cover
Contact Name
Kadar Ramadhan
Contact Email
poltekita.jpm@gmail.com
Phone
+6285299159212
Journal Mail Official
poltekita.jpm@gmail.com
Editorial Address
Jl. Thalua Konchi, Mamboro, Palu Utara, Kota Palu, Sulawesi Tengah 94145
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat
ISSN : 27225801     EISSN : 27225798     DOI : https://doi.org/10.33860/pjpm
Core Subject : Health,
The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the area of community health services. The scope Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat receives articles from all public service activities in the field of health.
Articles 274 Documents
Screening Risiko Menderita DM Tipe 2 pada Kelompok Usia ≥40 Tahun di Puskesmas Kota Ambon: Risk Screening of Patients with Type 2 DM in the Age Group ≥40 Years at the Ambon City Health Center Nur Baharia Marasabessy; Sitti Johri Nasela; La Syam Abidin
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2022): April-Juni
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1213.828 KB) | DOI: 10.33860/pjpm.v3i2.845

Abstract

The incidence of type 2 diabetes in Ambon City continues to increase. Increasing age has the opportunity to reduce body system functions so that a person has the opportunity to suffer from type 2 DM. This activity aimed to detect early the risk of suffering from DM in the age group 40 years in order to take preventive and countermeasures so that the incidence of DM can be prevented or controlled. The activity method was preceded by screening for risk factors for patients who visited the Nania Health Center for one week, followed by health education, distribution, and explanation of modules and mentoring. The results showed that 82.2% of respondents were at moderate to high risk of suffering from type 2 diabetes. Factors associated with this risk were BMI, waist circumference, consumption of vegetables and fruit, physical activity and exercise, and a history of suffering from hypertension and hyperglycemia. This community service activity can motivate most respondents to increase fruit and vegetable consumption, limit carbohydrate and sugar intake, and physical activity in the form of a morning walk after dawn prayer for 30-60 minutes.   ABSTRAK Kejadian penyakit DM tipe 2 di Kota Ambon terus mengalami peningkatan. Usia yang semakin bertambah berpeluang semakin berkurangnya fungsi-fungsi sistem tubuh sehingga seseorang berpeluang menderita penyakit DM tipe 2. Kegiatan ini bertujuan untuk mendeteksi secara dini risiko menderita DM pada kelompok usia ≥40 tahun agar dapat melakukan tindakan pencegahan dan penanggulangan sehingga kejadian DM dapat dicegah atau dapat dikendalikan. Metode kegiatan PKM didahului dengan skrining faktor risiko pada pasien yang berkunjung di Puskesmas Nania selama satu minggu, dilanjutkan dengan penyuluhan kesehatan, pembagian dan penjelasan modul serta pendampingan.  Hasil menunjukkan 82,2% responden berisiko sedang sampai tinggi menderita DM tipe 2. Faktor yang berhubungan dengan risiko tersebut adalah BMI, lingkar pinggang, konsumsi sayur dan buah, aktivitas dan latihan fisik serta riwayat menderita hipertensi dan hiperglikemia. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dapat memotivasi sebagian besar responden melakukan peningkatan konsumsi buah dan sayur, membatasi asupan karbohidrat  dan gula serta aktivitas fisik berupa jalan pagi setelah shalat subuh selama 30-60 menit.
Pendampingan Pengelolaan Ibu Hamil dengan Kekurangan Energi Kronik dan Bayi Berisiko Stunting : Assistance in the Management of Pregnant Women with Chronic Energy Deficiency and Babies at Risk of Stunting Anis Setyowati; Lina Ratnawati; Rizka Mar’atus Sholichah
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2022): April-Juni
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1106.844 KB) | DOI: 10.33860/pjpm.v3i2.891

