cover
Contact Name
Yohanes Hasiholan Tampubolon
Contact Email
jotampubolon@ymail.com
Phone
+62263-2323854
Journal Mail Official
tedeum@sttsappi.ac.id
Editorial Address
Kp. Palalangon RT 02 RW 09, Desa Kertajaya, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat Kotak Pos 10 Ciranjang 43282 Cianjur, Jawa Barat
Location
Kab. cianjur,
Jawa barat
INDONESIA
Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayanan)
ISSN : 22523871     EISSN : 27467619     DOI : http://doi.org/10.51828/td
Tujuan dari penerbitan jurnal ini adalah untuk memublikasikan hasil kajian ilmiah dan penelitian dalam lingkup kajian: 1. Penelitian teologi dan tinjauan Alkitabiah (Theological and Biblical research) 2. Pembangunan pedesaan (rural development) 3. Pendidikan kristen (Christian education) 4. Misi holistik (holistic mission) 5. Etika Kristen (Christian ethics).
Articles 187 Documents
Respons Apologetis terhadap Limited Godism yang Membatasi Persona Allah Aeron Frior Sihombing
TE DEUM (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayanan) Vol 1 No 1 (2011): Juli-Desember 2011
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi SAPPI Ciranjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51828/td.v1i1.69

Abstract

Fenomena-fenomena yang terjadi di dalam kekristenan yaitu: ada seruan yang menyatakan bahwa Allah adalah mahakuasa dan tidak dapat dibatasi oleh apa pun, namun di sisi lain dikatakan bahwa Allah dapat digerakkan oleh orang percaya (Luk.18:1-8); pujian dan penyembahan dilakukan untuk dapat mengenal Allah, dan juga untuk dapat memuaskan kebutuhan spiritual maupun untuk menjawab masalah orang percaya; fenomena Allah berbicara kepada orang percaya secara khusus, yang disebut dengan rhema. Itu merupakan kehendak Allah secara khusus kepadanya; minyak urapan (Mrk.6:12), melaluinya orang percaya dapat disembuhkan dari berbagai penyakit, menyelamatkan orang percaya dari kecelakaan dan sebagai syarat atau kunci untuk pintu masuk ke dalam pintu surga; pemuja nama Yahweh menyatakan bahwa tiada nama Allah selain Yahweh. Sebab, nama ini adalah nama yang suci dan yang paling benar; marketing gereja, yang mana Injil telah dikomersialkan untuk keuntungan gereja. Injil telah diperdagangkan, sehingga menghasilkan untung dan untuk menambah jumlah anggota jemaat.
Pandangan-Pandangan tentang sumber Dosa dan Dosa Asal, Aplikasi dalam Kehidupan Materi dan Imateri dari Seorang Kristen yang Saleh Edwin Gandaputra Yen
TE DEUM (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayanan) Vol 1 No 1 (2011): Juli-Desember 2011
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi SAPPI Ciranjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam kesalehan seorang Kristen, siapa yang bisa berkata dengan bangga bahwa dirinya tidak berdosa? Dalam aplikasi kehidupan materi, banyak orang Kristen yang mengetahui tentang dosa, tapi tidak mampu melawan keterikatan dosa. Kesalehan seseorang dapat dilihat (salah satunya) dari aplikasi pengetahuan tentang dosa di dalam kemenangan demi kemenangan melawan keterikatan dosa. Baik para teolog, hamba-hamba Tuhan, para deaken, para penatua, para pengurus gereja, para aktivis gereja maupun jemaat biasa, semuanya bergumul dengan satu kata yaitu DOSA. Apakah Saudara adalah seorang Kristen yang saleh? Seberapa hebat Anda dalam menang terhadap dosa? Tulisan ini dimulai dari pengetahuan tentang sumber dosa, mengatasi dosa menurut pandangan-pandangan yang sudah diuraikan, pengetahuan tentang dosa asal, dilihat dari beberapa sudut pandang dan (yang penting dari) sudut pandang Alkitab dan diapilikasikan dalam kehidupan rohani seorang Kristen serta (secara spesial) penulis yang baru dan terus menerus belajar menjadi seorang teolog di Asia memberanikan diri untuk mengemukakan pandangannya tentang sumber dosa.
Sikap Hidup dari Sudut Pandang Etika Kristen Yusman Liong
TE DEUM (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayanan) Vol 1 No 1 (2011): Juli-Desember 2011
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi SAPPI Ciranjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan zaman yang pesat telah memberikan dampak yang besar pada masyarakat pluralis perkotaan. Hal ini terlihat dari perubahan-perubahan sikap hidup masyarakat yang semula sangat terikat dengan agama, budaya, sekarang telah beralih menjadi masyarakat yang sekuler, yang tidak lagi berpedoman pada nilai dan moral agama. Oleh sebab itu, masyarakat pluralis perkotaan lebih menyukai perkara atau persoalan yang tadinya rumit dengan berbagai upacara dan tatakramanya telah berubah menjadi lebih menyukai persoalan itu menjadi hal yang praktis. Pasangan muda yang menikah akan lebih menyukai upacara yang sederhana daripada harus mengikuti upacara secara adat ataupun agama. Pesta dengan upacara adat biasanya akan memakan waktu seminggu, sedangkan memakai upacara pemberkatan Gerejawi harus terlebih dahulu mengikuti pembinaan pra nikah yang memakan waktu selama tiga bulan.
Perkawinan, Perceraian dan Perkawinan Ulang Hadi P. Sahardjo
TE DEUM (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayanan) Vol 1 No 1 (2011): Juli-Desember 2011
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi SAPPI Ciranjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51828/td.v1i1.72

