cover
Contact Name
-
Contact Email
furqanmoh434@gmail.com
Phone
+62380-871215
Journal Mail Official
univnusalontar53@gmail.com
Editorial Address
Kompleks Unstar Mokdale-Ba'a Kabupaten Rote Ndao Nusa Tenggara Timur Indonesia 85914 www.unstarrote.ac.id 0380-871-215
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
JURNAL ILMIAH UNSTAR ROTE
Published by CV. Jamin Group
Publikasi menjadi sangat penting dalam menuangkan hasil penelitian. Meskipun hasil penelitian diharapkan bermanfaat bagi masyarakat, secara umum manfaat secara langsung belum bisa dirasakan. Sering sekali harus dilakukan berkelanjutan untuk memperoleh manfaat langsung bagi masyarakat. Penelitian berkelanjutan tentu saja tidak hanya dilakukan oleh peneliti itu sendiri tapi juga peneliti lain di instansi lain dan bahkan di Negara lain. Penelitian berulang yang dilakukan oleh peneliti berbeda karena saling tidak tahu tentunya tidak diinginkan karena akan menyia-nyiakan sumber daya. Oleh karena itu, diseminasi hasil penelitian menjadi suatu hal yang sangat penting. Mengingat pentingnya hal tersebut, Bagian Publikasi Universitas Nusa Lontar Rote mengelola jurnal Ilmiah Unstar Rote, yang berfungsi sebagai media publikasi hasil penelitian baik dari kalangan Universitas Nusa Lontar Rote maupun peneliti. Jurnal yang dikelola Bagian Publikasi Universitas Nusa Lontar Rote dengan demikian terbuka bagi umum.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 74 Documents
SASANDO SEBAGAI WARISAN BUDAYA ROTE: SEJARAH, NILAI ADAT, DAN TANTANGAN PELESTARIAN DI ERA MODERN Furqan, M.
JURNAL ILMIAH UNSTAR ROTE Vol 1 No 2 (2025): JURNAL SOSIAL DAN HUMANIORA EDISI 2 TAHUN 2025
Publisher : CV. Jamin Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/jiur.v1i2.68

Abstract

Penelitian ini membahas Sasando, alat musik tradisional khas Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur, yang memiliki peran penting dalam sejarah, nilai adat, dan identitas budaya masyarakat setempat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan tokoh adat, pengrajin, serta pemerhati budaya, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif-kualitatif dengan model interaktif Miles & Huberman, sementara keabsahan data dijaga melalui triangulasi dan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sejarah Sasando memiliki beragam versi yang hidup dalam tradisi lisan, antara lain versi Pupuk Soroba pada abad ke-13, Sangguana pada abad ke-17, maupun dua pemuda Lunggi Lain dan Balo Ama. Perbedaan narasi ini mencerminkan dinamika tradisi lisan yang tetap menguatkan identitas kolektif masyarakat Rote. Dari segi fungsi budaya, Sasando bukan sekadar instrumen musik, melainkan memiliki nilai sakral, sosial, dan simbolik dalam berbagai upacara adat. Proses pembuatan Sasando melibatkan keterampilan tradisional yang diwariskan secara turun-temurun dan hanya dimiliki oleh kelompok tertentu, sehingga menjadi bagian dari pengetahuan lokal yang eksklusif. Faktor pendukung pelestarian Sasando meliputi peran komunitas lokal melalui sanggar seni, dukungan pemerintah dalam festival budaya, serta pendidikan multikultural di sekolah. Namun demikian, hambatan yang dihadapi antara lain menurunnya minat generasi muda, berkurangnya tenaga pengrajin terampil, serta dominasi musik modern. Penelitian ini menegaskan perlunya strategi pelestarian yang adaptif, seperti revitalisasi fungsi, integrasi dalam pendidikan, serta promosi budaya melalui festival dan diplomasi internasional. Dengan demikian, Sasando tidak hanya menjadi warisan lokal masyarakat Rote, tetapi juga berpotensi sebagai ikon budaya bangsa Indonesia di tingkat global.
PERAN SENTRA PELAYANAN KEPOLISIAN TERPADU (SPKT) POLRES ROTE NDAO DALAM MEMBERIKAN PELAYANAN HUKUM KEPADA MASYARAKAT Ngeteseka, Maria Adriana Rey
JURNAL ILMIAH UNSTAR ROTE Vol 1 No 2 (2025): JURNAL SOSIAL DAN HUMANIORA EDISI 2 TAHUN 2025
Publisher : CV. Jamin Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/jiur.v1i2.69

