cover
Contact Name
Sherkia Ichtiarsi Prakasiwi
Contact Email
sherkia@unimus.ac.id
Phone
+6285640808050
Journal Mail Official
jpkkebidanan@unimus.ac.id
Editorial Address
Midwifery Program (Program Studi Kebidanan) Universitas Muhammadiyah Semarang NRC Building, 2nd FLoor Jl. Kedungmundu Raya No. 18, Semarang Tlp. +6224-76740288, Fax. +6224-76740287
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan
ISSN : 26547996     EISSN : 27758605     DOI : 10.26714 /jpmk
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan is an electronic journal published by the Midwifery Study Program at the Muhammadiyah University of Semarang. Articles submitted to this journal will be reviewed by 3 (three) editors and 4 (four) reviewers. Every submitted article will be checked for originality using Turnitin. Accepted articles will be presented online. Readers who need articles on community service in the fields of midwifery, maternal and child health can download articles on this website. Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan is published twice a year, namely in January and July. Accepted articles will be published with an In-Press number before issuing regular numbers. Authors must comply with the writing guidelines at Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan if they want to submit articles. Every writer must register before submitting an article. And for those who already have an account at Journal of Community Service for Midwifery, the author can log in directly.
Articles 118 Documents
MANAJEMEN PENANGGULANGAN BENCANA DAN KESINAMBUNGAN SEKOLAH AMAN DI KABUPATEN KLATEN Fitri Suciana; Arlina Dhian; Istianna Nurhidayati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan Vol 8, No 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jpmk.v8i1.20628

Abstract

Kesiapsiagaan bencana merupakan hal yang sangat penting, terutama di daerah rawan bencana seperti Kabupaten Klaten. Sekolah-sekolah yang aman bencana (SPAB) memerlukan dukungan yang kuat dari relawan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) dalam melaksanakan manajemen bencana. Minimnya kegiatan khusus untuk relawan MDMC dalam kompetensi satuan pendidikan aman bencana menunjukkan kebutuhan mendesak untuk meningkatkan kapasitas mereka. Dengan pelatihan yang tepat, relawan MDMC dapat membantu mengurangi risiko bencana dan memastikan keselamatan siswa dan staf di lingkungan pendidikan.Tujuan Kegiatan PkM adalah untuk meningkatkan kapasitas Relawan dan untuk membentuk komunitas Tangguh bencana dengan membangun jaringan yang kuat antara sekolah, relawan dan masyarakat untuk bersama menghadapi ancaman bencana. Kegiatan peningkatan kapasitas relawan MDMC dan LLHPB dalam manajemen penanggulangan Bencana dan keseimbangan sekolah aman di Kabupaten Klaten dilaksanakan pada 12-13 Mei 2025 yang diikuti oleh 60 orang relawan MDMC dan LLHPB. Pelatihan yang dilaksanakan mencakup materi tentang manajemen risiko bencana, simulasi evakuasi bagi anak sekolah serta strategi membangun jaringan kolaboratif antara sekolah, relawan, dan masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman relawan terhadap prinsip SPAB, serta terbentuknya embrio komunitas tangguh bencana yang terdiri dari berbagai sektor dan siap berperan aktif dalam mitigasi dan respons bencana di lingkungan pendidikan. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi lokal menuju ketahanan bencana yang berkelanjutan.
PENTINGNYA EDUKASI TENTANG HIV/AIDS DAN PEMERIKSAAN TES HIV PADA IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KHOMBA WALIYAUW DENGAN MEDIA BOOKLET Hasnia Hasnia; Yustika Rahmawati Pratami; Wiwit Vitania; Nasrianti Nasrianti; Fathia Fakhri Inayati Said; Pranita Kartika Candra Nurhijraheni
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan Vol 8, No 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jpmk.v8i1.20617

