cover
Contact Name
Agus Riyanto
Contact Email
aagusriyanto105@gmail.com
Phone
+6281227115446
Journal Mail Official
stikesbh03@gmail.com
Editorial Address
STIKES Bhakti Husada Bengkulu Jl. Kinibalu 8 RT. 012 RW. 002 Kebun Tebeng, Ratu Agung Bengkulu 38227 Telp./Fax. 0736-23422, Website : stikesbhaktihusada.ac.id
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Mitra Raflesia (Journal of Health Science)
Core Subject : Health,
MITRA RAFLESSIA Journal of Health Science is an international, open access, peer reviewed and evidence-based scientific journal published by STIKES BAKTI HUSADA BENGKULU. The Journals mission is to promote excellence in nursing and a range of disciplines and specialties of allied health professions. It welcomes submissions from international academic and health professionals community. The Journal publishes evidence-based articles with solid and sound methodology, clinical application, description of best clinical practices, and discussion of relevant professional issues or perspectives. Articles can be submitted in the form of research articles, reviews, case reports, and letters to the editor or commentaries. The Journals priorities are papers in the fields of nursing, physical therapy, medical laboratory science, environmental health, and medical imaging and radiologic technologies. Relevant articles from other disciplines of allied health professions may be considered for publication. This journal is indexed or abstracted by Google Scholar
Articles 203 Documents
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN DENGAN TINGKAT PENGETAHUAN KB IUD PADA PASANGAN USIA SUBUR Sulastri, Mepi; Hilinti, Yatri
Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Vol 16, No 1 (2024)
Publisher : LPPM STIKES BHAKTI HUSADA BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Penduduk Indonesia pada tahun 2017 mencapai 255,5 juta. Kondisi ini menyebabkan Indonesia menduduki posisi keempat negara dengan jumlah penduduk terbanyak di dunia. ilan. Survey awal yang dilakukan di kelurah sukamerindu dari 8 ibu PUS terdapat 5 ibu PUS memiliki tingkat pendidikan yang baik tetapi dan 2 ibu PUS sudah tingkat pendidikan rendah baik.tujuan penelian untuk mengetahui Pengaruh Pendidikan Kesehatan Dengan Tingkat Pengetahuan Kb Iud Pada Pasangan Usia Subur Di Kelurahan Suka Merindu Kota Bengkulu.Metode: Penelitian ini menggunakan desaian ekprerimen. Populasi dalam penelitian ini adalah Januari – Februari tahun 2023 yang berjumlah 76 PUS. Menurut Kerlinger dan Lee (2016) jumlah sampel minimal dalam penelitian kuantitatif adalah sebanyak 30 orangHasil : Sebelum di lakukan pendidikan kesehatan tentang IUD tingkat pengetahuan kurang yaitu 18 responden (60%). Kemudian setelah di di lakukan pendidikan kesehatan tentang sesudah di berikan pendidikan kesehatan yang tingkat pengetahuan Cukup yaitu 17 responden (56,7%). Pada  pre dan post terdapat hubungan yang signifikan terhadap pemberian pendidikan kesehatan terhadap KB IUD dengan nilai p value = 0,000 , <0,05 N=30 maka dapat di simpulkan Pengaruh Pendidikan Kesehatan terhadap Kb IUD Pada Pasangan Usia Subur Di Kelurahan Suka Merindu Kota BengkuluSimpulan: Diharapkan bidan dapat meningkatkan penyuluhan atau pendidikan kesehatan mengenai KB IUD khususnya bagiKata Kunci:Pendidikan Kesehatan, PUS, IUD
STRATEGI PENGENDALIAN CEMARAN AIR SUNGAI DI KECAMATAN NIBUNG KABUPATEN MUSI RAWAS UTARA Adeko, Riang; Mualim, Mualim
Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Vol 15, No 2 (2023)
Publisher : LPPM STIKES BHAKTI HUSADA BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51712/mitraraflesia.v15i2.313

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang : Penggunaan air yang tidak memenuhi baku mutu kualitas yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan secara langsung dan juga bertahap  hendaknya dihindari. Kecamatan Nibung Kabupaten Musi Rawas Utara memiliki beberapa sungai yang dapat memenuhi kebutuhan air masyarakat sekitar diantaranya sungai Kresik, Sungai Ridan, dan Sungai Nibung. Tujuan dari penelitian ini untuk melakuakan upaya strategis dalam pengendalian cemaran air sungai ditinjau dari segi analisis kualitas air sungai berdasarkan Kriteria Mutu Air menurut Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001.Metode : Metode yang