Abstract

Kepolisian Republik Indonesia memiliki tugas utama menegakkan hukum dan memberikan pelayanan prima sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002. Polres Rote Ndao sebagai bagian dari Polri di wilayah Nusa Tenggara Timur memiliki Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) yang berperan dalam memberikan pelayanan hukum kepada masyarakat. Fokus penelitian ini adalah menganalisis peran SPKT Polres Rote Ndao dalam menjalankan tugas pelayanan publik.Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan tujuan mengetahui sejauh mana SPKT melaksanakan fungsi dan tanggung jawabnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SPKT telah melaksanakan perannya dengan baik, meliputi: pengkoordinasian serta pemberian bantuan dan pertolongan; pelayanan masyarakat melalui berbagai sarana komunikasi seperti telepon, pesan singkat, faksimile, dan media sosial; serta pelayanan informasi terkait kepentingan masyarakat sesuai peraturan perundang-undangan.Kesimpulannya, peran SPKT Polres Rote Ndao sudah berjalan sesuai standar prosedur administrasi dan mampu memberikan pelayanan hukum secara terpadu. Meskipun demikian, peningkatan kualitas layanan tetap diperlukan agar masyarakat memperoleh pelayanan lebih maksimal dan sesuai prosedur. Oleh karena itu, partisipasi masyarakat dalam memberikan masukan sangat penting bagi SPKT untuk terus berbenah diri. Dengan demikian, SPKT dapat meningkatkan profesionalitas, tanggung jawab, dan kualitas pelayanan hukum, sehingga kehadirannya semakin dirasakan manfaatnya dalam kehidupan bermasyarakat.
PENGARUH KINERJA PEGAWAI NEGERI SIPIL (PNS) YANG DIJATUHI SANKSI HUKUMAN DISIPLIN PADA SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN ROTE NDAO Ibu, Canisius
JURNAL ILMIAH UNSTAR ROTE Vol 1 No 2 (2025): JURNAL SOSIAL DAN HUMANIORA EDISI 2 TAHUN 2025
Publisher : CV. Jamin Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/jiur.v1i2.70