Abstract

Masa hamil adalah waktu yang berisiko terinfeksi HIV/AIDS yang secara terus menerus dan berkelanjutan. Wanita hamil dan menyusui (masa nifas) yang hidup dengan HIV merupakan target pencegahan HIV dari ibu ke anak. Faktor-faktor pendukung dalam pengendalian HIV/AIDS adalah dilakukannya screening HIV/AIDS dari awal khususnya ibu hamil untuk mencegah penularan HIV/AIDS pada janin dalam kandungan. Untuk keberhasilan faktor tersebut dibutuhkan kesadaran ibu hamil tentang cara penularan dan pencegahan HIV/AIDS serta peran petugas kesehatan dalam memberikan konseling atau pendidikan kesehatan terkait pencegahan HIV/AIDS. Kebanyakan ibu hamil merasa cemas dan takut untuk melakukan pemeriksaan sehingga banyak yang tidak melakukan ANC. Alasannya takut jika ternyata ibu mengidap penyakit HIV/AIDS dan dapat membahayakan diri dan janinnya. Sehingga perlu melihat pentingnya edukasi tentang HIV dan pemeriksaan test HIV untuk membantu mengurangi kecemasan ibu dan tidak terjadi penolakan terhadap pemeriksaan tersebut. Edukasi dapat meningkatkan pengetahuan seseorang sehingga orang tersebut dapat merubah sikap negatif ke sikap positif. Pada kegiatan ini terbukti adanya perubahan pengetahuan ibu setelah diberikan edukasi tentang HIV/AIDS dan pentingnya tes HIV pada ibu hamil menggunakan booklet, sehingga ibu yang belum melakukan kontak dengan petugas kesehatan dalam kegiatan ini bersedia untuk melakukan pemeriksaan.
OPTIMALISASI PENDAMPINGAN REMAJA PUTRI TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI DALAM MENGURANGI STRESS PADA SAAT MENGHADAPI KEPUTIHAN DI PONDOK PESANTREN Wiwin Rohmawati; Endang Sawitri; Siti Rosita
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan Vol 8, No 2 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jpmk.v8i2.22120

Abstract

Keputihan sering dianggap biasa oleh masyarakat sehingga tidak ditangani dengan baik namun keputihan ini bisa saja menunjukan adanya suatu penyakit. Keputihan sering tidak dianggap serius atau sebagai suatu hal yang normal namun pada kenyataannya keputihan dapat dikatakan normal (fisiologis) atau tidak normal (patologis). Stres merupakan reaksi atau respon tubuh terhadap stresor psikososial, tekanan mental dan beban kehidupan. Stresor adalah berbagai hal yang dapat menyebabkan seseorang mengalami stres.Bila seseorang dapat menanggapi stresor dengan baik maka keadaan individu akan senang namun jika stres tidak ditanggapi dengan baik maka individu akan mengalami depresi. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 2 Agustus 2025 di Pondok Pesantren Trucuk, Kabupaten Klaten, dengan melibatkan 32 santri putri. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, ceramah, diskusi interaktif, demonstrasi, tanya jawab, pendampingan, serta evaluasi menggunakan desain pretest–posttest. Instrumen evaluasi berupa kuesioner pengetahuan kesehatan reproduksi, kuesioner tingkat stres, dan kuesioner kepuasan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa rata-rata skor pengetahuan peserta meningkat dari 58,6 menjadi 86,2, atau meningkat sebesar 27,6 poin (47,1%) setelah mengikuti program pendampingan. Tingkat stres peserta juga mengalami penurunan dari kategori sedang menjadi ringan. Selain itu, tingkat kepuasan peserta terhadap pelaksanaan kegiatan tergolong sangat baik dengan skor rata-rata 4,6 dari 5, terutama pada aspek metode penyampaian yang interaktif dan materi yang mudah dipahami. Kesimpulan: Pendampingan kesehatan reproduksi efektif meningkatkan pengetahuan remaja putri mengenai keputihan serta menurunkan tingkat stres dalam menghadapi masalah kesehatan reproduksi. Program ini direkomendasikan untuk dilaksanakan secara berkelanjutan di lingkungan pondok pesantren sebagai upaya promotif dan preventif dalam meningkatkan kesehatan reproduksi remaja..
PENGABDIAN PENDIDIKAN KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA PADA ANAK PEKERJA MIGRAN DI SABAH, MALAYSIA Wulan Margiana; Eko Setyo; Nisriinaa Faadhilah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan Vol 8, No 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jpmk.v8i1.20615

