai. Berdasarkan hasil kegiatan, disarankan bagi puskesmas KP-ASI tidak hanya ditujukan bagi kader posyandu dan sebagian ibu akan tetapi bagi seluruh ibu yang akan mempunyai bayi sehingga pemberian ASI dilakukan secara eksklusif dan cakupan ASI dapat meningkat secara signifikan.
Pembinaan Kesehatan Mental dan Reproduksi Bagi Remaja Masjid AMIN, Sleman, Yogyakarta: Mental and Reproductive Health Development for Youth AMIN, Sleman, Special Region of Yogyakarta Merita Arini; Harumi Iring Primastuti; Lailatul Hidayanti; Wingga Chrisna Aji; Farida Nur Affia; Sarah Disa Khoirunnisa
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2022): April-Juni
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (953.583 KB) | DOI: 10.33860/pjpm.v3i2.809

Abstract

Adolescence and early adulthood are transitional periods that vulnerable to mental and reproductive health disorders. This community service aimed to provide education about mental and reproductive health to increase knowledge and prevent both health problems in partners. A cycle of action research method was conducted by involved partners to determine the priority of the problems and how to solve them. Eighteen participants were involved with mental and reproductive health education session. As a result, there was an improvement of the mean score of participants' knowledge from 9,11 become 11,50 (maximum score=15) [p=0,001] and indicators achievement of the activeness of participants in participating in this community service activity. In conclusion, the educational session helped increase participants' mental and reproductive health knowledge. Multisectoral participation is needed to assist youth in implementing healthy lifestyle behaviors to maintain mental and sexual health.   ABSTRAK Kelompok usia remaja dan dewasa awal merupakan masa transisi yang rentan dengan masalah kesehatan mental dan reproduksi. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah memberikan edukasi mengenai kesehatan mental dan reproduksi untuk meningkatkan pengetahuan dan mencegah kedua masalah kesehatan tersebut pada mitra. Pendekatan yang dilakukan pada pengabdian masyarakat ini adalah satu siklus action research di mana tim pengabdian melibatkan mitra dalam penentuan prioritas masalah yang diselesaikan serta bagaimana cara menyelesaikannya. Sesi edukasi dilakukan terhadap 18  orang anggota organisasi remaja AMIN tersebut. Hasil pengabdian ini adalah meningkatnya rerata skor pengetahuan remaja mengenai kesehatan mental dan reproduksi dari 9,11 menjadi 11,50 (skor maksimal 15) [p=0,001], serta tercapainya indikator keaktifan partisipan dalam berpartisipasi pada kegiatan pengabdian masyarakat ini. Sebagai kesimpulan, sesi edukasi bermanfaat meningkatkan pengetahuan partisipan tentang kesehatan mental dan reproduksi. Dibutuhkan peran serta multisektor untuk mendampingi remaja dalam menerapkan perilaku hidup sehat untuk menjaga kesehatan mental dan seksual.
Sosialisasi dan Training of Trainer Pentingnya Penggunaan Alat Pelindung Diri pada Operator SPBU di Kab. Mamuju: Socialization and Training of Trainers of the Importance of Using Personal Protective Equipment for Gas Station Operators in Mamuju District Fajar Akbar; Haeranah Ahmad
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2022): April-Juni
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (836.296 KB) | DOI: 10.33860/pjpm.v3i2.813