Abstract

Pegawai Negeri Sipil (PNS) dituntut melaksanakan tugas sesuai peraturan perundang-undangan. Kelalaian dalam menjalankan kewajiban, seperti tidak hadir tanpa alasan atau meninggalkan pekerjaan tanpa pemberitahuan, dikenai sanksi disiplin ringan berupa teguran lisan, tertulis, atau pernyataan tidak puas. Sementara itu, pelanggaran yang lebih serius, seperti tidak melaksanakan tugas tepat waktu, dikenai sanksi disiplin sedang berupa penundaan kenaikan gaji dan pangkat selama satu tahun. Pemberian sanksi tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan kinerja PNS dalam menjalankan tanggung jawabnya. Rumusan masalah penelitian adalah sejauh mana pengaruh sanksi disiplin terhadap kinerja PNS. Tujuan penelitian yakni menganalisis kinerja PNS yang dijatuhi hukuman disiplin pada Sekretariat Daerah Kabupaten Rote Ndao. Mengacu pada Ridwan dan Engkos Ahmad Kuncoro (2007), kinerja dipahami sebagai tingkat keberhasilan seseorang dalam melaksanakan tugas selama periode tertentu, sedangkan disiplin dimaknai sebagai kesanggupan menaati kewajiban dan menghindari larangan sesuai ketentuan hukum maupun kedinasan. Hasil penelitian menunjukkan dari 24 PNS yang dijatuhi sanksi, sebagian besar memperoleh hukuman disiplin ringan, sedangkan hanya dua orang dikenai sanksi berat. Namun, baik PNS yang pernah maupun belum dikenai sanksi pada umumnya tidak menyetujui penerapan hukuman tersebut. Mereka menilai hukuman relatif ringan tetapi kurang adil karena tidak sepadan dengan pelanggaran yang dilakukan. Sebagian besar bahkan merasa tidak menerima dasar tuduhan, meskipun akhirnya tetap menerima hukuman. Dari aspek kinerja, mayoritas PNS tidak memiliki target waktu kerja yang jelas, sehingga penyelesaian tugas cenderung terlambat. Hasil kerja juga dinilai kurang maksimal, ditunjukkan oleh rendahnya rasa percaya diri dan kepuasan terhadap capaian kinerja yang dihasilkan.
STRATEGI DINAS KOPERASI, UMKM, PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN KAB. ROTE NDAO DALAM PENINGKATAN DAYA SAING UMKM Sanu, Eflin
JURNAL ILMIAH UNSTAR ROTE Vol 1 No 1 (2025): SOSIAL DAN HUMANIORA EDISI 1 TAHUN 2025
Publisher : CV. Jamin Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usaha Mikro,Kecil dan Menegah pada tahun 2025 menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia, tidak hanya sebagai penyelamat di masa krisis, tetapi juga sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, dan berbasis potensi lokal. Dukungan kebijakan, inovasi, digitalisasi, serta kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar UKM mampu naik kelas dan berdaya saing di tingkat nasional maupun global. Dari hasil kajian, maka diperoleh beberapa masalah yang dihadapi oleh UKM di Kabupaten Rote Ndao antara lain yaitu; modal, pemasaran, sumber daya manusia dan peralatan produksi. Berkaitan dengan berbagai masalah yang dihadapi UKM di Kabupaten Rote Ndao, maka diperlukan strategi untuk mengatasinya. Untuk mengembangkan UMKM tentu saja tidak hanya dibebankan pada UKM sendiri namun harus memperoleh dukungan dari pihak lain, dalam hal ini yang memiliki wewenang adalah Dinas Koperasi, Umkm, Perindustrian Dan Perdagangan (Koperindag) Kabupaten Rote Ndao. Beberapa strategi yang diterapkan oleh Disperindag kepada para UKM di Kabupaten Rote Ndao yaitu; (1) penciptaan iklim usaha yang baik dengan menggunakan program pemberdayaan skill dan teknologi, (2) sistem pemasaran bersama yang diberikan oleh Koperindag melalui pameran tingkat lokal, regional dan tingkat nasional.
Pelatihan Pemanfaatan Lahan Terbatas Menjadi Kebun Yang Produktif Untuk Tanaman Hidroponik Di Desa Oelua, Kecamatan Loaholu, Kabupaten Rote Ndao. Solo, Antonius
JURNAL ILMIAH UNSTAR ROTE Vol 1 No 1 (2025): PKM UNIVERSITAS NUSA LONBTAR ROTE TAHUN 2025
Publisher : CV. Jamin Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/jiur.v1i1.71