Abstract

Pregnant women with Chronic Energy Deficiency and low nutrition knowledge are at risk of pregnancy with anemia. Inhibited fetal growth (IPM) and LBW delivery can increase the risk of stunting. The purpose of this activity was to deal with SEZ problems in pregnant women, babies who are at risk of stunting, and lack of nutrition knowledge. The method used was assistance to pregnant women with Chronic Energy Deficiency until the mother gives birth by providing additional foods high in calories and protein, iron, calcium and folic acid supplementation, as well as education through lectures and discussions. The location was in Puncu District, Kediri Regency with 37 pregnant women with Chronic Energy Deficiency with gestational age of 23-40 weeks. There was an increase in the average weight of pregnant women by 8.9 kg, uterine fundal height increased by an average of 14.06 cm, upper arm circumference increased by an average of 3.9 cm, Hb levels increased by an average of 1.74gr%, Mother's knowledge about nutrition and exclusive breastfeeding increased, breastfeeding skills increased, the baby's weight and upper arm circumference were in the normal category. Assistance for pregnant women with Chronic Energy Deficiency and babies at risk of stunting can improve maternal health during pregnancy and prevent babies from experiencing stunting.   ABSTRAK Ibu hamil dengan status gizi KEK dan pengetahuan rendah tentang gizi berisiko terhadap kehamilan dengan anemia. Pertumbuhan janin terhambat (PJT) dan persalinan BBLR dapat meningkatkan risiko stunting pada bayi. Tujuan kegiatan ini adalah menangani masalah KEK pada ibu hamil, bayi yang berisiko stunting, rendahnya pengetahuan tentang gizi. Metode yang digunakan adalah pendampingan kepada ibu hamil KEK sampai ibu melahirkan dan bayinya berusia 3 bulan dengan memberikan makanan tambahan tinggi kalori dan protein, suplementasi tablet tambah darah, kalsium dan asam folat, serta edukasi dengan ceramah dan diskusi. Lokasi di Kecamatan Puncu Kabupaten Kediri dengan 37 ibu hamil KEK dengan usia kehamilan 23-40 minggu. Terdapat peningkatan rerata berat badan ibu hamil sebesar 8,9 kg, tinggi fundus uteri meningkat rata-rata sebesar 14,06 cm, lingkar lengan atas meningkat rata-rata 3,9 cm, kadar Hb meningkat rata-rata sebesar 1,74gr%, pengetahuan ibu tentang gizi dan ASI Eksklusif meningkat, keterampilan menyusui meningkat, berat badan dan lingkar lengan atas bayi dalam kategori normal. Pendampingan ibu hamil KEK dan bayi berisiko stunting dapat meningkatkan kesehatan ibu selama kehamilan dan mencegah bayi mengalami stunting.
Upaya Pencegahan Stunting Melalui Edukasi dan Pemberian Tablet Tambah Darah pada Sasaran Kunci di Desa: Stunting Prevention Efforts Through Education and Provision of IFA Supplements to Key Targets in the Village Imanuelle Tamara Audrey Siampa; Wahyuni Hasan; Farikha Aulia; Eka Ernalifia Saputri; Sitti Nailah Rustam; Mohammad Fuad; Muh. Ikhsan; Aminuddin Syam; Tanti Asrianti; Muhammad Rachmat
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2022): April-Juni
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (871.083 KB) | DOI: 10.33860/pjpm.v3i2.914

Abstract

As one of the locus of stunting prevention in Takalar Regency, Bontokassi Village has 20 stunted children in February 2021 with 16 stunted categories and 4 severe stunted categories. Physical and non-physical interventions are carried out to prevent stunting, such as distributing booklets of six healthy behaviors, distributing IFA supplements (TTD), and nutritional counseling. This activity aimed to increase knowledge and awareness of pregnant women and breastfeeding mothers about stunting, and increase the coverage of iron supplement intake for pregnant women and adolescent girls. The results of the counseling showed that 21.7% of participants experienced an increase in knowledge after the intervention. A total of 21 targets received iron supplements, consisting of three pregnant women and 18 young women. Each target is given four TTD to drink once a week. This intervention activity needs to be carried out on an ongoing basis by Puskesmas officers assisted by Posyandu cadres in order to overcome the stunting problem in this area.   ABSTRAK Sebagai salah satu lokus pencegahan stunting di Kabupaten Takalar, Desa Bontokassi memiliki 20 balita stunting pada Februari 2021 dengan kategori pendek sebanyak 16 balita dan empat kategori sangat pendek. Intervensi fisik dan non fisik dilakukan untuk mencegah stunting, seperti membagikan booklet enam perilaku sehat, membagikan suplemen tablet tambah darah (TTD), dan penyuluhan gizi. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran ibu hamil dan ibu menyusui tentang stunting, dan meningkatkan cakupan asupan suplemen TTD pada ibu hamil dan remaja putri. Hasil penyuluhan menunjukkan bahwa 21,7% partisipan mengalami peningkatan pengetahuan setelah intervensi. Sebanyak 21 sasaran mendapatkan suplemen TTD, terdiri dari tiga ibu hamil dan 18 remaja putri. Setiap sasaran diberikan empat TTD untuk diminum satu kali dalam sepekan. Kegiatan intervensi ini perlu dilakukan secara berkelanjutan oleh petugas Puskesmas dibantu oleh kader Posyandu dalam rangka mengatasi masalah stunting di daerah ini.
Pemanfaatan Konseling ASI Eksklusif Menggunakan Media Leaflet pada Calon Pengantin: Utilization of Exclusive Breastfeeding Counseling using Leaflet Media among Bride Agus Hendra Al Rahmad; Abdul Hadi; Ampera Miko; Apripin Ahmad
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2022): April-Juni
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (942.714 KB) | DOI: 10.33860/pjpm.v3i2.974

