cover
Contact Name
Agus Riyanto
Contact Email
aagusriyanto105@gmail.com
Phone
+6281227115446
Journal Mail Official
stikesbh03@gmail.com
Editorial Address
STIKES Bhakti Husada Bengkulu Jl. Kinibalu 8 RT. 012 RW. 002 Kebun Tebeng, Ratu Agung Bengkulu 38227 Telp./Fax. 0736-23422, Website : stikesbhaktihusada.ac.id
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Mitra Raflesia (Journal of Health Science)
Core Subject : Health,
MITRA RAFLESSIA Journal of Health Science is an international, open access, peer reviewed and evidence-based scientific journal published by STIKES BAKTI HUSADA BENGKULU. The Journals mission is to promote excellence in nursing and a range of disciplines and specialties of allied health professions. It welcomes submissions from international academic and health professionals community. The Journal publishes evidence-based articles with solid and sound methodology, clinical application, description of best clinical practices, and discussion of relevant professional issues or perspectives. Articles can be submitted in the form of research articles, reviews, case reports, and letters to the editor or commentaries. The Journals priorities are papers in the fields of nursing, physical therapy, medical laboratory science, environmental health, and medical imaging and radiologic technologies. Relevant articles from other disciplines of allied health professions may be considered for publication. This journal is indexed or abstracted by Google Scholar
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol 15, No 1 (2023)" : 20 Documents clear
KUALITAS AIR SUMUR BOR PERUMAHAN PABRIK GULA KEBONAGUNG KABUPATEN MALANG Nuning Endah; Irfany Rupiwardani; Misbahul Subhi
Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Vol 15, No 1 (2023)
Publisher : LPPM STIKES BHAKTI HUSADA BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51712/mitraraflesia.v15i1.165

Abstract

Banyak penyakit yang disebabkan melalui media air dan menyebabkan kematian, contohnya penyakit diare. Berdasar hasil data, kejadian diare di wilayah Kebonagung masih meningkat dari tahun ke tahun. Sumur bor ditemukan sebagai sumber yang dicurigai menyebabkan pencemaran karena berdekatan dengan resapan septic tank yakni radius<10m, juga berdekatan dengan persawahan (radius < 10m). Selain itu sumur terletak ±1 Km dari pabrik dan masyarakat sekitar masih banyak yang BABS (Buang Air Besar Sembarangan). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas air sumur bor Perumahan Pabrik Gula Kebonagung Kabupaten Malang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Sampel diambil langsung dari air sumur bor Perumahan Pabrik Gula Kebonagung dengan menggunakan teknik Non- Probability Sampling dan Purposive Sampling. Ada 3 parameter pengujian yaitu parameter fisik (bau, TDS, kekeruhan, warna, rasa dan suhu), parameter kimia (besi, nitrat, nitrit, pH dan sulfat) dan parameter biologi (E-Coli dan total Coliform). Berdasarkan hasil pengujian kualitas air parameter fisik, kimia dan biologi air sumur bor Perumahan Pabrik Gula Kebonagung pada LABKESDA Kepanjen didapatkan hasil memenuhi syarat standar Permenkes No 32 Tahun 2017. Ketika dilakukan pengurasan tandon akan menurunkan endapan/partikel yang ada pada air. Pemberian desifektan (pemberian kaporit/ klorin) merupakan upaya sanitasi air yang dapat membunuh bakteri dan mikroorganisme lain yang mencemarinya. Untuk itu disarankan pada pemilik atau pengelola sumur bor untuk melakukan pengurasan air sumur bor secara rutin minimal 3 bulan sekali dan pemberian desifektan secara berkala setiap hari.
HUBUNGAN PEMENUHAN GIZI IBU NIFAS DENGAN PEMULIHAN LUKA PERINEUM PBM " R " KOTA BENGKULU Sari Widyaningsih; Dita Selvianti
Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Vol 15, No 1 (2023)
Publisher : LPPM STIKES BHAKTI HUSADA BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51712/mitraraflesia.v15i1.222