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan oleh tim Universitas Nusa Lontar Rote dengan tujuan memberikan solusi inovatif terhadap permasalahan keterbatasan lahan dan sumber daya air di Desa Oelua, Kecamatan Loaholu, Kabupaten Rote Ndao. Desa ini memiliki kondisi geografis berupa lahan kering, berbatu, dan beriklim panas, yang menyebabkan pertanian konvensional sulit berkembang. Untuk menjawab tantangan tersebut, program ini memperkenalkan teknologi pertanian modern melalui sistem hidroponik, yaitu metode bercocok tanam tanpa tanah menggunakan larutan nutrisi sebagai media tumbuh. Sistem ini dipilih karena lebih efisien dalam penggunaan air, hemat lahan, serta mampu menghasilkan sayuran segar berkualitas tinggi Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui pendekatan partisipatif yang melibatkan masyarakat, kelompok tani, ibu rumah tangga, dan generasi muda desa. Tahapan kegiatan meliputi sosialisasi konsep hidroponik, pelatihan teknis pembuatan instalasi sederhana (menggunakan pipa PVC dan rakit apung), pendampingan penanaman dan perawatan tanaman, serta evaluasi hasil panen. Kegiatan ini menghasilkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan masyarakat terhadap teknologi pertanian modern. Selain itu, terbentuk kebun hidroponik percontohan di pekarangan rumah warga sebagai model pembelajaran berkelanjutan. Hasil implementasi menunjukkan bahwa hidroponik mampu meningkatkan produktivitas lahan sempit dengan pertumbuhan tanaman yang lebih cepat dan kualitas panen yang lebih baik dibandingkan metode tradisional. Program ini juga berdampak positif terhadap ekonomi rumah tangga melalui penjualan hasil panen serta memperkuat ketahanan pangan lokal. Dari sisi sosial, kegiatan ini menumbuhkan semangat gotong royong, pemberdayaan perempuan, dan keterlibatan pemuda dalam pertanian produktif. Dengan dukungan pemerintah desa dan lembaga pendidikan tinggi, sistem hidroponik diharapkan dapat terus dikembangkan sebagai model pertanian berkelanjutan dan ramah lingkungan .
Revitalisasi Kearifan Lokal sebagai Media Pendidikan Literasi Lingkungan Berbasis Sosial Budaya Masyarakat Furqan, M.
JURNAL ILMIAH UNSTAR ROTE Vol 1 No 1 (2025): PKM UNIVERSITAS NUSA LONBTAR ROTE TAHUN 2025
Publisher : CV. Jamin Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/jiur.v1i1.72

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk merevitalisasi kearifan lokal sebagai media pendidikan literasi lingkungan berbasis sosial budaya masyarakat di Desa Oelolot, Kecamatan Rote Barat, Kabupaten Rote Ndao. Tantangan utama yang dihadapi dalam pelestarian lingkungan dewasa ini adalah rendahnya kesadaran ekologis masyarakat, terutama generasi muda, yang semakin jauh dari nilai-nilai budaya lokal. Padahal, masyarakat tradisional Indonesia memiliki sistem pengetahuan lokal yang terbukti efektif dalam menjaga keseimbangan alam secara berkelanjutan. PKM ini dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif dan kultural melalui tahapan identifikasi kearifan lokal, pengembangan media edukatif, pelatihan, serta sosialisasi dan pendampingan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa terdapat beragam bentuk kearifan lokal seperti larangan adat penebangan pohon, pengelolaan sumber daya air kolektif, dan ritus ekologis yang masih hidup di masyarakat. Melalui pelatihan dan media visual (modul, poster, video), terjadi peningkatan pemahaman dan motivasi peserta dalam menjaga lingkungan. Sebanyak 82% peserta mengalami peningkatan pemahaman, dan 76% merasa termotivasi menerapkan nilai-nilai adat dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini juga berhasil membentuk komunitas literasi lingkungan “Hijau Budaya” yang beranggotakan pemuda dan pendidik lokal. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi kearifan lokal dalam pendidikan lingkungan mampu menyentuh aspek kognitif, afektif, dan sosial budaya masyarakat secara lebih mendalam. Oleh karena itu, diperlukan dukungan kebijakan dan keberlanjutan program agar pendekatan ini menjadi model edukasi lingkungan yang relevan dan kontekstual bagi masyarakat lokal di era modern.
PROSES PEMBUATAN PUPUK KOMPOS DENGAN BIOAKTIVATOR EM4 DAN AIR CUCIAN BERAS DI DESA NGGELODAE KECAMATAN ROTE SELATAN KABUPATEN ROTE NDAO Ndolu, Midel Delfi Wehelmina
JURNAL ILMIAH UNSTAR ROTE Vol 1 No 1 (2025): PKM UNIVERSITAS NUSA LONBTAR ROTE TAHUN 2025
Publisher : CV. Jamin Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/jiur.v1i1.73