Abstract

The success of exclusive breastfeeding is largely determined by the knowledge of the mother and husband. It should be, the bride and groom need to be given education in the form of counseling about exclusive breastfeeding using leaflet media to support the 1000 HPK efforts and reduce the prevalence of stunting. The purpose of this activity is to provide exclusive breastfeeding counseling using leaflet media to prospective brides in Banda Aceh City. The service is carried out with a non-equivalent group pretest-posttest approach with the aim of being totaling 20 grooms and brides. This service was carried out in Banda Aceh City in 2019. Counseling is carried out by professional counselors using leaflet media. Knowledge before and after counseling was measured by interview. The evaluation was carried out statistically using the Dependent t-test. The results show that counseling for prospective brides can significantly increase knowledge about exclusive breastfeeding (p= 0.003) in Banda Aceh City, the knowledge increased from 26,3 to 33,1. In conclusion, exclusive breastfeeding counseling to prospective brides is very useful in increasing nutritional knowledge.   ABSTRAK Keberhasilan pemberian ASI secara eksklusif sangat ditentukan oleh pengetahuan ibu dan suami. Sudah seharusnya, calon pengantin perlu diberikan edukasi berupa konseling tentang ASI esklusif menggunakan media leaflet dalam mendukung upaya 1000 HPK serta menurunkan prevalensi stunting. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan konseling ASI eksklusif menggunakan media leaflet kepada calon pengantin di Kota Banda Aceh.  Pengabdian dilakukan pendekatan pretest posttest non equivalent group dengan sasaran  yang berjumlah 20 calon pengantin pria dan wanita. Pengabdian ini dilakukan di Kota Banda Aceh pada tahun 2019. Konseling dilaksanakan oleh Konselor professional menggunakan media leaflet. Pengetahuan sebelum dan setelah konseling diukur secara wawancara. Evaluasi dilakukan secara statistik menggunakan uji Dependent t-test. Hasil menunjukkan bahwa konseling pada calon pengantin dapat meningkatkan pengetahuan tentang ASI eksklusif secara signifikan (p= 0,003) di Kota Banda Aceh, pengetahuan meningkat dari 26,3 menjadi 33,1. Kesimpulan, konseling ASI eksklusif kepada calon pengantin sangat bermanfaat dalam meningkatkan pengetahuan gizi.
Pembuatan Sarana Air Bersih Sumur Gali di Wilayah Kerja Puskesmas Palolo Kabupaten Sigi: Construction of Dug Well Clean Water Facilities in the Work Area of the Palolo Health Center, Sigi Regency Hanum Sasmita; Amsal Amsal; Novarianti Novarianti
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2022): April-Juni
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (856.287 KB) | DOI: 10.33860/pjpm.v3i2.621