Abstract

Pendahuluan : Luka perineum adalah luka dikarenakan adanya robekan jalan lahir  maupun karena episiotomi pada waktu melahirkan. Dimana wanita yang melahirkan pervaginam sedikit banyak mengalami trauma seperti luka pada perineum akibat episiotomi, ruptur uteri atau laserasi perenium Tujuan penelitian ini adalah  Menganalisis hubungan pemenuhan gizi ibu nifas dengan pemulihan luka perineum. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional study. Penelitian dilakukan di BPS “ S”  dengan jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 20 orang dan diambil secara accidental sampling. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah pemenuhan gizi sedangakan variabel terikatnya berupa penyembuhan luke perineum. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hubungan antar variabel dikatakan bermakna jika p-value < 0.05. Hasil dan Pembahasan : Sebagian besar responden (70 %) terpenuhi kebutuhan gizinya dan luka perineumnya mengalami pemulihan. Terdapat hubungan antara pemenuhan gizi ibu nifas dengan pemulihan luka perineum (p<0.05). Kesimpulan dan saran  : Terdapat hubungan antara pemenuhan gizi ibu nifas dengan pemulihan luka perineum. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat menganalisis faktor zat gizi yang paling dominan dalam pemulihan luka perineum.  
HUBUNGAN TINGKAT KECEMASAN DENGAN PERILAKU REMAJA TERHADAP PANDEMI COVID-19 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SAWAH LEBAR KOTA BENGKULU Dilfera Hermiati; Yance Hidayat; Meri Epriana Susanti
Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Vol 15, No 1 (2023)
Publisher : LPPM STIKES BHAKTI HUSADA BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51712/mitraraflesia.v15i1.220

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang : Di awal tahun 2020 ini, dunia dikagetkan dengan kejadian infeksi berat yang dikenal dengan nama virus corona baru. Data Menunjukkan bahwa hampir 200 Negara di Dunia sudah terjangkit oleh virus ini termasuk Indonesia. Wabah penyakit ini sangat mengguncang masyarakat dunia, tidak terkecuali masyarakat di Indonesia khususnya di Provinsi Bengkulu. Wabah ini menimbulkan rasa gelisah, ketakutan dan ansietas kepada setiap orang termasuk pada remaja. Tingkat kecemasan yang dirasakan akan berpengaruh pada prilaku remaja. Metode : Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitic. Alasan pemilihan deskriptif analitic, karena penelitian ini bertujuan untuk menggali hubungan tingkat kecemasan dengan perilaku remaja terhadap pandemi covid-19 di wilayah kerja Puskesmas Sawah Lebar Kota BengkuluHasil : Lebih dari sebagian reponden dengan tingkat kecemasan sedang dan sikap remaja negatif terhadap pandemi covid-19 di wilayah kerja Puskesmas Sawah Lebar Kota Bengkulu tahun 2021. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada Hubungan tingkat kecemasan dengan Perilaku remaja terhadap pandemi covid-19 di wilayah kerja Puskesmas Sawah Lebar Kota Bengkulu tahun 2021 dapat dilihat dari hasil p value yaitu 0.026.Simpulan : Tingkat kecemasan pada remaja akan berpengaruh pada prilaku remaja sehingga disarankan untuk dapat melakukan pencegahan dengan perilaku yang benar dan menggali informasi yang benar agar tidak terjadi kecemasan serta dapat melakukan vaksinasi sebagai salah satu perilaku pencegahan covid-19.Kata Kunci : Kecemasan, prilaku remaja ABSTRACTBackground: At the beginning of 2020, the world was shocked by the incidence of severe infection known as the new coronavirus. Data shows that almost 200 countries in the world have been infected by this virus, including Indonesia. This disease outbreak has greatly shaken the world community, including people in Indonesia, especially in Bengkulu Province. This outbreak causes anxiety, fear and anxiety to everyone, including teenagers. The level of anxiety felt will affect adolescent behavior.Method: This study uses descriptive analytical method. The reason for the descriptive analytical selection is because this study aims to explore the relationship between anxiety levels and adolescent behavior towards the COVID-19 pandemic in the work area of the Sawah Lebar Health Center, Bengkulu City.Results: More than a few repondents with moderate anxiety levels and negative adolescent attitudes towards the COVID-19 pandemic in the working area of the Sawah Lebar Health Center in Bengkulu City in 2021. The results showed that there was a relationship between the level of anxiety and adolescent behavior towards the Covid-19 pandemic in the work area of the Sawah Lebar Health Center in Bengkulu City in 2021 can be seen from the p value result, which is 0.026.Conclusion: The level of anxiety in adolescents will affect adolescent behavior so it is advisable to be able to carry out prevention with the right behavior and dig up the right information so that anxiety does not occur and can vaccinate as one of the covid-19 prevention behaviors. Keywords : Anxiety, adolescent behavior  
PENERAPAN PENDIDIKAN KESEHATAN DALAM UPAYA MENURUNKAN INTENSITAS NYERI MELALUI TERAPI BENSON DI RUMAH SAKIT TK II DR. AK GANI PALEMBANG Dwi Apriani; Tri Ferianti; Septi Andrianti
Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Vol 15, No 1 (2023)
Publisher : LPPM STIKES BHAKTI HUSADA BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51712/mitraraflesia.v15i1.248