dilakukan dalam penelitian ini merupakan metode penelitian deskriptif dimana parameter yang diukur dan dilakukan pengamatan teridiri dari pH, TSS, BOD, COD,DO, Pospat, Nitrat, dan Fecal Coliform dengan metode pengambilan Purposive sampling.Hasil : Status mutu air sungai Rupit dengan tingkat indeks cemaran yaitu termasuk kategori cemaran ringan dengan nilai kisaran 0.816 mg/l – 1.857 mg/l dan  dapat dijadikan sebagai sumber air baku untuk pengolahan air bersih. Parameter pH, TSS, BOD, COD,DO, Pospat, Nitrat, Fecal Coliform semuanya dibawah baku mutu sungai kelas I, berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor : 82 Tahun 2001. Strategi dalam pengendalian cemaran status mutu air Sungai Kresik, Sungai Ridan, dan Sungai Nibung di Kecamatan Nibung Kabupaten Musi Rawas Utara dapat dilakukan dengan menjalin kerjasama antar stakeholder dan masyarakat sekitar dalam upaya mengurangi beban pencemaran, membuat IPAL Komunal yang lebih efektif dalam teknis pengelolaannya, adanya penegakan hukum yang tegas terkait cemaran badan sungai tersebut serta adanya upaya dalam pemantauan terkait kulaitas sungai tersebut secara berkesinambungan sehingga sumber-sumber cemaran dapat dikendalikan secara cepat.Simpulan : Cemaran ringan yang merupakan status mutu kualitas air sungai dengan parameter pH, TSS, BOD, COD,DO, Pospat, Nitrat,  Fecal Coliform sehingga masih dapat digunakan oleh masyarakat sebagai sumber air baku pengolahan air bersih. Selain itu, perlu dilakukannya kesepakatan dan juga penegakan aturan yang dibuat oleh pemerintah Kabupaten Musi Rawas Utara dalam rangka pengendalian cemaran air sungai wilayah Kecamatan Nibung. Kata Kunci : Strategi pengendalian ai sungair, indeks pencemaran sungai, Sungai Kresik, Sungai Ridan, Sungai Nibung ABSTRACTBackground: The use of water that does not meet quality standards that can cause direct and gradual health problems should be avoided. Nibung District, North Musi Rawas Regency has several rivers that can meet the water needs of the surrounding community, including the Kresik River, Ridan River, and Nibung River. The purpose of this study is to carry out strategic efforts to control river water contamination in terms of river water quality analysis based on Water Quality Criteria according to Government Regulation Number 82 of 2001.Methods: The method used in this research is a descriptive research method where the parameters measured and observed consist of pH, TSS, BOD, COD, DO, Pospat, Nitrate, and Fecal Coliform with a purposive sampling method.Result: Rupit river water quality status with contamination index level, which is included in the light polluted category with a value in the range of 0.816 mg/l – 1.857 mg/l and can be used as a source of raw water for clean water treatment. Parameters pH, TSS, BOD, COD, DO, Pospat, Nitrate, Fecal Coliform are all below class I river quality standards, based on Government Regulation Number: 82 of 2001. Strategies for controlling contamination in the water quality status of the Kresik River, Ridan River, and Nibung River in Nibung Subdistrict, North Musi Rawas Regency, this can be done by establishing cooperation between stakeholders and the surrounding community in an effort to reduce the pollution load, make the Communal WWTP more effective in technical management, have strict law enforcement regarding contamination of the river body and efforts in monitoring related to quality the river on an ongoing basis so that sources of contamination can be controlled quickly.Conclusion: Mild contamination which is the quality status of river water with the parameters pH, TSS, BOD, COD, DO, Pospat, Nitrate, Fecal Coliform so that it can still be used by the community as a source of raw water for clean water treatment. In addition, it is necessary to make an agreement and also enforce the rules made by the North Musi Rawas Regency government in the context of controlling river water contamination in the Nibung District area. Keywords: River water control strategy, river pollution index, Kresik River, Ridan River, Nibung River
FAKTOR RISIKO KEJADIAN PERTUSIS PADA BAYI DAN ANAK – ANAK (SISTEMATIK LITERATURE REVIEW) Juliska, Shelly; Sitorus, Rico J; Hasyim, Hamzah
Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Vol 16, No 2 (2024)