Abstract

Humans need water as a necessity for life, they must meet various requirements in quality, quantity, and continuity. Dug wells are clean water facilities that are widely used by the community, both in urban and rural areas because dug wells are relatively easy and inexpensive to manufacture. The purpose of this activity was to procure pilot dug wells and increase public knowledge about dug wells that meet health requirements in the work area of ​​the Palolo Health Center, especially in Rahmat Village. The method used was a combination of lecture, discussion, and practice methods. The target was the community in Rahmat Village whose dug wells do not meet the requirements and conducted pilot construction of 1 dug well. The results of community service can be seen from the dug wells that have been made as pilots and the achievement of goals can be said to be good seen from the level of understanding and activeness of the participants in discussions and sharing information with other participants. The achievement of the material targets was good and seen from all the training materials delivered by the community service team. Suggestions, with the addition of one dug well unit, it is hoped that the community can maintain and maintain clean water facilities and increase public awareness of the importance of making dug wells that meet the requirements to improve health status.   ABSTRAK Manusia membutuhkan air sebagai kebutuhan hidupnya harus memenuhi berbagai persyaratan, terutama kualitas, kuantitas dan kontinuitas. Sumur gali merupakan sarana air bersih yang banyak digunakan masyarakat, baik di perkotaan maupun di pedesaan karena sumur gali tergolong mudah dan murah pembuatannya. Tujuan pengadaan sumur gali percontohan serta bertambahnya pengetahuan masyarakat tentang sumur gali yang memenuhi persyaratan kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Palolo khususnya di Desa Rahmat. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah penggabungan metode ceramah, diskusi dan praktik. Sasaran adalah masyarakat di Desa Rahmat yang sumur galinya belum memenuhi syarat dan melakukan pembuatan percontohan sumur gali sebanyak 1 buah.  Hasil dari pengabdian masyarakat dapat dilihat dari telah dibuatnya sumur gali sebagai percontohan dan ketercapaian tujuan dapat dikatakan baik dilihat dari tingkat pemahaman dan keaktifan para peserta dalam diskusi dan berbagi informasi dengan peserta lainnya. Ketercapaian target materi dapat dikatakan baik dilihat dari semua materi pelatihan yang disampaikan oleh tim pengabdian kepada masyarakat. Saran, dengan adanya penambahan satu unit sumur gali, diharapkan masyarakat dapat menjaga dan memelihara sarana air bersih sumur gali serta adanya peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya pembuatan sumur gali yang memenuhi persyaratan sehingga dapat meningkatkan derajat kesehatan.
Pengenalan Teknologi Pengolahan Tepung Okara untuk Produk Pangan pada Masyarakat di Masa Pandemi: Introduction of Processing Technology of Okara Flour for Food Products in the Community during the Pandemic Aan Sofyan; Eni Purwani; Pramudya Kurnia; Setyaningrum Rahmawaty; Laras Pratiwi; Alya Alvionita Sukma
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2022): April-Juni
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1017.513 KB) | DOI: 10.33860/pjpm.v3i2.838

