cover
Contact Name
Yohanes Hasiholan Tampubolon
Contact Email
jotampubolon@ymail.com
Phone
+62263-2323854
Journal Mail Official
tedeum@sttsappi.ac.id
Editorial Address
Kp. Palalangon RT 02 RW 09, Desa Kertajaya, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat Kotak Pos 10 Ciranjang 43282 Cianjur, Jawa Barat
Location
Kab. cianjur,
Jawa barat
INDONESIA
Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayanan)
ISSN : 22523871     EISSN : 27467619     DOI : http://doi.org/10.51828/td
Tujuan dari penerbitan jurnal ini adalah untuk memublikasikan hasil kajian ilmiah dan penelitian dalam lingkup kajian: 1. Penelitian teologi dan tinjauan Alkitabiah (Theological and Biblical research) 2. Pembangunan pedesaan (rural development) 3. Pendidikan kristen (Christian education) 4. Misi holistik (holistic mission) 5. Etika Kristen (Christian ethics).
Articles 187 Documents
Diakonia Gereja Saat Pandemi Covid-19 di Indonesia Andrias Pujiono
TE DEUM (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayanan) Vol 10 No 2 (2021): Januari-Juni 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi SAPPI Ciranjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51828/td.v10i2.35

Abstract

Pandemi Covid-19 berdampak pada banyak aspek kehidupan manusia, terutama aspek sosial ekonomi. Banyak tempat usaha tutup dan orang-orang kehilangan mata pencaharian atau pekerjaan, hal itu menyebabkan banyak orang kehilangan sumber penghasilan. Hal tersebut membuat masyarakat miskin semakin terpuruk dan muncullah kelompok miskin baru. Selama pandemi ini, umat Kristen dipanggil melakukan diakonia ke dalam dan keluar gereja. Penelitian bertujuan untuk mengetahui bagaimana diakonia (karitatif, reformatif, transformatif) gereja di masa pandemi dilakukan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kepustakaan. Selanjutnya, hasil penelitian menunjukkan bahwa saat ini gereja dituntut untuk melakukan diakonia ke dalam dan keluar komunitas imannya dengan memperhatikan kebutuhan yang paling urgen. Di masa pandemi ini dengan banyaknya persoalan ekonomi, gereja dituntut lebih peka dalam pelayanan diakonia kepada mereka yang membutuhkan sebagai wujud kasih kepada sesama dan ketaatan pada perintah Allah.
Mari Kawan, Kita Bersahabat Aseng Yulias Samongilailai
TE DEUM (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayanan) Vol 10 No 2 (2021): Januari-Juni 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi SAPPI Ciranjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51828/td.v10i2.36

Abstract

Amsal 17:17 merekam dengan baik tentang seorang sahabat yang sangat mengagumkan dan tulisan ini bertujuan untuk menemukan makna dibalik teks tersebut. Dalam kerangka itu tulisan ini juga memuat upaya reinterpretasi terhadap kata צרה yang oleh Lembaga Alkitab Indonesia diterjemahkan sebagai “kesukaran”. Pendekatan yang digunakan dalam tulisan ini adalah historical background dan grammatical analysis. Melalui kedua pendekatan tersebut penulis menemukan makna dari figur seorang sahabat menurut Amsal 17:17 yakni sahabat adalah ia yang ikut terjun merasakan kemalangan atau situasi yang sangat sulit dari sahabatnya namun pada saat yang sama ia juga mengalami kesulitan dalam dirinya karena cintanya kepada sang sahabatnya, ia bergumul tentang bagaimana ia sendiri akan menempatkan dirinya (melahirkan dirinya) bak seorang saudara bagi sahabatnya. Temuan berikutnya, dari hasil penelusuran terhadap kata “kesukaran” yang berangkat dari kata צרה penulis mengusulkan agar sebaiknya diterjemahkan dengan kata “kemalangan” atau “kesengsaraan” atau tetap pada arti “kesukaran” namun dengan sense “kemalangan” atau “kesengsaraan”.
Makna “Injil yang Lain” dalam Galatia 1:6-7 Robi Prianto; Kezia Lawira; Novianto Novianto
TE DEUM (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayanan) Vol 10 No 2 (2021): Januari-Juni 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi SAPPI Ciranjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51828/td.v10i2.38