Publisher : LPPM STIKES BHAKTI HUSADA BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51712/mitraraflesia.v16i2.394

Abstract

ABSTRAKPendahuluan: Kebangkitan (resurgence) pertusis saat ini terjadi hampir di seluruh dunia dengan insiden tertinggi terjadi pada bayi dan menyebabkan kematian pada kasus pertusis berat. Kasus kematian yang terjadi umumnya ditemukan pada bayi berusia < 6 bulan akibat komplikasi pertusis. Tujuan dari penyusunan studi literature ini adalah untuk mempelajari tentang faktor risiko infeksi pertusis pada bayi dan anak-anak. Metode : Metode yang digunakan yaitu studi literatur (literature review)  yang disusun melalui penelusuran literatur terkait pertusis menggunakan metode PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta Analysis).Hasil : Hasil menunjukkan bahwa faktor risiko pertusis pada bayi dan anak – anak dipengaruhi oleh usia, riwayat kontak dengan kasus pertusis, riwayat vaksinasi dan kualitas ventilasi udara yang buruk serta riwayat kelahiran premature dan berat badan lahir rendah (BBLR). Kesimpulan : Adanya faktor risiko pada kasus dugaan pertusis dapat bermanfaat untuk meningkatan kewaspadaan terhadap pertusis khususnya pada bayi dan anak – anak.Keyword : Faktor Risiko, Pertussis, Bayi, Anak – Anak, Case Control ABSTRACTBackground : The resurgence of pertussis infection worldwide with he highest reported incidence occurred in infants that caused death on severe cases. A review about risk factor of pertussis are necessary, especially risk factor of pertussis on infants and children in low and middle-income country are poorly understood. This paper aimed to study about risk factors of pertussis infection among infants and children. Methods : This paper used the systematic review. Articles are selected using the PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta Analysis).Results : The results show that risk factor for pertussis in infants and children are  infants < 3 months, household contacts, vaccination history and poor air ventilation, premature and low birth weight.Conclusion : The findings indicated risk factor of pertussis may be useful for increasing awareness of pertussis among infants and children.Keyword : Risk Factor,Pertussis,Infant, Children,Case Control
HUBUNGAN SANITASI LINGKUNGAN DENGAN KEJADIANSTANTING: SEBUAH LITERATURE REVIEW Purnamasari, Nor Aisyah; Raharjo, Mursid; Hanani, Yusniar
Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Vol 16, No 1 (2024)
Publisher : LPPM STIKES BHAKTI HUSADA BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang : Saat ini, air bersih dan sanitasi merupakan dasar kebutuhan manusia. Salah satu poin dalam tujuan pembangunan berkelanjutan, Sustainable Development Goals (SDGs), pada sektor lingkungan hidup memastikan masyarakat mencapai akses universal air bersih dan sanitasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kualitas air sumur dan sarana sanitasi dengan kejadian stunting.Metode : Mengidentifikasi intervensi spesifik penanganan stunting, mengetahui bagaimana saja upaya pemerintah daerah dalam penanggulangan faktor stunting. Penelitian ini menerapkan desain case control.Hasil : Menganalisis hubungan kepemilikan jamban dan penggunaan sarana air bersih dengan kejadian stunting.Simpulan : Hasil dalam penelitian ini menunjukkan jika dari 8 jurnal di atas didapati adanya hubungan yang signifikan antara sanitasi lingkungan dengan kejadian Stunting.Kata Kunci : Sanitasi Lingkungan, Kejadian Stunting, Kepemilikan Jamban ABSTRACTBackground :Today, clean water and sanitation are basic human needs. One of the points in the Sustainable Development Goals (SDGs) in the environment sector ensures that people achieve universal access to clean water and sanitation. This study aims to determine the relationship between well water quality and sanitation facilities with the incidence of stunting. Methods :Identify specific interventions for handling stunting, find out how local government efforts in overcoming stunting factors. Results: This study applies a case control design, analyzing the relationship between latrine ownership and the use of clean water facilities with the incidence of stunting. Conclusion:The results in this study show that of the 8 journals above, there is a significant relationship between environmental sanitation and the incidence of stunting.Keywords: Environmental Sanitation, Stunting Incidence, Latrine Ownership