Abstract

Abstract Latar Belakang, Appendicitis merupakan suatu keadaan inflamasi pada kuadran kanan bawah rongga abdomen atau lebih dikenal dengan nama usus buntu. Apendiktomi adalah pembedahan atau operasi pengangkatan apendiks yang mengalami peradangan. Pembedahan yang dilakukan memberikan efek nyeri pada pasien. Salah satu Teknik non farmakologi yang dapat menurunkan nyeri adalah dengan terapi relaksasi Benson. Terapi relaksasi Benson merupakan penggabunggan antara respon relaksasi dan system keyakinan individu/faith factor (difokuskan pada ungkapan tertentu berupa nama-nama Tuhan atau kata yang memiliki makna menyenangkan bagi pasien itu sendiri. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan gambaran tentang penerapan pendidikan kesehatan dalam upaya menurunkan intensitas nyeri melalui terapi benson pada pasien post operasi apendektomi. Metode Penelitian ini   menggunakan metode deskriptif yaitu pendekatan penerapan terapi dengan Standar Operasional Prosedur. Pengumpulan data diambil dengan metode wawancara dan pengisian kuisioner lembar NRS. Kesimpulan dari penelitian dua pasien menunjukkan adanya penurunan tingkat nyeri. Peneliti mengharapkan terapi Benson dapat meningkatkan pengetahuan bagi masyarakat dan penerapan ini dapat di terapkan di Rumah Sakit maupun Lingkungan Masyarakat. Kata Kunci : Appendektomi, Nyeri Abdomen, Terapi Relaksasi Benson
GAMBARAN AKTIVITAS ENZIM ALKALIN PHOSPHATASE PADA PENDERITA HEPATITIS B Mardiyansyah Bahar; Mariana Manik
Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Vol 15, No 1 (2023)
Publisher : LPPM STIKES BHAKTI HUSADA BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51712/mitraraflesia.v15i1.143