Abstract

The Covid-19 pandemic impacts all aspects of human life both health and economic aspects. The utilization of soybean dregs flour or okara flour in food products will have the opportunity to increase household income. The purpose of this service activity was to introduce the processing of food products in the form of flakes and caramel sponges made from okara flour. This activity was carried out through several stages, namely: situation analysis survey consisting of 22 members of the PKK group in Jatisari Village, Sambi District, Boyolali Regency, Central Java; preparation for the implementation of activities; workshop on making flakes and caramel sponge; and evaluation. The result of this activity was that there was a public interest in using soybean dregs as an ingredient to make food products. It can be seen from the enthusiasm of the community in participating in both workshops and workshops that have been carried out at these activities. At the evaluation stage, it was also known that the community was interested in developing food products made from soybean dregs flour that had economic value. Therefore, it had the opportunity to be used as a new business in the hope of increasing household income.   ABSTRAK Pandemi Covid-19 berdampak terhadap seluruh aspek kehidupan manusia, baik aspek kesehatan maupun ekonomi. Pemanfaatan tepung ampas kedelai atau tepung okara menjadi produk pangan akan berpeluang menjadi usaha peningkatan pendapatan rumah tangga. Tujuan kegiatan pengabdian ini yaitu mengenalkan tentang pengolahan produk pangan berupa flakes dan bolu karamel berbahan tepung ampas kedelai. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian ini dilakukan melalui beberapa tahapan yaitu: survei analisis situasi mitra yang terdiri dari 22 anggota kelompok PKK Desa Jatisari Kecamatan Sambi Kabupaten Boyolali Jawa Tengah; persiapan pelaksanaan kegiatan; sarasehan; workshop pembuatan flakes dan bolu karamel; serta evaluasi. Hasil kegiatan pengabdian ini yaitu adanya minat dan ketertarikan masyarakat untuk memanfaatkan ampas kedelai sebagai bahan untuk membuat produk pangan. Hal ini terlihat dari antusias masyarakat dalam mengikuti kegiatan baik sarasehan maupun workshop yang telah dilakukan pada kegiatan tersebut. Pada tahap evaluasi juga diketahui bahwa masyarakat tertarik untuk mengembangkan produk pangan berbahan tepung ampas kedelai yang memiliki nilai ekonomi sehingga berpeluang untuk dijadikan usaha baru dengan harapan dapat menambah pendapatan rumah tangga.
Edukasi sebagai Penghalang Berita Hoaks tentang Covid-19: Education as a Barrier to Covid-19 Hoax News Andi Maulana Kamri; Muh. Reski; Zakinah Aulia; Risti Yuni; Riskiyani Rukmana; Kristina T. Kristina T.; Nurul Fadilla; Nadiah Apriliani; Alifqah Meylia; Filman Afrian; Rahma Khairiyani; Sitti Aminah
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2022): April-Juni
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (903.679 KB) | DOI: 10.33860/pjpm.v3i2.843

Abstract

The rapid development of information and technology in all aspects has made the boundaries of the world smaller. The same thing happens in the world of health. People easily access information without looking at the accuracy and validity of the information source. In this limited era of the pandemic, it doesn't even become an obstacle to getting information. This service was a preventive measure to help people filter information obtained from online media. The service was carried out using social media where the community is easy to access and use. The method used was experimental quantitative. All respondents who meet the inclusion criteria can be included in the population. We used posters and videos to educate respondents. Respondents were aged <12 years were not included because they were related to immature patterns of understanding and capturing information. After they saw the posters and videos, the respondents would fill out a questionnaire to see their responses to the information provided. Therefore, we knew the results of the education provided to respondents. Around 144 respondents were obtained from several parts of Indonesia and the results showed that there were still around 20% of the people who believed in the circulating hoaxes about Covid-19.   ABSTRAK Pesatnya perkembangan informasi dan teknologi di segala aspek membuat batas dunia menjadi semakin kecil. Hal yang sama terjadi juga dalam dunia kesehatan. Masyarakat mudah mengakses suatu informasi tanpa melihat akurasi dan validitas sumber informasi. Di era pandemi yang serba terbatas ini bahkan tidak menjadi halangan untuk mendapatkan informasi. Pengabdian ini menjadi sebuah langkah preventif untuk membantu masyarakat untuk menyaring informasi yang didapatkan dari media online. Pengabdian dilakukan menggunakan media sosial dimana masyarakat sangat mudah mengakses dan menggunakan. Metode yang digunakan adalah kuantitatif eksperimen dimana semua responden yang memenuhi kriteria inklusi dapat masuk dalam populasi. Kami menggunakan poster dan video untuk memberikan edukasi kepada responden. Responden usia <12 tahun tidak diikutkan karena terkait dengan pola pemahaman dan penangkapan informasi yang belum matang. Setelah mereka melihat poster dan video, maka responden akan mengisi sebuah kuesioner untuk melihat respons mereka terhadap informasi yang diberikan, sehingga kami akan mengetahui hasil dari edukasi yang diberikan kepada responden. Responden yang didapatkan sekitar 144 dari beberapa wilayah Indonesia dan hasilnya menunjukkan masih  ada sekitar 20% masyarakat yang percaya akan hoaks yang beredar tentang Covid-19.
Be Hero For Zero Tuberculosis: Peran Remaja Melalui SIKRIBO dalam Mewujudkan "End TB": Be Hero for Zero Tuberculosis: The Role of Youth Through Sikribo in Realizing “End TB” Sri Ratna Rahayu; Widya Hary Cahyati; Intan Zainafree; Eko Farida; Aufiena Nur Ayu Merzistya; Tatik Atmini; Anggun Dessita Wandastuti; Isbandi Isbandi; Andreas Wilson Setiawan; Atika Aulia; Nur Wahidah; Muhamad Anbiya Nur Islam; Alvy Fajri; Minhajul Mubarok; Fitria Ningsih; Mona Subagja; Muhamad Zakki Saefurrohim
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2022): April-Juni
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1022.061 KB) | DOI: 10.33860/pjpm.v3i2.849