PENGEMBANGAN MEDIA PROMOSI AUDIO VISUAL DALAM UPAYA PENCEGAHAN HIPERTENSI ASN DI POLTEKKES KEMENKES BENGKULU Sarkawi, Sarkawi; Rizal, Achmad Faisal; Febriawati, Henni; Angraini, Wulan
Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Vol 16, No 1 (2024)
Publisher : LPPM STIKES BHAKTI HUSADA BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51712/mitraraflesia.v16i1.367

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Indonesia menghadapi tantangan terkait hipertensi karena tingginya prevalensi yang mencapai 34,1%. Pemberian edukasi memiliki potensi mengubah pola pikir penderita hipertensi, mengubah persepsi terhadap perawatan diri, dan memberikan motivasi positif untuk pemulihan. Keberhasilan program edukasi tergantung pada metodenya, sehingga perlu metode yang efektif dalam menyampaikan informasi mengenai self-management diantaranya melalui media audio visual.Metode: Penelitian ini menerapkan metode R&D (Research and Development) dengan menggunakan model ADDIE yaitu Analysis, Design, Develop, Implement, dan Evaluate. Ahli materi dan ahli media dilibatkan dalam proses uji validasi kelayakan media audio visual dalam pencegahan hipertensi. Analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif kuantatif dan analisis data deskriptif kualitatif. Hasil: Selama tahap pengembangan, penilaian validasi ahli materi menghasilkan skor 3,49 dalam kategori layak, sementara penilaian ahli media memberikan skor 3,72 yang juga masuk kategori layak. Uji coba pertama menghasilkan skor 3,56 dengan kategori layak, sedangkan uji coba kedua mendapatkan skor 3,61 dengan kategori layak, khususnya dalam konteks upaya pencegahan hipertensi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa media promosi audio visual dianggap memadai untuk mendukung usaha pencegahan hipertensi, terutama di kalangan ASN di Poltekkes Kemenkes Bengkulu.Simpulan: Hasil penelitian menunjukkan pengembangan media promosi audio visual mendapatkan kategori layak dalam upaya pencegahan hipertensi pada ASN di lingkungan Poltekkes Kemenkes Bengkulu.Kata Kunci: Pengembangan, Media, Audio Visual, Hipertensi   ABSTRACTBackground: Indonesia faces challenges related to hypertension due to its high prevalence, which reaches 34.1%. Providing education has the potential to change the mindset of hypertension sufferers, change perceptions of self-care, and provide positive motivation for recovery. The success of an educational program depends on the method, so an effective method is needed to convey information about self-management, including through audio-visual media.Method: This research applies the Research and Development method using the Analysis, Design, Develop, Implement, and Evaluate Model (ADDIE). Material experts and media experts were involved in the process of validating the suitability of audio-visual media in preventing hypertension. The data analysis used is quantitative descriptive analysis and qualitative descriptive data analysis.Results: During the development stage, the material expert's validation assessment produced a score of 3.49 in the feasible category, while the media expert's assessment gave a score of 3.72 which was also in the appropriate category. The first trial produced a score of 3.56 in the feasible category, while the second trial obtained a score of 3.61 in the appropriate category, especially in the context of efforts to prevent hypertension. Research findings show that audio-visual promotional media is considered adequate to support efforts to prevent hypertension, especially among ASN at the Bengkulu Ministry of Health Polytechnic.Conclusion: The results show that the development of audio-visual promotional media has received an appropriate category in efforts to prevent hypertension in ASN in the Bengkulu Ministry of Health Polytechnic environment.Keywords: Development, Media, Audio Visual, Hypertension
EVALUASI PENGELOLAAN OBAT PADA TAHAP PERENCANAAN DAN PENGADAAN DI UPTD FARMASI DINAS KESEHATAN KABUPATEN MUKOMUKO TAHUN 2021 Rosdiyanto, Rosdiyanto; Machmud, Rizanda; Rasyid, Rosfita
Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Vol 16, No 1 (2024)