Abstract

Personal protective equipment is an important tool in the workplace and is often neglected by workers or employees, even by workplace management. The purpose of this activity was to conduct socialization and training of trainers to gas station managers and operators about the importance of using personal protective equipment when doing work. The location of this activity was at H. Laumma Karema gas station, Kali Mamuju gas station, and Tasiu gas station. The service method was carried out by conducting training of trainers for 6 gas station managers and socializing the use of personal protective equipment masks among 45 gas station operators. The results of the activity showed the importance of socialization and training of trainers on personal protective equipment for gas station managers and operators, especially PPE masks were gas station managers and operators are expected to use 3M filter masks when in the gas station area.   ABSTRAK Alat pelindung diri yang merupakan suatu alat yang penting di tempat kerja sering diabaikan oleh pekerja atau karyawan, bahkan oleh manajemen tempat kerja. Tujuan kegiatan ini melakukan sosialisasi dan Training of Trainer kepada para pengelola dan operator SPBU tentang pentingnya penggunaan alat pelindung diri saat melakukan pekerjaan. Lokasi kegiatan ini dilakukan di SPBU H. Laumma Karema, SPBU Kali Mamuju dan SPBU Tasiu. Metode pengabdian dilakukan dengan melakukan training of trainer pada 6 orang pengelola SPBU dan sosialisasi penggunaan alat pelindung diri masker pada 45 orang operator SPBU. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pentingnya sosialisasi dan training of trainer tentang alat pelindung diri pada pengelola dan operator SPBU khususnya APD masker dimana para pengelola dan operator SPBU diharapkan menggunakan masker 3M filter saat berada di kawasan SPBU.
Pengukuran Tinggi Badan (TB), Berat Badan (BB) & Lingkar Lengan Atas (LILA) di Masa Pandemi: Measurement of Height, Weight & Upper Arm Circumference During a Pandemic Yane Tambing; Mona Safitri Fatiah; Lisda Oktavia Madu Pamangin
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2022): April-Juni
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1184.602 KB) | DOI: 10.33860/pjpm.v3i2.821

Abstract

The problem of children's nutritional status in Indonesia is still fairly high, especially in the eastern region. One of the contributors to the high case is Sarmi Regency, Papua Province. The purpose of this activity was to look at the nutritional status of under-five children in Sarmi Regency through height, weight, and upper-arm circumference. This activity was carried out for 2 weeks, from July 5 - 21, 2021, in Siaratesa Village, Tafarewar, Nengke, and Bebon Jaya, Sarmi Regency with the target of this activity was mothers who have under-five children. This activity was carried out by community education methods, data collection, and measurement practices in the form of height, weight, and upper-arm circumference. The results of this activity obtained wasting cases of 54.1% stunting & underweight 24.1%, and the average upper-arm circumference was about 14.40 cm. Thus, it is expected that there are continuous activities carried out by the local health center to complement the activities as an effort to increase maternal knowledge to guide the occurrence of nutrition in under-five children.   ABSTRAK Masalah gizi pada balita di Indonesia masih menjadi topik yang masih hangat yang masih diperbincangkan, dimana kasus tersebut masih terbilang masih sangat tinggi, terutama di wilayah timur Indonesia, salah satu penyumbang kasus tersebut adalah Kabupaten Sarmi, Provinsi Papua. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk melihat status gizi balita di Kab. Sarmi melalui pengukuran Tinggi Badan (TB), Berat Badan (BB) dan Lingkar Lengan Atas (LILA) balita. Kegiatan ini dilakukan selama ± 2 minggu, pada tanggal 5 – 21 Juli 2021, di Kampung Siaratesa, Tafarewar, Nengke dan Bebon Jaya, Kabupaten Sarmi dengan sasaran kegiatan ini adalah ibu yang memiliki balita yang berusia 0 – 59 bulan. Kegiatan ini dilakukan dengan metode pendidikan masyarakat, pengumpulan data dan praktik pengukuran berupa TB, BB dan LILA. Hasil dari kegiatan ini diperoleh kasus wasting sebesar 54,1 persen, stunting & underweight sebesar 24,1 persen serta rata-rata LILA balita sekitar 14,40 cm. Dengan demikian, diharapkan adanya kegiatan yang berkesinambungan yang dilakukan oleh pihak puskesmas setempat untuk melengkapi kegiatan sebagai upaya meningkatkan pengetahuan ibu dalam upaya menurunkan kejadian masalah gizi pada balita.

Page 6 of 28 | Total Record : 274