Abstract

Injil adalah Kabar Baik dari Allah tentang Kristus. Berita mengenai keselamatan yang bukan dari Allah tidak bisa disebut sebagai Injil. Paulus dalam Galatia 1:6-7 menegur jemaat Galatia karena telah beralih dari Injil kepada suatu ajaran keselamatan yang lain yang Paulus sebut sebagai “injil yang lain”. Artikel ini meneliti apa yang dimaksud mengenai “Injil yang lain” dalam Galatia 1:6-7. Melalui metode penelitian historis-gramatikal, penulis menemukan bahwa “Injil yang lain” yang dimaksud oleh Paulus adalah suatu ajaran yang menambahkan budaya sebagai suatu kewajiban yang harus dilakukan orang Kristen untuk memperoleh keselamatan yang sempurna.
Ibadah Online dalam Perspektif Alkitab dan Relevansinya pada Masa serta Pasca Pandemi Covid-19 Sunarto Sunarto
TE DEUM (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayanan) Vol 10 No 2 (2021): Januari-Juni 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi SAPPI Ciranjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51828/td.v10i2.39

Abstract

Masalah utama dalam penulisan artikel ini adalah bolehkah gereja menyelenggarakan ibadah secara online? Pada awalnya ada yang tidak setuju, tetapi juga ada yang setuju. Jadi tujuan dari penulisan artikel ini ingin menguraikan dasar Alkitab yang menjadi acuan bagi penyelenggara ibadah secara online. Menjelaskan keunggulan dan kelemahan dari ibadah secara offline. Menjelaskan keunggulan dan kelemahan dari ibadah secara online. Menjelaskan relevansinya ibadah online pada masa dan pasca pandemi Covid-19. Di samping menguraikan hal-hal tersebut artikel ini sekaligus sebagai upaya pencerahan terhadap hakikat ibadah Kristen yang benar dalam memasuki era baru di masa pandemi dan perkembangan yang pesat dalam teknologi digital. Metode penelitian dalam penulisan artikel ini adalah analisis kepustakaan dengan metode deskriptif. Kesimpulannya adalah ibadah online di masa dan paska pandemi Covid-19 masih tetap relevan untuk tetap diselenggarakan.
Pengantar Studi Fenomenologis Dalam Penelitian Teologis Edwin Yen Gandaputra
TE DEUM (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayanan) Vol 8 No 1 (2018): Juli-Desember 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi SAPPI Ciranjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Skripsi, tesis dan disertasi merupakan karya ilmiah yang menjadi kebanggaan bagi setiap individu yang akan menyelesaikan studi. Skripsi, tesis dan disertasi adalah karya ilmiah yang merupakan hasil penelitian dari suatu permasalahan. Dalam kekristenan banyak terjadi fenomena yang menjadi masalah dalam kekristenan. Tidak jarang mahasiswa memakai studi fenomenologis untuk meneliti suatu fenomena. Seseorang peneliti perlu berhati-hati dalam penggunanan pendekatan fenomenologi, karena tidak semua fenomena dapat diteliti. Jika dipaksakan, maka peneliti harus mengulangi lagi dari awal penelitian, karena skripsi, tesis dan disertasi dianggap tidak valid untuk menjadi karya ilmiah. Pendekatan fenomenologi adalah penelitian yang digunakan untuk meneliti, memeriksa suatu pengalaman yang dialami secara sadar (conscious experince) oleh seseorang, sekelompok orang atau sekelompok mahluk hidup. Dalam penelitian fenomenologi, pengalaman manusia diperiksa melalui penjelasan terperinci dari orang yang diselidiki. Banyak hal penting yang dipelajari sebelum menggunakan metode fenomenologi.
Historical-Gramatical Haposan Silalahi
TE DEUM (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayanan) Vol 8 No 1 (2018): Juli-Desember 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi SAPPI Ciranjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51828/td.v8i1.43