Abstract

Latar Belakang : Penyakit  peradangan pada sel-sel hati merupakan istilah umum dari Hepatitis. Penyebab hepatitis dapat disebabkan oleh Infeksi (Virus, bakteri, parasit), obat-obatan (termasuk obat tradisional), konsumsi alkohol, lemak yang berlebih dan penyakit autoimmune. Hepatis virus dapat disebabkan oleh virus Hepatitis A (HAV), Hepatitis B (HBV), Hepatitis C (HCV), Hepatitis D (HDV), dan Hepatitis E (HEV) yang mana diantaranya dapat menjadi penyebab penyakit hepatitis (Datin, 2014).Aktivitas enzim alkali fosfatase (alkaline phosphatase/ALP) dan terdapat didalam darah menjadi penanda terjadinya gangguan fungsi hati karena normalnya terdapat didalam sel-sel hati. Kerusakan pada organ hati ini yang akan menyebabkan enzim terlepas ke dalam aliran darah (Ermanita dkk, 2020).   Metode : Penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif menggunakan teknik pengambilan sampel dengan total sampling dan sampel dalam penelitian ini berjumlah 10 orang. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Kimia Klinik RSUD dr. M Yunus Bengkulu.Hasil : hasil pemeriksaan aktivitas enzim alkalin phosphatase menunjukkan adanya peningkatan aktivitas enzim alkalin phosphatase pada penderita hepatitis B dengan rata – rata persentase peningkatan sebesar  40,42% dari nilai normalnya.Simpulan : Disarankan agar senantiasa menjaga kebersihan dan menerapkan pola hidup sehat agar senantiasa dapat terhindar dari penyakit seperti hepatitis.Kata Kunci : Hepatitis B, Alkaline Phosphatase.
ANALISIS KANDUNGAN KLORIN (CL2) PADA BERAS YANG BEREDAR DI PASAR KOTA BENGKULU Agus Widada; Mualim Mualim; Moh Gazali
Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Vol 15, No 1 (2023)
Publisher : LPPM STIKES BHAKTI HUSADA BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51712/mitraraflesia.v15i1.159

Abstract

ABSTRAKUntuk tetap hidup, orang berusaha memenuhi kebutuhan primer mereka. Salah satu kebutuhan utamanya adalah pangan, dan masyarakat Indonesia menjadikan beras sebagai makanan pokoknya. Energi cukup tinggi untuk memiliki dampak signifikan pada aktivitas fisik dan kesehatan. Hal tersebut berkaitan dengan jumlah peningkatan minat pembelian konsumen. Dimana konsumen menginginkan dan memilih beras yang bersih, putih dan licin untuk dikonsumsi. Dimasa sekarang ini, banyak produsen nakal yang menggunakan berbagai cara untuk memperpanjang umur simpan atau perbaiki tekstur, rasa, dan warna dari produk yang dijual khususnya pada beras  putih. Sehingga membuat masyarakat terkecoh tanpa disadari beras yang putih dan licin merupakan ciri fisik beras mengandung klorin.Jenis  penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian ini kemudian dianalisisn secara manual dalam bentuk tabel menurut variabel yang diteliti. Berdasarkan data dari hasil uji laboratorium, maka peneliti memberikan kode (+) bila terbukti beras tersebut mengandung klorin dan sebaliknya apabila tidak terbukti diberikan kode (-) dan akan diketahui juga kadar klorin yang terkandung pada beras.Hasil penelitian pemeriksaan kadar klorin pada beras menunjukkan bahwa dari 50 sampel merk beras terdapat 41(82%)  beras positif mengandung kadar klorin dan 9 (18%) beras negatif mengandung kadar klorin.Saran kepada masyarakat yang hendak membeli beras agar lebih berhati-hati dalam memilih beras yang akan dibeli.Kata kunci: Beras, Klorin ABSTRACTTo stay alive, people try to fulfill their primary needs. One of the main needs is food, and Indonesian people make rice as their staple food. Energy is high enough to have a significant impact on physical activity and health. This is related to the increase in consumer buying interest. Where consumers want and choose clean, white and slippery rice for consumption. Nowadays, many rogue producers use various methods to extend shelf life or improve the texture, taste, and color of the products they sell, especially white rice. So that people are misled without realizing that white and slippery rice is a physical characteristic of rice containing chlorine.The type of research used in this research is descriptive research with a quantitative approach. The results of this study were then analyzed manually in the form of tables according to the variables studied. Based on data from laboratory test results, the researcher gives a code (+) if it is proven that the rice contains chlorine and vice versa if it is not proven, it is given a code (-) and the chlorine content in rice will also be known.The results of the examination of chlorine levels in rice showed that from 50 samples of rice brands there were 41 (82%) positive rice containing chlorine levels and 9 (18%) negative rice containing chlorine levels.Suggestions to people who want to buy rice to be more careful in choosing the rice to be purchased.Keywords: Rice, Chlorine
ANALISIS SURVIVAL TERHADAP LAJU KESEMBUHAN PENDERITA COVID-19 DI SUMATERA BARAT Yeffi Masnarivan; Hamidatul Yuni; Yoko Masnarivan M
Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Vol 15, No 1 (2023)
Publisher : LPPM STIKES BHAKTI HUSADA BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51712/mitraraflesia.v15i1.186