Abstract

Sebenarnya sudah sangat banyak tulisan yang membahas maslah perkawinan, perceraian dan perkawinan kembali. Namun penulis terdorong untuk kembali mengangkat topik ini sebagai bahan perenungan bagi setiap orang Kristen, khususnya para hamba Tuhan. Anda boleh setuju ataupun tidak dengan apa yang penulis paparkan di sini. Tetapi ini suatu fakta yang kita hadapi saat ini. Dari tahun ke tahun, perceraian bukannya berkurang, tetapi justru semakin menunjukkan peningkatan. Hal ini juga sering melanda kehidupan jemaat Tuhan. Akhirnya gereja diperhadapkan dengan masalah yang sulit antara yang “harus” merupakan perintah Allah dengan “keharusan” untuk menghadapi anggota jemaatnya yang tertimpa kasus semacam itu. Meskipun yang menjadi pokok pembahasan dalam tulisan ini adalah tentang perceraian dan perkawinan ulang, namun untuk menjembatani keterkaitan dan guna mendapatkan suatu konsep yang runtut, maka selain masalah perceraian juga akan dibahas dua hal yang terkait erat dengan masalah perceraian, yaitu tentang perkawinan dan perkawinan kembali (remarriage).
Kisah Ester Nenny Natalina Simamora
TE DEUM (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayanan) Vol 1 No 1 (2011): Juli-Desember 2011
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi SAPPI Ciranjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51828/td.v1i1.73

Abstract

Pendidikan sering dipandang sebagai suatu kebutuhan penting bagi anak-anak usia sekolah saja. Faktanya, pendidikan bukan hanya penting bagi anak-anak usia sekolah atau mahasiswa saja, tetapi juga penting bagi semua orang, termasuk kelompok usia dewasa, atau yang sering disebut sebagai orang dewasa. Namun, tidak banyak orang dapat memahami pentingnya pendidikan bagi orang dewasa, termasuk gereja. Bahkan banyak anggapan di masyarakat bahwa orang dewasa bukan saatnya lagi untuk dididik dan belajar, tetapi saatnya menjadi pengajar atau pendidik yang mengajar atau mendidik orang lain. Perlu suatu kesadaran bahwa orang dewasa tetap membutuhkan pendidikan sesuai kebutuhannya. Jika gereja ingin melibatkan orang dewasa secara aktif dalam kehidupan bergereja, maka gereja seharusnya tetap terbuka terhadap pentingnya pendidikan orang dewasa dalam jemaatnya. Sidjabat menjelaskan bahwa dalam konteks gereja, pendidikan orang dewasa adalah praktik pendidikan dari, oleh dan untuk, serta bersama dengan orang dewasa, dengan dasar, tujuan dan dinamika yang berlandaskan pada iman Kristen.
Hakikat dan Tujuan Sekolah Kristen Nenny Natalina Simamora
TE DEUM (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayanan) Vol 4 No 1 (2014): Juli-Desember 2014
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi SAPPI Ciranjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51828/td.v4i1.74

Abstract

Sekolah Kristen adalah bagian dari pendidikan Kristen sebagai mitra dari keluarga dan gereja untuk memenuhi panggilan Allah bagi setiap orang percaya.Pada dasarnya landasan dari sekolah Kristen adalah iman Kristen yang dinyatakan dalam Alkitab.Dengan demikian, sekolah Kristen mengupayakan pendidikan secara bersengaja dan terencana dengan baik, sehingga peserta didik mengalami perubahan dalam hal pengetahuan, sikap, nilai-nilai, keterampilan dan hidup bermasyarakat dengan hidup sesuai kehendak Allah. Tujuan utama sekolah Kristen adalah membawa peserta didik mengenal Allah di dalam Pribadi Yesus Kristus, tunduk di bawah otoritas-Nya dan hidup sesuai kehendak-Nya untuk kemuliaan Allah. Ciri khas sekolah Kristen adalah melaksanakan tugas dan fungsinya dengan menekankan nilai-nilai iman Kristen untuk mewarnai proses belajar-mengajar, sehingga dalam setiap materi yang disampaikan dan dalam komunitas sekolah Kristen, nilai-nilai tersebut menjadi nyata. Hal ini yang tidak dimiliki oleh sekolah-sekolah bukan Kristen.
Sumbangsih Filsafat Eksistensialisme bagi Pendidikan Agama Kristen Noh Ibrahim Boiliu
TE DEUM (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayanan) Vol 4 No 1 (2014): Juli-Desember 2014
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi SAPPI Ciranjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51828/td.v4i1.75