Abstract

Remaja perlu mengetahui kesehatan reproduksi supaya dapat memiliki pengetahuan, sikap dan tingkah laku yang bertanggung jawab tentang proses reproduksinya. Pengetahuan masalah reproduksi tidak hanya wajib bagi remaja putri saja tetapi juga bagi remaja laki-laki juga harus mengetahui dan mengerti cara hidup dengan reproduksi yang sehat agar tidak terjerumus ke pergaulan yang salah yang merugikan bagi remaja. Metode dalam pengabdian ini melalui tiga tahapan, yaitu: tahap perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Hasil dan pembahasan pada pengabdian ini diadakan di CLC Karseng Plantation Sabah pada tanggal 2 November 2024. Peserta yang mengikuti pendidikan kesehatan reproduksi remaja sejumlah 15 remaja. Kesimpulan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat tentang pendidikan kesehtan reproduksi yaitu meningkatkan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi remaja.
PEMANFAATAN UBI UNGU DAN COKLAT SEBAGAI PANGAN LOKAL UNTUK MENCEGAH KEKURANGAN ENERGI KRONIS (KEK) PADA IBU HAMIL: UPAYA PENYULUHAN KESEHATAN BERBASIS MASYARAKAT Fera Riswidautami Herwandar; Yunia Khomsati; Rina Kartikasari; Etty Nurkhayati; Lilis Banowati; Innama Sakinah; Bambang Budi Rahardjo
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan Vol 8, No 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jpmk.v8i1.20631

Abstract

Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil masih menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia karena berdampak pada risiko bayi lahir dengan berat badan rendah. Pemanfaatan pangan lokal, seperti ubi ungu dan coklat, berpotensi meningkatkan asupan energi dan nutrisi ibu hamil. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan motivasi ibu hamil serta kader PKK dalam pencegahan KEK melalui pemanfaatan ubi ungu dan coklat. Metode yang digunakan meliputi ceramah, diskusi, dan demonstrasi pembuatan cake ubi ungu dan coklat. Kegiatan diikuti oleh 25 peserta, berlangsung di Balai Desa Margasari, Kuningan, Jawa Barat, selama ±45 menit, dengan media berupa laptop, infocus, dan bahan demonstrasi. Hasil menunjukkan bahwa peserta mengalami peningkatan pemahaman mengenai KEK dan manfaat pangan lokal, aktif berdiskusi, serta mampu mempraktikkan pembuatan cake. Kesimpulannya, penyuluhan berbasis masyarakat ini efektif meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu hamil dan kader PKK dalam pencegahan KEK. Disarankan agar intervensi diulang dan dipantau secara berkala untuk memastikan perubahan status gizi jangka panjang.
IMPLEMENTASI 5 TUGAS KELUARGA MENUJU KELUARGA BERDAYA DALAM PENANGANAN NYERI PAYUDARA Uswatun Kasanah; Salwa Annisaa; Sifa Altika
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan Vol 8, No 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jpmk.v8i1.20621