Publisher : LPPM STIKES BHAKTI HUSADA BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Permasalahan pengelolaan obat ditandai keluhan dari Puskesmas karena tidak terpenuhinya permintaan obat sehingga menimbulkan kekosongan obat. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengelolaan obat pada tahap perencanaan dan pengadaan di UPTD Farmasi Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko. Penelitian ini menggunakan pendekatan mix method study dengan sampel item obat di LPLPO, informan berdasarkan kecukupan dan kesesuaian, jumlah 18 informan. Tempat penelitian di UPTD Farmasi Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko. Hasil penelitian kuantitatif berdasarkan metode analisis ABC-VEN dengan matriks ABC-VEN perencanaan pengadaan obat tahun 2021 belum tepat dan sesuai dengan kebutuhan.Metode: Penelitian kualitatif komponen input ditemukan kekurangan SDM dan belum membentuk TPOT, pembiayaan belum mencukupi, kebijakan mengacu pada perundang-undangan berlaku, sumber data lengkap, keterlambatan Puskesmas menyampaikan data, keakuratan data diragukan. Sarana prasarana sudah mencukupi. Komponen proses, perencanaan belum mengacu pada Kepmenkes Nomor 1121/MENKES/SK/XII/2008, pengadaan mengacu pada peraturan perundangan berlaku.Hasil : Komponen out put indikator standar : persentase kesesuaian pengadaan dengan kenyataan pakai untuk masing-masing item obat 124,8%, frekuensi pengadaan tiap item obat 1 kali setahun, frekuensi kurang lengkapnya surat pesanan/kontrak tidak ditemukan, frekuensi tertundanya pembayaran tidak ada. Indikator belum standar : kesesuaian item obat dengan DOEN 88,4 % dan Fornas TK 1 73,3%, ketepatan perencanaan 10,6%, persentase dana tersedia dengan keseluruhan dana dibutuhkan 39,1%, persentase alokasi dana pengadaan obat 1,3%, pengadaan obat esensial sebesar 85,3 %, pengadaan obat generik 98,7 %.Simpulan: Untuk optimalnya perencanaan dan pengadaan obat perlu peningkatan kapasitas SDM, tersedianya kerangka acuan kegiatan pendidikan pelatihan, monev yang optimal dan pembentukan TPOT.Kata Kunci : Evaluasi, Perencanaan, Pengadaan, Obat ABSTRACT Background: Problems with drug management were marked by complaints from the Puskesmas because the demand for drugs was not fulfilled, resulting in drug shortages. This study aims to evaluate drug management at the planning and procurement stages at the Pharmacy UPTD Mukomuko District Health Office. This study used a mixed-method study approach with a sample of drug items at LPLPO, informants based on adequacy and suitability, and a total of 18 informants. Place of research at UPTD Pharmacy Mukomuko District Health Office. The results of quantitative research based on the ABC-VEN analysis method with the ABC-VEN matrix for planning drug procurement in 2021 are not appropriate and my needs. Methods: Qualitative research on the input component found a shortage of human resources and had not yet formed a TPOT, insufficient financing, policies referring to applicable laws, complete data sources, delays in submitting data to PKM, and doubtful data accuracy. The infrastructure is sufficient. The process component, planning does not refer to Kepmenkes Number 1121/MENKES/SK/XII/2008, procurement refers to applicable laws and regulations. Results: Components of standard indicator output: percentage of conformity of procurement with actual use for each drug item 124.8%, frequency of procurement of each drug item once a year, frequency of incomplete orders/contracts not found, frequency of delayed payments absent. Non-standard indicators: compatibility of drug items with NLEM 88.4% and Fornas Kindergarten 1 73.3%, accuracy of planning 10.6%, percentage of available funds with all required funds 39.1%, percentage of drug procurement fund allocation 1.3%, procurement of essential drugs 85.3%, procurement of generic drugs 98.7%. Conclusion:To optimize the planning and procurement of drugs, it is necessary to increase the capacity of human resources, provide activity framework for education and training, optimize monitoring and evaluation and establish TPOT.Keywords: Evaluation, Planning, Procurement, Medicine
DETERMINAN KELELAHAN KERJA PADA PERAWAT DI RUMAH SAKIT SENTRA MEDIKA MINAHASA UTARA Nurhasanah, Nina; Doda, Diana Vanda Daturara; Sinolungan, Jehosua S.V.
Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Vol 16, No 2 (2024)
Publisher : LPPM STIKES BHAKTI HUSADA BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51712/mitraraflesia.v16i2.443

Abstract

ABSTRAKLatar belakang: Investigasi di beberapa negara menunjukkan Kelelahan kerja berkontribusi signifikan terhadap kecelakaan kerja, menyumbang 50% dari kasus kecelakaan tersebut. Di rumah sakit, kelelahan perawat menjadi masalah utama dalam manajemen sumber daya manusia, karena tuntutan pelayanan yang tinggi dari klien dan manajemen meningkatkan beban kerja perawat..Metode : Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Data dikumpulkan dengan kuesioner. Penelitian ini melibatkan 102 sampel yang merupakan total sampling. Dalam mengukur hubungan variabel digunakan analis uji chi square untuk analisis multivariat menggunakan regresi logistic.Hasil : Hasil penelitian menunjukan bahwa 53% umur perawat ada di antara 26-35 Tahun, 62% berjenis kelamin Perempuan, 84,3% memiliki Tingkat Pendidikan S1/Profesi dan 56,9% belum menikah. Untuk Shift kerja 41,2% pada pagi hari dan 29,4% untuk shift kerja siang dan malam. Masa <2 tahun sebesar 52%. Hasil uji bivariat Umur dengan Kelelahan kerja denga p value 0,054. Jenis kelamin dengan Kelelahan kerja denga p value 0.031. shift kerja dengan Kelelahan kerja dengan p value 0,001 dan masa kerja dengan Kelelahan kerja denga p value 0,031. Hasil uji multivariat yang paling berhubungan dengan kelelahan kerja adalah shift kerja dengan nilai signifikansi 0,001.Kesimpulan: terdapat hubungan antara jenis kelamin, shift kerja dan masa kerja dengan kelelahan kerja, tidak ada hubungan antara umur dengar kelelahan kerja dan shift kerja adalah variabel yang paling berhubungan dengan kelelahan kerja. Saran untuk rumah sakit kedepannya agar bisa memperhatikan perasaan kelelahan dari perawat yang bekerja dengan memberikan treatmen yang relevan..Kata kunci: kelelahan, beban kerja, perawat ABSTRACKBackground: Investigations in several countries show Occupational fatigue contributes significantly to occupational accidents, accounting for 50% of such accident cases. In hospitals, nurse fatigue is becoming a major issue in human resource management, as high service demands from clients and management increase nurses' workload. Objective: nurses at Sentra Medika Hospital in North Minahasa.Method: The method used in this study was quantitative with a cross sectional research design. Data was collected by questionnaire. This study involved 102 samples which were total sampling. In measuring the relationship of variables, the chi square test analyst was used for multivariate analysis using logistic regression.Results: The results showed that 53% of nurses' ages were between 26-35 years old, 62% were female, 84.3% had a bachelor's / professional education level and 56.9% were not married. For work shifts 41.2% in the morning and 29.4% for day and night work shifts. The period <2 years was 52%. Bivariate test results Age with Work Fatigue with p value 0.054. Gender with work fatigue with p value 0.031. work shift with work fatigue with p value 0.001 and tenure with work fatigue with p value 0.031. The multivariate test results that are most associated with work fatigue are work shifts with a significance value of 0.001. Conclusion: From this research, There is an association between gender, shift work and tenure with fatigue, there is no association between age and fatigue and shift work is the variable most associated with fatigue. Suggestions for future hospitals to pay attention to the feelings of fatigue of nurses who work by providing relevant treatment.Keywords: fatigue, workload, nurses
HUBUNGAN FAKTOR LINGKUNGAN DENGAN KEEJADIAN DBD : SEBUAH LITERATURE REVIEW Tika, Vira; Raharjo, Mursid; Martini, Martini
Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Vol 15, No 2 (2023)
Publisher : LPPM STIKES BHAKTI HUSADA BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51712/mitraraflesia.v15i2.309

Abstract

Abstract  Saat ini DBD masih menjadi permasalahan kesehatan baik di wilayah perkotaan maupun wilayah semi-perkotaan. Perilaku vektor dan hubungannya dengan lingkungan, seperti iklim, pengendalian vektor, urbanisasi, dan lain sebagainya mempengaruhi terjadinya wabah demam berdarah di daerah perkotaan. Belum ada prediksi yang tepat  untuk menunjukkan kehadiran dan kepadatan vektor (terutama Aedes Aegypti di lingkungan perkotaan dan semi perkotaan). Penyebaran dengue dipengaruhi faktor iklim seperti curah hujan, suhu dan kelembabanKelangsungan hidup nyamuk akan lebih lama bila tingkat kelembaban tinggi, dari uraian di atas penulisan literature review ini bertujuan untuk mengetahui faktor lingkungan yang mempengaruhi Kejadian DBD.Metode penelitian ini merupakan literature review. Dengan hasil adanya   hubungan yang signifikan antara kejadian DBD dengan pengetahuan,peran jumantik dan daya dukung Petugas kesehatan dan tidak ada hubungan antara ukuran ventilasi dengan kejadian DBD Kata Kunci: DBD,Aedes aegypty,Faktor Lingkungan,vektor