Abstract

Pendidikan Agama Kristen (PAK) tidak dapat berdiri sendiri, ia juga dipengaruhi oleh disiplin ilmu lain atau membutuhkan kolaborasi dengan ilmu lain, salah satunya yaitu dari filsafat Esensialisme. Pengaruhnya nyata di dalam proses belajar dan mengajar PAK. Commondgroundnya atau titik pertemuannya adalah dalam prinsip dasar esensialisme yaitu: 1) tugas pertama sekolah adalah mengajarkan pengetahuan dasar; 2) belajar adalah pekerjaan yang berat dan butuh disiplin; 3) Pendidik adalah wadah atau tempat dari otoritas kelas. Oleh sebab itu, sumbangsih filsafat esensialisme terhadap PAK dapat dilihat melalui: 1) Kurikulum; 2) Manajemen kelas; 3) Metode; 4) Pendidik; 5) Penilaian.
Mengalami Perjumpaan dengan Tuhan Yesus melalui Pribadi dan KaryaNya Adrianus Pasasa
TE DEUM (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayanan) Vol 4 No 1 (2014): Juli-Desember 2014
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi SAPPI Ciranjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap kita membahas tentang pribadi dan karya Yesus Kristus, seharusnya menjawab pertanyaan Alkitab berkaitan dengan bagaimana pemahaman dan apa yang dikatakan oleh Alkitab tentang pribadi Kristus. Siapakah Yesus itu? Apakah Dia sungguh Mesias, Anak Allah, apakah Dia ada sebelum dunia ini dijadikan, dan apakah Yesus adalah Allah sejati dan manusia sejati? Bagaimana dengan kelahiran, kehidupan, pengajaran, mukjizat, kematian, kebangkitan dan kenaikan-Nya, serta kedatangan-Nya kembali?Kebenaran kekristenan tergantung sepenuhnya pada kebenaran Yesus Kristus dan keberadaan-Nya yang sebenarnya.
Masalah Kekerasan dalam Masyarakat Sunarto Sunarto
TE DEUM (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayanan) Vol 4 No 1 (2014): Juli-Desember 2014
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi SAPPI Ciranjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51828/td.v4i1.77

Abstract

Kekerasan dalam kacamata Alkitab bukan hanya terjadi di dunia modern saja, jauh sebelum terjadi di dunia modern kekerasan sudah terjadi di dunia purba. Sejak era Adam dan Hawa lalu melahirkan keturunan yang pertama sudah terjadi kekerasan. Kisah Kain yang membunuh Habel memberikan gambaran bahwa kekerasan sudah terjadi dalam sejarah kehidupan manusia yang paling kuno (Kej. 4:8). Setiap kekerasan yang terjadi di masyarakat bukan terjadi tanpa sebab musabab.Ada berbagai faktor yang bisa menjadi sumber pemicu terjadinya sebuah kekerasan. Faktor politik, ekonomi, keluarga, ras atau suku, bahkan masalah olah raga pun bisa menyebabkan seseorang atau kelompok melakukan kekerasan. Sehubungan dengan hal itu maka ada berbagai pendekatan yang seharusnya dilakukan untuk menanggulangi kekerasan yang terjadi di masyarakat yaitu: pendekatan hukum, sosial dan spiritual. Manusia baru di dalam Kristus hidupnya bukan menggunakan jalan kekerasan,tetapi belajar mengasihi Allah dan sesamanya. Semakin banyak orang mengalami pertobatan di dalam Kristus semakin mempengaruhi situasi yang terjadi di masyarakat.
Konflik Agama dan Pluralisme Agama di Indonesia Sudianto Manullang
TE DEUM (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayanan) Vol 4 No 1 (2014): Juli-Desember 2014
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi SAPPI Ciranjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konflik agama di Indonesia terjadi disebabkan oleh faktor non-agama masalah politik, yaitu agama dijadikan sebagai alat untuk kepentingan politik tertentu untuk mencapai kekuasaan; masalah ekonomi yang menjerat masyarakat; dan permasalahan sosial dalam masyarakat yang disebabkan oleh kesenjangan sosial antara masyarakat miskin dan kaya. Konflik agama yang disebabkan oleh agama adalah karena menganggap dogma, doktrin agamanya yang paling benar, sehingga menolak pluralitas agama di Indonesia. Ia menganggap di luar dari ajarannya adalah sesat, sehingga ia melakukan kekerasan atas nama agama. Oleh sebab itu, artikel ini mengusulkan pendekatan antroposentris, etikosentris, soteriosentris terhadap agama-agama dalam pluralitas. Akan tetapi, tidak terjebak dalam pluralisme agama yang menyamakan semua agama, sehingga masuk ke dalam perangkap sinkretisme.

Page 6 of 19 | Total Record : 187