Abstract

Latar Belakang : Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) adalah penyakit jenis baru yang belum pernah diidentifikasi sebelumnya pada manusia. Virus penyebab COVID-19 ini dinamakan Sars-CoV-2. Penambahan jumlah kasus COVID-19 berlangsung cukup cepat dan sudah terjadi penyebaran antar negara. Sampai dengan 08 April 2022, secara global dilaporkan 494.587.638 kasus konfimasi di 230 negara dengan 6.170.283 kematian (CFR 1,2%). Jumlah kasus COVID-19 terus meningkat di Indonesia. Jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19 per hari Sabtu tanggal 08 April 2022 menjadi 6.030.168. Sedangkan pasien yang dinyatakan sembuh menjadi 5.798.044, yang meninggal dunia sebanyak 155.556. Sedangkan, di Provinsi Sumatera Barat, kasus pertama dilaporkan pada tanggal 18 Maret 2020. Terhitung hingga tanggal 7 April 2022, ditemukan 103.603 kasus terkonfirmasi positif COVID-19, dengan 2.328 kematian dan sebanyak 98.602 sembuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemetaan kasus Covid-19 & analisis survival terhadap laju kesembuhan penderita Covid-19 di Sumatera Barat.Metode : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan analitik dan desain studi cohort retrospective. Pengambilan data dilakukan menggunakan data sekunder dari dinas kesehatan Provinsi Sumatera Barat bulan Juli 2021–Februari 2022. Variabel independen dari penelitian ini yaitu umur dan jenis kelamin. Sedangkan variabel dependennya adalah laju kesembuhan penderita Covid-19 di Sumatera Barat. Dengan jumlah sampel 397 penderita Covid-19. Pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling dengan menggunakan software aplikasi computer. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini ada dua, yaitu analisis univariat dan analisis bivariat.Hasil : Pada Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatera Barat, kasus COVID-19 tertinggi terdapat di wilayah Kota Padang. Dari 1000 kasus COVID-19 di Sumatera Barat terdapat 62 pasien yang mengalami kesembuhan lebih cepat dari pada pasien COVID-19 lainnya. Sebanyak 50 % pasien COVID-19 mengalami kesembuhan sebelum hari ke-14. Terdapat perbedaan lama waktu sembuh yang signifikan antara pasien dengan umur > 60 tahun dibandingkan dengan umur < 60 tahun. Tidak terdapat perbedaan lama waktu sembuh yang signifikan antara penderita dengan jenis kelamin laki-laki dibandingkan dengan jenis kelamin perempuan.Simpulan : Terdapat hubungan yang signifikan antara umur dengan lama waktu sembuh pasien COVID-19 di Sumatera Barat.Kata Kunci : Analisis Survival, Laju Kesembuhan, COVID-19.
Perbandingan Jumlah Total Koloni Bakteri Klebsiella Pneumonia Pada Media Nutrient Agar Dan Media Alternatif Bengkuang (Pachyrrhizus Erosus) Bastian Bastian
Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Vol 15, No 1 (2023)
Publisher : LPPM STIKES BHAKTI HUSADA BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51712/mitraraflesia.v15i1.158