Abstract

The TB case notification rate (CNR) in Semarang City has decreased from 2019 of 258 per 100,000 population to 155 per 100,000 population in 2020. The main focus in controlling tuberculosis cases is case detection in the community. The purpose was to increase TB knowledge and provide training on TB screening methods to adolescent cadres using the SIKRIBO application. The methods used in this community service are health education and Training of Trainers (ToT). The participants were 27 adolescent representatives from the Adolescent Integrated Healthcare Center working areas of the Sekaran Public Health Center, Semarang City. The results showed that adolescent cadres' average score knowledge about tuberculosis disease and screening improves after receiving TB health education and adolescent cadres can operate the application properly. The SIKRIBO application can be a means to facilitate the discovery of TB suspects in the community and is expected to be applied in various health facilities.   ABSTRAK Angka notifikasi kasus (CNR) TB di Kota Semarang mengalami penurunan dari tahun 2019 sebesar 258 per 100.000 penduduk menjadi 155 per 100.000 penduduk pada tahun 2020. Fokus utama dalam mengendalikan kasus TB merupakan penemuan kasus di masyarakat. Rendahnya penemuan kasus TB berdampak pada tingginya angka penularan TB. Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan TB dan memberi pelatihan terkait cara skrining TB melalui aplikasi SIKRIBO pada kader remaja. Metode yang digunakan pada pengabdian masyarakat ini adalah penyuluhan kesehatan dan Training of Trainer (ToT). Jumlah partisipan sebanyak 27 remaja perwakilan dari Posyandu Remaja dan Posyandu Pesantren wilayah Puskesmas Sekaran, Kota Semarang. Hasil kegiatan bahwa terdapat peningkatan rata-rata skor pengetahuan terkait penyakit TB dan skrining TB pada kader remaja setelah diberi penyuluhan kesehatan TB dan kader remaja dapat mengoperasikan aplikasi SIKRIBO dengan baik. Aplikasi SIKRIBO dapat menjadi sarana untuk mempermudah penemuan suspek TB di masyarakat dan diharapkan dapat diterapkan di berbagai fasilitas kesehatan.
Pelatihan dan Edukasi dalam Pengelolaan Lingkungan Fisik Rumah pada Pasien TB Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Binanga: Training and Education in the Management of the Physical Home Environment for Pulmonary TB Patients in the Work Area of Binanga Health Center Hasir Hasir; Nurhikmah Nurhikmah; Nurbaya Nurbaya
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2022): April-Juni
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (830.547 KB) | DOI: 10.33860/pjpm.v3i2.870