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) oleh tim Universitas Nusa Lontar Rote ini merupakan bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pertanian berkelanjutan di pedesaan. Program berfokus pada pemanfaatan limbah organik menjadi pupuk kompos dengan membandingkan efektivitas dua bioaktivator, yaitu EM4 (Effective Microorganisms 4) dan air cucian beras. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh tingginya volume limbah organik rumah tangga di Desa Nggelodae dan rendahnya kesadaran masyarakat akan pengelolaan limbah ramah lingkungan. Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan mampu memproduksi pupuk organik secara mandiri untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Pelaksanaan kegiatan menggunakan metode partisipatif dengan melibatkan masyarakat desa, kelompok tani, dan tokoh masyarakat melalui tahapan sosialisasi, pelatihan, pendampingan fermentasi, serta evaluasi hasil. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil menunjukkan bahwa EM4 mempercepat proses fermentasi (30–35 hari) dengan kompos berwarna hitam pekat, remah, tidak berbau, dan kaya unsur hara. Sementara air cucian beras membutuhkan waktu lebih lama (40–45 hari) dengan hasil cukup baik. Meski demikian, air cucian beras tetap bernilai ekonomis karena mudah diperoleh tanpa biaya tambahan. Program ini berhasil meningkatkan keterampilan, kesadaran, dan kemandirian masyarakat dalam pengelolaan limbah serta menjadi model pemberdayaan desa berkelanjutan di Kabupaten Rote Ndao.
PENGEMBANGAN EKONOMI DESA MELALUI PEMBERDAYAAN UMKM BERBASIS KEARIFAN LOKAL DI DESA OELASIN KECAMATAN ROTE BARAT DAYA Sanu, Eflin
JURNAL ILMIAH UNSTAR ROTE Vol 1 No 1 (2025): PKM UNIVERSITAS NUSA LONBTAR ROTE TAHUN 2025
Publisher : CV. Jamin Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/jiur.v1i1.74

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan ekonomi desa Oelasin melalui pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang berbasis pada kearifan lokal setempat. Desa Oelasin yang terletak di Kecamatan Rote Barat Daya memiliki potensi sumber daya lokal yang dapat dioptimalkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. Pendekatan pemberdayaan UMKM dilakukan dengan memanfaatkan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal sebagai modal utama dalam pengembangan produk dan pemasaran. Program ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas pelaku UMKM, meningkatkan produktivitas, serta membuka peluang usaha baru yang berkelanjutan. Dengan demikian, pengembangan ekonomi desa melalui pemberdayaan UMKM berbasis kearifan lokal menjadi strategi efektif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Desa Oelasin. Kegiatan PKM ini dilaksanakan di desa Oelasin Kecamatan Rote Barat Daya Kabupaten Rote Ndao, yang dikenal memiliki tradisi agraris dan sistem nilai lokal terkait pelestarian alam. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui kajian UMKM masyarakat bebasis kearifan lokal, pengembangan melalui pelatihan dan seminar bersama masyarakat. Melalui program Pengembangan Ekonomi Desa Melalui Pemberdayaan UMKM Berbasis Kearifan Lokal di Desa Oelasin, Kecamatan Rote Barat Daya, diharapkan dapat mendorong pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Program ini bertujuan untuk mengoptimalkan potensi lokal dan kearifan budaya setempat sebagai modal utama dalam pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Dengan pemberdayaan UMKM berbasis kearifan lokal, diharapkan produk unggulan desa dapat berkembang, sehingga memicu pembangunan ekonomi strategis dari tingkat desa hingga kabupaten bahkan nasional.
Model Pendidikan Lingkungan Transformatif Berbasis Nilai Sosial Budaya Lokal di Komunitas Pedesaan Furqan, M.
JURNAL ILMIAH UNSTAR ROTE Vol 1 No 1 (2025): PKM UNIVERSITAS NUSA LONBTAR ROTE TAHUN 2025
Publisher : CV. Jamin Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/jiur.v1i1.76