Abstract

Latar Belakang : Pneumonia adalah penyakit infeksi akut yang menyerang jaringan paru-paru (alveoli), menyebabkan kematian terbesar pada anak di seluruh dunia. Jumlah kasus pneumonia balita di Provinsi Sumatera Selatan menempati posisi ke-19 sebesar 37, 36%. Salah satu bakteri penyebab pneumonia adalah Klebsiella pneumonia. Diagnostik laboratorium pada bakteri Klebsiella pneumoniae yaitu dapat dilakukan dengan cara isolasi bakteri, pewarnaan gram, dan uji biokimia. Bakteri Klebsiella pneumonia membutuhkan sumber nutrisi terutama karbohidrat untuk tumbuh dan berkembang-biak. Gold standar diagnostik yang digunakan dalam pemeriksaan adalah kultur pada media. Isolasi dapat menggunakan media sintetis dan media alami seperti bengkuang karena memiliki kandungan karbohidrat jenis inulin (Oligosakarida) sebanyak 7,2 gr, vitamin, nutrisi dan lainnya yang dibutuhkan untuk pertumbuhan bakteri. Metode : Jenis penelitian eksperimen murni (true experiment). Penelitian ini dilakukan di laboratorium mikrobiologi Institut Ilmu Kesehatan dan Teknologi Muhammadiyah Palembang pada tanggal 10 januari 2022 - 14 januari 2022 dengan jumlah pengulangan sebanyak 32 pengulanganHasil : Nilai rata-rata jumlah total koloni bakteri Klebsiella pneumonia pada media Nutrient Agar (NA) 198 CFU/mL, dan media alternatif bengkuang (Pachyrrhizus erosus) 234 CFU/mL. Uji T tidak berpasangan didapatkan nilai p (Sig 2 Tailed) = 0,029.Simpulan : Hasil penelitian yaitu bengkuang (Pachyrrhizur erosus) dapat digunakan sebagai media alternatif pertumbuhan bakteri Klebsiella pneumoniaKata Kunci : Klebsiella pneumonia, Nutrient Agar dan bengkuang 
ANALISIS PENURUNAN KUALITAS DAN UPAYA PENGENDALIAN CEMARAN AIR SUNGAI RUPIT Mualim Mualim; Riang Adeko
Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Vol 15, No 1 (2023)
Publisher : LPPM STIKES BHAKTI HUSADA BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51712/mitraraflesia.v15i1.261