ANALISIS PERILAKU PENCEGAHAN TB PARU PADA PEKERJA TAMBANG EMAS DI KABUPATEN LEBONG Darmawansyah, Darmawansyah; Novega, Novega
Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Vol 16, No 2 (2024)
Publisher : LPPM STIKES BHAKTI HUSADA BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51712/mitraraflesia.v16i2.403

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: TB Paru disebabkan Mycobacterium Tuberculosis. Kasus TB Paru sebesar 10 juta orang di seluruh dunia dan 1,5 juta orang penderita meninggal. Kasus TB Paru di Indonesia hingga berjumlah 842.000 kasus dan kematian akibat TB Paru sebesar 16%. Kasus TB Paru di Provinsi Bengkulu sebanyak 7.188 kasus serta angka kematian TB Paru selama pengobatan 100 kasus.  Kasus TB Paru di Kabupaten Lebong tahun 2020 tercatat 117 kasus TB Paru, tahun 2021 sebanyak 147 kasus dan pada tahun 2022 sebanyak 187 kasus, dimana 33%, terjadi pada pekerja tambang emas tradisional. Kondisi pertambangan emas tradisional yang tidak memenuhi syarat kesehatan akan berisiko menjadi sumber penularan penyakit TB Paru. Penyakit TB Paru terjadi karena perilaku hidup yang tidak memprioritaskan kesehatan pada saat bekerja, kondisi didalam lubang pertambangan yang sempit. Tujuan penelitian untuk melakukan analisis perilaku pencegahan TB Paru pada pekerja tambang emas di Kabupaten Lebong.Metode: Penelitian Kuantitatif dengan rancangan Cross Sectional Study. Populasi seluruh pekerja tambang emas tradisional Kabupaten Lebong sebanyak 1.257 responden. Teknik Simple Random Sampling. Jumlah sampel sebanyak 108 responden. Analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji Chi-Square.Hasil: Pengetahuan pekerja tambang emas tradisonal sudah dikategorikan baik sebesar 63,9%. Perilaku pencegahan TB Paru pekerja tambang tradisional hampir seluruh responden berperilaku negatif sebesar 75,9%. Tidak ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan perilaku pencegahan TB Paru pada pekerja tambang emas tradisional Kabupaten Lebong (Pvalue: 0,119).Saran: Pekerja tambang harus berperilaku positif dipertambangan seperti menggunakan alat pelindung diri pada saat berkerja, jaga jarak dengan penderita TB Paru, dan tidak merokok.Kata Kunci: TB Paru, Pekerja Tambang, Pengetahuan, Perilaku.                 ABSTRACTBackground: Pulmonary TB is caused by Mycobacterium Tuberculosis. Pulmonary TB cases amounted to 10 million people worldwide and 1.5 million sufferers died. Pulmonary TB cases in Indonesia have reached 842,000 cases and deaths due to pulmonary TB are 16%. Pulmonary TB cases in Bengkulu Province were 7,188 cases and the death rate for pulmonary TB during treatment was 100 cases.  In 2020 there were 117 cases of pulmonary TB in Lebong Regency, in 2021 there were 147 cases and in 2022 there were 187 cases, of which 33% occurred in traditional gold mining workers. Traditional gold mining conditions that do not meet health requirements will risk becoming a source of transmission of pulmonary TB disease. Pulmonary TB disease occurs due to lifestyle behavior that does not prioritize health when working, conditions in narrow mining pits. The aim of the research was to analyze pulmonary TB prevention behavior among gold mining workers in Lebong Regency.Method: Quantitative Research with a Cross Sectional Study design. The population of all traditional gold mining workers in Lebong Regency was 1,257 respondents. Simple Random Sampling Technique. The total sample was 108 respondents. Univariate analysis and bivariate analysis with Chi-Square test Results: The knowledge of traditional gold mining workers is categorized as good at 63.9%. The pulmonary TB prevention behavior of traditional mining workers, almost all respondents behaved negatively, amounting to 75.9%. There is no significant relationship between knowledge and pulmonary TB prevention behavior among traditional gold mine workers in Lebong Regency ( Pvalue: 0.119). Conclusion: Mining workers must behave positively in mining, such as using personal protective equipment when working, keeping their distance from pulmonary TB sufferers, and not smoking.Keywords: Pulmonary TB, Mining Workers, Knowledge, Behavior. 