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan mengembangkan model pendidikan lingkungan transformatif yang mengintegrasikan nilai sosial budaya lokal di Desa Oelolot, Kabupaten Rote Ndao. Model ini dirancang untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam pelestarian lingkungan berbasis kearifan lokal. Pelaksanaan dilakukan selama 45 hari meliputi survei pendahuluan, koordinasi dengan tokoh masyarakat, diskusi kelompok terarah, penyusunan modul, pelatihan, implementasi, serta monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan perubahan perilaku masyarakat dalam menjaga lingkungan, serta penguatan nilai sosial budaya lokal. Model pendidikan ini diharapkan dapat menjadi alternatif efektif dalam mendorong pembangunan berkelanjutan di komunitas pedesaan.
ANALISIS PERSEDIAAN BAHAN BAKU DENGAN REORDER POINT DAN ECONOMIC ORDER QUANTITY PADA USAHA TEMPE TAHU FIKTORY FAITH DI DESA BUSALANGGA TIMUR KECAMATAN ROTE BARAT LAUT KABUPATEN ROTE NDAO Dama, Meysias F. P.
JURNAL ILMIAH UNSTAR ROTE Vol 1 No 3 (2025): JURNAL SOSIAL DAN HUMANIORA EDISI 3 TAHUN 2025
Publisher : CV. Jamin Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/jiur.v1i3.77

Abstract

Fenomena yang ditemukan dalam penelitian ini adalah pemilik usaha Tempe Tahu Fiktory Faith belum mengatur persediaan bahan baku kacang kedelai berdasarkan perhitungan ekonomis yang tepat, melainkan hanya berdasarkan kebiasaan pembelian dan ketersediaan modal kerja. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan ketidakefisienan dalam pengelolaan persediaan dan mengganggu kelancaran proses produksi. Masalah penelitian dirumuskan untuk mengetahui besarnya Reorder Point (ROP) dan Economic Order Quantity (EOQ) pada Usaha Tempe Tahu Fiktory Faith di Desa Busalangga Timur, Kecamatan Rote Barat Laut, Kabupaten Rote Ndao. Tujuan penelitian ini adalah menentukan nilai ROP dan EOQ yang optimal setiap tahun agar pengelolaan persediaan menjadi lebih efisien. Penelitian menggunakan data sekunder time series selama tiga tahun (2020–2024) berupa laporan laba rugi dan neraca. Data dianalisis dengan teknik analisis keuangan menggunakan metode ROP dan EOQ. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ROP bersifat konstan sebesar 300 kilogram dengan lead time tiga hari dan kebutuhan harian 100 kilogram. Artinya, pemesanan kembali harus dilakukan ketika persediaan tersisa 300 kilogram agar produksi tidak terhenti. Rata-rata jumlah pembelian paling ekonomis (EOQ) adalah 1.328 kilogram per pesanan dengan frekuensi pembelian ideal sebanyak 23 kali per tahun. Total biaya pembelian paling efisien rata-rata mencapai Rp246.202.600 per tahun. Disarankan agar pemilik usaha konsisten melakukan pemesanan kembali saat persediaan mencapai 300 kilogram dengan frekuensi pembelian 23 kali dalam setahun agar operasional lebih efisien dan berkelanjutan.