Abstract

Hermeneutika sebagai metode penafsiran Alkitab, tidak saja berurusan dengan teks yang dihadapi secara tertutup, melainkan penafsiran teks tersebut membuka diri terhadap teks-teks yang melingkupinya. Penafsiran menjadi kegiatan rekonstruksi dan reproduksi makna teks, berusaha melahirkan kembali makna sesuai dengan situasi dan kondisi saat teks tersebut dibaca atau dipahami. Sebuah metode penafsiran, hermeneutika memperhatikan tiga hal sebagai komponen pokok dalam upaya penafsiran, yaitu teks, konteks, kemudian melakukan upaya kontekstualisasi. Pendekatan historis-gramatikal, yang berusaha memahami teks-teks alkitabiah sebagaimana yang dimaksudkan oleh penulis asli (manusia). Teknik ini tidak hanya meneliti pilihan kata, sintaks, tata bahasa, kiasan, dan genre sastra, tetapi juga terlibat dalam studi perbandingan historis dengan dunia kuno. secara metodologis, penyilidikan historical gramatikal mencakup beberapa aspek pengamatan, yaitu: (i) Penyelidikan kata (lexiology), (ii) Penyelidikan tata bahasa dan relasi sintaksis, (iii) Penyelidikan genre (gaya sastra), (iv) Penyelidikan historis dilakukan untuk mengamati dua hal utama, yaitu: sejarah di dalam teks dan sejarah dari teks .
Penolakan Pascamodernisme terhadap Metanarasi dan Dampaknya terhadap Penginjilan Jamson Siallagan
TE DEUM (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayanan) Vol 8 No 1 (2018): Juli-Desember 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi SAPPI Ciranjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini mengkaji penolakan pascamodernisme terhadap metanarasi modern yang dianggap menjadi alat untuk menindas. Metanarasi modern terletak pada pemutlakan kemampuan rasio untuk mencari dan menemukan kebenaran universal. Kemampuan rasio ini terwujud dalam metode sains ilmiah. Penolakan terhadap Pascamodern terhadap metanarasi sangat tepat diterapkan terhadap sains, bahwa manusia dapat hidup baik tanpa mitos kemajuan sains yang diagungkan oleh modernisme. Pascamodern menerima hal-hal yang seperti supranatural tetapi tanpa asumsi bahwa adanya suatu narasi yang lebih unggul yang dapat menilai narasi-narasi yang lain. Dengan pandangan ini jelas berdampak pada penolakan Pascamodern terhadap Yesus Kristus yang adalah inti berita Injil. Sebenarnya Injil adalah penyataan Allah yang khusus untuk keselamatan manusia berdosa, sehingga Injil bukanlah sebatas metanarasi yang dipikirkan oleh modernisme dan yang ditolak oleh pascamodern. Injil adalah karya Allah yang membebaskan bukan menindas manusia dengan segala keberadaannya. Jadi berita Injil masih tetap mendapat kesempatan untuk dihadirkan pada orang-orang yang hidup pada era pascamodern ini.
Pandangan Eskatologi dalam Daniel 12:1-13 Robi Prianto
TE DEUM (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayanan) Vol 8 No 1 (2018): Juli-Desember 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi SAPPI Ciranjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51828/td.v8i1.45

Abstract

Masalah mengenai akhir zaman dalam kitab Daniel sering menjadi perdebatan yang sengit di kalangan kekristenan. Padahal masalah akhir zaman dalam kitab Daniel, secara khusus Daniel 12:1-3, dapat diselesaikan dengan mempelajari kitab Daniel secara teliti dan seksama. Akhir zaman tidak bisa di kira-kira ataupun diketahui oleh siapa pun. Seperti yang dinyatakan dalam Injil Matius 24:36, “tetapi tentang hari dan saat itu, tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di surga tidak, dan anak pun tidak, hanya bapak sendiri.” Akan tetapi, sebagian kalangan yang mempercayai penafsiran harfiah terhadap alkitab menegaskan bahwa ramalan mengenai tanggal-tanggal atau waktu adalah sia-sia dan sebagian penulis lainnya percaya bahwa Yesus meramalkan tanda-tanda yang akan menunjukan bahwa akhir zaman sudah dekat, namun mengenai tanggal kejadiannya bahwa zaman akhir akan datang seperti pencuri dimalam hari.
Kehidupan Keluarga Kristen dan Tantangannya pada Masa Kini Sunarto Sunarto
TE DEUM (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayanan) Vol 8 No 1 (2018): Juli-Desember 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi SAPPI Ciranjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51828/td.v8i1.46

Abstract

Memasuki abad ke-21 kehidupan keluarga menghadapi tantangan yang semakin beragam dan semakin kompeks. Pentingnya kehidupan keluarga harus menjadi perhatian bagi semua orang percaya. Apa saja tantangan yang dihadapi oleh keluarga Kristen pada abad ke-21? Sebelum ada lembaga-lembaga yang besar yang dibangun oleh manusia, lembaga yang pertama yang ditetapkan oleh Allah adalah keluarga. Sejarah hidup Yesus dan inkarnasinya ke dunia melalui sebuah keluarga. Yesus dilahirkan melalui satu keluarga yang telah dipilih oleh Allah. Keluarga yang kokoh dapat menghadapi tantangan zaman yang beragam dan semakin kompeks, mengurangi berbagai kejahatan di masyarakat dan eksistensinya juga dapat memberi sinergi bagi gereja, masyarakat dan negara.
Metode Pengajaran Yesus Hadi Sahardjo
TE DEUM (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayanan) Vol 8 No 1 (2018): Juli-Desember 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi SAPPI Ciranjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51828/td.v8i1.47

Abstract

Ada beberapa komponen penting dalam proses pembelajaran yang memiliki peran dalam keberhasilan suatu proses pendidikan. Di situ ada pendidik, peserta didik, materi pembelajaran, metode dan berbagai sarana penunjang lainnya. Salah satu komponen penting dalam dalam proses pendidikan adalah metode pembelajaran. Sebaik apa pun materi yang disampaikan oleh nara didik, tetapi tanpa penggunaan metode yang tepat, maka hasilnya pun pasti tidak akan optimal.

Page 3 of 19 | Total Record : 187