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang : Pemakaian air bersih yang tidak memenuhi standar kualitas dapat menimbulkan gangguan kesehatan, baik secara langsung dan cepat maupun tidak langsung secara perlahan. Sungai Rupit ialah salah satu sungai utama di Kabupaten Musi Rawas Utara yang tercantum DAS Musi. Sungai Rupit mempunyai debit rata- rata 54, 64 m3/ detik. Sungai Rupit ialah sungai yang melewati  Kecamatan Karang Jaya serta Kecamatan Rupit. Adanya keluhan terkait menurunnya kualitas air Sungai Rupit menjadi landasan dalam melakukan analisis kualitas air sungai berdasarkan Kriteria Mutu Air menurut Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001, dan melakukan tindakan pengendalian terhadap cemaran air di sungai Rupit yang perlu dilaksanakan.Metode : Metode yang dilakukan dalam penelitian ini merupakan metode penelitian deskriptif dimana parameter yang diukur dan dilakukan pengamatan teridiri dari pH, TSS, BOD, COD,DO, Pospat, Nitrat, dan Fecal Coliform dengan metode pengambilan Purposive sampling.Hasil : Status mutu air sungai Rupit dengan tingkat indeks cemaran yaitu termasuk kategori cemaran ringan dengan nilai kisaran 0.676 mg/l - 3.268 mg/l dan  dapat dijadikan sebagai sumber air baku untuk pengolahan air bersih. Parameter pH, TSS, BOD, COD,DO, Pospat, Nitrat, Fecal Coliform semuanya dibawah baku mutu sungai kelas I, berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor : 82 Tahun 2001. Strategi pengendalian pencemaran Sungai Rupit diperlukan adanya pemeriksaan kualitas air sungai secara berkala, sosialisasi dan penegakan hukum bagi yang melanggar peraturan dan perundangan lingkungan hidup walaupun masih masuk dalam standar kualitas mutu air sungai.Simpulan : Cemaran ringan yang merupakan status mutu kualitas air sungai dengan parameter pH, TSS, BOD, COD,DO, Pospat, Nitrat,  Fecal Coliform sehingga masih dapat digunakan oleh masyarakat sebagai sumber air baku pengolahan air bersih. Selain itu, perlu dilakukannya kesepakatan dan juga penegakan aturan yang dibuat oleh pemerintah Kabupaten Musi Rawas Utara dalam rangka pengendalian cemaran air sungai Rupit. Kata Kunci : Kualitas pengendalian air, indeks pencemaran sungai, Sungai Rupit ABSTRACTBackground: The use of clean water that does not meet quality standards can cause health problems, both directly and slowly and indirectly. The Rupit River is one of the main rivers in North Musi Rawas Regency which is included in the Musi Watershed. The Rupit River has an average discharge of 54.64 m3/second. Rupit River is a river that passes through Karang Jaya District and Rupit District. Complaints related to the decline in the quality of the Rupit River water have become the basis for conducting an analysis of river water quality based on the Water Quality Criteria according to Government Regulation Number 82 of 2001, and taking measures to control water contamination in the Rupit Rivers that need to be implemented.Methods: The method used in this research is a descriptive research method in which the parameters measured and observed consist of pH, TSS, BOD, COD, DO, Pospat, Nitrate, and Fecal Coliform with a purposive sampling method.Results : The water quality status of the Rupit river with a contamination index level is included in the light pollution category with a value in the range of 0.676 mg/l - 3.268 mg/l and can be used as a source of raw water for clean water treatment. Parameters pH, TSS, BOD, COD, DO, Pospat, Nitrate, Fecal Coliform are all below class I river quality standards, based on Government Regulation Number: 82 of 2001. The Rupit River pollution control strategy requires regular river water quality checks, outreach and law enforcement for those who violate environmental laws and regulations even though they are still included in the river water quality standards.Conclusion: Light contamination which is of the quality status of river water with the parameters pH, TSS, BOD, COD, DO, Pospat, Nitrate, Fecal Coliform so that it can still be used by the community as a source of raw water for clean water treatment. In addition, it is necessary to make an agreement and also enforce the rules made by the North Musi Rawas Regency government in the context of controlling Rupit river water pollution.Keywords: Water control quality, river pollution index, Rupit River 
KEPATUHAN MEMBAYAR IURAN PESERTA MANDIRI BPJS KESEHATAN DI KECAMATAN SELEBAR Putri Wulan Dari; Bintang Agustina Pratiwi; Emi Kosvianti; Riska Yanuarti
Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Vol 15, No 1 (2023)
Publisher : LPPM STIKES BHAKTI HUSADA BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Bertambahnya kepesertaan mandiri PBPU (Pekerja Bukan Penerima Upah) tidak sejalan dengan kepatuhan pembayaran iuran JKN (Jaminan Kesehatan Nasional), yang menyebabkan tunggakan iuran meningkat. Analisis variabel-variabel yang mempengaruhi kepatuhan peserta mandiri dalam membayar iuran BPJS Kesehatan merupakan tujuan utama penelitian iniMetode : Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan pengisian kuesioner oleh responden. Populasi  dalam penelitian ini adalah peserta mandiri BPJS Kesehatan yang berobat di Puskesmas Telaga Dewa Kecamatan Selebar dalam 3 bulan terakhir yaitu April-Juni 2022, yaitu 984 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah sistematik random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 91 orang. Teknik analisis data yaitu analisis univariat dan analisis bivariat.Hasil : Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan (p-value = 0,180) dan pengetahuan (p-value = 0,663) tidak memiliki hubungan dengan kepatuhan peserta mandiri membayar iuran BPJS Kesehatan. Ada hubungan antara jumlah anggota keluarga terdaftar BPJS Kesehatan (p-value = 0,000), pendapatan (p-value = 0,000), dan persepsi (p-value = 0,002) dengan kepatuhan membayar iuran BPJS Kesehatan.Simpulan : Kepatuhan pembayaran iuran peserta BPJS mandiri dipengaruhi oleh faktor jumlah anggota keluarga yang terdaftar, pendapatan dan persepsi.

Page 2 of 2 | Total Record : 20