DAYA TERIMA COOKIES TEPUNG IKAN GABUS DAN TEPUNG JAGUNG SEBAGAI MAKANAN TAMBAHAN BERBASIS PANGAN LOKAL Salsabila, Salsabila; Febry, Fatmalina; Herpandi, Herpandi; Yuliana, Indah; Ahjah, Nur Fadhilah
Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Vol 16, No 1 (2024)
Publisher : LPPM STIKES BHAKTI HUSADA BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Stunting masih menjadi masalah nasional yang dihadapi dan harus segera diselesaikan. Pemberian makanan tambahan berbasis pangan lokal sebagai salah satu strategi untuk memenuhi kebutuhan gizi balita. Pemberian cookies dengan tambahan tepung ikan gabus dan tepung jagung merupakan salah satu alternatif makanan tambahan berbasis pangan lokal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui daya terima cookies tepung ikan gabus dan tepung jagung sebagai makanan tambahan berbasis pangan lokal.  Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitaif dengan metode pra eksperimen dengan 1 faktor perlakuan yaitu perbedaan komposisi, dan 4 (empat) taraf perlakuan. Empat perlakuan pada cookies dengan tepung terigu, tepung ikan gabus dan tepung jagung yaitu F1 (30% : 40% : 30%), F2 (10% : 50% : 40%), F3 (20% : 20% : 60%), dan perlakuan F4 (100% : 0% : 0%). Cookies yang dihasilkan akan dilakukan uji tingkat kesukaan terhadap 25 panelis semi terlatih. Data diperoleh menggunakan lembar questioner.Uji statistik dari uji organoleptik menggunakan uji One way Anova kemudian dilakukan uji lanjut Duncan.Hasil: Dari hasil uji hedonik didapat data bahwa formulasi terpilih yang tertinggi dari aspek warna, aroma, tekstur, dan rasa adalah formulasi F3. Hasil uji organoleptik mutu hedonik dari aspek warna dan rasa formulasi yang tertinggi adalah F3 dan dari aspek aroma dan tekstur formulasi yang tertinggi adalah F4.  Kesimpulan: Cookies F3 merupakan formulasi terpilih dari aspek warna, aroma, tekstur, dan rasa.Kata kunci: cookies, daya terima, tepung ikan gabus, tepung jagungABSTRACTBackground: Stunting is still a national problem and must be resolved immediately. Providing additional food based on local food is one strategy to meet the nutritional needs of toddlers. Providing cookies with the addition of snakehead fish meal and corn flour is an alternative food based on local food. This research aims to determine the acceptability of snakehead fish meals and corn flour cookies as supplementary food based on local food.Method: This research is quantitative research using a pre-experimental method with 1 treatment factor, namely differences in composition, and 4 (four) treatment levels. Four treatments for cookies with wheat flour, snakehead fish flour, and corn flour, namely F1 (30%: 40%: 30%), F2 (10%: 50%: 40%), F3 (20%: 20%: 60%), and F4 treatment (100%: 0%: 0%). The resulting cookies will be tested for the level of liking of 25 semi-trained panelists. Data was obtained using a questionnaire sheet. Statistical tests from organoleptic tests used the One Way Anova test and then Duncan's further test was carried out.Results: From the results of the hedonic test, data was obtained that the highest selected formulation in terms of color, aroma, texture, and taste was the F3 formulation. The highest hedonic quality organoleptic test results from the color and taste aspects of the formulation were F3 and from the aroma and texture aspects, the highest was F4. Conclusion: F3 Cookies is a selected formulation in terms of color, aroma, texture, and taste. Keywords: cookies, acceptability, snakehead fish flour, corn flour