Abstract

Nyeri payudara merupakan keluhan umum pada ibu postpartum, terutama hari ke-2 hingga ke-4, dan dapat mengganggu kenyamanan serta proses menyusui. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa kompres daun kubis efektif mengurangi nyeri payudara. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di Desa Blaru, Kecamatan Pati, yang memiliki sepuluh ibu hamil yang sedang mempersiapkan diri untuk menyusui. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan kapasitas kader kesehatan dalam memfasilitasi implementasi lima tugas keluarga bidang kesehatan, yaitu mengenali masalah kesehatan, mengambil keputusan, memberikan perawatan, memodifikasi lingkungan, dan memanfaatkan fasilitas kesehatan dalam konteks penanganan nyeri payudara. Metode yang digunakan meliputi pelatihan, pendampingan, demonstrasi kompres daun kubis, serta simulasi penerapan lima tugas keluarga. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader dalam mengedukasi dan memberdayakan keluarga terkait penanganan nyeri payudara. Selain itu, kegiatan menghasilkan publikasi ilmiah, publikasi media massa, serta video dokumentasi. Kesimpulannya, penguatan kapasitas kader kesehatan mampu mendukung keluarga dalam mengelola nyeri payudara secara mandiri dan efektif, sehingga berdampak positif pada keberhasilan menyusui.
SKRINING KANKER PAYUDARA DENGAN SADARI (PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI) PADA WANITA USIA SUBUR Nova Elok Mardliyana; Fulatul Anifah; Irma Maya Puspita; Umi Ma’rifah; Aryunani Aryunani; Supatmi Supatmi; Nurul Ain Ghani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan Vol 8, No 2 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jpmk.v8i2.22125

Abstract

Kanker payudara merupakan salah satu penyebab utama kematian pada wanita di seluruh dunia, yang dapat dicegah melalui deteksi dini. Metode SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri) merupakan salah satu cara sederhana dan efektif untuk meningkatkan kesadaran serta mendeteksi adanya tanda-tanda awal kanker payudara. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan pelatihan SADARI kepada wanita usia subur di wilayah PCIA Malaysia Daerah Batu Ketonmen, Kuala Lumpur, Malaysia. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan kesehatan, demonstrasi SADARI, serta pendampingan langsung kepada peserta. Kegiatan ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta terkait deteksi dini kanker payudara menggunakan metode SADARI. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman peserta mengenai pentingnya deteksi dini, dengan lebih dari 80% peserta mampu melakukan SADARI secara mandiri dengan benar. Program ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam menurunkan risiko kanker payudara melalui peningkatan kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kesehatan payudara.
PENYULUHAN KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA DI KELURAHAN MANGUN HARJO KOTA SEMARANG Sherkia Ichtiarsi Prakasiwi; Novita Nining Anggraini; Mindiatussholihah Mindiatussholihah; Lisa Eka Ariyanti; Ida Nilatul Mina; Roja Sekar Arum
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan Vol 8, No 2 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jpmk.v8i2.22207

Abstract

Kesehatan reproduksi remaja merupakan salah satu aspek penting dalam upaya meningkatkan kualitas hidup generasi muda, mengingat masa remaja adalah periode transisi yang rawan terhadap berbagai permasalahan, baik secara fisik maupun psikologis. Minimnya informasi yang benar seringkali membuat remaja kurang memahami cara menjaga kesehatan reproduksinya. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Komunitas kebidanan melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat berupa penyuluhan kesehatan reproduksi di Kelurahan Mangun Harjo. Kegiatan ini diselenggarakan RW 01 dengan jumlah peserta remaja perempuan. Metode yang digunakan meliputi ceramah interaktif serta diskusi kelompok yang memungkinkan peserta menyampaikan pertanyaan maupun pengalaman pribadi. Hasil kegiatan menunjukkan respon positif dari para peserta. Antusiasme terlihat jelas melalui keaktifan mereka dalam berdiskusi, khususnya mengenai masalah haid yang tidak teratur. Setelah mendapatkan penjelasan, remaja mengaku lebih memahami mengenai pubertas, pentingnya menjaga kebersihan organ reproduksi, serta upaya pencegahan perilaku berisiko. Kesimpulannya, kegiatan penyuluhan ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan pemahaman remaja perempuan mengenai kesehatan reproduksi. Kegiatan serupa diharapkan dapat dilaksanakan secara berkesinambungan dengan melibatkan dukungan keluarga, sekolah, serta masyarakat untuk membangun remaja yang sehat dan berdaya.

Page 12 of 12 | Total Record : 118