Abstract

Case Detection Rate (CDR) for TB cases in Mamuju Regency continues to increase every year. Data shows that in 2013 it was 110.63%, in 2014 it was 110.8%, in 2015 it was 147.02%, and 117.24% in 2016. In the incidence of pulmonary TB, the house is a factor that is widely studied because the house is thought to have a risk factor that influences the incidence of pulmonary TB in humans. This community service is carried out in the form of counseling and education about the management of the physical home environment for patients with pulmonary TB. This activity aimed to improve the abilities and skills of the trainees in managing the physical home environment for pulmonary TB patients. The extension method was in the form of lectures, discussions, and demonstrations of measuring light, humidity, and room temperature. A total of 25 participants were involved in this activity. The evaluation was carried out in the form of pre and post-test which contained 10 questions. Based on the post-test results, it was found that there was an increase in knowledge of 38.8%. Health workers need to provide regular assistance to families of TB patients so that there is a sustainable change in behavior related to the management of the household's physical environment. ABSTRAK Case Detection Rate (CDR) untuk kasus TB di Kabupaten Mamuju terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Data 2013 sebesar 110.63%, tahun 2014 tercacat 110.8%, tahun 2015 sebesar 147.02% dan 117.24% pada tahun 2016. Pada kejadian TB paru, rumah merupakan faktor yang banyak diteliti karena rumah diduga mempunyai faktor risiko yang berpengaruh besar terhadap kejadian TB paru pada manusia. Pengabdian masyarakat ini dilakukan dalam bentuk penyuluhan dan edukasi tentang pengelolaan lingkungan fisik rumah pada penderita TB Paru. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan ketrampilan peserta pelatihan dalam pengelolaan lingkungan fisik rumah pada pasien TB Paru. Metode penyuluhan dalam bentuk ceramah, diskusi dan demonstrasi pengukuran cahaya, kelembaban udara dan suhu ruangan. Sebanyak 25 peserta terlibat dalam kegiatan ini. Evaluasi dilakukan dalam bentuk pre dan post-test yang berisi 10 pertanyaan. Berdasarkan hasil post-test diperoleh bahwa terjadi peningkatan pengetahuan sebanyak 38,8%. Petugas kesehatan perlu melakukan pendampingan secara rutin pada keluarga penderita TB agar terjadi perubahan perilaku yang berkelanjutan terkait pengelolaan lingkungan fisik rumah tangga.
Pemberdayaan Remaja dalam Pengelolaan Kesehatan Reproduksi pada Layanan Konseling Sebaya: Youth Empowerment on Health Reproduction Management at Peer Counseling Services Ismiyati Ismiyati; Hani Sutianingsih; Siti Rusyanti; Rery Kurniawati; Dwi Aprilina Andriani
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2022): April-Juni
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (806.591 KB) | DOI: 10.33860/pjpm.v3i2.884

Abstract

The problems of adolescents in Banten Province are very concerning, including free sex, teenage pregnancy, teenage marriage, teenage childbirth, sexual diseases and deviant sexual behavior. These problems increased from 59% in 2012 to 74% in 2017. Program Pusat Informasi dan Konseling Remaja/Mahasiswa (PIK R/M) is the government's effort in overcoming adolescent problems by using a peer approach. The purpose of this activity is to improve the skills of peer counselors in providing peer counseling on adolescent reproductive health in Lebak Regency, identify the knowledge of peer counselors in providing counseling on adolescent reproductive health and identify the number of peer counseling services in providing counseling before and after the intervention. Service activities in the form of training on peer counseling are divided into four stages of activity. The results of this community service activity are that there is an increase in the knowledge of peer counselors about peer counseling, an increase in the number of peer counseling services as much as 71% carried out by counselors, the addition of online counseling services has increased to 63%, and the production of peer counseling videos which are used as learning materials for members. PIK-R in providing peer counseling. ABSTRAK Permasalahan remaja di Provinsi Banten sangat memprihatinkan, diantaranya seks bebas, kehamilan remaja, pernikahan remaja, persalinan remaja, penyakit seksual dan perilaku seks menyimpang. Permasalahan ini meningkat dari 59% pada tahun 2012 menjadi 74% pada tahun 2017. Program Pusat Informasi dan Konseling Remaja/Mahasiswa (PIK R/M) merupakan upaya pemerintah dalam mengatasi permasalahan remaja dengan menggunakan pendekatan teman sebaya. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan keterampilan konselor sebaya dalam memberikan konseling sebaya tentang kesehatan reproduksi remaja di Kabupaten Lebak, mengidentifikasi pengetahuan konselor sebaya dalam memberikan konseling tentang kesehatan reproduksi remaja dan mengidentifikasi jumlah layanan konseling sebaya dalam memberikan konseling sebelum dan sesudah intervensi. Kegiatan pengabdian dalam bentuk pelatihan tentang konseling sebaya yang dibagi menjadi empat tahap kegiatan. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah terdapat peningkatan pengetahuan pada konselor sebaya tentang konseling sebaya. Terjadi peningkatan jumlah layanan konseling sebaya sebanyak 71% yang dilakukan oleh konselor, penambahan layanan konseling secara daring meningkat menjadi 63%, serta dihasilkannya video konseling sebaya yang menjadi bahan belajar anggota PIK-R dalam memberikan konseling sebaya.

Page 7 of 28 | Total Record : 274